JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan
Not a member yet
93 research outputs found
Sort by
OPTIMASI KOMPOSISI KATALIS CAMPURAN Fe2(SO4)3.xH2O dan H2SO4 PEKAT DALAM REAKSI TRANSESTERIFIKASI MINYAK GORENG BEKAS SEBAGAI BAHAN BIODIESEL
Penelitian mengenai optimasi komposisi Fe2(SO4)3.xH2O dan H2SO4 pekat dalam reaksi transesterifikasi minyak goreng bekas sebagai bahan biodiesel, bertujuan untuk mendapatkan komposisi katalis campuran Fe2(SO4)3.xH2O dan H2SO4 pekat yang optimum di dalam mengkatalisis reaksi transesterifikasi minyak goreng bekas dengan metano sebagai bahan biodiesel. Komposisi optimum diperoleh dengan membandingkan jumlah gliserol bebas yang dihasilkan pada reksi transesterifikasi menggunakan katalis campuran pada berbagai komposisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah gliserol terbanyak dihasilkan dari reaksi menggunakan campuran katalis dengan perbandingan 1 : 1 yaitu sebanyak 2,6 gram dari jumlah sampel 25 gram. Uji kualitas terhadap produk memberi hasil : viskositas 13,37; bilangan asam 0,62, densitas 0,9068(150C) dan 0,8840 (400C). Dari nilai bilangan asam dan densitas dapat dikatakan produk yang dihasilkan sudah memenuhi standar sebagai bahan biodiesel. Sedangkan untuk nilai viskositas belum bisa ditarik kesimpulan karena perlu pengujian dalam bentuk campuran antara produk reaksi dengan solar. Kata kunci : transesterifikasi, biodisel, katali
PEMANFAATAN SELULOSA BAKTERIAL Nata de coco SEBAGAI ADSORBAN LOGAM CU(II) DALAM SISTEM BERPELARUT AIR
Abstrak Selulosa bakterial nata de coco merupakan hasil fermentasi Acetobacter xylinum dalam substrat air kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi awal larutan dan lamanya waktu kontak terhadap proses adsorpsi Cu(II) pada selulosa bakterial nata de coco. Karakterisasi gugus fungsi selulosa bakterial nata de coco dengan FT-IR menunjukkan adanya puncak serapan pada daerah bilangan gelombang 3433,60 cm-1 yang mengindikasikan adanya gugus OH. Sedangkan pada daerah 2922,10 cm-1 dan 1428,90 cm-1, 1372,84 cm-1 dan 1337,87 cm-1 menunjukkan adanya gugus OH dan CH. Bilangan gelombang pada daerah 1060,25 cm-1, 1034,61 cm-1, 1112,93 cm-1 dan 1163,5 cm-1 menunjukkan adanya gugus C-O. Hasil spektrum FTIR selulosa bakterial nata de coco secara umum mirip dengan spektrum FTIR selulosa komersial. Uji pemanfaatan selulosa bakterial nata de coco sebagai bahan adsorban logam Cu(II) dalam sistem berpelarut air diamati bahwa konsentrasi awal larutan dan Lamanya waktu kontak mempengaruhi besarnya adsorpsi Cu(II) oleh selulosa bakteri Nata de coco. Kapasitas adsorpsi mencapai maksimum yaitu sebesar 1,905 mg/g pada saat konsentrasi awal larutan CuSO4.5H2O 10 mM dan waktu kontak 30 menit. Kata Kunci : selulosa bakterial, nata de coco, adsorpsi Cu(II
OPTIMASI PROSES PRODUKSI EPOKSIDA RAMI (Linum Usitatissimum) TERHADAP KARAKTERISASI BILANGAN OKSIRAN
Conversion of edible oil; linseed oil (Linum Usitatissimum) to epoxide can be existed by using peracetic acid which can be applied by in situ method. The aim of the research was to identify the effect of temperature and catalyst to the oxirane number of linseed epoxide. The ratio of acetic acid to peroxide were 1/3,66; 1/3,74; 1/3,89; and 1/3,97 (mol/mol); with designated temperature of 600C and 700C, and amount of catalyst were 1,3; 1,5; 1,6; 1,7; and 2,0% (v/v). The highest oxirane number were achieved by the value of 5,8 % mgr KOH/gr with optimized ratio of reactants was1/3,74 and the amount of catalyst was 1,3% (v/v) at temperature of 600 C. The rising of temperature into 700C seems to be much effected in lowering the oxirane number. Keywords:linseed oil, epoxide, oxirane number, temperature, optimize