Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura
Not a member yet
919 research outputs found
Sort by
EVALUASI GEOMETRI JALAN ANGKUT TAMBANG BERDASARKAN STANDAR AASHTO PADA PENAMBANGAN BATU GRANIT PT. HANSINDO MINERAL PERSADA KABUPATEN MEMPAWAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Permasalahan terkait geometri jalan angkut yang dihadapi PT. Hansindo Mineral Persada adalah lebar jalan yang sempit yang hanya dapat dilalui oleh 1 dumptruck, kemiringan jalan (grade) yang curam pada beberapa lokasi dan kemiringan melintang jalan (cross slope) yang diduga juga tidak memenuhi standar pada beberapa titik. Terkait dengan permasalahan tersebut maka tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi geometri jalan angkut tambang dengan menggunakan standar AASHTO. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif kuantitatif. Data primer (lebar jalan, kemiringan jalan (grade), jari-jari tikungan dan cross slope) dan data sekunder (peta topografi dan spesifikasi alat angkut). Data tersebut diolah untuk memperoleh data aktual geometri jalan dengan menggunakan bantuan software autocad. Tahapan selanjutnya adalah mengevaluasi geometri jalan aktual dengan melakukan perbandingan terhadap standar AASHTO. Hasil analisis data yang dilakukan, didapat lebar jalan lurus 7,215 – 9,245m dan lebar jalan tikungan 8,065 – 9,791m dan secara keseluruhan sudah memenuhi standar, kemiringan jalan (grade) 0,68% - 18% dan terdapat beberapa titik yang melebihi standar, jari-jari tikungan berkisar 0,06 – 37,62 m, superelevasi berkisar -6,6% - 22,4% dan ada beberapa titik yang melebihi standar, cross slope BA berkisar -13,4% - 13,9% dan cross slope BC berkisar -5,4% - 14,6% dan sebagian besar masih belum memenuhi standar
EVALUASI SIMPANG TIGA TAK BERSINYAL PADA SIMPANG JL. REFORMASI - JL. SEPAKAT 2 DAN SIMPANG JL. SEPAKAT 2 - JL. PADAT KARYA MENGGUNAKAN MKJI 1997 DAN SOFTWARE VISSIM STUDENT VERSION 2022 SP 09
Pada penelitian ini, dilakukan evaluasi simpang dan simulasi menggunakan MKJI 1997 dan software VISSIM yangbertujuan untuk mengetahui kinerja simpang kondisi eksisting, kondisi proyeksi 5 tahun, membandingkan kinerjasimpang menggunakan MKJI 1997 dan software VISSIM, serta memberikan solusi untuk meningkatkan kinerjasimpang. Penelitian ini berlokasi pada simpang Jl. Reformasi – Jl. Sepakat 2 dan simpang Jl. Sepakat 2 – Jl. PadatKarya. Hasil evaluasi alternatif perbaikan simpang dengan software VISSIM yaitu sebagai berikut: Direncanakanalternatif I yaitu perencanaan jalan satu arah (one way) dengan jembatan, diperoleh tundaan simpang Jl. Reformasi– Jl. Sepakat 2 = 11,650 detik, simpang Jl. Reformasi - Jl. Paralel Sepakat 2 = 2,600 detik, simpang Jl. Sepakat 2- Jl. Padat Karya = 5,290 detik, dan simpang Gg. Amali - Jl. Paralel Sepakat 2 = 7,400 detik. Direncanakanalternatif II yaitu perencanaan jalan satu arah (one way) tanpa jembatan, diperoleh tundaan ruas Jl. Sepakat 2 =2,550 detik, simpang Jl. Reformasi - Jl. Paralel Sepakat 2 = 1,340 detik, simpang Jl. Sepakat 2 - Jl. Padat Karya =0,740 detik, dan simpang Gg. Amali - Jl. Paralel Sepakat 2 = 11,110 detik. Berdasarkan hasil evaluasi alternatifperbaikan, direkomendasikan alternatif II karena memiliki hasil yang lebih baik daripada alternatif I.Kata Kunci: Kinerja, Simpang, VISSIMABSTRACTIn this study, an intersection evaluation and simulation were carried out using MKJI 1997 and VISSIM softwarewhich aims to determine the performance of the intersection in existing conditions, 5-year projected conditions,compare the performance of the intersection using MKJI 1997 and VISSIM software, and provide solutions toimprove performance intersection. This research is located at the intersection of Jl. Reformasi – Jl. Sepakat 2 andintersection of Jl. Sepakat 2 – Jl. Padat Karya. The results of alternative intersection repair with the VISSIMsoftware, which are as follows: Planned alternative I, namely planning a one-way road with a bridge, obtained adelay at the intersection of Jl. Reformasi – Jl. Sepakat 2 = 11.650 seconds, Jl. Reformasi - Jl. Paralel Sepakat 2= 2,600 seconds, intersection Jl. Sepakat 2 - Jl. Padat Karya = 5.290 seconds, and the Gg. Amali - Jl. ParalelSepakat 2 = 7,400 seconds. Alternative II is planned, namely planning a one-way road without a bridge, a delayis obtained on the Jl. Sepakat 2 = 2.550 seconds, Jl. Reformasi - Jl. Paralel Sepakat 2 = 1.340 seconds, intersectionJl. Sepakat 2 - Jl. Padat Karya = 0.740 seconds, and the intersection of Gg. Amali - Jl. Paralel Sepakat 2 = 11.110seconds. Based on the results of the evaluation of alternatives, it is recommended that alternative II because hasbetter results than alternative I.Keywords: Performance, Intersection, VISSI
Kajian Identifikasi Tingkat Kekumuhan Dusun Brahima Desa Wajok Hulu Kecamatan Jongkat
Fenomena permukiman kumuh terjadi tidak hanya di wilayah perkotaanㅤsaja, beberapa kawasan pedesaan di Indonesia masih ditemukan kawasan kumuh. Pertumbuhan penduduk yang terus ada serta kondisi sarana prasarana permukiman yang kurang memenuhi persyaratan teknis merupakan salah satu penyebab terbentuknya permukiman kumuh karena adanya penurunan kualitas lingkungan hunian. Dusun Brahima merupakan salah satu Dusun di Desa Wajok Hulu dimana lokasi ini ditetapkan sebagai wilayah prioritas pengembangan sanitasi terkait persampahan, drainase dan air limbah karena desa ini termasuk dalam wilayah dengan tingkat resiko cukup tinggi. Identifikasi kondisi awal terkait kumuh menjadi hal yang perlu sebagai bentuk pencegahan dini akan terbentuknya permukiman kumuh baru. Tujuan penelitianㅤini untuk mengidentifikasi kondisi kekumuhan dan mengukur klasifikasi tingkat kekumuhan di Dusun Brahima Desa Wajok Hulu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian iniㅤadalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisisㅤdeskriptif dan kuantitatif (pembobotan). Penelitian ini menghasilkan identifikasi kekumuhan dan kemudian masuk berdasarkan klasifikasi tingkat kekumuhanㅤyaitu bukan kawasan kumuh, kawasan kumuh ringan, kawasanㅤkumuh sedang dan kawasan kumuh berat. Hasil analisis yang diukur dari 7 (tujuh) indikator kekumuhan, lokasi penelitian masuk pada kawasan kumuh ringan dan legalitas lahan legal serta pertimbangan lain tinggi dengan pendekatan penanganan yaitu pemugaran.Kata Kunci: Permukiman, Tingkat Kekumuhan, Dusun Brahim
PENENTUAN JENIS TANAMAN YANG SESUAI UNTUK LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN MEMPAWAH BERDASARKAN INDEKS POTENSI LAHAN
Pertanian memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan pangan dan menggerakkan ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kesesuaian lahan di Kabupaten Mempawah berdasarkan indeks potensi lahan dan menentukan tingkat kesesuaian lahan terhadap jenis tanaman pangan yang potensial di setiap Kecamatan. Metode yang digunakan yaitu melakukan analisis overlay dengan bantuan aplikasi GIS untuk menghasilkan peta potensi lahan berdasarkan harkat indeks potensi lahan yang didapat. Kemudian analisis kesesuaian lahan untuk mengetahui kesesuaian lahan untuk tanaman pangan khususnya tanaman padi, jagung, kedelai dan kacang tanah. Berdasarkan indeks potensi lahan, daerah Kabupaten Mempawah didominasi oleh IPL dengan kategori sedang yang berarti dapat digunakan untuk segala usaha pertanian khususnya pada daerah kec. Toho, Anjungan, dan Mempawah Timur. Berdasarkan hasil lab uji tanah Kabupaten Mempawah, analisis kesesuaian lahan menunjukkan Kecamatan yang sangat sesuai (kategori S1) untuk tanaman padi adalah Kec. Siantan dan Mempawah Hilir. Kecamatan yang cukup sesuai (kategori S2) untuk tanaman jagung dan kedelai adalah Kec. Anjungan, Siantan, Segedong, Sungai Pinyuh, Mempawah Hilir, Mempawah Timur, dan Sungai Kunyit. Kecamatan yang sangat sesuai (kategori S1) untuk tanaman kacang tanah adalah Kec. Siantan dan Mempawah Hilir.Kata Kunci: indeks potensi lahan, kesesuaian lahan, pertanian kabupaten mempawa
ANALISIS KINERJA SIMPANG EMPAT TAK BERSINYAL (STUDI KASUS : PERSIMPANGAN JALAN SOMPAK-JALAN BENGKAYANG-JALAN PONTIANAK-JALAN KAMPUNG BARU, DI KECAMATAN MEMPAWAH HULU KABUPATEN LANDAK DENGAN METODE MKJI 1997)
Persimpangan Empat tak bersinyal di simpang Jalan Sompak – Jalan Bengkayang – Jalan Pontianak, Jalan Kampung Baru di kecamatan Mempawah Hulu kabupaten Landak ini merupakan persimpangan empat lengan yang tak bersinyal dimana pada Jalan ini setiap harinya dilewati berbagai macam kendaraan baik bermotor maupun tidak bermotor seperti sepeda, sepeda motor, angkutan umum pedesaan dan mobil pribadi. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisa kinerja simpang untuk kondisi saat ini. Memproyeksi/prediksi arus lalu` lintas yang melewati simpang pada 5 dan 10 tahun mendatang. Setelah dilakukan analisis menggunakan metode pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 memperlihatkan bahwa kinerja simpang masih dalam kondisi baik dengan derajat kejenuhan (DS) kurang dari 0,85 untuk arus lalu lintas sebanyak 3,083 smp/jam. Pada proyeksi tahun (2022) DSnya sebanyak 0,06 untuk tahun (2027) sebanyak 0,18 dan pada tahun (2032) DSnya sebanyak 0,71, Pada persimpangan Jalan Sompak – Jalan Bengkayang - Jalan Pontianak - Jalan Kampung Baru perlu Penambahan rambu arus lalu lintas seperti rambu rambu penunjuk arah di simpang Jalan Sompak–Jalan Bengkayang-Jalan Pontianak-Jalan Kampung Baru serta, Perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut terhadap kinerja simpang dengan menggunakan metode yang lain.Kata kunci : Derajat kejenuhan (DS), Kapasitas (C), Kinerja simpang dengan menggunakan metode MKJI 1997, Peluang antrian dan tingkat pelayanan (LOS), Tundaan (D)
Kajian aspek hidrolika pertemuan sungai kapuas dan sungai silat menggunakan metode Hec-Ras
Sungai Silat merupakan anak Sungai dari Sungai Kapuas dimana titik pertemuan antara Sungai Kapuas dan Sungai Silat berada di Kecamatan Silat Hilir. Dengan adanya pertemuan Sungai tersebut menyebabkan perbedaan karakteristik aliran, karena aliran sungai pada titik pertemuan mempunyai pola aliran yang berbeda denga aliran yang lurus. Selain itu, adanya pertemuan sungai mempunyai indikasi bahwa penampang sungai di area tersebut akan mengalami pelearan dari tahun ke tahun. Hal tersebut menyebabkan perlu dilakukan kajian dari aspek hidrolika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik aliran pertemuan Sungai Silat dan Sungai Kapuas seta mengetahui debit banjir rencana Sungai Silat. Metode dalam analisis hodrolika menggunakan software Hec-ras 5.0.7 dengan skenario unsteady flow. Untuk boundary cindition menggunakan debit sesaat dan kemiringan saluran pada sungai Kapuas sedangkan Sungai Silat menggunakan flow hydrograph hasil analisis menggunakan metode HSS Nakayasu. Hasil analisis menggunakan software Hec-ras bahwa Sungai Kapuas dan Sungai Silat mempunyai aliran yang sub-kritis dengan nilai froude kurang dari 1. Hasil analisis debit banjir menggunakan metode melchior sebesar 502.5 m3/s periode 2 tahun; 662,7 m3/s periode 5 tahun; 768,8 m3/s periode 10 tahun; 869,27 m3/s periode 20 tahun; 1002,3 m3/s periode 50 tahun; 1101.1 periode 100 tahun
EVALUASI KINERJA PENERAPAN ZONA SELAMAT SEKOLAH (ZOSS) PADA RUAS JALAN NASIONAL BATAS KOTA SINGKAWANG – SUNGAI DURI
Zona Selamat Sekolah (ZoSS) menjadi salah satu faktor penting dalam keselamatan, kenyamanan serta ketertiban bagi pengguna jalan, baik untuk anak sekolah, guru, ataupun masyarakat. Terutama pada sekolah yang berada di pinggir jalan luar kota seperti di Jalan Batas Kota Singkawang – Sungai Duri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fasilitas perlengkapan jalan, menganalisis karakteristik jalan, mengevaluasi kecepatan kendaraan, menganalisis perilaku pengguna jalan, mengevaluasi efektivitas ZoSS dan mengetahui sejauh mana pemahaman pengguna jalan terhadap ZoSS. Metode penelitian berdasarkan pada MKJI, 1997 dan metode statistik distribusi normal (uji Z) berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat No.SK 3236/AJ 403/DRJD/2006. Dengan menganalisis kondisi fasilitas perlengkapan jalan, analisis karakteristik jalan, analisis kecepatan kendaraan, analisis perilaku pengguna jalan, analisis efektivitas ZoSS dan analisis pemahaman pengguna jalan. Sehingga diperoleh, penerapan ZoSS di kedua lokasi penelitian memiliki fasilitas pelengkapan jalan dengan kondisi yang cukup baik namun belum lengkap dan belum sesuai standar, tingkat pelayanan jalan adalah A, kecepatan rata – rata kendaraan melebihi batas izin kecepatan yaitu 30km/jam, perilaku pengguna jalan “belum selamat”, ZoSS tergolong tidak efektif berdasarkan kecepatan kendaraan dan perilaku penyeberang dengan persentase efektivitas <25% dan kurang efektif berdasarkan perilaku pengantar dengan dengan persentase efektivitas <50% serta pengguna jalan sudah memiliki pemahaman yang baik terhadap ZoSS dan penerapannya.Kata Kunci : Zona Selamat Sekolah, ZoSS, Jalan Nasional, Jalan Batas Kota Singkawang – Sungai Duri
KONSEP PENYEDIAAN AIR BERSIH DALAM MENANGANI KEKERINGAN DI KECAMATAN SUNGAI KAKAP
Kecamatan Sungai Kakap merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Laut Natuna, sehingga membuat air sungai disana rentan terhadap intrusi air laut. Oleh karena itu, air hujan menjadi kebutuhan pokok air bersih warga disana. Desa Sungai Kakap dan Desa Sungai Itik adalah lokasi yang dikaji dan merupakan dua dari sembilan desa di Kecamatan Sungai Kakap yang masuk dalam kategori wilayah potensi rawan kekeringan dengan kelas bahaya sedang. Penelitian ini menggunakan data primer yang terdiri dari sampel air hujan, survey lapangan, dokumentasi lokasi, dan wawancara, serta data sekunder berupa data curah hujan, data jumlah penduduk, dan peta wilayah. Berdasarkan hasil penelitian, kualitas sampel air hujan sudah memenuhi parameter wajib Permenkes Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum, kecuali parameter bakteri Coliform. Dari hasil analisa proyeksi, potensi curah hujan yang dapat dipanen di Kecamatan Sungai Kakap mampu memenuhi kebutuhan air bersih untuk masak dan minum bahkan hingga 10 tahun mendatang. Untuk jumlah tampungan yang optimal apabila tidak terjadi hujan/kekeringan dalam rentang mingguan, maka jumlah tampungan ideal adalah kelipatan 2 tempayan (tampungan) kapasitas 350 L. Sedangkan apabila tidak terjadi hujan/kekeringan dalam rentang bulanan, maka jumlah tampungan ideal adalah kelipatan 9 tempayan (tampungan) kapasitas 350 L. Kemudian untuk dimensi tampungan ABSAH optimum yang direncanakan adalah 10 X 3 X 2,5 m3
ANALISIS PENJADWALAN PROYEK PEMBANGUNAN BIDANG LABORATORIUM FORENSIK POLDA KALBAR
Proyek Pembangunan Bidang Laboratorium Forensik Polda Kalbar yang berlokasi di Teluk Mulus, Kubu Raya, Kalimantan Barat ini merupakan proyek multiyears yang mengalami sedikit keterlambatan dari jadwal yang sudah direncanakan. Dari data yang telah diperoleh dari proyek, durasi yang diperlukan untuk pekerjaan struktur adalah 31 minggu atau sama dengan 217 hari kerja. Akan tetapi, ada faktor di lapangan yang mempengaruhi durasi penyelesaian pekerjaan struktur pada proyek tersebut. Penjadwalan ulang menggunakan metode PDM (Presedence Diagram Method) dengan bantuan software Microsoft Project 2019. Metode PDM menggunakan diagram yang menunjukkan logika hubungan kegiatan yang kompleks diantara aktivitas-aktivitasnya. Sedangkan Microsoft Project adalah software yang memudahkan perencanaan jadwal pada suatu proyek konstruksi. Microsoft Project 2019 ini juga secara otomatis dapat mengidentifikasi kegiatan-kegiatan kritis. Kegiatan kritis adalah kegitan yang tidak boleh ditunda pelaksanaannya karena akan mempengaruhi pekerjaan lain yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut. Dari analisa menggunakan metode PDM, diperoleh durasi yang dibutuhkan untuk pekerjaan struktur adalah 217 hari kerja. Adapun item pekerjaan yang terdapat dalam kegiatan kritis adalah bekisting kolom pada pekerjaan lantai atap, pengecoran kolom pada pekerjaan lantai atap, dan pemasangan atap profil baja
MANAJEMEN RISIKO BIAYA KONSTRUKSI PADA PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN NURVIA PT. JAHRA SENTOSA ABADI)
Risiko adalah bahaya, hasil atau konsekuensi yang terjadi dalam proses yang sedang berlangsung dan memiliki dampak negatif. Proyek pembangunan perumahan Nurvia dapat dikatakan memiliki risiko yang tinggi dimana jika pihak pengembang tidak memahami ketidakpastian maka akan berdampak pada usaha pembangunan perumahan itu sendiri seperti biaya yang telah dikeluarkan terhadap konstruksi perumahan. Tujuan utama dari penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor risiko paling dominan yang berpotensi menghasilkan hasil negatif terhadap perhitungan biaya serta mengetahui bagaimana menghadapi risiko ini dengan cara mengurangi atau menghilangkan efek negatifnya. Pendekatan penelitian yang dilakukan adalah survei menggunakan kuesioner. Melalui tinjauan literatur, analisis diawali dengan identifikasi risiko, selanjutnya dilakukan uji validasi dengan membagikan kuesioner awal kepada responden terpilih yang terkait dengan lokasi proyek tersebut, setelah itu dilakukan penyeberan kuisioner tahap kedua untuk mendapatkan hasil frekuensi dan dampak, analisis risiko dilakukan dengan cara dilakukannya metode Severity Index (SI) dari hasil penyebaran kuisioner tahap kedua. Matriks Probabilitas dan dampak digunakan untuk melanjutkan analisis. Setelah itu risiko dominan ditemukan yaitu kenaikan harga material dan tidak memperhatikan biaya tidak terduga (contingencies). Setelah risiko tersebut diketahui, dilakukanlah respon risiko untuk mengurangi konsekuensi dari risiko tersebut