Institutional Repository of UIN SATU Tulungagung
Not a member yet
37599 research outputs found
Sort by
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM FILM ANIMASI UPIN DAN IPIN MUSIM 15
Skripsi dengan judul “Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam dalam Film Animasi Upin dan Ipin Musim 15” ini ditulis oleh Sofiana Sholikah, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Skripsi: Ahmad Natsir, M.Pd.I.
Film animasi Upin dan Ipin merupakan salah satu film animasi yang berasal dari Malaysia dan sangat populer di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Kehidupan Upin dan Ipin diwarnai oleh interaksi dengan teman-teman sebayanya, kegiatan di sekolah dan masjid, serta nilai-nilai budaya Melayu dan ajaran Islam yang secara konsisten ditampilkan dalam setiap episode. Keistimewaan film animasi Upin dan Ipin terletak pada kemampuannya mengangkat nilai-nilai kehidupan dan keagamaan dalam bentuk cerita yang sederhana, namun penuh makna. Dengan banyaknya musim dan episode yang sudah dihasilkan oleh Les’ Copaque Production, peneliti tertarik untuk menganalisis episode “Dugaan Puasa” dan episode “Gerobok Rezeki” pada musim 15 karena selain mengandung pesan moral dan pelajaran yang dapat dipetik, episode “Dugaan Puasa” dan episode “Gerobok Rezeki” pada musim 15 juga mengandung nilai-nilai pendidikan agama Islam. Dalam pandangan Nurcholis Madjid, ia menyatakan bahwa nilai-nilai keagamaan merupakan hal yang mendasar untuk ditanamkan pada anak dan dalam kegiatan menanamkan nilai-nilai inilah yang sesungguhnya menjadi inti dari pendidikan. Di antara nilai-nilai tersebut adalah nilai akidah, nilai syariah, dan nilai akhlak.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana nilai akidah yang terdapat dalam film animasi Upin dan Ipin musim 15 pada episode “Dugaan Puasa” dan episode “Gerobok Rezeki”?, (2) Bagaimana nilai syariah yang terdapat dalam film animasi Upin dan Ipin musim 15 pada episode “Dugaan Puasa” dan episode “Gerobok Rezeki”?, serta (3) Bagaimana nilai akhlak yang terdapat dalam film animasi Upin dan Ipin musim 15 pada episode “Dugaan Puasa” dan episode “Gerobok Rezeki”?. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan nilai akidah yang terdapat dalam film animasi Upin dan Ipin musim 15 pada episode “Dugaan Puasa” dan episode “Gerobok Rezeki”, (2) Untuk mendeskripsikan nilai syariah yang terdapat dalam film animasi Upin dan Ipin musim 15 pada episode “Dugaan Puasa” dan episode “Gerobok Rezeki”, serta (3) Untuk mendeskripsikan nilai akhlak yang terdapat dalam film animasi Upin dan Ipin musim 15 pada episode “Dugaan Puasa” dan episode “Gerobok Rezeki”.
Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Penelitian ini termasuk penelitian library research atau kajian kepustakaan atau dapat juga disebut dengan studi kepustakaan. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer berupa film animasi Upin dan Ipin musim 15 pada episode “Dugaan Puasa” yang terdapat di aplikasi RCTI+ dan episode “Gerobok Rezeki” yang terdapat di aplikasi YouTube “Neoh Studio” serta data sekunder berupa buku, skripsi tahun sebelum-sebelumnya, jurnal penelitian, artikel ilmiah, dan informasi dari internet yang berkaitan dengan objek penelitian. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis isi atau analisis dokumen (content analysis) dengan penyajian menggunakan teknik semiotika dari Ferdinand de Saussure.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat (1) Nilai akidah yang terdapat dalam film animasi Upin dan Ipin musim 15 pada episode “Dugaan Puasa” dan episode “Gerobok Rezeki” adalah iman kepada Allah Swt. (berdoa), iman kepada kitab-kitab Allah Swt. (percaya kitab Al-Qur’an), dan iman kepada qada dan qadar (percaya dengan ketetapan dan ketentuan Allah Swt.), (2) Nilai syariah yang terdapat dalam film animasi Upin dan Ipin musim 15 pada episode “Dugaan Puasa” dan episode “Gerobok Rezeki” adalah ibadah (salat dan puasa), muamalah (jual beli), dan hubungan sosial (mementingkan hak orang lain) serta (3) Nilai akhlak yang terdapat dalam film animasi Upin dan Ipin musim 15 pada episode “Dugaan Puasa” dan episode “Gerobok Rezeki” adalah akhlak terhadap Allah Swt. (tadarus Al-Qur’an, tawakal, qonaah, dan bersyukur), akhlak terhadap manusia (akhlak terhadap diri sendiri terdiri dari jujur, sabar, ikhlas, sederhana, dan menahan hawa nafsu; akhlak terhadap keluarga terdiri dari patuh dan sopan santun; dan akhlak terhadap orang lain terdiri dari tolong menolong, berbagi, peduli, toleransi beragama, nasihat, dan ukhuwah Islamiyah), dan akhlak terhadap lingkungan (menjaga kebersihan lingkungan).
Kata Kunci: Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam, Film Animasi Upin dan Ipin
KONTRIBUSI INDUSTRI KECIL KERAJINAN GENTENG TERHADAP KESEJAHTERAAN EKONOMI PENGRAJIN DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Pada Pengrajin Genteng di Desa Sukorejo Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek)
Skripsi dengan judul “Kontribusi Industri Kecil Kerajinan Genteng Terhadap
Kesejahteraan Ekonomi Pengrajin Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Pada
Pengrajin Genteng Di Desa Sukorejo Kecamatan Gandusari Kabupaten
Trenggalek)” ini ditulis oleh Fahrul Anam, NIM. 126402213221, dengan
pembimbing Rizal Furqon Ramadhan,S.Kom.,M.T.
Kata Kunci: Industri Kecil, Kontribusi, Kerajinan Genteng, Kesejahteraan
Ekonomi
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hadirnya industri kecil yang bergerak pada
industri pengolahan di Desa Sukorejo Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek
dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi pengrajin. Industri kecil ini memiliki
paling banyak pekerja dibandingkan industri lainnya di desa tersebut, sehingga
dapat memenuhi kebutuhan penelitian yang mengkaji tentang kesejahteraan
ekonomi pengrajin. Dengan demikian, industri kecil kerajinan genteng memberikan
manfaat ekonomi kepada pemilik usaha dan masyarakat sekitar di desa tersebut.
Tujuan penelitian ini diharapkan mampu memberi sumbang asih keilmuan
tentang: (1) Kontribusi industri kecil kerajinan genteng Desa Sukorejo Kecamatan
Gandusari Kabupaten Trenggalek terhadap kesejahteraan ekonomi pengrajin dalam
perspektif ekonomi Islam. (2) Kendala yang dihadapi industri kecil kerajinan
genteng Desa Sukorejo Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek dalam
meningkatkan kesejahteraan ekonomi pengrajin. (3) Solusi untuk menghadapi
kendala industri kecil kerajinan genteng genteng Desa Sukorejo Kecamatan
Gandusari Kabupaten Trenggalek dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi
pengrajin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi
kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara
mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan teknik analisis
data Miles Huberman yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan
verifikasi/penarikan kesimpulan. Teknik yang digunakan dalam memeriksa
keabsahan temuan yaitu menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan
triangulasi waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Industri kecil kerajinan genteng
berperan pada pembukaan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan
ekonomi pengrajin yang dapat dilihat melalui tercapainya indikator kesejahteraan
ekonomi seperti tingkat pendapatan, pendidikan dan kesehatan. (2) Kendala yang
dihadapi industri kecil kerajinan genteng seperti keterbatasan modal, kemampuan
dalam menyerap tenaga kerja, terbatasnya bahan baku, persaingan usaha, dan faktor
alam. (3) Solusi yang dapat diambil untuk menghadapi kendala industri kecil
kerajinan genteng seperti manajemen persediaan bahan baku, meningkatkan
kualitas produk dan diferensiasi produk, dan inovasi
PENGARUH RISK PROFILE, GOOD CORPORATE GOVERNANCE, EARNINGS, CAPITAL, DAN INFLASI TERHADAP PERTUMBUHAN LABA DENGAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Pada BPR Syariah Di Jawa Timur)
Tesis dengan judul “Pengaruh RGEC dan Inflasi Terhadap Pertumbuhan
Laba Dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada BPR
Syariah di Jawa Timur)” ini di tulis oleh Alfirsyah Sukmawardaya NIM
1880508230002, dengan pembimbing Prof. Dr. H. Dede Nurohman, M.Ag dan
Dr. Binti Nur Asiyah, M.Si.
Kata kunci: RGEC, inflasi, ukuran perusahaan, pertumbuhan laba, BPR Syariah.
Penelitian ini dilatarbelakangi harapan peningkatan pertumbuhan laba oleh
investor dan perusahaan itu sendiri. Sedangkan perolehan laba tidak selalu dapat
dipastikan karena dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal.
Variabel independen disusun berdasarkan pendekatan RGEC, meliputi risiko
likuiditas (risk profile), efisiensi manajemen (good corporate governance),
profitabilitas (earnings), dan permodalan (capital) serta faktor ekonomi makro
berupa inflasi terhadap pertumbuhan laba, dengan ukuran perusahaan sebagai
pemoderasi. Tujuan penelitian ini untuk menguji: (1) Pengaruh risiko likuiditas
terhadap pertumbuhan laba, (2) Pengaruh efesiensi manajemen terhadap
pertumbuhan laba, (3) Pengaruh profitabilitas terhadap pertumbuhan laba, (4)
Pengaruh permodalan terhadap pertumbuhan laba, (5) Pengaruh inflasi terhadap
pertumbuhan laba, (6) Pengaruh risiko likuiditas terhadap pertumbuhan laba
dengan pemoderasi ukuran perusahaan, (7) Pengaruh efesiensi manajemen
terhadap pertumbuhan laba dengan pemoderasi ukuran perusahaan, (8) Pengaruh
profitabilitas terhadap pertumbuhan laba dengan pemoderasi ukuran perusahaan,
(9) Pengaruh permodalan terhadap pertumbuhan laba dengan pemoderasi ukuran
perusahaan, dan (10) Pengaruh inflasi terhadap pertumbuhan laba dengan
pemoderasi ukuran perusahaan
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan
purposive sampling menggunakan kriteria yang ditetapkan untuk mewakili
populasi. Sampel penelitian berjumlah 76 yang diambil dari laporan keuangan
BPR Syariah di Jawa Timur yang dipublikasikan pasa situs OJK periode tahun
2020-2023. Analisa data menggunakan software EViews 12 for Windows dengan
berbagai uji statistik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) risiko likuiditas secara parsial
berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba, (2) efisiensi
manajemen secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap
pertumbuhan laba, (3) profitabilitas secara parsial berpengaruh positif dan
signifikan terhadap pertumbuhan laba, (4) permodalan tidak berpengaruh
signifikan terhadap pertumbuhan laba, (5) inflasi tidak berpengaruh signifikan
terhadap pertumbuhan laba, (6) Ukuran perusahaan tidak memoderasi signifikan
risiko likuiditas terhadap pertumbuhan laba, (7) Ukuran perusahaan tidak
memoderasi efisiensi manajemen terhadap pertumbuhan laba, (8) Ukuran
perusahaan tidak memoderasi profitabilitas terhadap pertumbuhan laba, (9) ukuran
perusahaan tidak memoderasi permodalan terhadap pertumbuhan laba, dan (10)
ukuran perusahaan tidak memoderasi inflasi terhadap pertumbuhan laba
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FLASHCARD DALAM MENINGKATKAN HAFALAN MUFRADAT BAHASA ARAB DI MI NURUL ISLAM TULUNGAGUNG
Sa’adah, Niha Na’imatus. 2025. Pengembangan Media Pembelajaran Flashcard dalam Meningkatkan Hafalan Mufradat Bahasa Arab di MI Nurul Islam Tulungagung. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pembimbing Skripsi: Dr. Muhammad Afthon Ulin Nuha, M.Pd.
Kata Kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran, Flashcard, Hafalan Mufradat, Bahasa Arab.
Penelitian dengan judul “Pengembangan Media Pembelajaran Flashcard dalam Meningkatkan Hafalan Mufradat Bahasa Arab di MI Nurul Islam Tulungagung” ini dilatar belakangi oleh bebarapa masalah yang terjadi. Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh peneliti, masalah yang terjadi yaitu saat ini diperlukan media yang tepat dan menarik untuk meningkatkan semangat belajar peserta didik terutama pada pelajaran yang dianggap sulit dan membosankan seperti bahasa Arab.
Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk mengetahui bagaimana langkah-langkah pengembangan media pembelajaran flashcard, mengetahui kelayakan media pembelajaran flashcard, dan mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran flashcard dalam meningkatkan hafalan mufradat bahasa Arab.
Metode penelitian yang diambil dalam penelitian ini yaitu R&D dengan model Borg and Gall yang menggunakan 10 tahapan kemudian disederhanakan menjadi 5 tahapan berdasarkan temuan dari Prof. Sugiyono yaitu : (1) menganalisis produk yang akan dikembangkan (need analysis), (2) mengembangkan produk awal, (3) validasi ahli, (4) uji coba lapangan, dan (5) revisi produk.
Hasil uji kevalidan media mendapat nilai 69% (valid). Validator materi memberi nilai 96% (sangat valid). Kemudian dari validator pembelajaran mendapat nilai 79% (valid). Hasil nilai kepraktisan dari 20 peserta didik yaitu mendapat nilai 88,9% (praktis). Dengan demikian, maka media pembelajaran flashcard ini dinyatakan valid dan memenuhi kriteria kelayakan media pembelajaran sehingga media ini bisa digunakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
Uji normalitas yang digunakan dalam menganalisis data yaitu data pre-test dan post-test dalam uji normalitas I-Sample Shapiro-Wilk. Hasilnya kedua data berdistribusi normal, ditunjukkan dengan masing-masing data melebihi signifikasi yaitu 0,05. Signifikasi data pre-test adalah 0.242 > 0,05 dan data post-test adalah 0,285 > 0,05. Kemudian dilanjutkan dengan uji hipotesis yang memperoleh nilai Sig. 0,001 < 0,05, artinya terdapat perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Dengan demikian, media pembelajaran flashcard terbukti efektif serta berpengaruh untuk meningkatkan hasil belajar yaitu dalam meningkatkan hafalan mufradat bahasa Arab
PERANAN KOMPETENSI, KUALIFIKASI DAN KETRAMPILAN NON-TEKNIS SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN DI ERAREVOLUSI DIGITAL 5.0 DI BANK SYARIAH INDONESIA KANTOR CABANG MALANG SUPRAPTO
Skripsi dengan judul “Peranan Kompetensi, Kualifikasi dan
Ketrampilan Non-Teknis Sumber Daya Manusia Dalam
Meningkatkan Kualitas Layanan di Era Revolusi Digital 5.0 di Bank
Syariah Indonesia Kantor Cabang Malang Suprapto” ini ditulis oleh
Evi Wulandari, Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Islam, Universitas Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung,
NIM.12401193143, Pembimbing Sri Eka Astutiningsih, S.E., M.M.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh seluruh lembaga keuangan
termasuk perbankan syariah berlomba-lomba meningkatkan
pelayanan kepada masyarakat guna memperoleh kepercayaan dan
loyalitas nasabah. Perbankan syariah saat ini membutuhkan sumber
daya manusia yang memiliki kompetensi, kualifikasi, dan ketrampilan
non teknis atau soft skill di bidang syariah, namun dalam praktiknya
perbankan syariah belum memiliki sumber daya manusia dengan
keahlian yang mumpuni baik dalam bidang ekonomi maupun bidang
syariah.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran
kompetensi sumber daya manusia dalam meningkatkan kualitas
layanan pada era revolusi digital 5.0 di Bank Syariah Indonesia Kantor
Cabang Malang Suprapto, untuk mengetahui peran kualifikasi sumber
daya manusia dalam meningkatkan kualitas layanan pada era revolusi
digital 5.0 di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Malang
Suprapto, untuk mengetahui peran ketrampilan non-teknis sumber
daya manusia dalam meningkatkan kualitas layanan pada era revolusi
digital 5.0 di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Malang
Suprapto.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan melakukan
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis datanya
meliputi kondensasi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan.
Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi data yaitu sumber, metode, dan teori.
Hasil penelitian yang diperoleh yaitu peran kompetensi sumber
daya manusia menentukan kinerja karyawan di Bank Syariah
Indonesia Kantor Cabang Malang Suprapto, kompetensi berpengaruh
langsung terhadap pemenuhan target dan key performance indicator.
Peran kualifikasi sumber daya manusia adalah membantu karyawan
terus mengembangkan diri di luar kompetensi yang dimiliki. Peran
ketrampilan non-teknis sumber daya manusia adalah sebagai
penunjang kompetensi dan kualifikasi yang telah dimiliki oleh
seseorang dalam menjalankan tugas atau pekerjaannya.
Kata Kunci: Kompetensi, Kualifikasi, Ketrampilan Non-teknis,
Kualitas Layana
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN OUTDOOR LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPS KELAS VIII DI MTS DARISSULAIMANIYYAH KAMULAN DURENAN TRENGGALEK
Skripsi dengan judul "Pengaruh Metode Pembelajaran Outdoor Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran IPS Kelas VIII di MTs Darissulaimaniyyah Kamulan Durenan Trenggalek" Ini ditulis oleh Uli Syaqiya, NIM. 126209211050, Pembimbing Drs. H. Jani, M.M., M.Pd., NIP. 196602101985031001.
Kata Kunci: Metode Pembelajaran Outdoor Learning, Hasil Belajar Kognitif, Afektif, Psikomotorik
Penelitian ini berlatar belakang dari suasana dan keadaan kelas di MTs Darissulaimaniyyah pada saat pembelajaran yang cenderung pasif. Siswa beranggapan bahwa pelajaran IPS yang berlangsung di kelas selalu menjadi pelajaran yang membosankan dan sulit bagi siswa yang dapat mempengaruhi hasil belajar mereka. Siswa yang memiliki nilai hasil belajar yang rendah cenderung pasif pada saat pembelajaran berlangsung.
Rumusan masalah yang diperoleh penulis adalah (1) Bagaimana pengaruh metode pengaruh pembelajaran outdoor learning terhadap hasil belajar aspek kognitif kelas VIII MTs Darissulaimaniyyah Kamulan Durenan Trenggalek. (2) Bagaimana pengaruh metode pengaruh pembelajaran outdoor learning terhadap hasil belajar aspek psikomotorik kelas VIII MTs Darissulaimaniyyah Kamulan Durenan Trenggalek. (3) Bagaimana pengaruh metode pengaruh pembelajaran outdoor learning terhadap hasil belajar aspek afektif kelas VIII MTs Darissulaimaniyyah Kamulan Durenan Trenggalek. Dari rumusan masalah tersebut, maka tujuan penulisan ini adalah (1) Untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran outdoor learning terhadap hasil belajar siswa aspek kognitif mata pelajaran IPS kelas VIII di MTs Darissulaimaniyyah Kamulan durenan Trenggalek (2) Untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran outdoor learning terhadap hasil belajar siswa aspek afektif mata pelajaran IPS kelas VIII di MTs Darissulaimaniyyah Kamulan durenan Trenggalek (3) Untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran outdoor learning terhadap hasil belajar siswa aspek psikomotorik mata pelajaran IPS kelas VIII di MTs Darissulaimaniyyah Kamulan durenan Trenggalek.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitian kuantitatif yang dipakai ialah eksperimen (Quasy Experimental Design) dan desain penelitian yang digunakan adalah Non-equivalent Control Group Design.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Metode pembelajaran outdoor learning berpengaruh terhadap hasil belajar siswa aspek kognitif mata pelajaran IPS kelas VIII MTs Darissulaimaniyyah. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai Sig.(2-tailed) 0,000 < 0.05 maka Ho ditolak H1 diterima. (2) Metode pembelajaran outdoor learning berpengaruh terhadap hasil belajar siswa aspek afektif mata pelajaran IPS kelas VIII MTs Darissulaimaniyyah. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai Sig.(2-tailed) 0,000 < 0.05 maka Ho ditolak H1 diterima. (3) Metode pembelajaran outdoor learning berpengaruh terhadap hasil belajar siswa aspek psikomotorik mata pelajaran IPS kelas VIII MTs Darissulaimaniyyah. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai Sig.(2-tailed) 0,000 < 0.05 maka Ho ditolak H1 diterima
UPAYA PELESTARIAN SENI KARAWITAN SEBAGAI MEDIA DAKWAH (Studi Kasus Pada Komunitas Karawitan Kianom Kusumo Tanjunganom Nganjuk)
Skripsi dengan judul “Upaya Pelestarian Seni Karawitan Sebagai Media Dakwah (Studi Kasus Pada Komunitas Karawitan Kianom Kusumo Tanjunganom Nganjuk)” ini ditulis oleh Laila Dwi Nurfadillah, NIM. 126304212106, dengan pembimbing Mutrofin, M.Fil.I
Kata Kunci: Karawitan, Pelestarian Budaya, Komunitas Seni, Media Dakwah
Seni karawitan sebagai bagian dari warisan budaya Jawa memiliki nilai estetika dan spiritual yang tinggi, namun saat ini keberadaannya mulai teralihkan oleh arus modernisasi dan perubahan selera masyarakat, terutama di kalangan generasi muda. Upaya pelestarian yang melatarbelakangi penelitian ini adalah semakin menurunnya minat terhadap seni karawitan dan kurangnya pemanfaatan seni tradisional sebagai media dakwah Islam yang efektif. Padahal, dalam sejarahnya, karawitan telah digunakan oleh para Walisongo sebagai sarana menyampaikan nilai-nilai keislaman melalui pendekatan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya pelestarian seni karawitan dilakukan oleh komunitas Kianom Kusumo serta strategi yang mereka gunakan untuk menyampaikan dakwah melalui media seni tersebut. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Kianom Kusumo melakukan pelestarian karawitan melalui kegiatan rutinan yang dilakukan setiap bulan sekali, regenerasi, dan pementasan tembang-tembang dakwah seperti Lir-ilir. Strategi dakwah dilakukan melalui pendekatan kultural yang santun dan komunikatif, dengan menyisipkan pesan-pesan Islam dalam lirik tembang serta mengemas pertunjukan dalam suasana religius namun tetap menghibur. Penelitian ini menegaskan bahwa seni karawitan dapat menjadi media dakwah yang efektif dan relevan jika dikemas secara kontekstual, serta didukung oleh kesadaran kolektif untuk melestarikan budaya lokal sebagai bagian dari syiar Islam
PENGATURAN KEWENANGAN KHUSUS OTORITA IBU KOTA NUSANTARA DALAM PERIZINAN BERUSAHA BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 27 TAHUN 2023 TENTANG KEWENANGAN KHUSUS OTORITA IBU KOTA NUSANTARA DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH
DIMAS CANDRA ABDHEOKTA, 126103211039, Pengaturan Kewenangan Khusus Otorita Ibu Kota Nusantara Dalam Perizinan Berusaha Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2023 Tentang Kewenangan Khusus Otorita Ibu Kota Nusantara Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, Program Studi Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Yusuf Mardhani, M.H.
Kata Kunci : Kewenangan Khusus, Perizinan Berusaha, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya pemerintah dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi Jakarta, pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2023 tentang Kewenangan Khusus Otorita Ibu Kota Nusantara memberikan kewenangan khusus kepada Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), termasuk dalam hal pengelolaan perizinan berusaha secara mandiri. Pengaturan ini bertujuan untuk mempercepat investasi, menyederhanakan proses perizinan, dan menciptakan iklim usaha yang kondusif. Namun, pengaturan ini juga menimbulkan tantangan, seperti potensi konflik dengan asas desentralisasi yang diatur dalam Undang-Undang Pemerintahan Daerah serta hubungan antara OIKN dengan pemerintah pusat dan daerah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis aspek yuridis pengaturan tersebut dan mengkaji kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip ketatanegaraan dalam sistem hukum Indonesia.
Rumusan masalah dari penelitian ini adalah Bagaimana analisis bentuk pengaturan kewenangan khusus Otorita ibu kota Nusantara dalam perizinan berusaha yang diberikan kepada Otorita Ibu Kota Nusantara Ditinjau Dari Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2023 tentang Kewenangan Khusus Otorita Ibu Kota Nusantara dan Bagaimana tinjauan ketatanegaraan terhadap pengaturan kewenangan khusus yang diberikan kepada Otorita Ibu Kota Nusantara melalui Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2023 tentang Kewenangan Khusus Otorita Ibu Kota Nusantara. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif, yaitu pendekatan yang berfokus pada analisis terhadap norma-norma hukum yang berlaku. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan perundang-undangan untuk menganalisis isi Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2023 tentang Kewenangan Khusus Otorita Ibu Kota Nusantara terkait kewenangan khusus Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan pendekatan konseptual untuk menggali konsep-konsep hukum terkait kewenangan khusus dan ketatanegaraan. Data yang dianalisis mencakup data primer berupa peraturan perundang-undangan yang relevan serta data sekunder seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan mengklasifikasikan data berdasarkan tema, menganalisis kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip hukum, dan memberikan interpretasi hukum terkait kewenangan khusus OIKN dalam perizinan berusaha.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaturan kewenangan khusus yang diberikan kepada Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dalam perizinan berusaha, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2023 tentang Kewenangan Khusus Otorita Ibu Kota Nusantara, memberikan fleksibilitas signifikan dalam tata kelola izin usaha di wilayah IKN. Kewenangan ini memungkinkan OIKN untuk menyederhanakan proses perizinan, mengelola izin berbasis risiko, memberikan fasilitas khusus bagi investor, serta mempercepat penerbitan izin melalui sistem Online Single Submission (OSS). Langkah ini dirancang untuk menarik investasi strategis dan mendukung pembangunan IKN sebagai proyek nasional dengan pendekatan modern dan efisien. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dari perspektif ketatanegaraan, khususnya terkait potensi konflik dengan asas desentralisasi dan hubungan antara OIKN dengan pemerintah daerah. Kewenangan luas yang dimiliki OIKN dapat memunculkan tumpang tindih dengan peran pemerintah daerah, sehingga diperlukan harmonisasi regulasi dan mekanisme koordinasi yang efektif. Pengawasan yang akuntabel dan transparan menjadi kunci untuk memastikan kewenangan ini mendukung pembangunan berkelanjutan tanpa mengabaikan prinsip otonomi daerah dalam sistem pemerintahan Indonesia
KEMAMPUAN PENALARAN SISTEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL ALJABAR DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA KELAS X SMAN 1 SUTOJAYAN BLITAR
Pruystin Aisyah, Nurfazila. 2025. Kemampuan Penalaran Sistematis Siswa Dalam Mengerjakan Soal Aljabar Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Kelas X SMAN 1 Sutojayan Blitar. Skripsi, Jurusan Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pembimbing Skripsi: Dr. Ummu Sholihah, S.Pd., M.Si.
Kata kunci: Kemampuan Penalaran Sistematis, Gaya Belajar, Pembelajaran Visual, Pembelajaran Auditori, Pembelajaran Kinestetik, Aljabar, Studi Kasus.
Kemampuan penalaran sistematis siswa merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran matematika, terutama dalam menyelesaikan soal aljabar yang membutuhkan pemikiran logis dan terstruktur. Setiap siswa memiliki cara yang berbeda dalam memahami dan memproses informasi, yang dipengaruhi gaya belajar mereka. Gaya belajar setiap siswa berbeda-beda, diantaranya gaya belajar visual, gaya belajar auditorial, dan gaya belajar kinestetik.
Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan kemampuan bernalar sistematis siswa dengan gaya belajar visual dalam menyelesaikan soal aljabar (2) mendeskripsikan kemampuan bernalar sistematis siswa dengan gaya belajar auditorial dalam menyelesaikan soal aljabar (3) mendeskripsikan kemampuan bernalar sistematis siswa dengan gaya belajar kinestetik dalam menyelesaikan soal aljabar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas X-7 yang dipilih berdasarkan hasil gaya belajar siswa. Teknik pengumpulan data meliputi angket gaya belajar, tes soal aljabar, wawancara, serta observasi selama proses penyelesaian tes soal. Data yang diperoleh dianalisis secara studi kasus untuk mengidentifikasi karakteristik penalaran sistematis siswa dalam menyelesaikan permasalahan aljabar ditinjau dari gaya belajar siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa dengan gaya belajar visual cenderung menuliskan informasi secara terstruktur dan jelas selama pemecahan masalah berlangsung (2) siswa dengan gaya belajar auditorial cenderung berpikir cepat dan kurang terbiasa bekerja secara sistematis (3) siswa dengan gaya belajar kinestetik cenderung memahami konsep ketika mereka dapat melakukan sesuatu untuk mewakili atau mengolah informasi
UPAYA GURU AKIDAH AKHLAK DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK DI MTS SULTAN AGUNG JABALSARI TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Upaya Guru Akidah Akhlak dalam Membentuk Karakter
Religius Peserta Didik di MTs Sultan Agung Jabalsari Tulungagung” ini ditulis oleh
Kalya Regina Fortunata, NIM. 126201212154, Program Studi Pendidikan Agama Islam,
Jurusan Tarbiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri
Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang dibimbing oleh Bapak Saiful Bahri., S.Ag
M.Pd.I
Kata Kunci: Upaya Guru, Akidah Akhlak, Karakter Religius
Pendidikan karakter religius memiliki peran yang sangat penting dalam
membentuk kepribadian peserta didik agar memiliki akhlak yang baik dan sesuai dengan
ajaran Islam. Di era globalisasi ini, banyak tantangan yang dapat mempengaruhi karakter
siswa, seperti perkembangan teknologi, pergaulan bebas, dan minimnya keteladanan
dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, upaya guru akidah akhlak menjadi sangat
krusial dalam menanamkan nilai-nilai religius di lingkungan sekolah. Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru akidah akhlak dalam membentuk karakter
religius peserta didik di MTs Sultan Agung Jabalsari Tulungagung, yang
mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut, serta
mengevaluasi hasil dari pembentukan karakter religius yang telah dilakukan.
Untuk mendalami hal tersebut, peneliti merumuskan fokus penelitian sebagai
berikut: 1) Bagaimana pembiasaan guru akidah akhlak dalam membentuk karakter
religius peserta didik di MTs Sultan Agung Jabalsari Tulungagung?, 2) Bagaimana
keteladanan dan kedisiplinan guru akidah akhlak dalam upaya membentuk karakter
religius peserta didik di MTs Sultan Agung Jabalsari Tulungagung?, 3) Bagaiman faktor
pendukung dan penghambat guru akidah akhlak dalam pembentukan karakter religius
peserta didik di MTs Sultan Agung Jabalsari Tulungagung?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi,
dan dokumentasi. Analisis data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Pengecekan keabsahan data dengan teknik kredibilitas meliputi triangulasi (sumber dan
teknik), perpanjangan pengamatan dan ketekunan pengamatan.
Hasil dari penelitian ini meliputi: 1) Pembiasaan guru akidah akhlak yang
dilakukan dalam rangka membentuk karakter religius peserta didik dilakukan melalui
penerapan kegiatan pembiasaan seperti kegiatan salam pagi, metode keteladanan,
integrasi nilai-nilai agama dalam pembelajaran, serta pelaksanaan program keagamaan di
sekolah, seperti sholat dhuha dan dhuhur berjamaah, membaca Al-Qur'an, tahfidz, tahlil
dan madrasah diniyah. 2) Faktor pendukung meliputi lingkungan sekolah yang
mendukung, dukungan dari keluarga, serta adanya program pembiasaan yang rutin.
Sedangkan Faktor penghambat yang ditemukan antara lain kurangnya kesadaran individu
siswa dalam mengamalkan nilai-nilai religius dan pengaruh negatif dari lingkungan luar
sekolah. 3) Keteladanan dan Kedisiplinan guru akidah akhlak yang dilakukan dalam
rangka membentuk karakter religius peserta didik dilakukan melalui guru dalam bersikap
baik dan religius serta penerapan kedisiplinan melalui tata tertib dan sanksi mendidik
menjadi upaya efektif dalam membentuk karakter religius peserta didik secara
berkelanjutan