Institutional Repository of UIN SATU Tulungagung
Not a member yet
37599 research outputs found
Sort by
THE EFFECTIVENESS OF SELF-COLLECTION STRATEGY TOWARD STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY OF THE EIGHTH-GRADE STUDENTS AT MTS DARUSSALAM REJOTANGAN
The thesis entitled “The Effectiveness of Self-Collection Strategy Toward
Students’ Vocabulary Mastery of the Eighth-Grade Students at MTs Darussalam
Rejotangan” was written by Alvin Khoiru Rohmatin, NIM 126203211007,
English Education Study Program, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training,
supervised by Prof. Dr. Erna Iftanti, S.S., M.Pd.
Keywords: Vocabulary Self-collection Strategy (VSS), Vocabulary Mastery
Vocabulary is a means to convey ideas, and the more vocabulary a person
has, the more fluently those ideas can be expressed. However, many junior high
school students in Indonesia experience difficulties in vocabulary acquisition,
which hinders their ability to understand and use English, while conventional
teaching methods have not been able to address this problem effectively. To
answer this challenge, the researcher tried to apply a vocabulary self-collection
strategy as an alternative approach. The purpose of this study is to determine the
effectiveness of a vocabulary self-collection strategy on students' vocabulary
understanding. The researcher formulated the research question as follows: “Is
there any significant difference in vocabulary mastery of the students at MTs
Darussalam Rejotangan taught using the Vocabulary Self-Collection Strategy
(VSS), compared to those taught without VSS?”
In this study, researchers used a quantitative method with a quasi-
experimental design. The population of this study was all students at MTs
Darussalam Rejotangan. The research sample was selected using a purposive
sampling technique and consisted of two groups, namely the experimental group
(class VIII-C), who received learning with Vocabulary self-collection Strategy,
and the control group (class VIII-B) who were taught using traditional methods.
The instrument in this study was a vocabulary test consisting of 25 multiple-
choice questions. Data was collected through a post-test and analyzed using
SPSS 27 with an independent sample t-test to compare vocabulary mastery
scores between the two groups.
The results of the data analysis showed that the experimental group
experienced a significant increase, with an average score of 63.62. Of the
experimental group, which was 63.62 and increased to 88.57 in the post-test.
Meanwhile, the average score of the control group increased from 62.29 to only
70.67. The t-test results at the 0.05 significance level showed a p-value of 0.000,
which is smaller than 0.05 (0.000 < 0.05). This result shows that there is a
significant difference in vocabulary mastery between students who were taught
using the Vocabulary Self-collection Strategy and those who were taught using
the conventional method. Thus, VSS proved to be effective in teaching
vocabulary, especially at the junior high school level. It is recommended that
educators implement VSS to foster a more engaging and student-centered
learning environment. Future researchers can examine the long-term impact of
the VSS strategy on vocabulary mastery as well as its application in various
linguistic contexts
PENGARUH SUBJECTIVE WELL-BEING TERHADAP JOB PERFORMANCE PADA KARYAWAN PABRIK X DI TULUNGAGUNG
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Pengelolaan sumber daya manusia merupakan aspek fundamental dalam mencapai tujuan organisasi. Kinerja karyawan menjadi elemen penting yang menentukan produktivitas dan daya saing perusahaan, termasuk di lingkungan pabrik. Salah satu faktor psikologis yang diduga dapat memengaruhi kinerja adalah subjective well-being, yaitu persepsi individu terhadap kebahagiaan, kepuasan hidup, serta kesejahteraan emosional. Meskipun berbagai studi telah membahas hubungan antara subjective well-being dan kinerja kerja, masih terdapat kesenjangan penelitian pada konteks industri manufaktur, khususnya di Pabrik X Tulungagung.
Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat secara teoritis dan praktis. Secara teoritis, penelitian ini dapat menambah literatur ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang psikologi, terkait pengaruh subjective well-being terhadap kinerja karyawan. Secara praktis, dapat menjadi bahan rujukan untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan kesejahteraan atau kebahagiaan serta job performance.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan yang menjadi responden, kemudian dianalisis menggunakan uji regresi untuk menguji pengaruh antara subjective well-being dan job performance.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat subjective well-being berada pada kategori sedang hingga tinggi dengan rata-rata skor 71,18, sedangkan job performance berada pada kategori baik dengan rata-rata skor 344,38. Namun, hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa subjective well-being tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap job performance dengan sumbangan 0%. Nilai signifikansi sebesar 0,945 (> 0,05) menunjukkan bahwa hipotesis pertama ditolak. Selain itu, nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,000 mengindikasikan bahwa variasi dalam kinerja karyawan tidak dapat dijelaskan oleh tingkat kesejahteraan subjektif mereka. Dengan demikian, subjective well-being bukan merupakan faktor dominan yang memengaruhi job performance karyawan dalam konteks penelitian ini
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V DI MI PLUS AL ISTIGHOTSAH PANGGUNGREJO
Skripsi yang berjudul “Implementasi Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Di MI Plus Al Istighotsah Panggungrejo” ditulis oleh Nur Fauzi Rahmawati, NIM 126205212119, pembimbing Bagus Wahyu Setyawan, M.Pd.
Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS), Bahasa Indonesia, Perangkat Pembelajaran
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurikulum yang menekankan pada pentingnya pembelajaran aktif dan partisipatif yang berorientasi pada peserta didik sehingga memunginkan mereka untuk membangun pengetahuan melalui pengalaman yang nyata. Hal ini menunjukkan perlu adanya pendekatan baru dalam proses pembelajaran yaitu dengan metode pembelajaran inovatif untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS). Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan perencanan implementasi pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas V di MI Plus Al Istighotsah Panggungrejo, (2) mendeskripsikan pelaksanaan implementasi pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas V di MI Plus Al Istighotsah Panggungrejo, (3) mendeskripsikan evaluasi implemnetasi pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas V di MI Plus Al Istighotsah Panggungrejo.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data dalam penelitian ini berupa informasi mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dari implementasi pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS), proses pembelajaran, dokumentasi madrasah berupa visi, misi, kurikulum, modul ajar, program tahunan, program semester, jurnal mengajar, buku catatan, dan presensi peserta didik. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari kepala madrasah, pendidik, peserta didik, proses pembelajaran di dalam kelas, dan jurnal-jurnal penelitian sebelumnya yang berasal dari internet. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan degan triangulasi sumber dan triangulasi metode.
Hasil penelitian ini adalah (1) perencanaan pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas V yaitu menentukan materi yang cocok untuk diimplementasikan dengan model ini, kemudian pendidik menyiapkan modul ajar, media pembelajaran, dan sumber belajar. Tidak hanya pendidik, madrasah perlu menyiapkan sarana dan prasarana, SDM, manajerial dan monitoring yang dilakukan oleh kepala madrasah. (2) Pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas V diawali dengan pendidik memberikan penjelasan terkait dengan materi kepada apeserta didik, kemudian membagi peserta didik dalam bentuk kelompok, dan peserta didik mempresentasikan hasil diskusi bersama kelompoknya di depan kelas. (3) Evaluasi pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas V dilakukan pendidik meliputi proses penilaian terharap sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung, selain itu pendidik juga memberikan pertanyaan secara lisan kepada peserta didik di akhir pembelajaran
MANAJEMEN MUTU PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SAINS PADA PENDIDIKAN DASAR BERBASIS ISLAM (Studi Multikasus di SDI Al Badr Ploso Kediri dan MIN 2 Tulungagung)
ABSTRAK
Disertasi dengan judul “Manajemen Mutu Pembelajaran dalam Meningkatkan Penguasaan Konsep Sains Pada Pendidikan Dasar Berbasis Islam (Studi Multikasus di SDIT Al Badr Ploso Kediri dan MIN 2 Tulungagung)” ini ditulis oleh Ahmad Jihan Firdaus dengan Promotor Prof. Dr. H. Imam Fu’adi, M.Ag. dan Prof. Dr. H. Sokip, M.Pd.I.
Kata Kunci: Manajemen Pembelajaran Sains, Konsep Sains, Pendidikan Dasar Islam
Ketertinggalan peserta didik di Indonesia pada kemampuan sains menurut peringkat PISA maupun TIMSS menjadi persoalan serius yang sampai kini membutuhkan solusi berkelanjutan. Kondisi tersebut disebabkan kegiatan belajar sains dilakukan masih berkutat pada hafalan materi dan mengerjakan soal tes. Seharusnya dalam pembelajaran sains para peserta didik memiliki kemampuan keterampilan berpikir tingkat tinggi (high order thinking).
Penelitian berupaya menjawab (1) Bagaimana perencanaan manajemen mutu pembelajaran sains; (2) Bagaimana pelaksanaan manajemen mutu pembelajaran sains; (3) Bagaimana evaluasi manajemen mutu pembelajaran sains; (3) Bagaimana implikasi manajemen mutu pembelajaran sains dalam meningkatkan penguasaan konsep sains.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan multisitus yang memiliki kesamaan latar obyek studi. Peneliti menetapkan SDIT Al Badr Ploso Kediri dan MIN 2 Tulungagung yang dianggap memenuhi kualifikasi obyek penelitian yang dibutuhkan. Analisis data dilakukan dua tahap yaitu analisis kasus individu yang menggunakan teori dari Miles dan Huberman. Selanjutnya dilakukan analisis lintas situs menggunakan teori dari Yin.
Kesimpulan penelitian (1) perencanan manajemen mutu pembelajaran sains dimulai dengan penyusunan rencana pembelajaran, penyiapan perangkat pembelajaran dengan memastikan adanya inovasi dan praktek materi sains. Sekolah melalui kebijakan kepala sekolah memberikan dukungan penuh pada penyusunan rencana pembelajaran; (2) pelaksanaan manajemen mutu pembelajaran sains dilaksanakan melalui dukungan kepala sekolah terhadap kelancaran pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui kebijakan yang jelas serta dukungan pendanaan yang pasti. Pada pelaksanaan pembelajaran sains guru harus seringkali melaksanakan praktek pada meteri sains yang relevan. Selain itu hal yang penting adalah memastikan pelaksanaan pembelajaran berjalan sesuai dengan jadwal serta tidak sering terjadi jam kosong atau peserta didik yang dipulangkan lebih awal karena ada kegiatan guru. (3) evaluasi manajemen mutu pembelajaran sains dilakukan melalui beberapa tahapan seperti evaluasi pada waktu tertentu dengan mengunjungi kelas secara langsung saat pelajaran berlangsung untuk melihat aktivitas kegiatan pembelajaran, evaluasi mingguan, evaluasi bulanan serta akhir semester. (4) Implikasi manajemen mutu pembelajaran sains diantaranya peningkatan pemahaman pembelajaran materi sains peserta didik, peningkatan prestasi sekolah pada bidang sains, meningkatkan reputasi sekolah, pemahaman guru kelas dalam menjaga mutu pembelajaran sains
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN WORD SQUARE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI PERUBAHAN BENTUK ENERGI DI KELAS IV SDI BAYANUL AZHAR
Skripsi dengan judul “Pengembangan Media Pembelajaran Word Square untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Perubahan Bentuk Energi di Kelas IV SDI Bayanul Azhar” ini ditulis oleh Riska Dwi Anggraini, NIM. 126205212179, dengan pembimbing Dr. Moh Arif, M.Pd.
Kata Kunci: Word Square, Berpikir Kritis, Perubahan Bentuk Energi.
Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan sesuai tahap perkembangan mereka, namun pembelajaran yang masih berpusat pada guru menghambat kemampuan berpikir kritis siswa. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran interaktif seperti word square, yang tidak hanya menarik tetapi juga melatih ketelitian dan berpikir kritis siswa. Dalam pembelajaran IPAS, khususnya materi perubahan bentuk energi, metode ceramah yang dominan menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa.
Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui desain pengembangan media pembelajaran word square untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada meteri perubahan bentuk energi di kelas IV SDI Bayanul Azhar (2) mengetahui kelayakan media pembelajaran word square untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada meteri perubahan bentuk energi di kelas IV SDI Bayanul Azhar, (3) Untuk mengetahui respon siswa terhadap pengembangan media pembelajaran word square pada materi perubahan bentuk energi di kelas IV SDI Bayanul Azhar.
Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan dengan menggunakan Metode ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Teknik analisis dari penelitian ini menggunakan data kuanitatif yang berupa skor nilai dari validator, nilai respon guru, nilai respon siswa terhadap media pembelajaran word square yang berupa nilai angket. Data kualitatif berupa dokumentasi dan aspek penilaian angket ahli materi, ahli media, respon guru, dan respon siswa. Sedangkan data kemampuan berpikir kritis siswa diperoleh dari hasil tes yang dikerjakan oleh siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Penelitian ini mengembangkan media pembelajaran word square untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa materi perubahan bentuk energi. Pengembangan ini menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap: analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap analisis, dilakukan analisis kurikulum, media, materi, serta kebutuhan siswa. Tahap perancangan melibatkan pembuatan desain Storyboard media word square. Tahap pengembangan menghasilkan produk jadi yang divalidasi oleh ahli. Tahap implementasi dilakukan melalui uji coba pretest dan posttest untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa dan mengetahui respon siswa terhadap media pembelajaran engan memberikan angket. Tahap Evaluasi akan diketahui kelemahan dan kelebihan media yang dikembangkan. (2) Kelayakan media pembelajaran word square dapat dilihat dari 3 aspek yaitu dari ahli media, ahli materi, respon guru dan implementasi produk. Hasil data validasi ahli media diperoleh hasil skor sebesar 3,91 dengan tingkat kelayakan yang “Layak”. Hasil data validasi ahli materi diperoleh hasil skor sebesar 3,86 dengan tingkat kelayakan yang “Layak”. Hasil respon guru kelas IV mendapatkan skor sebesar 3,6 dengan tingkat kelayakan “Layak”. Dan hasil implementasi produk di ukur dari hasil pretest dan posttest pada 24 siswa mendapatkan hasil rata-rata 50,6 dan 91,6. dapat diketahui bahwa nilai posttes lebih tinggi dari pada pretest jadi dinilai “Layak” dengan tingkat kelayakan “Sangat Tinggi”. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran word square layak digunakan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi perubahan bentuk energi. (3) Respon siswa terhadap produk yang dikembangkan dapat diketahui melalui hasil angket respon siswa dengan jumlah 24 siswa. Hasil respon siswa dapat diketahui nilai rata-rata keseluruhan dari siswa adalah 3,89 dengan tingkat kelayakan “Layak”.
Media word square terbukti dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPAS. Guru dapat memanfaatkan media ini sebagai alternatif yang lebih interaktif agar siswa lebih aktif dan memahami materi dengan lebih baik. Penelitian selanjutnya bisa mengembangkan word square dengan variasi yang lebih inovatif, seperti berbasis digital, agar semakin menarik dan efektif dalam pembelajaran
IMPLEMENTASI IRAMA AL-QUR’AN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS TILAWAH AL-QUR’AN DI RUMAH TILAWAH AL-QUR’AN (RTQ) AR-ROYYAAN SUMBERGEMPOL TULUNGAGUNG
Penelitian ini didasarkan pada konteks penelitian di lapangan. Saat ini banyak generasi milenial yang kurang berminat dalam belajar membaca alqur’an khususnya belajar tilawah al-qur’an karena belajar tilawah al-qur’an terlihat sulit dan membosankan dan juga dikarenakan banyaknya tempat pembinanaan Tilawah al-Qur’an khsususnya di Kecamatan Sumbergempol yang kurang dalam mencetak generasi Qori’ Qori’ah yang berkualitas. Oleh karena itu, perlu adanya strategi terlebih dahulu ketika menerapkan irama al-qur’an dalam belajar tilawah al-qur’an, sehingga dapat mencetak generasi milenial untuk menjadi qori’ qori’ah yang berkualitas dan tidak membosankan. Dengan demikian, belajar tilawah al-quran juga dapat memperbaiki cara baca al-qur’an, sehingga bacaan tajwid tetap terjaga ketika membaca al-qur’an dengan bantuan irama al-qur’an yang dilantunkan.
Fokus penelitian ini adalah (1) Bagaimana Perencanaan Irama Al- Qur’an Dalam Meningkatkan Kualitas Tilawah Al-Qur’an di RTQ Ar- Royyaan Sumbergempol Tulungagung. (2) Bagaimana Penerapan Irama Al-Qur’an Dalam Meningkatkan Kualitas Tilawah Al-Qur’an di RTQ Ar- Royyaan Sumbergempol Tulungagung. (3) Bagaimana evaluasi Irama Al- Qur’an Dalam Meningkatkan Kualitas Tilawah Al-Qur’an di RTQ Ar- Royyaan Sumbergempol Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Lokasi penelitian berada di RTQ Ar- Royyaan Sumbergempol Tulungagung. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan sumber data primer (kepala RTQ sekaligus pengampu tilawah),. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analsis data menggunakan reduksi data, penyajian data, vertifikasi data. Sedangkan pengecekan keabsahan data menggunakan uji kreadibilitas, pengujian transferability, pengujian dependability, dan pengujian confirmability.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Perencanaan Irama Al- Qur’an Dalam Meningkatkan Kualitas Tilawah Al-Qur’an di RTQ ArRoyyaan Sumbergempol Tulungagung terdiri dari beberapa tahap yakni meliputi merumuskan dan membuat capaian yang harus dikuasai, menyiapkan materi irama dalam bentuk maqro’ yang akan diajarkan kepada santri, menyiapkan guru cadangan sehingga pembelajaran akan terus berjalan dan tidak kosong (libur), menyiapkan media pendukung pembelajaran, dan menyediakan seragam gratis dan pembelajaran tidak dipungut biaya. (2) Penerapan Maqam Irama Al-Qur’an Dalam Meningkatkan Kualitas Tilawah Al-Qur’an di RTQ Ar-Royyaan Sumbergempol Tulungagung terdiri dari beberapa tahap yakni membuka pembelajaran dengan tawasul dan doa, melaksanakan pemanasan suara sebelum pembelajaran dengan melantunkan sholawat nabi, dalam menerapkan metode yang telah direncanakan oleh ustadz dengan mencontohkan irama kepada santri dengan cara berulang-ulang dan menyisipkan ilmu-ilmu tajwid, santri diberikan kesempatan membaca maqro’ dengan bersama-sama maupun perorangan, penilaian kemampuan yaitu santri memiliki kemampuan lebih akan dibina lebih lanjut, variasi irama yang diajarkan selalu update yang diperoleh dari pembinaanpembinaan yang didapat ustadz, sebelum pembelajaran diakhiri santri diminta membawakan bersama-sama materi yang telah diajarkan, pembelajaran diakhiri dengan menyanyikan mars (MTQ, JQH, dan doa khitmil qur’an), dan pembiasaan bersalaman santri dengan para ustadz sebelum santri meninggalkan tempat. (3) Evaluasi Irama Al-Qur’an Dalam Meningkatkan Kualitas Tilawah Al-Qur’an di RTQ Ar-Royyaan Sumbergempol Tulungagung dilakukan dengan beberapa tahap yakni meliputi evaluasi pada setiap pembelajaran tilawah yakni dengan mengukur seberapa jauh penguasaan materi tilawah rata-rata santri, dan juga dengan MTQ baik di RTQ Ar-Royyan setiap satu tahun sekali maupun MTQ daerah setiap dua tahun sekali. Evaluasi selanjutnya yaitu evaluasi sistem pembelajaran setiap 6 bulan sekali dan yang terakhir adalah tindak lanjut dari hasil evaluasi guna memperbaiki kualitas tilawah santri-santri di RTQ Ar-Royyan Sumbergempol Tulungagung
IMPLEMENTASI MODEL COOPERATIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR'AN HADITS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 2 TULUNGAGUNG TAHUN PELAJARAN 2024/2025
Skripsi dengan judul “Implementasi Model Cooperative Learning dalam
Pembelajaran Al-Qur’an Hadist di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2
Tulungagung Tahun Pelajaran 2024/2025” ini ditulis oleh Aulia Farkhatul
Maulida, NIM 126201213236. Program Studi Pendidikan Agma Islam, Fakultas
Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah,
Pembimbing Prof. Dr. H. Akhyak, M.Pd.I. NIP. 196710291994031004.
Kata kunci: Implementasi, Model Cooperative Learning, Pembelajaran Al
Qur’an Hadits
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya pemahaman mengenai Al
Qur’an dan Al-Hadits di jenjang sekolah menegah karena model pembelajaran yang
kurang bervariasi. Maka madrasah harus mengembangkan inovasi dan kreativitas
model pembelajaran terutama dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadits. Sehingga
hal ini ditindak lanjuti oleh Madrasah Tsaanwiyah Negeri 2 Tulungagung dalam
peningkatan standart mutu pendidikan guna memudahkan pendidik dan peserta
didik selama proses pembelajaran berlangsung dan diharapkan dapat menciptakan
generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga dapat menanamkan
nilai nilai karakter dikehidupan sehari hari.
Fokus penelitian skripsi ini adalah implementai model cooperative learning
dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits di Masrasah Tsanawiyah Negeri 2
Tulungagung, yang tertuang dalam pertanyaan penelitian sebagai berikut (1)
Bagaimana konsep implementasi model cooperative learning dalam pembelajaran
Al-Qur’an Hadist di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Tulungagung? (2) Bagaimana
penerapan model cooperative learning dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadist di
Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Tulungagung? (3) Bagaimana evaluasi
implementasi model cooperative learning dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadist di
Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Tulungagung?
Tujuan penelitian ini dirancang untuk: (1) Mendeskripsikan konsep
implementasi model cooperative learning dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadist di
Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Tulungagung. (2) Menganalisis pelaksanaan
implementasi model cooperative learning dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadist di
Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Tulungagung. (3) Mengevaluasi implementasi
model cooperative learning dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadist di Madrasah
Tsanawiyah Negeri 2 Tulungagung.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kualitatif dengan
memberikan laporan analisa data secara deskripif dan menggunakan pendekatan
studi kasus. Lokasi penelitian di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Tulungagung.
Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan
dokumentasi. Teknik analisis data terdiri atas pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan uji keabsahan datanya
menggunakan teknik triangulasi.
Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa: (1) konsep atau perencanaan
implementasi model cooperative learning dilakukan dengan beberapa persiapan
antara lain menentukan tujuan pembelajaran sesuai dengan visi, misi, dan tujuan
xvii
madrasah, persiapan rancangan atau modul pembelajaran, serta persiapan sarana
dan prasarana pembelajaran. (2) penerapan model cooperative learning dalam
pembelajaran Al-Qur’an Hadist dilakukan melalui beberapa tahapan utama, yaitu
pembagian kelompok, kerja sama dalam penyelesaian tugas, dan pelaksanaan
presentasi hasil diskusi dan pendidik berperan penting selama proses pembelajaran
sebagai fasilitator, mentor, dan motivator. (3) evaluasi implementasi model
cooperative learning dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadist menggunakan
instrument penilaian yang meliputi lembar kerja siswa, kuis, soal soal ujian tertulis,
lembar observasi untuk sikap dan rubrik penilaian presentasi. Dan hasil ini
menyatakan bahwa model cooperative learning dapat meningkatkan motivasi,
sosial, dan peningkatan pengetahuan kognitif pada peserta didik
IMPLEMENTASI PASAL 39 PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN KETERTIBAN UMUM DALAM PERSPEKTIF FIQH SIYASAH (Studi Kasus di Kabupaten Tulungagung)
Lilis Rachmawati, Nim 126103212187, Impementasi Pasal 39 Peraturan Daerah Kabupaten Tulungagung Nomor 7 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum Dalam Perspektif Fiqih Siyasah (Studi Kasus Di Kabupaten Tulungagung), Program Studi Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2025, Pembimbing: Muhammad Amiril A’la. M. H.
Kata Kunci : Implementasi, Kewajiban Pemasangan Bendera, Partisipasi Masyarakat.
Penelitian ini dilatar belakangi adanya Peraturan Daerah Kabupaten Tulungagung No. 7 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum terkait dengan kewajiban pemasangan bendera merah putih pada peringatan hari besar nasional dan daerah di Kabupaten Tulungagung. Namun, pada kenyataannya Peraturan Daerah Kabupaten Tulungagung tersebut masih belum berjalan maksimal dalam pelaksanaanya di masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya masyarakat yang belum memasang bendera pada hari tertentu sesuai yang tertuang dalam Perda. Adapun masyarakat yang memasang hanya saat peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana implementasi Pasal 39 Peraturan Daerah Kabupaten Tulungagung Nomor 7 Tahun 2012 tentang penyelenggaran ketertiban umum terhadap kewajiban pemasangan bendera merah putih pada hari besar nasional dan daerah di Kabupaten Tulungagung, 2) Bagaimana perspektif fiqih siyasah terhadap implementasi Pasal 39 Peraturan Daerah Kabupaten Tulungagung Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, 3)Bagaimana peran pemerintah daerah Kabupaten Tulungagung dalam mengawasi dan menegakkan peraturan tentang pemasangan bendera merah putih. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan dan menganalisis implementasi Pasal 39 Peraturan Daerah Kabupaten Tulungagung Nomor 7 Tahun 2012 tentang penyelenggaran ketertiban umum terhadap kewajiban pemasangan bendera merah putih pada hari besar nasional dan daerah di Kabupaten Tulungagung, 2) Mendeskripsikan dan menganalisis perspektif fiqih siyasah terhadap implementasi Pasal 39 Peraturan Daerah Kabupaten Tulungagung Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, 3) Mendeskripsikan dan menganalisis peran pemerintah daerah Kabupaten Tulungagung dalam mengawasi dan menegakkan peraturan tentang pemasangan bendera merah putih.
Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kualitatif dan menggunakan metode yuridis empiris. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, tahap penyajian data dan penarikan kesimpulan. Trianggulasi digunakan untuk pengecekkan keabsahan data.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Implementasi Pasal 39 Perda kab. Tulungagung No. 7 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum terhadap kewajiban pemasangan bendera merah putih pada hari besar nasional dan daerah belum berjalan maksimal sesuai peraturan yang ada. Hal ini dikarenakan kurangnya sosialisasi yang diberikan kepada masyarakt. 2) Fiqh siyasah terhadap implementasi pasal 39 Peraturan Daerah Kab. Tulungagung Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum telah membuktikan bahwa pemerintah telah menerapkan konsep fiqh siyasah dalam pembuatan produk hukum berlandaskan syariat islam dengan tujuan memberi kemaslahatan bagi rakyatnya. Namun, belum sejalan dengan prinsip menegakkan dan keadilan dalam pengimplementasiannya. 3) Peran pemerintah daerah Kab. Tulungagung dalam mengawasi dan menegakan peraturan dengan menugaskan kepada Satpol PP kab. Tulungagung. Satpol PP Kab. Tulungagung dengan meminta laporan disetiap desa yang berada di wilayah Kab. Tulungagung. Pada wilayah kota Satpol PP terjun langsung ke lapangan, karena keterbatasan sarana dan prasarana menjadikan pengawasan kurang maksimal
PRAKTIK DRY CLEANING DITINJAU DARI PENDAPAT IMAM SYAFI’I DAN FATWA MUI NOMOR 46 TAHUN 2020 TENTANG PENYUCIAN (ṬAṬHHĪR) MENGGUNAKAN CARA DRY CLEANING (Studi Kasus di Mr. Clean Laundry Desa Tanjungsari Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung)
Khoirotun Nisa’, NIM 126101212122, Praktik Dry Cleaning Ditinjau Dari Pendapat Imam Syafi’i Dan Fatwa MUI Nomor 46 Tahun 2020 Tentang Penyucian (Ṭaṭhhīr) Menggunakan Cara Dry Cleaning (Studi Kasus Di Mr. Clean Laundry Desa Tanjungsari Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung), Progam Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2025, pembimbing: Agnes Lutfiana Ni’mah, M.H.
Kata Kunci: Kesucian pakaian, dry cleaning, menurut Imam Syafi’i, dan Fatwa.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan zaman dan pengaruh teknologi terhadap masyarakat. Dimana banyak orang tidak memiliki waktu untuk melakukan pekerjaan rumah seperti mencuci pakaian, sehingga layanan laundry menjadi solusinya. Salah satu layanan yang tersedia adalah dry cleaning, yaitu proses membersihkan pakaian berbahan khusus tanpa menggunakan air melainkan menggunakan bahan kimia. Namun metode ini menjadi perdebatan diantara para ulama terkait penggunaannya dalam membersihkan kotoran dan najis.
Fokus masalah pada peneliatian ini adalah: 1) Bagaimana praktik jasa laundry dengan menggunakan metode dry cleaning di Desa Tanjungsari Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. 2) Bagaimana praktik dry cleaning ditinjau dari pendapat Imam Syafi’i di Mr. Clean Laundry Desa Tanjungsari Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. 3) Bagaimana praktik dry cleaning ditinjau dari Fatwa MUI nomor 46 Tahun 2020 tentang penyucian (ṭaṭhhīr) menggunakan cara dry cleaning di Mr. Clean Laundry Desa Tanjungsari Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, data yang dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang sudah terkumpul selanjutnya akan dianalisis menggunakan metode deskriptif analisis, dimana data lapangan akan dideskripsikan secara detail dan sistematis untuk dianalisis menggunakan pandangan Imam Syafi’i dan Fatwa MUI Nomor 46 Tahun 2020 terhadap praktik dry cleaning saat ini.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Praktik penyucian menggunakan cara dry cleaning di Mr. Clean Laundry memerlukan beberapa langkah diantaranya: mengidentifikasi pakaian, spotting, spraying, mesin dry cleaning, steaming dan packing. 2) Praktik dry cleaning di Mr. Clean Laundry dalam hal kebersihannya telah sesuai dengan pendapat Imam Syafi’i. Namun jika dilihat dari aspek kesuciannya belum sesuai, karena tidak memenuhi syarat sah suci, belum dianggap suci apabila dalam praktiknya tidak menggunakan air. 3) Ditinjau dengan menggunakan Fatwa MUI nomor 46 tahun 2020 tentang penyucian (ṭaṭhhīr) menggunakan cara dry cleaning, secara matematis senilai 100% ketentuannya sudah diimplementasikan dan telah memenuhi syarat sah suci dengan hilangnya 3 zat seperti bau, warna, dan rasa najis yang benar-benar hilang dari pakaian
STRATEGI PENGEMBANGAN SISTEM LAYANAN HAJI UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN JEMAAH (Studi pada Pelayanan Haji di Kementerian Agama Kabupaten Blitar)
Skripsi dengan judul "Strategi Pengembangan Sistem Pelayanan Haji untuk Meningkatkan Kepuasan Jemaah (Studi pada Pelayanan Haji di Kementerian Agama Kabupaten Blitar)" ini ditulis oleh Rudiana Rizki Al Barokah, NIM 126407212050, dengan dibimbing oleh Dr. H. Mashudi, M.Pd.I.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya jumlah calon jemaah haji dan kebutuhan yang semakin meningkat, sehingga memunculkan pesaing-pesaing biro perjalanan haji swasta yang menawarkan berbagai layanan haji. Dalam hal ini, Kementerian Agama Kabupaten Blitar sebagai penyelenggara layanan haji dituntut untuk dapat meningkatkan dan menjaga kualitas layanan agar memenuhi harapan dan meningkatkan kepuasan jemaah.
Terdapat tiga fokus penelitian, yaitu 1) Bagaimana pelayanan haji di Kementerian Agama Kabupaten Blitar? 2) Bagaimana strategi pengembangan sistem layanan haji dalam meningkatkan kepuasan jemaah di Kementerian Agama Kabupaten Blitar? 3) Apa saja faktor pendukung dan penghambat pengembangan sistem layanan haji dalam meningkatkan kepuasan jemaah di Kementerian Agama Kabupaten Blitar?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus untuk menggambarkan kondisi sebenarnya yang terjadi di lapangan, pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Sumber data yang diperoleh adalah data primer yang diperoleh dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi di lapangan, serta data sekunder yang diperoleh dari buku-buku, jurnal, dan karya ilmiah lainnya. Subjek penelitian adalah Petugas PHU dan jemaah haji.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pelayanan di Kementerian Agama Kabupaten Blitar berjalan lancar banyak perkembangan, dengan memberikan layanan terpadu melalui PTSP dan layanan berbasis IT melalui Siskohat. Adapun layanan haji yang disediakan yaitu konsultasi haji, pendaftaran setoran awal, pembatalan setoran awal, pelimpahan nomor porsi, pemberangkatan haji, pelatihan manasik, dan rekomendasi pembuatan paspor. 2) Strategi dalam pengembangan sistem pelayanan haji untuk meningkatkan kepuasan jemaah haji antara lain strategi diferensiasi untuk menciptakan kenyamanan dan keunikan melalui peningkatan teknologi layanan dan peningkatan fasilitas, juga menggunakan strategi fokus, yang berfokus untuk melayani jemaah melalui penguatan sumber daya manusia. 3) Faktor pendukung pengembangan sistem yaitu kelengkapan sarana prasarana, sumber daya manusia yang memadai, dan regulasi. Sedangkan faktor penghambat yaitu kurangnya sumber daya manusia.
Kata Kunci: Strategi, Pengembangan, Pelayanan, Kepuasa