Institutional Repository of UIN SATU Tulungagung
Not a member yet
37599 research outputs found
Sort by
EXPLORING ACTIVITIES TO IMPROVE CONFIDENCE IN SPEAKING ENGLISH THROUGH BILINGUAL CLASS (A Qualitative Case Study at MTsN 1 Trenggalek)
English has become a global language and an essential skill in many academic and professional domains. In Indonesia, English is taught as a foreign language across all levels of education. However, many students continue to face difficulties in developing their speaking skills, particularly in terms of confidence and fluency. This lack of confidence often stems from anxiety, fear of making mistakes, limited vocabulary, and minimal exposure to real-life English communication. As a result, students tend to be passive in speaking activities and avoid participating in classroom discussions.
To address this issue, educators and policymakers have explored various strategies to create more supportive and engaging learning environments. One such strategy is the implementation of bilingual instruction, where both the students’ first language (Bahasa Indonesia) and the target language (English) are used in the classroom. This approach aims to bridge the gap between comprehension and expression by allowing students to use their native language as a scaffold while gradually building their English-speaking skills.
At MTsN 1 Trenggalek, the introduction of a bilingual class was seen as a promising approach to enhance students’ speaking confidence. The rationale behind this initiative is that a bilingual environment can reduce students’ anxiety, promote active participation, and provide a smoother transition toward using English more independently. Within this context, various classroom activities—such as role-playing, group discussions, bilingual presentations, and the use of daily English expressions—have been implemented to encourage students to speak more freely and confidently.
While the bilingual method has shown positive outcomes, it also presents challenges. These include students’ over-reliance on their first language and limited practice opportunities outside the classroom. Furthermore, the role of the teacher becomes even more critical in facilitating effective bilingual instruction and creating a classroom atmosphere where students feel safe and motivated to use English .
This research seeks to explore how bilingual classroom activities can effectively enhance students’ confidence in speaking English, focusing on the practices implemented at MTsN 1 Trenggalek. By identifying successful strategies and potential obstacles, the study aims to contribute to a better understanding of how bilingual instruction can be optimized in EFL settings.
This research aims to explore classroom activities that improve students' confidence in speaking English through the implementation of a bilingual class at MTsN 1 Trenggalek. Using a qualitative case study approach, the study gathered data through classroom observations, semi-structured interviews with English teachers and students, and documentation of teaching practices.
The findings revealed that the use of both Bahasa Indonesia and English in classroom instruction created a supportive learning environment that helped reduce students' anxiety and encouraged participation. Several key activities were identified as effective in enhancing speaking confidence: role-playing, group discussions, bilingual presentations, and the use of daily English expressions. These activities enabled students to engage with the language meaningfully while allowing them to rely on their first language when necessary.
The study also highlighted the crucial role of the teacher in managing classroom dynamics and building a safe, motivating space for students to practice speaking. While the bilingual approach proved beneficial, challenges such as over-reliance on the first language and limited exposure to English outside the classroom remain areas for further improvement.
This study suggests that bilingual instruction, when implemented strategically, can significantly enhance students’ confidence in speaking English. It recommends that teachers and schools provide varied, interactive speaking activities and gradually increase the use of English as students become more confident and proficient
TEOLOGI SOSIAL GSR (GERAKAN SEDEKAH ROSOK) DI DESA SELODONO KAB. KEDIRI
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik dan nilai teologi sosial dalam program Gerakan Sedekah Rosok (GSR) di Desa Selodono, Kabupaten Kediri. GSR merupakan inisiatif berbasis komunitas yang mengajak masyarakat untuk menyedekahkan barang-barang bekas seperti kardus, botol plastik, dan logam untuk kemudian dijual dan hasilnya digunakan bagi kepentingan sosial dan keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap masyarakat, tokoh agama, serta pengurus GSR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GSR tidak hanya menjadi solusi pengelolaan rosok, tetapi juga sarana untuk mengamalkan nilai-nilai keagamaan seperti sedekah, solidaritas sosial, dan tanggung jawab ekologis. Program ini membangun kesadaran masyarakat bahwa barang yang dianggap tidak berguna dapat bernilai jika dikelola dengan niat sosial dan spiritual. Gerakan ini melibatkan berbagai masyarakat, termasuk organisasi pemuda IPNU dan IPPNU, serta LAZISNU sebagai pelaksana kegiatan rutin keagamaan dan sosial. Dalam konteks teologi sosial, GSR mencerminkan integrasi ajaran Islam dalam kehidupan sehari- hari yang mencakup hablum minallah (hubungan dengan Tuhan), hablum minannas (hubungan dengan sesama), dan hablum minal ‘alam (hubungan dengan lingkungan).
Kata Kunci: Teologi Sosial, Gerakan Sedekah Rosok, Sedekah, IPNU IPPNU, Lingkungan
MANAJEMEN RISIKO USAHA KERUPUK RAMBAK PADA UD. INTAN JAYA BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH DALAM MENGATASI DAMPAK KERUGIAN (Studi Kasus Di Desa Sembung Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung)
Skripsi dengan judul “Manajemen Risiko Usaha Kerupuk Rambak Pada UD.
Intan Jaya Berdasarkan Prinsip Syariah Dalam Mengatasi Dampak Kerugian (Studi
Kasus Di Desa Sembung Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung)” yang
ditulis oleh Ajeng Dwi Rakhmawati NIM.12405193237 pembimbing Dr. Refki
Rusyadi, S.S., M.Pd.I.
Kata kunci : Manajemen Risiko, Kerupuk Rambak, Home Industry, UD Intan Jaya
Penelitian ini dilatar belakangi oleh keingintahuan peneliti mengenai cara
untuk menghindari atau meminimalisir dampak dari risiko yang terjadi. Dalam
suatu usaha seorang pemilik usaha harus dapat memanajemen risiko-risiko yang
muncul dengan baik agar dapat tetap meningkatkan keuntungan usaha yang
dijalankan dan terhindar dari kerugian. Peneliti tertarik untuk mendalami lebih
lanjut fenomena tersebut dalam skripsi ini.
Fokus penelitian ini adalah (1) Bagaimana Bentuk- Bentuk Risiko yang terjadi
pada usaha Kerupuk Rambak UD. Intan Jaya (2) Bagaimana Strategi Manajemen
Risiko UD. Intan Jaya. (3) Bagaimana prinsip-prinsip bisnis syariah tercermin
dalam strategi manajemen risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui bentuk risiko dan penerapan strategi manajemen risiko pada usaha UD.
Intan Jaya dalam meminimalisir dampak dari risiko yang menyebabkan kerugian.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan Kualitatif
Deskriptif. Data diperoleh dari manajer, karyawan, dan konsumen. Metode
pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Dalam penelitian ini menunjukkan hasil bahwa : 1. UD Intan Jaya menghadapi
berbagai risiko, termasuk risiko modal dan produksi, risiko pasokan dan kualitas
bahan baku, risiko sumber daya manusia, serta risiko teknologi dan sistem. 2.
Strategi yang diterapkan perusahaan untuk menghadapi risiko tersebut meliputi
pemilihan bahan baku berkualitas, pelatihan tenaga kerja, pemeliharaan sistem
teknologi, serta penerapan pengawasan dan evaluasi berkala.. 3. Strategi
manajemen risiko yang dilakukan UD. Intan Jaya juga mengandung nilai-nilai
syariah, seperti kejujuran (shidq), amanah, keadilan (al-‘adl), tanggung jawab
sosial (mas’uliyyah), dan prinsip al-ghunm bil-ghurm (keuntungan sebanding
dengan risiko). Praktik ini selaras dengan tujuan maqashid syariah dalam menjaga
harta, jiwa, dan keberkahan usaha. Dengan penerapan manajemen risiko yang
terstruktur, UD Intan Jaya mampu mempertahankan kelangsungan bisnis dan
meningkatkan daya saing di pasar kuliner lokal maupun luar daerah. Penelitian ini
diharapkan dapat menjadi referensi praktis bagi pelaku UMKM dan pengembangan
teori manajemen risiko dalam menerapkan manajemen risiko dengan baik supaya
bisa meminimalisir adanya risiko yang terjadi di kemudian hari
PENGARUH INFLASI, BI RATE, DAN HARGA EMAS DUNIA TERHADAP PERGERAKAN JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII) PERIODE 2019 – 2023
ABSTRAK
Skripsi dengan judul "Pengaruh Inflasi, Bi Rate dan Harga Emas Dunia Terhadap Jakarta Islamic Index (JII) Periode 2019-2023" ini ditulis oleh Eviana Sholihatul Hasana, NIM 126406212115, dengan pembimbing Ahmad Syaichoni, M.Sy.
Kata kunci: Inflasi, BI Rate, Harga Emas, Jakrta Islamic Index, Investasi Syariah
Penelitian ini dilatar belakangi oleh peningkatan pasar modal yang semakin signifikan, salah satunya ditunjukkan dengan pertumbuhan Jakarta Islamic Index (JII) yang memprsentasikan kinerja saham-saham syariah unggulan. Para investor yang ingin melakukan kegiatan investasinya berdasarkan kepada prinsip-prinsip syariah, maka di beberapa bursa efek dunia telah disusun indeks yang secara khusus yang meliputi komponen saham-saham tergolong kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan prinsip syariah.
Tujuan dari penelitian ini diharapkan mampu memberi sunbangsih mengenai 1) Pengaruh inflasi terhadap Jakarta Islamic Index (JII) 2) Pengaruh bi rate terhadap Jakarta Islamic Index (JII) 3) Pengaruh harga emas terhadap Jakarta Islamic Index (JII).
Metode penelitian dengan menggunakan penelitian kuantitatif jenis hipotesis asosiatif karna dalam jenis penelitian ini tujuan peneliti untuk memahami hubungan yang ada antara dua variabel atau lebih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial: 1) inflasi tidak berpengaruh terhadap Jakarta Islamic Index (JII); 2) bi rate tidak berpengaruh terhadap Jakarta Islamic Index (JII); 3)harga emas berpengaruh negative terhadap Jakarta Islamic Index (JII). Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut berpengarh signifikan terhadap JII. Koefisien determinasi (R2) menunjukkan bahwa model regresi menjelaskan variabilitas JII sebesar 60,5%. Sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain diluar model. Temuan ini mengindikasikan bahwa investor syariah perlu memperhatikan kondisi makro ekonomi khususnya harga emas dalam mengambil keputusan
ANALISIS CAKUPAN LITERASI SAINS PADA BUKU BIOLOGI UNTUK SMA/MA KELAS XI B TERBITAN INTAN PARIWARA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi sains di Indonesia yang bisa dilihat dari data Programme for International Student Assessment (PISA). Rendahnya literasi sains menyebabkan siswa menjadi kurang peka dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar, tidak mampu menggunakan ilmu pengetahuan sains pada kehidupan nyata, siswa juga akan kesulitan memecahkan permasalahan dan lambat dalam mengambil sebuah keputusan. Salah satu sarana untuk meningkatkan literasi sains dalam biologi yaitu dengan menggunakan bahan ajar yang berkualitas. Dengan demikian, penelitian ini penting dilakukan untuk menilai sejauh mana buku biologi kelas XI semester 2 mendukung pengembangan literasi sains siswa berdasarkan kerangka kerja PISA. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa jauh muatan literasi sains pada buku Biologi Kelas XI Semester 2.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan sejauh mana indikator literasi sains berdasarkan PISA 2025 muncul dalam buku Biologi untuk SMA/MA Kelas 11B yaitu dalam bab 1 sistem koordinasi dan sistem gerak pada tubuh manusia, bab 2 sistem hormon dan fungsinya pada reproduksi manusia, dan bab 3 pertumbuhan dan perekembangan tumbuhan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara analisis dokumen menggunakan kerangka kerja PISA 2025, yang kemudian dianalisis dengan mereduksi data, menyajikan data, menarik kesimpulan dan verifikasi dengan menggunakan teknik triangulasi sumber.
Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa buku Biologi Kelas XI Semester 2 memuat semua aspek literasi sains berdasarkan kerangka kerja PISA 2025. Aspek dengan kemunculan tertinggi yaitu aspek kompetensi ilmiah dengan persentase sebesar 33,57%, diikuti dengan aspek pengetahuan ilmiah dengan persentase sebesar 30,88%, diiurutan ketiga yaitu aspek konteks dengan persentase sebesar 26,96%, lalu aspek identitas ilmiah dengang persentase sebesar 7,35%, di urutan terakhir ditempati aspek Di urutan terakhir yaitu aspek kompetensi pengetahuan lingkungan dengan persentase 1,23%. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan oleh siswa, guru, dan sekolah untuk membantu memilih buku ajar tepat, yang memuat literasi sains. Selain itu, dapat digunakan peneliti lain untuk melakukan penelitian lanjutan
PENERAPAN STRATEGI PERSONAL SELLING PADA PRODUK TABUNGAN ZAM-ZAM UNTUK KALANGAN GENERASI Z (GEN Z) DI BANK PANIN DUBAI SYARIAH TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Penerapan Strategi Personal Selling Pada Produk Tabungan Zam-Zam Untuk Kalangan Generasi Z Di Bank Panin Dubai Syariah Tulungagung” yang ditulis oleh Friska Dwi Irianti, NIM.126401213144 jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, pembimbing Doni Fitriyanto, M.E
Kata Kunci: Strategi Personal Selling, Tabungan Zam-Zam, Generasi Z, Bank Syariah, Pemasaran Jasa Keuangan.
Negara Indonesia merupakan negara yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam atau muslim, sehingga kegiatan ibadah haji merupakan satu hal yang wajib dilakukan oleh umat muslim sebagai rukun islam yang ke-5 dan tentunya dilakukan oleh mereka yang siap secara fisik, mental, dan juga materi. Pada saat ini minat masyarakat untuk bisa menunaikan ibadah haji selalu mengalamai kenaikan yang signifikan setiap tahunnya. Hal inilah yang mengakibatkan waktu tunggu yang semakin lama, sehingga pada waktu keberangkatan para jamaah sudah memasuki usia lansia dan juga fisik yang sudah semakin lemah. Dengan adanya tabungan zam-zam ini diharapkan bisa mengurangi berbagai risiko yang terjadi pada masa keberangkatan, seperti kondisi kesehatan yang dapat mempengaruhi proses pelaksanaan iadah haji.
Permasalahan yang difokuskan oleh peneliti terdapat 2 pertanyaan : (1) Bagaimana penerapan strategi personal selling pada produk tabungan zam-zam untuk kalangan gen Z di Bank Panin Dubai Syariah Tulungagung?, (2) Apa faktor yang menghambat penerapan strategi personal selling dalam menarik minat nasabah melalui produk tabungan zam-zam?. Adapaun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Untuk mengetahu bagaimana penerapan strategi personal selling pada produk tabungan zam-zam untuk kalangan gen Z di Bank Panin Dubai Syariah Tulungagung. (2) Untuk mengetahui menghambat penerapan strategi personal selling dalam menarik minat nasabah melalui produk tabungan zam-zam.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui proses wawancara dan observasi. Dalam proses menguji keabsahan data peneliti menggunakan teknik trianggulasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi personal selling yang diterapkan mencakup serangkaian tahapan seprti pendekatan awal, presentasi produk, penanganan keberatan, dan penutupan transaksi yang dirancang sesuai dengan karakteristik psikografis Gen Z. strategi ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan ketertarikan calon nasabah terhadap produk Tabungan Zam-Zam, yang difokuskan pada perencanaan keuangan untuk ibadah haji sejak usia muda. Namun pelaksanaan strategi ini masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan sumber daya manusia di bidang pemasaran, kurang optimalnya branding institusi, serta rendahnya literasi keuangan syariah di kalangan masyarakat
INTERNALISASI NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM MEMBENTUK MORAL PESERTA DIDIK (Studi Multisitus di Madrasah Aliyah Hasyim Asy’ari dan Madrasah Aliyah Roudlotul Ulum Kabupaten Jombang
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman nilai-nilai religius dalam sebuah lembaga pendidikan agar peserta didik bisa menjiwai, mempraktikkan, dan menaati nilai-nilai religius pada kegiatan sehari-hari baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Adapun nilai religius yang dimaksud terdiri dari nilai akidah, nilai ibadah, dan nilai akhlak. Internalisasi nilai-nilai religius dapat dipraktikkan oleh guru dan dilaksanakan secara rutin serta terstruktur sampai peserta didik benar-benar bisa menjiwai dengan baik. Maka diharapkan peserta didik menjadi generasi yang bisa meneruskan ciri bangsa yang bermoral. Bermoral bukan hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi terhadap orang tua, guru dan orang-orang di sekitar.
Tujuan penelitian ini diharapkan mampu memberi sumbangsih keilmuan tentang: (1) Proses internalisasi nilai-nilai religius dalam membentuk moral peserta didik; (2) Strategi internalisasi nilai-nilai religius dalam membentuk moral peserta didik; dan (3) Hambatan dan tantangan internalisasi nilai-nilai religius dalam membentuk moral peserta didik di Madrasah Aliyah Hasyim Asy’ari dan Madrasah Aliyah Roudlotul Ulum Kabupaten Jombang.
Metode penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi multisitus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan teknik keterpercayaan dengan menggunakan triangulasi sumber dan metode, kemudian teknik keteralihan, kebergantungan, dan kepastian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat tiga tahap internalisasi nilai-nilai religius di Madrasah Aliyah Roudlotul Ulum yaitu: tahap transformasi nilai, tahap transaksi nilai, dan tahap transinternalisasi nilai. Sedangkan proses internalisasi nilai-nilai religius di Madrasah Aliyah Hasyim Asy’ari melalui lima tahap yaitu: tahap pemberian pengetahuan dan pemahaman, tahap pembiasaan, tahap transinternalisasi nilai, tahap kebutuhan, dan tahap evaluasi. (2) Strategi internalisasi nilai-nilai religius melalui pembiasaan keagamaan, pembelajaran, pembelajaran kasus etika berbasis agama, keteladanan guru, kegiatan tahunan, pemberian reward and punishment, tata tertib madrasah, persuasif (ajakan), dan penciptaan suasana religius di madrasah. (3) Faktor penghambat internalisasi nilai-nilai religius yaitu: pemahaman peserta didik tentang ilmu agama, latar belakang keluarga, lingkungan, dan media informasi
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, KUALITAS PRODUK, TINGKAT MARGIN TERHADAP LOYALITAS ANGGOTA PRODUK MURABAHAH DENGAN KEPUASAN ANGGOTA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI BMT DI TULUNGAGUNG)
Tesis dengan judul “Pengaruh Kualitas Pelayanan, Kualitas Produk, Tingkat margin Terhadap Loyalitas Anggota Produk Murabahah Dengan Kepuasan Anggota Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada BMT di Wilayah Tulungagung)” ini ditulis oleh Happy Novasila Maharani, Magister Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dibimbing oleh Prof. Agus Eko Sujianto, M.E dan Dr. Binti Nur Asiyah, M.E
Kata Kunci: Loyalitas Anggota, Kualitas Pelayanan, Kualitas Produk, Tingkat Margin, Kepuasan Anggota, BMT
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh loyalitas anggota dan tren lembaga keuangan syariah BMT yang digemari oleh masyarakat serta perkembangan yang naik turun karena beberapa faktor. Faktor yang mempengaruhi diantaranya adalah loyalitas Anggota. Loyalitas Anggota produk Murabahah pada BMT sangat dipengaruhi oleh kualitas pelayanan, kualitas produk, dan tingkat margin . Kualitas pelayanan yang optimal dapat meningkatkan kepuasan Anggota, sementara kualitas produk bagus dan tingkat margin yang sesuai dengan kebutuhan Anggota dapat memperkuat hubungan jangka panjang. Namun, kepuasan Anggota menjadi faktor penting yang memediasi hubungan antara ketiga faktor tersebut dengan loyalitas Anggota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan, kualitas produk, dan tingkat margin terhadap loyalitas Anggota dengan kepuasan Anggota sebagai variabel intervening, guna memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan strategi bagi BMT untuk meningkatkan kinerja dan loyalitas Anggota dalam produk Murabahah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 375 Anggota BMT di wilayah Tulungagung. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung antara variabel-variabel path analisisi yang terlibat dalam penelitian ini, pengolahan data dengan PLS-SEM.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas Anggota produk Murabahah di BMT. Selain itu, kualitas produk yang bagus dan berkualitas terbukti mempengaruhi kepuasan dan loyalitas Anggota, menegaskan pentingnya produk yang diperjual belikan dan sesuai harapan. Sementara itu, tingkat margin memiliki pengaruh yang lebih kompleks, di mana pengaturan tingkat margin yang tepat dapat meningkatkan loyalitas Anggota melalui pengaruh positif terhadap kepuasan Anggota. Secara keseluruhan, kepuasan Anggota terbukti menjadi faktor penting yang memediasi hubungan antara kualitas pelayanan, kualitas produk, tingkat margin, dan loyalitas Anggota, yang memberikan wawasan bagi BMT untuk meningkatkan strategi layanan dan produk mereka. Implikasi secara manajerial bmt perlu meningkatkan kualitas pelayanan dan menetapkan margin yang adil dan dapat diterima anggota, karena dapat berpengaruh signifikan terhadap kepuasan dan loyalitas anggota
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS ADOBE ANIMATE PADA MATERI TRIGONOMETRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS X MAN 1 TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis
Adobe Animate pada Materi Trigonometri untuk Meningkatkan Kemampuan
Berpikir Kreatif Siswa Kelas X MAN 1 Tulungagung” ini ditulis oleh Wandria
Puspa Widiya Sari, NIM. 126204211077, Program Studi Tadris Matematika,
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali
Rahmatullah Tulungagung, dengan Pembimbing Skripsi: Miswanto M.Pd.
Kata kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran Interaktif, Adobe Animate,
Trigonometri, Berpikir Kreatif.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kreatif
siswa dalam pembelajaran matematika. Hal ini terjadi karena kreativitas siswa
kurang terfasilitasi saat pembelajaran. Data tersebut diperoleh dari observasi dan
wawancara terhadap siswa dan guru. Melalui pengembangan media pembelajaran
interaktif berbasis Adobe Animate diharapkan bisa menstimulasi kemampuan
kreatif siswa dalam berimajinasi melalui suasana belajar yang menarik dan
menyenangkan, khususnya pada materi trigonometri.
Adapun tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah: (1)
Mengetahui proses pengembangan media pembelajaran interaktif pada materi
trigonometri berbasis Adobe Animate untuk meningkatkan kemampuan berpikir
kreatif siswa kelas X MAN 1 Tulungagung. (2) Mengetahui kevalidan, kepraktisan,
efektivitas pengembangan media pembelajaran interaktif pada materi trigonometri
berbasis Adobe Animate untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa
kelas X MAN 1 Tulungagung.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang
memiliki lima tahap yaitu Analysis (Analisis), Design (Perancangan), Development
(Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi).
Subjek penelitian adalah 10 siswa kelas XI-N sebagai uji kelompok kecil, 21 siswa
kelas X-M sebagai uji kelompok besar sekaligus sebagai kelas eksperimen, serta 21
siswa kelas X-K sebagai kelas kontrol. Instrumen pengumpulan data meliputi
lembar angket validasi, angket respon dan lembar posttest kemampuan berpikir
kreatif. Teknik analisis data menggunakan presentase kevalidan, kepraktisan, dan
efektifitas media.
Hasil dari penelitian pengembangan ini diperoleh (1) proses pengembangan
media pembelajaran interaktif pada materi trigonometri berbasis Adobe Animate
diawali dengan tahap analisis, tahap perancangan, tahap pengembangan, tahap
implementasi, dan tahap evaluasi. (2) media pembelajaran interaktif pada materi
trigonometri berbasis Adobe Animate yang dikembangkan dinyatakan valid dengan
hasil uji kevalidan 96% sangat valid, praktis dengan hasil angket respon siswa 86%
sangat praktis, dan efektif dengan uji Independent t-test pembelajaran
menggunakan media pembelajaran interaktif memiliki rata-rata nilai 88,67 lebih
tinggi dibandingkan pembelajaran tanpa media dengan rata-rata nilai 65,81
MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS BELAJAR SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-ISTIGHOTSAH PANGGUNGREJO TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan
Kualitas Belajar Santri di Pondok Pesantren Al-Istighotsah Panggungrejo
Tulungagung’’. Ditulis oleh Rusda Qoiri Rofiah, NIM 126207212109, Program
Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan,
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Dr.
Mohammad Ja’far As-shodiq. S.Kom., M.Pd. I.
Kata Kunci : Manajemen, Sarana, Prasarana, Kualitas Belajar
Sebagai Lembaga pendidikan Islam, Pondok Pesantren berkomitmen untuk terus
meningkatkan dan beradaptasi dengan kebutuhan dunia modern. Salah satu faktor
terpenting dalam meningkatkan proses pembelajaran santri adalah ketersediaan sarana dan
prasarana yang memadai. Penting untuk memahami bagaimana manajemen pengelolaan
sarana dan prasarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan di pondok pesantren. Sarana
dan prasarana yang baik dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, nyaman,
dan aman, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap semangat belajar dan hasil
belajar santri. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pengelolaan yang baik
dalam aspek ini berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas belajar santri.
Pondok Pesantren Al-Istighotsah Panggungrejo Tulungagung yang merupakan
salah satu pondok pesantren yang ada di Tulungagung. Pondok Pesantren Al-Istighotsah
memiliki staff pengajar ustadz/ustadzah serta guru yang kompeten pada bidang
pelajarannya masing-masing sehingga berkualitas dan menjadi salah satu pesantren terbaik
di Kabupaten Tulungagung.
Fokus penelitian pada penelitian ini yaitu: (1) perencanaan sarana dan prasarana
dalam meningkatkan kualitas belajar santri di Pondok Pesantren Al-Istighotsah
Tulungagung ? (2) pelaksanaan sarana dan prasarana dalam meningkatkan kualitas belajar
santri di pondok pesantren Al-Istighotsah Tulungagung dan (3) evaluasi sarana dan
prasarana dalam meningkatkan kualitas belajar santri di pondok pesantren Al-Istighotsah
Tulungagung.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen
sarana dan prasarana di pondok pesantren untuk meningkatkan kualitas belajar santri. Latar
belakang penelitian ini dilandasi oleh fenomena lembaga pendidikan terhadap sarana dan
prasarana yang memfasilitasi santri dalam meningkatkan kualitas belajar di pondok. Yang
mana pengasuh pondok memanajemen sarana dan prasarana untuk meningkatkan kualitas
belajar dan menumbuhkan semangat dalam belajar.
Jenis atau pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif.
Dengan metode pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan
data dilakukan dengan cara keikutsertaan dan Triangulasi sebab penelitian data yang terdiri
dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Teknik analisis data antara
lain data collection ( pengumpulan data), Proses kondensasi data, display data (penyajian
data)Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) perencanaan antara lain menyusun
daftar kebutuhan, estimasi biaya penetapan skala prioritas, melakukan kegiatan rapat untuk
menentukan kebutuhan pondok pesantren bersama pengasuh dan ustadzah. (2) Kedua
pelaksanan antara lain pembelian barang. Sarana dan prasarana pendidikan dalam proses
pembelajaran dilakukan bersama-sama dengan semua pihak pengurus pondok mengacu
pada kebutuhan yang sangat penting untuk mendukung proses pembelajaran yang
berkualitas. (3) evaluasi antara lain Pemeliharaan berkelanjutan, pemeliharaan berkala,
pemeliharaan darurat, pemeliharaan preventif dan penghapusan sarana dan prasarana