Institutional Repository of UIN SATU Tulungagung
Not a member yet
37599 research outputs found
Sort by
PEMBIASAAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI KEGIATAN KEAGAMAAN DI SDIT AL-ASROR KEDUNGWARU TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Pembiasaan Karakter Peserta Didik melalui Kegiatan
Keagamaan di SDIT Al-Asror Kedungwaru Tulungagung” ditulis oleh Naurah
Salsabila NIM. 126205212116 Program Studi Pendidikan Guru Madrasah
Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sayyid
Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing H. Muh. Nurul Huda, M.A.
Kata Kunci: Pembiasaan Karakter, Peserta Didik, Kegiatan Keagamaan.
Konteks penelitian ini dimulai dari permasalahan pendidikan di Indonesia yang
bermula dari kurangnya penanaman terhadap pendidikan ilmu agama akibat dari
orang tua yang memiliki keterbatasan mengenai ilmu agama, sehingga berdampak
pada setiap perubahan karakter peserta didik. Di SDIT Al-Asror menerapkan
sebuah program-program yang dapat mengimplementasikan para peserta didik
untuk menanamkan sebuah pengetahuan ilmu agama lewat pembiasaan kegiatan
keagamaan yang nantinya dapat membentuk sebuah karakter yang baik pada peserta
didiknya. Oleh karena itu, peneliti akan mendeskripsikan lebih dalam mengenai
pembiasaan karakter melalui kegiatan keagamaan yang ada di SDIT Al-Asror.
Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan pembiasaan karakter
peserta didik melalui kegiatan sholat dhuha di SDIT Al-Asror Kedungwaru
Tulungagung. (2) Untuk mendeskripsikan pembiasaan karakter peserta didik
melalui kegiatan membaca dzikir setelah sholat di SDIT Al-Asror Kedungwaru
Tulungagung. (3) Untuk mendeskripsikan pembiasaan karakter peserta didik
melalui kegiatan hafalan juz’amma di SDIT Al-Asror Kedungwaru Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, termasuk dalam penelitian
kualitatif deskriptif. Sumber data diperoleh dari sumber data primer dan sekunder.
Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Untuk mengetahui keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan
pengamatan, ketekunan peneliti dan triangulasi (teknik dan sumber). Sedangkan
analisis data yang dilakukan yaitu: kondensasi data, penyajian data dan penarikan
kesimpulan.
Berdasarkan hasil analisis dapat disumpulkan bahwa (1) Pelaksanaan kegiatan
keagamaan sholat dhuha di SDIT Al-Asror Tulungagung dilakukan dengan
pembiasaan secara rutin setiap pagi guna menumbuhkan karakter peserta didik.
Nilai karakter yang tumbuh yaitu disiplin dan rasa tanggungjawab. Tujuan adanya
sholat dhuha ini untuk membiasakan peserta didik melakukan hal-hal sunnah yang
dianjurkan. (2) Pelaksanaan kegiatan keagamaan dzikir setelah sholat di SDIT Al
Asror Tulungagung dilakukan dengan pembiasaan secara rutin setelah sholat dhuha.
Dzikir yakni ibadah yang dilakukan dengan mengingat Allah SWT. Tujuan kegiatan
dzikir untuk menenangkan jiwa dan raga, membentuk generasi beriman dan
bertaqwa, dan agar peserta didik terjaga dari perbuatan maksiat. (3) Pelaksanaan
kegiatan keagamaan hafalan juz ‘amma di SDIT Al-Asror Tulungagung dilakukan
pembiasaan secara rutin setiap pagi sebelum pelajaran umum dimulai. Hafalan
yakni perbuatan mulia yang dilakukan oleh sebagian umat islam mengikuti jejak
Rasulullah SAW. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membentuk kepribadian yang
baik sesuai Al-Qur’an, dan agar kelak mendapat syafaat
KEPATUHAN HUKUM PELAKU UMKM DI KABUPATEN TULUNGAGUNG TERHADAP PERSETUJUAN LINGKUNGAN BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 22 TAHUN 2021
ABSTRAK
Valentina Cahyani Putri Refikan, NIM. 126103213280, Kepatuhan Hukum Pelaku
UMKM di Kabupaten Tulungagung Terhadap Persetujuan Lingkungan
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021, Prodi Hukum Tata
Negara, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, UIN Sayyid Ali Rahmatullah
Tulungagung, 2024, Pembimbing: Muksin, M.H.
Kata Kunci: Kepatuhan Hukum, Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021
Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,
Persetujuan Lingkungan.
Penelitian ini dilatar belakangi karena adanya kewajiban bagi pelaku usaha
untuk menempuh prosedur Persetujuan Lingkungan sebagai salah satu dasar dalam
perizinan berusaha. Persetujuan Lingkungan dalam kegiatan usaha memiliki fungsi
yang penting sebagai dasar pelaku usaha dalam melakukan perlindungan dan
pengelolaan lingkungan sebagai wujud kepatuhan masyarakat terhadap kebijakan
dalam suatu negara.
Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana kepatuhan
hukum pelaku UMKM di Kabupaten Tulungagung terhadap persetujuan
lingkungan ditinjau dari Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021, 2)
Bagaimana kepatuhan hukum pelaku UMKM di Kabupaten Tulungagung terhadap
persetujuan lingkungan ditinjau dari perspektif Fikih Lingkungan. Adapun yang
menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui kepatuhan hukum
pelaku UMKM di Kabupaten Tulungagung terhadap persetujuan lingkungan
ditinjau dari Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. 2) Untuk mengetahui
kepatuhan hukum pelaku UMKM di Kabupaten Tulungagung terhadap persetujuan
lingkungan ditinjau dari perspektif Fikih Lingkungan.
Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif dengan
jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Teknik Analisa data menggunakan Teknik Analisa data kualitatif yaitu melalui
tahapan; pengumpulan data, reduksi data (data reduction), penyajian data (data
display), dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Terdapat satu dari lima pelaku
UMKM Kabupaten Tulungagung yang belum memiliki persetujuan lingkungan,
artinya beberapa pelaku UMKM Kabupaten Tulungagung belum sepenuhnya patuh
terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. 2) Kepatuhan hukum pelaku
UMKM terhadap persetujuan lingkungan di Kabupaten Tulungagung menjadi suatu
kesatuan dengan peran pengawasan Dinas Lingkungan Hidup, pengawasan tersebut
dilakukan melalui: pertama, pemantauan baik langsung maupun tidak langsung,
kedua dengan terjun ke lokasi untuk melakukan pengawasan dan pengecekan secara
langsung. Apabila terdapat aktifitas usaha yang merugikan, maka akan dikeluarkan surat peringatan oleh Dinas Lingkungan Hidup, jika tidak dipatuhi berujung dengan
diberikannya sanksi administratif yaitu pencabutan izin hingga penutupan
permanen kegiatan usaha. Dinas Lingkungan Hidup aktif melakukan sosialisasi
untuk menekan pentingnya kesadaran pelaku usaha dalam menjaga lingkungan. Hal
ini dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan kepatuhan hukum pelaku usaha
dalam rangka perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Terwujudnya
kepatuhan hukum pelaku UMKM terhadap persetujuan lingkungan berdasarkan
Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan
perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup apabila ditinjau dari perspektif
Fikih Lingkungan bertujuan untuk menciptakan kemaslahatan dan mencegah
terjadinya kemudharatan. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan adanya kepatuhan
hukum pelaku UMKM terhadap aturan berkaitan dengan persetujuan lingkungan
demi kemaslahatan kehidupan bersama dalam lingkup suatu negara
MANAJEMEN PEMBIAYAAN DALAM MENGEMBANGKAN LEMBAGA PENDIDIKAN (Studimulti Situs di MA Ma’arif Blitar dan SMA NU 1 Gresik)
Abdullah Al Ghozi, 12950121002, 2024, Manajemen Pembiayaan dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan ( Studi Multisitus di MA Ma’arif Blitar dan SMA NU1 Gresik). Disertasi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Pascasarjana UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Promotor : (1) Prof. Dr. H. Akhyak, M.Ag dan (2) Prof. Dr. H. Asrof Syafi’I, M.Ag.
Kata Kunci : Manajemen Pembiayaan dan pengembangan lembaga pendidikan
Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Sebagai sebuah proses ysng akan menentkan hasil tergantung kepada kualitas sarana dan prasarana yang dimiliki serta biaya yang tersedia. Pembiayaan yang ada baik dari pemerintah, orang tua dan masyarakat sebagai penanggung jawab terselenggaranya pendidikan harus dikelola dengan baik oleh kepala sekolah / madrasah selaku menejer. Dalam melaksnakan pengembangan sarana dan prasarana kepala sekolah harus memperhatikan prinsip-prinsip manajemen pembiyaan agar dapat berhasil maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagamnana penerapan prinsip pembiayaan dalam mengembangkan lembaga pendidikan.
Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif deskriptif denggan rancangan studi multisitus. Tehnik pengumpulan datanya menggunakan tehnik wawancara, observasi mendalam dan dokumentasi. Tehnik analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman yaitu mereduksi data, menyajikan data dan menyimpulkan data.
Hasil penelitian ini adalah : 1) Prinsip keadilan telah dilaksanakan dengan : a. memberikan peluang yang sama tanpa memandang latar belakang calon siswa untuk mendapatkan pendidikan. b. Meberikan keringan terhadap siswa yang kurang mampu dalam meberikan sumbangan investasi. c. Tidak ada perlakuan khusus bagi siswa yang mampu atau tidak mampu. d. siswa bebas memilih program pengembangan bakat dan minat. 2). Prinsip efisiensi dilaksanakan dengan baik hal ini terbukti : a. Pembentukan tim pengembang tiap tahun. b. Penyusun RAPBS//M dan menyusun program pengembangan sarana prasarana dan menerima masukan dari seluruh warga sekolah. c. Mengangkat konsultan yang ahli dalam pembangunan. 3). Prinsip transparansi dilaksnakan dengan bukti : a. sosiali sasi program pengembangan kepada warga sekolah/madrasah dan wali siswa. b. pembagian contak person bagi yang ingin mengusulkan atau menanyakan program pengembangan. c. Sosialisasi web sekolah . 4) Prinsip akuntabilitas dapt dilakukan dengan : a. Pelaporan dilakukan secara insidental dan periodik. b. Sosialisasi laporan dismpaikan melalui rapat maupun melalui web. c. Sebelum penyerahan laporan dilakukan audit oleh pihal eksternal maupun eksternal
PERAN HUMAS DALAM BRANDING MADRASAH SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DI MAN 3 KEDIRI
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena di lapangan yang
menunjukkan bahwa peran Humas dalam membangun citra madrasah sebagai
lembaga pendidikan Islam memiliki kontribusi yang sangat signifikan. Kinerja
Humas yang optimal dalam mengelola komunikasi dan informasi publik dinilai
mampu memperkuat branding madrasah sehingga menarik perhatian masyarakat
luas. Fenomena ini menjadi penting untuk dikaji lebih dalam mengingat kebutuhan
lembaga pendidikan Islam masa kini untuk membangun citra yang kuat, kompetitif,
sekaligus tetap mempertahankan nilai-nilai keislamannya. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan strategi komunikasi yang
dilakukan oleh Humas dalam membangun citra MAN 3 Kediri sebagai lembaga
pendidikan Islam; (2) Mendeskripsikan persepsi masyarakat dan orang tua siswa
terhadap branding madrasah yang dikomunikasikan oleh Humas; dan (3)
Mendeskripsikan bagaimana aspek keislaman diintegrasikan dalam strategi
branding yang dilakukan oleh Humas MAN 3 Kediri.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif secara deskriptif
dengan jenis penelitian fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan
model dari Milles dan Huberman yang berisi kondensasi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Untuk melakukan pengecekan keabsahan data
menggunakan uji kredibilitas, uji reabilitas, dan uji obyektivitas
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Humas MAN 3 Kediri menerapkan
strategi komunikasi berbasis digital melalui media sosial untuk menyampaikan
berbagai informasi madrasah secara konsisten. Humas mengoptimalkan peran
seluruh staf kehumasan dalam penyebarluasan informasi, memperluas jejaring
dengan pihak eksternal untuk promosi, serta melibatkan alumni sebagai agen
informasi yang memperkuat citra madrasah di tengah masyarakat; (2) Persepsi
masyarakat dan orang tua siswa terhadap upaya branding madrasah yang dilakukan
oleh Humas sangat positif, ditunjukkan dengan tingginya tingkat kepercayaan dan
minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka di MAN 3 Kediri.
Informasi yang disampaikan melalui media sosial terbukti mampu mempengaruhi
keputusan masyarakat dalam memilih sekolah yang kredibel dan berkualitas; (3)
Nilai-nilai keislaman diinternalisasikan dalam karakter peserta didik, budaya
organisasi madrasah, serta program-program keagamaan yang dilaksanakan secara
rutin dan sistematis. Kolaborasi dengan lembaga keagamaan semakin memperkuat
identitas MAN 3 Kediri sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul
dalam prestasi akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai spiritualitas
islam
PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH, INVESTASI, NILAI TUKAR, DAN PAJAK TERHADAP UTANG LUAR NEGERI DI NEGARA ASEAN-7 TAHUN 1996-2023
Skripsi dengan judul “Pengaruh Pengeluaran Pemerintah, Investasi, Nilai Tukar, dan Pajak Terhadap Utang Luar Negeri di Negara ASEAN-7 Tahun 1996-2023” ini ditulis oleh Risma Ayu Rianti NIM. 126402212099, dengan pembimbing/promotor Bintis Ti’anatud Diniati, S.Pd., M.Sc.
Kata Kunci: utang luar negeri, pengeluaran pemerintah, investasi, nilai tukar, pajak, ASEAN-7
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena terkait peningkatan jumlah utang luar negeri di Negara-negara berkembang di kawasan ASEAN-7. Secara keseluruhan memiliki karakteristik ekonomi terbuka dan ketergantungan yang tinggi pada pembiayaan eksternal, termasuk utang luar negeri, untuk menopang pembangunan seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan stabilisasi ekonomi, terutama pendapatan domestik belum mampu menutupi kebutuhan belanja negara.
Tujuan penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangsih keilmuan tentang pengaruh pengeluaran pemerintah, investasi, nilai tukar, dan pajak terhadap utang luar negeri di negara-negara ASEAN-7 (Negara Indonesia, Negara Thailand, Negara Vietnam, Negara Filipina, Negara Laos, Negara Kamboja, dan Negara Myanmar) pada tahun 1996–2023 baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Teknik analisis yang digunakan adalah Panel Autoregressive Distributed Lag (Panel ARDL). Data yang digunakan merupakan data sekunder tahunan yang bersumber dari World Bank dengan aplikasi olah data Eviews versi 13.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, pengeluaran pemerintah, nilai tukar, dan pajak berpengaruh negatif dan signifikan terhadap utang luar negeri, sedangkan investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap utang luar negeri. Dalam jangka pendek, pengeluaran pemerintah berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap utang luar negeri, investasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap utang luar negeri, sedangkan nilai tukar dan pajak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap utang luar negeri
PERAN DINAS KELAUTAN TULUNGAGUNG DALAM PENGAWASAN PENANGKAPAN IKAN MENGGUNAKANN POTAS DALAM PERFEKTIF HUKUM ISLAM
ABSTRAK
Didan Priya Mirzard , 126103202111 PERAN DINAS KELAUTAN TULUNGAGUNG DALAM PENGAWASAN PENANGKAPAN IKAN MENGGUNAKAN POTAS DALAM PERSFEKTIF HUKUM ISLAM (Study Kasus Di Bantaran Sungai Brantas ) Program Studi Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2025, Pembimbing: Dr. Syahril Siddik,S.S.,M.A
Kata Kunci : Peran, Dinas Perikanan, Penggunaan Potas, Hukum Islam
Sungai-sungai yang ada di daerah Tulungagung merupakan aliran sungai yang menjadi saksi keberadaan daerah yang dulunya terkenal dengan sebutan kawasan Ngrowo. Sungai tersebut memiliki peradaban yang pada dasarnya memiliki keterkaitan dengan daerah yang dialirinya. Sungai merupakan bagian dari salah satu kekayaan alam yang di miliki oleh suatu daerah, dengan aliran sungai yang luas maka tentulah di dalamnya terdapat banyak potensi yang dapat di manfaatkan untuk lebih mengoptimalkan kemakmuran rakyat Indonesia.
Salah satu daerah tulungagung yang asri sungainnya adalah sungai brantas di daerah Tulungagung. Manajer Program Advokasi dan Litigasi Ecological Observation and Wetland Conservation (Ecoton) Azis menyebut ada banyak faktor yang membuat kualitas dan kuantitas ikan di Sungai Brantas terus menyusut. Salah satunya, penangkapan ikan secara tidak teratur. Dimana menurunya kondisi tersebut terjadi karena pencarian ikan menggunakan potas.
Perilaku tersebut menurutnya tidak hanya merusak ekosistem di sungai Brantas. Melainkan juga mengurangi spesies ikan lokal. Salah satu ikan endemik Brantas yang sudah punah adalah ikan papar. Adanya punahnya ikan tersebut, menjadikan ekosistem ikan menjadi rusak dan sumber daya alam akan mengalami kepunahan, padahal seharusnya adanya kekayaan alam harus dijaga dan dilestarikan oleh manusia. Hal tersebut sesuai dengan pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar Tahun 1945 yang menyatakan bahwa
Pasal 33
“bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya di kuasai dan di pergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat”
Oleh sebab itu sungai merupakan salah satu perairan yang dikuasai oleh negara dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga sungai termasuk dari perairan umum daratan (yang selanjutnya disebut PUD). Pengertian PUD sendiri telah di jelaskan di dalam Peraturan Mentri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 29 / Permen-Kp / 2016 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pengelolaan Perikanan di Bidang Penangkapan Ikan Untuk Perairan Darat Pasal 1 Ayat (5) yang menyebutkan perairan darat adalah segala perairan yang terletak pada sisi darat dari garis air rendah, kecuali pada mulut sungai, perairan darat adalah segala perairan yang terletak pada sisi darat dari garis penutup mulut sungai.
1. Bagaimana Peran Dinas Perikanan dalam Pengawasan Tindakan Potas di Bantaran Sungai Brantas?2. Bagaimana Tinjauan Hukum Islam Terhadap Potas di Bantaran Sungai Brantas?3. Bagaimana Hambatan dalam Pengawasan Tindakan Potas Di Bantaran Sungai Brantas?
1. Untuk mengetahui Peran Dinas Perikanan dalam Pengawasan Tindakan Potas di Bantaran Sungai Brantas2. Untuk mengetahui Tinjauan Hukum Islam Terhadap Potas di Bantaran Sungai Brantas 3. Untuk mengetahui Hambatan dalam Pengawasan Tindakan Potas Di Bantaran Sungai Brantas
Hasil Penelitian menunjukan bahwa : 1. Dinas Perikanan memiliki tanggung jawab utama dalam melindungi ekosistem perairan dan memastikan aktivitas perikanan dilakukan secara berkelanjutan. Dalam konteks pengawasan penggunaan potas, peran mereka meliputi: Sosialisasi dan Edukasi yakni dengan Memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama nelayan, mengenai bahaya potas bagi ekosistem sungai dan kesehatan manusia. 2. Penelitian mengidentifikasi berbagai hambatan yang memengaruhi efektivitas pengawasan oleh Dinas Perikanan yakni Keterbatasan Sumber Daya yakni Personel dan anggaran yang terbatas mengurangi frekuensi patroli di sepanjang Sungai Brantas yang luas. Kesulitan Akses Lokasi: Beberapa daerah rawan pelanggaran berada di lokasi terpencil yang sulit dijangkau, terutama pada malam hari. 3. Penelitian ini juga menunjukkan berbagai upaya strategis yang telah dan sedang dilakukan oleh Dinas Perikanan, Penguatan Kelompok Pengawas: Melibatkan masyarakat dalam kelompok Pokmaswas untuk membantu deteksi dini dan pelaporan aktivitas ilegal di sungai
ANALISIS FAKTOR PRODUKSI DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Kasus Home Industri Keripik Singkong Lumer di Kabupaten Blitar)
Skripsi dengan judul “Analisis Faktor Produksi dalam Perspektif Ekonomi Islam
(Studi Kasus Home Industri Keripik Singkong Lumer di Kabupaten Blitar)” ini
ditulis oleh Fatia Afni Furoidah, NIM 126402212102, dengan Pembimbing Dr.
Amalia Nuril Hidayati, S.E., M.Sy.
Kata Kunci : Faktor Produksi Islam, Ekonomi Islam, Home Industri
Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan dunia usaha yang hampir
semua sama yaitu, cara agar membuat produknya menjadi pilihan oleh konsumen
di pasar. Para pemilik usaha berupaya memaksimalkan kegiatan usaha dengan
memperhatikan faktor-faktor produksi perspektif ekonomi Islam, agar pemanfaatan
sumber daya dapat digunakan secara maksimal dan mendapat keuntungan dunia
dan akhirat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi faktor
produksi pada home industri keripik singkong lumer dan untuk mengetahui
penerapan faktor produksi ekonomi Islam pada home industri keripik singkong
lumer.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan jenis
penelitian adalah studi kasus. Data yang digunakan terdiri dari data primer yang
diperoleh langsung dari obyek penelitian, yakni wawancara dan observasi. Data
yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif
analisis, dengan mendiskripsikan apa yang ditemukan dilapangan kemudian
dianalisis dengan teori-teori yang ada.
Hasil penelitian menunjukan bahwa a) home industri keripik singkong lumer
dalam proses produksi sudah mengimplementasikan faktor produksi yang meliputi
adanya modal yang sangat diperlukan dalam setiap produksi, sumber daya manusia,
sumber daya alam digunakan untuk menghasilkan suatu produk dan alat mesin
teknologi agar proses produksi berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu
juga menerapkan b) faktor produksi yang sesuai dengan ekonomi Islam dimana,
modal demi keberlangsungan proses produksi, tidak melakukan pinjaman ke bank
dan pengambilan keuntungan untuk menghindari riba. Faktor sumber daya manusia
sebagai salah satu faktor produksi yang sangat penting dalam menjalankan usaha
kualitas dan kuantitas produksi sangat ditentukan oleh tenaga kerja. Faktor sumber
daya alam menjadi faktor utama dalam proses produksi, dimana bahan memiliki
unsur halal yang digunakan dapat menentukan hasil produk yang diinginkan. Faktor
mesin dan teknologi mendorong proses produksi tertentu
PENGARUH KEGIATAN TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN BERBASIS INKLUSI SOSIAL (TPBIS) UPT PERPUSTAKAAN BUNG KARNO TERHADAP MINAT KUNJUNG PEMUSTAKA
Perpustakaan memiliki peran krusial di era digital saat ini sebagai pusat pembelajaran yang inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Apalagi sejak adanya pandemi Covid-19 mengurangi stabilitas ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat. Transformasi Perpustakaan berbasis Inklusi Sosial menjadi program nasional yang membantu meningkatkan wawasan dan perekonomian untuk memberdayakan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kegiatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) kepada minat kunjung pemustaka di UPT Perpustakaan Bung Karno serta mengidentifikasi beberapa faktor yang memengaruhi minat kunjung pemustaka. Penelitian dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan memberikan pertanyaan yang disebarkan melalui kuesioner. Populasi dari penelitian ini adalah peserta kegiatan TPBIS sebanyak 1.200 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan rumus slovin dan mendapatkan 100 responden. Penelitian ini memberikan hasil bahwa terdapat pengaruh kegiatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) terhadap minat kunjung pemustaka. Faktor yang memengaruhi minat kunjung pemustaka diantaranya variasi dan relevansi koleksi buku, efektivitas promosi layanan, pemanfaatan teknologi dalam pencarian koleksi, serta keberagaman dan inovasi yang diselenggarakan oleh perpustakaan
BENTUK ANOMALI SOSIAL RELIGIUSITAS PADA WARIA DI TULUNGAGUNG (Studi Kasus Pada Komunitas Aprikot)
Penelitian ini dilatar belakangi oleh waria yang mendapatkan penolakan, diskriminasi yang terjadi khususnya dalam bentuk religiusitas dan sosial pada waria yang berada di Tulungagung. Penelitian ini juga melihat bagaimana peran
dari Komunitas APRIKOT, komunitas waria yang berada di Tulungagung dalam mendukung waria melalui peran aktif komunitas dari program-program yang memperkuat atau mendukung religiusitas waria Tulungagung. Tujuan penelitian ini diharapkan dapat menganalisis bentuk dari religiusitas yang dialami waria dalam ranah keagamaan dan sosial.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis studi kasus, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data primer berasal dari waria yang tergabung kedalam Komunitas APRIKOT, sedangkan data sekunder diperoleh secara tidak langsung melalui literatur dan jurnal yang diakses dari internet. Analisis data dilakukan dengan cara menganalisis penyebab dari aspek sosial dan menemukan fenomena sosial, serta hal tersembunyi. Keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan waria mengalami anomali sosial seperti penolakan dari ranah agama dan ranah sosial. Anomali religiusitas pada waria Tulungagung terdapat perbedaan, perbedaa ini tidak hanya pada peribadatan namun pada latarbelakang dari waria yang menganut agama Buddha dan waria yang menganut agama Islam. Komunitas APRIKOT memiliki potensi yang penting dalam sosial dan religiusitas pada kehidupan waria, selain itu komunitas menyediakan ruang aman bagi waria untuk membantu mengekspresikan identitas keagamaan mereka tanpa adanya diskriminasi
POLA ASUH OTORITER ORANG TUA TERHADAP ANAK PERSPEKTIF PSIKOLOGI HUKUM KELUARGA ISLAM (Studi Kasus Pada Keluarga di Desa Sumbersih Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar)
Irma Wahyuni, 126102211043,Pola Asuh Otoriter Orang Tua
Terhadap Anak Perspektif Psikologi Hukum Keluarga Islam (Studi
Kasus pada Keluarga di Desa Sumbersih Kecamatan Panggunrejo
Kabupaten Blitar). Progam Studi Hukum Keluarga Islam, Universitas
Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2025,
Pembimbing: Prof. Dr. H. Asmawi, M, Ag.
Kata Kunci: Pola Asuh Otoriter, Orang Tua, Anak, Psikologi
Hukum Keluarga Islam
Skripsi ini membahas, pola asuh setiap yang dimiliki keluarga
pasti bereda-berbeda dalam mendidik anak. Salah satunya adalah
seperti pola asuh otoriter di Desa Sumbersih Kecamatan Panggungrejo
Kabupaten Blitar. Terdapat fakta bahwa orang tua saat ini banyak yang
menerapkan pola asuh otoriter terhadap anaknya.Yang mana orang tua
menuntut kepatuhan, mendikte, hubungan kurang hangat, kaku, keras,
dan tak segan menghukum anaknya sendiri.
Rumasan masalah penelitian ini ialah: 1) Bagaimana pola asuh
otoriter di Desa Sumbersih Kecamatan Panggungrejo Kabupaten
Blitar?, 2) Apa yang melatarbelakangi orang tua menggunakan pola
asuh otoriter di Desa Sumbersih Kecamatan Panggungrejo Kabupaten
Blitar?, 3) Bagaimana pola asuh otoriter orang tua terhadap anak
Perspektif Psikologi Hukum Keluarga Islam di Desa Sumbersih
Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar?
Metode peneltian yang digunakan peneliti adalah metode
kualitatif menggunakan pendekatan empiris. Teknik pengumpulan data
yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan reduksi
data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan
kesimpulan dan verifikasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Penerapan pola asuh
otoriter di Desa Sumbersih ini masih sangat kurang efektif menurut
peneliti. Dimana orang tua bersikap keras menuntut kepatuhan
anaknya, termasuk tak segan memeberikan hukuman fisik. 2) Yang
melatarbelakangi pola asuh otoriter terhadap anak ialah pertama dari
xx
warisan pola asuh orang tua sebelumnya,kedua kekhawatiran masa
depan anak,ketiga kurangnya pemahaman pola asuh asuh dan terakhir
kurangnya komunikasi orang tua dan anak, 3) Berdasarkan dengan
kasus yang ada di Desa Sumbersih Kecamtan Panggungrejo Kabupaten
Blitar. Sangat relevan menurut pandangan Baumrind dan Hurlock
tentang pola asuh otoriter terhadap anak. Padahal berdasarkan Analisa
perpektif Hukum Keluarga Islam sebenarnya pola asuh otoriter
merupakan pendekatan yang kurang baik, Dimana didalam islam
menekankan konteks pola asuh dengan dasar keadilan dan kasih sayang
terhadap anak