Institutional Repository of UIN SATU Tulungagung
Not a member yet
37599 research outputs found
Sort by
DAMPAK OBJEK WISATA EDUKASI KAMPUNG GURAMI DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT SEKITAR DESA WONODADI KECAMATAN WONODADI KABUPATEN BLITAR
Skripsi dengan judul “Dampak Objek Wisata Edukasi Kampung Gurami dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Sekitar Desa Wonodadi Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar” ini ditulis oleh M. Farhan Hidayatulloh, NIM: 126209211023 Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, yang dibimbing oleh Bagus Setiawan M.Pd.
Kata Kunci: Dampak, Wisata Edukasi, Kampung Gurami, Ekonomi Masyarakat
Pariwisata merupakan sektor strategis dalam mendorong pertumbuhan
ekonomi, khususnya di wilayah pedesaan. Kehadiran objek wisata tidak hanya
sebagai sarana rekreasi, tetapi juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja
bagi masyarakat. Salah satu bentuknya adalah Wisata Edukasi Kampung Gurami di
Desa Wonodadi, Kabupaten Blitar, yang berbasis potensi lokal. Meskipun
berpotensi meningkatkan perekonomian warga, keterlibatan masyarakat masih
terbatas akibat kurangnya fasilitas, promosi, dan pelatihan usaha.Penelitian ini
difokuskan untuk mengkaji 3 aspek utama: 1) Bagaimana dampak perekonomian
dengan adanya objek wisata Edukasi Kampung Gurami terhadap masyarakat
sekitar. 2) Apa bentuk kontribusi objek wisata Edukasi Kampung Gurami terhadap
peningkatan perekonomian masyarakat sekitar. 3) Apa saja faktor pendukung dan
penghambat dalam pemanfaatan objek wisata Edukasi Kampung Gurami sebagai
sumber peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.
Metode penelitian ini yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan
pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian ini berada di Dusun Seduri, Desa
Wonodadi, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar. Objek dalam penelitian ini
adalah kepala desa, pengelola wisata, karyawan wisata dan masyarakat sekitar.
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan
dokumentasi guna mendapatkan gambaran yang jelas terkait dampak objek wisata
edukasi kampung gurami dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wisata edukasi kampung gurami
hadir sebagai penggerak utama ekonomi lokal yang sukses membuka lapangan
kerja, meningkatkan pendapatan, serta menumbuhkan semangat kewirausahaan di
masyarakat. Keberhasilan ini menjadi fondasi kuat untuk pengembangan yang lebih
besar, di mana penguatan fasilitas, perluasan jangkauan promosi, dan program
pelatihan ke depannya akan semakin mengoptimalkan keterlibatan warga secara
inklusif. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, Kampung Gurami memiliki
potensi luar biasa untuk menjadi motor kesejahteraan yang merata dan
berkelanjutan bagi seluruh masyarakat sekitar
PENGEMBANGAN E-BOOKLET PENGARUH PEMBERIAN PUYER-38 TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI Capsicum annuum L. SEBAGAI SUMBERBELAJARBIOLOGI
Skripsi dengan judul “Pengembangan E-Booklet Pengaruh Pemberian Puyer-38 Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai (Capsicum annum) Sebagai Sumber Belajar Biologi” ditulis oleh Afro’ul Usnah, NIM 126208202041, Dosen Pembimbing Dr. Eni Setyowati, S. Pd., M.M.
Kata Kunci: E-Booklet, Puyer-38, Tanaman Cabai.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil panen cabai yang menurun dan tidak sesuai dengan harapan petani dan juga tidak sejalan dengan harga pestisida maupun pupuk yang terus mengalami kenaikan. Sejalan dengan hal itu, salah satu alternatif yang dapat dilakukan dengan pemanfaatan puyer-38. Hasil percobaan pemberian puyer-38 terhadap pertumbuhan tanaman cabai (Capsicum annum) yang telah dilakukan dapat menambah wawasan dan informasi pembaca baik pelajar maupun masyarakat sehingga perlu dijadikan produk pengembangan berupa e-booklet.
Tujuan penelitian ini ialah 1). Untuk mengetahui pengaruh pemberian puyer 38 terhadap pertumbuhan tanaman cabai (Capsicum annum). 2). Mendeskripsikan desain e-booklet pengaruh pemberian puyer-38 terhadap pertumbuhan tanaman cabai (Capsicum annum). 3).Untuk mengetahui kevalidan e-booklet pengaruh pemberian puyer-38 terhadap pertumbuhan tanaman cabai (Capsicum annum). 4). Untuk mengetahui kepraktisan e-booklet pengaruh pemberian puyer-38 terhadap pertumbuhan tanaman cabai (Capsicum annum). 5). Untuk mengetahui keefektifan e-booklet pengaruh pemberian puyer-38 terhadap pertumbuhan tanaman cabai (Capsicum annum).
Penelitian ini merupakan penelitian RnD (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE yang memiliki 5 tahap pengembangan yaitu Analisis (Analysis), Desain (Design), Pengembangan (Development), Implementasi (Implementation), Dan evaluasi (Evaluation). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan menggunakan teknik analisis data dengan uji One Way Anova. Pada tahap implementasi dilakukan uji pre eksperimental yang dianalisis dengan uji paired T-test dengan desain one group pretest posttest.
Hasil penelitian, diperoleh hasil (1) Adanya pengaruh pemberian puyer-38 terhadap pertumbuhan tanaman cabai dengan hasil uji one way anova pada tinggi tanaman yaitu 0,00 < 0,05 dan pada jumlah helaian daun 0,00 < 0,05. (2) Kevalidan e-booklet diukur dari uji validasi yang dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan dosen pengampu mata kuliah yang secara berturut-turut memperoleh presentase 91,66 %, 91,42%, dan 78,18% dengan kategori sangat layak dengan revisi sedikit. (3) Kepraktisan e-booklet diukur dari uji kepraktisan yang dilakukan oleh mahasiswa dengan rata-rata presentase 79,10 % dengan kategori praktis. (4) Keefektifan e-booklet diukur berdasarkan uji paired T-test dengan nilai signifikasi 0,00 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar sebelum dan sesudah penggunaan e-booklet
PENGEMBANGAN VIDIO ANIMASI PADA MATERI PEMANFAATAN HUTAN IPS KELAS VIII SMPN 2 KADEMANGAN BLITAR
ABSTRAK
Skripsi dengan judul "Pengembangan Video Animasi pada Materi Pemanfaatan
Hutan IPS Kelas VIII SMPN 2 Kademangan Blitar" ini ditulis oleh Asti Ainur
Rohimah, NIM. 126209211007, dengan pembimbing Hendra Pratama, M.Pd.,
NIP. 198508142023211013.
Kata Kunci: Video Animasi, Pemanfaatan Hutan, IPS, SMP, Pengembangan
Media Pembelajaran
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemanfaatan media
pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap
materi yang bersifat kompleks dan abstrak, seperti “Pemanfaatan Hutan” dalam
pelajaran IPS. Di SMPN 2 Kademangan Blitar, meskipun fasilitas proyektor
tersedia, penggunaan video animasi sebagai media pembelajaran belum
dimaksimalkan, khususnya pada materi tersebut. Permasalahan yang muncul
adalah rendahnya pemahaman dan minat siswa karena minimnya visualisasi yang
dinamis dalam penyampaian materi. Oleh karena itu, dikembangkanlah video
animasi 2D berdurasi 12 menit yang dibagi dalam tiga segmen (teori, data &
fakta, serta solusi) untuk membantu proses pembelajaran secara lebih interaktif.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan proses
pengembangan video animasi pembelajaran untuk materi Pemanfaatan Hutan; (2)
menilai tingkat validitas video dari sudut pandang ahli materi, media, guru, dan
siswa; serta (3) mengetahui respon dan efektivitas penggunaan media ini dalam
meningkatkan pemahaman siswa.
Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D)
dengan model Borg and Gall yang terdiri dari sepuluh langkah, mulai dari tahap
pengumpulan data, perencanaan, pengembangan produk awal, validasi, revisi, uji
coba skala kecil, hingga uji lapangan dan penyebaran media. Instrumen yang
digunakan meliputi angket validasi, observasi, wawancara, serta pre-test dan post-
test. Analisis data dilakukan dengan uji validitas dan uji efektivitas menggunakan
Wilcoxon Signed Ranks Test karena data tidak berdistribusi normal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) video animasi berhasil
dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa dan karakteristik
materi; (2) hasil validasi menunjukkan media berada dalam kategori sangat valid
dengan persentase: ahli media (98%), ahli materi (89%), guru (92–96%), dan
siswa (92%); (3) uji efektivitas menunjukkan peningkatan signifikan pada hasil
belajar siswa, dengan rata-rata nilai pretest 40 meningkat menjadi 91 setelah
penggunaan media, dan nilai signifikansi uji Wilcoxon sebesar 0.000 (< 0.05),
yang menunjukkan perbedaan nyata antara sebelum dan sesudah perlakuan
PENGEMBANGAN E-BOOK BERBASIS ETNOSAINS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN PESERTA DIDIK KELAS IV PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL DI SDN 4 KAMPUNGDALEM TULUNGAGUNG
Tesis dengan judul “Pengembangan E-Book Berbasis Etnosains Untuk
Meningkatkan Pemahaman Peserta Didik Kelas IV Di Sdn 4 Kampungdalem
Tulungagung” ini ditulis oleh Dwi Junia lestari dengan pembimbing Prof. Dr. H. Nur
Kholis, S.Ag., M.Pd dan Prof. Dr. Hj. Elfi Mu’awanah, S.Ag., M.Pd
Kata Kunci: E-book, Etnosains, Pemahaman Peserta Didik
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya penggunaan media dalam proses
pembelajaran, terlebih media yang materinya dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.
Variabel utama yang diteliti yaitu proses pengembangan media ebook yang melibatkan
penilaian dari validator ahli media dan ahli materi. Pengembangan media e-book
tersebut dikembangkan dengan menyajikan tampilan yang dapat meningkatkan
motivasi belajar peserta didik sehingga dapat meningkatkan pengetahuan serta
pemahaman peserta didik terkait materi yang disampaikan.
Tujuan penelitian yang dibahas dalam penelitian meliputi tiga hal yaitu: proses
pengembangan media ebook berbasis etnosains masyarakat Tulungagung, penilaian
kelayakan penggunaan media e-book berbasis etnosains Tulungagung dalam proses
pembelajaran, dan penilaian keefektifan penggunaan media e-book berbasis etnosains
Tulungaguung sebagai bahan ajar pendukung mata pelajaran IPAS kelas IV bab 5
“cerita tentang daerahku”.
Pendekatan pada penelitian ini menggunakan metode research and development
dengan menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang dilakukan secara
sistematis. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV SDN 4 Kampungdalem
Tulungagung. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random
sampling dengan menggunakan rumus slovin. Data yang diperoleh dari penelitian
kemudian dianalisis dengan menggunakan software IBM SPSS versi 26 yang meliputi
uji normalitas, uji homogenitas, uji T, dan uji NGain.
Hasil penelitian ini menunjukkan kesimpulan bahwa (1) proses pengembangan
menggunakan model Borg and Gall yang disederhanakan menjadi 9 dari 10 langkah
pengembangan. (2) Penilaian kelayakan dilakukan oleh validator ahli media, ahli
materi, dan respon peserta didik. validasi ahli media memperoleh persentase kelayakan
masing-masing 94,68%, 88,10%, dan 85,06%. Validasi ahli materi memperoleh
persentase kelayakan masing-masing 87,69%, 95,38%, dan 96,6%. Sedangkan respon
peserta didik memperoleh persentase sebesar 87,8%. (3) Tingkat efektifitas media ebook dibuktikan melalui uji NGain yang sebelumnya dilakukan uji normalitas,
homogenitas dan uji hipotesis yaitu uji T
PENERAPAN METODE SMALL GROUP DISCUSSION (SGD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH KELAS X DI MAN 4 JOMBANG
Pendidikan memegang peranan penting dalam membangun peradaban suatu bangsa serta dalam peningkatan mutu sumber daya manusia. Namun, dalam pelaksanaannya, khususnya pada mata pelajaran Fiqih, masih ditemukan berbagai kendala seperti rendahnya tingkat partisipasi dan pencapaian hasil belajar siswa. Salah satu faktor penyebabnya adalah rasa jenuh yang dialami siswa akibat metode pembelajaran yang bersifat monoton. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan pembelajaran yang mampu mendorong keterlibatan aktif dan partisipasi siswa secara lebih optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Small Group Discussion (SGD) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih di kelas X MAN 4 Jombang. Secara khusus, penelitian ini mengkaji proses penerapan metode tersebut, mengevaluasi hasil yang dicapai setelah penerapan, serta mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan yang muncul selama pelaksanaannya.
Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data didapatkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Tahap-tahap analisis data penelitian melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara menggunakan triangulasi.
Hasil penelitian ini adalah: (1) Penerapan Metode Small Group Discussion (SGD) yang dilakuan oleh guru fiqih keas X MAN 4 Jombang yaitu: Persiapan, Pelaksanaan diskusi, Pelaporan hasil diskusi, Tanggapan dan klarifikasi, Penarikan kesimpulan, dan Evaluasi. Setiap tahapan memberikan kontribusi signifikan terhadap keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. (2) Metode Small Group Discussion (SGD) mampu meningkatkan tiga aspek penting dalam pembelajaran, yaitu kognitif, afektif, dan pikomotorik. (3) Kelebihan: Metode ini mampu meningkatkan partisipasi siswa, memperdalam pemahaman materi secara kontekstual, mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis, serta membangun rasa percaya diri dan kemampuan komunikasi. Kekurangan: Ketidaksesuaian dengan semua jenis materi, ketimpangan partisipasi dalam kelompok, dan potensi gangguan kondusivitas diskusi
PERAN PASAR TEMATIK DALAM MEMBANGUN CITRA POSITIF SEBAGAI DESTINASI WISATA BUDAYA DI WATES KABUPATEN KEDIRI
Skripsi dengan judul "Peran Pasar Tematik Dalam Membangun Citra Positif Sebagai Destinasi Wisata Budaya Di Wates Kabupaten Kediri" Ini ditulis oleh Ahmad Muhlis, NIM 126209212102, dengan dosen pembimbing Bagus Setiawan, M.Pd.
Kata Kunci: Pasar Tematik, Destinasi, Wisata Budaya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Pasar Wates sebagai pasar tematik dalam membangun citra positif sebagai destinasi wisata budaya di Kabupaten Kediri. Revitalisasi Pasar Wates pada tahun 2024 membawa perubahan signifikan, tidak hanya dalam aspek fisik, tetapi juga dalam integrasi budaya lokal yang diaktualisasikan melalui ornamen batik Gringsing, mural cerita rakyat, ikon Kelono Sewandono, serta penyelenggaraan kegiatan seni seperti wayang kulit dan pertunjukan musik tradisional. Penelitian ini difokuskan pada tiga hal utama, yaitu: (1) bagaimana budaya lokal diintegrasikan dalam tata kelola pasar, (2) bagaimana persepsi masyarakat dan wisatawan terhadap citra pasar pasca revitalisasi, dan (3) sejauh mana kontribusi pasar tematik dalam memperkuat identitas budaya masyarakat Wates.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pengelola, pedagang, pengunjung lokal dan wisatawan, serta dokumentasi visual pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi budaya dilakukan secara terstruktur, baik dalam tata ruang maupun kegiatan tematik. Persepsi masyarakat dan wisatawan terhadap citra pasar cenderung positif. Selain sebagai tempat transaksi ekonomi, Pasar Wates juga berperan sebagai ruang edukasi budaya informal dan media pelestarian nilai-nilai lokal.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pasar tematik memiliki kontribusi strategis dalam mendukung pengembangan pariwisata budaya berbasis lokal serta memperkuat jati diri masyarakat. Pasar tematik tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai ruang publik yang merepresentasikan nilai-nilai budaya lokal melalui desain visual, tata ruang, dan aktivitas seni yang diselenggarakan secara rutin. Temuan ini menunjukkan bahwa pasar tradisional yang dikelola dengan pendekatan budaya mampu bertahan dan bersaing di tengah modernisasi, serta berperan penting dalam membangun identitas budaya daerah secara berkelanjutan. Kehadiran elemen budaya seperti ornamen khas, mural cerita rakyat, dan pertunjukan seni tidak hanya memperkuat citra destinasi, tetapi juga menciptakan pengalaman wisata yang otentik dan bermakna bagi pengunjung. Dengan demikian, pasar tematik menjadi simpul integrasi antara pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan pariwisata daerah yang inklusif dan berorientasi jangka panjang
PENGARUH SCHOOL WELL BEING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 1 NGUNUT TULUNGAGUNG
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa faktor diantaranya adanya fenomena rendahnya antusiasme dan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Ngunut Tulungagung. Oleh karena itu dalam meningkatkan upaya meningkatkan motivasi belajar siswa diperlukan penerapan school well-being yang baik. School well-being merupakan keadaan yang mana memungkinkan siswa merasa puas akan kebutuhan dasarnya di sekolah. Tujuan dari penelitian ini (1) untuk mengetahui pengaruh school well-being terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Ngunut Tulungagung. (2) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh school well-being terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Ngunut Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis pendekatan kuantitatif asosiatif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMPN 1 Ngunut Tulungagung. Sedangkan jumlah sempel sejumlah 40 siswa. Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yaitu angket dan dokumentasi. Teknik angket yang digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data school well-being dan motivasi belajar siswa. Teknik dokumentasi yang digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data dari sekolahan terkain tentang keadaan sekolah dan daftar nama peserta didik. Data tersebut digunakan oleh peneliti untuk menentukan jumlah sampel.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) hasil dari uji t dengan menggunkan SPSS 26.0 menunjukan bahwa terdapat pengaruh negatif antara school well-being terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Ngunut Tulungagung. Nilai Sig. school well-being adalah 0,000, dibandingkan dengan nilai taraf signifikansi α sebesar 0,05. Dengan demikian, hasil ini menunjukkan bahwa nilai Sig. school well-being 0,000 < α 0,05, sehingga hipotesis nol (Ha) dapat diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa school well-being memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama di SMPN 1 Ngunut Tulungagung. (2) besar pengaruh school well-being terhadap motivasi belajar siswa pada mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Ngunut Tulungagung dapat dilihat dari hasil uji koefisien korelasi adalah sebesar 0, 980 yang menunjukkan bahwa nilai tersebut terletak pada interval korelasi antara 0,80 – 1,00 sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat hubungan variabel school well-being terhadap motivasi belajar siswa tergolong sangat tinggi. Sedangkan besarnya school well-being berdasarkan uji koefisien determinasi (R square) sebesar 0,960. Jika dipresentasikan bahwa pengaruh school well-being terhadap motivasi belajar siswa pada mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Ngunut Tulungagung adalah sebesar 96%. Sedangkan 4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini atau diluar variabel school well-being
PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA RANTAU ASAL JABODETABEK DI UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG
Penelitian ini dengan judul "Penyesuaian diri mahasiswa rantau asal Jabodetabek di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung" yang ditulis oleh Farhan Hafidz. 126306212082 dengan dosen pembimbing Bapak Ahmad Fauzan, SS., M.Pd.I.
Kata Kunci: Penyesuaian Diri, Mahasiswa Rantau, Adaptasi Budaya, Dukungan Sosial, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Penyesuaian diri mahasiswa rantau asal Jabodetabek di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung merupakan proses adaptasi yang melibatkan motivasi awal, tantangan, strategi adaptasi, dukungan sosial, dan transformasi diri. Motivasi utama mereka merantau adalah dorongan keluarga, keterbatasan pilihan kampus, serta pertimbangan biaya yang lebih terjangkau, dengan banyak yang awalnya memilih kampus ini sebagai opsi cadangan. Tantangan utama berupa perbedaan budaya dan bahasa Jawa yang dominan di lingkungan baru, menyebabkan kesulitan komunikasi, kecemasan, dan rasa rindu suasana rumah yang memicu isolasi sosial di awal masa perantauan. Dalam menghadapi hal tersebut, mahasiswa menerapkan berbagai strategi adaptasi seperti belajar bahasa dan budaya lokal secara bertahap, membangun jaringan sosial dengan warga lokal dan komunitas sesama perantau, serta menjaga komunikasi rutin dengan keluarga sebagai dukungan emosional. Dukungan sosial, terutama dari komunitas mahasiswa rantau asal Jabodetabek dan warga lokal yang ramah, sangat membantu mereka merasa diterima dan nyaman. Akhirnya, proses adaptasi ini membawa transformasi positif pada mahasiswa, termasuk peningkatan kemandirian, keterbukaan terhadap perbedaan budaya. kemampuan komunikasi yang lebih baik, serta kedewasaan emosional yang signifikan, sehingga mereka mampu bertahan dan berkembang dalam lingkungan baru selama masa studi
KEPASTIAN HUKUM TERHADAP MUSIK YANG DICIPTAKAN DAN DIUBAH MELALUI ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) YANG DIDAFTARKAN SEBAGAI HAK CIPTA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA
Skripsi dengan judul “Kepastian Hukum Terhadap Musik Yang Diciptakan dan Diubah Melalui Artificial Intelligence (AI) Yang Didaftarkan Sebagai Hak Cipta Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta” ini ditulis oleh Putri Intan Permai, NIM 126103212198, Program Studi Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, dengan Pembimbing Satrio Wibowo, M.H.
Kata Kunci: Musik, Artificial Intelligence, Hak Cipta
Artificial Intelligence pada perkembangannya telah meluas dalam berbagai bidang salah satunya dalam dunia seni, seperti musik. Keberadaan AI dalam dunia musik menciptakan ketidaksesuaian dengan aturan hak kekayaan intelektual, karena Articial Intelligence dapat melanggar hak cipta saat menghasilkan konten yang meniru atau mereplikasi materi yang dilindungi oleh hak cipta. Banyak konten yang dibuat dengan mengambil karya cipta musik tanpa izin dan mengubah beberapa nada serta tempo musik yang diambil melalui aplikasi Artificial Intelligence, lalu diupload di berbagai social media sehingga menghasilkan uang dengan karya orang lain tanpa izin, bahkan pencipta tidak dapat mendapatkan royalti atas karya yang diambil tanpa izin. Menciptakan music melalui Artificial Intelligence dengan mengambil karya orang lain tanpa izin secara tidak langsung melanggar hak cipta sesuai Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Rumusan dalam penelitian ini adalah; 1) Bagaimana pandangan hukum terhadap music yang diciptakan dan diubah melalui Artificial Intelligence yang didaftarkan sebagai hak cipta? 2) Bagaimana akibat hukum terhadap music yang diciptakan dan diubah melalui Artificial Intelligence yang didaftarkan sebagai hak cipta berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang hak cipta? Metode penelitian ini menggunakan metode normative dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Pandangan hukum menurut Undang-Undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014 sebagai landasan utama dalam sistem perlindungan hak cipta di Indonesia, belum secara komprehensif mengakomodasi karya yang dihasilkan oleh Artificial Intelligence (AI). Pengalokasian hak cipta terhadap ciptaan yang dihasilkan oleh AI masih menimbulkan perdebatan hukum terhadap siapa pengalokasian hak cipta harus diberikan. 2) Penggunaan AI music berpotensi mengakibatkan kekosongan hukum yang mengakibatkan ketidakpastian hukum tentang kepemilikan dan perlindungan karya seni musik
BATASAN HAK PREROGATIF PRESIDEN DALAM MEMBERIKAN ABOLISI TERHADAP TINDAK PIDANA EXTRAORDINARY CRIME DALAM PERSPEKTIF HUKUM DAN FIKIH SIYASAH
Skripsi dengan judul “Batasan Hak Prerogatif Presiden dalam Memberikan Abolisi Terhadap Tindak Pidana Extraordinary Crime dalam Perspektif Hukum dan Fikih Siyasah” ini ditulis oleh Intan Ratu Negara, NIM. 1860103221019, Jurusan Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, pembimbing Muhammad Amiril A'la, M.H.
Kata Kunci : Hak Prerogatif Presiden, Abolisi, Extraordinary Crime, Fikih Siyasah.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh prinsip negara hukum (rechtsstaat) di Indonesia, yang mengharuskan setiap tindakan kekuasaan, termasuk penggunaan hak prerogatif presiden dalam pemberian abolisi, harus dilandasi dan dipertanggungjawabkan secara hukum. Di sisi lain, fikih siyasah juga memiliki relevansi dalam mengatur batasan pemberian pengampunan, terutama terkait tindak pidana luar biasa (extraordinary crime).
Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) Apa saja batasan hukum yang mengatur hak prerogatif presiden dalam memberikan abolisi terhadap tindak pidana extraordinary crime menurut sistem hukum nasional? dan (2) Bagaimana perspektif fikih siyasah mengatur batasan hak prerogatif presiden dalam memberikan abolisi terhadap tindak pidana extraordinary crime?. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mengetahui batasan hukum nasional yang mengatur hak prerogatif Presiden dalam memberikan abolisi terhadap tindak pidana extraordinary crime; dan (2) Menganalisis perspektif fikih siyasah mengenai batasan tersebut.
Metode penelitian menggunakan pendekatan library research dengan analisis yuridis normatif dan fikih siyasah, mengumpulkan data dari sumber primer seperti UUD 1945 dan undang-undang terkait, serta sumber sekunder berupa buku, jurnal, dan literatur akademik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dalam hukum nasional, abolisi dibatasi oleh Pasal 14 ayat (2) UUD 1945 yang memerlukan pertimbangan DPR, serta Undang-Undang Darurat No. 11 Tahun 1954 yang mensyaratkan nasihat Mahkamah Agung, guna menjaga prinsip negara hukum dan kesamaan di depan hukum; (2) Dalam fikih siyasah, abolisi hanya sah untuk jarimah ta'zir berdasarkan maslahah 'ammah dan al-'adalah, tidak untuk hudud atau qiṣhaṣh, sebagaimana contoh Fatḥu Makkah, untuk menghindari ketimpangan dan memastikan keadilan sosial. Penelitian ini mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan hak prerogatif Presiden