Institutional Repository of UIN SATU Tulungagung
Not a member yet
37599 research outputs found
Sort by
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA WANITA MUDA YANG MENGALAMI KEHAMILAN DI LUAR NIKAH DI KABUPATEN BLITAR
ABSTRAK
Skripsi berjudul "Psychological Well-Being pada Wanita Muda yang Mengalami Kehamilan di Luar Nikah di Kabupaten Blitar" disusun oleh Nanik Wisusanti, NIM: 126308211054, dengan pembimbing Prof. Elfi Mu’awanah, S.Ag., M.Pd.
Kata kunci: psychological well-being, kehamilan di luar nikah, wanita muda, fenomenologi, Kabupaten Blitar
Fenomena meningkatnya permohonan dispensasi nikah akibat kehamilan di luar nikah di Kabupaten Blitar mengindikasikan adanya tekanan sosial dan budaya yang kuat terhadap wanita muda. Dalam masyarakat yang menjunjung tinggi norma agama dan moral, terutama di wilayah pedesaan dan pegunungan Blitar, wanita yang mengalami kehamilan di luar nikah kerap mengalami stigma sosial yang berdampak pada kesejahteraan psikologis mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memahami psychological well-being pada wanita muda yang mengalami kehamilan di luar nikah dan telah menjalani pernikahan, serta faktor-faktor yang memengaruhinya.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mengeksplorasi makna pengalaman hidup partisipan secara mendalam. Partisipan merupakan empat wanita muda yang mencakup rentang usia 20 hingga 30 tahun, mengalami kehamilan di luar nikah dan memilih untuk menikah, telah menjalani pernikahan minimal dua tahun, dan berdomisili di Kabupaten Blitar. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik Interpretative Phenomenological Analysis (IPA).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychological well-being partisipan tercermin melalui pencapaian enam dimensi: penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, kemandirian, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi. Meskipun latar belakang dan pengalaman berbeda, sebagian besar partisipan menunjukkan ketahanan psikologis serta kemampuan beradaptasi secara konstruktif. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap psychological well-being mencakup usia muda yang adaptif, peran sebagai ibu rumah tangga yang memberi struktur kehidupan, budaya lokal yang memungkinkan adaptasi melalui nilai kekeluargaan, serta dukungan sosial dari pasangan dan keluarga. Selain itu, religiusitas dan karakter kepribadian seperti keteguhan hati dan rasa tanggung jawab turut memperkuat pencapaian kesejahteraan psikologis
SOLIDARITAS SOSIAL DALAM KOMUNITAS PENGGEMAR SHOLAWAT : Studi Tentang “Pasukan Kuning Sewan” Di Desa Palrejo Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang
This study aims to determine the form of social solidarity that exists in the Hubbunnabi sholawat fan community "Pasukan Kuning Sewan" (PKS) in Jombang. This phenomenon is interesting to study because it shows social dynamics that are rarely studied, especially in the context of religious communities formed through visual symbols such as the “Seragam Jilbab Kuning”. This research uses a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques were carried out through interviews, observations and documentation, involving five PKS community members and one local resident as a supporting informant. The results of the study show that social solidarity in this community can be seen through various forms of interaction, such as mutual cooperation in helping members and local residents when they have a need, cooperation in determining the color of the hijab, and motivating each other when a member is unable to attend. Beside that, this study also shows the role of sholawat in the community, namely strengthening the bonds of brotherhood and increasing religiosity. Communication that is established directly or through digital media is one indicator of this role, as well as their presence in the assembly to obtain peace, blessings, and increase knowledge through mauidhoh hasanah.
Kata kunci : Social Solidarity, Komunitas Pasukan Kuning Sewan, Sholawa
HUBUNGAN KELEKATAN ORANGTUA DAN DUKUNGAN SOSIAL GURU DAN TEMAN DENGAN STRES AKADEMIK SISWA MI BUSTANUL ULUM NOTOREJO
Kehidupan akademik merupakan salah satu fase krusial yang ada dalam perkembangan setiap individu. Salah satu yang sering muncul dalam konteks ini adalah stres akademik. Stres akademik dilatar belakangi oleh faktor internal dan eksternal dalam diri individu. Salah satu faktornya yaitu kurangnya kelekatan orang tua dan dukungan sosial guru dan teman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kelekatan orang tua dukungan sosial guru dan teman dengan stres akademik pada siswa sekolah dasar.Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode kuantitatif dengan jenis regresi. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas 4-6 Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Notorejo.Teknik penelitian menggunakan probability sampling yang berupa stratified random sampling. sampel penelitian ini sebanyak 153 responden. Pengumpulan data diperoleh melalui kuisioner dengan model skala Likert. Hubungan antara kelekatan orang tua dan dukungan sosial guru dan teman dengan stres akademik diuji menggunakan pengujian regresi linier berganda. Analisis pendahuluan dilakukan untuk memastikan bahwa asumsi normalitas, linieritas, autokorelasi, multikolinieritas, heterokedastisitas uji signifikasi (uji f) dan uji t terpenuhi. Hasil pengujian menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara ketiga variabel, r =0,721 n = 153 p = < 0,05. Semakin tinggi stres akademik maka semakin rendah kelekatan orang tua dan dukungan sosial yang diperoleh. Kata Kunci: Kelekatan Orang Tua, Dukungan sosial guru dan teman, Stres Akademi
KONSTRUKSI SOSIAL PERILAKU KONSUMSI MINUMAN BERALKOHOL DALAM HAJATAN PERNIKAHAN : STUDI KASUS DI DESA KALIGENTONG KABUPATEN TULUNGAGUNG
Penelitian ini bertujuan untuk memahami konstruksi sosial perilaku konsumsi minuman beralkohol dalam hajatan pernikahan di Desa Kaligentong, Kabupaten Tulungagung, dengan menggunakan teori konstruksi sosial dari Peter L. Berger dan Thomas Luckmann sebagai kerangka analisis. Meskipun perilaku konsumsi minuman beralkohol sering dianggap menyimpang dalam norma agama dan sosial, di Desa Kaligentong praktik ini justru dianggap sebagai sesuatu yang wajar dan telah membudaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi minuman beralkohol dalam hajatan pernikahan telah mengalami proses konstruksi sosial melalui tiga tahap, yaitu eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Eksternalisasi adalah proses di mana individu atau kelompok mengekspresikan pemikiran, gagasan, atau tindakan mereka ke dunia luar melalui perilaku dan interaksi sosial, dimulai dari pandangan subjektif seseorang atau kelompok diekspresikan menjadi bentuk nyata dalam kehidupan sehari-hari. Objektivasi adalah tahap ketika tindakan yang telah diekspresikan melalui eksternalisasi mulai dianggap sebagai kenyataan objektif yang diterima secara luas oleh masyarakat, kemudian interaksi tersebut mulai banyak diikuti oleh masyarakat. Internalisasi adalah tahap akhir di mana individu mengintegrasikan realitas sosial yang telah diobjektivikasi ke dalam kesadaran mereka, sehingga menjadi bagian dari identitas diri dan cara pandang mereka terhadap dunia. Konsumsi minuman beralkohol telah menjadi bagian dari kebiasaan kolektif dan diwariskan secara turun-temurun. Temuan ini memperlihatkan bagaimana realitas sosial dapat terbentuk dan dikonstruksi melalui interaksi sosial yang berulang, meskipun bertentangan dengan norma sosial dan agama yang berlaku.
Kata kunci : Konstruksi sosial, Alkohol, Hajatan pernikahan, Berger dan Luckman, Tulungagung
PERUBAHAN KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DIGITAL PADA JENJANG MADRASAH IBTIDAIYAH (studi di MI Miftahul Ulum Banggle 02 Kanigoro Blitar dan MI Al Muhajirin II Latukan Karanggeneng Lamongan)
Berkembangnya teknologi digital yang semakin canggih menyebabkan pendidikan dituntut untuk mengikuti perkembanganya. Utamanya pendidikan Islam yang masih memiliki banyak problematika dalam menerapkan pendidikan Islam tetapi juga harus mengikuti arus perkembangan zaman dengan basis digital.
Tujuan Penelitian ini yaitu: 1) Untuk menganalisis respon madrasah terkait pendidikan di era digital pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah. 2) Untuk menganalisis problematika perubahan pendidikan Islam di era digital pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah. 3) Untuk menganalisis dampak perubahan pendidikan Islam di era digital pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan jenis kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan sesuai teori Miles dan Huberman.
Hasil penelitian yaitu: 1) Problematika perubahan pendidikan Islam di era digital pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah yaitu ketika dikelompokkan persoalan pada sumber daya manusia, fasilitas atau sarana siswa, ketersediaan internet, hingga lingkungan belajar. Meresepon persoalan tersebut seorang guru harus mampu menjadi teladan, memberikan bimbingan kepada siswa, dan mendorong mereka untuk memanfaatkan produk digital tersebut secara positif guna meningkatkan standar pendidikannya. 2) Respon madrasah terkait kegiatan yang dihasilkan dari perkembangan era digital yaitu melaksanakan evaluasi, mengikuti perubahan, dan berupaya meningkatkan kualitas SDM. Peluang-peluang yang ada menjadi modal dan kesempatan berharga bagi pendidikan Islam agar dapat menampilkan dirinya sebagai sebuah keunggulan di tengah-tengah aneka peradaban global. 3) Dampak perubahan harus dilaksanakan adaptasi perubahan zaman, kemajuan sistem pendidikan, dan integrasi pendidikan era digital. Pendidikan Islam di era modern sangat bermanfaat dalam mengembangkan pribadi-pribadi yang secara konsisten menunjukkan sifat-sifat baik seperti taqwa, iman, dan akhlak. Ajaran Islam tradisional, orang yang berkarakter kuat lebih cenderung menegakkan prinsip-prinsip agamanya ketika dihadapkan pada berbagai perubahan, kesulitan, dan ancaman baik di lingkungan kelas, sekolah, keluarga hingga masyarakat
ANALISIS SISTEM PEMBAYARAN CASH ON DELIVERY OLEH KURIR ZENDO FOOD DITINJAU DARI FATWA DSN-MUI NO. 113/DSN-MUI/IX/2017 TENTANG AKAD WAKALAH BI AL- UJRAH (Studi Pada Zendo Di Kabupaten Tulungagung)
ABSTRAK
LAILI KHOIRUNISA, 126101211040, Analisis Sistem Pembayaran Cash On Delivery Oleh Kurir Zendo Food Ditinjau dari Fatwa DSN-MUI No. 113/DSN-MUI/IX/2017 Tentang Akad Wakalah Bi Al-Ujrah (Studi Pada Zendo Di Kabupaten Tulungagung), Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Jurusan Syariah, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah, 2025, Pembimbing: Amilis Kina, M.E.I.
Kata Kunci: Cash On Delivery, Kurir, Zendo Food, Fatwa DSN-MUI, Akad Wakalah Bi Al-Ujrah, Sistem Pembayaran Syariah.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan transaksi online dan peran penting kurir dalam sistem pembayaran Cash On Delivery, khususnya dalam konteks bisnis Syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem pembayaran Cash On Delivery oleh kurir Zendo Food di Kabupaten Tulungagung, dan mengetahui kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip Syariah berdasarkan fatwa DSN-MUI No. 113/DSN-MUI/IX/2017 tentang Akad Wakalah Bi Al-Ujrah.
Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) Bagaimana penerapan sistem pembayaran Cash On Delivery oleh kurir Zendo Food? dan (2) Bagaimana tinjauan Fatwa DSN-MUI No. 113/DSN-MUI/IX/2017 terhadap sistem pembayaran Cash On Delivery tersebut?.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode empiris dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik Zendo, admin, dan konsumen, serta melalui dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara transkrip data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pembayaran Cash On Delivery oleh kurir Zendo Food menerapkan ujrah dengan sistem bagi hasil 80% untuk kurir 20% untuk perusahaan per transaksi, dan ujrah ini ditetapkan berdasarkan jarak dan kompleksitas pengantaran. Sistem ini dinilai telah sesuai dengan prinsip akad Wakalah Bi Al-Ujrah karena kejelasan informasi mengenai biaya layanan kepada konsumen. Transparansi akad ini didukung oleh penjelasan rinci dari pihak Zendo dan juga dari hasil observasi peneliti terkait perhitungan ujrah dan persetujuan konsumen sebelum transaksi dilakukan. Secara keseluruhan, sistem pembayaran Cash On Delivery oleh kurir Zendo Food telah sesuai dengan prinsip akad Wakalah Bi Al-Ujrah dan mematuhi fatwa DSN-MUI No.113/DSN-MUI/IX/2017 tentang Akad Wakalah Bi Al-Ujrah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan sistem pembayaran berbasis Syariah yang lebih baik, khususnya dalam konteks bisnis online dan jasa pengiriman, serta menjadi acuan bagi perusahaan sejenis yang menggunakan sistem pembayaran Cash On Delivery dengan jasa kurir
PENGASUHAN ANAK PEREMPUAN PERSPEKTIF KEADILAN GENDER (Studi Kasus di Desa Pacewetan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk)
Riza Arzika Humaidah, 126102211083, Pengasuhan Anak Perempuan Perspektif
Keadilan gender (Studi Kasus Di Desa Pacewetan Kecamatan Pace
Kabupaten Nganjuk), progam studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah
dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah
Tulungagung, 2025. Dosen Pembimbing: Dr. Hj. Nur Fadhilah, S.H.I., M.H.
Kata kunci: anak perempuan, keadilan gender, pengasuhan anak.
Penelitian ini didasari oleh Masih banyak ditemukan praktik pengasuhan
yang memuat ketidaksetaraan perlakuan antara anak laki-laki dan perempuan, yang
dipengaruhi oleh budaya patriarkis dan konstruksi sosial tradisional. Praktik
pengasuhan anak perempuan yang terjadi kemudian menjadi kasus penelitian
menggunakan perspektif keadilan gender.
Fokus dan Pertanyaan dari penelitian ini adalah, 1). Bagaimana praktik
pengasuhan anak Perempuan yang dilakukan oleh orang tua di Desa Pacewetan
Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk? 2). Bagaimana pengasuhan anak Perempuan
yang diterapkan orang tua di Desa Pacewetan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk
dalam perspektif keadilan gender? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah 1).
Untuk mendeskripsikan pengasuhan anak Perempuan dari orang tua di Desa
Pacewetan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk. 2). Untuk mengidentifikasi
pengasuhan anak Perempuan di Desa Pacewetan Kecamatan Pace Kabupaten
Nganjuk dalam perspektif keadilan gender.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik
yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan cara observasi,
wawancara dengan kriteria tertentu, dokumentasi. Teknik analisis data yang
digunakan adalah kondensasi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan.
Triangulasi digunakan untuk pengecekan keabsahan data, Penggunaan triangulasi
ini bertujuan agar hasil penelitian lebih lengkap dan sesuai dengan kenyataan yang
sebenarnya, tanpa dipengaruhi oleh pendapat pribadi peneliti, triangulasi yang
digunakan adalah triangulasi data.
Hasil dari penelitian ini adalah: 1. Pengasuhan anak perempuan di Desa
Pacewetan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk dibedakan menjadi dua aspek,
yaitu: tumbuh kembang, serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
Berkaitan dengan aspek tumbuh kembang, orang tua dalam pengasuhan anak
perempuan seringkali berkomunikasi menggunakan nada tinggi dengan alasan
pendisiplinan supaya anak mematuhi orang tua. Selain itu, anak perempuan juga
belum mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Masih ada
orang tua yang berpandangan bahwa anak perempuan pada akhirnya akan di dapur
saja, sehingga tidak perlu sekolah tinggi-tinggi dan ijazah yang dimiliki tidak ada
artinya. Orang tua lebih memprioritaskan anak laki-laki untuk melanjutkan studi
karena anak laki-laki yang kemudian menjadi kepala keluarga sehingga anak lakilaki dibebaskan. Mayoritas orang tua juga berpendapat bahwa tugas pengasuhan
anak menjadi tanggung jawab ibu yang mempunyai waktu lebih banyak di rumah.
Sedangkan ayah bertanggungjawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga. 2.
Berdasarkan keadilan gender, pengasuhan anak perempuan di Desa Pacewetan
Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk tidak selaras dengan prinsip keadilan gender.
Komunikasi orang tua kepada anak perempuan dengan nada tinggi dengan alasan
pendisiplinan tidak sejalan dengan prinsip saling menghormati dan saling
menyayangi antara orang tua dan anak. Anak perempuan yang mendapatkan
perlakuan berbeda dibandingkan dengan anak laki-laki ataupun sebaliknya dalam
hal kesempatan untuk melanjutkan studi tidak mencerminkan prinsip mubadalah.
Selain itu, pandangan orang tua bahwa hanya ibu yang bertanggungjawab dalam
pengasuhan anak tidak selaras dengan prinsip keadilan gender antara ayah dan ibu
GUS IQDAM DAN SARUNG BATIK (Komodifikasi Simbol Keagamaan dan Relasi Kuasa)
Skripsi dengan judul “Gus Iqdam dan Sarung Batik: Komodifikasi Simbol Keagamaan dan Relasi Kuasa” ini ditulis oleh Anis Khoirunnisa Pratari, NIM. 126309211002, dengan pembimbing Bapak Saiful Mustofa, S.Pd.I., M.Ag.
Kata Kunci: Gus Iqdam, Sarung Batik, Komodifikasi, Relasi Kuasa, Jean Baudrillard, Michel Foucault
Penelitian ini berjudul “Gus Iqdam dan Sarung Batik: Komodifikasi Simbol Keagamaan dan Relasi Kuasa”. Penelitian ini mengkaji bagaimana sarung batik mengalami komodifikasi simbol dan bagaimana praktik kekuasaan Gus Iqdam sebagai tokoh keagamaan bekerja secara langsung maupun melalui media sosial. Komodifikasi sendiri merupakan salah satu proses berubahnya makna suatu barang atau jasa yang sebelumnya tidak memiliki nilai jual menjadi sebuah komoditas yang bertujuan untuk mendapatkan nilai jual. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah kualitatif dengan pendekatan kritis yang merujuk pada dua tokoh, yaitu komodifikasi simbol Jean Baudrillard dan relasi kuasa Michel Foucault. Data penelitian ini diperoleh dari observasi, wawancara dengan jamaah Majelis Ta’lim Sabilu Taubah, dokumentasi, dan analisis media sosial.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sarung batik seperti yang dikenakan Gus Iqdam mengalami pergeseran makna dari simbol religiusitas tradisional menjadi komoditas visual yang mereprentasikan kesalehan dan kepatuhan yang dapat dikonsumsi secara massal. Proses ini mencerminkan terjadinya simulacra dimana hilangnya makna asli sebuah simbol menjadi sebuah hiperrealitas. Komodifikasi menjadikan sarung batik saat ini sebagai citra komersial dan identitas visual yang diperjual belikan. Didorong dengan keberadaan Gus Iqdam sebagai figur dalam masyarakat Muslim yang mencerminkan praktik kekuasaan dan produksi kebenaran seperti yang dijelaskan Foucault. Gus Iqdam mampu mengubah persepsi masyarakat terhadap sarung batik dengan pengetahuan dan praktik kekuasaan. Praktik kekuasaan tersebut dibangun atas pengaruh performativitas media sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa sarung batik sebagai simbol keagamaan kini tidak hanya mengalami hiperrealitas, tetapi juga menjadi arena kuasa yang akan terus dinegoisasikan
PENGARUH TEKNOLOGI KEUANGAN, LITERASI KEUANGAN, DAN SIKAP KEUANGAN TERHADAP PERILAKU PENGELOLAAN KEUANGAN DENGAN NIAT BERPERILAKU SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA UMKM INDUSTRI PENGOLAHAN DI KABUPATEN TULUNGAGUNG
Tesis dengan judul “Pengaruh Teknologi Keuangan, Literasi Keuangan, dan Sikap Keuangan terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan dengan Niat Berperilaku sebagai Variabel Intervening pada UMKM Industri Pengolahan di Kabupaten Tulungagung” ini ditulis oleh Rizma Denytasari, NIM. 1880508230027, dengan pembimbing Prof. Dr. Agus Eko Sujianto, S.E., M.M., dan Dr. Muhammad Aswad, S.Ag., M.A..
Kata Kunci: Literasi Keuangan, Niat Berperilaku, Sikap Keuangan, Teknologi Keuangan, Perilaku Pengelolaan Keuangan, UMKM.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya efektivitas pengelolaan keuangan pada pelaku UMKM industri pengolahan di Kabupaten Tulungagung, yang tercermin dari lemahnya perencanaan, pencatatan, dan pengendalian keuangan. Tingkat literasi keuangan yang masih rendah menyebabkan banyak pelaku usaha belum memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang baik, termasuk pemisahan antara keuangan pribadi dan usaha. Meskipun akses digital semakin terbuka, pemanfaatan teknologi keuangan belum dilakukan secara optimal. Selain itu, sikap keuangan yang cenderung konsumtif serta kurangnya kesadaran dalam pengelolaan aset turut menjadi kendala dalam menciptakan kondisi keuangan yang sehat. Selain itu, niat berperilaku sebagai faktor psikologis berperan penting dalam menjembatani pemahaman dan tindakan nyata dalam pengelolaan keuangan, namun perannya masih jarang diteliti khususnya di kalangan UMKM.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknologi keuangan, literasi keuangan, dan sikap keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan, dengan niat berperilaku sebagai variabel intervening pada UMKM industri pengolahan di Kabupaten Tulungagung. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 pelaku UMKM yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan metode Partial Least Squares (PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) terdapat pengaruh signifikan dari teknologi keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan; 2) tidak terdapat pengaruh signifikan dari literasi keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan; 3) terdapat pengaruh signifikan dari sikap keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan; 4) terdapat pengaruh signifikan dari niat berperilaku terhadap perilaku pengelolaan keuangan; 5) tidak terdapat pengaruh tidak langsung dari teknologi keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan melaui niat berperilaku; 6) tidak terdapat pengaruh tidak langsung dari literasi keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan melaui niat berperilaku; dan 7) terdapat pengaruh tidak langsung dari sikap keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan melaui niat berperilaku
PENGARUH UANG SAKU, PENDIDIKAN KEUANGAN KELUARGA, LINGKUNGAN KAMPUS DAN GAYA HIDUP TERHADAP MANAJEMEN KEUANGAN PRIBADI MAHASISWA DENGAN SELF CONTROL SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Pada Mahasiswa PTKIN, PTKIS dan PTS di Tulungagung)
Tesis dengan judul “Pengaruh Uang Saku, Pendidikan Keuangan Keluarga, Lingkungan Kampus dan Gaya Hidup terhadap Manajemen Keuangan Pribadi Mahasiswa dengan Self Control sebagai Variabel Intervening (Studi pada Mahasiswa PTKIN, PTKIS, dan PTS di Tulungagung)”ini ditulis oleh Reni Waningsih, NIM. 1880508230031, dengan pembimbing Prof. Dr. Agus Eko Sujianto, S.E., M.M. dan Dr. Muhammad Aswad, S.Ag., M.A.
Kata kunci: Uang Saku, Pendidikan Keuangan Keluarga, Lingkungan Kampus, Gaya Hidup, Self Control, dan Manajemen Keuangan Pribadi.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang mengakibatkan peningkatan gaya hidup dikalangan mahasiswa yang mengakibatkan beberapa mahasiswa belum mampu mengelola keuangan pribadinya dengan baik. Sebagian mahasiswa masih melakukan pengeluaran melebihi uang saku yang diterima dari orang tuanya dalam jangka waktu satu bulan. Ketika mahasiswa kurang pemahaman mengenai keuangan, pengelolaan uang saku dan tidak dapat mengontrol diri serta mudah terpengaruh dengan lingkungan sekitar akan menimbulkan perilaku konsumtif yang dapat mengganggu manajemen keuangan pribadi.
Tujuan penelitian ini untuk menguji dan menjelaskan adakah pengaruh: (1) Uang saku terhadap manajemen keuangan pribadi; (2) Pendidikan keuangan keluarga terhadap manajemen keuangan pribadi; (3) Lingkungan kampus terhadap manajemen keuangan pribadi? 4). Gaya hidup terhadap manajemen keuangan; (5) Self Control terhadap manajemen keuangan pribadi; (6) Uang saku terhadap manajemen keuangan pribadi melalui self control; (7) Pendidikan keuangan keluarga terhadap manajemen keuangan pribadi melalui self control; (8) Lingkungan kampus terhadap manajemen keuangan pribadi melalui self control; dan (9) Gaya hidup terhadap manajemen keuangan pribadi
Metode Penelitian menggunakn pendekatan kuantitatif dengan teknik Purposive Sampling. Data penelitian diperoleh dari data primer berupa kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa di Kabupaten Tulungagung. Analisis data yang digunakan ialah analisis jalur (path analysis), dengan menggunakan software aplikasi SmartPLS versi 4.0.
Hasil ini, menunjukkan bahwa: (1) Uang saku berpengaruh signifikan terhadap manajemen keuangan pribadi; (2) Pendidikan keuangan keluarga berpengaruh signifikan terhadap manajemen keuangan pribadi; (3) Lingkungan kampus tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen keuangan pribadi; (4) Gaya hidup berpengaruh signifikan terhadap manajemen keuangan pribadi; (5) Self Control berpengaruh signifikan terhadap manajemen keuangan pribadi; (6) Terdapat pengaruh signifikan antar uang saku terhadap manajemen keuangan pribadi dengan Self Control sebagai variabel intervening; (7) Terdapat pengaruh signifikan antar pendidikan keuangan keluarga terhadap manajemen keuangan pribadi dengan Self Control sebagai variabel intervening; (8) Terdapat pengaruh signifikan antar lingkungan kampus terhadap manajemen keuangan pribadi dengan Self Control sebagai variabel intervening; dan (9).Terdapat pengaruh signifikan antar gaya hdup terhadap manajemen keuangan pribadi dengan Self Control sebagai variabel intervening