Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura
Not a member yet
    919 research outputs found

    IDENTIFIKASI LOKASI PINTU AIR DESA RASAU JAYA DUA KECAMATAN RASAU JAYA

    No full text
    Desa Rasau Jaya Dua diperuntukkan sebagai kawasan swasembada pangan terutama pada jeniss tanah rawa dengan lahan berupa pasang surut. Lahan pasang surut secara geografis pengairannya tingkat tingkat pasang surut air sungai. Pemerintah melakukan berbagai upaya dalam penyediaan sarana penunjang jaringan irigasi berupa pintu air, akan tetapi pintu air yang telah dibangun sudah banyak mengalami kerusakan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pintu air di Desa Rasau Jaya Dua Kecamatan Rasau Jaya. Penelitian berfokus dalam pendekatan dan metode deskriptif yang interpretasikan secara kualitatif. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan luaran berupa digitasi peta. Penelitian ini menghasilkan peta sebaran pintu air di Desa Rasau Jaya Dua dengan jumlah 60 titik koordinat tersebar di Jalan Sekunder C, Jalan Pahlawan, dan Jalan Tepian Kapuas. Dalam penelitian ini, lokasi pintu air di Desa Rasau Jaya Dua diklasifikasikan menjadi 3 area yakni I, II, dan II dengan jenis saluran primer, sekunder, dan tersier

    Identifikasi Kondisi Jalur Pedestrian di Kawasan Pasar Sungai Durian, Kecamatan Sintang

    Full text link
    Kawasan Pasar Sungai Durian termasuk ke dalam kawasan perdagangan dan jasa yang berada di Kecamatan Sintang, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu. Aktivitas perdagangan dan jasa yang semakin meningkat serta bertambahnya penduduk yang tidak diimbangi dengan peningkatan sarana dan prasarana menyebabkan kawasan pasar berubah menjadi kumuh. Kondisi kekumuhan ini pada akhirnya memerlukan penataan kawasan yang dalam hal ini dapat diwujudkan melalui pembangunan jalur pedestrian. Jalur pedestrian di Kawasan Pasar Sungai Durian dalam penggunaannya terdapat ketidaksesuaian fungsi jalur seperti penggunaan jalur untuk berjualan dan memarkirkan kendaraan. Ketidaksesuaian ini pada akhirnya menimbulkan pertanyaan, seberapa ramah jalur ini untuk dapat dilalui dengan berjalan kaki sehingga dilakukan penelitian menggunakan metode observasi lapangan untuk melihat kondisi eksisting. Hasil dari penelitian ini yaitu telah terdapat jalur pedestrian yang sudah terintegrasi dengan jalur pemandu bagi disabilitas; terdapat berbagai fasilitas pendukung berupa lampu penerangan, tempat sampah pilah, bangku yang dilengkapi dengan tanaman, pagar pengaman yang membatasi aktivitas pejalan kaki dengan kendaraan, marka, hidran, serta foodstall bagi Pedagang Kaki Lima yang tersebar di sepanjang jalur; tidak terdapat fasilitas penyeberangan. Secara keseluruhan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa  kondisi eksisting jalur pedestrian sudah cukup baik dan memudahkan pejalan kaki karena aksesibilitas dan fasilitasnya yang baik, meskipun masih terdapat konflik dan kendala tidak memberikan pengaruh yang besar dalam penggunaan jalur pedestrian

    KAJIAN PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT DALAM PENINGKATAN PRODUKSI PADA PENAMBANGAN BATU GRANIT DI PT. STRADA MULTIPERKASA KECAMATAN SAJINGAN BESAR KABUPATEN SAMBAS KALIMANTAN BARAT

    Full text link
    PT. Strada Multiperkasa adalah perusahaan swasta nasional bergerak di bidang jasa konstruksi/kontraktor dan produksi batu pecah/split, PT. Strada Multiperkasa tidak dapat memenuhi jumlah produksi yang ditargetkan. Produksi aktual terdapat di PT. Strada Multiperkasa hanya mencapai 250 LCM/hari atau 7.000 LCM/bulan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkati produktivitas dan efisiensi dari alat gali-muat dan alat angkut berdasarkan parameter waktu kerja efektif, waktu edar, jumlah pass, serta efisiensi kerja. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa produktivitas alat mekanis dipengaruhi oleh beberapa faktor-faktor yang menjadi acuan dalam penelitian yaitu waktu kerja efektif, waktu edar, jumlah pass serta efesiensi kerja berdasarkan data aktual dari excavator dan dump truck adalah sebesar 5,12 jam dan 5,25 jam dengan efisiensi kerja sebesar 73,14% dan 75%. Tingkat waktu edar aktual excavator adalah 14,04 detik sedangkan waktu edar aktual dump truck adalah 385,26 detik. Jumlah Pass rata-rata aktual yang dilakukan oleh excavator ketika menumpahkan material ke dump truck adalah sebanyak 6 kali. Berdasarkan hasil analisis produktivitas alat menggunakan 6 skenario,skenario terbaik yang dapat diterapkan PT. Strada Multiperkasa adalah skenario 4 dapat meningkatkan produktivitas alat mekanis menjadi 23.433 LCM/bulan

    PERENCANAAN STRUKTUR BAJA GEDUNG 8 LANTAI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

    Full text link
    ABSTRAKGedung 8 lantai Universitas Muhammadiyah Pontianak direncanakan menggunakan struktur baja dimana struktur asli gedung ini adalah struktur beton bertulang. Perencanaan ini dilakukan dengan menggunakan standar terbaru dengan metode Load and Resisance Factor Design (LRFD). Sistem struktur yang digunakan yaitu sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK) dengan desain struktur strong coloumn weak beam (SCWB). Dimensi struktur yang diperoleh dari perencanaan pendahuluan adalah pelat lantai setebal 100 mm, dimensi balok induk terdiri dari WF340 250 9 14, WF350 300 20 25, WF300 175 12 14, dan WF500 300 12 25, dimensi balok anak WF300 150 6,5 9, dimensi kolom gravitasi HC418 402 15 30 dan dimensi kolom SRPMK  HC448 422 35 45. Program analisis struktur digunakan untuk menghasilkan gaya dalam pada struktur balok, kolom dan sambungan dimana sambungan balok kolom direncanakan sebagai sambungan momen penampang balok tereduksi (PBR) dan shear tab connection sedangkan sambungan balok anak ke balok induk direncanakan sebagai sambungan geser all-bolted double-angle connection. Secara keseluruhan desain struktur bangunan baja gedung Universitas Muhammadiyah Pontianak memenuhi persyaratan sesuai standar yang digunakan berdasarkan pemeriksaan perilaku struktur dan kapasitas desain struktur.Kata Kunci: load and resistance factor design, sambungan, SRPMK, strong column weak beam, struktur baja.ABSTRACTThe 8-storey building of Muhammadiyah Pontianak of University is planned using steel structure where the original structure of this building is reinforced concrete structure. This planning is carried out using the latest standards with the Load and Resisance Factor Design (LRFD) method. The structural system used is a special moment bearing frame system (SMBFS) with a strong coloumn weak beam (SCWB) structural design. The structural dimensions obtained from preliminary planning are 100 mm thick floor slab, beams dimensions consisting of WF340×250×9×14, WF350×300×20×25, WF300×175×12×14, and WF500×300×12×25, secondary beam dimensions WF300×150×6.5×9, gravity column dimensions HC418×402×15×30 and SMBFS column dimensions HC448×422×35×45. The structural analysis program is used to generate internal forces in the beam, column and connection structures where the beam-column connection is planned as a reduced beam cross-section moment connection (PBR) and shear tab connection while the secondary beam to beams connection is planned as an all-bolted double-angle shear connection. Overall, the structural design of the steel building of Universitas Muhammadiyah Pontianak meets the requirements according to the standards used based on the examination of structural behavior and structural design capacity.Keywords: connection, load and resistance factor design, SMBFS, steel structure, strong column weak beam

    STUDI PENGARUH PENGGUNAAN PELICAN CROSSING TERHADAP PANJANG ANTRIAN KENDARAAN (STUDI KASUS JALAN GAJAH MADA PONTIANAK, KALIMANTAN BARAT)

    Full text link
    ABSTRAKJalan Gajah Mada merupakan salah satu jalan terpadat di Kota Pontianak dan merupakan jalan dengan tata guna lahan di sekitar kawasan perhotelan, komersial dan fasilitas umum lainnya. Selain itu terdapat fasilitas penyeberangan orang seperti zebra cross dan pelican crossing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari pemodelan tundaan dan panjang antrian pada jalur kendaraan menggunakan analisis regresi linier dan mengetahui pengaruh dari pelican crossing berdasarkan hasil pemodelan. Pengambilan data penelitian ini dilakukan secara observasi langsung ke lokasi penelitian. Data penelitian yang diambil merupakan data primer berupa survei jumlah penyeberang, survei jumlah kendaraan terhenti, tertunda, dan panjang antrian kendaraan. Lokasi penelitian ini berada di Jalan Gajah Mada, Kota Pontianak, Kalimatan Barat.Berdasarkan Analisis dan pembahasan, model yang mewakili perbandingan panjang antrian (Y) dengan jumlah kendaraan terhenti (X1) adalah Y = 2,24 + 2,86X1 dan panjang antrian (Y) dengan jumlah penyeberangan (X2) adalah Y = 6,43 + 0,21X2. Untuk model yang mewakili perbandingan hubungan antara tundaan (Y) dengan variabel bebas yang sama adalah Y = 1,80 + 0,11X1 dan Y = 2,07 - 0,01X2. Panjang antrian maksimum sebesar 22,3 meter dengan tundaan maksimum sebesar 7,78 detik.Jalan Gajah Mada merupakan salah satu jalan terpadat di Kota Pontianak dan merupakan jalan dengan tata guna lahan di sekitar kawasan perhotelan, komersial dan fasilitas umum lainnya. Selain itu terdapat fasilitas penyeberangan orang seperti zebra cross dan pelican crossing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari pemodelan tundaan dan panjang antrian pada jalur kendaraan menggunakan analisis regresi linier dan mengetahui pengaruh dari pelican crossing berdasarkan hasil pemodelan. Pengambilan data penelitian ini dilakukan secara observasi langsung ke lokasi penelitian. Data penelitian yang diambil merupakan data primer berupa survei jumlah penyeberang, survei jumlah kendaraan terhenti, tertunda, dan panjang antrian kendaraan. Lokasi penelitian ini berada di Jalan Gajah Mada, Kota Pontianak, Kalimatan Barat.Berdasarkan Analisis dan pembahasan, model yang mewakili perbandingan panjang antrian (Y) dengan jumlah kendaraan terhenti (X1) adalah Y = 2,24 + 2,86X1 dan panjang antrian (Y) dengan jumlah penyeberangan (X2) adalah Y = 6,43 + 0,21X2. Untuk model yang mewakili perbandingan hubungan antara tundaan (Y) dengan variabel bebas yang sama adalah Y = 1,80 + 0,11X1 dan Y = 2,07 - 0,01X2. Panjang antrian maksimum sebesar 22,3 meter dengan tundaan maksimum sebesar 7,78 detik

    PERHITUNGAN STRUKTUR BETON BERTULANG GEDUNG 6 LANTAI (KANTOR KESYAHBANDARAN DAN OTORITAS PONTIANAK)

    Full text link
    ABSTRAK Gedung Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pontianak merupakan salah satu sarana untuk mendapatkan pelayanan berkualitas, yang merupakan lembaga pelayanan lalu lintas dan keselamatan pelayaran di perairan Pelabuhan. Gedung beralamat di Jalan Rahadi Usman, Tengah, KecamatanPontianak kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Gedung 6 lantai dengan struktur beton bertulang, dimana gedung pelabuhan wajib memiliki kekuatan terhadap beban luar yang memiliki potensi mengakibatkan kegagalan pada struktur. Adapun beban yang sering diabaikan dalam menghitung struktur gedung di Pontianak adalah beban gempa. Hal tersebut dapat terlihat diperaturan terbaru yang menunjukkan Kota Pontianak termasuk zona gempa ringan. Perhitungan ulang struktur pada gedung memperhitungkan beban gempa dimana struktur direncanakan dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan dibatasi hanya untuk perencanaan struktur atas bangunan (pelat lantai, balok, kolom) serta struktur bawah bangunan (fondasi). Analisis struktur dilakukan dengan bantuan program analisis struktur dengan dimensi struktur yang digunakan pelat lantai dengan tebal 100 mm, balok induk 350/600 mm, dan 300/500 mm, serta kolom K1 500×500 mm dengan menggunakan fondasi tiang pancang dengan spun pile berdiameter 30 cm dan kedalaman 38 m. Kategori desain seismik untuk gedung ini termasuk dalam KDS C sehingga hasil penelitian ini, sistem struktur pemikul gaya seismik yang digunakan adalah Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Kata Kunci: Analisis struktur, Gedung Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pontianak, Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah

    PENGGUNAAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM ANALISIS PERUBAHAN KOEFISIEN PENGALIRAN DAS MELAWI

    Full text link
    Alih fungsi lahan mengakibatkan perubahan pada karakteristik dan dinamika daerah aliran sungai yang berpengaruh pada kemampuan infiltrasi tanah. Air hujan yang tidak terserap tanah menyebabkan aliran dipermukaan. Koefisien pengaliran menjadi salah satu indikator kerusakan suatu DAS sehingga dilakukan penelitian ini untuk menghitung koefisien pengaliran di DAS Melawi dan perubahannya pada rentang tahun 2000 ke 2011 dan 2011 ke 2020. Analisis koefisien pengaliran dilakukan dengan metode Hassing dan Cook, kedua metode tersebut diband ingkan dengan koefisien pengaliran menurut Kodoatie dan Syarif untuk menentukan metode yang tepat diterapkan di DAS Melawi. Pengolahan data dilakukan dengan sistem informasi geografis (SIG) untuk mengetahui luasan sebaran koefisien pengaliran di DAS Melawi. Hasil penelitian menunjukan koefisien pengaliran metode Hassing tahun 2000, 2011 dan 2020 masing-masing sebesar 0,3224; 0,3225 dan 0,3245, diikuti metode Cook sebesar 0,4989; 0,5003 dan 0,5024. Diantara kedua metode tersebut yang paling mendekati dengan metode berdasarkan penutup lahan adalah metode Hassing dengan perbedaan rata-rata 127%. Dari perhitungan koefisien pengaliran menghasilkan nilai yang tidak tinggi namum selalu mengalami peningkatan yang dapat menjadi indikasi menurunnya kualitas dari DAS Melawi. Persentase wilayah sangat rawan banjir pada DAS Melawi meningkat seiring naiknya nilai koefisien pengaliran pada tahun 2011 yaitu dari 14,35% menjadi 15,35% dan kembali meningkat pada tahun 2020 dengan persentase sebesar 15,64%

    EVALUASI RENCANA JALUR SATU ARAH DAN U-TURN PADA RUAS JALAN PARALEL SUNGAI RAYA MENGGUNAKAN VISSIM

    Full text link
    Pembangunan jalur baru di Jalan Paralel Sungai Raya dibuat agar tidak terjadi kemacetan, namun dikarenakan meningkatnya jumlah volume kendaraan yang melintas akibat pertumbuhan penduduk maka diperkirakan bahwa kedepannya jalan ini akan memiliki arus lalu lintas yang padat. Sehingga, diperlukan usulan kepada pemerintah untuk menjadikan Jalan Paralel Sungai Raya dan Jalan Sungai Raya Dalam menjadi jalan satu arah agar lebih teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja jalan dari dua arah menjadi satu arah dan kondisi ideal geometrik bukaan median serta jarak antar u-turn serta memberi alternatif untuk u-turn mana saja yang harus ditinggalkan dan dirobohkan. Analisis perhitungan dilakukan berdasarkan MKJI 1997 dan VISSIM. Analisis kinerja dilakukan pada kondisi eksisting (dua arah), kondisi satu arah, dan masa proyeksi 5 tahun. Diperoleh hasil analisis kinerja untuk kondisi dua arah berupa DS = 0,54 dengan LOS C, kondisi satu arah dengan DS = 0,36 dengan LOS B, kondisi dua arah (2027) diperoleh DS = 0,80 dengan LOS D, dan terakhir pada kondisi satu arah (2027) dengan DS = 0,53 dengan LOS C. Evaluasi kondisi ideal geometrik u-turn masih banyak u-turn yang belum memenuhi standar ketentuan yang ada. Alternatif u-turn yang tidak dirobohkan terdapat 8 buah u-turn yaitu UT3, UT6, UT8, UT9, UT11, UT14, UT16, dan UT20. Hasil perbandingan kecepatan kendaraan rata-rata menggunakan software VISSIM pada kondisi eksisting (2022) dari dua arah menjadi satu arah didapat peningkatan terbesar pada pos 2 yaitu dari 25,45 km/jam menjadi 26,58 km/jam dengan tingkat pelayanan yaitu LOS C pada masing-masing kondisi.Kata Kunci : Kinerja Lalu Lintas, MKJI 1997, U-Turn, VISSIM

    ALTERNATIF PENANGGULANGAN ABRASI DILIHAT DARI KARAKTERISTIK GELOMBANG DI DUSUN LUAR PAGAR MENTIMUN KECAMATAN KENDAWANGAN KABUPATEN KETAPANG

    Full text link
    ABSTRAKDusun Luar Pagar Mentimun merupakan Dusun daerah pesisir yang berada di Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang yang merupakn lintas aksen jalan Provensi yang mengalami abrasi di tepian jalan sehingga berdampak terhadap putusnya akses jalan. Tujuan penelitian untuk mengetahui proses terjadinya rambatan gelombang terhadap perubahan garis pantai dari tahun 2012 sampai 2021 serta mengetahui alternatif penanggulangan abrasi.  Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berupa data primer dan sekunder. Perhitungan data angin menggunakan metode SPM 1984. Peramalan gelombang menggunakan metode SMB dengan pendekatan metode hindcasting. Pengolahan data batimetri, garis pantai dan alternatif penanggulangan abrasi menggunakan software ArcGis. Pemodelan rambatan gelombang dan perubanan garis pantai menggunakan software CEDAS. Hasil penelitian menunjukan arah datang gelombang dari arah barat (W) dengan sudut 10,56° yang mengalami pembelokan gelombang sehingga terjadi refraksi menjadi sudut -52,79° pada kedalaman -4,16 m dengan tinggi gelombang signifikan 0,82 m dan priode gelombang 5,66 detik. Hasil pemodelan menunjukan abrasi dan akresi sepanjang 1.045,00 m, lebar rata-rata 70,17 m dan luas 20.638,00 m² dengan perubahan garis pantai pertahun 2.063,80 m². Hasil usulan yaitu bangunan pantai revetmen dengan kontruksi yang terbuat dari tumpukan balok beton yang di kombinasikan dengan timbunan tanah di belakang kontruksi sepanjang 485,00 m, lebar rata-rata 50,95 m dan luas keseluruhan 22.179,00 m².               Kata kunci: alternatif penanggulangan abrasi, ArcGis, CEDAS, karakteristik gelombang, perubahan garis pantai ABSTRACT Dusun Luar Pagar Mentimun is a coastal hamlet located in Kendawangan District, Ketapang Regency which is a cross accent of the Provensi road which is experiencing abrasion on the edge of the road so that it has an impact on the disconnection of road access. The purpose of the study was to determine the process of wave propagation to changes in the coastline from 2012 to 2021 and to determine alternatives to abrasion prevention.  The research method uses a quantitative approach in the form of primary and secondary data. Wind data calculation uses the 1984 SPM method. Wave forecasting uses the SMB method with the hindcasting method approach. Processing of bathymetry data, shoreline and abrasion mitigation alternatives using ArcGis software. Modeling of wave propagation and shoreline changes using CEDAS software. The results showed the direction of incoming waves from the west (W) with an angle of 10.56 ° which experienced wave deflection resulting in refraction to an angle of -52.79 ° at a depth of -4.16 m with a significant wave height of 0.82 m and a wave period of 5.66 seconds. Modeling results show abrasion and accretion along 1,045.00 m, an average width of 70.17 m and an area of 20,638.00 m² with annual shoreline changes of 2,063.80 m². The result of the proposal is a revetment beach building with a construction made of concrete block piles combined with soil fill behind the 485.00 m long construction, an average width of 50.95 m and a total area of 22,179.00 m².                Keywords: alternative abrasion countermeasures, ArcGis, CEDAS, wave characteristics, shoreline change

    Analisis Kesiapan Lokasi Kabupaten Sintang Sebagai Calon Ibu Kota Provinsi Kapuas Raya

    Full text link
    Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah mengajukan pembentukan wilayah baru di bagian timur yang disebut Provinsi Kapuas Raya. Kapuas Raya merupakan hasil penggabungan 5 kabupaten di wilayah timur, dan di antara 5 kabupaten tersebut yang dicalonkan sebagai ibu kota Provinsi Kapuas Raya yaitu Kabupaten Sintang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kesiapan lokasi Kabupaten Sintang. Pendekatan yangㅤdigunakan dalamㅤpenelitianㅤini yaituㅤdeskriptifㅤkuantitatif. Hasil penelitian terkait kesiapan lokasi Kabupaten Sintang menunjukkan bahwa wilayah ini sangat potensial. Hal tersebut ditinjau dari posisi geografisnya yang berada di sentral administrasi wilayahㅤtimur ProvinsiㅤKalimantan Barat, dan secara umum wilayah Kabupaten Sintang merupakan dataran rendah serta memiliki wilayah perbatasan dengan negara lain. Selain itu, Sintang memiliki luas wilayah yang sangat potensial untuk pembangunan sebagai ibu kota, dimana luas wilayah yang dimiliki melebihi dari luas wilayah ideal suatu calon lokasi ibu kota. Luas wilayah tersebut juga didukung dengan luas lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan yang dapat dilihat berdasarkan luas kawasan budidaya. Kabupaten Sintang memiliki luas kawasan budidaya yang melebihi dari parameter paling ideal untuk luasan kawasan budidaya. Jarak antara kabupaten lain dan Kabupaten Sintang juga tidak terlalu jauh, sehingga rentang kendali pemerintahan tidak terlampau jauh. Kabupaten Sintang memperoleh persentase kesiapan aspek lokasi sebesar 96 persen

    745

    full texts

    919

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇