Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura
Not a member yet
919 research outputs found
Sort by
ANALISIS HUBUNGAN BALOK KOLOM SISTEM STRUKTUR RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS
Hubungan balok dan kolom (HBK) adalah daerah pertemuan antara elemen balok dan kolom pada struktur rangka gedung. HBK juga merupakan komponen penting dalam struktur bangunan tahan gempa. Hal ini dikarenakan pada daerah ini banyak terjadi mekanisme baik itu gaya ataupun momen dari elemen balok dan kolom yang bertemu dengan masing-masing kapasitasnya saat terjadinya beban gempa. Perencanaan HBK sendiri bertujuan untuk menambah sifat daktail pada sturuktur, sehingga bangunan tidak akan mengalami keruntuhan secara tiba-tiba (bersifat getas) melainkan struktur akan mengalami beberapa fase secara bertahap sampai pada fase runtuh. Pada perencanaan Hubungan balok kolom kali ini akan dilakukan pada bangunan bertingkat dan berfokus pada struktur dengan daktilitas tinggi, yakni bangunan dengan sistem Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Adapun pada perencanaan HBK yang dimaksud adalah perhitungan dalam menentukan jumlah tulangan geser yang akan dipasang pada daerah pertemuan balok dan kolom. Perhitungan tulangan tersebut diperoleh dengan memperhitungkan gaya tarik pada tulangan, nilai momen akibat balok, dan gaya geser pada ujung-ujung kolom serta pada bagian tengah HBK
RENCANA KEBUTUHAN DAN PENATAAN LAHAN PARKIR DI JALAN D.I. PANJAITAN DAN JALAN BRIGJEND KATAMSO, KECAMATAN SINTANG
Peningkatan penggunaan kendaraan roda 2 (dua) dan roda 4 (empat) menyebabkan masalah dalam mengatur dan penyediaan lahan parkir terutama pada Jalan D.I Panjaitan dan Jalan Brigjend Katamso dikarenakan kedua jalan ini telah dilakukan pembuatan drainase dan trotoar yang membuat jalan ini kehilangan lahan parkir. Sehingga dalam mengatasi permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan karakteristik dan kebutuhan lahan parkir serta perencanaan layout parkir. Metode dalam penelitian ini menggunakan survey lapangan untuk mendapatkan data primer dan dianalisis secara statistic. Penelitian dilakukan pada kendaraan roda 4 dikarenakan kendaraan ini yang menyebabkan kemacetan. Akumulasi maksimum yang didapat pada jalan D.I Panjaitan adalah 35 kendaraan dan jalan Brigjend Katamso adalah 25 kendaraan. Setelah dilakukannya analisis dengan asumsi adanya petak parkir, didapatkan pada jalan D.I Panjaitan terdapat 61 petak parkir dengan kebutuhan ruang parkir adalah 37 SRP dan jalan Brigjend Katamso terdapat 69 petak parkir dengan 26 SRP. Sehingga pada perencanaan yang akan dilakukan adalah pembuatan petak parkir pada jalan Brigjend Katamso agar menertibkan kendaraan parkir dan larangan parkir kendaraan roda 4 pada jalan D.I Panjaitan dikarenakan lebar jalan yang kurang efektif untuk diterapkan. Selain itu, memberikan sosialisasi untuk pemindahan parkir kendaraan roda 4 pada jalan D.I Panjaitan untuk parkir ke jalan Brigjend Katamso
Perhitungan Struktur Beton Gedung Perkuliahan Widya Dharma II Sepuluh Lantai dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK)
Perkembangan pendidikan belakangan ini terus menjadi fokus utama, khususnya di Kota Pontianak itu sendiri. Perkembangan ini ditandai dengan dilakukannya pembangunan sarana pendidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku saat ini. Melalui Standar Nasional Indonesia (SNI) 1726-2019, Kota Pontianak sendiri termasuk dalam zona gempa ringan sehingga setiap perancangan dan perhitungan struktur yang ada harus dilakukan perhitungan parameter gempa. Oleh karena itu, dilakukan perhitungan struktur beton bertulang pada Gedung Perkuliahan II Widya Dharma (WD) Pontianak dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan dibatasi hanya untuk perancangan struktur sekunder (tangga dan pelat lantai), struktur utama (kolom dan balok), serta struktur bawah (fondasi dan poer). Analisis struktur dilakukan dengan bantuan program analisis struktur berbasis elemen hingga terhadap pembebanan yang bekerja sesuai dengan SNI 1727-2020. Struktur yang dirancang dilakukan desain penulangan secara manual berdasarkan hasil output dari program analisis struktur berbasis elemen hingga dengan mengacu pada SNI 2847-2019. Pada struktur gedung yang dianalisa, memiliki ketidakberaturan horizontal berupa ketidakberaturan sudut dalam serta ketidakberaturan vertikal berupa ketidakberaturan massa. Adapun setiap komponen struktur yang dirancang sudah memenuhi persyaratan yang terdapat dalam SNI dan dapat menjadi acuan untuk pembangunan gedung di Kota Pontianak yang memperhitungkan parameter gempa.Kata Kunci: struktur beton bertulang, sistem rangka pemikul momen khusus, analisis struktu
ANALISIS PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK RENOVASI/PENAMBAHAN RUANG PUSKESMAS SINGKAWANG SELATAN I MENGGUNAKAN METODE ANALISIS NILAI HASIL
Waktu dan biaya harus dipantau selama pengerjaan proyek berlangsung. Diharapkan pengelolaan proyek yang buruk dapat dicegah ataupun diperbaiki dengan adanya pengendalian waktu dan biaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja biaya dan waktu proyek menggunakan Analisis Nilai Hasil, memprediksi biaya dan waktu penyelesaian dan seberapa besar perbedaannya dengan perencanaan serta mengetahui penyebab keterlambatan proyek. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif digunakan untuk menjelaskan suatu masalah atau peristiwa yang terjadi saat penelitian dilakukan dan menyajikannya dalam bentuk angka yang bermakna. Pada akhir peninjauan yaitu minggu ke-18, nilai CPI sebesar 1,023 menunjukkan biaya yang dikeluarkan tidak melebihi Rencana Anggaran Biaya (RAB) tanpa PPN. Nilai SPI sebesar 0,764 yang menunjukkan bahwa kegiatan proyek mengalami keterlambatan. Nilai estimasi biaya akhir sebesar Rp 1.210.757.994,64 yang mana lebih kecil Rp 28.430.462,80 dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) tanpa PPN dengan nilai Rp 1.239.188.457,44. Estimasi waktu selesai proyek berdasarkan pada akhir peninjauan kegiatan proyek adalah 21,925 minggu yang berarti proyek akan selesai lebih lama 0,925 minggu dari waktu yang direncanakan yaitu selama 21 minggu jika kinerja proyek mengalami kecenderungan yang sama pada pengerjaan diminggu selanjutnya. Keterlambatan proyek dikarenakan pekerjaan pembersihan lokasi tidak dimasukkan kedalam jadwal rencana, terjadi keterlambatan material dan terdapat pekerjaan yang terlambat dikerjakan dari rencana
EVALUASI GEOMETRIK DAN MANAJEMEN LALU LINTAS KAWASAN INTERNAL UNIVERSITAS TANJUNGPURA
Universitas Tanjungpura adalah perguruan tinggi negeri di Kota Pontianak, berada di salah satu jalan utama Kota Pontianak. Beberapa jalan di sekitarnya memiliki arus lalu lintas cukup tinggi, dan beberapa tikungan yang memiliki simpang bersiku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geometrik dan manajemen lalu lintas dan melakukan evaluasi pada kawasan Internal Universitas Tanjungpura. Analisis yang digunakan adalah analisis kinerja ruas jalan, analisis kinerja ruas simpang dan analisis kondisi marka dan rambu jalan. Setelah dilakukan evaluasi geometrik dan manajemen lalu lintas didapatkan hasil. Geometrik pada lokasi 1 tidak memenuhi standar kondisi geometrik menurut MKJI 1997 dengan nilai derajat kejenuhan 0,24 dan (LoS)B. Geometrik pada lokasi 2, lebar bahu efektif tidak sesuai dengan standar karakteristik menurut MKJI 1997 dengan nilai derajat kejenuhan 0,17 dan (LoS)A. Geometrik pada lokasi 3 tidak memenuhi standar, lebar jalur dan bahu pada jauh dari standar kondisi geometrik menurut MKJI 1997 dengan nilai derajat kejenuhan 0,24 dan (LoS)B. Geometrik pada lokasi 4 tidak memenuhi standar dengan nilai derajat kejenuhan 0,09 dan (LoS)A. Geometrik pada U-Turn didepan gerbang fakultas teknik tidak memenuhi standar nilai maksimum radius putar. Simpang 1 nilai tundaan 7,68det/smp dengan (LoS)B. Simpang 2 nilai tundaan 6,89det/smp dengan (LoS)B. Simpang 3 nilai tundaan 6,78det/smp dengan (LoS)B.Kata kunci : Evaluasi Geometrik, Kinerja Jalan dan Simpang, Manajemen Lalu Lintas, Untan
EVALUASI PENERAPAN RUMBLE STRIPS SEBAGAI ALAT PEMBATAS KECEPATAN KENDARAAN PADA RUAS JALAN TABRANI DAN JALAN AHMAD YANI DI KABUPATEN SAMBAS
ABSTRAKJalan Tabrani dan Jalan Ahamd Yani merupakan jalan arteri yang dipisahkan oleh median jalan di Kecamatan Sambas. Untuk mengingatkan kewaspadaan pengendara pada kedua ruas jalan sebelum memasuki persimpangan putar balik, dipasang rumble strips. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase penurunan kecepatan kendaraan yang melintas sesudah diterapkannya rumble strips pada kedua ruas jalan dalam mereduksi kecepatan lalu lintas pada kondisi nyata di lapangan. Penelitian dilakukan terhadap kondisi rumble strips serta mengukur kecepatan kendaraan Sepeda Motor (MC), Kendaraan Ringan (LV) dan Kendaraan Berat (HV) sebelum melewati rumble strips dan setelah melewati rumble strips. Hasil penelitian pada ruas Jalan Tabrani diperoleh rata-rata penurunan kecepatan Sepeda Motor (MC) sebesar 3%, Kendaraan Ringan (LV) sebesar 3% dan Kendaraan Berat (HV) sebesar 4%. Dan didapat kecepatan rata-rata Sepeda Motor (MC) sebesar 54,1 Km/Jam, Kendaraan Ringan (LV) sebesar 56,4 Km/Jam dan Kendaraan Berat (HV) sebesar 46,6 Km/Jam. Sedangakan pada ruas Jalan Ahmad Yani terjadi rata-rata penurunan kecepatan Sepeda Motor (MC) sebesar 4%, Kendaraan Ringan (LV) sebesar 3% dan Kendaraan Berat (HV) sebesar 6%. Dan didapat kecepatan rata-rata Sepeda Motor (MC) sebesar 56,2 Km/Jam, Kendaraan Ringan (LV) sebesar 55,4 Km/Jam dan Kendaraan Berat (HV) sebesar 45,8 Km/Jam.Kata kunci : evaluasi penerapan rumble strips, pembatas kecepatan kendaraan
ANALISIS KESELAMATAN LALU LINTAS DITINJAU DARI KELENGKAPAN JALAN, KONDISI JALAN, DAN GEOMETRIK JALAN (STUDI KASUS : JALAN TRANS-KALIMANTAN, SUNGAI AMBAWANG)
Bidang transportasi mengalami pengembangan seperti pembangunan jalan raya, pelebaran jalan, dan pertambahan jumlah kendaraan. Pengembangan pada bidang transportasi tersebut tidak lepas dari dampak yang ditimbulkan oleh pengguna jalan, baik itu dampak negatif maupun dampak positif. Kabupaten Kubu Raya pasti memiliki infrastruktur untuk menunjang perkembangan Provinsi Kalimantan Barat seperti jalan-jalan nasional yang mendukung perkembangan ekonomi terutama jalan yang sering dilalui kendaraan bermuatan, seperti contoh Jalan Trans-Kalimantan di Kecamatan Sungai Ambawang. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja jalan, kondisi jalan, kelengkapan jalan dan geometrik jalan pada ruas black site Jalan Trans-Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang. Penelitian ini menggunakan data primer data jumlah kendaraan, kecepatan kendaraan, kelengkapan jalan, kondisi jalan, dan geometrik jalan eksisting serta data sekunder yaitu data kecelakaan dari Satlantas Polres Pontianak. Berdasarkan hasil analisis kinerja jalan pada area black site yaitu pada ruas Jalan Trans-Kalimantan, Sungai Ambawang Km 11 hingga Km 20 menurut perhitungan derajat kejenuhan terbesar terdapat pada hari Selasa pukul 16.00 – 17.00 sebesar 0,278 yang kurang dari 0,75 sehingga pada Jalan Trans-Kalimantan, Sungai Ambawang Km 11 hingga Km 20 tingkat layanan masih baik dan keadaan belum jenuh. Berdasakan hasil analisis data sekunder lokasi kejadian kecelakaan lalu lintas di Jalan Trans-Kalimantan, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya dari tahun 2020 bulan Mei hingga tahun 2022 bulan November berdasarkan data kecelakaan lalu lintas polres Kabupaten Kubu Raya terbanyak terdapat pada Km 11 hingga Km 20 dengan jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 34 kasus kecelakaan. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa ruas Jalan Trans-Kalimantan Sungai Ambawang Km 11 hingga Km 20 merupakan lokasi rawan kecelakaan (black site)
ANALISIS RISIKO KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) PADA AREA PEMBONGKARAN BATUAN ANDESIT MENGGUNAKAN ALAT ROCK BREAKER DENGAN HIRARC DI PT. KARYA SUMBER ALAM PERKASA KABUPATEN SANGGAU PROVINSI KALIMANTAN BARAT
PT. Karya Alam Sumber Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang pertambangan batuan Andesit, yang dilakukan dengan metode quary, dengan wilayah izin usaha pertambangannya seluas 11,4 hektar. Perusahaan menyadari bahwa frekuensi risiko kemungkinan terjadinya kecelakaan masih tinggi, terutama pada proses pembongkaran batuan dengan alat berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bahaya dan risiko yang mungkin terjadi, menganalisis tingkat risiko kecelakaan kerja pada proses pembongkaran batuan, dan memberikan rekomendasi pengendalian risiko agar kecelakaan dapat diminimalisir. Teknik yang digunakan di lapangan menggunakan observasi dan kuisioner kepada sembilan orang responden yang merupakan satu orang manajer, tiga orang operator excavator, satu orang operator rock breaker, dua orang pengawas lapangan, dan dua orang sopir dump truck. Analisis potensi bahaya dan pengendalian risiko pada penelitian ini menggunakan HIRARC, dengan parameter Probability, Severity, dan Exposure menggunakan standar AS/NZS 4360:2004, dengan output perencanaan pengendalian risiko dan rencana Standard Operating Procedure (SOP),agar dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan. Hasil identifikasi potensi bahaya dan risiko terdapat 16 potensi bahaya dan 27 risiko kecelakaan kerja. dari 27 risiko tersebut terdapat, 18 risiko yang terjadi dan merupakan tingkat risiko tertinggi yaitu Acceptable sebesar 67%. Hasil analisis rekomendasi pengendalian risiko tertinggi berdasarkan OHSAS 18001:2007 adalah pengendalian risiko APD dengan nilai 51,73%. PT. Karya Alam Sumber Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang pertambangan batuan Andesit, yang dilakukan dengan metode quary, dengan wilayah izin usaha pertambangannya seluas 11,4 hektar. Perusahaan menyadari bahwa frekuensi risiko kemungkinan terjadinya kecelakaan masih tinggi, terutama pada proses pembongkaran batuan dengan alat berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bahaya dan risiko yang mungkin terjadi, menganalisis tingkat risiko kecelakaan kerja pada proses pembongkaran batuan, dan memberikan rekomendasi pengendalian risiko agar kecelakaan dapat diminimalisir. Teknik yang digunakan di lapangan menggunakan observasi dan kuisioner kepada sembilan orang responden yang merupakan satu orang manajer, tiga orang operator excavator, satu orang operator rock breaker, dua orang pengawas lapangan, dan dua orang sopir dump truck. Analisis potensi bahaya dan pengendalian risiko pada penelitian ini menggunakan HIRARC, dengan parameter Probability, Severity, dan Exposure menggunakan standar AS/NZS 4360:2004, dengan output perencanaan pengendalian risiko dan rencana Standard Operating Procedure (SOP),agar dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan. Hasil identifikasi potensi bahaya dan risiko terdapat 16 potensi bahaya dan 27 risiko kecelakaan kerja. dari 27 risiko tersebut terdapat, 18 risiko yang terjadi dan merupakan tingkat risiko tertinggi yaitu Acceptable sebesar 67%. Hasil analisis rekomendasi pengendalian risiko tertinggi berdasarkan OHSAS 18001:2007 adalah pengendalian risiko APD dengan nilai 51,73
ANALISIS PENJADWALAN PROYEK KONSTRUKSI DENGAN PENERAPAN PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM) DAN RANKED POSITIONAL WEIGHT METHOD (RPWM) Studi Kasus: Pembangunan Sekolah Terpadu Kecamatan Pontianak Selatan Tahun Jamak
ABSTRAKDalam manajemen konstruksi banyak tindakan yang dapat dilakukan salah satunya yaitu penjadwalan proyek. Selain memastikan kegiatan proyek agar selesai tepat waktu, penjadwalan juga perlu memperhatikan aspek alokasi dan perataan sumber daya. Dikarenakan pada saat pelaksanaan proyek sering kali dijumpai permasalahan keterbatasan tenaga kerja. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui dan mengidentifikasi aktivitas penajadwalan berdasarkan PDM dan RPWM terhadap alokasi perataan tenaga kerja serta menganalisis perbandingan dari penerapan setiap metode pada penjadwalan sehingga didapat metode yang paling efektif. Penjadwalan pertama PDM memperoleh durasi 224 hari dengan 30 kegiatan kritis. Namun untuk lebih memperhalus perataan diperlukan proses leveling lanjutan. Direncanakan penjadwalan sumber daya terbatas pada PDM leveling yang memiliki durasi 283 hari dan 25 kegiatan kritis sedangkan penjadwalan RPWM leveling memiliki 271 hari dan 100 kegiatan kritis. Dari segi efisiensi tenaga kerja penjadwalan RPWM dan PDM memiliki hasil yang sama pada Tukang Kayu= 29%, Kepala Tukang= 17%, Mandor= 7%. Sedangkan efisiensi tenaga kerja untuk Pekerja dengan penjadwalan PDM sebesar 9% dan untuk Pekerja dengan penjadwalan RPWM sebesar 10% serta Tukang Batu= 6%.Kata Kunci: Penjadwalan, RPWM, PDM, Tenaga Kerja
PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK SEBAGAI BAHAN TAMBAH CAMPURAN ASPAL PADA PERKERASAN JALAN HRS-WC
Kantong plastik menjadi isu pembicaraan penting akhir-akhir ini di dunia pengelolaan sampah. Di Indonesia, menurut data statistik persamphan domestik Indonesia, jenis sampah plastik menduduki peringkat kedua sebesar 5.4 juta ton per tahun atau 14% dari total produksi sampah dan mengalami kenaikan rata-rata 200 ton per tahun. Berdasarkan hal tersebut, muncul sebuah pemikiran untuk menggunakan limbah plastik sebagai bahan tambah pada aspal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yaitu dengan melakukan percobaan terhadap sejumlah benda uji campuran aspal lataston lapisan aus (HRS-WC) dengan penambahan plastik LDPE dengan 6 variasi (0%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 10%). Anlisis data dilakukan dengan metode yang ada pada Spesifikasi Bina Marga tahun 2018 revisi 2, sesuai klasifikasi HRS-WC yang ada. Pengujian dilakukan dengan metode Pengujiam Marshall, Pengujiam Marshall meliputi: analisa void yang terdiri dari VMA (Void Material Aggregate), VIM (Void in the Mix) dan VFB (Void Filled with Bitumen), dan MQ (Marshall Quotient). Campuran dengan variasi plastik LDPE 8% memiliki nilai stabilitas paling tinggi diantara campuran lainnya yaitu 806,46 Kg, Flow 2,97 mm, VIM 4,03%, VMA 17,28%, VFB 80,66%, dan MQ 273,23 (Kg/mm)