Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna
Not a member yet
104 research outputs found
Sort by
Issue Management in Maintaining Digital Campus Reputation (Insan Cita Indonesia University Case Study in Facing Cyber Attacks in 2022)
AbstractAs the first digital campus in Indonesia and carrying a brand image as a university at the forefront of digital technology, UICI faced challenges with cyber attacks in the form of hacking of UICI's social media accounts. This attack not only has the potential to lose UICI's digital assets in the form of Instagram, but also has the potential to damage its reputation. So in handling and dealing with this potential crisis, UICI must manage the circulating issues so that they do not become a crisis. This research uses a qualitative approach and case study method with data collection techniques in the form of observation and documentation studies. The research results found that in managing issues, UICI formed a crisis team and appointed one person as a spokesperson who then succeeded in turning the situation around with proper issue management. This cyber attack provides an opportunity for UICI to prove the campus' brand image with technology. From this research, it is recommended for both UICI and other institutions to implement multi-layered security for digital asset managers. As well as forming guidelines in the form of strategies and management plans for the digital assets owned. Keywords: Digital Campus, Brand Image, Reputation, CyberAttacks, Issue Management AbstrakSebagai kampus digital pertama di Indonesia dan mengusung brand image sebagai perguruan tinggi terdepan dalam teknologi digital, UICI menghadapi tantangan berupa serangan siber berupa peretasan akun media sosial UICI. Serangan ini tidak hanya berpotensi meruginya aset digital UICI berupa Instagram, tetapi juga berpotensi merusak reputasinya. Maka dalam menangani dan menghadapi potensi krisis ini, UICI harus mengelola isu-isu yang beredar agar tidak menjadi krisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa dalam mengelola isu, UICI membentuk tim krisis dan menunjuk satu orang sebagai juru bicara yang kemudian berhasil membalikkan keadaan dengan manajemen isu yang tepat. Serangan siber ini memberikan kesempatan bagi UICI untuk membuktikan brand image kampus dengan teknologi. Dari penelitian ini, direkomendasikan bagi UICI dan institusi lain untuk menerapkan keamanan berlapis bagi pengelola aset digital. Serta membentuk pedoman berupa strategi dan rencana pengelolaan aset digital yang dimiliki.Keywords: Kampus Digital, Brand Image, Reputasi, Serangan Siber, Manajemen Isu
TRANSFORMASI STRATEGIS SUARA MERDEKA DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI DI ERA DIGITAL
Terjadinya fenomena revolusi 4.0 sangat memengaruhi industri media, termasuk Suara Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui transformasi strategis yang diterapkan oleh Suara Merdeka sebagai perusahaan media tertua di Jawa Tengah pada era digital berdasarkan teori mediamorfosis gagasan Roger Fidler. Penelitian ini melakukan kajian secara mendalam melalui konsep mediamorfosis, yaitu proses koevolusi, konvergensi, dan kompleksitas terhadap transformasi Suara Merdeka di era digital. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, agar dapat memahami dan mengungkap secara mendalam kasus yang terjadi pada Suara Merdeka melalui data kualitatif. Hasil dari penelitian ini bahwa pada proses koevolusi Suara Merdeka telah melakukan komputerisasi dan mengadopsi bahasa digital dengan melahirkan suaramerdeka.com, Suara Merdeka TV pada Youtube, dan e-paper. Pada proses konvergensi, Suara Merdeka telah mengimplementasikan konvergensi digital dan konvergensi jurnalistik. Sedangkan kompleksitas yang terjadi pada Suara Merdeka, yaitu mengalami prediksi kebangkrutan perusahaan dan kurang maksimalnya pengadopsian produk jurnalistik hasil digitalisasi, e-paper. Namun, hal tersebut dijadikan peluang bagi Suara Merdeka untuk dapat memperpanjang usia koran Harian Suara Merdeka dan mempertahankan eksistensinya
Konvergensi Media: Studi pada LPP RRI Madiun di Era Digital
Facing the digital era creates new challenges as well as the demands of conventional media to carry out media convergence to maintain its existence. This descriptive qualitative research study with data testing using triangulation techniques aims to determine the steps that have been taken by LPP RRI Madiun and Human Resources in implementing media convergence. The results show that the steps taken by RRI in media transformation are by launching a website, and presenting various applications that can be enjoyed via mobile phones, using YouTube channels and zoom meetings as new media in the broadcasting process, and utilizing social media in the process of promoting programs and interactions. with audiences. Human Resources at RRI Madiun has carried out training and training efforts to adapt skills and abilities to the times and current technology.
Menghadapi era digital menjadikan tantangan baru serta menjadi tuntutan media konvensional untuk melakukan konvergensi media agar tetap terjaga eksistensinya. Studi penelitian kualitatif deskriptif dengan pengujian data menggunakan teknik triangulasi ini bertujuan untuk mengetahui langkah yang telah dilakukan LPP RRI Madiun serta Sumber Daya Manusia dalam melaksanakan konvergensi media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah yang diambil RRI dalam transformasi media yaitu dengan meluncurkan website, dan menyajikan berbagai aplikasi yang dapat dinikmati melalui handphone, menggunakan youtube channel dan zoom metting sebagai media baru dalam proses penyiaran, serta memanfaatkan sosial media dalam proses mempromosikan program acara dan interaksi dengan khalayak. Sumber Daya Manusia yang ada di RRI Madiun telah melaksanakan berbagai upaya pelatihan dan juga diklat untuk menyesuaikan skill dan juga kemampuan oleh perkembangan zaman dan juga teknologi saat ini
Pengaruh Iklan di Media Sosial Instagram dan Tagline Berani Investasi terhadap Keputusan Pembelian di PT. Ajaib Sekuritas Asia
Marketing communication is considered capable of providing an important role for marketers. Especially in introducing products or services owned by the company to be then introduced to the wider community. Advertising is seen as a means that is considered the most effective way to influence a decision to buy or consume a product or service in the community. In an advertisement, there are many important components in conveying a message, one of which is the tagline. The tagline also plays an important role as the company's identity with the aim of being easily recognized by the community. This research was conducted to find out how the influence of advertising on social media Instagram and the tagline dare to invest on purchasing decisions at PT. Ajaib Sekuritas Asia using descriptive quantitative research methodology with a sample of 100 people who are also customers of Ajaib securities. The results showed that there was a relationship between advertising on Instagram and the tagline of daring to invest in purchasing decisions at PT Ajaib Sekuritas Asia. This can be seen from the results of the regression calculations obtained a value of 113,353 with a significance of 0.000 so that the hypothesis can be accepted. The results of this study indicate that promotions carried out through advertisements and taglines on social media Instagram are a very appropriate step taken by PT Ajaib Sekuritas Asia in promoting their company to all groups of people.
Komunikasi pemasaran dinilai mampu memberikan peranan yang penting bagi pemasar. Terlebih dalam mengenalkan produk atau jasa yang dipunyai oleh perusahaan tersebut untuk kemudian dikenalkan ke masyarakat luas. Iklan dipandang sebagai sebuah sarana yang dianggap paling efektif untuk mempengaruhi sebuah keputusan dalam membeli ataupun mengkonsumsi sebuah produk dan jasa didalam lingkungan masyarakat. Dalam sebuah iklan banyak sekali komponen penting dalam menyampaikan pesan salah satunya yaitu tagline. Tagline juga berperan penting sebagai identitas perusahaan dengan tujuan agar mudah dikenal oleh lapisan masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh iklan di media sosial instagram dan tagline berani investasi terhadap keputusan pembelian di PT. Ajaib Sekuritas Asia dengan menggunakan metodelogi penelitian kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 100 orang yang juga sebagai nasabah Ajaib sekuritas. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara iklan di media instagram dan tagline berani investasi terhadap keputusan pembelian di PT Ajaib Sekuritas Asia. Hal ini bisa dilihat dari hasil perhitungan regresi diperoleh nilai sebesar 113.353 dengan signifikansi 0.000 sehingga hipotesis dapat diterima. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa promosi yang dilakukan melalui iklan dan tagline di media social instagram merupakan langkah yang sangat tepat dilakukan oleh PT Ajaib Sekuritas Asia dalam mempromosikan perusahannya ke semua golongan masyarakat
Hubungan Kuasa Antar Etnis dalam Serial Animasi Adit dan Sopo Jarwo
This study aims to look at the power relations that occur between ethnic groups in the interactions shown. The theory used in this study is the power theory of Michel Foucault. Other concepts that help in analyzing are the concept of class and ethnicity by Karl Marx, Representation by Chris Barker, as well as the concept of class by Pierre Bourdieau. The research methodology used is Television Semiotics Analysis by John Fiske, with 3 (three) levels stages. Reality Level, Representation Level, Ideology Level. The results of the study show that the Javanese are in a powerless position, while the Betawi are in a powerful position. Meanwhile, other ethnic groups, such as: Batak, Sundanese and Non-Ethnic (Urban groups), often rely on the Betawi ethnicity to rely on truth. The tug-of-war between ethnic groups varies depending on the capital owned. Symbolic Capital, controlled by ethnic Betawi. Capital Culture, dominated by ethnic Batak. Economic Capital, dominated by ethnic Sundanese and Chinese. Meanwhile, the Javanese ethnicity dominates in terms of time and energy. The Javanese ethnicity is needed by everyone because they are willing to help.Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan kuasa yang terjadi antar etnis dalam interaksi yang ditampilkan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori power dari Michel Foucault. Konsep-konsep lain yang turut membantu dalam menganalisis adalah konsep kelas dan etnis oleh Karl Marx, Representasi oleh Chris Barker, juga konsep kelas oleh Pierre Bourdieau. Metodologi penelitian yang digunakan adalah Analisa Semiotika Televisi oleh John Fiske, dengan tahapan 3 (tiga) level. Level Realitas, Level Representasi, Level Ideologi. Hasil penelitian menunjukkan, etnis Jawa berada pada posisi powerless, sedangkan etnis Betawi berada pada posisi powerful. Sedangkan etnis lainnya, seperti : Batak, Sunda dan Non Etnis (kelompok Urban), sering menyerahkan sandaran kebenaran pada etnis Betawi. Tarik-menarik hubungan kuasa antar etnis berbeda-beda tergantung dari modal yang dimiliki. Modal Simbolik, dikuasai oleh etnis Betawi. Modal Kultur, dikuasai etnis Batak. Modal Ekonomi, dikuasai oleh etnis Sunda dan Tionghoa. Sedangkan etnis Jawa berkuasa dalam hal waktu dan tenaga. Etnis Jawa dibutuhkan oleh semua orang karena ringan tangan untuk membantu
Pengaruh Program “Gerakan Salatiga di Rumah Saja†terhadap Keberhasilan Program 5M pada Masa Pandemi Covid-19
Mass communication is a communication method used by government organizations, to communicate a public policy to the public, many types of media used by governments to support the success of the information provided. The Salatiga movement at Home Alone is a public policy in the form of programs made by the government, during the Covid-19 pandemic. The purpose of this writing is to examine the effect of the Salatiga movement at home alone on the 5m government program, during the Covid-19 pandemic. This study was conducted with a quantitative approach and the type of research used is descriptive type with sampling. Based on the regression test used to determine the relationship and influence between the needs obtained in terms of psychology, social, and health in the Salatiga Movement program at home alone, to the satisfaction that is met in terms of psycholgi, social, and education in the 5m program. So with the influence of the relationship between the needs met to the satisfaction obtained, produce a positive impact on the achievement of the Salatiga Movement program at home alone, in helping to optimize the 5m program.
Komunikasi massa merupakan metode komunikasi yang digunakan organisasi pemerintahan, untuk mengkomunikasikan suatu kebijakan publik kepada masyarakat, banyak jenis media yang digunakan pemerintah untuk mendukung keberhasilan informasi yang diberikan. Gerakan Salatiga di Rumah Saja merupakan kebijakan publik berupa program yang dibuat pemerintah, pada masa pandemic Covid-19. Tujuan penulisan ini adalah untuk menguji pengaruh Gerakan Salatiga di Rumah Saja terhadap program pemerintah 5M, pada masa pandemic Covid-19. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis deskriptif dengan penarikan sampel. Berdasarkan uji regresi yang digunakan untuk mengetahui hubungan serta pengaruh antara kebutuhan yang didapat dalam hal psikologi, sosial, serta kesehatan dalam program Gerakan Salatiga di Rumah Saja, terhadap kepuasan yang terpenuhi dalam hal psikolgi, sosial, serta pendidikan dalam program 5M. Jadi dengan adanya pengaruh hubungan antara kebutuhan yang terpenuhi terhadap kepuasan yang didapat, menghasilkan dampak positif bagi tercapainya program Gerakan Salatiga di Rumah Saja, dalam membantu mengoptimalkan program 5M
Fenomena Cancel Culture dan Kesadaran Netiket Pelajar SMA di Surabaya pada Aksi Panggung Musisi
Twitter melalui fitur trending topiknya kian digemari untuk mengungkapkan gagasan pribadi terhadap isu populer. Beragamnya gagasan seringkali membentuk penerimaan dan penolakan apalagi jika melibatkan publik figur. Salah satu gagasan penolakan populer dengan sebutan cancel culture yang dilakukan di Twitter. Di setiap terjadinya cancel culture, beragam komentar penolakan terekam dalam jejak digital pengguna Twitter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana fenomena cancel culture dan kesadaran netiket pelajar SMA di Surabaya pada aksi panggung musisi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data secara primer berupa wawancara mendalam dan data sekunder berupa hasil studi literatur pada penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan telah terjadi cancel culture yang dilakukan oleh pelajar SMA di Surabaya pada aksi panggung musisi Pamungkas di Twitter. Cancel culture dilakukan yaitu mulai dari meng-unfollow akun media sosial, berhenti menikmati lagunya, sampai melakukan ujaran kebencian di Twitter, baik berupa komentar di akun lain maupun membuat tweet di timeline-nya. Setiap informan memahami dan menerapkan netiket yang berbeda satu sama lain, sehingga para pelajar SMA khususnya informan dalam penelitian ini masih membutuhkan evaluasi dan edukasi agar bisa lebih bijak lagi dalam menggunakan media sosial khususnya Twitter. Boleh berkomentar sebagai tanggapan atas aksi orang lain namun harus tetap ada dalam koridor yang sesuai dengan etika.Kata Kunci: Disonansi Kognitif, Cancel Culture, Twitte
Festival Mangga sebagai Media Komunikasi dalam Mengoptimalkan Daya Tarik Wisata Desa Penggarit
Various tourism potentials exist in Penggarit Village, such as agricultural, religious, cultural, and natural educational tours. Mango has become the identity of Penggarit Village. Because this village is a producer of mangoes with the branding "Mangga Istana." Mango farming is a tradition (local wisdom) in the Penggarit village community. Almost every resident's house and garden have a mango tree. Penggarit Village seeks to increase tourism by holding a mango festival. The purpose of this study is to consider the Mango Festival as a communication media in the tourist attraction Pengarit Village. The research method used in this study is a qualitative method using case studies. The data in this study were generated through observation and interviews with informants. Four informants participated in this survey. Penggarit village chief, BUMdes director, Penggarit community chief, and Puskapik journalist. According to research results, Mango Festival is a cultural festival, flagship product festival, tourism village festival. This makes the mango festival a communication medium for Penggarit's tourist attraction. The composition of cultural attractions, natural resource attractions, and man-made attractions is mixed in such a way as to attract public interest.
Beragam potensi wisata ada di Desa Penggarit, seperti wisata edukasi pertanian, religi, budaya dan alam. Mangga telah menjadi identitas Desa Penggarit. Sebab desa ini merupakan penghasil komoditas buah mangga unggul dengan branding “Mangga Istanaâ€. Pertanian mangga sudah menjadi tradisi (Local Wisdom) bagi masyarakat Desa Penggarit. Hampir setiap rumah dan kebun warga memiliki pohon mangga. Desa Penggarit berupaya mengangkat daya tarik wisata dengan menyelenggarakan festival mangga. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji festival mangga sebagai media komunikasi dalam mengoptimalkan daya tarik wisata Desa Penggarit. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan studi kasus. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan informan. Informan pada penelitian ini berjumlah empat orang, yaitu Kepala desa Penggarit, Direktur BUMDes Wiguna Utama, Tokoh Masyarakat Desa Penggarit dan Jurnalis Portal Berita Puskapik. Hasil penelitian, festival mangga merupakan festival budaya, festival produk unggulan dan festival desa wisata. Hal ini menjadikan Mango Festival sebagai sarana komunikasi objek wisata Penggrit. Komposisi daya tarik budaya, daya tarik sumber daya alam dan daya tarik buatan dipadukan sedemikian rupa sehingga menarik minat atau animo masyarakat
Representasi Flexing Dalam Konten YouTube Rans Entertainment (Semiotika Model Roland Barthes Dalam Video “Nagita Bales Bikin Raffi Nangis??!!! Raffi Kaget Dikirimin Kado Dari Nagita…â€)
Tingginya pengguna media sosial didukung oleh jenisnya yang semakin beragam. YouTube menjadi salah satu media sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia yaitu sebesar 93,8% berdasarkan hasil survey wearesocial tahun 2021. Pengguna tidak hanya dapat menikmati konten yang ada namun juga dapat memproduksi konten mereka sendiri. Hal tersebut memicu munculnya para Youtuber dengan beragam konten dan salah satunya yaitu konten flexing kekayaan. Rans Entertainment merupakan salah satu kanal YouTube yang sering memproduksi konten-konten yang merepresentasikan flexing dan banyak diminati penonton. Peneliti bertujuan mendeskripsikan representasi flexing Rans Entertainment dalam video berjudul “Nagita Bales Bikin Raffi Nangis??!!! Raffi Kaget Dikirimin Kado Dari Nagita…â€. Peneliti menggunakan metode penelitian kualititatif deskriptif dengan teori Representasi Stuart Hall yang dianalisis dengan semiotika model Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh belas scene yang mengandung unsur flexing yang dianalisis melalui tanda denotatif, konotatif, dan mitos. Selain itu, representasi flexing yang dilakukan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina memberikan variasi pada sudut pandang khalayak
Strategi Content Marketing Influencer Melalui Shopee Affiliate Program Pada Instagram
Perkembangan e-commerce di Indonesia meningkat secara signifikan dari tahun 2018 sampai tahun 2021, beragam jenis e-commerce yang didirikan menyebabkan adanya persaingan antar beberapa marketplace yang ada di Indonesia. Shopee merupakan salah satu marketplace terbaik dari implementasi teknologi yang canggih untuk bisnis online. Shopee memiliki program yang paling populer yaitu program pelengkap Shopee , sehingga dapat memanfaatkan strategi content marketing influencer . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi content marketing yang dilakukan oleh influencermelalui program Shopee imbuhan di Instagram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi ( Content Analysis ) dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi serta hubugan dengan melibatkan informan sebagai sumber informasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi content marketing menjadi lebih efektif dengan mengimplementasikan enam macam elemen dari content marketing dan terdapat efek positif dari teori stealth marketing melalui unggahan konten pada Instagram, dengan menggunakan teknik dari stealth marketing . Begitu, pemasaran silumanbisa menjadi elemen bauran promosi yang efektif