Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura
Not a member yet
919 research outputs found
Sort by
ANALISIS DAERAH RAWAN KECELAKAAN (DRK) DAN TITIK RAWAN KECELAKAAN DI KABUPATEN MELAWI PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Penelitian ini untuk mengetahui daerah rawan kecelakaan dan titik rawan kecelakaan serta memberikan rekomendasi penanganan. Metode yang digunakan untuk menentukan Daerah Rawan Kecelakaan dan Titik Rawan Kecelakaan menggunakan metode Z-Score dan Cumulative Summary. Data merupakan data sekunder dari Satlantas Polres Kabupaten Melawi tahun 2017-2020, data geometrik jalan dan data lainnya. Hasil analisis berupa nilai Z-Score dan Cusum serta rekomendasi pada jalan teridentifikasi. Dari 10 jalan yang ditelah diteliti terdapat 4 jalan teridentifikasi Black Site yaitu ruas jalan Batu Buil nilai Z-Score 0,56, ruas jalan Batu Nanta nilai Z-Score 0,68, ruas jalan Paal nilai Z-Score 0,5, ruas jalan Sidomulyo Z-Score 2,33 dan Black Spot pada jalan teridentifikasi adalah jalan Batu Buil pada Stationing 3 – 4, Batu Nanta di Stationing 6 – 7, Paal di Stationing 0 – 1 serta Stationing 1 – 2, Sidomulyo di Stationing 3 – 4 dan penanganan ruas jalan teridentifikasi adalah memberikan Warning Light, Rambu daerah rawan kecelakaan serta pemeliharaan rutin pada jalan teridentifikasi.Kata Kunci: Black Site, Black Spot, Cumulative Summary, Kecelakaan lalu lintas, Z-Score
KARAKTERISTIK TAMAN AUDITORIUM UNTAN SEBAGAI RUANG TERBUKA PUBLIK KOTA PONTIANAK
Kecamatan Pontianak Tenggara dalam rencana pola ruang termasuk pemertahanan dan rehabilitasi Sub-Zona RTH-2, dimana Taman Auditorium UNTAN di peruntukan sebagai penunjang kawasan pendidikan yang dilengkapi dengan fasilitas seperti, lampu taman, bangku taman, area bermain anak dan fasilitas penunjang lainnya. Fungsi taman secara keseluruhan berperan penting sebagai ruang publik tempat interaksi bagi masyarakat. Mereka tidak hanya memberikan tempat untuk aktivitas fisik dan rekreasi, tetapi juga menciptakan kesempatan bagi masyarakat untuk bertemu, berinteraksi, dan membangun hubungan sosial yang kuat. Keunikan Taman Auditoirum UNTAN dilengkapi dengan pernak-pernik dan diorama para atlet-atlet sepeda di Kalbar, yang pernah mengukir prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional yang bertujuan untuk mengenalkan atlet-atlet sepeda yang mengharumkan nama Provinsi Kal-Bar dan Indonesia. Namun terdapat permasalahan seperti mengundang PKL dan beberapa kegiatan ekonomi yang tidak teratur, kurangnya kapasitas parkir, dan kondisi toilet yang perlu perbaikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik Taman Auditorium UNTAN sebagai Ruang terbuka publik Kota Pontianak. Pendekatan penelitian adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini ialah fasilitas, vegetasi, sosio demografi, pola penggunaan taman dan aktivitas di taman. Hasil penelitian ini menunjukkan Taman Auditorium UNTAN sudah memiliki berbagai fasilitas memadai seperti lampu penerangan, system informasi, vegetasi, jalan dalam dan luar taman, fasilitas pendukung, tempat sampah, tempat duduk dan parkir dalam taman. Taman tersebut memiliki beberapa aktivitas di taman seperti penyewaan, perdagangan, perbankan, PKL, Gedung auditorium UNTAN, dan UKM
DAERAH TANGKAPAN SALURAN PARIT BERKAT DESA PUNGGUR BESAR
Daerah tangkapan air Parit Berkat terletak di Desa Punggur Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Daerah rawa Punggur Besar merupakan daerah rawa pasang surut yang pemanfaatannya untuk kebun campuran. Pengelolaan air di lahan rawa bukan hanya untuk menghindari terjadinya banjir atau genangan yang berlebihan di musim hujan tetapi juga untuk menghindari kekeringan di musim kemarau. Saluran Parit Berkat, Desa Punggur Besar mengalami permasalahan banjir setiap tahunnya. Hal tersebut terjadi disebabkan oleh beberapa faktor terutama lokasi tersebut belum memiliki sistem drainase yang baik / memadai, dan juga terdapat beberapa ruas jalan atau gang yang saluran drainasenya tidak berfungsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik saluran Parit Berkat. Data yang diperlukan pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder, yaitu data lebar saluran, kedalaman atau tinggi saluran, kedalaman aliran, panjang saluran, dan peta lahan. Hasil penelitian menunjukkan Daerah Tangkapan Air Parit Berkat Desa Punggur Besar merupakan daerah rawa pasang surut yang pemanfaatannya kebun campuran dengan pemukiman di sisi kiri dan kanan saluran. Dimensi saluran Parit Berkas semakin ke hulu semaki mengecil, pada beberapa ruas saluran terdapat tanaman aquatik yang membuat penyempitan terhadap penampang saluran, selain itu juga dapat mengganggu aliran air pada saluran. Saluran Parit Berkat bermuara di Sungai Pinang dengan sistem drainase berbentuk siku.Kata kunci: Daerah Tangkapan air, pasang surut, Parit Berkat, Punggur Besa
PERENCANAAN ZONA SELAMAT SEKOLAH (ZOSS) DI SDN 39 JALAN GUSTI HAMZAH KOTA PONTIANAK
Zona Selamat Sekolah (ZoSS) merupakan program yang dibuat oleh pemerintah bertujuan untuk meningkatkan keselamatan siswa terhadap kendaraan yang melintasi jalan disekitar kawasan sekolah. Tujuan dari penilitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik perilaku penyeberang, karakteristik perilaku pengantar, kecepatan kendaraan, mengidentifikasi fasilitas keselamatan jalan, tingkat pemahaman masyarakat tentang ZoSS, serta melakukan desain ZoSS pada kawasan SDN 39 Pontianak di Jalan Gusti Hamzah Kota Pontianak. Metode yang digunakan yaitu SK.3236/AJ.403/DRDJ/2006 dan SK.3582/AJ.403/DRJD/2018. Analisis data dilakukan dengan Uji Z yaitu membandingkan dua nilai yaitu Zhit dan Ztabel. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan pada SDN 39 Pontianak, karakteristik perilaku penyeberang jalan tidak dapat dianalisa karena tidak ada siswa-siswi di SDN 39 Pontianak yang melakukan perilaku menyeberang jalan, karakteristik perilaku pengantar tergolong belum selamat (ZhitZtabel, 4,783>1,645), kecepatan kendaraan pada tanggal 7 Juni 2024 (pukul 06:45 - 07:00) tergolong sudah selamat (Zhit˂Ztabel, 0,724˂1,645), dan kecepatan kendaraan pada tanggal 7 Juni 2024 (pukul 08:45 - 09:00) tergolong belum selamat (Zhit>Ztabel, 1,901>1,645). Hasil identifikasi fasilitas jalan menunjukan bahwa SDN 39 Pontianak belum terpasang ZoSS. Kuisioner menunjukan responden sebagian besar mengetahui ZoSS, namun untuk pemahaman tentang ZoSS dan masih sangat kurang
PERENCANAAN STRUKTUR BAJA GEDUNG 7 LANTAI RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE PONTIANAK DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN
Gedung RSUD Sultan Syarif Mohammad Alkadrie Pontianak direncanakan ulang menjadi struktur 7 lantai dengan menggunakan struktur baja. Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017, Kota Pontianak berada pada kategori wilayah gempa ringan, sehingga perencanaan gedung ini harus memperhitungkan parameter gempa. Gedung ini direncanakan dengan menggunakan metode Desain Faktor Beban dan Ketahanan (DFBT) yang dianalisis berdasarkan peraturan terbaru. Berdasarkan hasil analisis perhitungan parameter gempa, gedung termasuk ke dalam kategori desain seismik C (KDS C), sehingga sistem struktur yang digunakan adalah Sistem Rangka Pemikul Momen Biasa (SRPMB). Analisis struktur pada gedung ini dilakukan dengan bantuan program analisis struktur. Dimensi komponen struktur yang digunakan pada gedung ini terdiri dari tebal pelat lantai 120 mm, balok anak WF450´250´9´19 dan WF400´200´9´16, balok induk WF500´250´12´22, dan kolom KC588´300´12´20. Perencanaan sambungan balok-kolom menggunakan tipe sambungan momen pelat-ujung diperpanjang dan sambungan balok anak ke balok induk menggunakan tipe sambungan geser welded/bolted double angle connection. Fondasi yang digunakan adalah fondasi tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak
ANALISIS KEBUTUHAN PARKIR PADA KAWASAN PASAR HONGKONG DI KOTA SINGKAWANG
Pertumbuhan dan perkembangan di Kota Singkawang khususnya pada Kawasan Pasar Hongkong secara langsung maupun tidak langsung mengakibatkan meningkatnya lalu lintas harian rata-rata pada jalanan sehingga tingkat kemacetan tinggi di ruas jalan tersebut yang mengakibatkan kinerja jalan semakin berkurang. Tingkat kemacetan tinggi pada ruas jalan Kawasan Pasar Hongkong diakibatkan oleh ketidaktersediaan ruang parkir pada ruas jalan Kawasan Pasar Hongkong. Penelitian dilakukan dengan menganalisis kebutuhan dan kapasitas ruang parkir dengan melakukan pencatatan nomor pelat kendaraan yang kemudian dianalisis untuk mendapatkan karakteristik parkir. Metode dalam penelitian ini menggunakan survei lapangan untuk mendapatkan data primer dan dianalisis secara statistik. Titik pengamatan terdiri dari 8 pos pencatatan nomor pelat kendaraan oleh surveyor dengan pemilihan waktu survei diambil dengan mempertimbangkan jam operasional pasar. Penelitian dilakukan pada hari kerja dan hari libur. Data yang diambil untuk dilakukannya analisis kebutuhan parkir adalah pada hari libur. Akumulasi maksimum yang didapatkan untuk sepeda motor adalah 66 kendaraan dan akumulasi maksimum untuk mobil adalah 20 kendaraan. Setelah dilakukannya analisis, didapatkan pada ruas jalan Kawasan Pasar Hongkong untuk sepeda motor terdapat 129 SRP/jam dengan kebutuhan ruang parkir sebesar 39 SRP/jam, sedangkan untuk mobil terdapat 21 SRP/jam dengan kebutuhan ruang parkir sebesar 10 SRP/jam. Sehingga, pada perencanaan yang dilakukan adalah pembuatan marka parkir atau petak parkir sepeda motor dan mobil pada Kawasan Pasar Hongkong di Kota Singkawang
ANALISIS PENGARUH FAKTOR DRAINASE DAN CBR TERHADAP KINERJA PERMUKAAN JALAN (STUDI KASUS RUAS JALAN KELAM DAN JALAN DHARMA PUTRA)
Beberapa faktor penyebab kerusakan jalan antara lain kurang baiknya kondisi drainase dan daya dukung tanah yang rendah. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh kondisi drainase dan nilai daya dukung tanah terhadap kinerja permukaan jalan. Daerah penelitian berada di Kabupaten Sintang meliputi Jalan Kelam dan Jalan Dharma Putra. Kondisi permukaan jalan merupakan data sekunder berdasarkan hasil studi BAPPEDA Kabupaten Sintang (2023) metode International Roughness Index (IRI) aplikasi Roadroid. Kondisi permukaan jalan didapat kondisi baik 20 segmen (71,43%), kondisi sedang 6 segmen (21,43%), dan kondisi rusak ringan 2 segmen (7,14%). Kondisi drainase diperoleh dari survei lapangan dengan meninjau penilaian kondisi menurut Shahin (2005). Dari kondisi drainase didapat tingkat keparahan rendah 6 segmen (21,43%), kondisi sedang 8 segmen (28,57%), dan kondisi tinggi 14 segmen (50,00%). Nilai CBR didapat dengan melakukan pengujian DCP secara langsung ke lokasi penelitian. Dari nilai CBR didapat kondisi bagus 2 segmen (7,14%), kondisi baik 13 segmen (46,43%), kondisi sedang 9 segmen (32,14%), dan kondisi jelek 4 segmen (14,29%). Hasil analisis metode Regresi Logistik Ordinal pada IBM SPSS Statistics 25, digunakan nilai Pseudo R-Square yang menunjukkan Kondisi Drainase dan Nilai CBR mempengaruhi Nilai IRI sebesar 19,6%, sedangkan sisanya dipengaruhi variabel lain. Model yang didapatkan adalah 1()=1,386−0,8271(1)+0,3031(2)−2,4902(1)−0,4782(2)+0,7212(3) dan 2()=3,292−0,8271(1)+0,3031(2)−2,4902(1)−0,4782(2)+0,7212(3)
ANALISIS OPTIMALISASI PRODUKTIVITAS DAN KINERJA PENGGUNAAN ALAT BERAT PADA PROYEK (STUDI KASUS PENINGKATAN JALAN PANDAN – MERARAI KECAMATAN TEBELIAN KABUPATEN SINTANG
Alat berat memegang peranan penting di dalam suatu proyek, terutama proyek konstruksi dengan skala besar. Tujuan dari penggunaan alat berat berat untuk mempermudah pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan manual dan dengan skala yang besar sehingga berpengaruh pada optimalisasi produktivitas, waktu dan biaya. Alat berat yang ditinjau pada Pekerjaan Peningkatan Jalan Pandan – Merarai yaitu Excavator, Dump Truck, Motor Grader, Vibratory Roller, Asphalt Finisher, Tandem Roller, dan Pneumatic Tired Roller. Kemudian dilakukan perhitungan produktvitas pada setiap alat berat dengan membuat simulasi 3 kombinasi alat berat, pada kombinasi 1 menggunakan alat berat yang terdapat pada lapangan yang digunakan pada pekerjaan Peningkatan Jalan Pandan – Merarai, sedangkan pada komibinasi 2 dan kombinasi 3 menggunakan alat berat yang direncanakan. Dari hasil perhitungan didapatkan hasil kombinasi alat berat yang optimal dari segi biaya dan waktu adalah kombinasi 3 pada pekerjaan Agregat semen Kelas A (CTB) menngunakan 1 unit Excavator dengan kapasitas 0,92 m³, 20 unit Dump Truck dengan kapasitas 8 m³, 1 unit motor grader, 1 unit Vibratory Roller. Pada pekerjaan Lapisan Pondasi Tanpa Penutup Aspal (LPA) menggunakan menggunakan 1 unit Excavator dengan kapasitas 0,92 m³, 20 unit Dump Truck dengan kapasitas 8 m³, 1 unit motor grader, 1 unit Vibratory Roller. Pada pekerjaan Pengasapalan Lataston Lapisan Aus (HRS-WC) menggunakan 25 unit Dump Truck, 1 unit Asphal Finisher, 1 unit Tandem Roller, 1 unit Pneumatic Tired Roller. Total waktu pengerjaan 29 hari dengan biaya sebesar Rp.646.670.508.
ANALISIS KARAKTERISTIK AGREGAT KASAR SEBAGAI MATERIAL CAMPURAN BETON DI PT. BATU PRIMA PERSADA KABUPATEN MEMPAWAH KALIMANTAN BARAT
Agregat kasar adalah salah satu komponen yang diperlukan dalam melakukan pengecoran beton. Karakteristik agregat sangat berpengaruh tehadap kekuatan beton yang dihasilkan Pada saat ini masyarakat di sekitar daerah penelitian menggunakan agregat kasar granit dari PT Batu Prima Persada sebagai bahan bangunan bangunan tempat tinggal yang berdasarkan standarnya menggunakan mutu beton K-175 sampai K-250. Karena itu, membutuhkan informasi yang memadai mengenai kelayakan agregat. Adapun, penelitian ini dilakukan untuk menguji sifat-sifat fisik dan menganalisis kelayakan agregat kasar dari batu granit sebagai bahan campuran beton menggunakan standar SNI dan ASTM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan cara membawa sampel untuk diuji sifat fisiknya, Dari penelitian ini didapatkan hasil pengujian gradasi agregat kasar dengan nilai fine modulus = 7,32 %, dan berdasarkan ASTM C-33 berada pada zona 4, berat volume batu rata-rata = 1,482 kg/liter, berat jenis ssd = 2,632 gram/cm3. persentase absorbsi air = 0,022 gr/cm3, kadar air = 0,048 %, keausan = 30,1 %. Berdasarkan hasil penelitian yang dicapai dapat disimpulkan bahwa agregat kasar granit PT Batu Prima Persada telah mencapai standar dari yang disyaratkan berdasarkan standar SNI , dan dapat digunakan sebagai bahan campuran semen K-250 sampai K-400 yang umumnya digunakan sebagai campuran beton bertulang
EVALUASI TEKNIS ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT PENAMBANGAN BAUKSIT UNTUK MEMENUHI TARGET PRODUKSI PT. ANUGERAH BORNEO MARUYA PERSADA KABUPATEN KETAPANG KALIMANTAN BARAT
PT. Anugrah Borneo Maruya Persada merupakan perusahaan bauksit yang terletak di Kecamatan Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Hasil produksi yang dihasilkan di bulan Oktober 2021 sebesar 82.232,64 ton Cbx dengan target produksi 288.461,538 ton Cbx per bulan. Berdasarkan data tersebut, dikatakan target produksi tidak tercapai yang dikarenakan manajemen penggunaan alat berat yang kurang efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jumlah produksi secara aktual dan melakukan perbaikan pada faktor yang mempengaruhinya. Perhitungan dilakukan dimana data cycle time excavator dan cycle time alat angkut dihitung dan dianalisis. Hasil yang di dapatkan jumlah produksi aktual 124.092,35 ton CBx/bulan atau hanya 43,01% dari target produksi yang harus di capai. Setelah dilakukan perbaikan jumlah produksi per bulan nya meningkat menjadi 289.541,55 ton/bulan CBx dengan nilai keserasian kerjanya sebesar 1.019 yang artinya hampir tidak ada waktu tunggu antara alat angkut maupun alat muat