Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura
Not a member yet
    919 research outputs found

    PENGARUH AKTIVITAS PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) TAMAN AUDITORIUM UNTAN TERHADAP TINGKAT KENYAMANAN MASYARAKAT

    Full text link
    Taman Auditorium UNTAN merupakan kawasan yang berorientasi pada kawasan pendidikan, sehingga taman ini sering dikunjungi oleh mahasiswa maupun masyarakat Kota Pontianak. Selain menjadi magnet aktivitas masyarakat di ruang terbuka, keberadaan Taman Auditorium UNTAN mengundang keberadaan aktivitas jual beli oleh PKL yang menempati hampir setiap sudut taman. Namun, keberadaan PKL seringkali mendapat tanggapan negatif dari masyarakat karena mengganggu aktivitas pengunjung taman, sirkulasi kendaraan maupun manusia, fungsi taman, estetika serta kebersihan. Jalan yang seharusnya dapat digunakan oleh masyarakat sebagai jalur transportasi maupun pejalan kaki kini telah dijadikan sebagai tempat berjualan PKL. Sebagai ruang publik taman harus dapat menciptakan kenyamanan pengunjung agar merasa betah saat sedang berada di area taman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) di Taman Auditorium UNTAN terhadap tingkat kenyamanan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Analisis yang digunakan ialah analisis deskriptif dan skoring. Hasil penelitian menghasilkan skor 22,8 dengan kriteria “berpengaruh”, sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan adanya aktivitas PKL di Taman Auditorium UNTAN memberikan dampak negatif yang akan mempengaruhi tingkat kenyamanan masyarakat. Variabel yang menghasilkan kriteria “berpengaruh” adalah sirkulasi dan keamanan, sedangkan variabel yang menghasilkan pengaruh rendah adalah aroma atau bau-bauan dan kebersihan. Namun, secara garis besar semua variabel memiliki hasil pengaruh terhadap kenyamanan, karena variabel aroma atau bau-bauan dan kebersihan skornya mendekati angka “berpengaruh”

    ANALISIS KERUSAKAN LAPIS PERMUKAAN PERKERASAN LENTUR, PADA RUAS JALAN LINTAS KALIMANTAN, SUBAH-LEDO, KABUPATEN SAMBAS-KABUPATEN BENGKAYANG

    No full text
    Jalan adalah salah satu prasarana transportasi darat yang digunakan untuk mendukung lalu lintas kendaraan, ruas jalan tersebut sudah banyak mengalami kerusakan seperti retak, berlubang dan tambalan. Untuk mengetahui kondisi jalan dan jenis penanganan kerusakan salah satu caranya adalah dengan berdasarkan metode PCI (Pavement Condition Index). Metode PCI adalah metode pengolahan data berdasarkan hasil survey visual terhadap kerusakan jalan. Hasil analisis lapangan dan nilai yang dihitung terhadap ruas jalan Subah-Ledo sepanjang 22 km dengan metode PCI dirangkum per unit segmen dengan Panjang 100 m, per 1 km dan secara keseluruhan. Kerusakan yang terjadi pada ruas jalan Subah-Ledo ada 10 jenis kerusakan diantaranya; Retak Kulit Buaya, Retak Pinggir, Retak memanjang/melintang, Lubang, Tambalan, Pelepasan Butir, Cekungan, Pinggiran Jalan Turun Vertikal, Amblas dan Sungkur, Nilai Pavement Condition Index (PCI) pada jalan Subah-Ledo sejauh 22 km, didapat nilai 85,9 yang termasuk kedalam kategori Sangat Baik (Very Good) dengan bentuk penanganan Pemeliharaan Rutin, guna menunjang kinerja ruas jalan tersebut. Rekomendasi perbaikan dari perhitungan PCI yaitu Pemeliharaan Rutin sebanyak 186 segmen, Pemeliharaan Berkala sebanyak 10 segmen, dan Rekonstruksi sebanyak 24 segmen

    PENGARUH WISATA SINKA ISLAND PARK TERHADAP PERUBAHAN MATA PENCAHARIAN MASYARAKAT DESA WISATA TELUK MAK JANTU

    Full text link
    Sinka Island Park adalah satu diantara objek wisata yang terkenal di Desa Wisata Teluk Mak Jantu. Perubahan mata pencaharian masyarakat lokal disebabkan oleh adanya peningkatan kunjungan wisatawan. Perubahan mata pencaharian dirasakan paling banyak oleh ibu rumah tangga. Namun terdapat permasalahan seperti tidak jelasnya status kepemilikan objek wisata serta kurangnya estetika daya tarik sehingga menyebabkan angka kunjungan berkurang drastis. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis pengaruh adanya kegiatan wisata Sinka Island Park terhadap fenomena perubahan mata pencaharian masyarakat Desa Teluk Mak Jantu. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian dari analisis sasaran satu ialah kurangnya atraksi serta kondisi fasilitas umum yang tidak memadai. Sedangkan untuk hasil dari sasaran dua ialah adanya perubahan mata pencaharian masyarakat Desa Teluk Mak Jantu akibat adanya kegiatan wisata Sinka Island Park berdasarkan jawaban kuesioner. Selain itu faktor yang berhubungan secara signifikan dengan perubahan mata pencaharian adalah pendapatan. Analisis tersebut didukung oleh hasil kuesioner yang kemudian disajikan menggunakan diagram lingkaran, tabel, dan peta

    STUDI PEMILIHAN MODA ANTARA TRAVEL DAN BUS PADA RUTE KOTA PONTIANAK - KABUPATEN LANDAK MENGGUNAKAN SOFTWARE EXPERT CHOICE

    Full text link
    Angkutan umum memiliki peran penting dalam pergerakan orang dan barang yang menggunakan jasa angkutan umum. Banyaknya masyarakat di Kabupaten Landak yang menempuh pendidikan dan melakukan perjalanan bisnis atau liburan di Kota Pontianak membuat kebutuhan moda transportasi rute Kota Pontianak - Kabupaten Landak ataupun sebaliknya semakin meningkat. Hadirnya travel yang menawarkan transportasi antar kota lebih nyaman, waktu tempuh yang lebih cepat dan juga mudah didapatkan, membuat masyarakat lebih cenderung menggunakan travel dibandingkan angkutan umum bus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan probabilitas pelaku perjalanan dalam pemilihan moda.Penelitian ini menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) dengan Software Expert Choice. Hasil survei akan dianalisis menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) dengan Software Expert Choice untuk mendapatkan bobot prioritas dalam menentukan rangking kriteria dan alternatif pemilihan moda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bobot kriteria kenyamanan sebesar 48,7%, bobot kriteria keamanan 26,8%, bobot kriteria kemudahan 10,9%, bobot kriteria biaya perjalanan 8,9% dan bobot kriteria waktu perjalanan 8,7%. Bobot alternatif berdasarkan kriteria yang ditentukan, menunjukan bahwa bobot alternatif Travel sebesar 60% dan bobot alternatif Bus sebesar 40%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kriteria yang paling berpegaruh dalam menentukan pemilihan moda transportasi adalah kriteria kenyamanan sebesar 48,7%, dan probabilitas moda transportasi berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan adalah moda transportasi travel sebesar 60%

    Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Tempat Pemakaman Umum di Kecamatan Singkawang Barat

    Full text link
    Ketersediaan dan kebutuhan fasilitas umum seperti tempat pemakaman umum sering kurang mendapat perhatian, terutama pada wilayah pusat kota. Pusat Pelayanan Kota (PPK) dari Kota Singkawang. Kecamatan Singkawang Barat memiliki enam tempat pemakaman umum diantaranya TPU Katolik Santo Fransiskus Asisi, TPU Islam Tariqqul Jannah, TPU Islam Yayasan Mesjid Raya, TPU Islam Al-Firdaus, TPU Islam Baitul Huda dan TPU Islam Nurul Yaqin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan Tempat pemakaman umum berdasarkan agama untuk 20 tahun mendatang pada Kecamatan Singkawang Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam kebutuhan tempat pemakaman umum berdasarkan agama di Kecamatan Singkawang Barat. Hasil dari penelitian ini adalah pada tahun 2043 Kecamatan Singkawang Barat membutuhkan seluas 15.781,82 m2 untuk kebutuhan tempat pemakaman umum dengan 6.928,45 m2 untuk tempat pemakaman umum Islam, 4.317,10 m2 untuk tempat pemakaman umum Kristen, dan 4.536,26 m2 untuk tempat pemakaman umum Katolik. Ketersediaan sejumlah tempat pemakaman umum Islam saat ini tidak dapat menampung kebutuhan di tahun 2043. Adapun beberapa tempat pemakaman umum yang akan di prediksi mengalami keterbatasan lahan adalah TPU Islam Tariqqul Jannah di Kelurahan Pasiran, TPU Islam Yayasan Mesjid Raya di Kelurahan Melayu, dan TPU Al-Firdaus di Kelurahan Tengah

    TINGKAT EFEKTIVITAS GEDUNG PARKIR PONTIANAK DI JALAN LETJEND. SUPRAPTO KOTA PONTIANAK

    Full text link
    Sebagai salah satu kota besar di Kalimantan Barat, pertumbuhan penduduk di Kota Pontianak semakin tinggi, hal ini menyebabkan padatnya aktivitas lalu lintas, salah satunya di Jalan Gajahmada. Pada tahun 2017 Pemerintah membangun Gedung Parkir Pontianak di Jalan Letjend Suprapto agar mengurangi hambatan samping pada Jalan Gajahmada. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik dan efektivitas penggunaan Gedung Parkir Pontianak. Metode yang digunakan yaitu teknik observasi dan wawancara. Hasil analisis karakteristik parkir, bahwa hari sabtu merupakan hari dimana tingkat aktivitas kendaraan sangat tinggi dari akumulasi parkir dimana ada 83 kendaraan roda empat dan 149 kendaraan roda dua, volume parkir dengan 166 kendaraan roda empat dan 381 kendaraan roda dua, durasi parkir dengan rata-rata 145,65 menit per kendaraan roda empat dan 131,46 menit per kendaraan roda dua. dan tingkat pergantian parkir sebesar 0,68 kendaraan roda empat per petak dan 1,39 kendaraan roda dua per petak. Alasan masyarakat tidak memarkirkan kendaraan di area parkir yaitu karena jarak gedung parkir jauh dari tempat tujuan pelaku parkir, dan pelaku parkir hanya memarkirkan kendaraan sebentar. Kepuasan pelaku parkir terhadap pelayanan parkir sebesar 74,36%. tingkat efektivitas parkir Gedung Parkir Pontianak yang didapat dari perhitungan karakterisitik parkir adalah 28,95%, dimana indeks parkir tertinggi per hari tertinggi untuk kendaraan roda empat adalah 34,87% pada hari sabtu dan untuk kendaraan roda dua adalah 71,32% pada hari sabtu

    KAJIAN PENGARUH PASANG SURUT TERHADAP ALIRAN SUNGAI PEMANGKAT DI KOTA PEMANGKAT

    No full text
    Kota Pemangkat merupakan salah satu daerah padat penduduk di Kabupaten Sambas, terletak di pesisir langsung menghadap Laut Natuna. Saat terjadi pasang, elevasi muka air pada aliran sungai menjadi tinggi karena terjadi aliran balik (Back Water) hingga menyebabkan genangan/ banjir di Kota Pemangkat. Elevasi muka air sungai akan semakin meningkat, jika pasang terjadi bersamaan dengan intensitas curah hujan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh pasang surut terhadap aliran sungai pemangkat. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan studi literatur sebagai acuan dalam melakukan kajian dan analisis. Analisis hidrodinamika dilakukan oleh program HEC-RAS sebagai alat bantu menyimulasikan aliran dengan menampilkan tampang lintang, tampang panjang, elevasi muka air dan hidrograf aliran (untuk aliran tak permanen). Aliran sungai yang dipengaruhi oleh puncak pasang menyebabkan limpasan pada daerah hulu sungai setinggi 28 cm, kemudian mencapai 77 cm saat curah hujan maksimum terjadi. Hasil analisis hidrolika membagi elevasi dasar saluran dalam 3 segmen, yaitu  -1,40 m, -1,80 m dan -2,20 m dari hulu sungai hingga muara laut natuna. Setelah mengubah dimensi dasar saluran, ketinggian banjir menurun 10 s/d 20 cm dari kondisi sebelumnya. Hal ini dikarenakan kapasitas sungai menjadi lebih besar, sehingga debit banjir akibat curah hujan maksimum sebagian dapat ditampung kemudian dialirkan lebih cepat

    IMPLEMENTASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK) SESUAI PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN NO 10 TAHUN 2021 PADA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI (STUDI KASUS JEMBATAN SUNGAI PANDAN WAJOK HULU, Kec. JONGKAT, Kab. MEMPAWAH)

    Full text link
    Meningkatnya tingkat kecelakaan kerja pada sektor pekerjaan konstruksi maka diperlukan Sistem Manajemen Keselamatan Kontruksi (SMKK) yang baik disetiap proyek pekerjaan konstruksi. Peneliti akan meninjau tentang SMKK untuk proyek pekerjaan Jembatan Sungai Pandan. Penelitian dilakukan secara langsung dilapangan. Data diolah menggunakan observasi kondisi lapangan terhadap pengaplikasian SMKK. Setelah itu data hasil pengamatan tersebut dibandingkan dengan data hasil perencanaan yang diperoleh dari pihak pelaksana proyek Jembatan Sungai Pandan. Data yang telah dibandingkan kemudian dievaluasi dengan merujuk pada “Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021”. Berdasarkan hasil analisis dokumen dari PT. Bara Furot Nagata dan PT. Surya Murakabi Abadi terhadap Peraturan Menteri PUPR No. 21 Tahun 2021 menyatakan pihak penyedia jasa (kontraktor) minimal membuat 4 dokumen yang terdiri dari “Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK), Rencana Mutu Pekerjaan Konstruksi (RMPK), Rencana Kerja Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan (RKPPL), dan Rencana Manajemen Lalu Lintas Pekerjaan (RMLLP)”

    Studi Tingkat Pelayanan Dermaga Pelabuhan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya

    No full text
    The Port of Rasau Jaya is the main access for selecting water transportation modes from Kayong Utaradistrict to Pontianak city. More efficient travel time and distance to shorten trips are the main factors inchoosing this mode of transportation. The problems that occur at this port are the lack of port facilities,the operational management of the ferry port which is not up to standard and less than optimal, and thelarge number of ships that do not have a permission to travel and often overload or carry excess cargo.This research was conducted to determine the level of dock service Port of Rasau Jaya and to optimizethe availability of docks to handle the flow of goods and passengers which tends to increase for the next5 years. The results of the research show that the Port of Rasau Jaya crossing is currently not up tostandard. From the calculation results there are several facilities that must be added, namely the lengthof the pier, the area of the terminal building, the parking area, and several other supporting facilities.This research provides a plan to develop several supporting facilities according to the needs that arevery necessary to meet the needs in the coming year and maximize the comfort of passengers at the Portof Rasan Jaya. A development plan requires high commitment from the Central Government andRegional Governments as well as related departments, so that maximum performance and servicesystems can be achieved because they are supported by adequate port support facilities

    STRATEGI PENGEMBANGAN TAMAN AGROWISATA REKADENA DESA JERUJU BESAR KECAMATAN SUNGAI KAKAP

    Full text link
    Taman Agrowisata Rekadena merupakan objek wisata yang terletak di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap. Taman ini memiliki potensi pemandangan alam berupa perkebunan dan menawarkan beragam atraksi, mulai dari berkebun, piknik dan kemah, bersantai, berfoto, bermain sampan, memanah, memancing, outbond, serta menikmati kuliner dan produk makanan dari kelapa. Taman ini juga memiliki fasilitas yang cukup lengkap, yang terdiri dari tempat bersantai, spot foto, restoran, klinik, kamar mandi, dan mushola. Namun, taman ini memiliki beberapa permasalahan yang harus diatasi, seperti papan informasi yang kurang lengkap, belum memiliki fasilitas ramah disabilitas, perawatan fasilitas yang kurang optimal, serta kondisi jalan eksternal masih ada yang berlubang dan minim penerangan. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan Taman Agrowisata Rekadena melalui analisis faktor internal dan eksternal yang berpengaruh bagi pengembangan taman. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis SWOT. Hasil analisis matriks grand strategy Taman Agrowisata Rekadena terletak pada kuadran I dengan 9 rekomendasi strategi SO yang mengedepankan pengadaan kawasan khusus kegiatan agro, penataan internal dan perawatan terhadap tanaman, menekankan keunggulan dalam melakukan promosi, serta melakukan inovasi dalam membuat paket-paket wisata yang menarik.

    745

    full texts

    919

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇