Institutional Repository of UIN SATU Tulungagung
Not a member yet
37599 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN HARGA DIRI DENGAN KECENDERUNGAN NARSISTIK PADA MAHASISWA PENGGUNA MEDIA SOSIAL TIKTOK.
Skripsi dengan judul " Hubungan Harga Diri dengan kecenderungan narsistik pada mahasiswa pengguna media sosial tiktok” ini ditulis oleh Nur Fatkhul Janah, NIM.12308193213. Dengan pembimbing Zun Azizul Hakim, M.Psi, Psikolog.
Kata Kunci: Harga Diri, Kecenderungan Narsistik, TikTok, Mahasiswa, Media Sosial
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara harga diri dan kecenderungan narsistik pada mahasiswa yang aktif menggunakan platform media sosial TikTok. Penelitian ini didasarkan pada teori psikologi yang menyatakan bahwa harga diri yang rendah dikaitkan dengan kecenderungan narsistik yang lebih tinggi sebagai bentuk pencarian validasieksternal melalui media sosial. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif korelasional. Data dikumpulkan menggunakan skala harga diri dan kecenderungan narsistik terstandar yang diberikan kepada mahasiswa sarjana yang aktif menggunakan TikTok. Data dianalisis menggunakan analisis korelasi Pearson Product-Moment untuk mengetahui arah dan kuatnya hubungan antar variabel. Hasil analisis statistik menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara harga diri dan kecenderungan narsistik (r = –0,45, p < 0,01).Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat harga diri yang lebih tinggi dikaitkan dengan tingkat kecenderungan narsistik yang lebih rendah, sedangkan harga diri yang lebih rendah berhubungan dengan kecenderungan narsistik yang lebih tinggi di antara pengguna TikTok. Koefisien determinasi (r² = 0,20) menunjukkan bahwa harga diri berkontribusi sekitar 20% terhadap varians dalam kecenderungan narsistik. Studi ini menyimpulkan bahwa harga diri memiliki hubungan yang signifikan dan negatif dengan kecenderungan narsistik di antara mahasiswa yang menggunakan TikTok. Harga diri berfungsi sebagai faktor psikologis penting dalam mengurangi perilaku narsistik yang berlebihan di platform media sosial. Studi ini dibatasi oleh desain cross-sectional dan ketergantungan pada data yang dilaporkan sendiri, yang dapat
menimbulkan bias respons. Selain itu, sampel terbatas pada mahasiswa, yang dapat membatasi generalisasi temuan ke populasi lain. Penelitian ini berkontribusi pada literatur psikologi media sosial dengan memberikan bukti empiris mengenai peran harga diri dalam memprediksi kecenderungan narsistik dalam konteks penggunaan TikTok
التحليل التقابلي الفعل المعلوم والفعل المجهول بين اللغة العربية والإندونيسية وتطبيقه في تعليم المهارة الكتابة بالمدرسة الثانوية الإسلامية
تنبع هذه الدراسة من الصعوبات التي يواجهها الطلاب في تعلم اللغة العربية. ففي سياق التعليم بإندونيسيا، تعد اللغة العربية لغة ثانية (B2)، بينما تكون اللغة الإندونيسية لغة الأم أو اللغة الأولى (B1). وبلا شك، توجد فروق جوهرية بين هاتين اللغتين، تتجاوز المفردات لتشمل: آليات اشتقاق الكلمات، وبنية الجمل وأنماطها، والتركيب النحوي، فضلا عن الاختلاف في الاستخدام الوظيفي للعديد من الكلمات والجمل التي تتأثر بالجنس (المذكر والمؤنث). وإذا لم تعالج هذه الصعوبات، فسيتراخى اهتمام الطلاب بتعلم اللغة العربية تدريجيا، وقد يتركونها كليا. ومن خلال استخدام الطريقة التحليلية التضادية، يستطيع المعلمون تحديد أشبه النقاط بين اللغتين، واستثمارها في عملية التعليم والتعلم، مما يسهل على المتعلمين فهم البنية العربية واستيعابها، ويعزز قدرتهم على التعامل مع الفروق البنيوية بين لغتهم الأولى واللغة العربية.
يتمحور محور هذه الدراسة حول فهم: ١) أنماط الجمل الفاعلية (المبنية للمعلوم) والمفعولية (المبنية للمجهول) في اللغتين العربية والإندونيسية، ٢) أشبه النقاط والفروق بين الجمل الفاعلية والمفعولية في اللغتين، ٣) الآثار التعليمية الناتجة عن التحليل التضادي للجمل الفاعلية والمفعولية بين اللغتين في سياق تعليم اللغة العربية.
وقد اتبعت هذه الدراسة منهجا كيفيا من نوع الدراسة الوثائقية، حيث اقتصرت جميع أنشطتها على المصادر الوثائقية. وفيما يتعلق بجمع البيانات، استخدم الباحث الطريقة الوثائقية، حيث جمع البيانات من المراجع المتاحة في الكتب والمجلات العلمية وغيرها من المصادر التي تتناول موضوع الدراسة. أما طريقة تحليل البيانات، فقد شملت التحليل الوصفي والتحليل التضادي، بما في ذلك: تقليص البيانات، وعرضها، واستخراج النتائج.
وقد توصلت الدراسة إلى أن هناك فروقا وأشبه في بنية الجمل الفاعلية والمفعولية بين اللغتين العربية والإندونيسية، وذلك من حيث: ترتيب العناصر في الجملة، وآلية التحويل من الفاعلي إلى المفعولي، ووجود الفاعل والمفعول به ومواقعهما في الجملة. ولذلك، يجب على المعلم أن يراعي الجوانب التي قد تسبب صعوبات للطلاب، وأن يصمم عملية التعليم بما يساعد على تذليل هذه العقبات. ومن خلال هذا النهج، يمكن جعل تعليم اللغة العربية أكثر فاعلية وصلة بالواقع، وأكثر قدرة على تعزيز مهارة الطلاب في فهم الجمل الفاعلية والمفعولية وإنتاجها بشكل دقيق وفق القواعد النحوية والصرفية للغة العربية
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP FENOMENA PERCERAIAN PADA PASANGAN DISPENSASI KAWIN (Studi Kasus di Pengadilan Agama Blitar)
Skripsi dengan judul “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Fenomena Perceraian pada Pasangan Dispensasi Kawin (Studi Kasus di Pengadilan Agama Blitar)” ini ditulis oleh Naning Tri Lestari NIM 1860102222125, Jurusan Syariah, Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pembimbing Anang Wahid Cahyono, M.H.I
Kata Kunci : Hukum Islam, Pernikahan, Dispensasi Kawin, Perceraian
Peneilitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka perceraian pada Pengadilan Agama Blitar. Pada tahun 2022 di Pengadilan Agama Blitar 3,747, pada tahun 2023 jumlahnya sedikit menurun, yakni 3,444 perkara perceraian, tahun 2024 kembali tercatat 3,438 perkara, bahkan pada tahun 2025, yakni Januari hingga Agustus 2025 tercatat 1,968 pasangan yang sudah di putus cerai.Tingginya angka perceraian yang terdapat pada Pengadilan Agama Blitar menunjukkan terdapat berbagai faktor yang melatarbelakanginya, salah satu hal yang menarik untuk dikaji lebih lanjut adalah perceraian yang terjadi pada pasangan yang pernah mengajukan dispensasi kawin.
Fokus dan pertanyaan pada penelitian ini adalah: 1) Bagaimana Fenomena Perceraian Pada Pasangan Dispensasi Kawin di Pengadilan Agama Blitar?, 2) Bagaimana Tinjauan Hukum Islam Terhadap Fenomenan Perceraian Pada Pasangan Dispensasi Kawin di Pengadilan Agama Blitar?, adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara usia pernikahan dan angka perceraian di Pengadilan Agama Blitar?, 2) Untuk mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap hubungan usia pernikahan dan angka perceraian di Pengadilan Agama Blitar?
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode empiris (field research)den dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Studi dilakukan secara langsung pada Pengadilan Agama Blitar dengan data diperoleh melalui wawancara dengan Panitera Pengadilan Agama Blitar serta dokumentasi data perkara perceraian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan perspektif hukum Islam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena perceraian yang terjadi pada pasangan dispensasi kawin di Pengadilan Agama Blitar dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain yaitu kesiapan mental dan emosional, ekonomi, KDRT, perselingkuhan, dan kemampuan pasangan dalam menjalankan peran dan tanggungjawab rumah tangga. Dalam perspektif maslahah mursalah dan sadd adz-dzari’ah, pernikahan di usia muda lebih banyak menimbulkan kemafsadatan daripada kemaslahatan karena ketidaksiapan emosional, ekonomi, dan sosial yang berdampak pada konflik, KDRT, serta ketidakstabilan rumah tangga, sehingga tidak mewujudkan maqashid syari’ah dan perlu dicegah melalui penetapan batas usia minimal pernikahan
PENGATURAN KOHABITASI DALAM KUHP 2023 PERSPEKTIF QOWA'ID FIQHIYYAH
ABSTRAK
Tesis dengan judul “Pengaturan Kohabitasi dalam KUHP 2023 Perspektif Qowa’id Fiqhiyyah” ini ditulis oleh Nanda Vita Erianti Putriani NIM.1880509220006, Program Studi Hukum Keluarga Islam, Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Dosen Pembimbing Prof. Dr. H. Asmawi, M.Ag dan Prof. Dr. Kutbuddin Aibak, S.Ag M.H.I.
Kata Kunci: Kohabitasi, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) 2023, Qowa’id Fiqhiyyah
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengaturan baru mengenai kohabitasi dalam KUHP 2023, yang sebelumnya tidak diatur eksplisit KUHP lama. Pengaturan ini respons atas maraknya hidup bersama tanpa ikatan pernikahan di kalangan generasi muda, dengan tujuan menegakkan ketertiban sosial dan nilai kesusilaan melalui sanksi hukum. Penelitian ini mengkaji pengaturan kohabitasi melalui perspektif qowa’id fiqhiyyah sebagai kerangka metodologis hukum Islam untuk menilai kesesuaian hukum pidana nasional dengan prinsip dasar Islam. Rumusan masalah penelitian ini meliputi: (1) Bagaimana pengaturan kohabitasi menurut KUHP 2023, dan (2) Bagaimana pengaturan kohabitasi dalam KUHP 2023 ditinjau dari perspektif qowa’id fiqhiyyah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan jenis studi pustaka. Pendekatan yang diterapkan meliputi pendekatan perundang-undangan (statute approach) terhadap KUHP 2023 dan pendekatan filosofis untuk mengkaji doktrin hukum. Data dikumpulkan dari bahan hukum primer meliputi KUHP 2023 Pasal 412 dan UU Perkawinan serta bahan hukum sekunder meliputi; literatur, jurnal, dan pendapat pakar terkait kohabitasi dan qowa’id fiqhiyyah. Analisis data dilakukan melalui analisis isi dengan menggabungkan penalaran induktif (dari fakta ke generalisasi) dan deduktif (dari prinsip umum ke kesimpulan khusus) untuk menganalisis pengaturan kohabitasi dalam perspektif qowa’id fiqhiyyah.
Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa: (1) Pengaturan kohabitasi dalam KUHP 2023 Pasal 412 mencerminkan upaya menyeimbangkan perlindungan moral, penghormatan privasi, dan prinsip keadilan, di mana proses hukum hanya dapat dilakukan atas pengaduan keluarga inti. Ancaman pidananya yang ringan lebih bersifat edukatif untuk menjaga kehormatan, ketertiban sosial, dan keutuhan keluarga. (2) Ditinjau dari perspektif qawa‘id fiqhiyyah, pengaturan tersebut sejalan dengan kaidah al-Dharar yuzāl menunjukkan kesesuaian komitmen negara dalam bertindak preventif mencegah kerusakan (mafsadah) yang timbul dari praktik kohabitasi, seperti ancaman terhadap keutuhan keluarga, degradasi moral, dan ketidakjelasan garis keturunan, pada taṣarruf al-imām ‘alā ar-ra‘iyyah manūṭun bil-maṣlaḥah secara nyata menolak mafsadah yang timbul akibat kohabitasi dan berorientasi pada kemaslahatan yang nyata, adil, dan proporsional, dan Dar’ al-Mafāsid Muqaddam ‘alā Jalb al-Maṣāliḥ sejalan dengan KUHP 2023 karena menempatkan pencegahan mafsadat sebagai prioritas utama dalam rangka menjaga kemaslahatan umum masyarakat
KONSEP RIBA DALAM AL-QUR’AN: STUDI KOMPARATIF MUHAMMAD ABDUH DAN MUHAMMAD QURAISH SHIHAB SERTA RELEVANSINYA TERHADAP PERBANKAN INDONESIA
Skripsi dengan judul “Konsep Riba dalam Al-Qur’an: Studi Komparatif Pemikiran Muhammad Abduh dan Muhammad Quraish Shihab serta Relevansinya terhadap Perbankan Indonesia” ini ditulis oleh Nabila Fawaiduz Zuhda, NIM. 1860212222046, dengan pembimbing Dr. Rifqi As’adah, S. Ud, M. Ag.
Kata kunci : Riba, Muhammad Abduh, Quraish Shihab, Perbankan Indonesia
Penelitian ini berjudul “Konsep Riba dalam Al-Qur’an: Studi Komparatif Pemikiran Muhammad Abduh dan Muhammad Quraish Shihab serta Relevansinya terhadap Perbankan Indonesia”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran ayat-ayat riba dalam Al-Qur’an menurut Muhammad Abduh dan
Muhammad Quraish Shihab, serta mengkaji relevansi pemikiran keduanya terhadap praktik perbankan di Indonesia, baik perbankan syariah maupun konvensional.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari Tafsir al-Manār karya Muhammad Abduh dan Tafsir al-Mishbah karya Muhammad Quraish Shihab,
sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal ilmiah, dan regulasi terkait sistem perbankan di Indonesia. Analisis dilakukan dengan pendekatan tafsir muqāran(komparatif) dan kontekstual untuk memahami konsep riba dalam kerangka sosial
ekonomi modern.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa riba dalam perspektif Al-Qur’an merupakan praktik tambahan dalam transaksi ekonomi yang bersifat dzalim, eksploitatif, dan merusak keadilan sosial, sehingga dilarang secara bertahap dan tegas sebagai upaya melindungi pihak yang lemah serta menjaga keseimbangan
ekonomi masyarakat.
Dalam penafsiran tokoh, Muhammad Abduh dan Muhammad Quraish Shihab sama-sama memandang riba sebagai praktik ekonomi yang bersifat zalim dan eksploitatif, namun memiliki penekanan yang berbeda. Muhammad Abduh menafsirkan riba sebagai praktik riba jahiliyah yang berlipat ganda dan menindas,
sehingga bunga bank modern tidak secara otomatis disamakan dengan riba selama tidak mengandung unsur eksploitasi dan masih berada dalam koridor kemaslahatan. Sebaliknya, Muhammad Quraish Shihab menegaskan bahwa riba mencakup setiap bentuk keuntungan yang menyalahi prinsip keadilan dan etika sosial, sehingga praktik bunga bank harus dikaji secara kritis berdasarkan dampak moral dan sosialnya.
Relevansi pemikiran kedua tokoh terhadap perbankan Indonesia tampak pada sistem dual banking system. Pemikiran Muhammad Abduh memberikan legitimasi rasional terhadap keberadaan perbankan konvensional dalam kondisi tertentu selama tidak menimbulkan ketidakadilan, sementara pemikiran Muhammad
Quraish Shihab menegaskan urgensi penguatan perbankan syariah sebagai sistem yang lebih sesuai dengan nilai keadilan, transparansi, dan kemanusiaan. Dengan
demikian, praktik perbankan di Indonesia dituntut tidak hanya bebas dari riba secara formal, tetapi juga selaras dengan tujuan syariat (maqāṣid al-syarī‘ah), khususnya keadilan sosial dan perlindungan terhadap pihak yang lemah
PRINSIP KEMASLAHATAN DALAM PEMBERIAN DISPENSASI KAWIN BAGI PASANGAN YANG BELUM CUKUP USIA DALAM PUTUSAN HAKIM
Yella Agasta Pramestyaningrum NIM 126102212204 “Prinsip Kemaslahatan Dalam Pemberian Dispensasi Kawin Bagi Pasangan Yang Belum Cukup Usia dalam putusan hakim.” ditulis oleh Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2026 Pembimbing: Dr. H. Husnul Haq, Lc., M.A
Kata Kunci: Dispensasi Kawin, Prinsip Kemslahatan,
Latar belakang penelitian ini Dispensasi nikah merupakan instrumen hukum yang diberikan oleh pengadilan sebagai pengecualian terhadap batas usia minimal perkawinan sebagaimana diatur dalam Pasal 7 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Ketentuan ini dimaksudkan untuk melindungi hak anak serta mencegah terjadinya perkawinan usia dini yang berpotensi menimbulkan dampak negatif, baik secara fisik, psikologis, sosial, maupun ekonomi. Namun dalam praktiknya, permohonan dispensasi nikah masih kerap diajukan ke Pengadilan Agama dengan beragam alasan, seperti faktor budaya, ekonomi, kehamilan di luar nikah, serta kekhawatiran terjadinya perbuatan yang melanggar norma agama dan sosial. Kondisi tersebut menempatkan hakim pada posisi strategis dalam menyeimbangkan antara kepastian hukum, kemanfaatan, dan keadilan, khususnya dalam menerapkan prinsip kemaslahatan bagi anak. Oleh karena itu, dispensasi nikah menjadi isu hukum yang penting untuk dikaji, terutama terkait pertimbangan hakim dalam mengabulkan atau menolak permohonan dispensasi nikah.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan prinsip keadilan dalam putusan hakim mengenai dispensasi kawin serta menilai kesesuaiannya dengan prinsip keadilan dalam hukum keluarga Islam, khususnya berdasarkan konsep maqaṣid al-syari’ah yang menitikberatkan pada perlindungan hak, kemaslahatan, dan keseimbangan moral.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan hakim, pihak pemohon, dan pegawai pengadilan, serta melalui observasi dan dokumentasi terhadap perkara di pengadilan agama Nganjuk. Analisis data dilakukan melalui tahapan Kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode agar hasil penelitian memiliki validitas dan reliabilitas yang kuat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penerapan prinsip kemasalahatan dalam pemberian dispensasi kawin di Pengadilan Agama Nganjuk Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim Pengadilan Agama menjadikan prinsip kemaslahatan (maslahah) sebagai landasan utama dalam memutus perkara dispensasi kawin. Prinsip ini digunakan untuk menilai apakah pemberian izin kawin di bawah umur membawa manfaat yang lebih besar dan mencegah mudarat yang lebih serius bagi para pihak, khususnya calon mempelai perempuan. (2) Dalam perspektif hukum keluarga Islam, pemberian dispensasi kawin Dalam perspektif hukum keluarga Islam, pemberian dispensasi kawin merupakan bentuk ijtihad hakim untuk menyikapi persoalan perkawinan di bawah umur yang tidak diatur secara eksplisit dalam nash Al-Qur’an dan Hadis. Islam tidak menetapkan batas usia perkawinan secara numerik, melainkan menekankan pada kematangan (rusyd) dan kemampuan menjalankan tanggung jawab perkawinan
IMPLEMENTASI METODE QIROATI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS MEMBACA AL-QUR’AN DI PHATNAWITYA SCHOOL YALA THAILAND SELATAN
Skripsi dengan judul "Implementasi Metode Qiroati dalam Meningkatkan Kualitas Membaca Al-Qur'an di Phatnawitya School Yala Thailand Selatan" ditulis oleh Dewi Lu'luizzahro. Nim. 17201163384. Dosen pembimbing Dr. Muhamad Zaini, MA. Jurusan Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh Membaca Al Qur'an adalah salah satu ibadah yang dilakukan oleh umat Islam. Bagi setiap muslim membaca Al Qur'an dan menanamkan nilai yang terkandung di dalam Al Qur'an sudah menjadi kewajiban sehingga ada waktu khusus untuk belajar membaca Al Qur'an. Membaca Alquran dengan benar sesuai dengan kaidah bacaan, menerapkan ilmu tajwid, dan tartil akan memenuhi harapan bagi setiap lembaga pendidikan dan juga orang tua peserta didik. Terlebih jika peserta didik dapat menerapkan kandungan pada setiap ayat yang ia baca dari kitab suci umat islam tersebut.
Dalam peneliti ini, fokuspembahasan adalah 1) Bagaimana implementasi metode Qiroati dalam meningkatkan kualitas membaca Al Quran di Phatnawitya School Yala Thailand Selatan?; 2) Bagaimana hambatan implementasi metode Qiroati dalam meningkatkan kualitas membaca Al Quran di Phatnawitya School Yala Thailand Selatan?; dan 3) Bagaimana dampak implementasi metode Qiroati dalam meningkatkan kualitas membaca Al Quran di Phatnawitya School Yala Thailand Selatan?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, serta jenis penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian studi kasus. Lokasi yang peneliti gunakan untuk penelitian adalah di Phatnawitya School Yala Thailand Selatan, yang beralamat di 57 Santisuk Rd, Mueang Yala District, Yala 95000, Thailand Selatan.
Berdasalkan hasil dari penelitian disimpulkan bahwa 1) implementasi metode Qiroati di Phatna Witya School Yala Thailand Selatan, pendidik membuat strategi dalam pembelajarannya, strategi tersebut adalah membaca aktif secara bergantian; 2) Hambatan yang ada di Phatnawitya School Yala Thailand Selatan adalah rendahnya motivasi belajar siswa, keadaan kelas yang kurang kondusif, 3) dan pengaruh dari pergaulannya; 3) Dampak adanya metode Qiroati di Phatnawitya School Yala adalah bebagian peserta didik sudah mampu untuk membaca Al Quran yang sesuai dengan kaidah dan tajwid seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, dan memanfaatkan waktu istirahatnya untuk membaca Al Qur'an sehingga kualitas membacanya bisa ditingkatkan.
Kata kunci: Implementasi, Membaca Al Qur'a
TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PENETAPAN HARGA JUAL RUMAH OLEH PERUSAHAAN KONTRAKTOR CV BUMI NUSA DIPA DI DESA BORO KECAMATAN KEDUNGWARU KABUPATEN TULUNGAGUNG
Muhammad Ariful Huda, 1860101221029, Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Penetapan Harga Jual Rumah Oleh Perusahaan Kontraktor CV Bumi Nusa Dipa Di Desa Boro Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung,Progam Studi Hukum Ekonomi Syariah, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Dr.Dian Ferricha,S.H.,M.H.
Kata Kunci: Hukum Ekonomi Syariah, Penetapan Harga Jual Rumah, CV Bumi Nusa Dipa.
Penelitian ini berjudul “Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Penetapan Harga Jual Rumah Oleh Perusahaan Kontraktor CV Bumi Nusa Dipa Di
Desa Boro Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung”. Penelitian ini di
latar belakangi oleh adanya sistem penetapan harga jual rumah oleh perusahaan
kontraktor CV Bumi Nusa Dipa. Dalam penetapan harga jual rumah yang di
tetapkan oleh perusahaan kontraktor CV Bumi Nusa Dipa, terdapat komplain dari
konsumen adanya ketidaksesuaian antara harga jual rumah yang ditetapkan, tidak
sesuai dengan kualitas bangunannya setelah rumah selesai dibangun, dan tidak
sesuai dengan spesifikasi yang di inginkan konsumen pada awal pesan. Karena
mereka memesan rumah dengan harga yang tinggi, sementara hasil dari kualitas
bangunannya tidak sesuai dengan harga yang dibeli konsumen, dan tidak sesuai
dengan spesifikasi yang di inginkan konsumen pada awal pesan. Banyak timbul
kerusakan pada rumah setelah rumah dihuni jangka waktu dekat, sehingga timbul
komplain dari konsumen.
Fokus penelitian ini mencangkup: (1). Bagaimana Sistem Penetapan Harga
Jual Rumah Oleh Perusahaan Kontraktor CV Bumi Nusa Dipa di Desa Boro
Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung?. (2). Bagaimana Tinjauan
Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Penetapan Harga Jual Rumah Oleh Perusahaan
Kontraktor CV Bumi Nusa Dipa di Desa Boro Kecamatan Kedungwaru Kabupaten
Tulungagung?. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah: (1). Untuk
menganalisis sistem penetapan harga jual rumah oleh perusahaan kontraktor CV
Bumi Nusa Dipa di Desa Boro Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung.
(2). Untuk menganalisis tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap penetapan harga
jual rumah oleh perusahaan kontraktor CV Bumi Nusa Dipa di Desa Boro
Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan
jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara mendalam (indepth
interview) , dan dokumentasi . Sedangkan teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kondensasi data (data condensation), penyajian data (data
display), penarikan kesimpulan dan verivikasi (conclusions drawing and
verification).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1). Sistem Penetapan Harga Jual
Rumah Oleh Perusahaan Kontraktor CV Bumi Nusa Dipa di Desa Boro Kecamatan
Kedungwaru Kabupaten Tulungagung, menerapkan sistem borongan ,dalam sistem
borongan ini yaitu sistem penetapan harga jual rumah dengan menentukan biaya
pembangunan rumah secara keseluruhan sejak awal proyek dimulai, dengan
memperhitungkan beberapa komponen utama yaitu, biaya bahan bangunan, biaya
tenaga kerja, jangka waktu penyelesaian, lokasi proyek, spesifikasi dan
kompleksitas bangunan (desain bangunan), dan keuntungan. Dalam
perhitungannya CV Bumi Nusa Dipa mematok harga per meternya yaitu Rp.
3.500.000.-Rp. 5000.000. menyesuaikan tipe yang di inginkan konsumen. Dalam
hal ini perhitungan total biaya di hitung dengan Harga Per meternya (Rp/m2) x Luas
Bangunan (m2) + Biaya kebutuhan lainnya. Dalam sistem ini, perusahaan
menghitung satu total harga yang sudah mencakup seluruh kebutuhan
pembangunan. (2). Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Penetapan Harga
Jual Rumah Oleh Perusahaan Kontraktor CV Bumi Nusa Dipa di Desa Boro
Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung menunjukkan bahwa penetapan
harganya belum sesuai. Karena berdasarkan tinjauan hukum ekonomi syariah,
sistem borongan pada penetapan harga jual rumah yang di terapkan oleh perusahaan
kontraktor CV Bumi Nusa Dipa menunjukkan bahwa penetapan harganya belum
sepenuhnya sesuai. Karena kualitas bangunan yang tidak sesuai dengan harga yang
dibeli, dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang di inginkan konsumen sejak awal
pesan, menunjukkan bahwa prinsip keadilan, dan keseimbangan manfaat belum
sepenuhnya terpenuhi. Oleh karena itu, meskipun sistem borongan yang diterapkan
dapat diperbolehkan dalam syariah, tetapi penerapannya belum sesuai dengan nilainilai hukum ekonomi syariah karena tidak menghasilkan manfaat yang sebanding
dengan harga, serta menimbulkan kerugian pada pihak konsumen. Maka dalam
sistem ini masih belum sesuai dengan prinsip hukum ekonomi syariah
TEACHERS’ PRACTICES IN TEACHING ENGLISH FOR THE 7TH GRADERS IN MULTILINGUAL CLASSROOM CONTEXT AT SMP INTERNATIONAL DARUL AKHWAN
Shofi, Khansa. NIM. 126203202155. 2026. Teachers’ Practices in Teaching English for the 7th Graders in Multilingual Classroom Context at SMP International Darul Akhwan. Skripsi. Tadris Bahasa Inggris. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pembimbing: Dr. Nursamsu, M.Pd.,
Keywords: multilingual, translanguaging.
Pembelajaran bahasa Inggris di kelas multibahasa telah menjadi fenomena yang menarik, terutama di sekolah-sekolah yang mengintegrasikan bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar. Penelitian ini dilakukan di SMP International Darul Akhwan, sebuah sekolah berbasis Islam yang secara unik menerapkan sistem pembelajaran tiga bahasa dengan menggabungkan Kurikulum Nasional dan Kurikulum KMI.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana bahasa Inggris diajarkan di kelas multibahasa, bagaimana guru mengelola penggunaan tiga bahasa, serta bagaimana mereka menyesuaikan praktik pengajaran dengan latar belakang siswa yang beragam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis, melibatkan satu guru bahasa Inggris dan enam siswa kelas VII yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasikemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dokumen pendukung mencakup Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), hasil tulisan siswa, serta dokumentasi kelas yang mencerminkan penerapan praktik pembelajaran multibahasa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Inggris di kelas multibahasa berlangsung secara dinamis. Bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa yang dominan, sedangkan bahasa Inggris dan bahasa Arab digunakan secara bergantian untuk membantu pemahaman siswa. Pengalaman guru menunjukkan perlunya keseimbangan dalam penggunaan ketiga bahasa, penyesuaian terhadap perbedaan kemampuan siswa, serta upaya membangun kepercayaan diri siswa dalam berbicara bahasa Inggris. Untuk mencapai hal tersebut, guru menerapkan beberapa praktik adaptif seperti translanguaging, code-switching, pengayaan kosakata, pembelajaran berbasis multimedia, serta pendekatan pengajaran yang berorientasi pada motivasi
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK PESERTA DIDIK DAN PENGARUHNYA TERHADAP BRAND IMAGE MADRASAH (Studi Sequential Exploratory Mixed Method di MTsN 2 Tulungagung)
Tesis dengan Judul Manajemen Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Akhlak Peserta Didik dan Pengeruhnya terhadap Brand Image Madrasah (Studi Sequential Exploratory Mixed Method di MTsN 2 Tulungagung) ini ditulis oleh Wildan
Maulana Malik dengan pembimbing Prof. Dr. H. As’aril Muhajir, M.Ag. dan Dr. H. Nur Efendi, M.Ag.
Kata Kunci: Manajemen Pendidikan Karakter, Pembentukan Akhlak Peserta Didik, Brand Image Madrasah.
Penelitian ini berawal dari adanya fenomena tentang karakter peserta didik yang
semakin hari terus menurun. Banyak kasus dari siswa melakukan tindakan dimana
telah melanggar aturan serta berbagai norma yang berlaku di masyarakat. Madrasah
mempunyai peran penting dalam pembentukan karakter agar peserta didik tidak
terjerumus perilaku yang negatif. Seluruh warga madrasah harus saling mendukung dalam menjalani program pendidikan itu untuk menumbuhkan nilai-nilai akhlak
pada siswa. Pembentukan akhlak sangat diperlukan sebab semakin besar tantangan
moral yang dihadapi oleh peserta didik di zaman sekarang. Adapun strategi dalam
membentuk akhlak siswa dilakukan melalui guru dengan metode keteladanan dan
pembiasaan. Ketika madrasah sukses mewujudkan peserta didik yang berakhlak
mulia, maka dapat meningkatkan brand image lembaga di benak masyarakat. Posisi
brand image lembaga sangat penting karena menjadi tolak ukur orang tua dalam
memilih madrasah yang terbaik bagi anaknya.
Tujuan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu secara kualitatif
dan kuantitatif. Terdapat empat tujuan penelitian kualitatif: 1) Mendeskripsikan
perencanaan pendidikan karakter dalam membentuk akhlak peserta didik dan brand
image di MTsN 2 Tulungagung. 2) Mendeskripsikan pengorganisasian pendidikan
karakter dalam membentuk akhlak peserta didik dan brand image di MTsN 2
Tulungagung. 3) Mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan karakter dalam
membentuk akhlak peserta didik dan brand image di MTsN 2 Tulungagung. 4)
Mendeskripsikan pengawasan pendidikan karakter dalam membentuk akhlak
peserta didik dan brand image di MTsN 2 Tulungagung. Sedangkan tujuan kuantitatif terdapat empat: 1) Menganalisis tingkat manajemen pendidikan karakter,
pembentukan akhlak peserta didik dan brand image di MTsN 2 Tulungagung. 2)
Menguji pengaruh manajemen pendidikan karakter terhadap brand image di MTsN
2 Tulungagung. 3) Menguji pengaruh pembentukan akhlak peserta didik terhadap
brand image di MTsN 2 Tulungagung. 4) Menguji pengaruh manajemen
pendidikan karakter dan pembentukan akhlak peserta didik terhadap brand image
di MTsN 2 Tulungagung.
Penelitian ini berfokus pada tahapan-tahapan dalam manajemen pendidikan
karakter yang terdapat di MTsN 2 Tulungagung. Adapun fokus tersebut terdiri atas
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan pendidikan karakter
sebagai usaha membentuk akhlak peserta didik dan brand image madrasah.
Penelitian ini memakai metode mixed method (campuran) dengan model sequential exploratory. Model tersebut adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang
dipakai secara berurutan. Adapun pengumpulan data tahap pertama dilakukan
melalui teknik observasi partisipan pasif, wawancara mendalam dan studi
dokumentasi. Sedangkan untuk pengumpulan data kedua melalui pembagian angket
atau kuesioner yang diberikan pada peserta didik MTsN 2 Tulungagung dengan
total sampel sebanyak 92 orang. Teknik analisis data yang dipakai dalam desain ini
adalah uji validitas dan reliabelitas angket, uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik
dan uji hipotesis dengan bantuan SPSS for 25 Windows.
Hasil penelitian metode kualitatif telah menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan
pendidikan karakter di MTsN 2 Tulungagung dilakukan atas analisis kebutuhan dan
karakter siswa, integrasi nilai pada kurikulum dan program, penyusunan program
karakter dan keagamaan, kolaborasi perencanaan komite dan wali murid. Perencanaan yang matang bisa membentuk akhlak peserta didik. Begitu juga
mampu berkontribusi positif terhadap brand image madrasah. 2) Pengorganisasian
pendidikan karakter di MTsN 2 Tulungagung dilakukan atas berbasis struktur dan
pembagian tugas, kurikulum diatur melalui peran waka, guru sebagai pembina dan
model teladan, komite ikut dalam pengorganisasian karakter. Pengorganisasian
yang tertata rapi berdampak pada pembentukan akhlak siswa. Begitu juga dapat
meningkatkan brand image madrasah. 3) Pelaksanaan pendidikan karakter di
MTsN 2 Tulungagung dilakukan atas pelaksanaan melalui pembiasaan rutin,
integrasi nilai dalam kurikulum belajar, sebagai teladan dan pelaksana karakter,
dukungan penuh komite dan wali murid. Adanya pelaksanaan yang konsisten
terbukti bisa membentuk akhlak peserta didik. Begitu juga menaikkan brand image
madrasah di benak masyarakat. 4) Pengawasan pendidikan karakter di MTsN 2
Tulungagung dilakukan atas berbasis monitoring dan evaluasi rutin, supervisi
kurikulum dan sistem pembiasaan, pengawasan guru melalui kedisiplinan siswa,
komite mengawasi secara eksternal. Adanya pengawasan karakter mampu
memastikan pembentukan akhlak siswa berjalan efektif. Begitu juga dapat
memperkuat brand image madrasah di benak masyarakat. Kemudian hasil
penelitian metode kuantitatif sudah menunjukkan bahwa: 1) Tingkat manajemen
pendidikan karakter di MTsN 2 Tulungagung sudah tergolong tinggi dengan
perolehan skor sebesar 29,3%. Begitu juga pembentukan akhlak peserta didik
berada di kondisi yang sedang dengan skor 38,0%. Kemudian brand image
madrasah sudah tergolong tinggi dengan memperoleh skor sebesar 35,9%. 2)
Manajemen pendidikan karakter di MTsN 2 Tulungagung terbukti berpengaruh
terhadap pembentukan akhlak peserta didik. Hal tersebut melihat dari koefisien
regresi X1 0,183 dan skor thitung sebesar 2,616. Adapun skor ttable dalam penelitian
ini 1,989 sehingga 2,616 (thitung) > 1,989 (ttable). 3) Pembentukan akhlak peserta
didik di MTsN 2 Tulungagung terbukti berpengaruh terhadap brand image
madrasah. Hal tersebut diamati dari koefisien regresi X2 0,411 dan skor thitung
sebesar 4,327. Adapun skor ttable pada penelitian ini 1,989 sehingga 4,327 (thitung) >
1,989 (ttable). 4) Manajemen pendidikan karakter dan pembentukan akhlak peserta
didik di MTsN 2 Tulungagung berpengaruh secara simultan terhadap brand image
madrasah. Hal tersebut terlihat pada Fhitung bernilai 18,670, sedangkan Ftable bernilai
3,09. Adapun nilai koefisien determinasi sebesar 0,296 atau 29,6%, lalu 70,4%
sisanya dipengaruhi oleh variabel lain