Institutional Repository of UIN SATU Tulungagung
Not a member yet
37599 research outputs found
Sort by
RETORIKA DAKWAH GUS MUHAMMAD ELHAM YAHYA AL-MALIKI DALAM PENGAJIAN RUTIN MAJELIS TA’LIM IBADALLAH KALIBOTO KEDIRI
Skripsi dengan judul “Retorika Dakwah Gus Muhammad Elham Yahya Al-Maliki dalam Pengajian Rutin Majelis Ta’lim Ibadallah Kaliboto Kediri” ini di-tulis oleh Wifqi Amalia NIM. 126304211059, pembimbing Dr. Luthfi Ulfa Ni’amah, M.Kom.I
Kata Kunci: Dakwah, Gus Muhammad Elham Yahya Al-Maliki, Retorika.
Dalam aktivitas dakwah, seorang dai perlu memperhatikan strategi yang digunakan agar penyampaian pesan menjadi lebih komunikatif dan efektif. Salah satu cara yang bisa dilakukan seorang dai adalah meningkatkan ilmu retorika. Retorika merupakan sebuah seni menemukan cara terbaik untuk meyakinkan sesuatu dalam situasi yang dihadapi. Dalam hal ini Aristoteles menjabarkan mengenai retorika sebagai alat persuasif harus didasarkan pada Ethos, Pathos, dan Logos. Seperti yang dilakukan oleh Gus Muhammad Elham Yahya Al-Maliki dalam aktivitas dakwah di Majelis Ta’lim Ibadallah. Dengan penerapan retorika yang sesuai, Gus Muhammad Elham Yahya Al-Maliki berhasil mengumpulkan kurang lebih 5000 jama’ah dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui retorika dakwah yang digunakan Gus Muhammad Elham Yahya Al-Maliki dalam pengajian rutin Majelis Ta’lim Ibadallah dan faktor yang menjadi pendukung serta penghambat retorika tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek utama Gus Muhammad Elham Yahya Al-Maliki dan Jama’ah Majelis Ta’lim Ibadallah sebagai subjek pendukung. Data penelitian berupa hasil dari wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Gus Muhammad Elham Yahya Al-Maliki dalam pengajian rutin Majelis Ta’lim Ibadallah telah menerapkan tiga aspek retorika Aristoteles. Antara lain, Aspek Ethos yang ditunjukkan melalui sifat supel, sabar, berwawasan luas dan cerdas. Aspek pathos ditunjukkan me-lalui pembahasan yang ringan, penggunaan humor yang tepat, dan kemampuan menempatkan dan membedakan waktu yang tepat untuk serius dan bercanda. Aspek Logos ditunjukkan dengan berpegangan pada Al-Qur’an, Hadist, dan Kitab Kuning sebagai sumber pedoman kehidupan. Faktor yang mendukung penerimaan retorika dakwah meliputi, nasab yang baik, hidup dilingkungan pondok, bahasa yang digunakan, penggunaan air muka dan gerakan tangan dan beberapa persiapan yang dilakukan sebelum tampil di panggung. Sedangkan faktor penghambatnya berupa penampilan rambut yang sedikit pirang dan acak-acakan ketika tidak menggunakan peci
PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN AUDIO-VISUAL TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS 11 SMAN 1 SUTOJAYAN KABUPATEN BLITAR
Skripsi dengan judul “ Pengaruh Penggunaan Metode Pembelajaran Audio-visual terhadap Minat dan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI SMAN 1 Sutojayan” ini ditulis oleh Siti Faridatul Khumairoh, NIM. 126209212103. Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pembimbing Skripsi : Drs. H. Jani M.M., M.Pd.
Kata Kunci : Metode Pembelajaran Audio-visual, Minat belajar, Hasil
Belajar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan metode pembelajaran audio-visual berbasis video animasi terhadap minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas 11. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 11 di SMAN 1 Sutojayan, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket untuk mengukur minat belajar dan tes hasil belajar kognitif dalam bentuk pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t dengan perangkat SPSS 27.0 for windows. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Untuk mengetahui adakah pengaruh penggunaan metode pembelajaran audio-visual terhadap minat belajar siswa mata pelajaran Ekonomi di kelas 11 SMAN 1 Sutojayan Kabupaten Blitar, 2) Untuk mengetahui adakah pengaruh penggunaan metode pembelajaran audio-visual terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran Ekonomi di kelas 11 SMAN 1 Sutojayan Kabupaten Blitar, 3) Untuk mengetahui adakah pengaruh penggunaan metode pembelajaran audio-visual terhadap minat dan hasil belajar siswa mata pelajaran Ekonomi di kelas 11 SMAN 1 Sutojayan Kabupaten Blitar.
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif eksperimen. Metode pengumpulan data mengenai minat hasil belajar ini menggunakan kuesioner, sedangkan untuk memperoleh data mengenai hasil belajar menggunakan posttest. Penelitian ini menggunakan menggunakan sampel 62 siswa dari total populasi sebesar 340 siswa kelas XI SMAN 1 Sutojayan. Pengolahan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji prasyarat ( uji normalitas dan uji homogeitas), dan uji hipotesis (uji t-test dan uji MANOVA) pengujian data penelitian tersebut menggunakan SPSS 27.0 for windows.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh : 1) Pengaruh penggunaan metode Pembelajaran audio visual terhadap minat belajar siswa, dibuktikan dengan nilai sig.(2-tailed) < 0,05, yakni 0,000 < 0,05. 2) Pengaruh penggunaan metode Pembelajaran audio visual terhadap hasil belajar siswa, dibuktikan dengan nilai sig.(2-tailed) < 0,05, yakni 0,000 < 0,05. 3) Pengaruh penggunaan metode Pembelajaran audio visual terhadap minat dan hasil belajar siswa, dibuktikan dengan nilai sig.(2-tailed) < 0,05, yakni 0,000 < 0,05 Maka dari ketiga hasil penelitian tersebut dapat diperoleh bahwa H0 ditolak dan H1 diterima
PENGARUH EFIKASI DIRI TERHADAP PERILAKU MENCONTEK PADA SISWA DI SMA NEGERI 1 DURENAN TRENGGALEK
Skripsi dengan judul “Pengaruh Efikasi Diri Terhadap Perilaku Menyontek pada Siswa di SMA Negeri 1 Durenan Trenggalek” ini ditulis oleh Ya’lu Wala Yu’laa, NIM 126308212190, Pembimbing Abdulloh Chakim, M.Pd.
Kata kunci: Efikasi diri, Perilaku Menyontek, Pelajar SMA
Sistem penilaian yang dilakukan di Indonesia dilakukan dengan beberapa metode salah satunya adalah melalui sebuah ujian. Ditingkat sekolah menengah atas (SMA), pelajar berlomba-lomba untuk mendapatkan nilai yang bagus saat ujian bahkan melakukan hal yang curang yaitu menyontek. Perilaku menyontek dikalangan pelajar sudah menjadi fenomena yang sudah marak terjadi. Efikasi diri seorang siswa memiliki peran terhadap fenomena perilaku menyontek tersebut. Efikasi diri adalah suatu keyakinan dalam diri individu terhadap kemampuan yang dimiliki untuk mengatur dan melakukan serangkaian kegiatan guna mencapai tujuan. Rumusan masalah yang digunakan pada penelitian ini adalah: (1) adakah pengaruh efikasi diri terhadap perilaku menyontek pada siswa di SMA Negeri 1 Durenan Trenggalek, (2) Seberapa besar pengaruh efikasi diri terhadap perilaku menyontek pada siswa di SMA Negeri 1 Durenan Trenggalek.
Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengatahui adakah pengaruh efikasi diri terhadap perilaku menyontek pada siswa di SMA Negeri 1 Durenan Trenggalek. Subjek penelitian dipilih karena adanya indikasi perilaku menyontek yang dilakukan berdasarkan keterangan dari guru BK SMA Negeri 1 Durenan Trenggalek.
Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Metode ini merupakan sebuah metode yang menggambarkan atau mendeskripsikan hasil dari penelitian yang dilakukan menggunakan angka-angka melalui pengumpulan data, penafsiran terhadap data. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuisioner langsung kepada siswa di SMA Negeri 1 Durenan Trenggalek. Butir item yang digunakan, disusun dari teori milik Cizek untuk variabel menyontek dan milik Bandura untuk efikasi diri.
Hasil dari penelitian yang dilakukan menemukan adanya pengaruh efikasi diri terhadap perilaku menyontek. Pernyataan tersebut didapatkan dari nilai signifikasi sebesar 0,037 lebih kecil dari 0,05. Dalam model regresi linear yang dilakukan, efikasi diri menyumbang 5,1% dari perilaku menyontek para pelajar. Besar pengaruh ini masuk dalam kategori lemah. Korelasi pengaruh antara efikasi diri dan perilaku menyontek adalah positif yang berarti, semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi pula perilaku menyontek yang dilakukan oleh siswa di SMA Negeri 1 Durenan Trenggalek
STRATEGI GURU PAI DALAM MENCEGAH TINDAKAN PERUNDUNGAN DI SMAN 1 KARANGREJO TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Strategi Guru PAI dalam Mencegah Tindakan Perundungan di SMAN 1 karangrejo Tulungagung” ini ditulis oleh Dewi Nurul Karisma, NIM. 126201212144, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang dibimbing oleh Ibu Ikfi Khoulita, M.Pd.I.
Kata Kunci: Strategi , Guru PAI, Pencegahan Perundungan
Penelitian ini dilatar belakangi dari masalah yang marak terjadi dalam dunia pendidikan akhir-akhir ini berupa perundungan. Kasus perundungan saat ini sudah banyak menjadi perhatian baik para peneliti, para pendidik, organisasi perlindunan maupun tokoh masyarakat. Banyaknya kasus perundungan disekolah membuat guru harus mempunyai strategi yang tepat untuk mencegah terjadinya perundungan tersebut. Oleh karena itu penelitian ini meneliti tentang strategi guru PAI dalam mencegah tindakan perundungan di SMAN 1 Karangrejo Tulungagung.
Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan strategi guru PAI dalam mencegah tindakan perundungan melalui pembiasaan sehari-hari di SMAN 1 Karangrejo Tulungagung (2) Untuk mendeskripsikan strategi guru PAI dalam mencegah tindakan perundungan melalui pembelajaran didalam kelas di SMAN 1 Karangrejo Tulungagung (3) Untuk mendeskripsikan strategi guru PAI dalam mencegah tindakan perundungan melalui pembelajaran diluar kelas di SMAN 1 Karangrejo Tulungagung.
Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi yang diteliti adalah SMAN 1 Karangrejo Tulungagung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan uji kredibilitas (perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi dan diskusi sejawat), uji transferabilitas, uji dependabilitas dan uji konfirmabilitas.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Strategi guru PAI dalam mencegah tindakan perundungan melalui pembiasaan sehari-hari di SMAN 1 Karangrejo Tulungagung yaitu membuat program keagamaan dan memberikan teladan pada siswa, (2) Strategi guru PAI dalam mencegah tindakan perundungan melalui pembelajaran didalam kelas di SMAN 1 Karangrejo Tulungagung yaitu melakukan pendidikan akhlak serta menyematkan kisah Nabi beserta teladannya dalam kegiatan pembelajaran, dan (3) Strategi guru PAI dalam mencegah tindakan perundungan melalui pembelajaran diluar kelas di SMAN 1 Karangrejo Tulungagung yaitu dengan menciptakan iklim sekolah yang positif, memberikan wawasan anti perundungan, memberikan teguran dan sanksi kepada anak yang melakukan tindakan perundungan, menasehati anak dengan pendekatan emosional serta memberitahukan tindakan perundungan kepada pihak keluarga yang terlibat
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS E-MODUL INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA PADA MATERI STATISTIKA KELAS VIII MTsN 2 KOTA BLITAR
Skripsi dengan judul “Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis E-Modul Interaktif untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Siswa pada Materi Statistika Kelas VIII MTsN 2 Kota Blitar” ini ditulis oleh Fatimah Lathifatul Chasanah, NIM. 126204213171. Jurusan Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung 2025, Dosen Pembimbing Nur Cholis, S.Pd.I, M.Pd.
Kata Kunci: E-Modul Interaktif, Statistika, Pemahaman Konsep Matematika
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman konsep siswa pada pembelajaran matematika. Kondisi tersebut menjadi dasar diperlukannya media pembelajaran interaktif yang dapat mempermudah siswa untuk memahami konsep matematika, khususnya pada materi statistika. Berkaitan dengan itu, maka media pembelajaran yang dikembangkan yaitu media pembelajaran matematika berbasis e-modul interaktif pada materi statistika.
Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui tingkat validitas e-modul interaktif untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa pada materi statistika kelas VIII MTsN 2 Kota Blitar. (2) Mengetahui kepraktisan penggunaan e-modul interaktif untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa pada materi statistika kelas VIII MTsN 2 Kota Blitar. (3) Mengetahui efektifitas e-modul interaktif untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa pada materi statistika kelas VIII MTsN 2 Kota Blitar.
Metode penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Instrumen penelitian berupa angket yang divalidasi oleh ahli materi dan ahli media untuk mengetahui tingkat kelayakan produk, serta uji coba produk untuk mengukur kepraktisan dan keefektifan e-modul interaktif.
Hasil penelitian dan pengembangan ini menunjukkan bahwa (1) langkah pengembangan media pembelajaran matematika berbasis e-modul interaktif pada materi statistika diawali dengan tahap analisis, tahap desain, tahap pengembangan, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. (2) kevalidan media pembelajaran dari ahli materi dan ahli media memperoleh presentase sebesar 76% dan 88,67%, artinya media pembelajaran dinyatakan valid. (3) kepraktisan media pembelajaran diperoleh dari angket respon siswa memperoleh presentase sebesar 88,57%, artinya media pembelajaran dinyatakan sangat praktis. (4) keefektifan menujukkan signifikansi sebesar 0,012 < 0,05, dengan rata-rata hasil nilai post-test kelas eksperimen 80,52 dan kelas kontrol 73. Dari hasil tersebut menujukkan bahwa media pembelajaran berbasis e-modul interaktif ini layak digunakan untuk pembelajaran matematika
SISTEM PENGUPAHAN PERSPEKTIF KEADILAN DISTRIBUTIF DAN PRINSIP AL-SIDQ AL-SHAFAFIYYAH (Studi Usaha Peternakan Ayam Broiler Di Desa Betak Kabupaten Tulungagung)
ABSTRAK
Maulina Respita Dewi, NIM. 126101212208, Sistem Pengupahan Perspektif
Keadilan Distributif dan Prinsip Al-Sidq Al-Shafafiyyah (Studi Usaha
Peternakan Ayam Broiler di Desa Betak Kabupaten Tulungagung),
Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Universitas Islam Negeri
Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2025, Pembimbing Prof. Dr.
Iffatin Nur, M.Ag
Kata Kunci: sistem pengupahan, keadilan distributif, prinsip al-sidq al-shafafiyyah.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik pengupahan dalam industri
peternakan ayam broiler. Berdasarkan perjanjian, apabila terjadi kematian ayam,
upah pekerja seharusnya dikurangi. Namun dalam praktiknya, pemilik usaha justru
menanggung seluruh kerugian akibat kematian ayam tanpa mengurangi upah
pekerja. Meskipun tindakan ini menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan
pekerja, tetap muncul pertanyaan apakah sistem tersebut telah sesuai dengan prinsip
keadilan distributif dan nilai-nilai Islam seperti al-sidq dan al-shafafiyyah.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana sistem
pengupahan usaha peternakan ayam broiler di Desa Betak Kabupaten
Tulungagung? 2) Bagaimana distribusi upah antara pemilik usaha dan pekerja pada
peternakan ayam broiler di Desa Betak Kabupaten Tulungagung? 3) Apakah
pengupahan di Desa Betak sesuai dengan prinsip keadilan distributif? 4) Apakah
distribusi pengupahan di Desa Betak sudah sesuai dengan prinsip Al-Sidq AlShafafiyyah?
Metode penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research)
dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data
dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.
Teknik analisis data mencakup kondensasi data, penyajian, dan penarikan
kesimpulan. Sedangkan pengecekan keabsahan data yang digunakan yaitu
ketekunan pengamatan dan triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Sistem pengupahan pada usaha
peternakan ayam broiler di Desa Betak yaitu berlandaskan pada laba bersih usaha.
2) Distribusi upah pada usaha peternakan ayam broiler di Desa Betak menggunakan
model bagi hasil berdasarkan persentase yaitu pemilik usaha mendapatkan bagian
60%, sedangkan pekerjanya memperoleh 40%. 3) Berdasarkan keadilan distributif,
sistem pengupahan pada peternakan ayam broiler di Desa Betak dapat dikatakan
sudah sesuai dengan prinsip keadilan distributif yakni pekerja tetap yang berperan
dalam operasional jangka panjang mendapatkan upah bulanan yang mencerminkan
tanggung jawab mereka, ditambah dengan insentif atau bonus apabila hasil panen
mencapai target. 4) Distribusi pengupahan mengarah pada nilai al-sidq alshafafiyyah, tetapi belum sepenuhnya mencerminkan prinsip transparansi karena
pemilik usaha tidak menyampaikan secara terbuka kebijakan penanggungan
kerugian akibat kematian ayam
الصراع الاجتماعي بين حركتي حماس وفتح في رواية «الشوك والقرنفل» ليحيى السنوار وفق منظور لويس كوزر
SYARIPAH AL MUBAROKAH, 126305213055 (2025) الصراع الاجتماعي بين حركتي حماس وفتح في رواية «الشوك والقرنفل» ليحيى السنوار وفق منظور لويس كوزر
في الأساس، لا يلزم تجنب ظاهرة الصراع في الحياة اليومية. ومع ذلك، يمكن للصراع أن يكون بمثابة حافز للتغيير والنمو. الرواية عمل أدبي يعكس واقعًا اجتماعيًا وسياسيًا معقدًا. من خلال قصة عميقة وشخصيات، ينقل يحيى السنوار الأمل في السلام والمصالحة في الصراع بين جماعتي حماس وفتح. يهدف هذا البحث إلى وصف أشكال الصراع الاجتماعي ووظيفة الصراع في رواية الشوك والقرنفل ليحيى السنوار. يستخدم هذا البحث الأساليب النوعية، مع منهج علم الاجتماع الأدبي من خلال نظرية الصراع الاجتماعي للويس كوزر التي تركز على أشكال الصراع الاجتماعي ووظائف الصراع الاجتماعي في الروايات. تم الحصول على مصدر المعطيات من خلال اقتباسات جمل وفقرات من الرواية، فتم جمع المعطيات وصفياً مع تحليل المعطيات باستخدام تقنيات القراءة وتدوين الملاحظات.
وفقا لأهداف البحث، تشير نتائج هذا البحث إلى وجود الصراع الاجتماعي في رواية الشوك والقرنفل ليحيى السنوار بصورة الصراع الواقعي بين حماس وفتح، 1) تنعكس في المشاعر العدائية Hostile Feeling والسلوك العدائي Hostile Behaviorالذي يشعر به إبراهيم ومحمود وشخصيات اخرى. ينشأ الصراع أيضًا من اختلاف أساليب الصراع والتنافس على الدعم مما يؤدي إلى الصراع غير الواقعي، حيث يتهم الفريقان بعضهما البعض ويشوهان سمعتهما. يعكس هذا التوتر حاجة الشعب الفلسطيني إلى تكييف استراتيجياته النضالية مع الصراع الذي يعمل كتضامن في مواجهة التهديدات الخارجية وزيادة التفاعل بين المجموعات. تظهر مضامين هذا البحث أن الأعمال الأدبية ليست انعكاسًا للأحداث التاريخية فقط، لكنها تعمل أيضًا على فهم كيف يشكل الصراع الهوية والعلاقات بين المجموعات في المجتمع.
الكلمات الأساسية: الصراع الاجتماعي، الرواية، علم اجتماع الأدب
NILAI MORAL NOVEL SERIBU WAJAH AYAH KARYA NURUN ALA DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA TEKS NOVEL DI SMA FASE F
Nilai moral sangat penting dalam lingkup masyarakat. Nilai dapat ditemui
dalam karya sastra, khusunya novel Seribu Wajah Ayah yang mengandung pesan
pesan kehidupan yang menginspirasi serta mengandung banyak nilai moral yang
bermanfaat bagi pembaca. Saat ini, perilaku kurang baik yang ditunjukkan oleh
sebagian pelajar sering kali menjadi perhatian dan keluhan para orang tua maupun
masyarakat. Permasalahan ini muncul karena kurangnya pemahaman dan
penerapan nilai-nilai moral di kalangan pelajar. Oleh karena itu, selain
menyampaikan materi akademik, sekolah juga memiliki tanggung jawab besar
untuk menanamkan nilai moral kepada peserta didik dalam konteks pembelajaran,
khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia, novel dapat dijadikan sebagai media
yang efektif untuk menyampaikan dan mengajarkan nilai-nilai kehidupan kepada
peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan novel Seribu
Wajah Ayah dan (2) mendeskripsikan alternatif bahan ajar nilai moral dalam novel
seribu wajah ayah dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA.
Penelitian ini menggunakan pendekatan struktural dengan teori Burhan
Nurgiyantoro. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan
metode analisis teks. Data penelitian ini berupa dialog, monolog serta perilaku yang
menunjukkan nilai moral dalam novel. Sumber data berupa novel Seribu Wajah
Ayah dan hasil wawancara kepada guru bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan
data yang digunakan ialah teknik dokumentasi dengan membaca dan mencatat,
serta teknik wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel seribu wajah ayah terdapat
nilai moral, wujud nilai moral terdiri dari tiga bentuk: (1) Wujud nilai moral
hubungan manusia dengan tuhan meliputi salat, bersyukur, berdoa, dan akikah; (2)
Wujud nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi disiplin,
bertanggung jawab, kesetiaan, sabar, pantang menyerah, putus asa, harapan, jujur;
(3) Wujud nilai moral hubungan manusia dengan manusia lain yaitu kepedulian
sesama manusia, dan hubungan orang tua kepada anaknya meliputi nasihat ayah
kepada anaknya, memberikan kehangatan dan cinta kasih sayang. Adapun hal yang
mendasari novel seribu wajah ayah relevan dimanfaatkan dalam pembelajaran
yakni pada aspek bahasa yang digunakan mudah dimengerti oleh semua kalangan,
pada aspek pemanfaatan novel ini layak dipilih sebagai alternatif materi ajar dalam
pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu novel mengandung nilai moral yang dapat
diajarkan kepada siswa, serta ceritanya yang dapat menjadi inspirasi bagi peserta
didik
NILAI PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM NOVEL BUKU BESAR PEMINUM KOPI KARYA ANDREA HIRATA DAN IMPLIKASINYA SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR SASTRA DI FASE F SMA
Skripsi dengan judul “Nilai Profil Pelajar Pancasila dalam Novel Buku Besar Peminum Kopi Karya Andrea Hirata dan Implikasinya sebagai Alternatif Bahan Ajar Sastra di Fase F SMA” ini ditulis oleh Sholihul Maryam Hanifah, NIM. 126210212076, Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tabiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, dengan pembimbing skripsi, Muyassaroh, S.S., M.Pd.
Kata Kunci: Nilai profil pelajar Pancasila, novel, pembelajaran sastra
Kurikulum berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik yang selaras dengan nilai-nilai luhur Pancasila melalui implementasi Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini menitikberatkan pada pembelajaran berbasis proyek serta penguatan karakter melalui profil pelajar Pancasila. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan adanya perilaku menyimpang, seperti tawuran dan perundungan yang masih kerap terjadi, yang menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai-nilai tersebut belum berjalan secara optimal. Dengan demikian, dibutuhkan pendekatan yang lebih kontekstual dan menyentuh aspek afektif peserta didik. Salah satu alternatif yang dapat dimanfaatkan adalah karya sastra, karena memiliki potensi dalam membentuk karakter melalui penyampaian nilai-nilai kehidupan yang dapat menyentuh emosi pembacanya. Novel Buku Besar Peminum Kopi karya Andrea Hirata kaya akan nilai sosial, pendidikan, dan budaya, serta mencerminkan realitas masyarakat Indonesia, sehingga pembaca dapat bercermin melalui nilai-nilai yang ada di dalamnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai profil pelajar Pancasila dalam novel Buku Besar Peminum Kopi karya Andrea Hirata dan mendeskripsikan bagaimana implikasi novel Buku Besar Peminum Kopi karya Andrea Hirata sebagai alternatif bahan ajar sastra di SMA. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode ini dipilih untuk memperoleh data berupa deskripsi nilai-nilai profil pelajar Pancasila yang termuat dalam novel melalui transkrip bacaan maupun percakapan. Penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data, sumber data primer berupa novel Buku Besar Peminum Kopi karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh penerbit Bentang di Bandung, dan sumber data sekunder berupa hasil wawancara dengan guru SMA, jurnal, buku pendukung, serta artikel.
Hasil analisis menunjukkan bahwa novel tersebut merepresentasikan keenam dimensi profil pelajar Pancasila, yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, 2) berkebinekaan global, 3) gotong royong, 4) mandiri, 5) bernalar kritis, dan 6) kreatif. Keenam dimensi tersebut tercermin melalui berbagai elemen di dalamnya. Selain itu, hasil wawancara dengan narasumber mengindikasikan bahwa novel Buku Besar Peminum Kopi karya Andrea Hirata memiliki implikasi dalam pembelajaran sastra dan layak digunakan sebagai alternatif bahan ajar di SMA
ANALISIS MINAT BELI KONSUMEN PADA PRODUK DETERJEN BERHADIAH PERSPEKTIF PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 29 TAHUN 2021 TENTANG PENYELENGGARAAN BIDANG PERDAGANGAN DAN HIFDZ AL-MAL(Studi Kasus di Kios Sembako Pasar Tamanan Kabupaten Tulungagung)
Elen Nadilah Indah Sari, 126101212117, “Analisis Minat Beli Konsumen Pada Produk Deterjen Berhadiah Perspektif Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Bidang Perdagangan dan Hifdz al-mal (Studi Kasus Kios Sembako Pasar Tamanan Kabupaten Tulungagung)”, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2024, Pembimbing Dr. Dian Ferricha. S.H. MH
Kata Kunci: Pembelian Produk Deterjen Berhadiah, Peraturan Pemerintah, Hifdz al mal
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perilaku konsumen yang sering kali tergiur pada iming-iming hadiah yang didapatkan pada pembelian suatu produk sebagai bentuk promosi perdagangan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian produk deterjen berhadiah karena harganya yang terjangkau beli deterjen gratis mangkok/ piring keramik, sedangkan perilaku konsumsi harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan tanpa menimbulkan sikap tabdzir atau pemborosan.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1)Bagaimana praktik pembelian produk deterjen berhadiah terhadap minat beli konsumen di Kios Sembako Pasar Tamanan Kabupaten Tulungagung?, 2)Bagaimana pemberian hadiah dalam proses penjualan produk deterjen terhadap minat beli konsumen perspektif Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Bidang Perdagangan di Kios Sembako Pasar Tamanan Kabupaten Tulungagung?3)Bagaimana pemberian hadiah dalam proses penjualan produk deterjen terhadap minat beli konsumen perspektif hifdz al-mal di Kios Sembako Pasar Tamanan Kabupaten Tulungagung?
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan jenis penelitian yuridis empiris. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Sedangkan pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi.
penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Praktik penjualan deterjen berhadiah dilakukan penjual dengan menawarkan hadiah kepada konsumen atas pembelian produk deterjen terlebih dahulu, kemudian hadiah yang didapatkan berupa piring atau mangkok keramik dengan tujuan untuk menarik minat konsumen. Praktik pembelian produk deterjen berhadiah di Kios Sembako Pasar Tamanan merupakan perbuatan yang sah karena dalam tidak ada tambahan harga yang dilakukan penjual pada pemberian hadiah, hadiah yang diberikan sesuai dengan perjanjian lisan antara penjual dan pihak agen. 2) Dari Perspektif Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perdagangan sebagai turunan dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Pelaku usaha deterjen berhadiah berbentuk Perseroan Terbatas telah mematuhi ketentuan sebagaimana pada pasal 51 huruf (a), akan tetapi terdapat tantangan dilapangan yang dilakukan oleh pedagang di Kios Sembako Pasar Tamanan kurangnya memberikan informasi yang memadai dan promosi berbasis hadiah kepada konsumen. Pada pasal tersebut hanya mengatur secara umum saja, apabila terdapat janji yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya perlunya penambahan aturan yang lebih kongkrit lagi mengenai bentuk promosi penjualan dengan iming-iming hadiah. 3) Dari perspektif hifdz al-mal, apabila dilihat dari 3 (tiga) tingkatan secara umum pembelian produk deterjen berhadiah merupakan kebutuhan dharuriyat dalam tingkatan kebutuhan yang harus ada atau disebut dengan kebutuhan primer. Dikarenakan deterjen sebagai kebutuhan pokok dalam rumah tangga untuk menjaga kebersihan pakaian, membersihkan najis pada pakaian, meninggalkan bau tidak sedap, warna dan bentuk kotoran yang melekat pada benda seperti pakaian. Islam sangat menekankan pentingnya kebersihan, karena kebersihan dianggap sebagian dari iman. Pakaian yang bersih dan suci merupakan syarat sahnya shalat, mencuci pakaian dengan air adalah cara utama untuk menghilangkan najis, namun deterjen digunakan sebagai alat bantu membersihkan najis sehinga penggunaan deterjen menjadi kebutuhan pokok dalam rumah tangga