Tugas Akhir Jurusan Seni dan Design - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
306 research outputs found
Sort by
Modelling Background dan Texturing Animasi Pendek 3 Dimensi tentang Proses Pembuatan Tempe
ABSTRAK Setiawan, Budi. Modelling Background dan Texturing Animasi Pendek 3 Dimensi tentang Proses Pembuatan Tempe,Tugas Akhir, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra,Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs Sugiyono Ardjaka, M.Sc (2) Andy Pramono,S.Kom.MT KataKunci : Modelling, Texturing, Animasi Pendek 3 Dimensi, Proses Pembuatan Tempe. Indonesia memiliki beragam jenis makanan tradisional. Salah satunya adalah tempe yang merupakan makanan yang merakyat. Tempe merupakan makanan yang dibuat dari fermentasi biji kedelai atau bahan lainnya menggunakan ragi. Tempe memiliki beberapa kelebihan yaitu, tempe banyak mengandung gizi, rasanya enak, Metode pembuatan Modelling Background dan Texturing Animasi Pendek 3 Dimensi tentang Proses Pembuatan Tempe melalui 3 tahap yaitu praproduksi, produksi dan pasca produksi. Modeling background merupakan merupakan membuat visualisasi background dari bentuk gambar 2 dimensi menjadi objek 3 dimensi. Setelah modeling maka melalui proses texturing. Modeling backgrorund dalam Tugas Akhir ini menggunakan software 3D Blender dan texturing dalam Tugas Akhir ini menggunakan Software Photoshop CS3.. Tugas akhir ini menghasilkan desain background, property dan texture yang terdiri dari : (1) Ruangan Profesor Tempe. (2) Kebun kedelai (3) Pabrik tempe. (4) Papan Tulis. (5) Pohon kedelai. (6) Prosotan. (7) Kompor. (8) Panci 1. (9) Panci 2. (10) Panci 3. (11) Peniris. (12) Pisau. (13) Meja. (14) Mesin Pemisah Kulit Kedelai. (15) Telenan. (16) Tangan robot. (17) Wadah pencetak. (18) Jam dinding. Disarankan background dibuat lebih bervarasi, proses modelling dapat menggunakan software selain Blender, proses texturing dapat menggunakan software selain Photoshop cs3 dan Tugas Akhir ini perlu melalui proses validasi dan uji coba. ABSTRACT Setiawan, Budi. Modelling Background and Texturing 3 Dimension Short Animations About The Process of Making tempe, Final Assignment, Department of Art and Design, art faculty, Universitas Negeri Malang. Advosors (1) Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc (2) Andy Pramono, S.Kom.MT Keywords: Modelling, Texturing, Short Animation 3 Dimension, The Process of Making tempe. Indonesia has a variety of traditional foods. one of which is tempe. Tempe is a popular food. Tempe is a fermented food made from soy beans or other materials using yeast. Tempe has several advantages. Tempe has a lot of nutrition, it feels good. Modelling Background and Texturing 3 Dimension Short Animations About The Process of Making tempe through three stages, pra production, production and post production. Modelling background is the manufacture of 2 dimensional images to 3 dimensional objects. In this final Assignment using Blender 3D software and photosho cs3. Result of this final is background, property dan texture. (1) Ruangan Profesor Tempe. (2) Kebun kedelai (3) Pabrik tempe. (4) Papan Tulis. (5) Pohon kedelai. (6) Prosotan. (7) Kompor. (8) Panci 1. (9) Panci 2. (10) Panci 3. (11) Peniris. (12) Pisau. (13) Meja. (14) Mesin Pemisah Kulit Kedelai. (15) Telenan. (16) Tangan robot. (17) Wadah pencetak. (18) Jam dinding. Suggested background made more bervarasi, modeling process can use the software in addition to Blender, texturing process can use the software in addition to Photoshop cs3 and this final assignment need to go through the process of validation and testing.
PERANCANGAN ANIMASI TENTANG SIKLUS HUJAN UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR
ABSTRAK Irawan, Tri Nova Mei.2012. Perancangan Film Animasi Tentang Siklus Hujan Untuk Anak Sekolah Dasar. Tugas Akhir, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Sarjono.M.Sn. (II) Gunawan Susilo S.Sn .M.Sn Kata Kunci: Perancangan Animasi, Siklus Hujan, Sekolah Dasar Siklus hujan adalah peristiwa turunya air dari langit ke permukaan bumi. Saat belajar tentang siklus hujan, anak mengalami kesulitan karena tidak ada fasilitas peraga tentang siklus hujan.Oleh karena itu, perlu memberikan bantuan atau dorongan kepada anak sekolah dasar dalam belajar yang menarik sesuai dengan hal yang disukainya. Film Animasi tentang merupakan salah satu sarana untuk menarik minat belajar anak dengan tema Ilmu Pengetahuan Alam tentang siklus hujan Tujuan perancangan ini menghasilkan film Animasi sebagai salah satu fasilitas media belajar tentang siklus hujan dan sebangai umpan untuk menarik anak – anak dalam belajar yang menyenangkan Proses perancangan film animasi tentang siklus hujan untuk anak sekolah dasar ini memiliki 3 tahap perancangan, yaitu pra produksi, produksi dan pasca produksi. Sedangkan model perancangan yang digunakan adalah model prosedural yang bersifat deskriptif, yaitu menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Perancangan ini menghasilkan sebuah film animasi sebagai alat bantu praga Ilmu Pengetahuan Alam Tentang siklus hujan untuk anak sekolah dasar. Selain film animasi juga dibuat media – media pendukung lainnya yang nantinya dapat membantu memperkenalkan tentang Film Animasi itu sendiri, antara lain yaitu DVD label dan Poster, yang didesain berdasarkan film animasinya. Dengan penggunaan media-media ini anak akan tertarik untuk melihat film Animasinya
PERANCANGAN ANIMASI TENTANG BAHAYA MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN BAGI MASYARAKAT UMUM
ABSTRAK Hanifah, Imam Abu. 2012. Perancangan Animasi Tentang Bahaya Membuang Sampah Sembarangan Bagi Masyarakat Umum. Tugas Akhir. Program Studi Game Animasi, Jurusan Seni dan Desain. Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Lilik Indrawati, M. Pd, (II) Andi Pramono, S. Kom, M. T Kata kunci : Animasi, Sampah, Anak-anak Sekolah Dasar Animasi adalah media desain yang paling digemari oleh masyarakat saat ini. Karena masyarakat dapat lebih memahami pesan yang disampaikan oleh perancang-nya dalam sebuah iklan tinjauan atau iklan layanan masyarakat. Tentunya dengan de-sain yang bagus dan menarik. Dibandingkan dengan hanya sebuah tulisan yang mungkin dihiraukan oleh masyarakat. Buruknya akan kesadaran masyarakat agar membuang sampah pada tempat-nya agaknya perlu diperhatikan karena mengingat dampak negatif yang disebabkan oleh hal tersebut sangatlah besar dan sangat merugikan. Peninjauan pada usia dini pada anak-anak sekolah dasar melalui animasi adalah salah satu upaya yang mungkin bisa dijadikan salah satu solusi terbaik. Dalam perancangan film animasi ini, perancang harus memiliki keahlian dalam pembuatan film animasi ini, mulai dari storyboard, modeling, Texturing, rigging, animating, rendering dan editing. Perancang menggunakan software auto-desk 3dsmax 2010 sebagai pengerjaan film animasi ini, dan menggunakan software lain sebagai pendukung seperti adobe photoshop CS3 dan Adobe after effect.
PEMBUATAN FILM ANIMASI PENDEK 2 DIMENSI TENTANG BAHAYA FORMALIN
ABSTRAK Satriawan, Bagus. Pembuatan Film Animasi Pendek 2 Dimensi Tentang Bahaya Formalin,Tugas Akhir, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra,Universitas Negeri Malang. Pembimbing : ( 1 ) Andy Pramono,S.Kom.MT ( 2 ) Mitra Istiar Wardhana.S.Kom.MT Kata Kunci : Film, Animasi, 2 Dimensi, Formalin. Formalin adalah larutan zat yang tidak berwarna dan baunya sangat menusuk. Biasanya dipakai sebagai pengawet makanan. Di sektor Industri sebenarnya Formalin sangat banyak manfaatnya, antara lain: untuk pembersih lantai, kapal, gudang, pakaian, pembasmi lalat dan serangga. Formalin sangat berbahaya jika dihirup, mengenai kulit, dan tertelan. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, dapat merusak hati, ginjal, limpa, dan lain-lain. Pembuatan Film Pendek 2 Dimensi Tentang Bahaya Formalin ini bertujuan untuk mengetahui sejak dini bahaya formalin bagi kesehatan manusia, apabila digunakan sebagai bahan pengawet pada makanan. Pembuatan Film animasi Pendek 2 Dimensi Tentang Bahaya Formalin memanfaatkan data dari observasi, buku atau karya ilmiah, sebagai pedoman dalam Pembuatan Film Animasi Pendek 2 Dimensi Tentang Bahaya Formalin. Pembuatan Film Animasi Pendek 2 Dimensi Tentang Bahaya Formalin dikerjakan dengan teknik film Animasi 2 Dimensi, dan menghasilkan sebuah produk Film Animasi Pendek 2 Dimensi yang dikemas dalam CD yang telah dipublis dalam format AVI, beserta packaging yang telah didesain sesuai dengan komponen desain. Hasil packaging tersebut berisi cover CD, Label CD, dan properties. Pembuatan Film Animasi Pendek 2 Dimensi ini ditujukan agar menghasilkan media berbasis Film Animasi Pendek 2 Dimensi dalam menyampaikan informasi tentang bahaya formalin terhadap masyarakat.
DESAIN KARAKTER DAN LINGKUNGAN UNTUK FILM ANIMASI TENTANG KISAH PANJI RENI
ABSTRAK Sardjono, Made Saresky. 2011. Desain Karakter dan Lingkungan untuk Film Animasi tentang Kisah Panji Reni. Tugas Akhir, Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sumarwahyudi, M.Sn, (II) Andy Pramono, S.Kom, M.T. Kata kunci: Desain, Karakter, Lingkungan, Kisah Panji Reni Karakter dalam animasi adalah ciri bentuk atau sifat yang menempel pada seseorang atau sebuah objek. Tokoh atau karakter berfungsi untuk menjalankan peran dalam sebuah film sehingga menarik untuk ditonton. Perancangan ini mengadopsi karakter-karakter pada salah satu cerita dalam pertunjukkan Wayang Topeng Malang yaitu tentang kisah Panji Reni untuk mengembangkan serta menciptakan karakter imajinatif yang akan digunakan untuk pembuatan film animasi. Proses perancangan desain karakter dan lingkungan untuk film animasi tentang kisah Panji Reni ini terdiri dari 3 tahap yaitu: (1) praproduksi yang merupakan tahap awal dalam perancangan sebuah produk; terdiri dari kegiatan penyusunan konsep karya serta pengumpulan data dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk memproduksi sebuah karya, (2) produksi yang merupakan proses pengerjaan dengan mengolah bahan-bahan yang telah dikonsep sebelumnya hingga menghasilkan suatu produk jadi, dan (3) pascaproduksi yang merupakan tahap visualisasi desain yang telah dikerjakan pada proses produksi. Hasil perancangan ini berupa desain karakter dan desain lingkungan untuk keperluan pembuatan film animasi. Karakter-karakter yang dihasilkan sebanyak 10 tokoh, yaitu Panji Asmara Bangun, Prabu Lembu Amiluhur, Udapati Kertala, Prabu Jayengtilam, Dewi Angreni, Dewi Kilisuci, Dewi Sekartaji, Dewi Tejaswara, Prajurit Jenggala dan Prajurit Bali. Sedangkan tempat-tempat yang diangkat menjadi desain lingkungan berjumlah tiga, yaitu kediaman Panji Asmara Bangun, pelataran Kerajaan Jenggala Manik, dan Kerajaan Bali.
PERANCANGAN ANIMASI DUA DIMENSI DENGAN TEMA REBOISASI HUTAN MANGROVE SEBAGAI SARANA BELAJAR TENTANG KONSERVASI ALAM
ABSTRAK Afuan, Hafiz Ridho. Perancangan Animasi Dua Dimensi Dengan Tema Reboisasi Hutan Mangrove Sebagai Sarana Belajar Tentang Konservasi Alam, Tugas Akhir, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra,Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dra. Hj. Ida Siti Herawati, M.Pd, (2) Andy Pramono, S.Kom, M.T. Kata Kunci : Film, Animasi, Dua Dimensi, Reboisasi Hutan Mangrove Hutan mangrove merupakan suatu tipe hutan yang tumbuh di daerah pasang surut, terutama di pantai yang terlindung, laguna, dan muara sungai yang tergenang pada saat pasang dan bebas dari genangan pada saat surut yang komunitas tumbuhannya bertoleransi terhadap garam. Tumbuhan mangrove bersifat unik karena merupakan gabungan dari ciri-ciri tumbuhan yang hidup di darat dan di laut. Film animasi 2D ini bertujuan untuk membuat sarana belajar film pendek tentang reboisasi hutan mangrove kepada anak-anak, untuk mengenalkan pentingnya konservasi lingkungan hidup melalui reboisasi hutan mangrove. Pembuatan film animasi 2D tentang reboisasi hutan mangrove ini melalui beberapa proses yang dimulai dari latar belakang masalah yang berkembang sampai menjadi konsep sebuah produk film animasi 2D. Setelah konsep dari latar belakang ini telah matang, pengembang mulai untuk memproduksi film animasi ini dengan memvisualisasikan karakter, background dan property yang dibutuhkan. Dalam produksi film animasi 2D ini perancang melalui tahap animating yaitu proses menggerakkan karakter dalam film ini, jika sudah melalui tahap ini pengembang melalui tahap audio editing yaitu mengisi suara atau sound effect agar gambar yang telah dianimasikan lebih hidup, dan selanjutnya adalah tahap rendering yaitu tahap finishing, di mana komponen- komponen tersebut akan diconvert menjadi file yang berformat video. Pembuatan film animasi 2D tentang reboisasi hutan mangrove ini telah menghasilkan produk yang berupa film animasi berbasis dua dimensi (2D) dengan durasi 5 menit. Projek berdimensi 800 x 600 pixel yang dapat diputar pada komputer maupun televisi. Selain itu, film ini dapat dipakai sebagai media pembelajaran terutama bagi anak - anak untuk membantu pengenalan konservasi lingkungan, khususnya terhadap hutan mangrove. Selanjutnya agar anak-anak dapat menyayangi, melidungi dan melestarikan lingkungan sekitarnya. Melalui pembuatan film animasi 2D tentang reboisasi hutan mangrove dapat disampaikan pesan kepada penonton khususnya bagi anak-anak tentang pentingnya konservasi lingkungan di daerah pantai. Film ini dapat dijadikan sarana belajar untuk sekolah formal atau non formal khususnya di daerah pantai.