Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura
Not a member yet
919 research outputs found
Sort by
NERACA AIR DI SEKUNDER CIMINAH DARAT DAERAH IRIGASI RAWA (DIR) KAPUAS KECIL II
DIR Kapuas Kecil II yang berpotensi sebagai daerah pertanian diharapkan dapat menunjang ketahanan pangan di Kabupaten Kubu Raya khususnya di Kecamatan Sungai Kakap. DIR Kapuas Kecil II memiliki luas sebesar 2125 Ha. Pertanian di DIR Kapuas Kecil II sering mengalami genangan air saat pasang air laut mencapai titik tertinggi dan selama musim hujan, menyebabkan kerugian dan kegagalan bagi petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji imbangan air (water balance) dan evaluasi debit aliran. Analisis imbangan air menggunakan ketersediaan air dengan probabilitas 80%. Evaluasi debit aliran dilakukan dengan membandingkan data debit real (lapangan) dan debit rencana. . Evapotranspirasi potensial (ETo) Bulan Januari-Bulan Desember pada tahun 2011-2021, dengan rata-rata maksimum terjadi pada Bulan September, yaitu sebesar 3,666 mm/hari. Debit bulanan maksimum dari tahun 2010-2021 adalah pada bulan Desember, yaitu sebesar 2,554 m3/detik. Imbangan air (water balance) Daerah Irigasi Rawa Kapuas Kecil II pada saluran sekunder Ciminah Darat dengan pola tanam padi-padi dan kelapa mengalami kekurangan air (defisit) terbesar yang terjadi pada bulan Maret yaitu 156,43 lt/detik. Pemenuhan debit pada saluran sekunder Ciminah Darat dengan luas layanan 116,71 ha mampu memenuhi sebanyak 60,05% sehingga pada saluran sekunder Ciminah Darat mengalami kekurangan debit sebanyak 38,95%
ANALISIS KEBUTUHAN ANGKUTAN UMUM BUS PADA TERMINAL BATU LAYANG
Pada saat ini Terminal Batu Layang tengah sepi pengunjung. Hal itu juga bisa berakibat pada supply menjadi tidak sebanding dengan besarnya demand yang dibutuhkan. Hasil analisis data load factor didapatlah rata-rata load factor tersebut adalah Trayek Pontianak – Sambas adalah 78,42%, Trayek Pontianak – Kartiasa adalah 82,13%, Trayek Pontianak – Bengkayang adalah 56,48%, Trayek Pontianak – Sompak adalah 58,62%, Trayek Pontianak – Ngabang adalah 56,69%, dan Trayek Pontianak – Seluas adalah 60,43%. Selanjutnya untuk mengetahui jumlah armada yang dibutuhkan berdasarkan hasil perhitungan tersebut adalah pada Trayek Pontianak - Sambas didapatlah sebanyak 13 armada sehingga sudah optimal. Pada Trayek Pontianak - Kartiasa didapatlah sebanyak 4 armada, sehingga perlu dilakukan penambahan 2 armada agar operasional pada Terminal Batu Layang bisa menjadi optimal. Pada Trayek Pontianak - Bengkayang didapatlah sebanyak armada, serta masih belum bisa ditambah armadanya karena rata-rata load factor hanya 56,48% masih di bawah 70%. Pada Trayek Pontianak - Sompak didapatlah sebanyak armada, serta masih belum bisa ditambah armadanya karena rata-rata load factor hanya 58,62% masih di bawah 70%. Pada Trayek Pontianak - Ngabang didapatlah sebanyak 2 armada, serta masih belum bisa ditambah armadanya karena rata-rata load factor hanya 56,69% masih di bawah 70%. Pada Trayek Pontianak - Seluas setelah dilakukan analisis terhadap jumlah optimal armada didapatlah sebanyak 3 armada, serta masih belum bisa ditambah armadanya karena rata-rata load factor hanya 60,43% masih di bawah 70%.Kata Kunci: Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Jumlah Armada Optimal, Load Facto
ANALISIS KINERJA PELAYANAN DI TERMINAL TIPE A ALBN SEI AMBAWANG
Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 40 Tahun 2015, standar pelayanan adalah pedoman dan tolak ukur dalam penyelenggaraan pelayanan dan acuan dari penilaian kinerja pelayanan sebagai bagian dari kewajiban penyelenggara terminal kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian standar pelayanan, menganalisis kinerja pelayanan berdasarkan persepsi pengguna, dan memberikan rekomendasi perbaikan kinerja pelayanan. Data yang telah didapatkan kemudian dianalisis dengan analisis kesesuaian standar pelayanan dan dengan metode Importance Performance Analysis (IPA). Berdasarkan hasil analisis didapatkan kesesuaian dari 41 jenis pelayanan sebanyak 22 (54,66%) jenis pelayanan yang sesuai dengan standar pelayanan, 12 (29,27%) jenis pelayanan kurang sesuai dengan standar pelayanan, 7 (17,07%) jenis pelayanan yang tidak sesuai dengan standar pelayanan dan kinerja pelayanan berdasarkan persepsi penumpang ALBN terdapat 4 (9,76%) indikator pada kuadran I, Sedangkan berdasarkan persepsi penumpang AKAP dan AKDP terdapat 7 (17,07%) indikator pada kuadran I. Dan rekomendasi untuk perbaikan kinerja pelayanan pada fasilitas keselamatan jalan (rambu, marka, dan penerangan jalan), jalur evakuasi, toilet, ruang terbuka hijau minimum 30% dari luas lahan, drainase, area dengan jaringan internet (hotspot area), dan fasilitas pengisian baterai (charging corner).Kata Kunci: Importance Performance Analysis, Kinerja Pelayanan, Standar Pelayanan Terminal
ANALISIS POTENSI BAHAYA DAN RISIKO MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS PADA AKTIVITAS PENCUCIAN DI PT. ANUGRAH BORNEO MARUYA PERSADA KABUPATEN KETAPANG KALIMANTAN BARAT
PT. Anugerah Borneo Maruya Persada carries out mining through excavation, transportation and washing, during the washing process in the Washing Plant area there are still conditions work that can be categorized as unsafe. Therefore, it is necessary to identify risks, risknassessmentcand risknrecommendations using the Job Safety Analysis method for Prevent work accidents among workers who are active in the Washing Plant 1 location and Washing Plant 2 at PT. Borneo Maruya Persada Award. Results obtained from research namely, there is a risk assessment before and after control recommendations are carried out decrease. On equipment activities at Washing Plant 1 before recommendations are made controlnhas 8% HighnRisk, 44% Moderate Risknand 48% Low Risk. Once done controlnrecommendations are 0% High Risk, 7% Moderate Risk and 93% Low Risk.Meanwhile, equipment operating activities at Washing Plant 2 are before the recommendation control of 10% High Risk, 50% Moderate Risk and 40% Low Risk. Once done Control recommendations are 0% High Risk, 10% Moderate Risk and 90% Low Risk.Keywords: HIRARC, JSA, Risk Managemen
PERKIRAAN EROSI PADA BAGIAN HULU DAS SEKADAU MENGGUNAKAN METODE USLE (UNIVERSAL SOIL LOSS EQUATION)
Daerah Aliran Sungai (DAS) Sekadau merupakan daerah aliran sungai yang mempengaruhi keadaan Sungai Sekadau. Daerah aliran sungai tersebut berperan sebagai daerah tangkapan air hujan juga tak lepas dari permasalahan erosi dan sedimentasi. Hulu DAS Sekadau yang terletak di Nanga Mahap sebagian besar merupakan kawasan perkebunan dan pertanian lahan kering. Penelitian ini berlokasi pada DAS Sekadau bagian hulu, dengan tujuan mengetahui perkiran laju erosi yang terjadi. Data penelitian ini menggunakan data sekunder yang didapat dari instansi terkait. Penelitian dilakukan dengan menganalisis faktor penentu erosi yaitu erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), panjang lereng (L), kemiringan lereng (S), tutupan lahan (C), dan konservasi lahan (P) menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation). Hasil analisis data antara lain adalah, DAS Sekadau Hulu dengan luasan 79.884,92 Ha memiliki nilai erosivitas hujan 3281,89, serta jenis tanah, kemiringan lereng, dan tutupan lahan yang bervariasi. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh jumlah laju erosi yang terjadi pada seluruh Hulu DAS Sekadau adalah sebesar 143.272,997 ton/ha/tahun atau 4,54 kg/ha/detik, dengan rerata kehilangan tanah 6,3 ton/tahun tiap hektarnya
ANALISIS PENGARUH KOMPETENSI TENAGA KERJA TERHADAP KINERJA PEKERJA
ABSTRAKIndonesia merupakan negara berkembang dengan jumlah penduduk berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 273,8 juta jiwa pada tahun 2023. Jumlah penduduk yang banyak memerlukan pemerataan pembangunan, baik pembangunan tempat tinggal, perkantoran, industri, dan fasilitas umum. Seiring dengan kebutuhan bangunan, maka tenaga kerja yang mengelola pembangunan konstruksi harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang masing-masing, sehingga memaksimalkan kinerja yang dihasilkan oleh tenaga kerja. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh kompetensi tenaga kerja terhadap kinerja pekerja pada pembangunan konstruksi. Data penelitian didapatkan dari pembagian kuesioner kepada 68 responden di proyek pembangunan mall dan pelayanan publik, Kapuas Indah. Analiasis data mencakup analisis deskriptif, uji normalitas, uji RII, dan uji t dengan menggunakan program SPSS 26. Hasil membuktikan bahwa kompetensi tenaga kerja mempengaruhi kinerja pekerja dalam mengikuti aturan yang berlaku dalam proyek, kemampuan untuk bekerja dalam kelompok, semangat yang tinggi, kemampuan berkomunikasi yang baik, memahami metode pekerjaan yang digunakan proyek, memahami konsep dasar, menjaga kekompakan dalam tim dan memiliki kemampuan khusus terkait bidang pekerjaan proyek yang dijalankan.Kata kunci: Kinerja Pekerja, Kompetensi, Tenaga Pekerja
ANALISIS ANGKUTAN SEDIMEN DASAR PADA SUNGAI SEKADAU
Kondisi Sungai Sekadau dipengaruhi oleh pemanfaatan ruang dan aktivitas penduduk pada lingkungan Sungai Sekadau. Seiring dengan meningkatnya aktivitas manusia di Sungai Sekadau telah berdampak pada ekosistem perairan seperti pembukaan lahan, pertanian, perkebunan dan pertambangan. Hal ini meningkatkan erosi di sepanjang aliran sungai yang menyebabkan peningkatan jumlah sedimen di sungai dan menyebabkan sedimentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan besarnya laju sedimen dasar di Sungai Sekadau. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu peta DAS Sekadau dan menggunakan data primer yaitu kecepatan aliran, lebar penampang sungai, kedalaman penampang sungai, dan sampel sedimen dasar. Analisis laju sedimentasi digunakan metode Meyer Peter Muller. Karakteristik sedimen di Sungai Sekadau memiliki gradasi partikel butiran halus D35 berkisar 0,100 mm - 0,188 mm, D50 berkisar 0,100 mm - 0,220 mm, dan D90 berkisar 0,190 mm - 0,393 mm. Berat jenis sedimen berkisar antara 2,53 ton/m³ - 2,57 ton/m³, sedangkan kecepatan jatuh partikel sedimen menunjukan dengan nilai kecepatan 0,01 m/detik - 0,048 m/detik. Berdasarkan hasil analisis laju sedimen dasar pada Sungai Sekadau untuk nilai laju sedimen dasar tertinggi bagian Hilir sebesar 1,42 kg/detik dan nilai terendah di bagian Hulu sebesar 0,099 kg/detik
PEMODELAN PEMILIHAN MODA ANTARA ANGKUTAN ANTAR JEMPUT (TRAVEL) DAN ANGKUTAN UMUM (BUS) RUTE PONTIANAK - KETAPANG
Kalimantan Barat memiliki sejumlah kabupaten seperti Ketapang dan Pontianak dan kabupaten lainnya. Transportasi darat, terutama bus dan travel, dominan digunakan oleh penduduk karena ekonomis dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh atribut yang mempengaruhi dalam pemilihan moda transportasi antara travel dan bus dan memperoleh model pemilihan moda antara travel dan bus agar mendapatkan karakteristik pergerakan dan moda yang diinginkan oleh masyarakat yang biasa berpergian dari rute Pontianak – Ketapang. Penelitian ini menggunakan metode stated preference dengan survey kuesioner kepada masyarakat yang sering berpergian dari rute Pontianak – Ketapang atau sebaliknya. Disediakan delapan opsi yang berbeda untuk 300 sampel responden. Probabilitas pemilihan angkutan travel lebih besar dibandingkan bus yaitu untuk pemilihan moda travel – bus 64% : 35% sedangkan bus – travel 63% : 37% dengan persamaan fungsi utilitasnya yaitu U (TR-BUS) = - 0,261994583 + 8,5805E-07.∆x1 - 0,462724333.∆x2 + 0,00875285.∆x3 + 0,007777492.∆x4 dan U (BUS-TR) = 0,747535583 + 8,5805E-07.∆x1 - 0,462724333.∆x2 + 0,00875285.∆x3 + 0,007777492.∆x4. Namun atribut biaya dan waktu tempuh menjadi atribut yang paling segnifikan mempengaruhi utilitas dalam pemilihan moda dibandingkan dengan atribut waktu tunggu dan kenyamana
IDENTIFIKASI RISIKO MENGGUNAKAN SUBKONTRAKTOR PADA PENYELESAIAN PEKERJAAN PROYEK KONSTRUKSI
Dalam dunia konstruksi, biaya, kualitas, dan waktu adalah aspek yang sangat penting. Setiap kontraktor konstruksi diharapkan dapat menyelesaikan proyek dengan efisiensi biaya, mutu yang optimal, dan waktu pengerjaan yang sesuai berdasarkan kontrak. Pada proyek Pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar, kontraktor utama tidak mengerjakan sendiri seluruh rangkaian pekerjaan proyek namun dibantu oleh beberapa subkontraktor. Penyerahan sebagian pekerjaan kepada subkontraktor dapat menimbulkan risiko-risiko proyek yang mempengaruhi kualitas apabila tidak diatur dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali potensi risiko yang muncul dari pekerjaan yang dialihkan kepada subkontraktor, pada Pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar. Terdapat 32 faktor risiko yang teridentifikasi yang mempengaruhi aspek biaya, kualitas, dan waktu pada proyek Pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar. Faktor-faktor risiko tersebut terdiri dari enam kategori, meliputi tenaga kerja, material, peralatan, metode, keamanan, eksternal. Berdasarkan analisis menggunakan matriks probabilitas dan dampak risiko yang memiliki probabilitas tinggi serta berdampak tinggi yaitu terjadinya kecelakaan kerja konstruksi karena pekerja subkontraktor tidak menggunakan alat keselamatan pada saat bekerja, volume pekerjaan tidak sesuai target karena keterlambatan pasokan material oleh subkontraktor, volume pekerjaan tidak sesuai target karena kurangnya kapasitas peralatan yang disediakan oleh subkontraktor, volume pekerjaan tidak sesuai target karena peralatan subkontraktor yang rusak terlambat diperbaiki
IDENTIFIKASI POTENSI DAN PERMASALAHAN CAGAR BUDAYA DI KOTA PONTIANAK
Pontianak adalah pusat pemerintahan untuk Provinsi Kalimantan Barat.. Kota Pontianak menyimpan sejarah yang memiliki potensi untuk menjadi destinasi wisata budaya, dapat dilihat dari adanya 13 cagar budaya di Kota Pontianak. Beberapa di antaranya yaitu Keraton Kadriah Pontianak, Tugu Khatulistiwa, Vihara Bodhisatva, Rumah Adat Betang/Panjang, Masjid Jami’ Sultan Syarif Abdurrachman, Pelabuhan Seng Hie, Kantor Pos, dan Kantor Bappeda Kota Pontianak. Permasalahan yang ada terkait dengan cagar budaya yang ada di Kota Pontianak berdasarkan hasil pengamatan langsung ke lapangan adalah dari 13 cagar budaya yang kini kondisinya kurang terjaga. Kemudian, belum optimalnya pengembangan sehingga banyak sarana dan prasarana yang tidak ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan tantangan warisan budaya sebagai destinasi wisata budaya di Kota Pontianak dalam rangka memfasilitasi pengembangan pariwisata. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah teridentifikasinya potensi dan permasalahan dari cagar budaya yang ada di Kota Pontianak. Kata Kunci : Kota Pontianak, cagar budaya, potensi dan permasalahan, destinasi wisata buday