Tugas Akhir Jurusan Seni dan Design - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    306 research outputs found

    STRUKTUR GERAK REOG BULKIO DI DESA KEMLOKO KECAMATAN NGLEGOK KABUPATEN BLITAR

    No full text
    ABSTRAK Wijayanti, Kunti. 2017. Struktur Gerak Reog Bulkio Di Desa Kemloko Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Skripsi,Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ninik Harini, M.Sn (II) Hartono S.Sn, M.Sn Kata Kunci: Struktur gerak,Reog Bulkio, kesenian rakyat, kabupaten BlitarTari Reog Bulkio adalah tari khas Blitar yang terinspirasi dari perjuangan para prajurit Diponegoro melawan penjajah Belanda. Gerak tari Reog Bulkiosederhana dan diulang-ulang menggambarkan peperangan melawan penjajah Belanda, adapun cerita mengenai peperangan  zaman kenabian yang menceritakan perlawanan agama Islam melawan kaum kafir hanyalah sebagai selubung saja, agar para penari atau pemain tari Reog Bulkio tidak ditangkap dan dibuang oleh penjajah Belanda.Alasan yang mendasari pemikiran peneliti untuk mengadakan penelitian tentang struktur tari Reog Bulkio ini memiliki ciri khas yaitu geraknya sedrehana dan diulang-ulang, serta masyarakat di wilayah Blitar belum banyak yang mengetahui tari Reog Bulkio, dengan adanya penelitian tentang struktur Reog Bulkio ini dapat membantu memperkenalkan Reog Bulkiokepada masyarakat Blitar.Tujuan dari penelitian ini yaitu mendiskripsikan struktur gerak  Reog Bulkio yang berada di Desa Kemloko Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Masyarakat Desa Kemloko mayoritas memeluk agama Islam. Tari Reog Bulkio ini adalah kesenian yang berafaskan Islam dan Hindu terlihat dari alat musik yang digunakan, yaitu alat musik Terbang yang merupakan alat musik yang bernafaskan islam serta gong dan kenong berasal dari agama Hindu.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.  Data dalam penelitian ini berupa kata-kata dan gamabar. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode observasi,wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data dan penyajian data. Pengecekan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Tahap-tahap dalam penelitian ini terdiri dari tahap persiapan, tahap rancangan penelitian, tahap pelaksanaan, tahap pelaporan penelitian.Hasil dari penelitian ini adalah struktur gerak Reog Bulkio terdiri dari unsur gerak kepala, unsur gerak tangan, unsur gerak badan, unsur gerak kaki, terdiri dari motif statis dan motif dinamis, ragam gerak, frase, paragraf dan memiliki tiga kostum yang berbeda antara penari prajurit, penari perangan dan pemegang panji atau bendera.Kesimpulan dari struktur gerak Reog Bulkio ini yaitu: terdiri dari 5 unsur gerak kepala, 9 unsur gerak tangan, 8 unsur gerak badan, 9 unsur gerak kaki, 13 motif statis, 6 motif dinamis, 6 ragam gerak, 13 frase, 3 paragraf serta memiliki 3 kostum berbeda dari penari prajurit, perangan dan pemegang panji atau bendera. Saran untuk masyarakat Blitar agar lebih melestarikan dan menghargai kesenian lokal agar tetap lestari keberadaannya, untuk peneliti selanjutnya di harapkan bisa melengkapi hasil dari penelitian ini agar lebih rinci dan lebih baik

    PERANCANGAN KLIP ANIMASI LAGU “DI UDARA” DARI BAND EFEK RUMAH KACA

    No full text
    ABSTRAK Zuhri, Achmad Syaifudin. 2017. Perancangan Klip Animasi Lagu “Di Udara” dari Band Efek Rumah Kaca. Tugas Akhir, Jurusan Seni dan Desain. Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang: (I) Moch. Abdul Rohman, S.Sn, M.Sn, (II) Mitra Istiar Wardhana, S.Kom, M.T Kata Kunci: Perancangan, Animasi, Video Klip.Perkembangan musik di Indonesia sangat pesat dan beragam, dari musik pop, rock, jazz, keroncong, dangdut, hingga melayu. Di belantika musik Indonesia, ada beberapa group band yang mampu mengambil hati masyarakat dengan keunikan yang mereka tampilkan baik dari segi kualitas musik, lirik lagu hingga dengan style atau gaya berbusana panggung. Dalam beberapa tahun terakhir, band indie sangat berkembang pesat dan digandrungi remaja Indonesia.Band indie efek Rumah Kaca atau sering disebut ERK yang merupakan salah satu band indonesia yang memulai perjalanan pada tahun 2001. Salah satu karyanya adalah lagu “Di Udara” yang merupakan lagu nomor ke-7 di album pertama band Efek Rumah Kaca. Isi dari lirik lagu ini memiliki rentetan benang merah yang bercerita tentang seorang pejuang sejati yang menumpahkan seluruh jiwa dan raganya untuk membela kaum yang teraniaya.Untuk menciptakan kesan yang berbeda, serta mencari perhatian lebih dari masyarakat atau penikmat musik, beberapa band di Indonesia mecoba menggunakan video klipnya dalam bentuk animasi pada video klip lagu yang di bawakannya. Cara itu mampu menarik dan memberi kesan tersendiri terhadap penikmat musik karena memberikan sesuatu yang baruDalam pembuatan video klip animasi 2 dimensi dari lirik lagu “Di Udara” yang dibawakan oleh Band Indie Efek Rumah Kaca. Pada proses pembuatan karya tugas akhir ini penulis melakukan model perancangan kerangka atau pola dasar perancangan desain dalam matakuliah filsafat ilmu. Langkah tersebut di awali dari pengumpulan data dan memperbanyak referensi kemudian analisa data dari data yang sudah dikumpulkan berupa sepak terjang Munir Said Thalib dalam menegakkan HAM di Indonesia, setelah itu masuk kedalam proses pra produksi berupa pembuatan konsep, sinopsis, storyboard, Desain Karakter dan Desain Background, setelah itu masuk proses produksi berupa modelling 2d, Animating dan Editing Compositing, kemudian masuk kedalam proses pasca produksi berupa Rendering animasi, uji coba, dan pembuatan packaging. Dalam perancangan videoklip animasi ini dapat disimpulkan bahwa seorang animator membutuhkan langkah-langkah yang runtun agar dapat menghasilkan videoklip yang menarik serta memudahkan proses perancangan. Serta diperlukan kreativitas untuk memvisualisasikan lirik lagu kedalam bentuk visual, agar dapat menyajikan sesuatu yang lebih unik dan inovatif

    Makna Dibalik Keindahan Tari Muang Sangkal Sumenep Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis Gaya Realis

    No full text
    ABSTRAK   Rosyidin, Khulafaur. 2015. MaknaDibalikKeindahanTari Muang Sangkal Sumenep Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis Gaya Realis. Skripsi, JurusanSenidanDesain, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Triyono Widodo, M.Sn. Kata Kunci:tarimuangsangkal, penciptaan, seni lukisrealis Setiapdaerahmemilikibudayadantradisitariyang unikdanmemilikigerakan yang sangatberagam.Setiapgerakanmemilikimakna yang tersiratdidalamnyadankeindahanjikadipandang.Salah satunyaadalahsebuahtariankhasdaerahSumenepyaitutarimuangsangkal yang memilikigerakan yang indahdanlembutsertamemilikimakna yang dalamtentangkehidupanbermasyarakatpadaumumnya.Namuntarimuangsangkaliniseringkaliterlupakanolehmasyarakatsekitardisebabkanpengaruhjamansehinggaterancampunah. Padapenciptaanini, mengambil ide ataugagasanberkaryadaritarimuangsangkal.Ide ataugagasantersebutdiwujudkandalamkaryasenilukisrealis.Penciptamemilih karyaseni lukis realissebagai media berkreasi dalam mengekspresikan gejolak jiwa. Proses dalam penciptaan karya seni lukis realis ini bermula dari perancangan konsep yang didalamnya terdapat ide atau gagasan, tema, dan objek yang akan diciptakan yaitu objek tarimuangsangkal.Setelah menentukan karakteristik karya, kemudian menentukan teknik serta alat dan bahan yang akan digunakan. Jika semuanya sudah terpenuhi untuk langkah selanjutnya adalah proses visualisasi yaitu membuat sketsa di atas kertas lalu memindahkannya di atas kanvas. Kemudian proses pewarnaan dengan menggunakan berbagai macam teknik yaituteknikrealis (teknik yang menampilkan obyek karya seni dengan apa adanya), teknikekspresif (teknik melukis dengan bahan cat dengan sapuan acak) dan teknik aquarel (cara melukis dengan menggunakan acrylic/ cat air dengan sapuan warna yang tipis). Penulis menampilkan 6karyaseni lukisrealisdengan media estetikberupatitik, garis, bentuk dan ruang, sertawarna. Berdasarkan hasil penciptaan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru kepada pencipta maupun orang lain dalam mempelajari karya seni lukis realis. Mulai dariperancangan konsep, hingga proses visualisasi karya, dan diskripsi karya berdasarkan sudut pandang pribadi penulis maupun sudut pandang orang lain.Serta memberikan suatu pandangan bahwa budaya atau tradisi yang dimiliki suatu daerah khususnya tari muang sangkal dari daerah Sumenep memiliki nilai-nilai estetik dan sosial yang tinggi dan berpengaruh pada masyarakat sekitar.Dengan mengangkat tematarimuangsangkal melalui sudut pandang penulis, diharapkan bisa menjadi wacana bagi setiap masyarakatuntukbisamelestarikanbudayadanmenghargaibudaya Indonesia.

    Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Multimedia Tentang Kompetensi 12 Prinsip Animasi Pada Mata Pelajaran Animasi 2 Dimensi Untuk Siswa Multimedia SMK

    No full text
    ABSTRACT Saputra, Dany. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Multimedia Tentang Kompetensi 12 Prinsip Animasi Pada Mata Pelajaran Animasi 2 Dimensi Untuk Siswa Multimedia SMK. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moeljadi Pranata, M.Pd, (II) Joko Samodra, S.Kom, M.T. Penguji: Andy Pramono, S.Kom, M.TKata Kunci: Pengembangan, Media pembelajaran, 12 prinsip animasi 2D.Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar yang dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau keterampilan pelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Dalam pembelajaran teknik animasi 2 dimensi khususnya pada kompetensi 12 prinsip dasar animasi, media pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting. Tujuan peneliti dalam mengembangkan media pembelajaran ini yaitu mengembangkan media yang sebelumnya menggunakan modul dan dikembangkan menjadi media pembelajaran interaktif yang berbasis multimedia.Model penelitian yang digunakan adalah model Five D dari Moeljadi Pranata (2012) yaitu (1) define, (2) data, (3) design, (4) develop, dan (5) disseminate. Produk final diuji kelayakannya oleh 2 orang ahli media, 2 orang ahli materi dan 20 orang subjek uji coba kelompok besar yakni siswa kelas XI SMK Negeri 12 Malang. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen yang berupa kuisioner dengan jenis angket yang hasilnya dianalisis dengan menggunakan teknik persentase yang kemudian dikonversikan dengan tabel kriteria kelayakan.Hasil validasi ahli media menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan ini sangat layak digunakan untuk kegiatan untuk belajar mengajar di kelas dengan rerata 86.6 %. Dari validasi ahli materi dihasilkan rerata 92.5 %. Selain uji validasi, uji coba lapangan juga menunjukan hasil positif dengan persentase 93.25 % yang artinya masuk dalam kategori sangat valid dan sangat layak untuk digunakan. Pengembangan ini telah menghasilkan media pembelajaran interaktif berbasis multimedia tentang kompetensi 12 prinsip animasi untuk siswa kelas XI multimedia di SMK dengan spesifikasi sebagai berikut: (a) menggunakan software Adobe Flash CS4, (b) isi produk : materi 12 prinsip dasar animasi, gambar prinsip dasar animasi, contoh animasi 12 prinsip dasar, dan video prinsip dasar animasi, (c) teknik computerized, (d) pemaparan secara runtut sistematis, (e) pewarnaan full color, (f) menggunakan bahasa Indonesia dan Inggris, dan (g) dikemas dalam bentuk CD (digital). Berdasarkan hasil pengembangan, dapat disarankan bagi pengembang produk yang sama, agar dapat dilakukan dengan uji coba secara berulang-ulang pada subjek yang lebih besar dan diharapkan pengembang selajutnya dapat mengembangkan media dengan kompetensi selanjutnya dari teknik animasi 2D

    Tari Gandrung Banyuwangi Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Lukis Gaya Pribadi

    No full text
    ABSTRACT Tari Gandrung Banyuwangi Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Lukis Gaya PribadiRizky Cahya Purnama. 2016. Tari Gandrung Banyuwangi Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Lukis Gaya Pribadi. Skripsi. Program Studi Pendidikan Seni Rupa Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Triyono Widodo, M.Sn.Kata Kunci: Tari Gandrung Banyuwangi, Inspirasi, Penciptaan Lukisan, Gaya PribadiGandrung merupakan sebuah tarian yang dahulunya di pentaskan pada suatu penyelenggaraan upacara di istana Majapahit, yaitu bentuk tarian istana yang dikenal dengan istilah ”juru I angin” yaitu seorang wanita yang menari sambil menyanyi dengan sangat menarik. Bentuk tarian inilah yang mungkin sebagai asal- usul dari perkembangan kesenian gandrung. Hal ini dapat dibuktikan bahwa penari Gandrung selalu diikuti oleh seorang pemain kluncing yang selalu melawak dengan bentuk – bentuk  lawakan yang berhubungan dengan tarian Gandrung yang sedang dimainkan. Ciri unsur keistanaan yang terdapat dalam bentuk kesenian Gandrung dapat dibuktikan sampai sekarang, antara lain dalam hal busana ( pakaian ), rias dan bentuk – bentuk nyanyiannya, yaitu bentuk teknis pembawaan lagu – lagu atau vokal pada jaman kehidupan kerajaan – kerajaan Blambangan pada jaman dahulu.Pada penciptaan karya seni lukis ini pencipta mendapatkan inspirasi dan gagasan dari tari gandrung dikerenakan kekaguman si pencipta terhadap masyarakat Banyuwangi yang senantiasa  melestarikan tradisi, adat - istiadat, dan budayanya hingga saat ini. Harapan pencipta dengan mengangkat tari gandrung dalam karya lukis adalah ikut serta mengenalkan tradisi warisan leluhur kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Yang mulanya tidak tahu menjadi tahu, yang tidak mengerti menjadi mengerti akan keberadaan kebudayaan tari gandrung Banyuwangi. Proses dalam penciptaan karya lukis ini bermula dari perancangan konsep yang di dalamnya terdapat ide atau gagasan, tema, dan obyek yang akan diciptakan. Setelah itu menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk proses visualisasi yaitu membuat sketsa di atas kertas sebelum pada akhirnya dpindahkan pada media kanvas. Tahapan pertama pada media kanvas adalah menggunakan teknik block dengan menggunakan warna yang sudah ditentukan. Tahapan yang kedua menggunakan teknik dusel dan dilanjutkan dengan tahapan yaitu proses pemberian kesan gelap terang, pencahayaan, penegasan objek dan detail objek tahap yang terakhir yaitu menempel kain batik atau dengan teknik kolase.Hasil dari penciptaan karya lukis ini adalah visualisasi objek (tari gandrung) dengan menggunakan gaya pribadi pencipta. Dalam penciptaan karya lukis ini menampilkan 6 karya lukis dengan media estetik berupa garis, warna, tekstur, bentuk dan ruang sebagai simbolisasi dari konsep, media fisik berupa kanvas, cat akrilik, dan kain batik khas Banyuwangi. Menggunakan empat teknik yaitu teknik block, dusel, detail garis untuk cahaya, gelap terang, dan penegasan bentuk serta yang terakhir teknik tempel atau kolase. Berdasarkan hasil penciptaan diharapkan dapat memberikan pengalaman baik berupa wujud, proses maupun kreativitas melalui pemikiran pencipta dalam berkarya seni

    Perancangan Film Animasi Ari And Friends Dengan Mainan Tradisionalnya

    No full text
    ABSTRAK   Abdillah, Roza. 2016. Perancangan  Film Animasi Ari And Frinds Dengan Mainan Tradisionalnya. Tugas Akhir, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Andy Pramono, S.Kom, M.T (II) MitraIstiar Wardhana, S.Kom, M.T   Kata Kunci: Perancangan, Permainan Tradisional, Animasi 3D   Indonesia adalah negera yang indah dan kaya akan kekayaan alam dan budaya. Lebih dari 20 suku dan lebih dari 100 kebudayaan terdapat di Indonesia. Kekayaan akan budaya ini juga berbanding lurus dengan terciptanya berbagai macam permainan tradisional. Terdapat puluhan jenis permainan bahkan lebih. Seiring dengan berkembangnya zaman, maka semakin banyak pula jenis-jenis permainan yang canggih dan didukung dengan teknologi canggih tercipta. Pada umumnya permainan ini ditujukan kepada anak-anak, maka tak heran jika anak-anak sekarang banyak yang tidak mengenal akan keberagaman permainan yang ada di Negara yang kaya akan budaya ini. Dalam proses perancangan film animasi mainan tradisional Ari And Friends ini menggunakan beberapa software grafis yaitu Adobe Photoshop, Adobe After Effect, Gimp dan software 3 dimensi yaitu Blender. Supaya lebih menarik, diupayakan dengan membuat konsep animasi yang menarik. Baik dari segi grafis maupun ide cerita dan tak lupa menerapkan 12 prinsip dasar animasi. Perancangan film animasi ini menghasilkan berbagai media yaitu, film animasi pendek berdurasi 4 menit 10 detik, merchant diseyang berupa striker, media promosi berupa mini banner. Selain itu dari perancangan ini juga dihasilkan blog sebagai media informasi dan fanpage sebagai media promosi. Diharap dari perancangan film animasi ini dapat meningkatkan minat dan pengetahuan terhadap rasa cinta pada budaya Indonesia terutama minat akan permainan dan mainan tradisional. Tugas akhir inipun diperlukan proses validasi dan uji coba

    PERANCANGAN ANIMASI IKLAN LAYANAN MASYARAKAT TENTANG PENTINGNYA PKELESTARIAN HUTAN TROPIS DI INDONESIA

    No full text
    ABSTRACT Saputro, Bayu. 2016. Perancangan Animasi Iklan Layanan MasyarakatTentang Pentingnya Pelestarian Hutan Tropis Di Indonesia. TugasAkhir, Jurusan Seni dan Desain. Fakultas Sastra, Universitas NegeriMalang. Pembimbing (I) Joko Samodra, S.Kom. M.T, (II) IkeRatnawati S.Pd. M.Pd. Kata Kunci: Perancangan, Animasi, Hutan Tropis. Melestarikan tropis merupakan salah satu kebiasaan budaya dan kearifanlokal yang diturunkan oleh nenek moyang kita. Mereka dengan budayanyamasing-masing telah menjaga kelestarian ekosistem hutan tropis di daerahnyamelalui aturan-aturan adat mereka, dan juga budaya mereka yang berperanpenting dalam menjaga kelestarian plasma nutfat dalam hutan. Namun seiringdengan perkembangan zaman, karena kebutuhan, karena alasan kesejahteraan,bahkan karena keserakahan manusia, telah mengabaikan kelestarian hutan tropisdi Indonesia. Dengan berbagai alasan itulah, ekosistem hutan tropis sedikit demi sedikit semakin berkurang, hewan yang dulunya banyak, kini beberapa diantaranya terancam punah. Pembakaran hutan, penebangan liar, pencuriankayu, dan masih banyak lainnya telah menyebabkan dampak yang sudahdirasakan oleh makhluk hidup lainnya. Tujuan perancangan ini adalah untukmembuat sebuah video animasi yang berbasis iklan layanan masyarakat tentangpentingnya menjaga kelestarian hutan tropis di Indonesia berupa kombinasianimasi 2D dan animasi 3D, agar generasi mudalah yang di tuntut untukmembawa semangat baru untuk kelestarian hutan tropis kita tercinta. Walaupundengan langkah kecil, akan berdampak positif bagi kelestarian alam. Metode pembuatan animasi 2D melalui 3 tahapan, yaitu pra produksi,produksi dan pasca produksi. Tahap awal yang penulis lakukan adalahmengumpulkan data dari sumber buku dan internet. Setelah data terkumpulpenulis menentukan konsep desain meliputi, storyboard, desain karakter danproperti. Tahapan selanjutnya, penulis menentukan referensi karakter berupafoto orang asli, sebagai referensi desain karakter dan properti. Tahapselanjutnya yaitu proses animating, merupakan proses untuk “menghidupkan”atau menganimasikan storyboard secara komputerisasi, proses compositing,yaitu proses untuk menggabungkan elemen-elemen, proses dubbing, yaituproses rekaman suara berdasarkan narasi, proses editing penggabunganpotongan-potongan video. Selanjutnya, final rendering, menghasilkan movieberupa gabungan satu file video dengan format MPEG 4. Hasil perancangan yaitu DVD animasi iklan layanan masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan tropis di Indonesia

    Perancangan Animasi 3D Pola Ergonomik Pemakaian Komputer Dan Laptop

    No full text
    ABSTRACT Kurniawan, Niko, 2016.   Perancangan animasi 3D pola ergonomik pemakaian Komputer dan laptop. Tugas Akhir, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (1) Andy Pramono S.Kom, M.T, (II) Joko samudro, S.Kom, M.TKata Kunci: Animasi, 3D, Ergonomik, Film.Animasi 3D pola ergonomik pemakaian komputer dan laptop merupakan salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk memberi pengetahuan akan pentingnya pola ergonomik saat bekerja di depan komputer dan laptop, karena masih banyak orang yang tidak tahu tentang pola ergonomik dan seberapa besar dampak positif yang didapat saat melakukan pola ergonomik di depan komputer dan laptop, sehingga melalui film ini diharapkan pengguna komputer dan laptop lebih produktif dan lebih memperhatikan kesehatanya saat bekerja.Proses visualisasi animasi 3D pola ergonomik pemakaian komputer dan laptop ini mempunyai 3 tahap perancangan, yaitu pra produksi yang dimulai dari pencarian data, lalu dianalisis dan ditentukan judulnya, setelah itu dibuat storyboard, desain karakter, desain properti, dan desain sound, produksi dimulai dari tahap modeling, rigging, teksturing, animating dan editing. post produksi adalah tahap dimana karya animasi yang sudah jadi di publish di Youtube, Blog, dan fanpage Facebook. Sedangkan model perancangan yang digunakan adalah model prosedural yang bersifat deskriptif, yaitu menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk.Perancangan ini menghasilkan sebuah animasi 3 dimensi yang berjudul “Ergonomik” yang sudah diunggah di Youtube, Blog dan fanpage Facebook dengan durasi film 2 menit 39 detik   . Selain film, perancangan ini juga menghasilkan media pendukung yaitu  sticker.ABSTRACTKurniawan, Niko, 2016.  Design animation 3D about system ergonomic using computer and laptop. Final Project, Department of Art and Design, Faculty of Letters, State University of Malang.Supervisor: (1) Andy Pramono S.Kom, MT, (II) Joko Samudro, S. Kom, MTKeywords: Animation, 3D, Ergonomic, film.Animation 3D about sytem ergonomic using computer and laptop is one one effort that can be used for knowledge of how important ergonomic system when working in front of computer and laptop, because there are still may people who don’t know about ergonomic system dan positive impact that obtained while doing ergonomic system in front of computer and laptop, so through this film be expected to computer and laptop user become more produktif and more attention with the healthy of the body it self while working.Process visualization of 3D animation about sytem ergonomic using computer and laptop have three design stages,there is pre-production that start from data searching, and then analyzed for title, after that make storyboard, character design, prop design, and sound design. Production start from modeling, rigging, teksturing, animating and editing. post-production is stage that publish animation to Youtube, Blog, fanpage Facebook. While the design model used is the procedural model that is descriptive, which outlines the steps that must be followed to produce the product. This design produces a 3D Animation film “ergonomic” that have been uploaded in Youtube, Blog and fanpage Facebook with duration film 2 minutes 39 second. Besides film,  there is supporting media there is sticker

    Analisis Motif Batik Gedog Desa Margorejo Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban

    No full text
    ABSTRACT   Safitri, Rona Zarifah. 2015. Analisis Motif Batik Gedog Desa Margorejo Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:  (I) Drs. A. A. G. Rai Arimbawa, M. Sn, (II) Ike Ratnawati S. Pd, M. Pd. Kata Kunci: Batik Gedog, Analisis, Motif Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang sudah mendunia. Batik memiliki makna atau filosofi yang disampaikan melalui motif atau corak yang dimilikinya. Motif-motif tersebut diciptakan dengan berbagai macam latar belakang disetiap daerah yang mempengaruhinya. Setiap daerah memiliki budaya dan tradisi yang berbeda-beda, itu berpengaruh pada motif dan warna yang dihasilkan. Salah satunya adalah batik gedog, batik gedog merupakan batik yang berasal dari daerah pesisiran tepatnya di Dusun Dukoh Desa Margorejo Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban. Batik gedog merupakan batik khas dari Tuban. Batik gedog mempunyai daya tarik atau keunikan tersendiri dari motif, warna maupun kain yang digunakannya. Oleh karena itu perlu menganalisis lebih lanjut mengenai motif batik gedog di Desa Margorejo Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang diperoleh dengan mengungkapkan informasi secara menyeluruh dan sesuai dengan konteks melalui pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi secara langsung. Analisis data dimulai dari tahap deskripsi, analisis formal, interpretasi, dan evaluasi. Berdasarkan hasil penelitian, motif batik gedog merupakan motif turun temurun. Akan tetapi banyak terciptanya berbagai motif baru yang terinspirasi dari alam sekitar di daerah tersebut, kemudian diolah dengan menstilasi dan mendeformasikan bagian-bagian yang akan dikembangkan. Motif-motif yang terdapat pada gedog memiliki beberapa ornamen motif batik, diantaranya adalah ornamen utama, ornamen pendukung, dan isen-isen motif batik serta warna yang terdapat pada motif batik gedog.  Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sedikit pandangan tentang kekayaan motif batik dan juga manfaat untuk bekal calon pendidik Seni Budaya dan Prakarya, sehingga pendidik dapat menggunakan keragaman motif batik daerah setempat sebagai materi mengajar Seni Budaya di sekolah. Juga untuk menambah wawasan dan pengetahuan serta lebih kreatif mengembangkan ide penciptaan desain motif batik untuk memperkaya budaya daerah dan nusantara

    PROBLEMATIKA PELAKSANAAN PENILAIAN AUTENTIK KELAS II BERDASARKAN KURIKULUM 2013 DI SDN KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRACT Aini, Qurrotu. 2016. Problematika Pelaksanaan Penilaian Autentik Kelas II berdasarkan Kurikulum 2013 di SDN Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Siti Umayaroh, S.Pd., M.Pd, (II) Dra. Sri Harmini, S.Pd., M.Pd.Kata kunci: Penilaian autentik, kurikulum 2013, SDN, problematikaPembelajaran berkaitan dengan penilaian, khususnya penilaian autentik yang digunakan pada kurikulum 2013. Penilaian autentik bermakna jelas dan terukur atas hasil belajar siswa untuk ranah sikap, keterampilan dan pengetahuan. Ketiga ranah tersebut secara menyeluruh sesuai dengan tujuan pembelajaran. Penggunaan penilaian autentik dalam penerapan kurikulum 2013 menjadi penekanan pada penilaian proses dan hasil belajar siswa dengan berbagai instrumen penilaian. Kompetensi pada instrumen penilaian yang sesuai ada di Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Inti (KI), dan Kompetensi Dasar (KD).Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan tentang problematika guru dalam penilaian autentik yang terdiri dari 4 jenis penilaian yaitu penilaian kinerja, penilaian proyek, penilaian portofolio dan penilaian tes tulis.Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu guru kelas II di SDN Kota Malang yang terdapat 5 Kecamatan yang terdiri dari 180 SDN, maka pengambilan sampel 20 SDN dengan jumlah guru kelas II yaitu 37 responden. Tiap kecamatan terdiri dari 4 SDN yang meliputi SDN 2 Inti dan 2 Imbas. Penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan data dengan menyebarkan angket. Setelah data terkumpul, data dihitung dan disajikan untuk kemudian ditarik kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) problematika guru dalam pelaksanaan penilaian autentik memperoleh presentase sebesar 66% dengan kriteria banyak mengalami problematika, (2) problematika guru dalam pelaksanaan penilaian kinerja memperoleh presentase sebesar 51% dengan kriteria cukup mengalami problematika, (3) problematika guru dalam pelaksanaan penilaian proyek memperoleh presentase sebesar 67% dengan kriteria banyak mengalami problematika, (4) problematika guru dalam pelaksanaan penilaian portofolio memperoleh presentase sebesar 49% dengan kriteria cukup mengalami problematika, dan (5) problematika guru dalam pelaksanaan penilaian tes tulis memperoleh presentase sebesar 63% dengan kriteria banyak mengalami problematika.Berdasarkan temuan dan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan jika guru kurang memahami konsep dari penilaian autentik sehingga guru masih mengalami problematika. Oleh karena itu disarankan kepada guru untuk mengikuti pelatihan kurikulum 2013 serta mengadakan diskusi antar guru seperti KKG

    0

    full texts

    306

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Seni dan Design - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇