Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna
Not a member yet
    104 research outputs found

    PENGARUH PERSEPSI DOWNLINE TENTANG KUALITAS JASA UPLINE PADA MULTI LEVEL MARKETING TIANSHI TERHADAP LOYALITAS DOWNLINE DI MALANG (Studi pada jaringan Akhmad Fidzan)

    Full text link
    Good service quality dimensions will provide an incentivite to customers to establish a strong bond with company.Reverse poor service means the company’s reputation will go down, so the company leaders must know what the most influential variable on the dimension of service quality in a Multi Level Marketing company to rise the reputation of a company. A satisfaction who have received referrals effect on loyality, which it is suitable with statement Lam et.al (2002:31) who proved that service quality has an impact on satisfaction and satisfaction on loyalty.This study aims to identify and analyze the influence of service quality dimensions upline downline loyality either simultaneously or partially and to investigate and analyze the variables of service quality dimensions dominate the downline. An examination loyalty is done sub Stockists Uno Tianshi Business Center in Malang Jl.Griya Santa Malang by using a sample population of 60 respondents.The type of analysis is explanatory research with survey method. A technics of taking over a sampling using purposive sampling. A source premire data using the result of qestionaire and secondary data is literature and data from internet. An analysis implements used is multiple liniear regression.Result of multiple regression analyze is the dimension of service quality (X) consisting of physical evidence (X1),reliability (X2), responsiveness (X3), collateral (X4), and empathy (X5) is significant and simultaneous downline loyality (Y). While the effects is partially downline loyality (Y) just empathy variables(X5),while the four other variables that influence but do not significant. Except can also be shown that the variable of empathy (X5) is significantly dominant downline loyality (Y).Keywords: dimension of service quality, consisting of physical evidence, reliability, responsiveness, collateral, empathy and downline loyality

    IDENTITAS DIRI REMAJA MELALUI STATUS SOSIAL FACEBOOK

    Full text link
    Dunia cyber menjadi dunia baru layaknya dalam kehidupan nyata menawarkan hal-hal yang bisa dilakukan pada dunia nyata. Mulai dari chatting, conference, berbelanja sampai mencari jodoh bisa dilakukan di dunia maya ini, bahkan kuliah saat ini bisa dilakukan melalui dunia maya ini. Hanya dengan “click†kita diajak untuk memasuki “ruang†dimana kita bisa mencari apa saja yang kita inginkan, tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu yang di sebut oleh Mc Luhan sebagai “Global Villageâ€. Dari berbagai fenomena tersebut di atas, maka menjadi penting untuk meneliti mengenai konstruksi sosial media dan bagaimana identitas diri remaja yang dimunculkan melalui status media sosial facebook. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kualitatif dengan menggunakan pendekatan grounded untuk memahami bagaimana remaja mengkonstruksi identitas dirinya melalui statusstatus yang diunggah pada situs sosial media facebook. Penelitian ini difokuskan pada remaja usia 14 –18 tahun karena pada usia ini mereka lebih sering melakukan update status setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat facebook memungkinkan setiap pengguna dan atau pemilik akun di facebook disediakan form atau borang untuk menuliskan profil diri mereka seperti nama, nama kecil, tempat tanggal lahir, pendidikan, hobi, sampai pada kutipan yang disenangi olehnya. Fasilitas facebook tersebut memungkinkan seseorang mengkonstruk dirinya melalui perantaraan teks baik itu dalam pengertian kumpulan kata maupun gambar yang pada akhirnya memberikan kepingan-kepingan gambar bagaimana subyek pemilik akun facebook itu. Implikasi dari penelitian ini adalah Karena identitas diri remaja di facebook cenderung membebaskan dirinya dari pemahaman kesejarahan tentang identitas yang selama ini berlaku di dunia nyata, maka orang tua juga perlu untuk lebih memahami teknologi sehingga memungkinkan untuk melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap konstruksi identitas yang dibentuk anak-anaknya.Kata kunci : Konstruksi Sosial, Identitas Diri, Media Sosia

    PENGARUH SOSIALISAI BELA NEGARA TERHADAP SIKAP BELA NEGARA GURU SEKOLAH DASAR DI JAKARTA (STUDI EKSPLANATORI DI DIREKTORAT BELA NEGARA KEMENTRIAN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kegiatan sosialisasi bela negara yang diselenggarakan Direktorat Bela Negara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia terhadap sikap bela negara guru-guru Sekolah Dasar di Jakarta yang menjadi peserta sosialisasi. Penelitian ini menggunakan metode survey eksplanatory dengan pendekatan kuantitatif, dan teknik sampling yang dilakukan adalah total sampling. Populasi dan sample penelitian adalah guru-guru sekolah dasar peserta sosialisasi bela negara yang berjumlah 50 orang. Penelitian ini melibatkan 2 variabel bebas (X) yang terdiri dari faktor sumber (X1) dan faktor pesan (X2), serta 3 variabel terikat (Y) yang terdiri dari aspek kognisi (Y1), aspek afeksi (Y2) dan aspek konasi (Y3) sikap bela negara. Alat pengumpul data berupa angket dan dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan adalah teknik analisis jalur dan analisis inferensial yang digunakan adalah koefisien korelasi dengan menggunakan rumus korelasi Pearson. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah, (1) Faktor sumber tidak berpengaruh terhadap aspek kognisi bela negara, tetapi secara signifikan berpengaruh terhadap aspek afeksi, dan konasi sikap bela negara guru sekolah dasar di Jakarta. (2) Faktor pesan secara signifikan berpengaruh terhadap aspek kognisi, afeksi, dan konasi sikap bela negara guru sekolah dasar di Jakarta. Saran yang dikaitkan dengan hasil penelitian adalah bagi Direktorat Bela Negara untuk mengurangi kuantitas pemateri yang berasal dari kalangan militer dan menghadirkan pemateri yang memiliki latar belakang profesi guru sekolah dasar serta pemateri yang pernah menjadi peserta sosialisasi sebelumnya. Dari segi tempat penyelenggaraan sebaiknya tidak berada di lingkungan kedinasan Kementerian Pertahanan. Dari segi waktu penyelenggaraan disarankan untuk menyelenggarakan sosialisasi secara simultan setiap seminggu sekali selama satu bulan. Saran bagi peneliti lain dalam bidang komunikasi, untuk memasukkan identitas agama, suku, dan ideologi responden ke dalam kuisioner. Penelitian selanjutnya juga diharapkan untuk melakukan penelitian secara mendalam guna melihat implementasi nilai-nilai sikap bela negara peserta sosialisasi di dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus pengaruhnya terhadap sikap bela negara murid-murid sekolah dasar.Kata kunci : Sosialisasi, sikap, Bela Negar

    (Sebuah Kajian Etika Media) Jurnal Ilmiah Komunikasi |MAKNA Vol. 4 No. 1, Februari-Juli 2013 KESENJANGAN AKSES INFORMASI DI ERA GLOBALISASI (Sebuah Kajian Etika Media)

    Full text link
    Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam era globalisasi di Indonesia mendorong pertumbuhan dan kemajuan masyarakat. Seiring dengan berkembangnya industri media massa dan kemajuan teknologi komunikasi, pemenuhan akses informasi (ekuitas informasi) seharusnya juga diikuti dengan kemudahan akses untuk mendapatkan informasi, tanpa terkendala ruang, waktu, dan biaya yang mahal. Permasalahan yang masih menjadi pertanyaan adalah apakah seluruh lapisan masyarakat Indonesia telah dapat dengan mudah dan cepat untuk mengakses semua informasi yang mereka butuhkan ? Kesenjangan dalam mengakses informasi masih menjadi salah satu permasalahan di Indonesia. Karena pada kenyataannya, akses informasi belum secara menyeluruh dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Masyarakat dengan tingkat ekonomi bawah dan berada pada daerah yang terpencil, belum dapat mengakses berbagai informasi dengan maksimal. Hal ini dikarenakan keterbatasan sarana (sinyal yang buruk) dan keterbatasan biaya akses yang mahal bagi masyarakat dengan tiingkat ekonomi level bawah (masyarakat miskin). Secara etis, menjadi tanggungjawab negara untuk menjamin hak setiap warganegara terkait dengan hak untuk mendapatkan informasi, berkomunikasi dan mengeluarkan pendapat. Katakunci : globalisasi, akses informasi dan kesenjangan masyaraka

    PERSONAL BRANDING DALAM PENINGKATAN ELEKTABILITAS (STUDI KEKUATAN FOTO GANJAR PRANOWO PADA PEMILIHAN GUBERNUR JAWA TENGAH 2013)

    Full text link
    Kompetisi antar kandidat dalam Pilihan gubernur Jateng 2013, yang berlomba mendongkrak elektabilitas menarik untuk diteliti dan dikaji.  Untuk terpilih menjadi pemimpin, seorang kandidat gubernur  harus melakukan berbagi upaya, salah satu diantaranya adalah personal branding agar bisa dicapai elektabilitas. Calon gubernur harus menyiapkan  proses persaingan  yang berat, baik dari aspek pertarungan strategi media, strategi kampanye, wacana, ideologi, opini publik, segmentasi pemilih, serta citra diri yang positif. Untuk mendukung personal branding dan elektabilitas dibutuhkan juga program yang mampu menjabaran visi dan misi politik, yang secara riil bisa diaplikasikan di masyarakat, kemudian  dipadukan dengan keunggulan kompetitif yang dimiliki kandidat, tagline dibuat dalam kalimat simpel, memikat, ditambah visual yang mendukung, sehingga target audience langsung paham dengan apa yang diinginkan calon gubernur.  Contoh kongkritnya adalah tagline Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi yang dipadukan dengan tampilan foto dengan ekspresi yang santun dan ramah, dibalut dengan  baju putih yang terkesan simple, sederhana dan merakyat, bukan mengenakan jas yang merupakan ‘’seragam resmi’’ pejabat. Ini dapat digunakan sebagai pendekatan politik untuk memasuki benak konstituen, langkah politik yang dilakukan dengan tepat akan meningkatkan dukungan terhadap kandidat untuk tercapainya suatu keterpilihan.Kata kunci, Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi, personal branding Ganjar PranowoÂ

    CITRA FEMININ DALAM VIDEO MUSIK TEEN TOP (Studi Semiotika mengenai citra feminin pada video musik Teen Top berjudul “No More Perfume on Youâ€)

    Full text link
    Video musik Teen Top berjudul “No More Perfume On You†merupakan video musik yang cukup menarik untuk diteliti. Setting video musik dengan latar putih, kostum hingga pada cara make up cenderung memperlihatkan kesan feminin. Peneliti tertarik untuk mencoba meneliti bagaimana simbol feminin direpresesntasikan pada video musik tersebut. muncul rumusan masalah bagaimana citra feminin diperlihatkan pada video musik Teen Top pada lagu berjudul “No More Perfume on You� Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana citra feminin diperlihatkan pada video musik Teen Top pada lagu berjudul “No More Perfume on You†Metode yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan semotika Pierce. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa teks simbol feminin lebih merujuk pada feminin modern, yakni feminin yang lebih menitik beratkan pada konteks putih, glamour, make up, dan kesan erotis pada lawan jenis. Kata kunci : feminin modern, video musik, teen top

    SPASIALISASI SURAT KABAR KEDAULATAN RAKYAT

    Full text link
    Media massa seperti surat kabar, mempunyai kedudukan yang strategis dalam dunia bisnis media (informasi). Dengan Spasialisasi Kedaulatan Rakyat Group (KR Group), konsentrasi (integrasi) Horisontal lebih kuat daripada Vertikalnya. Di dukung dengan kehadiran dan kemajuan teknologi,dapat mengantisipasi persaingan pasar di dunia global yang melampaui batas ruang dan waktu. Dalam memproduksi berita dikonstruksi sesuai dengan dinamika dan kedekatan masyarakat. Surat kabar Kedaulatan Rakyat (dengan KR Group nya) juga tampil dengan model tabloidisasi, untuk mengatisipasi persaingan pasar, dengan tetap mempertahankan identitas (budaya) lokalnya.Key words : spasialisasi, media lokal dan pasar media

    VISIT KALBAR 2010 : PROGRAM PENGELOLAAN KOMUNIKASI DALAM MENINGKATKAN PARIWISATA DAERAH KALIMANTAN BARAT

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan komunikasi melalui program-program Visit Kalbar 2010 dalam meningkatkan pariwisata di Kalimantan Barat melalui identiï¬ kasi potensi-potensi seni dan budaya daerah yang ada di kota Pontianak dan sekitarnya, memetakan potensi seni dan budaya di Kalbar yang dianggap unggul dan layak untuk dikembangkan bagi kemajuan kepariwisataan daerah, menyusun pola dan strategi pengembangan seni dan budaya daerah Kalbar serta menyusun model pengembangan seni dan budaya daerah terpadu yang berwawasan dan bermartabat.Dari hasil survei yang telah dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kalbar, ditentukan 31 program yang akan dikemas sebagus mungkin dalam Visit kalbar 2010, tujuannya tentu saja untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Kalbar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan yang signiï¬ kan antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi-organisasi pariwisata yang terkait mampu mendorong citra pariwisata Kalbar kearah yang lebih baik.Kata kunci : pariwisata, pengelolaan komunikasi, model pengembanga

    KOMPETENSI PRAKTISI PR DI KOTA SEMARANG 2012 (PADA BADAN USAHA MILIK NEGARA)

    Full text link
    Public Relations (PR) sebagai profesi yang berkembang memerlukan standar kompetensi.  Masalah yang coba dijawab adalah bagaimanakah kompetensi praktisi PR di kota Semarang dalam menjalankan tugasnya.  Kegunaan studi ini untuk mengukur tingkatan kompetensi praktisi PR. Pada penelitian ini menggunakan teori dan konsep : PR Excellence (Grunig), PR sebagai fungsi manajemen dan peran PR (Cutlip, Center & Broom).  Menggunakan metode deskriptif kuantatif dengan populasi praktisi PR Semarang, samplenya PR BUMN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PR Junior, kompeten 89,5% dan 68,4% dari intensitas tinggi dalam melakukan pekerjaan, Public Relations Associate, kompeten dan 78,9% dari intensitas tinggi di kisaran 42,1% dan 47,4% cukup untuk melakukan pekerjaan itu, PR Ahli, kompeten 68,4% dan intensitas dalam kisaran cukup tinggi 42,1% dan 47,4% dalam melakukan pekerjaan dan kompetensi PR Manajerial bervariasi: 47,4% yang kompeten, 26,3% cukup kompeten, 21,1% kurang kompeten. Melakukan pekerjaan yang intensitas bervariasi: 26,3% tinggi, 36,8% dan 26,3% kurang cukup. Kata kunci : kompetensi, Public Relations, BUM

    Ruang Publik Alternatif dalam Cyber Space

    Full text link
    Permasalahan ini menarik untuk diamati karena dalam pembahasannya nanti mencoba melihat salah satu fasilitas dari cyber space yaitu weblog, sebagai bentuk ruang publik alternatif yang menawarkan freedom of spech and freedom of interacsion melalui tulisan-tulisan yang terdapat di dalamnya. Meskipun pada akhirnya online citizen journalism dalam bentuk weblog sebagai sebuah ruang publik baru ini banyak kekurangannya, seperti tidak semua masyarakat atau warga negara yang bisa mengakses ruang ini, serta kesannya yang eksklusif karena hanya bisa diakses oleh penjelajah dunia maya. Tetapi minimal online citizen journalism, misalnya dalam bentuk weblog telah menawarkan sebuah ruang yang bebas dari intervensi pihak manapun, sehingga warga negara disana merasakan iklim demokrasi dan kebebasan berkomunikasi.Kata Kunci : Ruang Publik, Weblog dan Online Citizen JournalismÂ

    98

    full texts

    104

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇