Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura
Not a member yet
    919 research outputs found

    PERHITUNGAN STRUKTUR BETON BERTULANG BANGUNAN SEKOLAH TUJUH LANTAI DI KOTA PONTIANAK

    Full text link
    Sarana pendidikan yang sangat penting dan harus ada di setiap daerah di Indonesia adalah sekolah. Bangunan sekolah seharusnya dibangun dengan baik agar tingkat pendidikan semakin tinggi. Pada penulisan ini dirancang pembangunan suatu bangunan sekolah tujuh lantai dengan struktur beton bertulang tahan gempa dan berpedoman pada Standar Nasional Indonesia yang sedang berlaku. Analisis struktur pada perancangan ini dilakukan dengan melakukan pemodelan struktur tiga dimensi (3D) menggunakan program komputer Extended Three Dimensional Analysis of Building System (ETABS). Terdapat dua jenis balok yaitu balok B1 (400/800) dan balok B2 (350/700) dengan menggunakan tulangan longitudinal D25 dan tulangan transversal Ø13. Tebal pelat lantai 120 mm menggunakan wiremesh M12. Tebal pelat tangga dan bordes 150 mm dengan tulangan lentur D12 dan tulangan susut dan suhu D10. Dimensi kolom yang digunakan yaitu 700 × 700 dengan tulangan lentur 20D25 dan tulangan geser 3Ø10. Digunakan fondasi tiang pancang persegi dengan dua jenis fondasi yang digunakan, yaitu fondasi F1 (2000×2000) dan fondasi F2 (3000×2000)

    EVALUASI TINGKAT KERUSAKAN JALAN MENGGUNAKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) DAN SURFACE DISTRESS INDEX (SDI) (Studi Kasus: Jalan Raya Simpang Dua, Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang)

    No full text
    Penelitian ini mengevaluasi kondisi kerusakan perkerasan jalan raya Simpang Dua, jalur strategis yang menghubungkan Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara. Dengan panjang jalan 5 km, jalan ini berperan penting dalam menghubungkan daerah-daerah seperti Matan, Teluk Melano, Sukadana, dan Teluk Batang. Metode Pavement Condition Index (PCI) dan Surface Distress Index (SDI) adalah metode yang akan digunakan untuk menilai kondisi perkerasan jalan. Kerusakan yang teridentifikasi meliputi retak kulit buaya, retak kotak-kotak, amblas, retak pinggir, retak sambung, retak memanjang dan melintang, tambalan, pengausan agregat, lubang, dan pelepasan butir. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa jalan raya Simpang Dua berada dalam kondisi Sedang (Fair) dengan nilai indeks PCI sebesar 52,44 dan nilai indeks SDI sebesar 65,20. Berdasarkan nilai indeks yang didapat, direkomendasikan penanganan rekonstruksi sesuai dengan hasil indeks PCI, serta pemeliharaan berkala berdasarkan hasil indeks SDI. Penelitian ini akan memberikan wawasan penting untuk penentuan prioritas perbaikan dan tindakan pemeliharaan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas, kenyamanan dan keamanan jalan.Kata kunci: Kerusakan Jalan, Pavement Condition Index (PCI), Surface Distress Index (SDI)

    TINGKAT KENYAMANAN TERMAL TAMAN SRIWEDARI KOTA SURAKARTA BERDASARKAN TEMPERATURE HUMIDITY INDEX DAN PREDICTED MEAN VOTE

    No full text
    Tingginya jumlah penduduk Kota Surakarta yang mencapai 578.906 dengan kepadatan penduduk 12.391 jiwa/km2 pada tahun 2021, berimplikasi pada peningkatan suhu permukaan kota mencapai 37-38°C. Keberadaan taman kota menjadi faktor krusial sebagai pengendali iklim mikro untuk menciptakan kenyamanan termal. Taman Sriwedari merupakan taman di Kota Surakarta yang memiliki nilai historis dan letak yang strategis sehingga perlu dilakukan analisis untuk menilai tingkat kenyamanan termalnya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis bagaimana Tingkat Kenyamanan Termal Taman Sriwedari menggunakan metode kuantitatif yaitu analisis Temperature Humidity Index (THI) dan Predicted Mean Vote (PMV). Hasil identifikasi pengukuran THI menunjukkan hanya Zona VI yang memiliki nilai rata-rata dalam rentang “Nyaman”, sementara kelima zona lainnya mencerminkan kondisi yang “Tidak Nyaman”. Hasil identifikasi pengukuran PMV berada dalam kriteria “Sedikit Hangat” dengan Zona IV sebagai zona terpanas dan Zona VI sebagai zona terdingin. Hasil kuesioner menunjukkan mayoritas pengunjung merasa nyaman dengan suhu udara di Taman Sriwedari sebesar 58,58% dan zona dengan tingkat kenyamanan termal paling ideal berada di Zona VI dengan persentase sebesar 39%. Terdapat keterkaitan antara metode THI, PMV dan kuesioner, yaitu Zona VI dinilai sebagai zona dengan kenyamanan termal paling ideal

    ANALISIS PEMILIHAN RUTE BAGI PENGENDARA SEPEDA MOTOR ANTARA PENYEBERANGAN KAPAL FERI DAN JEMBATAN KAPUAS I - JEMBATAN LANDAK KOTA PONTIANAK

    No full text
    Transportasi merupakan bagian besar dari kehidupan masyarakat karena fungsinya sebagai penghubung, pemersatu, dan penyelamat, serta memudahkan pergerakan antara kota yang berbeda. Teknik pengumpulan data yang diterapkan dalam penelitian ini dilakukan dengan metode stated preference, melalui penyebaran kuesioner kepada masyarakat yang sering melakukan perjalanan di rute Pontianak-Siantan. Dilakukan perhitungan sampel dengan rumus chocran didapat kuesioner sebanyak 100 sampel, untuk mengurangi tingkat kesalahan data, maka didapat kuesioner sebanyak 110 sampel. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dikerjakan bahwa dari analisis regresi didapat faktor-faktor mempegaruhi pengendara sepeda motor dalam memilih rute antara penyebrangan kapal feri dan Jembatan Kapuas I - Jembatan Landak Kota Pontianak yaitu biaya, waktu, keamanan, dan kenyamanan mengacu pada nilai signifikansi yang berada di bawah 0,005. Pengaruh dari keempat faktor tersebut terhadap pemilihan rute oleh pengendara sepeda motor antara rute penyebrangan kapal feri dan rute Jembatan Kapuas I - Jembatan Landak di Kota Pontianak adalah sebesar 12,7%. Dari semua model yang dianalisis, atribut yang paling signifikan dalam penelitian ini adalah biaya (cost) dan waktu tempuh (time) dibandingkan dengan keamanan (safety) dan kenyamanan (service). Oleh karena itu, bagi perusahaan transportasi, khususnya yang menyediakan jasa penyeberangan pada jalur Pontianak-Siantan, biaya dan waktu tempuh menjadi pertimbangan utama.Kata Kunci : Pemilihan Rute, Stated Preference, Transportasi

    ANALISIS KEBUTUHAN MODA ANGKUTAN UMUM BUS DAMRI DI KABUPATEN KAPUAS HULU RUTE PUTUSSIBAU – PONTIANAK

    Full text link
    Terdapat permasalahan pada sisi supply akibat masih kurangnya armada angkutan umum bus Damri pada rute Putussibau - Pontianak, jika dibandingkan dengan jumlah permintaaan perjalanan. Kondisi tersebut ditunjukkan dengan cukup banyaknya penumpang yang berkeinginan untuk berangkat, namun tidak dapat terangkut. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendapatkan jumlah permintaan (demand) harian penumpang, serta jumlah kebutuhan armada angkutan umum bus Damri pada rute Putussibau – Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah  metode break even berdasarkan Direktorat Perhubungan Darat No SK 697/AL.206/DRJD Tahun (2002). Survei terhadap penumpang yang terangkut dan tidak terangkut dilakukan selama enam hari. Dari survei ini diketahui bahwa terdapat 138 penumpang yang terangkut dari jumlah permintaan harian penumpang sebanyak 221 orang. Rasio penumpang yang terangkut dengan kapasitas bus (load factor) adalah sebesar 100%, sedangkan rasio permintaan (demand) harian penumpang terhadap kapasitas bus rata-rata adalah 160%. Jumlah total pendapatan sebanyak Rp. 44.070.000 selama enam hari survei penelitian, rata – rata pendapatan perhari Rp. 7.345.000. Biaya operasional kendaraan (BOK) per hari Rp. 2.376.213. Load factor break even pada penumpang terangkut diperoleh nilai 0.89 sedangkan pada permintaan (demand) harian penumpang diperoleh nilai 0.93. Hasil analisis kebutuhan armada berdasarkan jumlah penumpang terangkut diperoleh 1 armada, sedangkan pada permintaan (demand) harian penumpang diperoleh 2 armada. Saat ini hanya ada 1 armada bus Damri yang aktif beroperasi setiap harinya, maka perlu penambahan 1 armada bus Damri lagi pada rute Putussibau – Pontianak.Kata Kunci: Kebutuhan Armada,  Load Factor, Permintaan, Metode Break Eve

    Analisis Kinerja Operasional Pelabuhan Sintete Kabupaten Sambas Kalimantan Barat

    Full text link
    Pelabuhan Sintete merupakan pelabuhan terbesar kedua yang dikelola PT Pelindo II cabang Pontianak, memiliki kinerja operasional yang tidak teratur sehingga menimbulkan pelayanan yang kurang memuaskan bagi pengguna. Penelitian ini membahas kinerja pemanfaatan fasilitas dan sarana pelabuhan sesuai peraturan Keputusan Dirjen Perhubungan Laut Nomor HKI 03/2/2/DPJL-11 tanggal 15 Desember 2011, menggunakan metode deskriptif kuantitatif sehingga menghasilkan data primer yaitu WT, AT, ET, Ton/Gang/Hour, BOR, SOR, dan YOR. Dari perhitungan data didapatkan: Pencapaian kinerja waiting time tahun 2016-2021 baik, kurang dari 1 jam.  Pencapaian kinerja approach time tahun 2016-2021 baik, kurang dari 5 jam. Pencapaian kinerja ET/BT tahun 2016 dan 2021 kurang baik, dibawah 70% sedangkan pencapaian kinerja tahun 2017-2020 baik, diatas 70%. Pencapaian kinerja T/G/H tahun 2016-2021 tidak baik, standar kinerja kurang dari 25%. Pencapaian kinerja berth occupancy ratio tahun 2016 dan 2021 baik dengan nilai kinerja kurang dari 70% sedangkan pencapaian kinerja tahun 2017-2020 tidak baik , diatas 70%. Nilai kinerja yard occupancy ratio dari tahun 2016-2021 terdapat 1 tahun yang kurang baik, lebih dari 65% yaitu tahun 2019. Hal ini dapat teratasi apabila ada penambahan peralatan untuk bongkar muat supaya terjadinya kelancaran angkutan bongkar muat di pelabuhan sintete

    ANALISIS KINERJA CRUSHING PLANT TAMBANG BATU DIORIT UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI PADA PT. TRIMITRA BATU BERKAH DESA SEMPALAI SEBEDANG, KABUPATEN SAMBAS

    Full text link
    PT. Trimita Batu Berkah merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha penambangan, pengolahan dan pemasaran batu pecah Diorit yang berlokasi di Kabupaten Sambas. Kegiatan penambangan ini memiliki target produksi sebesar ±23.000 ton/bulan. Namun dalam realisasinya perusahaan hanya mampu memproduksi 18.000 ton/bulan hal ini mengakibatkan tidak tercapainya dari target yang sudah direncanakan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian dan pengkajian tentang teknis unit peremuk yang beroperasi. Tujuan dari penelitian tersebut untuk mengetahui faktor-faktor dan waktu kerja efektif yang mempengaruhi tidak tercapainya produksi diorit dari pengoperasian pada unit peremuk (Crusher Plant), serta merencanakan usaha-usaha agar dapat memenuhi target produksi yang ditetapkan. Metode penelitian yang digunakan yaitu menganalisis permasalahan dan hambatan dengan cara menghitung kapasitas unit peremuk batuan, efektivitas unit peremuk, dan efisiensi kerja dengan menekan waktu hambatan. Berdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan diketahui produksi aktual unit peremuk adalah 18.332,5 ton/bulan, produksi tersebut belum memenuhi target yang ditetapkan sehingga perlu dilakukan perbaikan. Upaya peningkatan dilakukan yaitu perbaikan pada waktu gangguan, sehingga nilai efisiensi dari 73,33% menjadi 92,43%, penambahan umpan material, dan pengecilan ukuran umpan. Adapun jumlah peningkatan produksi dengan memperbaiki waktu gangguan adalah 23.107,6 ton/bulan

    KAJIAN LAYOUT PERUMAHAN DAN JALAN PADA WATER SENSITIVE URBAN DESIGN DI KAWASAN PERMUKIMAN PARIT NANAS, SIANTAN HULU

    Full text link
    Layout perumahan dan layout jalan merupakan salah satu komponen dari Konsep Water Sensitive Urban Design (WSUD) yang dapat mengatasi permasalahan hidrologi dan kekumuhan pada suatu wilayah. Parit Nanas merupakan salah satu wilayah yang memilikibtingkat kepadatan penduduk tinggi, sehingga diperlukan kajian layout perumahan dan jalan untuk mengurangi permasalahan yang timbul dari tingginya tingkat kepadatan penduduk.yTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji komponen layout perumahan dan layout jalan yang ada di kawasan permukiman Parit Nanas guna mendukung penggunaan konsep WSUD di Parit Nanas untuk mengurangi permasalahan ekologi dan hidrologi yang timbul akibat kekumuhan. Dekriptif kualitatif merupakan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layout perumahan pada blok 1 terdapat 5 parameter yang terpenuhi yaitu ruang terbuka publik (RTP), setbacks, buffer zones, perkerasan, dan air limpasan. Pada blok 2 terdapat 3 parameter yang terpenuhi yaitu RTP, buffer zones, dan air limpasan. Pada blok 3 terdapat 2 parameter yang terpenuhi yaitu RTP dan setbacks. Sedangkan layout jalan pada blok 1 terdapat 3 parameter yang terpenuhi yaitu jalan, lokasi, dan permukaan jalan. Pada blok 2 terdapat 2 parameter yang terpenuhi yaitu jalan dan lokasi. Pada blok 3 terdapat 1 parameter yang terpenuhi yaitu jalan

    ESTIMASI SUMBERDAYA BATU GRANIT MENGGUNAKAN METODE CROSS SECTION DI CV. MITRA ANUGERAH PENIRAMAN KABUPATEN MEMPAWAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT

    Full text link
    CV. Mitra Anugerah Peniraman adalah satu dari banyak perusahaan yang bergerak dalam industri pertambangan. Lokasi penelitian ini berada di Desa Peniraman Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat. Saat ini perusahaan sedang dalam tahap eksplorasi dengan bahan galian batu granit. Maka diperlukannya dilakukan perhitungan sumberdaya batu granit agar dapat dilakukan proses penambangan. Penelitian ini menggunakan metode cross section sebagai metode perhitungan sumber daya. Pengumpulan data yang digunakan untuk perhitungan terdapat 2 data yaitu data primer (data koordinat x ,y ,z menggunakan GPS dan ketebalan tanah penutup) dan data sekunder (data topografi, peta regional lembar Singkawang), selanjutnya melakukan perhitungan menggunakan rumus mean area dengan software microsoft excel sebagai alat bantu. Hasil perhitungan volume tanah penutup pada penelitian ini memperlihatkan bahwa volume terbanyak pada perhitungan luas penampang C-C’ dan luas penampang D-D’ yaitu sebesar 12.021 m3 sedangkan untuk volume terkecilnya pada perhitungan luas penampang B-B’ dan luas penampang C-C’ dengan volume sebanyak 8.566 m3 dan hasil perhitungan volume tanah penutup di area penelitian didapatkan sebanyak 41.981 m3 . Sedangkan untuk sumberdaya batu granit tertinggi adalah pada sayatan B-B’ sebesar 11.900 m2 untuk luas sumberdaya batu granit terkecil terdapat pada sayatan E-E’ sebesar 10.339 m2 dan didapatkan total estimasi sumberdaya batu granit sebesar 2.300.131 m3

    ANALISIS KINERJA SIMPANG TIGA TAK BERSINYAL (STUDI KASUS: JALAN RAYA SOSOK – JALAN TAYAN, DI KECAMATAN TAYAN HULU KABUPATEN SANGGAU)

    Full text link
    Kecamatan Tayan Hulu merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Sanggau. Di KecamatanTayan Hulu terdapat simpang dengan klasifikasi jenis simpang tak bersinyal. Simpang yang akan dianalisis dalampenelitian ini merupakan daerah komersial yang memiliki persimpangan 3 lengan. Tujuan pada penelitian iniadalah mengetahui volume arus lalu lintas dan kinerja lalu lintas persimpangan pada kondisi eksisting dan prediksi5 tahun mendatang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder. Adapun hasil dari analisis berupa jumlah volume arus lalulintas tertinggi dan kinerja lalu lintas berupa kapasitas (C), derajat kejenuhan (DS), tundaan (D) dan peluangantrian (QP). Hasil analisis volume arus lalu lintas tertinggi terjadi pada hari Sabtu, pukul 17.00-18.00 denganjumlah kendaraan 1.334 smp/jam. Kinerja lalu lintas pada kondisi eksisiting diperoleh C sebesar 3.249 smp/jam,DS sebesar 0,41, D sebesar 8,15det/smp, dan QP sebesar 8-19 %. Kinerja lalu lintas proyeksi 5 tahun mendatangdiperoleh C sebesar 3.265 smp/jam, DS sebesar 0,63, D sebesar 9,32 det/smp dan QP sebesar 11-35%, dengantingkat pelayanan jalan LOS B. Kinerja lalu lintas pada persimpangan masih dalam keadaan baik

    745

    full texts

    919

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇