Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura
Not a member yet
919 research outputs found
Sort by
Analisis Perkembangan Kegiatan Perdagangan dan Jasa Pada Kelurahan Sungai Bangkong, Kota Pontianak
Kelurahan Sungai Bangkong merupakan salah satu wilayah di Kota Pontianak yang mengalami perkembangan kegiatan perdagangan dan jasa sehingga ditetapkan sebagai bagian wilayah Sub Pusat Pelayanan Kota/Kawasan Perkotaan (SPPK) 2 dengan salah satu fungsinya sebagai pusat perdagangan skala kota. Perkembangan mulai terjadi pada tahun 2013 hingga saat ini yang ditandai dengan bertambahnya jumlah dan berkembangnya jenis usaha pada setiap tahunnya. Perkembangan kegiatan perdagangan dan jasa yang terjadi di Kelurahan Sungai Bangkong perlu diteliti untuk diketahui karakteristik perkembangannya berupa klasifikasi usaha, luas lahan, jenis bangunan usaha dan besaran perkembangan yang terjadi pada setiap koridor jalan dengan fungsi jalan arteri sekunder, jalan kolektor sekunder dan jalan lokal sekunder di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perkembangan kegiatan perdagangan dan jasa pada Kelurahan Sungai Bangkong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis pemetaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perdagangan dan jasa di Kelurahan Sungai Bangkong pada tahun 2013 berjumlah 176 bangunan usaha sehingga masuk dalam kategori perkembangan sedang. Kemudian tahun 2017 bertambah menjadi 437 bangunan usaha dan tahun 2021 menjadi 845 bangunan usaha sehingga masuk dalam kategori perkembangan tinggi. Klasifikasi usaha tertinggi pada seluruh koridor jalan berdasarkan KBLI 2020 adalah perdagangan eceran. Adapun luasan lahan untuk bangunan usaha sebesar 14,61 Ha dengan jenis bangunan usaha berupa ruko, toko, warung dan toko modern. Perkembangan kegiatan perdagangan dan jasa yang terjadi di Kelurahan Sungai Bangkong dipengaruhi oleh fungsi jalan, dimana jumlah bangunan usaha tertinggi hingga terendah secara berurutan berada pada fungsi jalan arteri sekunder, jalan kolektor sekunder dan jalan lokal sekunder
KAJIAN TEKNIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PERTAMBANGAN PADA TAHAPAN HAULING DI PT. HANSINDO MINERAL PERSADA KECAMATAN SUNGAI PINYUH KABUPATEN MEMPAWAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT
PT. Hansindo Mineral Persada (PT. HMP) merupakan sebuah perusahaan perseroan terbatas yang bergerak di bidang pertambangan komoditas batuan dengan jenis bahan galian batu granit. Kegiatan hauling tentunya memiliki potensi bahaya dan risiko terjadi kecelakaan kerja. Adanya bahaya dan risiko di tempat kerja, perlu dilakukan pengendalian risiko sehingga tenaga kerja di lingkungan kerja serta aset perusahaan dapat dilindungi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko, menganalisis tingkat risiko pada kegiatan hauling, dan mengkaji pengendalian bahaya dan risiko. Metode yang digunakan dalamppenelitian ini adalah metode observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Penelitian ini dimulai dari mengindentifikasi bahaya dengan menggunakan metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC), melakukan pengolahan data, menganalisis tingkat risiko, dan memberikan rekomendasi pengendalian risiko bagi perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pada kegiatan hauling terdapat 19 potensi bahaya dan 19 risiko dari 4 tahapan hauling. Berdasarkan penilaian tingkat risiko terdapat 58% risiko tergolong Substansial, 21% risiko tergolong Acceptable, 16% risiko tergolong Priority 3, 5% risiko tergolong Priority 1, dan 0% risiko tergolong Very High. Rekomendasi upaya pengendalian risiko untuk meminimalisir kecelakaan yang terjadi dapat dilakukan dengan cara substitusi, administrative control, engineering control, dan alat pelindung diri (APD)
Studi Tingkat Pemanfaatan Fasilitas Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat
Pelabuhan perikanan merupakan bagian terpenting dari sistem pemanfaatan sumber daya perikanan karena pelabuhan perikanan merupakan basis industri perikanan terutama perikanan laut yang memberikan peluang bagi investor yang ingin beraktivitas di dalamnya. Penanganan dan pengelolaan pelabuhan perikanan yang sungguh-sungguh dan optimal akan dapat menjawab tantangan pembangunan perikanan, selain untuk peningkatan produksi sebagai sumber devisa daerah dan negara, untuk peningkatan lapangan kerja. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis deskriptif kuantitatif. Dalam menganalisis aktivitas operasional perikanan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat dapat dilakukan secara deskriptif kuantitatif serta sesuai dengan keadaan yang ada di lapangan yang artinya dalam metode penulisannya menjelaskan atau menerangkan suatu peristiwa. Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat terletak di Desa Penjajap, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas. Berada di muara Sungai Sambas yang berhadapan langsung dengan Laut Cina Selatan dan Natuna. Jarak pelabuhan ke Kota Singkawang sekitar 35 km dan jarak dari Pontianak adalah 177 km dengan titik koordinat 1°-11''-51.2“Lintang Selatan dan 108°-59''-29.2“Bujur Timur. Tingkat pendayagunaan kedalaman alur pelayaran memiliki nilai sebesar 166% yang bisa dikatakan melampaui batas optimal karena pendayagunaan fasilitas lebih dari 100%. Dermaga memiliki tingkat pendayagunaan sebesar 83%, hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendayagunaan panjang dermaga dikatakan kurang optimal karena kurang dari 100%. Kolam pelabuhan memiliki tingkat sebesar 130%, bahwa tingkat kolam pelabuhan melampaui batas optimal karena memiliki lebih dari 100%
ANALISIS PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN SINGKAWANG UTARA KOTA SINGKAWANG
Kecamatan Singkawang Utara di Kota Singkawang memiliki laju pertumbuhan penduduk terbesar yaitu 3,38 persen. Meskipun Kecamatan Singkawang Utara memiliki lahan pertanian yang subur, namun kedekatannya dengan pusat kota menjadikannya salah satu kawasan yang diincar untuk pembangunan perumahan, yang dapat memaksa para petani meninggalkan sawah mereka dan mengalihkan lahan mereka untuk penggunaan lain. Tujuan dari studi kuantitatif ini adalah untuk mengkaji bagaimana pertumbuhan penduduk dan penggunaan lahan di Kecamatan Singkawang Utara. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis laju pertumbuhan penduduk dan analisis pemetaan untuk mengetahui jenis penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan penduduk di Kecamatan Singkawang Utara. Dari tahun 2015 hingga 2020, jumlah penduduk Kecamatan Singkawang Utara meningkat rata-rata per tahun sebesar 13,89 persen. Sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk, kebutuhan akan tanah juga meningkat. Dari tahun 2015 hingga 2020, lebih banyak lahan yang telah digunakan untuk pertanian di kecamatan ini daripada yang lainnya. Pada tahun 2015, perkebunan menempati lahan terbanyak dengan luas 2.795,3 hektare (ha) atau 34,17 persen, sedangkan pada tahun 2020 lahan sawah menempati lahan terbanyak dengan luas 5.486,24 hektare (ha) atau 66,28 persen.Kata Kunci: Lahan Pertanian, Penggunaan Lahan, Pertumbuhan Pendudu
Kajian Faktor Penyebab Pembengkakan Biaya (Cost Overrun) Pada Proyek Konstruksi Gedung Milik Pemerintah dan Swasta di Kalimantan Barat
Pembengkakan biaya sendiri merupakan sebuah fenomena umum yang sering terjadi pada suatu kegiatan proyek konstruksi dimana sangat jarang ditemukan proyek-proyek konstruksi yang diselesaikan sesuai dengan perencanaan biayanya. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner untuk mendapatkan informasi yang diperlukan. Berdasarkan temuan penelitian, ditemukan proyek yang dominan mengalami cost overrun adalah milik pemerintah. Faktor-faktor penyebab pembengkakan biaya dikelompokkan dalam sembilan kelompok dan ditanyakan kepada seluruh responden mengenai tingkat kesetujuannya dan ditambah kepada responden yang mengalami cost overrun mengenai konfirmasi kejadian faktor-faktor tersebut. Terdapat sepuluh faktor dominan berdasarkan data tingkat kesetujuan responden dan dua faktor dominan berdasarkan data konfirmasi kejadian cost overrun responden yang mengalami cost overrun proyek yang ditinjau
PEMETAAN PINTU AIR DI DESA RASAU JAYA SATU KECAMATAN RASAU JAYA
The village of Rasau Jaya Satu is oneloflthl villagel inlthelDistrict of Rasau Jayalwhere the developmentlof an irrigation network was carried out to support the food self-sufficiency program in the 1970s. The development of irrigation networks is carried out by building irrigation canals and irrigation arrangements in the form of water gates on tertiary canals. This research was conducted by mapping the floodgates in the village of Rasau Jaya Satu. Thel first step is to lobtain lthe coordinates ofl the sluice using a map-based mobile application, namely Avenza. The process of taking the coordinates of the sluice points through direct field observations and documenting pictures of the sluice. The purposel of lthisl researchl is tol map lthe ldistribution lof floodgates usingl a software application and it is hoped that this can become a geographic system-based information medium in viewing the availability of floodgates. The result is that the mapping of sluice gates from the analysis mapped 45 sluice gates in the tertiary canal spread over 3 roads namely Secondary C Street, Pahlawan Street and Jalan Tepian Kapuas
KAJIAN GEOMETRI PELEDAKAN UNTUK MENGOPTIMALKAN HASIL FRAGMENTASI BATU ANDESIT DI PT. BUKIT LABU MINING KABUPATEN SINTANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT
ABSTRAK PT. Bukit Labu Mining adalah perusahaan pertambangan batu di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Sistem penambangan secara tambang terbuka dengan metode quarry. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan hasil fragmentasi ideal batuan dengan tingkat boulder yaitu ukuran batuan besar dari 50 cm kurang dari 20 % dari hasil peledakan. Perhitungan fragmentasi dilakukan dengan 2 cara yaitu secara secara teoritis dengan persamaan kuznetsov-rossin ramler dan aktual menggunakan image analysis analisa software split desktop 4.0. Rancangan geometri peledakan usulan dibuat dengan perbandingan 2 metode yaitu Rl. ash dan Ici Explosive. Perhitungan Fragmentasi batuan hasil peledakan aktual di analisa secara teoritis dengan metode Kuz-Ram tingkat boulder sebesar 22,27%, sedangkan hasil perhitungan aktual dengan metode split desktop 4.0 tingkat boulder sebesar 29,56%. Hasil fragmentasi aktual menunjukan boulder belum sesuai yang diharapkan oleh perusahaan. Berdasarkan design hasil Perancangan geometri usulan dengan metode ICI Explosive usulan ke 3 menghasilkan fragmentasi boulder sebesar 20,00 % dan menghabiskan biaya sebesar Rp 155.638.854 sehingga layak diterapkan pada perusahaan. Kata Kunci: Boulder, Fragmentasi, Geometri, Kuz-Ram, Split Deskto
ANALISIS SWOT DALAM MENENTUKAN STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA KOTA SAMBAS KABUPATEN SAMBAS
Kota Sambas memiliki objek wisata yang dapat dikunjungi seperti Kawasan Keraton Istana Alwatzikoebillah, Wisata Susur Sungai, Wisata Kuliner, dan Perkampungan Tenun Sambas. Objek wisata yang ada memiliki berbagai daya Tarik, salah satunya memiliki potensi wisata alam dan wisata budaya yang kuat. Namun pengembangan objek wisata di Kota Sambas masih dalam tahap pembangunan dan masih memiliki permasalahan dalam peroses pengembangan. Permasalahan yang ada meliputi kurangnya minat kunjungan, estetika serta pilihan objek daya tarik wisata dan terdapat faktor penghambat dan pendukung dalam pengembangan objek wisata di Kota Sambas. Tujuan penelitian ini yaitu merusmuskan strategi pengembangan objek wisata di Kota Sambas menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dan perumusan strategi menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan Kota Sambas dalam mendukung kegiatan wisata masih kurang dalam kebutuhan fasilitas, sarana dan prasarana, pilihan atraksi dan informasi terkait objek wisata. Lokasi objek wisata berada di lokasi yang strategis berada di pusat kota dan masih menjaga kebudayaan daerah. Hasil analisis SWOT kawasan Kantin Ulan dan Perkampungan Tenun memiliki strategi pengembangan yang lebih baik, karena masing-masing memiliki kekuatan dan di dukung dengan peluang yang ada. Kawasan Susur Sungai Sambas memiliki ancaman dalam pengembangannya namun dapat di minimalisir dengan kekuatan yang ada. Kawasan Istana Alwatzikoebillah memiliki kelemahan namun berpeluang untuk dikembangkan
ANALISIS KINERJA PELAYANAN PARKIR MOBIL (STUDI KASUS PUSAT PERBELANJAAN TRANSMART - GAIA BUMI RAYA CITY, KUBU RAYA, KALIMANTAN BARAT)
Perencanaan parkir dalam bangunan wajib memperhatikan standar dan aturan yang berlaku untuk menjamin keamanan serta kenyamanan bagi pengguna parkir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik parkir dan tingkat kepuasan pelanggan terhadap kinerja pelayanan parkir mobil di Pusat Perbelanjaan Transmart – Gaia Bumi Raya City, Kubu Raya, Kalimantan Barat. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif untuk analisis karakteristik parkir dan mengukur kesesuaian kondisi ruang parkir eksisting dengan standarisasi serta Metode IPA untuk analisis tingkat kepuasan pelanggan terhadap kinerja pelayanan parkir mobil. Hasil analisis menunjukkan jumlah Satuan Ruang Parkir (SRP) yang tersedia sudah memenuhi kebutuhan standar yang ada yaitu 1.180 SRP > 622 SRP. Durasi parkir tertinggi 1-2 jam terjadi pada hari Minggu dengan jumlah 590 kendaraan. Akumulasi parkir maksimum sebanyak 447 kendaraan dengan volume parkir sebesar 1.530 kendaraan. Karakteristik parkir seperti SRP, lebar pintu masuk dan keluar, lebar jalur gang, dan sudut parkir menunjukkan hasil yang sesuai antara kondisi eksisting dengan standar pedoman parkir. Ukuran r (radius) pada ramp spiral 3,70 m < 4 m dan marka pada ramp datar 0,35 m < 0,50 m tidak sesuai dengan standarisasi. Hasil analisis dengan Metode IPA, rata-rata tingkat kesesuaian tiap variabel kemudahan parkir, kinerja petugas parkir, keamanan, kenyamanan, keselamatan, dan tarif parkir sebesar 84,29% artinya penilaian pelanggan parkir memiliki tingkat kesesuaian memuaskan
ANALISIS KARAKTERISTIK PARKIR KENDARAAN DI SWALAYAN MITRA ANDA KOTA PONTIANAK
Pasar swalayan merupakan salah satu pusat perbelanjaan sangat erat kaitannya dengan masalah perparkiran. Penyediaan lahan parkir sangat berpengaruh terhadap kinerja jalan dikarenakan swalayan Mitra Anda ini terletak di pinggir jalan kota Pontianak. Tujuan penelitian untuk mengetahui indeks dan kebutuhan lahan parkir saat ini. Metode penelitian ini menggunakan cara survei langsung di lapangan, setelah itu data yang diperoleh dapat diolah, untuk mendapatkan nilai volume kendaraan,akumulasi kendaraan, durasi parkir, pergantian parkir, kapasitas parkir, indeks parkir, dan kebutuhan ruang parkir. Area parkir direncanakan untuk kendaraan roda dua sebanyak 187 SRP dengan indeks 46 %. Dan untuk area parkir kendaraan roda empat sebanyak 68 SRP dengan indeks parkir 59 %. Sehingga dengan perencanaan ruang parkir tersebut kebutuhan pengunjung swalayan Mitra Anda terhadap ketersediaan petak parkir saat ini sudah mencukupi dengan indeks parkir yang cukup optimal.Kata kunci: Mitra Anda, Parkir, Satuan Ruang Parkir