Institutional Repository of UIN SATU Tulungagung
Not a member yet
37599 research outputs found
Sort by
PENGARUH KONSUMERISME, MEDIA SOSIAL, DAN PENDAPATAN TERHADAP POLA KONSUMSI DENGAN KELAS SOSIAL SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA GENERASI Z DI KARESIDENAN KEDIRI
Skripsi dengan judul ”Pengaruh Konsumerisme, Media Sosial, dan Pendapatan Terhadap Pola Konsumsi Dengan Kelas Sosial Sebagai Variabel Moderasi Pada Generasi Z di Karesidenan Kediri” ini ditulis oleh Saniyya Meiladiyya Nur Jehaan, NIM. 126406213170, dengan dosen pembimbing Sri Eka Astutiningsih, S.E., M.M.
Kata Kunci: Kelas Sosial, Konsumerisme, Media Sosial, Pendapatan, Pola Konsumsi
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Generasi Z di Karesidenan Kediri, yang merupakan wilayah dengan jumlah generasi Z terbesar di Jawa Timur, menunjukkan karakteristik konsumsi yang unik akibat pesatnya perkembangan teknologi, media sosial, dan kemudahan akses informasi, sehingga perilaku kecenderungan mengikuti tren dan pola konsumsi yang tidak terkontrol menjadi semakin menonjol dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi yang terjadi diperkuat oleh pengaruh media sosial sebagai sarana promosi dan eksplorasi gaya hidup, serta didorong oleh sistem ekonomi yang memberikan kebebasan dalam konsumsi generasi modern saat ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumerisme, media sosial, dan pendapatan terhadap pola konsumsi dengan kelas sosial sebagai variabel moderasi pada generasi Z di Karesidenan Kediri. Tujuan lainnya untuk mengetahui apakah konsumerisme, media sosial, dan pendapatan berpengaruh terhadap pola konsumsi generasi Z di Karesidenan Kediri dapat dimoderasi oleh kelas sosial.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif asosiatif. Populasi diperoleh dari jumlah generasi Z di Karesidenan Kediri sebanyak 1.466.572 jiwa. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-probability sampling dengan sampel sebanyak 400 responden. Data yang digunakan adalah data primer diperoleh dari kuesioner responden generasi Z yang memiliki media sosial. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi moderasi dengan bantuan SmartPLS Versi 4.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan adalah yang paling berpengaruh terhadap pola konsumsi, konsumerisme dan media sosial tidak berpengaruh terhadap pola konsumsi, kelas sosial berpengaruh terhadap pola konsumsi, kelas sosial dapat memoderasi pengaruh antara konsumerisme terhadap pola konsumsi, kelas sosial dapat memoderasi pengaruh antara media sosial terhadap pola konsumsi, kelas sosial dapat memoderasi pengaruh antara pendapatan terhadap pola konsumsi, konsumerisme berpengaruh terhadap kelas sosial, media sosial berpengaruh terhadap kelas sosial, dan pendapatan berpengaruh terhadap kelas sosial
RESILIENSI TAHANAN PENDAMPING DALAM MENGHADAPI PEMBATASAN HAK DI DALAM LAPAS (Studi Kasus di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Blitar)
Tamping berbeda dengan narapidana pada umumnya, tamping adalah narapidana yang telah menunjukkan perilaku baik sehingga dipilih untuk menjadi Tamping. Narapidana khususnya tamping seringkali menghadapi situasi yang tidak mereka inginkan ketika menjalani proses pembinaan. Situasi tersebut menyebabkan tekanan pada tahanan pendamping sehingga menimbulkan dampak seperti stress, kecemasan, dan depresi. Selama menghadapi hukuman di Lembaga Pemasyarakatan narapidana kehilangan beberapa hak yang mereka miliki sebagai warga Negara, terutama dalam hal kebebasan bergerak dan melakukan aktivitas tertentu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi narapidana yang menjadi tahanan pendamping (tamping) dalam menghadapi pembatasan hak di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Blitar serta faktor-faktor yang membentuk resiliensi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari tiga narapidana laki-laki yang telah menjalani peran sebagai tamping selama lebih dari enam bulan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek mampu resilien dengan beragam kemampuannya menghadapi tekanan dan pembatasan hak di dalam Lapas. Bentuk resiliensi yang ditunjukkan meliputi kemampuan untuk mengelola emosi, pengendalian impuls, optimisme, analisis kausal, empati, efikasi diri, dan kemampuan untuk bangkit serta berkembang. Faktor-faktor yang membentuk resiliensi para narapidana meliputi pengalaman hidup, spiritualitas, dukungan sosial, motivasi internal untuk berubah, serta dukungan pembinaan dari Lapas. Dalam penelitian ini terdapat temuan bahwa faktor dukungan teman tidak berdampak pada pembentukan resiliensi salah satu subjek tamping. Menjadi tamping memberikan ruang aktualisasi diri dan meningkatkan keterampilan diri, sosial maupun spiritual subjek, yang turut mendukung pembentukan resiliensi mereka
UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBENTUKAN AKHLAKUL KARIMAH PADA PESERTA DIDIK SMK SORE TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul "Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Akhlakul Karimah pada Peserta Didik SMK Sore Tulungagung" ini ditulis oleh Mayriska Fidia Unsa, NIM. 126201211089, Jurusan Pendidikan agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Kata Kunci: Guru Pendidikan Agama Islam, Akhlakul Karimah, Pendidikan Kejuruan, Pembentukan Karakter, SMK Sore Tulungagung.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk akhlakul karimah sebagai bagian dari pendidikan karakter di lingkungan SMK yang berorientasi pada keterampilan kerja. Guru PAI tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan, pembimbing, dan motivator dalam menanamkan nilai-nilai akhlak mulia kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya guru PAI dalam membentuk akhlak mulia peserta didik serta menggambarkan kondisi akhlak siswa dalam interaksi sosial di sekolah.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang mendalam di SMK Sore Tulungagung. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru PAI, kepala sekolah, dan siswa, serta dokumentasi aktivitas pembelajaran dan interaksi sosial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI melakukan berbagai upaya komprehensif, yaitu pembiasaan shalat berjamaah, pembinaan adab berbicara dan bertindak, integrasi nilai akhlak dalam pembelajaran lintas mata pelajaran, serta penguatan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dan organisasi siswa. Selain itu, bimbingan konseling islami dan keteladanan guru menjadi faktor penting dalam membentuk akhlakul karimah siswa. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pembentukan akhlak mulia di SMK harus menjadi prioritas yang integral dalam proses pendidikan, agar peserta didik tidak hanya siap secara keterampilan, tetapi juga berbudi pekerti luhur sesuai ajaran Islam
KESIAPAN REMAJA DALAM MENGHADAPI DISPENSASI NIKAH AKIBAT DOKTRINASI ORANG TUA (Studi Kasus Dinamika Psikologis Pasangan Muda di DP3AP2KB Kota Kediri)
Skripsi dengan judul “Kesiapan Remaja Dalam Menghadapi Dispensasi Nikah Akibat Doktrinasi Orangtua: Studi Kasus Dinamika Psikologis Pasangan Muda di DP3AP2KB Kota Kediri” ditulis oleh Dhita Sabrina Frastika Putri. NIM 1126306211012. Dosen Pembimbing Dr. M. Sholihuddin Zuhdi, S.Sos.I., M.Pd. Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Tahun 2025.
Kata Kunci: Kesiapan Remaja, Dispensasi Nikah, Doktrinasi Orang Tua, Dinamika Psikologis, Ketidakharmonisan Pasangan Muda, Bimbingan Pranikah, DP3AP2KB.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya pernikahan usia dini akibat doktrinasi orang tua yang mendorong remaja menikah sebelum mencapai kematangan emosional dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan remaja dalam menghadapi pernikahan yang terjadi melalui dispensasi nikah akibat doktrinasi orang tua, dengan fokus pada dinamika psikologis pasangan muda. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus terhadap pasangan RP (17 tahun) dan IP (16 tahun), serta melibatkan informan pendukung dari pihak orang tua dan staf pendamping DP3AP2KB Kota Kediri. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan remaja dalam menghadapi pernikahan melalui dispensasi nikah tergolong rendah, khususnya dalam aspek kematangan emosi, kemampuan pengambilan keputusan, serta kesiapan menjalankan peran rumah tangga. Pengalaman pasangan RP dan IP mengungkap adanya tekanan psikologis akibat doktrinasi orang tua yang mendesak mereka untuk menikah sebelum usia matang. Setelah menikah, pasangan muda ini menghadapi ketidakharmonisan dalam hubungan, ditandai dengan seringnya terjadi konflik, komunikasi yang tidak efektif, serta kesulitan dalam mengelola perbedaan pendapat. Walaupun terdapat momen kebersamaan yang harmonis, ketidakstabilan emosi dan kurangnya keterampilan problem solving menyebabkan hubungan mereka rentan terhadap permasalahan yang berulang. Temuan penting lainnya adalah peran signifikan staf pendamping dari DP3AP2KB Kota Kediri dalam memberikan bimbingan pranikah dan konseling selama proses dispensasi nikah. Pendamping membantu remaja memahami tanggung jawab pernikahan, memberikan edukasi terkait kesiapan mental, serta memfasilitasi komunikasi antara pasangan dan keluarga. Meskipun intervensi tersebut memberikan dampak positif, hasilnya belum sepenuhnya mampu mengatasi permasalahan ketidakharmonisan yang muncul setelah pernikahan, mengingat faktor dominan berasal dari tekanan orang tua dan minimnya kesiapan individu
THE STUDENTS’ LEARNING STRATEGIES TO INCREASE THEIR INTEREST IN SPEAKING ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE AT MTSN 1 BLITAR
Learning is one of the activities to enrich knowledge. When learning, a
strategy will be needed. The use of strategies in learning is needed to achieve a
desired goal. Student interest when learning affects the learning process. Learning
English as a foreign language is important to learn, especially in English speaking
skills. There are three English speaking learning strategies, cognitive,
metacognitive, and social/affective. Of the three strategies, the researcher wants to
know the strategies that are most often used and least often used by students. This
study aims to identify and analyze learning strategies used by MTsN 1 Blitar
students to increase their interest in speaking English as a foreign language.
Learning interest plays a crucial role in the success of language learning, especially
speaking skills.
This study uses a descriptive quantitative approach with data collection
through questionnaires distributed to 144 eighth-grade of MTsN 1 Blitar who is
studying English. This questionnaire measures the use of cognitive, metacognitive,
and social-affective learning strategies as strategies used and how they impact
students' interest in learning to speak English.
The results showed that students of MTsN 1 Blitar had a high interest in
learning to speak English, with a percentage of 88.14% categorized as "good". Of
the three types of learning strategies, metacognitive strategies were found to be the
most frequently used by students (mean score of 3.59), followed by social-affective
strategies (mean score of 3.09), and cognitive strategies (mean score of 2.82) which
were the least frequently used.
These findings indicate that the most students of MTsN 1 Blitar use
metacognitive strategies to increase their interest in learning to speak English.
Students can monitor themselves so that they know their weaknesses in learning to
speak English and what to do if they have these weaknesses. Cognitive strategies
are strategies that are rarely used by students to increase their interest in learning to
speak English. The method of repeating new vocabulary, finding new vocabulary
by themselves makes students feel bored and can also reduce their interest in
learning to speak English
RELASI KESEIMBANGAN PERAN SUAMI DALAM KELUARGA PERSPEKTIF ULAMA PEREMPUAN BLITAR (Studi Terhadap KeluargaPekerja Migran IndonesiaDi Desa Karanggayam Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar)
Yusida Fatmayanti, 126102211088,Relasi Keseimbangan Peran Suami dalamKeluarga Perspektif Ulama Perempuan Blitar (Studi TerhadapKeluargaPekerja Migran Indonesiadi Desa Karanggayam KecamatanSrengat Kabupaten Blitar), Program Studi Hukum Keluarga IslamJurusan Syariah Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas IslamNegeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2025, DosenPembimbing:Muhammad Arifin, M.H.I.
KataKunci:Relasi, Keseimbangan, Peran Suami, Ulama Perempuan,Pekerja Migran Indonesia
Penelitian ini dilatarbelakangi olehmeningkatnya jumlah perempuan yang menjadiPekerja Migran Indonesia (PMI)telah menimbulkan perubahan struktur dan dinamika dalam keluarga, khususnya pada peran suami di rumah tangga. Fenomena ini menarik untuk dikaji, terutama dari perspektif ulama perempuan yang memiliki pendekatan keagamaan dan keadilan gender dalam melihatrelasi keluarga. Subjek dari penelitian ini adalah suami yang istrinya bekerja sebagaiPekerja Migran Indonesiadi luar negeriserta ulama perempuan dari organisasi keagamaan.
Tujuan dari penelitian ini untuk menjawab rumusan masalah sebagai berikut: 1)Bagaimana peran dan tanggung jawab suami ketika istri bekerja sebagaiPekerja Migran Indonesia (PMI)?2) Bagaimana tantangan yang dihadapi suami ketika istri bekerja sebagaiPekerja Migran Indonesia (PMI)?3) Bagaimana pandangan ulama perempuan di Blitar mengenai relasi keseimbangan peran suami dalam keluarga selama istri bekerja sebagaiPekerja Migran Indonesia (PMI)?
Penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan dengan pendekatan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara,observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis data kualitatif. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi metode dan sumber data.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1)Peran dan tanggung jawab suami ketika istri menjadiPMImeliputi pencarian nafkah dan pengelolaan kebutuhan rumah tangga. Namun, pengasuhan anak dan pekerjaan domestik sebagian besar tetap dilimpahkan kepada orang tua atau mertua. Suami cenderung menjalankan fungsi-fungsi dasar saja. 2)Tantangan yang dihadapi suami mencakup tekanan ekonomi, kesepian, beban psikologis, serta keterbatasan dalam mengasuh anak secara langsung. Selain itu, mereka juga mengalami kesulitan dalam menjaga komunikasi jarak jauh dengan istri, serta beban sosial dari lingkungan.3)Ulamaperempuan di Blitar memandang bahwa keseimbangan peran dalam keluarga harus didasarkan pada prinsip kesalingan, tanggung jawab bersama, dan keadilan gender.Suami yang ditinggal istri menjadi PMI tetap harus menjalankan perannya sebagai kepala keluarga, tetapi dalam bentuk yang lebih inklusifyakni mencakup peran domestik, emosional,dan spiritual
ANALISIS KINERJA REKSA DANA SYARIAH DENGAN METODE INDEKS SHARPE, TREYNOR DAN JENSEN PERIODE 2020 – 2024
Skripsi dengan judul “Analisis Kinerja Reksa Dana Syariah Menggunakan
Metode Indeks Sharpe, Treynor, dan Jensen Periode 2020 – 2024” ini ditulis oleh
Basit Shohiro, NIM. 126406211009, Program Studi Manajemen Keuangan Syariah,
Jurusan Bisnis dan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas
Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, yang dibimbing oleh Dr.
Amalia Nuril Hidayati, M. Sy.
Kata Kunci: Reksa Dana Syariah, Indeks Sharpe, Indeks Treynor, Indeks Jensen
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya evaluasi kinerja reksa dana
syariah dalam memberikan informasi yang objektif dan terukur bagi investor.
Meskipun reksa dana syariah menawarkan alternatif investasi yang sesuai prinsip
Islam, masih terdapat anggapan bahwa kinerjanya kurang kompetitif dibanding
reksa dana konvensional. Hal ini didukung oleh data Nilai Aktiva Bersih (NAB)
yang menunjukkan bahwa kinerja reksa dana syariah masih tertinggal dibandingkan
reksa dana konvensional, meskipun NABnya mengalami tren kenaikan. Untuk itu,
diperlukan metode evaluasi yang mempertimbangkan aspek risiko dan imbal hasil
secara simultan. Penelitian ini menggunakan tiga pendekatan evaluasi, yaitu metode
Sharpe, Treynor, dan Jensen, yang masing – masing memiliki perspektif berbeda
dalam menilai kinerja berdasarkan risiko total maupun risiko sistematis.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan hasil
pengukuran kinerja reksa dana syariah selama periode 2020 – 2024 menggunakan
metode indeks Sharpe, Treynor, dan Jensen, serta untuk mengidentifikasi
kesesuaian antara jenis reksa dana syariah dan metode evaluasi kinerja yang sesuai
berdasarkan tipe investor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif
deskriptif, serta teknik purposive sampling dalam pemilihan sampel reksa dana
syariah. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari
berbagai sumber resmi, antara lain situs Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank
Indonesia (BI) untuk tingkat suku bunga BI 7 – Day Repo Rate, aplikasi investasi
Ajaib untuk data historis reksa dana, serta indeks pasar saham syariah dari Jakarta
Islamic Index (JII).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Indeks Sharpe tiap reksa dana
menunjukkan hasil yang bervariasi, sebagian besar belum optimal 2) Indeks
Treynor menunjukkan Sebagian besar reksa dana memberikan imbal hasil sesuai
risiko sistematis. 3) Indeks Jensen juga menunjukkan abnormal return positif pada
beberapa reksa dana. 4) Berdasarkan tipe investor, indeks Sharpe sesuai untuk
investor konservatif misal digunakan pada reksa dana pasar uang, indeks Treynor
sesuai untuk investor agresif misal digunakan pada reksa dana saham, dan indeks
Jensen sesuai untuk investor moderat misal digunakan pada reksa dana pendapatan
tetap
EKSPLORASI NILAI-NILAI SOLIDARITAS PADA ANGGOTA KOMUNITAS SOKOLA PELANGI DI KECAMATAN KERTOSONO KABUPATEN NGANJUK
ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji tentang solidaritas sosial yang ada dalam komunitas
sokola Pelangi di Desa Tembarak Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk.
Komunitas ini memberikan akses Pendidikan informal kepada keluarga yang
kurang mampu dari segi ekonomi serta menjangkau kelompok rentan seperti lansia
melalui berbagai kegiatan sosial. Kegiatan ini dilakukan di belakang rumah,
dibawah pohon bambu milik salah satu warga. Pendidikan nonformal ini tumbuh
dari semangat gotong royong dan kepedulian sosial orang orang yang ada di dalam
Sokola Pelangi. Seluruh aktivitas dijalankan secara sukarela oleh para relawan yang
menunjukkan dedikasi dan empati tinggi terhadap lingkungan sosial mereka.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, melalui
observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kegiatan
komunitas. Teori solidaritas sosial dari Emile Durkheim digunakan sebagai
kerangka analisis, khususnya konsep solidaritas mekanik yang berlandaskan
kesamaan nilai, norma, dan kesadaran kolektif. Hasil penelitian mencerminkan
solidaritas mekanik, hal ini terlihat dari kesamaan tujuan dan nilai-nilai
kemanusiaan yang dimiliki para relawan, serta struktur komunitas yang fleksibel,
sukarela, dan egaliter. Tidak ada hirarki formal yang membatasi peran individu,
sehingga setiap anggota merasa memiliki tanggung jawab moral yang sama. Namun
demikian, dinamika sosial yang berkembang juga mengindikasikan adanya
kompleksitas struktur dan peran yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan oleh
solidaritas mekanik saja. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun Sokola
Pelangi dibangun atas dasar solidaritas mekanik, namun komunitas ini juga
mengalami proses adaptasi sosial yang mencerminkan fleksibilitas dan
keberagaman dalam praktiknya.
Kata Kunci: Komunitas Sosial, Sokola Pelangi, Emile Durkheim, Solidaritas
Sosial
ANALISIS PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS BUDIDAYA IKAN PATIN (Studi Kasus Pada Kelompok Budidaya Ikan Patin Desa Bulusari Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung)
Skripsi Dengan Judul “Analisis Pengem bangan Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Produktifitas Budidaya Ikan Patin (Studi Kasus Pada Kelompok Budidaya Ikan Patin Desa Bulusari Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagun).” Yang Ditulis Oleh Eva Lailia Putri, Nim. 126405211030, Pembimbing: Dr. Mashudi, M.Pd.I. Kata Kunci: Ikan Patin, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Produktifitas Budidaya. Penelitian ini dilatar belakangi oleh budidaya perikanan yang memiliki peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dengan melihat perubahan iklim dan lingkungan, serta kondisi perekonomian dan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, tantangan budidaya perikanan akan semakin tinggi kedepannya. Maka dari itu pembudidayaan perikanan akan terus di butuhkan kedepannya guna memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat. Kelompok budidaya ikan Patin adalah salah satu pemasok ikan patin terbaik di wilayah Kabupaten Tulungagung. dan Kabupaten Tulungagung merupakan daerah utama penghasil ikan patin di Provinsi Jawa Timur. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) pada kelompok budidaya ikan Patin Desa Bulusari Kecamatan Kedungwaru. (2) mengetahui kendala dan dampak yang ditimbulkan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk meningkatkan produktifitas budidaya pada kelompok budidaya ikan Patin Desa Bulusari Kecamatan Kedungwaru. (3) untuk mengetahui solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala yang dihadapi dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam meningkatkan produktifitas budidaya pada kelompok budidaya ikan Patin Desa Bulusari Kecamatan Kedungwaru. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan, untuk menganalisis data-data berupa kalimat atau kata. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data analisis dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau penyimpulan data. Hasil penelitian pada kelompok budidaya ikan Patin menunjukan bahwa: (1) Upaya pengembangan SDM dilaksanakan melalui strategi pelatihan, pembinaan, pendampingan, dan sarasehan atau sosialisasi yang dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan dengan metode-metode pengembangan SDM berbasis pelayanan penyedia perikanan. (2) Kendala yang ditimbulkan dari pengembangan SDM meliputi petani sudah merasa cukup dengan metode atau cara lama yang sudah turun temurun, kurangnya perhatian terhadap faktor-faktor perawatan ikan dan manajemen keuangan dalam proses budidaya ikan serta kesulitan dalam pendistribusian hasil perikanan akibat Musibah Cacar Air. Sedangkan dampak yang ditimbulkan meliputi adanya rasa cepat puas terhadap ilmu yang di dapat, serta dampak produktifitas. (3) solusi dalam mengatasi kendala yang dihadapi dalam pengembangan SDM meliputi 2 (dua) kategori, antara lain solusi langsung yang meliputi pendekatan, dorongan motivasi, dan memberikan pendampingan dengan cara turun langsung ke lapangan, dan solusi tidak langsung yang meliputi sharing ilmu dengan cara sosialisasi serta mengadakan saraseha
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI MATERI EKOSISTEM BERBASIS FLIPCHART PADA PESERTA DIDIK MTS KELAS VII
Skripsi dengan judul ”PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI MATERI EKOSISTEM BERBASIS FLIPCHART PADA PESERTA DIDIK KELAS VII MTsN 3 TULUNGAGUNG” ditulis oleh Risa Listianis Sholihah, NIM 126208213101, pembimbing Dr. Eni Setyowati, S. Pd., M.M.
Kata Kunci : Media Pembelajaran, Flip Chart, Ekosistem, FlipChart
Penelitian ini dilatar belakangi pada permasalahan peserta didik di sekolah ini sedikit yang minat belajar, mereka lebih tertarik ekstrakulikuler dikarenakan media pembelajaran yang di gunakan kurang menarik yakni berupa LKS, buku paket dan carta. Tujuan penelitian ini yaitu 1) Mendeskripsikan pengembangan media pembelajaran Biologi materi Ekosistem berbasis Flipchart terhadap peserta didik MTs kelas VII. 2) Untuk mengetahui kevalidan pengembangan media pembelajaran Biologi bebasis Flipchart pada peserta didik MTs kelas VII. 3) Untuk mengetahui kepraktisan pengembangan media pembelajaran Biologi materi Ekosistem bebasis Flipchart terhadap peserta didik kelas VII. 4) Untuk mengetahui keefektifan pengembangan media pembelajaran Biologi materi Ekosistem bebasis Flipchart terhadap peserta didik kelas VII.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Tahapan pengembangan pada penelitian ini diawali dengan proses analisis (Analyze), desain (Design), pengembangan (Development), implementasi (Implementation), evaluasi (Evaluation). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, dokumentasi, angket, dan observasi. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data kuantitatif (yang diperoleh dari hasil angket analisis kebutuhan, hasil validasi, dan preetest posttest yang di rubah dari yang kualitatif menjadi kuantitatif) dan data kualitatif (yang diperoleh dari saran dari semua validator baik itu dari ahli media, ahli materi maupun guru pengampu mata pelajaran IPA).
Hasil dari penelitian ini adalah 1) Desain dari pengembangan media FlipChart materi Ekosistem dikembangkan menggunakan model ADDIE melalui lima tahap (analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi) sebagai solusi atas keterbatasan media di sekolah. FlipChart dirancang dengan aplikasi Canva dan dilengkapi berbagai komponen materi ekosistem serta elemen pendukung lainnya. Setelah divalidasi oleh ahli dan diuji keterbacaannya, FlipChart direvisi dan diimplementasikan dalam pembelajaran, menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan pemahaman siswa. Hasil evaluasi akhir menyatakan media ini layak digunakan dalam proses pembelajaran. 2) Berdasarkan hasil validasi yang meliputi ahli media, ahli materi, dan guru pengampu mata pelajaran IPA, Hasil dari validasi media mendapatkan skor 75 dengan persentase 94% sehingga memperoleh keterangan “Sangat Valid” yang telah dibuktikan oleh validator ahli media .Pada hasil validasi materi mendapatkan skor 63 dengan persentase 97% sehingga memperoleh keterangan “Sangat Valid” yang telah dibuktikan oleh validator ahli materi. Pada guru pengampu mata pelajaran IPA mendapatkan skor 65 dengan persentase 87% sehingga memperoleh keterangan “Sangat Valid” yang telah dibuktikan oleh validator guru pengampu mata Pelajaran IPA. Dapat disimpulkan bahwa produk FlipChart pada materi ekosistem ini dapat menambah pengetahuan peserta didik. 3) hasil dari uji keterbacaan peserta didik mendapatkan skor rata-rata 57,7 dengan persentase 96% sehingga dikatakan “Sangat Praktis”. Dapat disimpulkan bahwa produk FlipChart pada materi Ekosistem “sangat praktis”. 4). Berdasarkan dari hasil hasil preetest dan postest yang dilakukan pada kelas kontrol dan kelas experimen. Pada kelas kontrol hasil preetest rata-rata sebesar 35,5 dan hasil posttest sebesar 62,5. Sedangkan pada kelas eksperimen hasil preetest rata-rata yang diperoleh sebesar 39,3 dan hasil posttest rata-rata sebesar 80,5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan jumlah rata-rata sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Berdasarkan perhitungan dan analisis yang dilakukan menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 26 dengan uji Indepedent sampel T-test diperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 0,7) yang mana menunjukkan bahwa kategori yang diperoleh adalah “ Cukup Efektif”. Sedangkan pada kelas eksperimen diperoleh nilai 66,98 (> 0,7) yang menunjukkan bahwa kategori yang diperoleh adalah “Cukup Efektif”. Berdasarkan hasil-hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa FlipChart materi Ekosistemdapat meningkatkan pengetahuan peserta didik