JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan
Not a member yet
93 research outputs found
Sort by
Pengaruh Komposisi Asam Benzoat Dan Asam Salisilat Pada Pertumbuhan dan Produksi Aflatoksin Aspergillus Flavus Pada Buah Jagung (Zea mays l.)
Kontaminasi aflatoksin pada bahan makanan dan biji-bijian merupakan masalah di seluruh dunia. Aflatoksin yang merupakan metabolit sekunder beracun yang diproduksi oleh Aspergillus flavus, bersifat karsinogen bagi hewan dan manusia, terutama sebagai penyebab kanker hati pada manusia. Pengaruh komposisi 11 campuran asam benzoat dan asam salisilat terhadap pertumbuhan dan produksi A. flavus pada jagung dilakukan dengan pengukuran pertumbuhan miselia, diameter koloni dan kandungan aflatoksin menggunakan HPLC. Hasil yang didapat menunjukan bahwa campuran asam benzoat dan asam salisiliat dengan perbandingan 1:1 (masing-masing konsentrasi asam adalah 2,5 mg/25 mL dalam air) dan waktu kontak 30 menit, dapat menghambat pertumbuhan A. flavus (9,16 mm/hari) dan produksi aflatoksin (872,88 ppb). Hasil ini dibandingkan terhadap standar fungisida (Mancozeb) dengan konsentrasi 5,0 mg/25 mL air, yang menunjukkan daya hambat yang lebih baik dengan kecepatan pertumbuhan A. flavus sebesar 8,08 mm/hari dan produksi aflatoksin sebanyak 596.22 ppb.Kata kunci : Aspergillus flavus, aflatoksin, asam salisilat, asam benzoat, jagung.
Contamination of food and feed grains by aflatoxins is a problem throughout the world. Aflatoxins, which are toxic secondary metabolites produced by Aspergillus flavus are potent carcinogens to animals and have been linked to liver cancer in humans. The influence of 11 benzoic acid and salicylic acid composition on growth and aflatoxin production of A. flavus on maize was done by observing the miselial growth through the measurement of colony diameter and the measurement of aflatoxin content using the High Performance Liquid Chromatography method. The result showed that benzoic acid and salicylic acid on the composition of 2.5:2.5 mg/25 mL of distilled water with a contact time of 30 minutes showed the best inhibitory effect on growth and aflatoxin production of A. flavus with a growth rate of 9.16 mm / day and 872.88 ppb aflatoxin content, while the positive control Mancozeb 5.0 mg/25 mL of distilled water showed a better inhibitory effect with the growth rate of 8.08 mm/day and 596.22 ppb of aflatoxin content.Keywords : Aspergillus flavus, aflatoxin, salicylic acid, benzoic acid, corn
KANDUNGAN FITOKIMIA dan UJI AKTIFITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL KULIT RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L) VARIETAS BINJAI DAN LEBAK BULUS
Telah dilakukan uji fitokimia dan aktivitas antioksidan terhadap kulit rambutan (Nephelium lappaceum L) yang merupakan tanaman buah khas Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kemampuan antioksidan dari kulit rambutan varietas Binjai dan Lebak bulus yang dinyatakan dengan nilai IC50. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut metanol. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode Penangkapan Radikal DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil.) Hasil pengujian fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kulit rambutan varietas Binjai dan Lebak bulus mengandung senyawa metabolit sekunder golongan fenolik, flavonoid, steroid, terpenoid dengan kandungan dominan golongan fenolik. Hasil pengujian antioksidan diperoleh nilai IC50 ekstrak metanol kulit rambutan varietas Binjai dan Lebak bulus berturut-turut adalah 31,722 dan 27,636 ppm yang sebanding dengan Asam askorbat dengan IC50 sebesar 30,848 ppm.
Keywords : rambutan, fenolik, antioksidan, DPPH
It has been tested phytochemical and antioxidant activity of the skin of rambutan (Nephelium lappaceum L) which is a typical Indonesian fruit crops. This study aimed to determine the antioxidant capacity of the skin of rambutan varieties Binjai and Lebak bulus represented by IC 50 values. Preparation of extracts made by maceration using methanol solvent. Antioxidant activity assay using DPPH Radical Fishing (2,2-diphenyl-1-pikrilhidrazil.) Phytochemical Test results showed that the varieties of rambutan peel extract Binjai and Lebak bulus containing secondary metabolites classes of phenolic, flavonoids, steroids, terpenoids with a dominant content of phenolic groups . The results of antioxidant testing IC 50 values obtained methanol extract rambutan skin varieties Binjai and Lebak Bulus respectively 31.722 and 27.636 ppm is comparable to ascorbic acid with IC 50 of 30.848 ppm.
Keywords :rambutan, phenolic, antioxidants, DPP
ON THE FORMULATION OF GUAGE TRANSFORMATION FOR THE GROSS-PITAEVSKII EQUATION
Pada makalah ini telah dirumuskan tranformasi-transformasi gauge untuk persamaan Gross-Pitaevskii tiga dimensi. Metode yang digunakan adalah menuliskan terlebih dahulu bentuk persamaan Gross-Pitaevskii umum dengan memperkenalkan dua fungsi baru yang merupakan medan vektor. Tujuan utama dari makalah ini adalah mendapatkan bentuk eksplisit dari setiap fungsi yang bersangkutan sehingga persamaan Gross- Pitaevskii awalnya dapat dihasilkan. Dalam hal ini telah diterapkan syarat batas bahwa semua panjang vektor yang didapat haruslah real positif meskipun semua fungsi-fungsi yang bersangkutan diperbolehkan kompleks. Hasil perhitungan yang diperoleh menunjukkan bahwa hanya terdapat dua kemungkinan transformasi yang diperbolehkan jika syarat batas tersebut diterapkan.
We have formulated the gauge transformations of the three-dimensional Gross-Pitaevskii equation. The applied method is to initially write the general Gross-Pitaevskii equation by introducing two functions constituted as vector fields. The main purpose of this paper is to obtain the explicit forms for every appropriate function in order to produce the present Gross-Pitaevskii equation. In this case, we have imposed the condition that all the lengths of each vector must be positive real even though we allow all the complex functions. The achieved results show two possibilities of the suitable transformations if the boundary condition is fixed.KeywordsGauge transformation, Gross-Pitaevskii, Bose-Einstein condensatio
Excitation States of Bose Einstein Condensate Coupled by Time-dependent Potential
Pada makalah ini telah dirumuskan tingkat-tingkat eksitasi dari persamaan Gross-Pitaevskii satu dimensi yang menggambarkan dinamika uap Bose-Einstein dengan mengganggap bahwa persamaan tersebut adalah sebuah persamaan osilator kuantum makroskopik. Dalam kasus ini, kami mengambil persamaan Gross-Pitaevskii yang tergandeng dengan fungsi bergantung waktu yang dianggap sebagai sebuah potensial eksternal. Potensial tersebut menciptakan pengaruh penguatan atau pelemahan dari perambatan pulsa di dalam serat optik nonlinear dan pengaruhnya telah diamati sebagai soliton terang atau gelap melalui hasil simulasi. Di dalam makalah ini, teori perturbasi bergantung waktu telah digunakan untuk mendapatkan tingkat-tingkat eksitasinya dan akan ditunjukkkan pula bahwa tiap-tiap tingkat tersebut mempunyai koreksi energi yang berkaitan dengan potensial eksternal yang bersangkutan. Meskipun tiap-tiap tingkat eksitasi tersebut telah didapat, persamaan differensial untuk koefisien-koefisien yang bersangkutan harus diselesaikan untuk mendapatkan gambaran lengkap dari solusi fungsi gelombang umum.
We have formulated the excitation states of one-dimensional Gross Pitaevskii equation representing the dynamics of Bose-Einstein condensate, by treating the equation as a macroscopic quantum oscillator. In this letter, we concern at the Gross-Pitaevskii equation coupled by time-dependent function as an external potential. The potential itself creates the gain or loss effect of pulse propagation in nonlinear fiber optics and its effects have been observed as a dark or a bright soliton by simulating the equation. This time, we apply the time-dependent perturbation theory to obtain the excitation states and we also show that each excitation state has the energy correction corresponding to the external potential. Although we can formulate each energy state, one has to solve the differential equation for the coefficients if one wants to know the complete description of the general wave solution.KeywordsExcitation states, Gross-Pitaevskii, Bose-Einstein condensation, gain-loss potentia
Penentuan Ion Aluminium (III) Dalam Air Tanah Dengan Metode Ekstraksi Fasa Padat
Kandungan ion Aluminium (III) dalam air tanah dipekatkan dengan metode ekstraksi fasa padat menggunakan adsorben nanoemulsi kitosan yang dimodifikasi dengan Alizarin, kemudian kompleks Al-alizarin dianalisa dengan menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang maksimum 540 nm. Beberapa parameter untuk menentukan kondisi optimum proses pemekatan seperti pH, volume, berat adsorben dan laju alir sampel divariasikan pada berbagai kondisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 150 ml larutan ion aluminium (III) dengan konsentrasi 1 μg/mL pada pH5.5 dan lajur alir 1,5 mL/menit memberikan hasil perolehan kembali 95%. Presisi dan limit deteksi metode pemekatan terhadap 10 buah sampel uji memberikan nilai akurasi dan presisi 95% dengan limit deteksi 0,13 μg/mLKata kunci : Aluminium, air tanah, ekstraksi fasa padat,nanodispersi kitosan, alizari
Uji Aktivitas Antidiabetes Fraksi Etil Asetat Daun Pandan Wangi (P. amaryllifolius Roxb.) Dengan Metode Α-Glukosidase
Telah dilaporkan hasil penelitian untuk mengetahui aktivitas antidiabetes setiap fraksi dalam ekstrak etil asetat daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) secara in vitro menggunakan metode α-glukosidase. Ekstrak dibuat dengan cara maserasi menggunakan pelarut etil asetat dan pemisahan komponen kimia dengan kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil KLT dengan fase gerak n-heksan:etil asetat (3:1) dan penambahan 3 tetes asam asetat glasial menghasilkan lima fraksi dengan Rf masing-masing sebesar 0,20; 0,30; 0,55; 0,60; dan 0,70. Fraksi 2 memiliki aktivitas antidiabetes tertinggi dengan nilai IC50 relatif 77,57 ppm.Kata kunci : antidiabetes, fraksi etil asetat, daun pandan wangi, α-glukosidase
A research to know antidiabetes activity every fraction in ethyl acetate extract of fragrant screw pine leaf (Pandanus amaryllifolius Roxb.) in vitro applies α-glukosidase method has been reported. Extract made by the way of macerate to apply ethyl acetate solvent. Result of thin layer chromatography (TLC) with mobile phase n-heksan:etil acetate (3:1) and addition of 3 acetic acid drip glasial yields five fractions with Rf each of 0,20; 0,30; 0,55; 0,60; and 0,70. Fraction 2 has highest antidiabetic activity with relative IC50 value 77,57 ppm.Keywords : antidiabetes, fraction of ethyl acetate, fragrant screw pine leaf, α-glukosidas
Optimasi Konsentrasi Katalis CaO dari Cangkang Telur Ayam Negeri Dalam Reaksi Transesterifikasi Minyak Jarak Pagar (Jatropha curcas L) Sebagai Bahan Biodiesel
Penelitian mengenai penggunaan katalis CaO dari cangkang telur pada reaksi transesterifikasi minyak jarak pagar (Jatropha curcas L) dengan metanol bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi optimum katalis CaO. CaO diperoleh dengan cara kalsinasi cangkang telur ayam negeri selama 6 jam pada suhu 800°C. Hasil karakterisasi dengan XRD (X-Ray Diffraction) menunjukan bahwa katalis CaO hasil kalsinasi pada kondisi tersebut memiliki difraktogram yang sesuai dengan CaO standar. Reaksi transesterifikasi dilakukan dengan merefluks campuran minyak jarak pagar, metanol dan katalis CaO pada beberapa konsentrasi selama 120 menit pada suhu 60°C. Rendemen metil ester ditentukan dengan cara menghitung jumlah gliserol yang dibebaskan dalam reaksi transesterifikasi. Dari hasil Penelitian, diketahui bahwa konsentrasi katalis CaO optimum adalah 10% (%-w) dengan hasil metil ester sebesar 82,62% (%-w). Uji kualitas produk menunjukan nilai densitas (40°C) 0,86 g/mL, , dan viskositas (40°C) 11,67 cSt. serta bilangan asam 0,62 mg KOH/g minyak.KeywordsReaksi transesterifikasi , katalis CaO, X-Ray Diffraction,Rendemen metil este
PENENTUAN NITRIT DALAM IKAN BAWAL PUTIH (Pampus argenteus) MENGGUNAKAN REAGEN 3-AMINA-7-DIMETILAMINA-2-METILFENAZIN HIDROKLORIDA DENGAN SPEKTROFOTOMETER VISIBEL
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar nitrit dalam ikan bawal putih (Pampus argenteus) dengan variasi waktu penyimpanan menggunakan reagen 3-amina-7-dimetilamina-2-metilfenazin hidroklorida. Sampel ikan bawal putih (Pamppus argenteus) diperoleh dari hasil tangkapan nelayan Muara Angke. Kadar nitrit dalam ikan bawal putih (Pampus argenteus) ditentukan menggunakan metode spektrofotometri. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa, konsentrasi optimum reagen 3-amina-7-dimetilamina-2-metilfenazin hidroklorida adalah 0,0021% (b/v). Kadar nitrit dalam daging ikan bawal putih (Pampus argenteus) melalui proses freeze dry saat didiamkan selama satu hari adalah sebesar 5,388ppm, sedangkan tanpa melalui freeze dry adalah sebesar 4,085ppm. Kadar nitrit dalam daging ikan bawal putih (Pampus argenteus) melalui proses freeze dry saat didiamkan selama empat belas hari adalah sebesar 28,89ppm, sedangkan tanpa melalui freeze dry adalah sebesar 18,53ppm. Semakin lama ikan bawal putih (Pampus argenteus) didiamkan, maka konsentrasi nitrit yang terkandung semakin meningkat. Tidak terdapat perbedaan antara konsentrasi nitrit dalam daging ikan bawal (Pampus argenteus) yang mengalami proses freeze dry dan tidak mengalami proses freeze dry.
Kata kunci: Nitrit, ikan bawal putih, Pampus argenteus, 3-amina-7-dimetilamina-2-metilfenazin hidroklorida, freeze dry
The aim of the research is to determine nitrite level in the silver pomfret (pampusargenteus) with various storage using 3-amino-7-dimethylamino-2-methyl phenazine hydrochloridereagent. The fresh fish purchase from MuaraAngke fisherman. Nitrite level of silver pomfret is determined by spectrophotometer method. The results showed that the optimum concentration of 3-amino-7-dimethylamino-2-methyl phenazine hydrochloride reagent is 0.0021% (b/v). The fish was stored using overnight freezedrying process. The nitrite level of overnight fish is 5.388ppm and without freeze drying process is 4,085ppm. The nitrite level of fish on day 14 is 28.89ppm, and without freezedrying process is 18.53ppm. The storage time of fish is linearly proportinonal to nitrite level which is using or without using freeze drying process.
Key words: Nitrite, Pampusargenteus, 3-amine-7-dimethylamine-2-methylphenazine hydrochloride, freezedr
BIOMARKER SEBAGAI INDIKATOR PARAMETER BATUAN SUMBER DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUAN SUMBER MINYAK BUMI LAPANGAN TARAKAN KALIMANTAN TIMUR - INDONESIA
Penelitian dengan pendekatan geokimia molekul untuk memahami batuan sumber dan lingkungan pengendapan minyak bumi lapangan Tarakan. Tujuh ( 7 ) sampel telah dianalisis dengan metoda GC, GC – MS dan IR – MS. Kisaran rasio 20R Sterana C29/C27 antara 2,4 sampai 7,3 > 1 menunjukkan ketujuh batuan sumber berasal dari daratan, nilai Canonial value (Cv) empat sampel >0,47 mengindikasikan batuan sumber berasal dari daratan , grafik antara Pristana/Phytana (Pr/ Ph) terhadap Cv lima sampel mengindikasikan batuan sumber berasal dari daratan. Nilai rasio Pristana terhadap Phytana (Pr/Ph) berkisar antara 2,32 sampai 6,91 menjelaskan enam sampel berasal dari lingkungan pengendapan batuan sumber oksidatif sedangkan satu sampel berasal dari lingkungan pengendapan batuan sumber reduktif.
Kata kunci ; biomarker, geokimia, Sterana, Canonial value, Pristana/Phytan
EKSTRAKSI EMAS DARI LIMBAH PAPAN SIRKUIT TELEPON GENGGAM MENGGUNAKAN TEKNIK MEMBRAN CAIR EMULSI
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persen ekstraksi emas dari limbah papan sirkuit telepon genggam dengan teknik membran cair emulsi menggunakan MIBK sebagai carrier. Reaksinya terjadi secara simultan di permukaan membran, antara senyawa yang akan dipisahkan pada fasa umpan dengan senyawa pembawa pada fasa organik. Logam emas hasil reaksi akan terdifusi ke fasa membran yang pada akhirnya hasil ekstraksi terkumpul dan terkonsentrasi di fasa penerima. Sebelum diaplikasikan ke limbah telepon , terlebih dahulu dipelajari beberapa parameter yang berpengaruh terhadap perolehan persen ekstraksi. Pada penelitian ini kondisi optimum untuk parameter pembuatan fasa emulsi yaitu 1:1, pengaruh kecepatan pembuatan emulsi pada yaitu 1000 rpm. Pengaruh konsentrasi carrier terhadap persen ekstraksi emas dengan konsentrasi MIBK sebesar 3%, pengaruh kecepatan kontak terhadap persen ekstraksi emas adalah pada 1000 rpm. Penerapan kondisi optimum pada limbah papan sirkuit telepon genggam memberikan persen ekstraksi Au sebesar83,24%.
Kata kunci: limbah papan sirkuit telepon genggam, MIBK, teknik membran cair emulsi