Institutional Repository of UIN SATU Tulungagung
Not a member yet
37599 research outputs found
Sort by
FENOMENA INTERAKSI SANTRI DAN KYAI DALAM PESANTREN (Studi Fenomenologi di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Lubabul Fattah Tulungagung)
Latar belakang penelitian ini bertujuan mengkaji makna interaksi antara kyai dan santri di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Lubabul Fattah Tulungagung, khususnya dalam perkembangan keagamaan dan sosial serta fonomena sosial dan budaya yang khas di Pesantren dengan berbagai latar belakang santri yang berbeda. Fokus utama penelitian adalah memahami
bagaimana bentuk dan pola interaksi antara santri dan kyai dihayati dalam kehidupan sehari-hari santri melalui beberapa kegiatan, serta bagaimana interaksi santri dan kyai berperan dalam pembentukan nilai dan identitas religius santri melalui interaksi asosiatif, disosiatif, dan simbolik.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang berfokus pada pengalaman subjektif individu. Pendekatan ini merujuk pada pemikiran Clark Moustakas, yang menekankan pemahaman makna pengalaman subjektif antara santri dan kyai berdasarkan dalam menjalani
interaksi serta menginterprestasikan makna yang terkandung dalam interaksi tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dengan kyai, santri, dan masyarakat.
Penelitian ini menemukan bahwa interaksi antara santri dan kyai di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Lubabul Fattah Tulungagung berlangsung secara harmonis, mencerminkan pola dan bentuk serta pembentukan nilai dan identitas religius santri. Interaksi ini mencerminkan interaksi asosiatif, dan
disosiatif menurut teori Soerjano Soekanto melalui kerjasama dalam kegiatan non-formal seperti PHBI, akomodasi terhadap latar belakang budaya santri yang beragam, serta proses asimilasi dan akulturasi dalam kehidupan pesantren. Sedangkan pola disosiatif melalui terjadinya kesalahan seorang santri sampai berulang kali dan mendapatkan hukuman atau teguran dari kyai. Adapun interaksi santri dan kyai dari bentuk dan pola serta pembentukan santri ini juga
mencerminkan interaksi simbolik menurut teori George Herbert Mead yaitu perilaku santri terhadap kyai seperti duduk sopan di hadapan Kyai dan memberi salam serta tutur lisan, tindakan, gestur, dan keteladanan Kyai dalam keseharian
TRADISI LARANGAN MLUMAH MUREP DALAM PERKAWINAN ADAT JAWA PERSEPSI BUDAYAWAN DAN ULAMA’ LDII KABUPATEN TULUNGAGUNG
Mohammad Rofii’un Ni’am, 126102211062. Tradisi Larangan Mlumah Murep dalam Perkawinan Adat Jawa Persepsi Budayawan dan Ulama’ LDII Kabupaten Tulungagung, Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2025, Pembimbing: Dr. Fathul Ihsani, S.Sy., M.H.
Kata Kunci: Perkawinan mlumah murep, adat Jawa, budayawan, Ulama, LDII
Perkawinan dalam masyarakat Jawa bukan hanya ikatan lahir dan batin antara dua individu, melainkan juga merupakan bagian dari sistem sosial dan budaya yang sarat dengan nilai-nilai tradisional. Salah satu tradisi yang masih kuat dianut adalah larangan perkawinan mlumah murep, yaitu larangan menikahi seseorang dari desa yang sama dengan pasangan saudara kandung yang sudah terlebih dahulu menikah. Tradisi ini diyakini dapat mendatangkan kesialan atau musibah bagi pasangan yang melanggarnya, seperti perceraian, sakit, atau bahkan kematian. Keyakinan ini telah diwariskan secara turun-temurun tanpa landasan historis yang pasti, tetapi terus dilestarikan oleh masyarakat, termasuk oleh sebagian komunitas keagamaan seperti Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Tradisi ini mencerminkan bentuk akulturasi antara kepercayaan lokal dan ajaran agama, yang menarik untuk dikaji lebih lanjut dalam konteks hukum keluarga Islam.
Penelitian ini merupakan studi lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan ulama LDII, budayawan, serta tokoh masyarakat di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Selain itu, digunakan pula teknik observasi dan dokumentasi untuk memperoleh data yang mendalam dan komprehensif. Penelitian ini juga menggunakan teori ‘urf (adat dalam Islam) dan teori sinkretisme budaya untuk menganalisis integrasi antara tradisi lokal dan ajaran Islam dalam praktik perkawinan.
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana praktik tradisi larangan perkawinan mlumah murep di Kabupaten Tulungagung? dan (2) bagaimana persepsi budayawan dan ulama LDII terhadap tradisi tersebut? Kedua pertanyaan ini menjadi pijakan utama dalam menelusuri keberlanjutan, alasan, serta dasar normatif dan religius dari pelaksanaan tradisi tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi mlumah murep masih dipegang teguh oleh sebagian masyarakat karena dianggap mampu menjaga harmoni dan menghindarkan keluarga dari berbagai bentuk musibah. Budayawan memandang tradisi ini sebagai warisan budaya yang sarat nilai filosofis dan simbolik yang harus dijaga sebagai identitas kultural masyarakat Jawa. Sementara itu, persepsi ulama LDII bersifat beragam. Sebagian menolak dengan tegas karena tidak memiliki dasar syariat yang kuat dan dikategorikan sebagai ‘urf fasid (adat yang rusak), sedangkan sebagian lainnya melihatnya sebagai bagian dari kearifan lokal yang dapat diterima selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip pokok dalam Islam. Penelitian ini menunjukkan adanya dialektika antara tradisi lokal dan norma agama yang terus berlangsung dalam kehidupan masyarakat, serta perlunya pemahaman kontekstual agar hukum Islam dapat berdialog secara dinamis dengan budaya lokal
PRAKTIK JUAL BELI KOTORAN HEWAN PETERNAKAN KAMBING DI DESA SELOKAJANG KECAMATAN SRENGAT KABUPATEN BLITAR DITINJAU DARI HUKUM ISLAM
Putri, Adila Yurinda NIM 126101212211, Praktik Jual Beli Kotoran Hewan
Peternakan Kambing Ditinjau Dari Hukum Islam (Studi Kasus Di Desa
Selokajang Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar), Jurusan Hukum
Ekonomi Syariah, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2025,
Pembimbing : Dr. Abd. Khair Wattimena, M.H
Kata Kunci: Jual Beli, Prinsip Syariah, Kotoran Hewan
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya praktik jual beli kotoran hewan
peternakan kambing yang sangat umum terjadi di Desa Selokajang Kecamatan
Srengat Kabupaten Blitar. Kotoran kambing dijual dalam keadaan mentah dan ada
yang sudah diolah menjadi pupuk granule yang dimanfaatkan dalam bidang
pertanian dan sekaligus menjadi sarana pemberdayaan Usaha mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM). Tingginya permintaan dari petani dan pengusaha pupuk
organik menjadikan kotoran kambing sebagai komoditas bernilai ekonomi. Namun,
praktik ini menimbulkan persoalan dalam perspektif Hukum Islam karena kotoran
hewan tergolong najis, sehingga menimbulkan keraguan terhadap keabsahan
transaksinya.
Berdasarkan konteks penelitian maka fokus dari penelitian ini sebagai
berikut : 1) Bagaimana praktik jual beli kotoran hewan peternakan kambing di Desa
Selokajang Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar 2) Bagaimana praktik jual beli
kotoran hewan peternakan kambing di Desa Selokajang Kecamatan Srengat
Kabupaten Blitar ditinjau dari Hukum Islam. Tujuan Penelitian skripsi ini, sebagai
berikut : 1) Untuk mengetahui praktik jual beli kotoran hewan peternakan kambing
di Desa Selokajang Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. 2) Untuk mengetahui
praktik jual beli kotoran hewan peternakan kambing di Desa Selokajang Kecamatan
Srengat Kabupaten Blitar ditinjau dari Hukum Islam.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu empiris. Metode
pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara mendalam, dan
dokumentasi. Dengan teknik analisis data yaitu menggunakan reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Praktik jual beli kotoran hewan
peternakan kambing di Desa Selokajang Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar telah
memenuhi prinsip-prinsip syariah dari segi shigat (perjanjian akad), ‘aqid (pelaku
akad), dan ma’qud ‘alaih (objek akad). Peternak kambing menjual kotoran hewan
karena dianggap bermanfaat untuk dijadikan pupuk granule. Dalam hal ini, jual beli
kotoran hewan tersebut diperbolehkan karena yang diperjualbelikan adalah
manfaatnya, bukan barangnya. Dengan demikian, objek jual beli dalam transaksi
tersebut dapat dinilai sah. 2) Menurut Mazhab Hanafi kotoran dikategorikan
sebagai najis tetapi diperbolehkan pemanfaatannya untuk pupuk granule. Menurut
Mazhab Syafi’i kotoran hewan dikategorikan najis yang bila dijadikan pupuk
granule kemudian diperjualbelikan hukum jual beli tersebut adalah makruh.
Menurut Mazhab Maliki dan Hambali kebolehannya dikategorikan sesuai kehalalan hewan tersebut untuk dikonsumsi, kambing termasuk dalam hewan yang halal jadi
jual beli dalam penelitian ini dianggap sah dan diperbolehkan
PENYEDIAAN LAYANAN WIFI DI KEPULAUAN NUSA PENIDA BALI OLEH PERUSAHAAN STARLINK PERSPEKTIF PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA NOMOR 13 TAHUN 2019 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA TELEKOMUNIKASI DAN FIKIH SIYASAH
Rio Adi Saputra , 126103212241, Penyediaan Layanan Wifi Di Kepulauan Nusa Penida
Bali Oleh Perusahaan Starlink Perspektif Peraturan Menteri Komunikasi Dan Informatika
Nomor 13 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi Dan Fikih Siyasah,
Skripsi, Program Studi Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, UIN
Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2025, Pembimbing: Dr. Zulfatun Ni‘mah, M.Hum.
KATA KUNCI: Layanan, Wifi, perusahaan, Peraturan, Fikih Siyasah
Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, penyediaan layanan jasa
untuk masyarakat seharusnya dilakukan dengan mematuhi seluruh ketentuan administratif
dan teknis yang ditetapkan oleh pemerintah, termasuk memperoleh izin resmi serta
menjamin kualitas dan keamanan layanan. Namun, layanan WiFi di daerah kepulauan nusa
penida oleh perusahaan Starlink dapat menimbulkan penyimpangan, seperti adanya
distribusi perangkat dan layanan kembali oleh oknum reseller ( penyedia layanan ) tanpa
sepengetahuan starlink yang merupakan tindakan illegal dalam peraturan , sehingga dapat
menyebabkan pelanggaran regulasi, menurunnya kualitas layanan, dan risiko keamanan
data bagi konsumen.
Pertanyaan penelitian dalam skripsi ini adalah : (1) Bagaimana penyediaan layanan
wifi di Kepulauan Nusa Penida Bali oleh provider Starlink? (2) Apakah penyediaan
layanan wifi di Kepulauan Nusa Penida Bali oleh provider wifi Starlink sudah sesuai
ditinjau dari Peraturan Menteri Komunikasi Dan Informatika Republik Indonesia Nomor 13
Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi? (3) Bagaimana penyediaan
layanan wifi di Kepulauan Nusa Penida Bali oleh provider Starlink ditinjau dari fikih
siyasah ?
Penelitian ini menerapkan metode studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai
sumber hukum primer dan sekunder, termasuk Peraturan Menteri Komunikasi dan
Informatika Nomor 13 Tahun 2019 serta prinsip fikih siyasah. Pengumpulan data dilakukan
melalui kajian literatur dari dokumen hukum, buku, jurnal dan artikel ilmiah, yang
kemudian dianalisis secara sistematis menggunakan teknik triangulasi untuk menjamin
keabsahan dan konsistensi data. Proses penelitian mencakup tahap awal pendahuluan,
identifikasi masalah dan tujuan, pengumpulan data, analisis dan pembahasan, serta
penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Penyediaan akses WiFi oleh Starlink
di Kepulauan Nusa Penida Bali dilaksanakan berdasarkan izin dari Kementrian Komunikasi
Dan Informatika Republik Indonesia serta melalui kerjasama dengan mitra lokal berizin. (2)
Ditinjau dari Permenkominfo No. 13 Tahun 2019, penyediaan layanan Wifi oleh Starlink
di Kepulauan Nusa Penida Bali telah sesuai dengan kewajiban baik dari segi penyediaan
maupun pengoperasiannya karena telah memiliki izin seperti yang tercantum dalam
bebeapa pasal dalam penelitian secara resmi serta memenuhi persyaratan teknis dan
perusahaan starlink sudah melakukan koreksi dengan melakukan pengawasan dengan
maksimal agar tidak terjadi pelanggaran oleh reseller illegal dalam wilayah administratif
pengoperasiannya. (3) Ditinjau dari perspektif fikih siyasah, penyediaan layanan wifi oleh
Starlink di Kepulauan Nusa Penida Bali telah sesuai dengan kewajiban mematuhi ulil amri
dengan memenuhi seluruh perizinan dan regulasi di Indonesia. Kerena menunjukkan
bentuk ketaatan kepada pemerintah demi menjaga kemaslahatan dan ketertiban masyarakat
PENERAPAN METODE DISKUSI KELOMPOK DALAM MENINGKATAKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADIS DI MTSN EGERI 4 TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Penerapan Metode Diskusi Kelolmpok Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis Di Mts Negeri 4 Tulungagung ” ini ditulis oleh Muhammad Abdullah Azzam Brilian, NIM. 126201211048, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dengan pembimbing Dr. Khusnul Mufidati, S.Sy., M.Pd.I.
Kata Kunci : Metode Diskusi Kelompok, Minat Belajar, Al-Qur’an Hadis
Penelitian ini terkait tentang penerapan metode diskusi kelompok dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Al-Qur'an Hadis di MTs Negeri 4 Tulungagung. Latar belakang dari penelitian ini adalah rendahnya minat belajar siswa yang menjadi masalah umum dalam dunia pendidikan, yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang relevan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa zaman sekarang. Metode diskusi kelompok dipilih karena diyakini mampu mendorong keaktifan siswa, membangun kemampuan berpikir kritis, dan menciptakan suasana pembelajaran yang partisipatif.
Tujuan peneltian ini untuk mengetahui : (1) penerapan metode diskusi kelompok terhadap peningkatan minat belajar siswa pada mata pelajaran Al-Qur'an Hadis, (2) faktor-faktor pendukung keberhasilan metode diskusi kelompok dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Al-Qur'an Hadis, (3) Mengetahui faktor penghambat yang dihadapi dalam pelaksanaan metode diskusi kelompok pada pembelajaran Al-Qur'an Hadis.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian case study (studi kasus) dengan menggunakan penelitian studi kasus peneliti memperoleh pemahaman utuh dan terintegrasi mengenai interelasi berbagai fakta dan dimensi dari kasus khusus tersebut. Data digali melalui wawancara, observasi dan dokumentasi terhadap fenomena yang terjadi di lapangan dan terhadap informan yang terlibat langsung dengan kasus yang terjadi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) metode diskusi kelompok mampu meningkatkan antusiasme dan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Diskusi mendorong siswa untuk saling bertukar pendapat, memahami materi secara mendalam, serta membentuk sikap kerja sama, tanggung jawab, dan keterbukaan. (2) Faktor pendukung keberhasilan metode ini meliputi peran aktif guru sebagai fasilitator, lingkungan belajar yang kondusif, pengaruh positif teman sebaya, dan pembagian kelompok yang seimbang. (3)Adapun faktor penghambat yang dihadapi mencakup ketimpangan partisipasi siswa, perbedaan kemampuan, keterbatasan waktu dan sarana, serta sikap pasif sebagian siswa
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POCKET BOOK BILANGAN RASIONAL UNTUK KELAS VII SMPN 1 SRENGAT
Skripsi dengan judul “Pengembangan Media Pembelajaran Pocket Book Bilangan Rasional Kelas VII SMPN 1 Srengat” ini ditulis oleh Fatimatuz Zahro, NIM 126204212086, Pembimbing Dr. Miswanto, M.Pd
Kata kunci : pengembangan media, pocket book, bilangan rasional, matematika,
Kurangnya media pembelajaran yang bervariatif di sekolah membuat peserta didik merasa bosan dalam belajar matematika. Media pembelajaran sangat berperan penting untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Pocket book sebagai media cetak yang ringkas, praktis, dan mudah dibawa menjadi alternatif untuk mendukung pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas. Dengan desain menarik dan isi yang relevan, pocket book tidak hanya menyajikan materi secara sederhana, tetapi juga mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam memahami pelajaran matematika, khususnya pada materi bilangan rasional.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa pocket book (buku saku) pada materi bilangan rasional untuk siswa kelas VII SMPN 1 Srengat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan desain media pocket book bilangan rasional untuk siswa SMP Kelas VII dan untuk mengetahui nilai kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan media pocket book bilangan rasional untuk siswa SMP Kelas VII.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE, yang meliputi lima tahapan: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pengembangan dilakukan secara bertahap mulai dari analisis kebutuhan hingga uji coba produk. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII dan guru matematika di SMPN 1 Srengat.
Hasil validasi oleh para ahli menunjukkan bahwa pocket book yang dikembangkan memiliki kualitas yang cukup baik, dengan rata-rata skor validasi 82,5% berada dalam kategori “cukup layak”. Berdasarkan hasil uji-T, diperoleh hasil akhir sebesar 0,001 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan signifikan hasil belajar antara sebelum dan sesudah menggunakan pocket book. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pocket book bilangan rasional ini layak digunakan namun memerlukan revisi kecil
APPLICATION OF 'WORDS SCRAMBLE GAMES' IN IMPROVING VOCABULARY MASTERY OF 8C GRADE STUDENTS' AT AL-HUDA ISLAMIC JUNIOR HIGH SCHOOL BANDUNG, TULUNGAGUNG
Fairly Amelya Rahman. 126203202086. 2025. Application of ‘Word Scramble Games’ in Improving Vocabulary Mastery of 8C Grade Students’ at Al- Huda Islamic Junior High School Bandung, Tulungagung. Thesis. English Education Department.Faculty of Tarbiyah and Teacher Training. Sayyid Ali Rahmatullah State Islamic University Tulungagung.
Advisor: Dr. Nurul Chojimah, M.Pd.
Key Words : Word Scramble Game, Vocabulary Mastery, Classroom Action Research.
This study aims to improve the vocabulary mastery of students in class 8C at Al-Huda Islamic Junior High School Bandung, Tulungagung through the application of the Word Scramble Game. The main problems faced by students are low vocabulary mastery and low learning motivation, which have an impact on low overall English learning outcomes. To address these issues, the researcher implemented an engaging and interactive teaching method to motivate students in learning new English vocabulary.
This study is a Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles. Each cycle consisted of four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The instruments used in data collection included vocabulary tests, student questionnaire responses, and documentation. Evaluation was conducted through test results in cycle 1 and cycle 2 to determine improvements in students' vocabulary mastery.
The results of the study indicate a significant improvement in students' vocabulary mastery after the implementation of the Word Scramble Game. In cycle 1, the average score of students was 73.37, with 45.94% of students achieving the KKM (75). After improvements were made in Cycle 2, the average score increased to 84.45, and the percentage of students who achieved the KKM score rose to 89.18%. These research results indicate that most students were able to understand and master the vocabulary taught through the game-based learning method.
In conclusion, the use of the Word Scramble Game has been proven to improve vocabulary mastery among students in class 8C at Al-Huda Islamic Junior High School Bandung Tulungagung. In addition to improving learning outcomes, this game-based learning method can also create an active, enjoyable, and calm classroom atmosphere. Therefore, this game can be used as an alternative strategy in English vocabulary learning
IMPLEMENTASI MEDIA PUZZLE UNTUK MENGEMBANGKAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK DI MI THORIQUL HUDA MOJOWARNO JOMBANG
Skripsi dengan judul “Implementasi Media Pembelajaran Puzzle Terhadap Kreativitas Peserta Didik di MI Thoriqul Huda Mojowarno Jombang” ini ditulis oleh Elok Fatihatus Sholihah, NIM 126205211026, Progam Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pembimbing Dr . Septinaningrum M.Pd.
Kata kunci: Media pembelajaran, Puzzle, kreativitas, peserta didik.
Jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) berada pada tahap perkembangan berpikir konkret. Salah satu media yang menarik dan sesuai degan karakteristik anak usia MI adalah media pembelajaran puzzle. Namun, di MI Thoriqul Huda Mojowarno Jombang pemanfaatan media seperti puzzle belum optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi media puzzle untuk mengembangkan kreativitas dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi media puzzle untuk mengembangkan kreativitas peserta didik kelas I mata pelajaran Pendidikan Pancasila di MI Thoriqul Huda Mojowarno Jombang. Fokusnya meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penggunaan media puzzle oleh guru, serta dampaknya dalam merangsang imajinasi, berpikir kritis, dan kemampuan siswa menciptakan sesuatu yang baru dan orisinil.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru, kepala madrasah, dan peserta didik kelas 1 serta dokumentasi selama proses pembelajaran berlangsung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media puzzle diterapkan melalui perencanaan guru yang matang, termasuk penyusunan modul ajar dan persiapan alat seperti puzzle bergambar Garuda Pancasila. Pelaksanaannya menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif, serta efektif mengembangkan empat aspek kreativitas peserta didik: kelancaran, keluwesan, elaborasi, dan keaslian berpikir. Evaluasi menunjukkan siswa lebih antusias, aktif, dan mampu menyelesaikan tugas secara kreatif. Media tersebut terbukti menjadi alternatif yang tepat untuk mendorong kreativitas di jenjang Madrasah Ibtidaiyah
PENGARUH HARGA, KUALITAS PRODUK, DAN PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA KONVEKSI RONI COLLECTION DI DESA TANJUNGSARI TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Pengaruh Harga, Kualitas Produk dan Pelayanan
terhadap Loyalitas Pelanggan pada Konveksi Roni Collection di Desa
Tanjungsari Tulungagung” ini ditulis oleh Uswatun Khasanah, NIM
126405212162 jurusan Manajemen Bisnis Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Islam dengan pembimbing Nadia Roosmalita Sari, S.Pd., M.Kom.
Kata Kunci: Harga, Kualitas Produk, Pelayanan, Loyalitas Pelanggan, Konveksi
Roni Collection.
Kebutuhan masyarakat terhadap produk konveksi, khususnya atribut
sekolah seperti topi, dasi, hasduk, bendera, dan umbul-umbul, terus meningkat. Hal
ini menjadi peluang strategis bagi pelaku usaha lokal, termasuk Konveksi Roni
Collection di Desa Tanjungsari, Tulungagung. Dalam menghadapi persaingan
bisnis yang ketat, loyalitas pelanggan menjadi faktor kunci yang menentukan
kelangsungan dan pertumbuhan usaha konveksi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga, kualitas
produk, dan pelayanan terhadap loyalitas pelanggan pada Konveksi Roni
Collection. Penelitian ini mengkaji apakah ketiga variabel tersebut mampu
memberikan kontribusi signifikan dalam membangun hubungan jangka panjang
dengan pelanggan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif dengan pendekatan
kuantitatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 40 responden
yang merupakan pelanggan aktif. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi
linier berganda untuk menguji hubungan antar variabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel harga,
kualitas produk, dan pelayanan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas
pelanggan. Secara parsial, masing-masing variabel tersebut juga memberikan
pengaruh positif yang signifikan. Temuan ini menekankan pentingnya strategi
pemasaran yang terfokus pada aspek harga, mutu, dan pelayanan untuk
meningkatkan loyalitas pelanggan dan mendukung keberlanjutan bisnis konveksi
lokal
THE EFFECTIVENESS OF USING GOOGLE TRANSLATE ON THE 9TH GRADE STUDENTS' WORD PRONUNCIATION ABILITY AT MTSN 4 TULUNGAGUNG
The thesis entitled "The Effectiveness of Using Google Translate on the 9th Grade Students Word Pronunciation Ability at MTsN 4 Tulungagung" was written by Elvina Dwi Damayanti, NIM 126203212100. Supervised by Dr. Elva Yohana, S. Hum., M. Pd. Keywords: Google Translate Application, Pronunciation Ability, Ninth-grade Students. Pronunciation is a necessary component of the English language because mispronouncing words can lead to misunderstanding. This study began with the phenomenon that showed pronunciation errors made by students. The word that should have been pronounced/"nou,tis/ he pronounced it /notais. Thus, encourages the researcher to choose this aspect as the research topic. One of the media commonly used by students is Google Translate because it offers a familiar translation tool that is efficient and practical for improving their English pronunciation. In this research, the research problem is "Is there any significant difference of ninth-grade students word pronunciation ability after being taught using Google Translate? Therefore, the objective of the study is to determine the differences in ninth-grade students' word pronunciation ability before and after being taught using Google Translate. To achieve this goal, the researcher used a quantitative method with a pre-experimental design, one group pre-test and post-test. The population of this study was the ninth-grade students of MTsN 4 Tulungagung and the students in IX-I of MTsN 4 Tulungagung as samples, which totaled 37 students. The instrument used to gather the data was pre-test and post-test scores, which were calculated and analyzed by using SPSS 27 version. The result of this study there is a significant difference of ninth-grade students' word pronunciation ability before and after being taught using Google Translate on the pronunciation ability at MTsN 4 Tulungagung. This is shown by the increase in students' average scores from the pre-test of 42.57 to 81.62 in the post-test after being taught using the speech recognition and text-to-speech features in Google Translate. In conclusion, Google Translate has proven to be an effective learning tool for training pronunciation in the ninth-grade students at MTsN 4 Tulungagung. Its features, such as text-to-speech and speech recognition, helped students recognize correct pronunciation and receive immediate, personalized feedback