Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna
Not a member yet
104 research outputs found
Sort by
REPRESENTATION OF RACISM IN FILM (STUDY OF SEMIOTICS OF RASISM IN A GET OUT FILM
Through the film "Get Out", the message of racism is shown to demonstrate the evolving behavior of human racists. This film tells the story of a modern black experience named Cris who carried the history of his ancestors. The study was conducted to represent a form of racism, the study used a qualitative method with a descriptive approach, data was obtained by observing images and dialogue. Data analysis using Roland Barthes's semiotic model which consists of a signaling order, namely denotation and connotation. The primary data source is behavior between players, and the main character, secondary data obtained from the literature. The results showed that there were three forms, the first black prejudice to whites, both discrimination against blacks, and the third change in the value of black racism. From the story on "Get Out" film shows the behavior of racism still exists today, and is growin
Budaya Populer Musik dalam Realita Sosial (Analisis Genre Lagu Pilu Membiru Kunto Aji dan Untuk Hati yang Terluka Isyana Sarasvati )
Lagu merupakan salah satu wadah bagi musisi dan pendengarnya untuk saling berbagi. Belakangan ini banyak lagu bernuansa sedih yang menarik perhatian di belantika musik tanah air, misalnya lagu Pilu Membiru oleh Kunto aji dan Untuk Hati yang Terluka oleh Isyana Sarasvati. Di balik sebuah karya musik sebagai budaya populer yang diminati banyak orang, terdapat motif yang melatarbelakanginya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana esensi sebuah lagu dalam kehidupan. Penelitian ini meggunakan metode kualitatif dan berpedoman pada teori John Fiske tentang budaya populer. Penelitian ini berhasil mengelaborasi tentang lagu bernuansa sedih sebagai resistensi dari kerasnya kehidupan. Â
PEMILIHAN BAHASA DALAM IKLAN “ORANG PINTAR MINUM TOLAK ANGIN†VS “ORANG BEJO MINUM BITANG TOEJOEH MASUK ANGIN†DALAM ETIKA PERIKLANAN
Banyak prespektif tentang pemilihan Bahasa dalam etika periklanan , dan juga penonton harus bisa membedakan dan mengkritisi iklan tersebut. Iklan dengan tagline “Orang pintar minum tolak angin†di luncurkan Perusahan PT SIDOMUNCUL yang berdiri dari sebuah industri rumah tangga pada tahun 1940. Dan sudah di tanyangkan pertama kali di televisi tahun 2000, dan sudah menghipnotis masyrakat dengan obat herbal yangbentuk cairan yang mudah di bawa kemana mana untuk mengatasi masuk angin. Sedangkan Iklan dengan tagline “Orang bejo minum bintang toejoeh masuk anginâ€yang di mana di produksi oleh PT BINTANG TOEJOEH yang berdiri pada tahun 1946 di garut dan di tanyangkan pada tahun 2012. Dan yang menjadi banyak pertimbangan itu dengan menjadi ciri khas tagline masing masing yaitu dan salah satunya kalimat pada “Orang bejo lebih untung dari orang pintar†yang menyinggung iklan pada kalimat “Orang pintar minum tolak angin†yang di gunakan PT Sidomuncul. Pembahasan dua iklan ini di lihat dari presfektif masyrakat dan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran dan juga di lihat dari etika yang seharusnya di lakukan perusahaan dan dengan pemilihan Bahasa dalam periklanan yang benar dalam mengiklankan produknya. Kata kunci: Pemilihan Bahasa, etika periklanan televis
Digital Storytelling dan Social Listening : Tren Aktivitas Kehumasan Perguruan Tinggi dalam Pengelolaan Media Sosial
ABSTRAK Pengelolaan informasi publik yang aktif dan responsif menjadi indikator utama dalam perwujudan good governance yang terkait tata kelola komunikasi. Di era digital, media sosial menduduki posisi teratas menjadi layanan yang paling banyak diakses melalui internet sehingga dimanfaatkan oleh Perguruan Tinggi di Indonesia sebagai PR tools yang bisa dijangkau oleh berbagai stakeholder. Praktik Public Relations telah mengalami perubahan fundamental di era disrupsi sehingga peneliti tertarik untuk meneliti tentang tren pengelolaan kehumasan perguruan tinggi saat ini berupa digital storytelling dan social media listening. Tipe penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan netnografi dan memanfaatkan analytical tools yaitu Keyhole dan Social Blade. Objek penelitian difokuskan pada pengelolaan media sosial Perguruan Tinggi yang pernah mendapatkan penghargaan Anugerah Humas di kategori media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktisi PR Perguruan Tinggi harus menyadari bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk berkomunikasi dan terkoneksi antara satu dengan yang lain melalui cerita. Hadirnya berbagai platform di era digital membuat konten digital storytelling dapat dikemas dalam bentuk beragam seperti foto, video, audio, grafis. Sebagai kategori yang memperoleh engagement tinggi dibandingkan kategori lainnya. Perguruan Tinggi memiliki banyak potensi cerita yang dapat dibangun sekaligus dipertukarkan. Dengan kata lain, Perguruan Tinggi memiliki beragam“earning content†dari praktik Digital storytelling yang dilakukan oleh para audiensnya. Social listening yang setara dengan mendengarkan aktif secara online, memungkinkan Humas Perguruan Tinggi untuk lebih dekat dalam memahami apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan audiens. Hasil dari Social Listening ini lebih lanjut dapat dimanfaatkan PR untuk dasar melakukan Digital storytelling dalam bermedia sosial. Berinvestasi dengan social media analytical tools bisa menjadi langkah strategis bagi Humas dalam supporting system untuk melaksanakan proses PR dan mencapai tujuan utama yaitu membangun dan memelihara reputasi. Â
Pengaruh Penentuan Strategi Komunikasi Pemasaran Terhadap Minat Beli Masyarakat Pada Produk Lokal
Budaya hidup yang mengandalkan peralatan digital untuk mencapai produktivitas kinerja menjadi salah satu dampak positif. Namun, hal itu berpengaruh negatif jika menimbulkan gaya hidup hedonisme dan pemenuhan kebutuhan karena prestige dan cepatnya informasi yang didapat. Hal ini menjadi bahasan serius bagi masyarakat dan pemerintah dalam perkembangan produk lokal khususnya pariwisata dan produk daerah yang berada dalam kondisi darurat dikarenakan banyak masyarakat yang belum mengetahuinya. Oleh karena itu, sangat diperlukan strategi komunikasi pemasaran yang tepat agar minat beli masyarakat pada produk lokal meningkat. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui (1) pengaruh perilaku konsumen, promosi media sosial, Green Marketing terhadap minat masyarakat dalam mengkonsumsi produk lokal, (2) pengaruh strategi marketing terhadap minat beli masyarakat, (3) strategi komunikasi pemasaran yang tepat, dampak positif, serta hambatan penerapannya untuk meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan produk lokal. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data kuesioner yang disebarkan melalui google forms. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dan analisis komparatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) perilaku konsumen berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap minat beli produk lokal, (2) promosi media sosial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap minat beli produk lokal, (3) green marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli produk lokal, (4) perilaku konsumen, promosi media sosial, dan green marketing secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap minat beli produk lokal oleh masyarakat Indonesia. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa green marketing adalah strategi komunikasi pemasaran yang sangat tepat digunakan untuk meningkatkan minat beli produk lokal.Kata Kunci : green marketing, produk lokal, minat beli, perilaku konsumen, promosi media sosia
The Value of Javanese Philosophy in Society as a Form of Mass Communication in the Context of the Implementation Element of Covid 19 Handling and SDGs
The purpose of this study is to raise the values that exist in the main Javanese philosophy which is communicated by the masses in the roots of society as the capital of implementing Covid 19 and SDGs. This research is a qualitative research, the type of research uses a comprehensive analytical study and analytical normative approach. Channels of mass communication in instilling the values of Javanese philosophy into the roots of society through a variety of channels, one of which is able to attract the masses through puppet performances. The meaning behind the puppet show is a spectacle that serves as entertainment as well as being a picture and guide of life. Other channels which are a process of mass communication are also found in both written and unwritten teachings. Javanese philosophical values embedded in the roots of the community are valuable capital used in the implementation of covid 19 management and implementation of SDGs because these values are very appropriate and have long rooted in the practice of people's daily lives. Only a policy is needed to revive the values of Javanese philosophy so that it can be implemented as a covid handler 19 policy and SDGs implementation
DESTINASI BRANDING KAMPUNG LAWANG SEKETENG SEBAGAI WISATA KULINER
Kampung wisata Surabaya merupakan suatu bentuk struktur kehidupan masyarakat dengan potensi yang menjadi ciri khas dan tradisi dari warga kampung tersebut yang telah diresmikan oleh Pemerintah. Hal tersebut mendukung upaya dari potensi karakteristik dan tradisi yang berbeda-beda. Penelitian ini membahas tentang strategi dan program apa saja yang telah disusun untuk membranding Kampung Lawang Seketeng sebagai wisata kuliner. Pembentukan pada destinasi branding diikuti dengan wisata Heritage seperti Langgar dukur kayu yang merupakan icon utama dari kampung lawang seketeng. Penelitian ini merupakan penelitian Studi kasus dengan menggunakan metode kualitatif. Selain itu juga dilakukan teknik observasi dan wawancara dengan tim pengelola yang dinamakan Tim POKDARWIS. Kampung lawang seketeng merupakan kampung wisata yang baru diresmikan pada tahun 2019 sehingga hasil dari pembahasan penelitian ini, berdasarkan konsep tahapan destinasi branding yang ditemukan yaitu strategi dari tim pengelola untuk mengembangkan wisata kulinernya dengan aktif membuat program kuliner yang diadakan di kampung lawang seketeng dan aktif mempromosikan kuliner melalui aplikasi driver online maupun media sosial. Keterkaitan dari wisata Heritage sangat berdampak pada wisata kuliner yang mampu memberikan jumlah peminat dari wisatawan. Stretegi tersebut didukung dengan adanya tiga jenis kuliner khas kampung lawang seketeng yaitu Rujak topak, Sate manggul, dan Martabak mi
Industri Budaya dalam Menciptakan Standar Kehidupan Perempuan: Kajian Perkembangan Media
Media merupakan salah satu kanal dalam mentransmisikan nilai-nilai budaya berikut perkembangannya. Salah satu hal yang digaungkan media bersamaan dengan perkembangan ini ialah melalui industri budaya. Industri budaya berbicara bagaimana para petinggi media menciptakan pasar dengan standardisasi, masifikasi, dan komodifikasi tertentu. Hal ini bukan menjadi ekspresi dari budaya yang hidup di masyarakat, melainkan hanya sebagai produk dari industri semata. Pembahasan industri budaya tidak pernah terlepas dari bagaimana kehidupan perempuan sebagai salah satu pihak yang menjadi target pasar dari industri budaya, sebab perbincangan tentang perempuan akan selalu menarik banyak pihak dari berbagai sudut pandang dalam melihat fenomenanya. Ini merupakan konsekuensi logis dari media yang hidup dalam sistem kapitalisme: memaksimalkan keuntungan, meminimalkan biaya pengeluaran. Tiga konsep utama dalam industri budaya ini -standardisasi, masifikasi, dan komodifikasi- membangunkan kesadaran palsu perempuan untuk hidup sesuai dengan selera media. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menjadi momentum tersendiri bagi para petinggi media menciptakan pasar ini. Hematnya, perkembangan teknologi dalam era digitalisasi ini justru menjadi jalan pintas dalam menyebarluaskan standar-standar tersebut. Perkembangan teknologi ini besifat suportif terhadap optimalisasi komunikasi industri budaya dalam menciptakan dunia dengan standar tertentu. Tujuan dari tulisan ini adalah mencari spesifikasi konten media seperti apa yang menggambarkan bagaimana perempuan dan laki-laki dan mencari tahu bagaimana hard content dan soft content digambarkan. Sehingga tulisan deskripsi ilmiah ini dapat menjadi acuan standar refleksi bagi individu dalam menginternalisasi dan memahami pesan-pesan yang terkandung di dalam media agar individu dapat lebih kritis dalam melihat konten media yang ada. Melalui tulisan ini pula, seharusnya praktisi media mulai menyadari bahwa semestinya diciptakan kategori baru yang seyogyanya menggambarkan perempuan dan laki-laki pada konten yang lebih umum. Metode yang digunakan peneliti adalah metode analisis konten didukung dengan studi literatur dan dokumen terkait. Penulis mengumpulkan 30 artikel dari media berita online, hasil dari kajian penelitian menunjukkan, hard content yang berat membahas bisnis, olahraga, kejahatan, dan pengetahuan/teknologi cenderung disematkan kepada laki-laki. Soft content yang berat membahas tentang dunia fashion, kecantikan, edukasi, keuangan pribadi, makanan dan perjalanan, kesenian, serta hiburan, biasanya lebih disematkan kepada kehidupan perempuan oleh media
Tahapan Proses Pengambilan Keputusan Warga RW 19 Dukuh Sukunan dalam Mengadopsi Inovasi Pengelolaan Sampah Mandiri Rumah Tangga
Dukuh Sukunan menjadi pelopor program pengelolaan sampah mandiri rumah tangga yang dirintis mulai dari tahun 2002 dan akhirnya mendapatkan pengukuhan dari pemerintah dengan dicanangkan sebagai desa wisata lingkungan tahun 2009. Keberhasilan warga Dukuh Sukunan dalam mengadopsi inovasi sehingga menciptakan pembaruan inilah yang menarik untuk dilihat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana tahapan proses pengambilan keputusan Warga RW 19 Dukuh Sukunan dalam mengadopsi inovasi pengelolaan sampah mandiri rumah tangga. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah primer dan sekunder. Teknik pengumpulan datanya adalah dengan teknik wawancara dan observasi, untuk cara menentukan sampelnya menggunakan teknik purpossive sampling.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terjadi loncatan dalam tahapan pengambilan keputusan inovasi di Sukunan yaitu (1) tahap implementasi, (2) tahap pengetahuan, (3) tahap persuasi, (4) tahap pengambilan keputusan, dan (5) tahap konfirmasi.Â
Pengaruh strategi komunikasi pemasaran Starbucks Card terhadap loyalitas konsumen (Studi Pada Konsumen Berstatus Mahasiswa PT. Starbucks Coffee di Kota Bandung)
Loyalitas memiliki peranan penting demi majunya suatu perusahaan khususnya dalam persaingan industri kedai kopi saat ini. Perusahaan menerapkan berbagai strategi komunikasi pemasaran demi mempertahankan konsumennya dalam menggunakan produk dan jasa. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh strategi komunikasi pemasaran Starbucks Card terhadap loyalitas konsumen berstatus mahasiswa di kota Bandung. Penelitian ini melakukan teknik sampling yang akan digunakan yaitu dengan cara non-probability sampling dikarenakan tidak adanya data sekunder yang menjelaskan secara tepat jumlah konsumen yang menggunakan Starbucks Card sehingga jumlah sampel yang dimiliki yaitu 105 responden. Berdasarkan dari hasil data pengolahan, dapat dilihat bahwa sub variabel yang paling berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen yaitu promosi penjualan, personal selling serta direct marketing dan pemasaran via internet yang berada pada kategori baik. Strategi komunikasi pemasaran yang telah dilakukan oleh Starbucks Coffee guna meningkatkan loyalitas konsumen dalam menggunakan kartu member Starbucks telah berjalan dengan baik dan memiliki respon yang baik oleh para penggunanya sehingga saran yang dapat diberikan yaitu mempertahankan hal tersebut agar dapat mempertahankan konsumen yang loyal maupun untuk menarik konsumen baru.Kata Kunci: Loyalitas Konsumen, Strategi Komunikasi Pemasaran, Starbucks Card, PT. Starbucks Coffee, Mahasiswa.  ABSTRACTLoyalty has an important role for the sake of growth in a company, especially in the competitive coffee industry nowadays. A company implements variety of marketing communications strategy in order to maintain their customers in using products and services. This research is conducted to examine the influence of the marketing communication strategy of Starbucks Card toward customer loyalty in college student in Bandung. This research's sampling technique uses non-probability sampling due to the lack of secondary data specifying exactly the number of consumers who use the Starbucks Card so the sample sizes are 105 respondents. Based on the results of data processing, it can be seen that the sub-variables that have the most positive effect on customer loyalty are sales promotion, personal selling, direct marketing and marketing via the internet which are among good categories..Marketing communications strategy that has been done by Starbucks Coffee to increase consumer loyalty in using Starbucks Card has gone well and has a good response by the users so the suggestion that can be given is to retain it in order to maintain loyal customers and to attract new customers.Keywords: Consumer Loyalty, Marketing Communications Strategy, Starbucks Card, PT. Starbucks Coffee, College Student