Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna
Not a member yet
104 research outputs found
Sort by
Analisis Bahasa Jurnalistik pada Penulisan Naskah Siaran Radio Warta Pagi RRI Madiun
Radio RRI Madiun is a government-owned public broadcasting agency whose function is to present actual, precise, and reliable information. Radio is one of the mass media that is experiencing rapid technological advances. The purpose of this study is to analyze the journalistic language used to write news broadcast scripts. In this study, the authors used data collection techniques such as the stages of observation, interviews, and documentation. The research location is at LPP RRI Madiun City. In radio news media, writers and broadcasters have a strong collaboration to produce news that is accurate and can be well-received by the public. The use of language in accordance with journalistic rules is the most important aspect of writing news scripts that will be broadcast by radio institutions. The results showed that the news script already contained the rules of journalistic language, but there were some sentence points that used a foreign language or did not use language in everyday life so the cloud community still understood a little of what was conveyed by the broadcaster.
Radio RRI Madiun adalah badan penyiaran publik milik pemerintah yang fungsinya menyajikan informasi secara aktual, tepat dan terpercaya. Radio menjadi salah satu media massa yang mengalami kemajuan teknologi yang sangat pesat. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis bahasa jurnalistik yang digunakan untuk menulis naskah siaran berita. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data seperti tahapan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian berada di LPP RRI Kota Madiun. Dalam media pemberitaan radio penulis dan penyiar memiliki kerjasama yang kuat untuk menghasilkan suatu berita yang akurat dan bisa diterima baik oleh masyarakat umum. Penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah jurnalistik menjadi aspek paling utama dalam menulis naskah berita yang akan disiarkan oleh pihak lembaga radio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam naskah berita sudah mengandung kaidah bahasa jurnalistik, namun ada beberapa poin kalimat yang menggunakan bahasa asing atau tidak menggunakan bahasa dalam kehidupan sehari-hari sehingga masyarakat awan masih sedikit mengerti yang disampaikan oleh penyiar
Indra Kenz's Self-Disclosure Analysis on Social Media
Self-disclosure on social media by an influencer is the background of this research with the theme “Indra Kenz Self Disclosure Analysis on Social Mediaâ€. This study aims to determine Indra Kenz's self-disclosure in terms of self-awareness, benefits, and dangers. The methodology used in this research is a qualitative content analysis method with a discourse analysis approach. The data collection technique used is the Literature. The results of this study show that the self-disclosure that he shows on social media is carried out on the basis of self-awareness for the benefit of his personal branding, then the benefits are that the community looks entertained and inspired by the life story of Indra Kenz, but has the danger of being too open to social media, which has an impact on his detention for being a suspect in spreading fake news and money laundering under the guise of trading. As a suggestion, it would be better if Indra Kenz did not open up too much on social media beyond reasonable limits and it would be better if Indra Kenz did not use inappropriate words when responding or joking with netizens, because of course not everyone can accept it. well
Islamic Book Publishing in Indonesia in the Cultural Industry Perspective
AbstrakBuku merupakan jendela ilmu pengetahuan yang di dalamnya terkandung representasi beragam ideologi. Buku dengan konten Islami menjadi salah satu jenis buku yang mendominasi ruang baca di Indonesia. Buku berkonten Islami menjadi jembatan untuk mengkomunikasikan beragam ideologi, aliran, purifikasi agama, sosial, politik, ekonomi dalam pandangan Islam. Buku-buku tersebut membawa pengaruh yang signifikan dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini akan menguraikan perkembangan penerbitan buku Islami dimulai dari era 70 an, 80 an, dan masa reformasi sampai sekarang. Data diperoleh dari studi dokumen dalam bentuk artikel, buku, dan pemberitaan di media massa. Hal lain yang menarik adalah munculnya kekuatan aktor, fenomena buku terjemahan gratis yang disponsori beberapa negara dan kaitan antara industri buku yang berafiliasi dengan ideologi keagamaan tertentu. Menggunakan kerangka kritik industri budaya dari Theodore Adorno, data penelitian ditelaah dan dibahas. Kritik Adorno tentang industri budaya dalam industri penerbitan buku Islami di Indonesia mendapatkan kesesuainya. Meskipun demikian dalam tekanan industri budaya masih muncul karya-karya bermutu yang menjadi pembatal dari asumsi-asumsi kritik Adorno.Kata kunci : komunikasi, Islam, buku, konten, industri budaya  AbstractBooks are windows of knowledge in which there are representations of various ideologies. Books with Islamic content are one of the types of books that dominate reading rooms in Indonesia. Books with Islamic content become a bridge to communicate various ideologies, sects, religious purification, social, political, economic views of Islam. These books have had a significant impact on people's lives. This research will describe the development of Islamic book publishing starting from the era of the 70s, 80s, and the reformation period until now. Data were obtained from document studies in the form of articles, books, and reports in the mass media. Another interesting thing is the emergence of the power of actors, the phenomenon of free translation books sponsored by several countries and the link between the book industry which is affiliated with certain religious ideologies. Using Theodore Adorno's cultural industry critique framework, research data are analyzed and discussed. Adorno's critique of the cultural industry in the Islamic book publishing industry in Indonesia finds it appropriate. However, under pressure from the culture industry, quality works still emerge which invalidate Adorno's critical assumptions.Keywords: communication, Islam, books, content, culture industryÂ
Optimalisasi Instagram @Siapdarling Sebagai Media Komunikasi Sosial Pembangunan Untuk Mengkampanyekan Generasi Muda Sadar Lingkungan
Di era globalisasi ini Kepedulian terhadap isu lingkungan saat ini masih sering diabaikan oleh generasi muda. Bahkan survei yang dilakukan oleh Change.org hasilnya menunjukkan bahwa generasi muda masih sedikit yang peduli terhadap isu lingkungan yakni hanya sebesar 10 %. Oleh sebab itu diperlukan adanya aksi nyata untuk menyadarkan generasi millenials agar peduli terhadap lingkungan. Siap Darling merupakan sebuah gerakan peduli lingkungan yang diprakarsai oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation melalui sosial media. Gerakan ini mengajak generasi muda untuk peduli terhadap lingkungan dengan cara menyebarkan konten-konten positif di social media mengenai isu lingkungan dan tentang kegiatan mencintai lingkungan dan bumi. Berkaitan dengan hal tersebut penelitian ingin menganalisis bagaimana pemanfaatan isntagram yang dilakukan oleh @siapdarling dalam upaya mengkampanyekan generasi muda sadar lingkungan. Penelitian ini berfokus pada optimalisasi pemanfaatan instagram sebagai media Komunikasi Sosial Pembangunan Untuk Mengkampanyekan Generasi Muda Sadar Lingkungan #Siapdarling. Adapun metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Pendekatan analisis isi digunakan untuk menganalisis konten pesan secara mendalam pada akun instagram @siapdarling mengenai edukasi kepedulian terhadap lingkungan. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah postingan instagram yang telah diunggah dalam media sosial @siapdarling mengenai topik - topik edukasi lingkungan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Instagram sebagai media sosial mampu menjadi media komunikasi pembangunan untuk mengoptimalisasikan gerakan kampanye generasi muda sadar lingkungan
Pengaruh Tingkat Literasi Digital Terhadap Pengelolaan Privasi Komunikasi Remaja Dalam Peer Group (Survei Pada Siswa Ma Usb Filial Man Batam)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh tingkat literasi digital terhadap pengelolaan privasi komunikasi remaja dalam peer group pada siswa MA Usb Filial MAN Batam serta mengkaji keterkaitan antara tingkat literasi digital dan pengelolaan privasi komunikasi remaja dalam peer group dengan menggunakan teori manajemen privasi komunikasi (CPM). Metode yang digunakan yaitu kuantitatif, dengan jenis penelitian eksplanasi. Teknik pengambilan sampel probability sampling dengan menggunakan proportionate stratified random sampling. Peneliti menggunakan teknik survei dengan menyebarkan kuesioner kepada 86 responden. Hasil akhir penelitian ini yaitu hubungan antara tingkat literasi digital dan pengelolaan privasi komunikasi terletak pada kategori cukup lemah. Peneliti mendapatkan hasil bahawa tingkat Literasi Digital berpengaruh positif dan berkontribusi sebesar 36,30% terhadap Pengelolaan Privasi Komunikasi. Penelitian ini sejalan dengan teori manajemen privasi komunikasi (CPM) dimana literasi digital sebagai sarana pengelolaan privasi komunikasi remaja dalam peer group
Strategi Komunikasi di Masa Pandemi COVID-19 dengan menggunakan Komunikasi Non-verbal
Pandemic covid-19 telah memberikan dampak yang buruk bagi seluruh aspek aktivitas di Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Dampak tersebut sangat dirasakan terkhususnya bagi aktivitas parawisata. Sebagian besar dampak tersebut terjadi pada bisnis perhotelan. Proses komunikasi yang dilangsungkan juga, merupakan komunikasi non-verbal, dikarenakan adanya perintah dari pemerintah untuk harus melakukan physical distancing dan social distancing maka strategi komunikasi yang tadinya dilakukan dengan tatap muka bisa diubah dengan startegi komunikasi melalui online, yang dimana bisa memanfaatkan media sosial sebagai media komunikasi. Dengan begitu komunikasi yang dilakukan secara tidak langsung sudah menunjukkan komunikasi non-verbal. Hal ini juga terjadi pada Swiss-belhotel Ambon, dimana harus melakukan strategi komunikasi yang sesuai dengan dampak yang terjadi dari pandemic covid-19. Penelitian ini akan menjelaskan bagaimana Swiss-belhotel Ambon membuat strategi komunikasi di masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian eksplorasi dan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini yaitu, Komunikasi Swiss-belhotel Ambon selama pandemi covid-19
Kegiatan Direct Marketing di PT TELKOM Indonesia Datel Brebes Dalam Meningkatkan Pengguna Baru Indihome
 Kegiatan direct marketing yang baik dan efektif penting dilakukan untuk meningkatkan pengguna baru serta target penjualan Indihome Brebes selama pandemi Covid-19. Penelitian ini akan mengkaji secara mendalam bagaimana kegiatan direct marketing dalam meningkatkan pengguna baru di tengah pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari kegiatan direct marketing dalam meningkatkan pengguna baru Indihome Brebes. Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara secara mendalam, observasi serta dokumentasi yang melibatkan informan sebagai sumber informasi terkait kegiatan direct marketing yang dilakukan Telkom Datel Brebes. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kegiatan direct marketing yang diterapkan oleh Telkom Datel Brebes dalam meningkatkan pengguna baru di tengah pandemi Covid-19 dilakukan dengan menerapkan persepsi “Internetan terjangkau dengan Indihomeâ€. Kegiatan direct marketing Telkom Datel Brebes dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Tahap pelaksanaan yang dilakukan Telkom Datel Brebes mengidentifikasikan target audiens seluruh elemen masyarakat menengah ke bawah, merancang pesan sesuai AIDA hingga penetapan anggaran promosi. Pelaksanaan direct marketing dilakukan melalui pengelolaan database, penjualan langsung, telemarketing dan iklan tanggap langsung. Adanya pembatasan sosial dan kurangnya sales force menjadi hambatan yang diatasi dengan menggunakan media promosi cetak dan media promosi digital.Kata Kunci: Direct Marketing, Meningkatkan Pengguna Bar
Tingkat Pengetahuan dan Persepsi Masyarakat Jawa Tengah tentang Virus Corona di Masa Pandemi Covid-19
Abstract The year 2020 is a worrying for the entire world community. This is due to the emergence of the Corona virus outbreak, which started in the Chinese city of Wuhan, and spread throughout the world. The circulation of information about the covid virus causes high anxiety and worries. In the current crisis conditions, the dissemination of information that is not necessarily true causes the public to be in an uncertain situation, even though the truth and accuracy of the information is a reference for the community to act. The purpose of this study was to analyze the level of public knowledge and the perception of the people of Central Java about the Covid19 virus. The most accessible source of information is social media, but the habit of people who rarely check and re-check the truth of information causes hoax information to continue to grow. On the other hand, it turns out that there are still many who lack information about Covid-19 so that they do not realize how to prevent the spread of this virus. Various cases that occurred in Central Java such as refusal to be tested by members of the Council, dishonesty of residents to medical personnel, refusal of burial of corpses and ostracism of people under supervision are examples of the level of knowledge and differences in perceptions about corona virus. This type of research is an analytic survey with a descriptive approach for 348 respondents from the people of Central Java who are willing to fill out a questionnaire via google form. This study shows that 290 (83,3%) respondents have adequate knowledge about Covid-19, and as many as 289 (83%) have a negative perception of this virus by stating that this virus is a terrible epidemic. Socialization about health protocols and information about this pandemic needs to be carried out continuously, because even though they have negative perceptions, there are many people in Central Java who do not obey the health protocols. Key word:  level of knowledge, perceptions, corona virus, covid-19   Abstrak Tahun 2020 merupakan tahun yang mengkhawatirkan bagi seluruh masayarakat dunia. Hal ini disebabkan karena munculnya wabah virus Corona, yang bermula dari Kota Wuhan China, dan menyebar ke seluruh dunia. Beredarnya informasi tentang virus covid ini menyebabkan keresahan dan kecemasan yang tinggi. Dalam kondisi krisis sekarang ini, penyebaran informasi yang belum tentu benar menyebabkan masyarakat berada dalam situasi yang tidak menentu, padahal kebenaran dan keakuratan informasi menjadi acuan bagi masyarakat dalam bertindak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat pengetahuan masyarakat dan persepsi masyarakat Jawa Tengah tentang virus Covid19.  Sumber informasi yang paling mudah diakses adalah media sosial namun kebiasaaan masyarakat yang jarang melakukan cek dan ricek terhadap kebenaran informasi menyebabkan informasi hoaks terus berkembang. Di sisi lain, ternyata masih banyak  yang justru kekurangan informasi seputar Covid-19 sehingga mereka belum menyadari cara untuk mencegah penyebaran virus ini.  Berbagai kasus yang terjadi di Jawa Tengah seperti penolakan dilakukan tes oleh anggota Dewan, ketidakjujuran warga pada tenaga medis, penolakan pemakaman jenazah dan pengucilan pada orang dalam pengawasan menjadi contoh tingkat pengetahuan dan perbedaan persepsi tentang virus corona ini. Tipe penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan deksriptif untuk 348 responden masyarakat Jawa Tengah  yang bersedia mengisi kuesioner melalui google form. Penelitian ini menunjukkan sebanyak 290 (83,3%) responden memiliki pengetahuan yang memadai tentang Covid-19, dan sebanyak 289 (83%) memiliki persepsi yang negatif tentang virus ini dengan menyatakan bahwa virus ini adalah wabah yang mengerikan. Sosialisasi tentang protokol kesehatan dan informasi tentang pandemi ini perlu untuk dilakukan terus menerus, karena walaupun memiliki persepsi yang negatif tetapi masih banyak masyarakat di Jawa Tengah yang tidak taat pada protokol kesehatan. Key word:  tingkat pengetahuan, persepsi, corona, Covid-19Â
MENYELESAIKAN MASALAH INTOLERANSI: ANALISIS PERAN DAN BENTUK KOMUKASI (Studi Kontroversi Pondok Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta)
Indonesia is a multicultural country that upholds the values of tolerance. But along with the development of increasingly sophisticated times the value of tolerance is increasingly lost. Tolerance that is always held in high esteem is now replaced by an attitude of intolerance that is increasingly common in this increasingly sophisticated digital era. Intolerance is a serious problem that must be faced by Indonesia. The digital age makes it easy for people to spread information. However, this increasingly sophisticated era if not utilized properly will cause problems. One of them is the problem of intolerance that occurs in the waria boarding school Al-Fatah Yogyakarta. This problem occurs because there is information from a media that is still in doubt. Transvestites who are vulnerable groups whose presence is only underestimated by both the state and society. Thus, transgenders who are only a minority group often receive discriminatory actions from intolerant mass organizations. The intolerant mass organization demands to close the pesantren which is a gathering place for transvestites to study religion. So then it is interesting to study. This study aims to determine the role and form of education in solving problems of intolerance in the waria al-Fatah Islamic boarding school in Yogyakarta. This study uses a qualitative descriptive approach with Miles and Huberman analysis techniques. While data collection through observation, interviews and documentation. The results of this study are intolerance that occurs in the Al-Fatah transgender boarding school due to misunderstandings in communication and acts of intolerant mass organizations in spreading information Communication has an important role in resolving these problems. Form of communication between groups with the aim of mediating the problem successfully carried out by the parties concerned. Communication between groups consisting of pesantren, government and the community provides solutions to the problem of intolerance
Konstruksi Media Online Detik.com dan Kompas.com terhadap Vanuatu
Vanuatu is one of the Pacific Island countries that consistently raises the issue of alleged human rights violations in Papua at every opportunity at the UN session. On September 27, 2020, Vanuatu, represented by the Prime Minister of the Republic of Vanuatu, Bob Loughman, returned to address the issue related to human rights violations of the Papuan at the 75th UN session. Vanuatu's statement and its reply from the Indonesian diplomat, Sylvany Austin Pasaribu, at the 75th UN session became the spotlight of various media. Detik.com and Kompas.com as online media pioneers and one of the most frequently accessed news sites, were also reported that occurrence. This research aims to find out the differences between those media on packaging its report of Vanuatu after the issue of Papuan human rights violations was raised at the 75th UN General Assembly. The news period under research is from 27 September to 2 October 2020. This research uses qualitative research method with the Zhongdang Pan and Gerald M Kosicki framing analysis model. In this research, Detik.com was more likely to corner Vanuatu. This matter can be seen in terms of quantity and packaging of news. Meanwhile, Kompas.com, didn't put Vanuatu in an advantageous position, but was trying to show balance in its report