Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura
Not a member yet
919 research outputs found
Sort by
KAJIAN KESTABILAN LERENG MENGGUNAKAN METODE ROCK MASS RATING DAN SLOPE MASS RATING PADA LOKASI Pit 1 PENAMBANGAN BATU GRANIT PT GILGAL BATU ALAM LESTARI
PT Gilgal Batu Alam Lestari merupakan perusahaan pertambangan batu granit yang berlokasi di Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian dilakukan di lokasi pit 1 PT. Gilgal Batu Alam Lestari pada lereng penambangan yang terbentuk karena aktivitas penambangan dan pembongkaran batu granit. Pada kegiatan penambangan di pit 1 terbentuk lereng curam disebabkan aktivitas penambangan dan terdapat bidang diskontinuitas sebagai bidang lemah pada lereng. Tujuan penelitian untuk mengkaji nilai massa batuan, potensi jenis longsoran dan tingkat stabilitas lereng. Kajian kestabilan lereng dilakukan dengan mengkaji nilai massa batuan menggunakan metode klasifikasi massa batuan Rock Mass Rating (RMR), tingkat kestabilan lereng menggunakan metode Slope Mass Rating (SMR), dan potensi jenis longsoran menggunakan proyeksi stereografis dengan bantuan software Rockscience Dips. Hasil penelitian ini didapatkan nilai Rock Mass Rating sebesar (RMR) 86 dimana nilai tersebut masuk dalam kelas batuan I kategori sangat baik, potensi jenis kelongsoran pada lereng didapatkan jenis tipe kelongsorang lereng adalah longsoran guling, untuk tingkat kestabilan lereng didapatkan hasil bobot Slope Mass Rating (SMR) senilai 82 masuk kedalam kelas I dengan kategori lereng sangat stabi
ANALISIS KERUSAKAN JALAN BATAS KOTA KETAPANG - PESAGUAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA DAN PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI)
Ruas Jalan Batas Kota Ketapang - Pesaguan merupakan jalan kolektor primer 2 yang menghubungkan secara berdaya guna antara ibukota provinsi dan ibukota kabupaten/kota. Banyaknya kerusakan jalan pada lapisan aspal yang terjadi di ruas Jalan Batas Kota Ketapang – Pesaguan menyebabkan kurangnya tingkat layanan jalan. Tujuan penelitian ini agar diketahui tipe kerusakan pada perkerasan, mengetahui besarnya nilai kerusakan dan membandingkan hasil analisis berdasarkan dua Metode Bina Marga dan Metode PCI. Hasil penelitian didapatkan 7 jenis kerusakan yang terjadi yaitu retak pinggir, pelepasan butir, pengelupasan, lubang, retak kulit buaya, tambalan dan retak memanjang. Berdasarkan hasil analisis Metode Bina Marga didapat 58 segmen yang memerlukan pemeliharaan rutin. Sedangkan berdasarkan Metode PCI didapat 24 segmen dengan kondisi perkerasan sempurna (excellent), 15 segmen dengan kondisi perkerasan sangat baik (very good), 8 segmen dengan kondisi perkerasan baik (good), 2 segmen dengan kondisi perkerasan sedang (fair), 1 segmen dengan kondisi perkerasan jelek (poor), 7 segmen dengan kondisi perkerasan sangat jelek (very poor), serta 1 segmen dalam keadaan gagal (failed). Sehingga terdapat 37 segmen memerlukan pemeliharaan rutin, 13 segmen memerlukan tambalan dan lapis tambahan serta 8 segmen memerlukan penanganan rekonstruksi.Kata kunci : Bina Marga, Kerusakan Jalan, Pavement Condition Index, Pemeliharaan Rutin
ANALISIS KUALITAS AIR IRIGASI DI PARIT BERKAT
Parit Berkat adalah saluran terdapat di daerah irigasi rawa pasang surut yang berada di Desa Punggur Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air irigasi yang ada di saluran Parit Berkat. Data primer diperoleh dengan pengambilan sampel air secara langsung di lapangan. Data sekunder berupa peta administrasi lokasi penelitian. Pemeriksaan kualitas air berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 22 Tahun 2021 baku mutu air kelas III. Hasil pemeriksaan kualitas air pada kondisi air pasang maupun surut menunjukkan bahwa nilai TDS, BOD, COD, NO2, Fe, DHL, dan PO4 pada kondisi air surut berada di bawah batas maksimum baku mutu. Nilai PO4 pada kondisi air pasang melebihi batas maksimum baku mutu, dan nilai pH pada kondisi air pasang maupun surut tidak termasuk di antara baku mutu. Nilai DHL yang jauh di bawah baku mutu menunjukkan nilai salinitas yang rendah sampai dengan tidak adanya salinitas pada Daerah Tangkapan Air Parit Berkat.Kata kunci: irigasi, kualitas air, Parit Berka
Studi Pemilihan Moda Antara Kendaraan Pribadi dan Angkutan Umum (Bus) Dengan Menggunakan Metode Stated Preferenece di Kota Pontianak
Transportasi merupakan aspek penting dalam perpindahan masyarakat dari satu lokasi ke lokasi lain. Pelayanan transportasi umum yang memadai sangat diperlukan untuk menunjang kelancaran berbagai aktivitas dan pergerakan penduduk di suatu wilayah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar probabilitas masyarakat menggunakan bus di Kota Pontianak, Kalimantan Barat dan faktor apa saja yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi tersebut. Metode yang digunakan adalah metode stated preference dengan sampel sebanyak 273 sampel responden. Menggunakan empat parameter atribut yaitu: biaya, waktu tempuh, waktu tunggu dan kenyamanan. Dibuat 8 desain skenario supaya kombinasi perilaku yang ditawarkan bervariasi. Berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh, pada option 1 hingga option 8 menunjukkan bahwa responden lebih memilih menggunakan Bus dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi. Kemudian dari perhitungan keseluruhan pemilihan moda dapat dilihat bahwa probabilitas pemilihan Bus lebih besar dari probabilitas kendaraan pribadi dengan perbandingan yaitu 70% : 30%. Untuk persamaan fungsi utilitas pada hasil penelitian ini yaitu y(Bus - KP) = 0,902 + (-8,25E-06. Δx1) + (-0.047. Δx2) + (-0.158. Δx3) + (0.013. Δx4). Dan dari keempat atribut pemilihan moda transportasi yang mempengaruhi pemilihan moda yaitu atribut kenyamanan menjadi atribut yang paling signifikan mempengaruhi utilitas pemilihan moda
ANALISIS PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI KE KAMPUS OLEH MAHASISWA UNIVERSITAS TANJUNGPURA
Universitas Tanjungpura merupakan institusi tinggi negeri dengan populasi mahasiswa yang besar dan tersebar di berbagai lokasi tempat tinggal. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya kebutuhan sarana transportasi untuk mendukung pergerakan mahasiswa antara tempat tinggal dan kampus. Pola perjalanan harian mahasiswa menunjukkan tren yang menarik, semakin meningkatnya penggunaan jasa transportasi online sebagai pilihan alternatif dari kendaraan pribadi. Penelitian bertujuan mengkaji ciri-ciri perjalanan, aspek-aspek yang berpengaruh, serta pola pemilihan moda transportasi beroda dua di kalangan mahasiswa Universitas Tanjungpura. Pengumpulan data dilakukan di lingkungan Universitas Tanjungpura menggunakan metode survei, secara online melalui google form maupun offline . Metode analisis menggunakan deskriptif kuantitatif, metode deskriptif bertujuan memaparkan karakteristik pemilihan moda transportasi, sedangkan metode kuantitatif bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pilihan moda transportasi mahasiswa menggunakan Software JASP. Hasil penelitian menunjukkan persamaan regresi logistik Y = - 4.019 + 4.012 X1+ 0.703 X2 - 0.634 X3+ 3.352 X4 - 0.320 X5+ 1.390 X6 - 1.726 X7 . Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, teridentifikasi empat variabel berpengaruh signifikan terhadap keputusan pemilihan moda transportasi, yaitu kepemilikan kendaraan pribadi (X1), jarak (X2), jenis tempat tinggal (X6), dan pertimbangan biaya (X7). Probabilitas pelajar menggunakan kendaraan pribadi menuju kampus adalah 95%, sementara pelajar yang menggunakan ojek online menuju kampus adalah 5%.Kata Kunci : Mahasiswa, Moda Transportasi, Regresi Logistik Biner, Transportasi Online
ANALISIS NERACA AIR DAERAH IRIGASI RAWA (D.I.R) RASAU JAYA TIGA
Daerah Irigasi Rawa Rasau Jaya Tiga adalah area rawa pasang surut yang terletak di Kalimantan Barat yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai wilayah pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keseimbangan air dan mengkaji tinggi muka air di saluran. Metode Mock digunakan untuk menganalisis ketersediaan air dan program HEC-RAS digunakan untuk mensimulasikan kondisi pengaruh pasang dan surut terhadap muka air di saluran. Hasil analisis menunjukan bahwa ketersediaan air maksimum yaitu 610,042 lt/detik pada bulan Desember dan ketersediaan air minimum yaitu 174,851 lt/detik pada bulan September. Pada mula tanam bulan Oktober untuk pola tanam Padi-Padi dan 1 kali Padi, didapatkan nilai NFR maksimum yaitu 172,264 lt/detik untuk pola tanam Padi-Padi pada bulan Februari dan 121,417 lt/detik pada bulan Oktober untuk pola tanam 1 kali Padi, sedangkan besarnya ketersediaan air pada bulan Oktober sebesar 461,579 lt/detik. Hasil analisis pemodelan kondisi eksisting saluran menunjukkan bahwa pada saat pasang tinggi air elevasi muka air pada saluran mencapai 1,15 m dan dapat mengaliri lahan pertanian. Sedangkan pada saat surut elevasi muka air berada di bawah elevasi dasar saluran, yaitu setinggi -0,09 m sehingga pada kondisi surut lahan pertanian di sekitar saluran tidak dapat teraliri dengan baik
Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Dalam Menentukan Prioritas Peningkatan Jalan Kabupaten di Kabupaten Sanggau
Kabupaten Sanggau merupakan salah satu daerah yang terletak di Provinsi Kalimantan Barat dengan ibu kotanya Kapuas. Dalam upaya meningkatkan infrastruktur jalan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sanggau telah menerima tambahan Dana Bagi Hasil Sawit sebesar Rp21 miliar untuk Program Penanganan Jalan Kabupaten pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kriteria-kriteria yang digunakan dalam menentukan prioritas peningkatan jalan kabupaten dan menetapkan prioritas peningkatan jalan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Kriteria yang diidentifikasi adalah tingkat aksesibilitas, kondisi jalan, tata guna lahan, biaya penanganan, dan volume lalu lintas rencana. Data yang telah diperoleh selanjutnya diolah menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan bantuan software super decisions. Hasil analisis memberikan pembobotan prioritas peningkatan jalan di Kabupaten Sanggau. Berdasarkan analisis, kondisi jalan memiliki bobot tertinggi (0,2540), diikuti oleh tingkat aksesibilitas (0,2228), volume lalu lintas (0,1273), tata guna lahan (0,0961), dan biaya penanganan (0,0917). Prioritas ruas jalan tertinggi adalah Jalan Sungai Kunyit – Sungai Ranas (0,1671), diikuti Jalan Sejuah – Noyan (0,1389), Jalan Sungai Mawang – Empaong (0,1383), Jalan Kedukul – Balai Sebut (0,1278), Jalan Bodok – Bonti (0,0896), Jalan Bonti – Bantai (0,0881), Jalan Tayan – Meliau (0,0692), Jalan Simpang Sanjan – Mengkiang (0,0677), Jalan Belangin – Kayu Tunu (0,0554), dan Jalan Embaong – Sungai Batu (0,0385). Kata Kunci: AHP, Peningkatan Jalan, Super Decisions
IDENTIFIKASI KEPENDUDUKAN DAN KONDISI PERMASALAHAN AIR BERSIH DOMESTIK DI DESA AMBOYO SELATAN KECAMATAN NGABANG KABUPATEN LANDAK
Penyediaan air bersih di wilayah pedesaan, khususnya Desa Amboyo Selatan, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, merupakan tantangan utama yang mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan penduduk yang signifikan menambah kompleksitas permasalahan ini, terutama pada musim kemarau. Sungai Semuhut dan Sungai Mengkuas, sebagai sumber air utama, rentan terhadap fluktuasi musiman dan risiko pencemaran. Air hujan, sebagai alternatif, dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan kebersihan sistem pengumpulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggabungkan data primer dan sekunder, termasuk data kependudukan dari BPS dan pemerintah setempat. Temuan menunjukkan perlunya perbaikan infrastruktur, pengelolaan sumber air yang berkelanjutan, dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang kebersihan air. Kesimpulannya, langkah-langkah terintegrasi dan berkelanjutan harus diambil untuk meningkatkan ketersediaan air bersih di Desa Amboyo Selatan. Ini tidak hanya akan memberikan solusi konkret terhadap permasalahan air, tetapi juga akan memberikan dampak positif pada kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat setempa
EVALUASI PENURUNAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA JAM KERJA LEMBUR
Waktu penyelesaian yang cepat dan akurat sangat penting dalam proyek konstruksi. Oleh karena itu, jam kerja menjadi solusi untuk mengimbangi lamanya proyek konstruksi. Namun penggunaan lembur juga dapat menurunkan produktivitas. Penelitian ini mengkajid pengaruh jam kerja terhadap produktivitas tenaga kerja pada proyek pembangunan gedung asrama haji pontianak. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan produktivitas jam kerja normal dan jam kerja lembur pekerja proyek konstruksi. Kegiatan yang diidentifikasi dalam penelitian ini adalah bekisting balok. Metode penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi lapangan pada proyek pembangunan gedung asrama haji pontianak (work sampling). Analisis dilakukan berdasarkan hasil nilai produktivitas, angka persentase perbandingan dan metode uji independent sample t-test. Hasil perbandingan persentase pada penelitian ini menunjukkan bahwa produktivitas mengalami penurunan sebesar 3,16% pada jam kerja lembur. Pada analisis uji independen sample t-test diperoleh nilai signifikan sebesar 0,472 yang berarti hasil tersebut lebih besar dari 0,05 sehingga tidak terdapat perbedaan hasil kerja yang signifikan antara jam kerja normal dengan jam kerja lembur.Kata kunci : Produktivitas, Jam kerja lembur, Tenaga Kerj
PENGARUH TERMINAL BARANG INTERNASIONAL ENTIKONG TERHADAP KINERJA ARUS LALU LINTAS JALAN PERBATASAN ANTARNEGARA (ENTIKONG, INDONESIA - SARAWAK, MALAYSIA)
Keberadaan Terminal Barang Internasional Entikong sebagai terminal barang internasional pertama di Indonesia diasumsikan menimbulkan masalah baru kinerja ruas jalan Lintas Malindo. Kinerja lalu lintas ruas jalan di analisis menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 survei lalu lintas merujuk pada Pedoman Survei Pencacahan Lalu Lintas oleh Direktorat Jendral Bina Marga (2004). Tahapan analisis terdiri dari analisis volume lalu lintas, kecepatan arus bebas, kapasitas ruas jalan, derajat kejenuhan, kecepatan waktu tempuh dan tingkat kinerja ruas jalan. Analisis kondisi sebelum beroperasi menghasilkan derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,2 dengan tingkat pelayanan yaitu LOS B. Pada masa operasional 5 tahun mendatang (2028) nilai derajat kejenuhan meningkat menjadi 0.54 dengan tingkat pelayanan LOS B. Pada masa penelitian terminal masih belum beroperasi secara normal dan yang melintasi ruas jalan Lintas Malindo hanya beberapa truk dan bus antar negara tetapi apabila terminal barang beroperasi secara normal maka kendaraan yang melintasi ruas jalan Lintas Malindo seperti kendaraan peti kemas 20 feet dan 40 feet sehingga perlunya peninjauan ulang terhadap ruas jalan Lintas MalindoKata kunci: Derajat Kejenuhan, Kinerja Lalu Lintas, Manuver Kendaraan, MKJI 1997, Terminal Barang Internasional Entikong