Tugas Akhir Jurusan Seni dan Design - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    306 research outputs found

    Konflik Kehidupan Keluarga Sebagai Sumber Inspirasi Berkarya Seni Lukis Gaya Pribadi

    No full text
    ABSTRAK   Warisqianto, Akbar. 2018. Konflik Kehidupan Keluarga Sebagai Sumber Inspirasi Berkarya Seni Lukis Gaya Pribadi. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Triyono Widodo, M.Sn.   Kata Kunci :Konflik, Keluarga, Penciptaan, Seni Lukis, Gaya pribadi. Konflik dalam pengertian umum merupakan sebuah ketidakserasian, menyangkut sebuah peperangan atau perkelahian. Pengertian konflik dalam perkembangan kali ini juga menyangkut aspek psikologis sehingga pengertian konflik menjadi lebih fleksibel dan luwes. konflik sebagai sebuah perbedaan antara satu individu dan individu lain atau antara kelompok dengan kelompok akan mencairkan pengertian konflik.  Keluarga sebagai salah satu dari kelompok sosial di masyarakat juga dapat menjadi salah satu sumber terjadinya konflik. Lahirnya suatu konflik dalam keluarga akan memberikan suatu dampak pada setiap individu yang terlibat didalamnya. Konflik sebagai media atau agen perubahan adalah suatu istilah yang digunakan karena dampak dari sebuah konflik adalah suatu kedinamisan dalam hidup. Keluarga yang menjadi media dalam suatu konflik akan dipastikan merasakan serta mengalami suatu pergeseran nilai-nilai kehidupan. Pergeseran itu dapat dirasakan ketika sebuah konflik telah selesai. Ranah konflik dalam keluarga akan menuju pada ranah positif dan negatif. Pandangan keluarga terhadap sebuah konflik akan memberikan dampak yang berbeda-beda. Sudut pandang yang positif mengenai konflik akan memberikan dampak yang positif pula. Sehingga berdasarkan permasalahan itu pencipta menjadikan konflik kehiduapan keluarga sebagai inspirasi berkarya seni lukis gaya pribadi. Metode yang digunakan dalam penciptaan ini adalah metode Alma Hawkins. Tiga tahapan dalam metode yang digunakan adalah tahapan Eksplorasi, tahapan Eksperimentasi dan tahapan Pembentukan. Penciptaan ini menghasilkan 6 karya seni lukis dengan judul Prolog, Perspektif Unggas, Defence, Drama Rumahan, Wajah-Wajah Provokator, dan karya terakhir berjudul Zona Merah. Keenam karya yang telah tercipta diharapkan mampu memberikan sudut pandang berbeda mengenai konflik dalam kehidupan keluarga. ABSTACT Warisqianto, Akbar. 2018. Conflict of Family Life as a Source of Inspiration Work of Personal Style Painting. Thesis. Arts and Design Major, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Drs. Triyono Widodo, M.Sn. Keywords: Conflict, Family, Creation, Art Painting, Personal style. Conflict in the general sense is a discrepancy, involving a war or fight. The definition of conflict in the development of this time also involves psychological aspects so that the definition of conflict becomes more flexible and flexible. Conflict as a difference between one individual and another or between groups and groups will dilute the notion of conflict. The family as one of the social groups in society can also be one source of conflict. The outward of a conflict within the family will have an impact on each individual involved. Conflict as a media or agent of change is a term used because the impact of a conflict is a dynamic in life. Families who become media in a conflict will certainly feel and experience a shift in values ​​of life. The shift can be felt when a conflict is over. The domains of conflict within the family will lead to a positive and negative sphere. A family view of a conflict will have a different impact. A positive view of the conflict will have a positive impact. So based on the problem that the creator makes the conflict of family life as an inspiration to work the art of personal style painting. The method used in this creation is the Alma Hawkins method. The three stages in the method used are the exploration stage, the experimentation stage and the stages of formation. This creation produced 6 paintings under the title Prologue, Poultry Perspective, Defense, House Drama, Faces of the Provocateurs, and the last work entitled Red Zone. The six works that have been created are expected to provide a different perspective on the conflict in family life

    Perancangan Animasi 3D Penyebab Dan Pencegahan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Balita Menggunakan Motion Capture

    No full text
    ABSTRAKIrnanda, Diny Pingkan, 2019. Perancangan Animasi 3D Penyebab Dan Pencegahan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Balita Menggunakan Motion Capture. Tugas Akhir, Jurusan Seni Desain, Fakultas Satra, Universitas Negeri Malang.          Pembimbing: (1) Andy Pramono S.Kom, M.TKata Kunci: Animasi, ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan), Balita, Motion Capture.                 Perancangan animasi 3D tentang penyebab dan pencegahan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita menggunakan motion capture. Motion Capture (mocap) adalah metode atraktif untuk membuat gerakan dalam animasi komputer. Laporan WHO menyebutkan bahwa penyebab kematian tertinggi akibat infeksi di dunia adalah infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Langkah sosialisasi terkait ISPA yaitu memberikan pengetahuan tentang apa itu ISPA, penyebab dan pencegahannya dengan cara membuat media pembelajaran berupa film animasi 3D untuk anak usia 6 tahun sampai dengan orang dewasa usia 50 tahun agar lebih memperhatikan kesehatan diri dan orang sekitarnya. Laporan WHO dan Depkes menyebutkan bahwa ISPA merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada balita. Bahkan, hingga saat ini ISPA masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. ISPA akan terjadi apabila kekebalan tubuh menurun. Beberapa upaya dapat dilakukan untuk menurunkan resiko penyakit ISPA, antara lain dengan menghilangkan kebiasaan merokok, membuat ventilasi rumah, memakai masker ketika berada diluar rumah.  Sistematika perancangan yang digunakan dalam pembuatan animasi tentang Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) ini adalah model pipeline animasi 3D Isaac Kerlow. Dengan pembagian sistem kerja yang terdiri dari pra produksi, produksi, dan paska produksi. Sedangkan model perancangan yang digunakan adalah model prosedural yang bersifat deskriptif, yaitu menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Setelah itu dibuat storyboard, desain karakter, desain background, dan desain sound. Produksi dimulai dari tahap modeling, rigging, teksturing, animating dan editing. Paska produksi adalah tahap dimana karya animasi yang sudah jadi di publish di Youtube, Instagram, dan fanpage Facebook. Hasil perancangan adalah media utama berupa film animasi pendek 3D “ISPA pada anak balita” yang berdurasi 5 menit 11 detik

    UNSUR PEMBENTUK MUSIK HADRAH ISHARI DI ANAK CABANG GONDANG WETAN KABUPATEN PASURUAN

    No full text
    ABSTRAK   Kata Kunci: Hadrah, Ishari, Unsur, Pembentuk Musik.   Kesenian  hadrah ishari adalah jenis kesenian hadrah yang memiliki ciri khas di instrumen musiknya. Hadrah ishari di Pasuruan sangat dikenal oleh masyarakat Pasuruan sendiri. Masyarakat Pasuruan bahkan mengklaim kesenian ini asli kesenian dari Pasuruan. Tidak sedikit masyarakat Pasuruan yang ahli untuk memainkan rebana, dan menyanyikan lagu hadrah ishari ini. Namun, masyarakat kebanyakan hanya mengetahui tentang bagaimana memainkannya, tanpa mengerti notasi pola rebana tepukan tangan dan pola nyanyian khususnya pada lagu ibtida’. Lagu ibtida’ merupakan lagu yang wajib dibawakan pada kesenian hadrah ishari. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti unsur pembentuk musik yang ada pada hadrah ishari lagu ibtida’. Unsur pembentuk musik yang dimaksud meliputi timbre, skala nada, tempo dan ritme, serta ekspresi. Penlitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi saat mengumpulkan data. Data yang telah didapat dari saat proses pengumpulan data akan dianalisis dengan mereduksi data, penyajian data, kemudian penarikan kesimpulan. Data yang telah disimpulkan akan di cek keabsahannya dengan menggunakan metode triangulasi teknik, dan triangulasi sumber. Berdasarkan dari hasil penelitian, hadrah ishari di anak cabang Kecamatan Gondang Wetan Kabupaten Pasuruan menunjukkan bahwa unsur pembentuk musik hadrah ishari pada lagu ibtida’ terdiri dari unsur timbre, skala nada, tempo dan ritme, serta ekspresi. Timbre pada lagu ibtida’ berasal dari rebana, tepukan tangan, dan vokal. Skala nada yang dapat dianalisis terpadat pada vokal, karena hanya vokal yang memiliki melodi. Vokal dalam hadrah ishari pada lagu ibtida’ memiliki nada diatonis minor. Tempo pada musik hadrah ishari pada lagu ibtida’  adalah allegro dan adagio. Ritme yang dimiliki oleh lagu ibtida’ yaitu jos dan yahum. Unsur ekspresi lagu ibtida’ terlihat dari rebana, tepukan tangan, dan vokal saat dinamika lembut maupun keras. Beberapa saran yang diberikan oleh penulis untuk penelitian selanjutnya yaitu agar mengkaji lebih dalam tentang musik hadrah ishari dari segi struktur penyajian musik hadrah ishari

    PROSES VISUALISASI DAN MAKNA MOTIF BATIK DI SANGGAR BATIK SAYU WIWIT KABUPATEN BANYUWANGI

    No full text
    Batik merupakan bagian dari ikon budaya Indonesia yang memiliki nilai historis dan memiliki citra ekslusif yang menggambarkan status pemakainya. Motif hias yang terdapat pada batik pada umumnya berhubungan erat dengan beberapa faktor antara lain, letak geografis, adat istiadat, dan kondisi alam. Sanggar Batik Sayu Wiwit Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu para pengrajin batik yang masih mempertahankan kriteria asli motif tradisional dengan menerapkan motif khas batik Banyuwangi disetiap hasil visualisasinya. Penelitian menekankan pada pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dimulai dengan metode pengumpulan data yangmenggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan kegiatan trianggulasi data. Tahap analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh tiga kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, Proses pembuatan batik dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (a) persiapan alat dan bahan; (b) pengolahan kain; (c) pemotongan kain; (d) pemindahan pola batik pada kain (mola atau nyorek); (e) pencantingan pertama (ngelowong, membatik cap, nerusi, danngisen-isen); (f) pewarnaan pertama (teknik colet); (g) pencantingan kedua (nemboki); (h) pewarnaan kedua (teknik celup); (i) pemberian water glass; (j) pelorodan batik; (k) pencucian dan penjemuran batik; (l) finishing batik. Kedua, visualisasi motif batik Banyuwangi memiliki nilai seni tinggi yang di dalamnya terdapat unsur-unsur visual, prinsip-prinsip visual, perpaduan corak, dan unsur penyusun bentuk motif yang menjadikan batik terlihat indah. Ketiga, dari semua motif batik Banyuwangi mempunyai makna bahwa manusia harus bersinergi dalam hubungan antara manusia dengan manusia,hubungan antara manusia dengan alam, serta hubungan antara manusia dengan Tuhannya. Batik Banyuwangi menyiratkan suatu pesan agar manusia saling toleransi, saling menghargai, saling merangkul antar semua golongan masyarakat, mengasihi antar umat serta status manusia yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar pengrajin terus menggali ide-ide dan inovasibaru, mempertahankan dan melestarikan kerajinan batik Banyuwangi. Penelitian ini perlu diadakan penelitian lebih lanjut, karena masih banyak masalah yang belum dikaji dalam penelitian ini

    Proses Pembelajaran musik tradisional pada kelas XI bahasa di sma negeri 1 batu

    No full text
    ABSTRAK   Rimbawati, Ajeng . 2018. Proses Pembelajaran Musik Tradisional Pada Kelas XI Bahasa Di SMA Negeri 1 Batu. Skripsi, jurusan Seni dan Desain, Program Studi S1 Pendidikan Seni Tari dan Musik, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, pembimbing : (1) Dra. Hj. E. W. Suprihatin D. P, M.Pd, (2) Hartono S.Sn, M.Sn.   Kata Kunci : Proses Pembelajaran, Musik Tradisional karawitan, SMA. Proses Pembelajaran Seni musik tradisional karawitan banyak memberikan pelajaran kepada peserta didik seperti keterampilan dalam memainkan alat musik tradisional karawitan. SMA Negeri 1 Batu merupakan satu-satunya sekolah di Kota Batu yang menerapkan pembelajaran seni musik tradisional karawitan sebagai intrakurikuler pada pelajaran seni budaya. Pembelajaran seni musik tradisional karawitan menarik diteliti karena, dari pembelajaran musik tradisional karawitan, SMA Negeri 1 Batu banyak mendapatkan prestasi, serta proses pembelajaran musik tradisional ini diterapkan pada kelas XI yang seharusnya pada kurikulum 2013 musik tradisional diajarkan pada kelas X. SMA Negeri 1 Batu juga rutin mempergelarkan pertunjukkan karawitan setiap tahunnya untuk mengisi acara besar yang ada di Kota Batu. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan(1) perencanaan pembelajaran musik tradisional karawitan, (2) pelaksanaan pembelajaran musik tradisional karawitan, dan (3) evaluasi pembelajaran musik tradisional karawitan pada mata pelajaran seni budaya di SMA Negeri 1 Batu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Lokasi penelitian berada di Jalan KH. Agus Salim No 57 Kota Batu. Narasumber utama dalam penelitian ini adalah guru seni musik tradisional karawitan. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analasisis data dimulai dari tahap reduksi data, kemudian penyajian data dan mengambil kesimpulan. Pada pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran yang digunakan guru terdiri dari silabus dan RPP yang mengacu pada kurikulum 2013. (2) Pelaksanaan pembelajaran, guru menerapkan metode pembelajaran ceramah, demonstrasi, dan praktik; media pembelajaran seperangkat gamelan dan papan tulis,  kertas manila untuk menulis rumus kendangan lancaran serta melakukan usaha pengelolaan kelas dengan memahami karakter setiap siswa agar pembelajaran berjalan dengan efektif dan efisien. (3) evaluasi pembelajaran mengacu dalam 3 aspek yaitu afektif, kognitif, dan psikomotorik. Saran: perlu dilakukan pembuatan perangkat pembelajaran dengan lengkap, serta sering dilakukan kegiatan pembelajaran mengenal, memahami, menghayati, dan menghargai seni musik tradisional karawitan, sehingga proses pembelajaran seni musik tradisional karawitan akan sesuai dengan penerapan kurikulum 2013 dan pembelajaran seni musik tradisional akan tetap terjaga dan terpelihara keberadaannya

    tokoh rama dan sinta sebagai sumber inspirasi penciptaan karya lukis

    No full text
    ABSTRAK   Barri, Sofiyatul. 2018. Tokoh Rama dan Sinta Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Seni Lukis. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd., (II) Fenny Rochbeind, S.Pd., M.Sn.   Kata Kunci: Tokoh Rama dan Sinta, Penciptaan, Seni Lukis, Representasional. Tokoh Rama dan Sinta merupakan tokoh utama dalamcerita Ramayana. Ramayana adalah sebuah kisah kepahlawanan India sehingga tersebar dikepulauan Jawa dan menjadi kebudayaan Indonesia yaitu pewayangan Jawa. Kisah cinta Rama dan Sinta yang luar biasa dalam perjalanan hidupnya, akhirnya dikenang dan menjadi salah satucerita yang sangat popular dipewayangan.Dari kisah tersebut memiliki nilai-nilai kebaikan dan pesan moral bagi masyarakat Jawa. Jenis penelitian ini adalah penelitian penciptaan eni yang memaparkan penciptaan seni lukis representasional. Model proses kreatif Chaterina Patrick digunakan sebagai pedoman berkarya lukis mulai dari tahap persiapan, tahap penetasan, tahap inspirasi, dan tahap pengembangan. Pada tahap pengembangan proses kreatif dimulai dengan mewujudkan  ide, konsep , dan tema kedalam enam karya lukis representasional dengan menampilkan objek utama tokoh Rama danSinta. Pencipta menampilkan enam karya lukis dengan media estetik berupa garis, bentuk, dan warna sebagai simbolisasi dari konsep.Karakteristik dari keenam lukisan ini adalah objek utama tokoh Rama dan Sinta yang direpresentasikan secara ekspresif. Pada perwujudan objek utama figur manusia terjadi pengubahan bentuk tetapi masih dapat dikenali bentuk aslinya. Proses visualisasi karya memaparkan teknik, alat, dan bahan yang digunakan dalam berkarya kreatif, dilanjutkan dengan langkah perwujudan karya mulai dari membuat sketsa di atas kertas lalu memindahkan kekanvas. Proses pewarnaan menggunakan teknik gradasi dan teknik plakat, diakhiri dengan proses finishing karya. Melalui karya penciptaan ini, diharapkan mendapat apresiasi yang positif dari masyarakat sebagai apresian. Sesuai pesan moral melalui tokoh Rama dan Shinta membuat masyarakat memahami cerita Ramayana bukan hanya melalui pewayangan tetapi terimplementasikan di dalam kehidupan sehingga tumbuh rasa penghargaan terhadap nilai-nilai budaya lokal yang perlu dilestarikan

    Perancangan "board game" cosmos saga sebagai media untuk mengenal ilmu astronomi

    No full text
    ABSTRAK   Astronomi adalah ilmu alam yang mempelajari benda-benda langit termasuk di dalamnya mempelajari aspek fisika, kimia, biologi, dan juga evolusi dari benda-benda tersebut. Keindahan ini pulalah yang membawa sebagian besar penyuka astronomi untuk tertarik mendalami lebih lanjut bidang yang satu ini lewat pendidikan tinggi di jurusan Astronomi. Di Indonesia sendiri ilmu astronomi masih sedikit peminat, kesimpulan ini dapat dilihat dari banyaknya perguruan tinggi, hanya satu perguruan tinggi yang menyediakan jurusan astronomi yaitu di ITB. Perancangan board game  ini dipilih sebagai media edukasi yang sesuai dilihat dari aspek proses tumbuh kembang anak melalui kegiatan yang bermanfaat dan edukatif. Dalam perancangan ini pola perancangan yang digunakan adalah  perancangan Isac kerlow dan Adichipta R Wirawan. Sistematika Perancangan board game ini akan dipaparkan dalam bentuk diagram kerja . Dalam diagram tersebut akan ditunjukan gambaran tentang urutan tahap-tahap yang dilakukan penulis untuk menemukan masalah hingga pemecahan masalah dalam bentuk desain board game. Tahapan-tahapan dalam perancangan tersebut berupa latar belakang, rumusan masalah, tujuan perancangan, pengumpulan data,analisis, sintesis dan konsep perancangan yang terdiri dari pra produksi, produksi dan pasca produksi. Konsep dalam penciptaan board game ini tercipta dari konsep pembentukan rasi bintang yang terdiri dari susunan-susunan bintang-bintang dilangit, pemain ditantang untuk dapat mengenal formasi-formasi rasi bintang dilangit, dengan papan yang memiliki illustrasi langit malam, permainan ini akan membuat pemain dapat membayangkan dan berimajinasi seakan akan mereka sedang merangkai formasi bintang di langit. Dari perancangan ini dihasilkan board game yang terdiri dari papan permainan, hero card,action card, trap card, pion packaging serta buku panduan. Ada pula poster, pin dan kalender sebagai penunjang promosi board game

    Perancangan Logo Event Grebeg Suro Ponorogo Untuk Mempertahankan Eksistensi Budaya Daerah

    No full text
    ABSTRAK   Event Grebeg Suro Ponorogo adalah tradisi kultural masyarakat Ponorogo dalam wujud pesta rakyat yang dirayakan setiap bulan muharram (satu suro pada tahun jawa). Seni dan tradisi yang ditampilkan dalam event Grebeg Suro meliputi festival Reyog, pawai lintas sejarah, kirab pusaka budaya, dan larungan risalah doa di telaga Ngebel. Logo event sebagai identitas maka dibutuhkan sebuah logo baru untuk event tersebut karena tidak ada perubahan selama empat tahun terakhir. Logo merupakan simbol khusus berupa huruf atau gambar yang menggambar sebuah identitas dari entitas tertentu. Event adalah suatu acara yang direncanakan untuk memperingati hal-hal yang penting dan juga memuat unsur-unsur budaya. Logo event sendiri bisa diartikan sebagai pengenal dan dapat membedakan antara event satu dengan yang lain. Model perancangan event Grebeg Suro Ponorogo menggunakan model perancangan prosedural yang mendasari sebuah proses yang menggambarkan antara konteks dan target. Perancangan ini diawali diawali dari penulisan latar belakang masalah, dilanjutkan dengan pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder, kemudian analisis data, sintesis data, menentukan konsep perancangan, konsep tata desain, kemudian visualisasi model..Perancangan ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Perancangan ini menghasilkan logo event Grebeg Suro Ponorogo berupa buku pedoman atau graphic standart manual, serta media pendukung yang digunakan seperti poster, billboard, banner, standing x-banner, umbul-umbul, website, facebook, dan instagram. Hasil perancangan ini diharapkan dapat menjadi referensi serta inspirasi, ataupun sebagai tolak ukur bagi para desainer untuk perancangan logo event yang akan dibuat selanjutnya

    EKSPRESI KESENIAN HADRAH DALAM KERAMIK SENI

    No full text
    ABSTRAK   Mahadi, Akbar. 2018. Ekpresi Kesenian Hadrah dalam Keramik Seni. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ponimin, M.Hum, (II) Lisa Sidyawati, S.Pd, M. Pd.   Kata Kunci: kesenian Hadrah,  penciptaan, keramik seni. Kesenian Hadrah merupakan salah satu kesenian umat muslim. Masyarakat muslim yakin bahwa kesenian Hadrah memberi dampak yang positif bagi kehidupan bermasyarakat. Keyakinan tersebut menjadi sebuah panutan untuk mengawali sesuatu yang baik. Dengan demikian masyarakat yang meyakini bahwa kesenian Hadrah membawa dampak positif secara tidak langsung mereka telah menerapkan tauladan dari Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.Tauladan tersebut tercermin melalui syair, musik hingga gerakan ketika memainkan kesenian Hadrah ini. Pengalaman tersebut yang membuat pencipta terinspirasi dan selanjutnya diolah menjadi sebuah ide penciptaan karya seni yakni seni keramik.Sebelumnya penulis mempunyai pengalaman sebagai pelaku kesenian hadrah di tempat tinggal awalnya, proses belajar memainkan alat pada seni hadrah dilakukan oleh penulis dengan harapan bisa mengikuti kesenian hadrah ini sampai benar-benar bisa, akan tetapi hal itu tidak sesuai kemampuan, penulis berlatar belakang tidak intens dalam hal musik, sebagaimana penulis hanya bisa mengikuti melaui kalimat pujian yang ada dalam kesenian hadrah. Pada penciptaan keramik dengan tema kesenian Hadrah ini bermula dari eksplorasi atau menemukan suatu konsep penciptaan yang didalamnya terdapat suatu ide/gagasan, tema, objek penciptaan karya seni, dan kajian karya terdahulu. Hal tersebut sebagai dasar dalam proses penciptaan motif keramik seni. Metode penelitian penciptaan yang dipilih adalah pengembangan metode dari SP Gustami, yaitu eksplorasi, eksperimentasi/improvisasi dan perwujudan. Selanjutnya dilakukan penyusunan sebuah konsep bentuk berupa beberapa eksplorasi bentuk dan dilanjutkan pada tahap proses visualisasi awal, yakni meliputi pembuatan sketsaalternatif dan menentukan sketsa terpilih.Proses selanjutnya yakni pemindahan sketsa pada media keramik, yang digunakan adalah media keramik pembakaran tinggi stoneware. Tahap-tahap dalam pembuatan karya yaitu pembentukan, pengeringan, pembakaran biskuit, pengglasiran dan pembakaran suhu tinggi. Setelah semua proses dilalui dan karya sudah jadi dan menghasilkan delapan buah karya keramik, tahap selanjutnya adalah membuat deskripsi pada setiap karya yang meliputi penjelasan dan makna yang terkandung di dalam setiap karya.Dalam penciptaan karya keramik seni ini, diharapkan dapat memberikan nilai-nilai ajaran Islam yang terkandung didalam syair  kepada generasi sekakarang agar bisa meningkatkan keimanan dan melestarikan kebudayaan religi salah satunya kesenian Hadrah. Mahadi, Akbar Maulana. 2018. Expression of Hadrah in Ceramic Art. Thesis, Art and Design, Faculty of Latter, Universitas Negeri Malang. Advisors: (I) Dr. Ponimin, M. Hum., (II) Lisa Sidyawati, S.Pd, M.Pd.   Key Words: Hadrah, creation, ceramic art. Hadrah is one of the arts of Muslims. The Muslim community is convinced that Hadrah has a positive impact on social life. That belief becomes a role model to start something good. Thus the people who believe that the art of Hadrah has a positive impact indirectly they have applied the example of Prophet Muhammad SAW in everyday life. The phrase is reflected through poetry, music to the movement when playing this Hadrah. The experience that makes the creator inspired and then processed into an idea of ​​artwork creation that is ceramic art. Previously the author has experience as an artist of hadrah in his original residence, the process of learning to play a tool on the art of hadrah done by the author in the hope to follow this arts of hadrah until really can, but it does not match the ability, the writer background is not intense in music, as the author can only follow through the sentence of praise that existed in the arts of hadrah. In the creation of ceramics with the theme of Hadrahoriginated from exploration or find a concept of creation in which there is an idea, theme, object creation of artwork, and studies of previous work. It is as a basis in the process of creating ceramic art. The selected research method of creation is the development of methods of SP Gustami, namely exploration, experimentation / improvisation and embodiment. Furthermore, the preparation of a concept form of some form of exploration and continued at the stage of the initial visualization process, which includes making alternative sketches and determine the selected sketches. The next process is the removal of sketches on ceramic media, which is used is a high stoneware burning ceramic medium. Stages in the making of the work is the formation, drying, baking biscuits, grinding and high temperature combustion. After all the process is passed and the work is finished and produces eight pieces of ceramics, the next step is to make a description on each work that includes explanations and meanings contained in each work. In the creation of this ceramic art work, it is expected to provide the values ​​of Islamic teachings contained in the verse to the next generation sekakarang in order to improve faith and preserve religious culture one of Hadrah

    Representasi Terumbu Karang dalam Keramik Seni

    No full text
    ABSTRAK   Febriari, Sait 2018. Representasi Terumbu Karang dalam Keramik Seni. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Ponimin, M.Hum.   Kata Kunci: terumbu karang, representasi, seni keramik Terumbu karang merupakan ekosistem marine berupa masif kalsium karbonat (CaCO3), tersusun dari karang yang bersimbiosis dengan alga (Zooxanthellae) serta organisme lainnya. Di Indonesia terdapat 400 spesies terumbu karang dari total 50 genera dan 700 spesies. Hal itu menunjukkan kekayaan hayati Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain, tetapi kondisi terumbu karang saat ini banyak mengalami kerusakan, dikarenakan faktor alam dan sebagian besar faktor manusia. Kegelisahan tentang konservasi terumbu karang inilah yang menjadi sumber inspirasi, dalam mewujudkan ide dan gagasan yang tertuang ke dalam bentuk karya seni keramik stoneware. Tujuan dari penciptaan ini ialah, ingin menggabungkan ilmu serta kebijakan konservasi terumbu karang agar terepresentasi menjadi seni keramik. Proses penciptaan seni keramik ini mengadaptasi dari metode perancangan Gustami (2004). Tahap pertama adalah ekplorasi, yang mencangkup meditasi, penelusuran, penggalian, pengumpulan data dan referensi mengenai sumber ide tentang representasi terumbu karang. Tahap ke dua meliputi: (1) perencanaan, melakukan eksplorasi bentuk dan teknik sehingga terbentuk konsep berkarya yang diwujudkan dalam bentuk sketsa, sebagai hasil imajinasi/ kepekaan estetik, pengalaman artistik dan teknik berkarya; (2) visualisasi gagasan, menjadikan sketsa terpilih sebagai bentuk prototipe. Tahap ke tiga meliputi: (1) perwujudan, melakukan penyempurnaan sketsa terpilih yang akan digunakan sebagai bentuk final; (2) mengadakan penilaian dan evaluasi hasil karya. Hasil karya yang divisualisasikan sebanyak 8 karya seni keramik dengan media estetik berupa bentuk dan ruang, raut dan tekstur, serta warna dan cahaya sebagai representasi konsep terumbu karang. Karakteristik karya seni keramik stoneware ini memiliki bentuk 2 dimensi (relief), 3 dimensi maupun karya instalasi. Seni keramik yang tercipta ini merupakan representasi usaha konservasi terumbu karang di Indonesia. Oleh karena itu diharapkan dapat memberikan nilai-nilai edukasi kepada masyarakat agar lebih menghargai dan menjaga kelestarian lingkungan laut, serta dapat menjadi referensi untuk program penciptaan selanjutya. ABSTRACT Febriari. 2018. Coral Reef Representation in Ceramics Art. Thesis. Department of Art and Design, Faculty of Letters, Universitas Negeri Malang. Advisor: Dr. Ponimin, M. Hum.   Key Word: coral reef, representation, ceramic art Coral reefs are marine ecosystems in a form of massive calcium carbonate (CaCO3), composed of corals that are symbiotic with algae (Zooxanthellae), as well as other organisms. In Indonesia there are 400 coral species of 50 genera and 700 species. It shows Indonesia's biological riches that are not widely owned by other countries, but the current condition of coral reefs are damaged a lot, because of natural factors and most of human factors. Anxiety about coral reef conservations the source of inspiration, in realizing a ideas contained in the form of stoneware ceramic art work. The purpose of this ceramic art creation is to incorporate the science and policy of coral reef conservation to be represented as ceramic art. The process of creating this ceramic art is adapted from the design method created by Gustami (2004). The first stage is exploration, that includes meditation, racing, data collection, and reference on the source of ideas about coral reefepresentation. The second stage is (1) planning, exploring the forms and techniques so that the concepts created to work are manifested in the form of sketch, as a result of imagination / aesthetic sensitivity, artistic experience and working techniques; (2) visualization of ideas, making sketch selected as prototype. The third stage is; (1) the embodiment, undertake the refinement of selected sketch which will be used as final form; (2) perform assessment and evaluation of the work. The work is visualized as many as 8 works of ceramic art with aesthetic media of form and space, texture and texture, as well as color and light as a representation of the coral reef concept. The characteristic of this stoneware ceramic art work has 2 dimensional (relief), the 3 dimension as well installation. Ceramic art created is a representation of coral reef conservation efforts indonesia. Therefore, it is hoped that it can provide educational values to many people to better respect and preserve the marine environment, and become a eference for the next creation program

    0

    full texts

    306

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Seni dan Design - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇