Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura
Not a member yet
    919 research outputs found

    Konsep Peningkatan Daya Tarik Kawasan Wisata Riam Solakng Di Kabupaten Landak

    Full text link

    DESAIN STRUKTUR BAJA TAHAN GEMPA GEDUNG RAWAT INAP DAN IGD RSUD dr. A. DIPONEGORO – PUTUSSIBAU, KALIMANTAN BARAT

    Full text link
    Penerapan baja struktural dalam pembangunan gedung bertingkat mempunyai keuntungan dari segi proses konstruksi yang cepat dan efisien. Perancangan struktur baja pada Gedung Rawat Inap dan IGD RSUD dr. Achmad Diponegoro memungkinkan fungsi operasional gedung lebih cepat. Total jumlah lantai sebanyak 7 lantai, dengan 2 lantai teratas sebagai ruang rawat inap tipe VIP. Perancangan gedung mengacu pada konsep desain faktor beban dan ketahanan sesuai peraturan SNI 1729:2020. Analisa struktur menggunakan program analisis struktur. Peraturan yang digunakan dalam perancangan struktur baja yaitu SNI 1729-2020 dan SNI 7860-2020, SNI 1727-2020 untuk perancangan pembebanan, dan SNI 1726-2019 untuk perencanaan beban gempa. Penggunaan struktur baja dengan rangka momen biasa merupakan pilihan yang sesuai untuk gedung dengan lokasi di Putussibau yang tergolong sebagai daerah dengan tingkat gempa sangat rendah. Berdasarkan hasil analisis program struktural, diperoleh dimensi balok IWF-500x200x10x16 (gilas panas) dan kolom H-500x500x20x25 (balok dilas). sambungan balok-kolom menggunakan sambungan momen pelat-ujung berbaut diperpanjang delapan-baut dengan pengaku

    ANALISA PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN APLIKASI CEDAS NEMOS DI PANTAI KURA-KURA KABUPATEN BENGKAYANG

    Full text link
    Salah satu provinsi di Indonesia, Kalimantan Barat memiliki bentangan garis pantai yang cukup luas di sisi baratnya. Pantai Penyu adalah salah satunya. Pantai Kura-Kura merupakan tantangan karena tebing yang tiba-tiba jatuh ke bawah yang terjadi di sana. Penduduk setempat merasakan dampak perubahan garis pantai tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana garis pantai telah bergeser. Situs web ECMWF digunakan untuk mendapatkan data gelombang. Program CEDAS NEMOS kemudian diberi data gelombang. Dari 2012 hingga 2021, abrasi dan akresi masing-masing 2–5,24 meter dan 3–4 meter dihitung menggunakan modul program GENESIS. Penguatan pantai berupa revetment diperlukan untuk melindungi pantai dari pengaruh abrasi dan akresi

    ANALISIS HUBUNGAN GEOMETRIK JALAN RAYA DENGAN TINGKAT KECELAKAAN (STUDI KASUS RUAS JALAN MT HARYONO, SINTANG)

    Full text link
    Kecelakaan Lalu Lintas dapat diartikan sebagai suatu peristiwa di jalan yang tidak diduga dan tidak disengaja, melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pengguna jalan lain yang mengakibatkan korban manusia dan/atau kerugian harta benda. Tujuan Penelitian ini adadalah mengetahui lokasi daerah rawan kecelakaan (Black spot) di ruas jalan MT. Haryono Sintang serta menganalisis adakah hubungan antara parameter geometrik jalan dan jarak pandang dengan kecelakaan. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian yaitu penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah mendeskripsikan, meneliti, dan menjelaskan sesuatu yang dipelajari apa adanya, dan menarik kesimpulan dari fenomena yang dapat diamati dengan menggunakan angka-angka. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan daerah rawan kecelakaan di ruas Jalan M.T Haryono Sintang (Black Spot) yaitu pada lengkung horizontal satu dan lengkung horizontal dua dengan nilai EAN lebih besar dari nilai EANc, terdapat hubungan geometrik jalan terhadap kecelakaan lalu lintas di ruas jalan M.T Haryono Sintang. Untuk mengetahui hubungan antara geometrik jalan MT Haryono Sintang dan nilai meninggal dunia tidak ada pengaruh atau hubungan, sehingga tinggi atau rendahnya nilai meninggal dunia disebabkan oleh faktor lainnya

    EVALUASI SISTEM JARINGAN DRAINASE PARIT NIPAH KUNING, PONTIANAK BARAT

    No full text
    Parit Nipah Kuning dipengaruhi oleh pasang surut yang masuk melalui Sungai Kapuas. Sebagian wilayah yang terdapat dalam daerah tangkapan air Parit Nipah Kuning dapat menyebabkan banjir jika terjadi hujan dan pasang. Penelitian ini membahas dampak pasang surut terhadap saluran drainase dan mengetahui kapasitas saluran drainase Parit Nipah Kuning. Penelitian ini menggunakan metode survey. Data yang dipakai yaitu data primer dan sekunder. Data primer adalah elevasi pasang surut air dalam kurun waktu 15 hari, potongan memanjang,  melintang saluran dan kecepatan arus parit, Data sekunder adalah peta drainase dan data curah hujan dari stasiun terdekat. Data yang didapat untuk analisis hidrologi dan hidrometri. Analisis hidrologi meliputi penentuan distribusi frekuensi curah hujan, curah hujan rencana, intensitas hujan dan debit rancangan dengan periode ulang yang digunakan yaitu 2 tahun, 5 tahun dan 10 tahun. Analisa hidrometri meliputi data pasang surut yang diguanakan selama kurun waktu 15 hari di muara Parit Nipah Kuning dan kapasitas tampung saluran. Hasil pemodelan aliran 1 dimensi menggunakan HECRAS menggambarkan pengaruh pasang surut tidak sampai masuk ke lahan pemukiman warga dan saluran drainase Nipah Kuning masih mampu menampung debit curah hujan rencana, namun genangan masih terjadi pada lahan warga yang memiliki elevasi lebih rendah dari daerah sekitarnyaKata Kunci : Drainase, Drainase Perkotaan, Pasang Surut, Parit Nipah Kuning Pontianak

    PENATAAN LALU LINTAS PADA SIMPANG JL. JERANDING – JL. GUSTI HAMZAH – JL. H. RAIS A. RAHMAN DAN JALAN PARALELNYA

    No full text
    Pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lain demi memenuhi kebutuhan hidupnya akan mengakibatkan kepadatan pengguna jalan yang berdampak pada kemacetan. Ruas jalan yang bertemu satu sama lain yang menjadi titik simpul kendaraan dengan tujuan yang berbeda dan dari arah yang bebeda pula disebut dengan persimpangan. Persimpangan Jl. Jeranding – Jl. H. Rais A. Rahman – Jl. Gusti Hamzah dan jalan paralelnya Kota Pontianak sering terjadi antrian dan tundaan kendaraan yang menghambat pergerakan. Terdapatnya jalan parallel yang tidak adanya rambu lalu lintas membuat kondisi lalu lintas menjadi tidak sesuai harapan yang disebabkan banyaknya kendaraan yang melanggar lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk penataan lalu lintas jika jalan paralel sudah terhubung. Dari hasil analisis pada software VISSIM pada kondisi eksisting menunjukan bahwa tundaan kendaraan dengan LOS (level of Service) F, maka dilakukan penataan ulang lalu lintas dengan dua alternatif solusi yang dimana alternatif solusi 1 yaitu melakukan perubahan arus lalu lintas dan letak lampu sinyal menghasilkan tundaan kendaraan dengan LOS (level of Service) F. Alternatif solusi 2 melakukan perubahan simpang bersinyal menjadi tak bersinyal menghasilkan tundaan kendaraa dengan LOS (level of Service) A. Maka dari hasil simulasi 2 alternatif solusi tersebut. Alternatif solusi 2 menghasilkan tundaan kendaraan yang lebih kecil dengan LOS yang dihasilkan A. Kata Kunci : Alternatif Solusi, LOS, PTV VISSI

    PERANCANGAN STRUKTUR BETON BERTULANG GEDUNG PERKANTORAN DI PONTIANAK

    No full text
    Gedung perkantoran di Pontianak, merupakan bangunan yang melengkapi perkantoran dan yayasan untuk menuntaskan kegiatan keuangan. On-the-job training , Tempat usaha ini dibangun dengan total enam lantai untuk membantu perluasan kegiatan kantor dan ekonomi yang lebih nyata dengan penambahan kantor yang lengkap dan struktur yang memuaskan. Dalam penataan bangunan, baik gedung pencakar langit maupun bangunan tidak bertingkat, perlu diperhatikan kekuatan, kenyamanan dan pengaruh iklim. Dalam membangun Gedung Perkantoran Pontianak ini, aspek-aspek tersebut harus direncanakan dan diperhitungkan dengan matang. Ada juga beberapa faktor yang mempengaruhi kekuatan konstruksi diantaranya tiang pancang yang akan diangkut, misalnya beban mati, beban hidup, beban angin, dan beban getaran. Fondasi, sloof, kolom, balok, pelat lantai, dan pelat atap merupakan komponen internal bangunan. Masing-masing bagian tersebut harus ditentukan secara mendalam, sehingga dapat dibedakan jumlah dan jenis material yang akan digunakan. Diharapkan bahan yang digunakan akan efektif di masa depan dan mampu menahan beban maksimum. Tercatat sebagai hard copy tugas akhir ini, penulis berencana membuat rencana desain aman gempa elektif dengan Second Opposing Edge Framework sesuai SNI gempa dan desain terbaru yaitu masing-masing SNI 1726-2019 dan SNI 2847-2019. struktur di Pontianak, khususnya Pengembangan Tempat Usaha. Para pencipta memilih Rangka Tepi Berlawanan Kedua karena beberapa keunggulan antara lain pemasangan yang mudah, biaya yang relatif lebih murah, dan hampir tidak mengurangi kemampuan tata letak bangunan sehingga dianggap layak untuk bangunan yang ada di Kota Pontianak

    PENGARUH PENAHMBAHAN MATOS SOIL STABILIZER PADA LAPISAN FONDASI BADAN JALAN YANG DISTABILISASI DENGAN FLY ASH TERHADAP SIFAT MEKANIS TANAH

    Full text link
    Stabilisasi tanah adalah usaha untuk memperbaiki sifat-sifat tanah yang ada, sehingga didapakan sifat-sifat tanah yang memenuhi syarat-syarat teknis untuk lokasi konstruksi bangunan. Stabilisasi tanah campuran Fly Ash dan Matos Soil Stabilizer. Tanah yang digunakan adalah tanah dari Peniraman, Kab. Mempawah. Variasi fly ash yang digunakan adalah 10% dari berat tanah dan variasi Matos Soil Stabilizer yang digunakan adalah 2%, 4%, 6% dan 8%. Setiap variasi campuran memiliki masa curing 0 Hari, 7 Hari serta 14 Hari Penelitian dilakukan untuk menghasilkan perbaikan parameter sifat mekanis pada tanah timbunan paling efektif.. Hasil pengujian UCS paling efektif terdapat pada masa curing 14 hari dengan variasi campuran 10% Fly Ash + 8% Matos sebesar 21,127 kg/cm2 . Hasil Pengujian CBR paling efektif terdapat pada variasi campuran 10% Fly Ash + 8% Matos sebesar 114,404 % dengan masa curing 14 hari. Pengujian Kuat Geser menghasilkan nilai Sudut geser (°) dan Nilai Kohesi Geser (c) paling optimal pada variasi campuran 10% Fly Ash + 8% Matos dengan masa curing 14 hari sebesar 48,306° dan 0,565 kg/cm2 . Hasil pengujian konsolidasi menghasilkan nilai Compression Index (Cc) dan nilai Koefisien Konsolidasi (Cv) dimana nilai paling optimal terdapat pada variasi campuran 10% Fly Ash dan 8% Matos sebesar 0,093 dan 0,0006. Hasil pengujian UCS dan CBR berdasarkan sifat-sifat campuran bahan tambah Matos berdasarkan Spesifikasi Teknik Bina Marga. Kata Kunci : Fly Ash, Matos, Sifat Mekanis, Stabilisasi tana

    PEMETAAN PINTU AIR DI DESA JERUJU BESAR KECAMATAN SUNGAI KAKAP

    No full text
    Desa Jeruju Besar merupakan desa irigasi rawa pasang surut dan tergabung dalam DIR Kapuas Kecil 2.Pembangunan irigasi rawa Desa Jeruju Besar dilakukan di tahun 1980-an, dilengkapi dengan membangun pintuairrsebagai bangunan utama irigasi rawa pasang surut. Pintu air bagi Desa Jeruju Besar berfungsi sebagaipencegah banjir yaitu pembatas Sungai Kapuas I dan sebagai pengatur debit air yang masuk ke areal pertanianatau perkebunan. Tujuan penelitian ini adalah memetakan persebaran pintu air yang ada di Desa Jeruju Besar.Pemetaan merupakan proses menyajikan informasi-informasi fakta rupa bumiodalam bentuk peta. Langkah awaluntuk memperoleh data koordinat pintu airxadalah dengan menitik secara langsung lokasi pintuairmmenggunakan aplikasi mobile berbasis peta, yaitu Avenza kemudian data koordinat tersebut dikonversikedalam aplikasi perangkat lunak berbasis Sistem Informasi Geografis. Hasil penelitian didapatkan 13 titik pintuair yang tersebar di saluran sekunder dan tersier. Rata-rata lokasi pintu air yang ada disDesa Jeruju Besar terletakdi tengah desa atau disamping kiri maupun kanan aliran sungai utama Desa Jeruju Besar. Dari 13 titik tersebut,10 titik pintu air berada pada saluran sekunder dan 3 titik pintu air berada pada saluran tersier

    Dampak Fisik Pembangunan Jembatan Landak II di Kota Pontianak

    Full text link
    Jembatan Landak adalah jembatan penyatu antara Pontianak Utara dan Pontianak Timur menuju pusat Kota Pontianakdan sebaliknya. Penambahan Jembatan Landak II juga akan mempengaruhi dampak penggunaan Jembatan Landak Iyang merupakan satu-satunya jembatan sebelum adanya Jembatan Landak II sehingga dapat mengetahui perbedaandari penambahan Jembatan tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui dampak pembangunan Jembatan Landak 2dari aspek Fisik, yaitu perubahan guna lahan dan kemacetan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karenasumber penelitian ini didominasi oleh sumber primer dari masyarakat yang merasakan dampak langsung daripembangunan Jembatan Landak II. Aspek fisik pembangunan didominasi oleh dampak positif, yaitu berkurangnyakemacetan dan perubahan tata guna lahan. Mengurangi kemacetan dapat memudahkan mobilisasi pergerakan barangdan orang, mempersingkat waktu tempuh sehingga dapat mempercepat aktivitas masyarakat dan aktivitas yangberkaitan dengan transportasi. Dampak positif dari aspek fisik juga berupa perubahan penggunaan lahan yangdisebabkan oleh pengalihan lahan untuk pembangunan Jembatan dan penambahan infrastruktur di sekitar Jembatanserta penambahan bangunan masyarakat yang tentunya mengubah pola spasial kawasan sekitar Jembatan Landak II.Ruas jalan yang paling banyak terdampak adalah di Jalan Sultan Hamid II dan Situt Mahmud

    745

    full texts

    919

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇