Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura
Not a member yet
919 research outputs found
Sort by
KAJIAN ANGKUTAN SEDIMEN TOTAL PADA HULU SUNGAI MEDANG PULANG KECAMATAN HULU GURUNG KABUPATEN KAPUAS HULU
Sungai Medang Pulang memiliki nilai potensial bagi masyarakat Kecamatan Hulu Gurung sebagai sumber air bersih, irigasi dan lainnya. Sungai ini memiliki permasalahan sedimentasi dan pendangkalan dasar sungai yang berdampak pada kualitas air dan mengurangi daya tampung sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik sedimen dan laju angkutan sedimen total pada hulu sungai. Data yang digunakan berupa data hidrometri sungai dan sampel sedimen. Karakteristik sedimen memiliki gradasi butir D35 berkisar 0,03 – 0,05 mm, D50 berkisar 0,07 – 0,092 mm dan D90 berkisar 0,29 – 0,37 mm dan berat jenis sedimen diantara 2,40 – 2,65 ton/m3. Analisis laju angkutan sedimen menggunakan metode sesaat, L.C Van Rijn, Meyer Petter Muller, Einstein, dan Duboys. Dari keempat metode tersebut L. C. Van Rijn dipilih sebagai metode analisis laju angkutan sedimen karena memenuhi syarat dimana gradasi D90 berkisar 0,29 – 0,37 mm. Laju angkutan sedimen total tertinggi pada kondisi cuaca cerah di penampang 1 sebesar 0,48 ton/hari dan laju angkutan terendah di penampang 2 sebesar 0,000068 ton/hari sedangkan kondisi cuaca hujan total laju angkutan sedimen tertinggi di penampang 3 sebesar 0,27 ton/hari dan laju angkutan terendah di penampang 4 sebesar 0,02 ton/hari. Faktor yang mempengaruhi laju angkutan sedimen yaitu kedalaman penampang sungai, kecepatan jatuh partikel dan kecepatan geser dasar
KEBUTUHAN AIR BERSIH DENGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) DI DESA MAMEK KECAMATAN MENYUKE KABUPATEN LANDAK
Air merupakan salah satu sumberdaya alam yang memiliki fungsi sangat penting bagi kehidupan manusia, serta untuk memajukan kesejahteraan umum sehingga menjadi modal dasar dan faktor utama pembangunan. Air juga merupakan komponen lingkungan hidup yang penting bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Keberadaan air bersih sangat penting untuk kesehatan dan kehidupan sehari-hari. Salah satu indikator hidup bersih dan sehat adalah jika seseorang dapat dan menggunakan air bersih. Desa Mamek saat ini masih memerlukan adanya ketersediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, saat ini masyarakat masih kesulitan dalam memperoleh air bersih. Lokasi ini memiliki permasalahan keterbatasan air bersih dikarenakan sungai disekitar lokasi tersebut sudah tercemar dengan adanya PETI (Pertambangan Tanpa Izin) dan untuk mengambil air bersih memerlukan perjalanan ke sumber yang jaraknya jauh dari permukiman. Desa Mamek sudah memiliki sumber air bersih yang menggunakan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), tetapi hanya satu dusun yang baru ter-aliri air bersih ini dari 5 dusun yang belum mendapatkan air bersih ini. Sehingga analisis kebutuhan air di desa ini perlu dilakukan dengan adanya penelitian. Penelitian ini menghitung kebutuhan air bersih 10 tahun kedepan dengan menggunakan metode pendekatan kuantitatif, Perhitungan kebutuhan air bersih dilakukan dengan mengidentifikasi kondisi air bersih dan menganalisis kebutuhan air bersih untuk 10 tahun kedepan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan sumber air bersih digunakan masyarakat menggunakan air hujan dan mata air gunung, air hujan merupakan sumber utama bagi masyarakat yang belum mendapati mata air yang di alirkan oleh SPAM sehingga jika terjadinya kemarau akan sulit mendapatkan air bersih dan Mata air gunung yang di alirkan dari SPAM dengan kondisi yang tidak berbau dan tidak bewarna, debit yang dihasilkan dalam perhitungan dengan metode apung yaitu 5 liter/detik. Dari hasil analisis supply dan demand. Air bersih yang disediakan SPAM tahun 2023 yaitu 345.600 liter/hari sedangkan permintaan air bersih 233.900 liter/hari. Dari hasil analisis proyeksi jumlah penduduk 2033 di perkirakan sebanyak 2589 Jiwa. Dari hasil proyeksi kebutuhan air bersih tahun 2033 di perkirakan 258.900 liter/hari
KERENTANAN WILAYAH PESISIR DI DESA TANAH HITAM KECAMATAN PALOH KABUPATEN SAMBAS
Pantai Tanah Hitam merupakan salah satu wilayah pesisir yang mengalami kerentanan wilayah pesisir. Beberapa tahun kebelakang Desa Tanah Hitam sering mengalami kerusakan pantai yang sangat parah yaitu mengalami abrasi yang cukup parah. Tujuan dari penelitian yaitu mengetahui parameteriyang memiliki nilai bobotopaling besar dan paling kecil dalamipenilaian nilai indeksiCVI (Coastal Vulnerability Index) di wilayah pesisirudi Desa TanahoHitamoKecamatanoPalohoKabupatenoSambas. Parameter yang digunakanidalamipenelitianiini meliputi parameter tunggang pasangisurut, tinggiigelombang, kemiringan pantai, perubahanigarisipantai, kenaikanimuka airilaut, geomorfologi (tutupanilahan) dan ketinggian permukaan tanah. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kerentanan wilayah pesisir diiDesaiTanahiHitamiKecamataniPalohiKabupateniSambasidengan menggunakan metode CVI menunjukkanabahwaiDesa Tanah Hitam Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas memiliki nilai kerentanan minimum sebesar 25,35 yang termasuk dalam kategori sedang dan nilai kerentanan maksimum yang terjadi dipenghujung tahun sebesar 50,70 termasuk dalam kategori rentan. Hasil dari nilai indeksikerentananipada setiap parameterimenunjukkanibahwa parameter yang memiliki bobotipalingitinggi pada saat kondisi maksimum yang yaitu perubahanigarisipantai, geomorfologi, ketinggianipermukaanatanah, tinggi gelombang, kenaikan muka airilaut dan kemiringan pantai sedangkaniparameter yang memiliki nilai bobot palingirendah yaitu tunggang pasang surut
ANALISIS PENGARUH KONDISI DRAINASE TERHADAP KINERJA PERKERASAN JALAN (Studi Kasus Ruas Jalan Bintara dan Jalan Teuku Umar di Kecamatan Sintang)
Perkerasan jalan merupakan bagian utama jalan yang berfungsi menjadi pelayan utama transportasi. Penelitian ini meninjau bagaimana pengaruh variabel kondisi drainase terhadap perkerasan jalan. Penelitian dilakukan pada ruas Jalan Bintara dan Jalan Teuku Umar di Kecamatan Sintang, yang keduanya merupakan Jalan Kabupaten dengan ukuran lebar 5 meter. Penilaian perkerasan jalan mengacu pada hasil nilai IRI Roadroid, sedangkan pengukuran kondisi drainase diperoleh dengan cara pengamatan di lapangan. Dari 20 segmen penelitian, diperoleh 13 segmen jalan berkriteria baik (65%) dan 7 segmen berkriteria sedang (35%). Sedangkan dari hasil survei kondisi drainase, didapatkan drainase berkondisi baik; 3 segmen (15%), sedang; 4 segmen (20%), buruk; 7 segmen (35%), serta tidak ada drainase sejumlah 6 segmen (30%). Setelah dilakukan uji regresi linier sederhana, didapatkan persamaan Y = 3,142 + 0,072 X. Analisis data pada SPSS menunjukkan hasil bahwa pengaruh kondisi drainase terhadap perkerasan jalan tidak begitu signifikan. Hal tersebut diketahui dari nilai thitung (0,181) < nilai ttabel (2,100), nilai signifikansi (0,859) melebihi taraf signifikansi 0,05, dan nilai Rsquare sebesar 0,002. Maka dapat disimpulkan perkerasan Jalan Bintara dan Jalan Teuku Umar lebih dipengaruhi oleh beberapa faktor lain. Faktor tersebut dapat berupa aspek perencanaan, nilai CBR, muatan, maupun curah hujan. Kata Kunci: Drainase, Perkerasan, Regresi Linier Sederhana
KAJIAN PROBABILITAS PENUMPANG ANGKUTAN TRAVEL TERHADAP KENDARAAN PRIBADI PADA RUTE PONTIANAK - SINGKAWANG
Transportasi digunakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas. Agar mempermudah masyarakat untuk pergi dari satu kota ke kota yang lainnya. Pada saat ini transportasi yang paling sering dipakai oleh masyarakat pada rute Pontianak Singkawang atau sebaliknya adalah kendaraan travel ataupun kendaraan pribadi. Kendaraan travel dan kendaraan pribadi pada saat ini memerlukan adanya peningkatan pada pelayanan yang efektif terhadap tingkat kenyamanan, keamanan, waktu, serta biaya yang harus dikeluarkan. Penelitian ini bertujuan agar mendapatkan kemungkinan perjalanan penumpang angkutan terhadap kendaraan pribadi serta mengetahui keadaan yang mempengaruhi pemilihan moda yang ada, khususnya bagi masyarakat yang ingin berpergian dari rute Pontianak Singkawang maupun sebaliknya. Analisa data pada penelitian ini menggunakan metode menyatakan preferensi dengan menyebarkan kuesioner kepada masyarakat yang ingin berpergian dari rute Pontianak Singkawang atau sebaliknya. Setelah itu, dilakukan perhitungan dan perolehan kuesioner yang sebenarnya. Atribut yang dipakai pada penelitian ini adalah atribut cost, time, safety, dan service. Saat melakukan uji kategori jumlah keseluruhan pemilihan nilai yang lebih besar adalah 78.57%. Sedangkan untuk hasil nilai terendahnya sebesar 56.60%. Kata Kunci: Angkutan Travel, Pemilihan Moda Transportasi, Preferensi Dinyataka
ANALISA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DRILLING DI PT. HANSINDO MINERAL PERSADA KECAMATAN SUNGAI PINYUH KABUPATEN MEMPAWAH KALIMANTAN BARAT
PT. Hansindo Mineral Persada (PT. Hansindo) salah satu perusahaan yang berkiprah dibidang pertambangan batu granit. PT. Hansindo melakukan penambangan batu granit di Desa Peniraman, Kecamatam Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Pengeboran artinya aktivitas yang pertama kali dilakukan pada suatu kegiatan peledakan batuan sebagai akibatnya pekerjaan ini mengandung risiko bagi setiap elemen yang terlibat. Oleh karena itu perlu dilakukan analisisi potensi bahaya karena masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) harus mendapatkan perhatian, agar dapat meminimalkan potensi bahaya dan risiko kecelakaan akibat kerja. Tujuan penelitian melakukan identifikasi potensi bahaya dan risiko pada psroses drilling dengan penelitian kualitatif teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi dan pengisian kuesioner dan menggunakan metode HIRARC dengan waktu lebih kurang 30 hari untuk melakukan identifikasi bahaya, penilaian risiko dan melakukan upaya pengendalian risiko, dalam meminimalisir potensi bahaya dan risiko kecelakaan. berdasarkan hasil observasi dan kuesioner terdapat 7 kegiatan drilling dan 17 potensi bahaya dan risiko, dan 18 rekomendasi pengendalian bahaya dan risiko yang penerapannya berdasarkan OHSAS 18001:2007 berupa eliminasi, substitusi, engineering control, admistratif dan alat pelindung diri
MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN PELAYARAN DI ALUR PELAYARAN SUNGAI KAPUAS DENGAN METODE FORMAL SAFETY ASSESSMENT (FSA)
Sungai Kapuas kecil mempunyai peranan penting dalam aktivitas distribusi barang dan mobilisasi penduduk Kalimantan Barat. Aktivitas alur di Sungai Kapuas Kecil setiap harinya dipadati dengan keluar masuknya kapal dan kegiatan naiknya turun penumpang serta bongkar muat barang di dermaga. Hal ini menyebabkan sering terjadinya kecelakaan kapal diantaranya tabrakan, kandas, terbakar dan tenggelam. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan Manajemen Risiko Keselamatan Pelayaran Di Alur Pelayaran Sungai Kapuas Dengan menggunakan Metode Formal Safety Assessment (FSA). Hasil Analisa yang didapatkan menunjukkan bahwa kejadian kapal kandas di alur pelayaran memiliki risiko yang paling tinggi dengan nilai 1,4. Upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan tersebut adalah dengan melakukan pelatihan kepada pilot, ruitin melakukan pemeliharaan alur pelayaran dan sarana prasarana kenavigasian
ANALISA KELAYAKAN USULAN WPR DI KECAMATAN BOYAN TANJUNG KABUPATEN KAPUAS HULU
Sebagian besar usaha pertambangan di Kecamatan Boyan Tanjung aktivitasnya dilakukan di aliran sungai Batang Bunut dengan menerapkan metode penambangan aluvial (Alluvial Mine) dilokasi sepanjang 12.7 kilometer dan dikelola oleh masyarakat. Metode pertambangan yang diterapkan oleh masyarakat di lokasi penelitian adalah dengan cara menyedot material dari dasar sungai dengan bantuan mesin sedot Mitsubishi Fuso 120 PS. Pertambangan rakyat di Kecamatan Boyan Tanjung di ketahui perlu adanya analisa dalam aspek teknis apakah wilayah usulan pertambangan rakyat ini bisa menghasilkan konsentrat yang di inginkan, serta melakukan analisa dalam aspek ekonomis dengan menghitung NVP, IRR dan PbP sehingga pertambangan rakyat di Kecamatan Boyan Tanjung ini menguntungkan untuk di tambang. Konsentrat emas yang di dapat selama 8 (delapan) tahun umur tambang pada titik 002, 014 dan 034 adalah sebesar 111.723 gram, 110.961 gram, dan 104.282 gram. Nilai Net Present Value titk 002 sebesar Rp 11.835.700.842,-, Internal Rate of Return sebesar 64,42%, dan Payback Period 1,794 tahun. Nilai Net Present Value titik 014 sebesar Rp 11.730.023.055,-, Internal Rate of Return sebesar 64.40%, dan Payback Period 1.788 tahun. Nilai Net Present Value titik 034 sebesar Rp 11.265.270.692,-, Internal Rate of Return sebesar 64.72%, dan Payback PeriodI 1.821 tahun
PERHITUNGAN STRUKTUR BETON BERTULANG TAHAN GEMPA GEDUNG KANTOR DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA WILAYAH KALIMANTAN BARAT
Perencanaan gedung 7 lantai dengan struktur beton bertulang direncanakan sebagai kantor Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Wilayah Kalimantan Barat. Gedung ini diharapkan dapat membantu kordinasi organisasi kepada seluruh stakeholders dan menaikan kualitas pelayanan di daerah tersebut. Gedung kantor yang memadai diharapkan dapat menciptakan sistem atau mekanisme kinerja instansi pemerintah yang lebih terintegrasi dan menyeluruh. Gedung Kantor Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Wilayah Kalimantan Barat berlokasi di Jalan Letnan Jendral Sutoyo No.122, Parit Tokaya, Kec. Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Kota Pontianak pada saat ini termasuk dalam zona gempa ringan berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung sehingga setiap bangunan gedung yang terdapat di Kota Pontianak harus mengikutsertakan parameter gempa untuk mengurangi resiko rusaknya bangunan serta mengurangi kerugian yang dialami pada saat gempa terjadi. Analisis struktur dilakukan dengan bantuan program analisis struktur dengan dimensi struktur yang digunakan pelat lantai dengan tebal 10 cm, balok induk 40/60 cm, dan 30/50 cm, serta kolom K1 60×60 cm dengan menggunakan fondasi tiang pancang dengan spun pile berdiameter 30 cm dan kedalaman 30 m. Kategori desain seismik untuk gedung ini termasuk dalam KDS C sehingga hasil penelitian ini, sistem struktur pemikul gaya seismik yang digunakan adalah Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM)
ANALISIS KINERJA PERSIMPANGAN JALAN ADISUCIPTO - MAJOR ALIANYANG AKIBAT RENCANA PEMBANGUNAN JEMBATAN PARALEL KAPUAS II
Kubu Raya merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat yang pertumbuhan ekonomi dan penduduknya semakin meningkat, kemacetan yang terjadi di daerah perkotaan merupakan masalah umum yang diakibatkan pertumbuhan penduduk yang lebih cepat dari infrastruktur, salah satu titik kemacetan di Kabupaten Kubu Raya adalah simpang Jalan AdiSucipto – Major Alianyang sejak diberlakukannya peraturan walikota yang mewajibkan kendaraan berat melintasi Jembatan Kapuas II. Penelitian ini menganalisis kinerja simpang dalam tiga kondisi: kondisi eksisting, kondisi 2028 dan kondisi terdapat jembatan paralel yang dianalisis menggunakan MKJI 1997 dan software VISSIM. Dalam analisis ini volume jam puncak yang disurvei pada tanggal 8 – 10 Juli 2023 menunjukan volume jam puncak tertinggi pada tanggal 10 Juli 2023 sebesar 1689 smp/jam yang kemudian dianalisis dengan 4 alternatif berdasarkan tundaan rata – rata simpang dengan MKJI 1997 dan software VISSIM. Alternatif I menunjukan tundaan rata – rata sebesar 41,1 detik dengan MKJI 1997 dan 30,23 detik dengan software VISSIM, alternatif II menunjukan 36,23 detik dengan MKJI 1997 dan 30,29 detik dengan software VISSIM, alternatif III menunjukan 34,7 detik dengan MKJI 1997 dan 34,2 detik dengan software VISSIM, dan alternatif IV yang merupakan alternatif terbaik sebesar 34,6 detik dan 24,65 detik dengan software VISSIM, dari alternatif IV ini dilakukan pembangunan jembatan paralel, pelebaran jalan dan penyesuaian waktu siklus.Kata kunci : Jembatan Paralel Kapuas, Kinerja Simpang bersinyal, Software VISSIM, Tingkat Pelayanan, Tundaan.