Institutional Repository of UIN SATU Tulungagung
Not a member yet
    37599 research outputs found

    PENGARUH HARGA, FASILITAS, DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA STUDIO PANGKAS RAMBUT SHEO BARBERSHOP SUMBEREJO KULON KECAMATAN NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG

    Get PDF
    Skripsi dengan judul “Pengaruh Harga, Fasilitas, Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Studio Pangkas Rambut Sheo Barbershop Sumberejo Kulon Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung” yang ditulis oleh Wulandina Misiasanti, NIM 126405213220, dengan dosen pembimbing Prof. Dr. H. Dede Nurohman, M.Ag. Kata Kunci: Harga, Fasilitas, Kualitas Pelayanan, Kepuasan Konsumen. Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena perilaku konsumen dalam memilih dan menggunakan jasa pangkas rambut modern atau barbershop. Permintaan jasa pangkas rambut modern yang semakin meningkat mempengaruhi perilaku konsumen dalam memilih jasa yang sesuai ekspektasi mereka. Konsumen semakin selektif dalam memilih ataupun memperhatikan harga, fasilitas, dan kualitas pelayanan. Harga yang wajar dan adil, fasilitas yang sesuai dan berguna bagi konsumen, dan kualitas pelayanan yang baik akan menjadikan konsumen merasa puas. Hal-hal tersebut mempengaruhi niat konsumen untuk kembali menggunakan jasa barbershop. Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh harga terhadap kepuasan konsumen, menguji pengaruh fasilitas terhadap kepuasan konsumen, menguji pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan kepuasan konsumen dan menguji secara bersama-sama pengaruh harga, fasilitas, dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen Sheo Barbershop Sumberejo Kulon Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 84 responden dari pelanggan Sheo Barbershop. Teknik pengambilan data menggunakan skala likert melalui penyebaran kuesioner, selanjutnya dilakukan pengujian data menggunakan aplikasi SPSS versi 29.0. Hasil penelitian ini menunjukkan variabel harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen, variabel fasilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen, variabel kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen studio pangkas rambut Sheo Barbershop Sumberejo Kulon, Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung

    EKSISTENSI DONGKE SEBAGAI PEMIMPIN ADAT DALAM PROSESI PERKAWINAN PRESPEKTIF 'URF (Studi Kasus Di Desa Sumbergayam Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek)

    Get PDF
    ABSTRAK Mohammad Zidan Nashik. 126102212165. Eksistensi Dongke Sebagai Pemimpin Adat dalam Prosesi Perkawinan Perspektif ‘Urf (Studi Kasus Di Desa Sumbergayam Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek ). Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum. Program Studi Hukum Keluarga Islam. Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. 2024. Pembimbing Abdul Wafa, M.Ag. Kata Kunci: Eksistensi Hukum Adat, Perkawinan, Dongke, ‘Urf Penelitian dalam skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya tradisi adat Jawa dan perang seorang Dongke dalam setiap pelaksanaan perkawinan. Tradisi tersebut masih eksis dilaksanakan pada masyarakat Desa Sumbergayam karena tradisi tersebut telah melekat pada diri masyarakat meskipun di zaman modern ini. Rumusan dalam penelitian ini adalah : 1). Bagaimana eksistensi dongke sebagai pemimpin adat dalam prosesi perkawinan di desa Sumbergayam? 2). Bagaimana eksistensi dongke sebagai pemimpin adat dalam prosesi perkawinan di desa Sumbergayam perspektif ‘urf? Metode penelitian yang digunakan untuk menjawab pertanyaan diatas adalah dengan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentsi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan kondensasi data, paparan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1). Tradisi perkawinan adat di desa Sumbergayam dianggap positif oleh sebagian besar masyarakat yang merasa yakin dan puas saat melaksanakannya. Dalam pelaksanaannya di bimbing oleh seorang Dongke baik dalam menentukan hari baik perkawinan dan larangan atau pantangan dalam perkawinan. 2) tradisi yang ada pada masyarakat desa Sumbergayam mulai dari lamaran sampai penutup acara seluruhnya memiliki makna sebagai bentuk iktiar tambahan kepada Allah SWT serta penghormatan kepada kedua pengantin. 3) tradisi perkawinan adat dan peran seorang Dongke mencerminkan prespektif ‘Urf yang tidak bertentangan dengan syariat agama dan tradisi tersebut hanya berlaku pada masyarakat tertentu biasa disebut ‘Urf sahih,‘Urf khas dan ‘Urf amali. 4) dalam fiqh terdapat al adatu muhakkamah yang menyatakan adat bisa dijadikan sebagai landasan hukum jika sesuai dengan syar’i meskipun tidak semua adat bisa dijadikan sumber atau landasasn hukum

    IMPLEMENTASI PROGRAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA DALAM MENGEMBANGKAN MINAT DAN BAKAT SISWA DI SDI MIFTAHUL HUDA KEDUNGWARU TULUNGAGUNG

    Get PDF
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Implementasi Program Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka dalam Mengembangkan Minat dan Bakat Siswa di SDI Miftahul Huda Kedungwaru Tulungagung” ini ditulis oleh Iga Zulfa Indhadin, NIM. 126205213204, dengan pembimbing Dr. Muhamad Zaini, M.A. Kata Kunci: Implementasi Pramuka, Pengembangan, Minat Bakat Upaya peningkatan mutu pendidikan terkait erat dengan perbaikan sistem pembelajaran, termasuk melalui kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ini berperan penting dalam mengembangkan minat, bakat, serta kepribadian peserta didik secara menyeluruh. Di Sekolah Dasar Islam Miftahul Huda Kedungwaru Tulungagung, ekstrakurikuler Pramuka menjadi program unggulan yang berkontribusi nyata dalam membentuk karakter disiplin, kepemimpinan, dan kerja sama. Fokus penelitian ini adalah (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Evaluasi kegiatan ektrakurikuler pramuka dalam mengembangkan minat dan bakat peserta didik di Sekolah Dasar IsIam Miftahul Huda Kedungwaru Tulungagung. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk menganalisis perencanaan kegiatan ektrakurikuler pramuka dalam mengembangkan minat dan bakat peserta didik di Sekolah Dasar IsIam Miftahul Huda Kedungwaru Tulungagu, (2) Untuk menganalisis pelaksanaan kegiatan ektrakurikuler pramuka dalam mengembangkan minat dan bakat peserta didik di Sekolah Dasar IsIam Miftahul Huda Kedungwaru Tulungagun, (3) Untuk menganalisis evaluasi kegiatan ektrakurikuler pramuka dalam mengembangkan minat dan bakat peserta didik di Sekolah Dasar IsIam Miftahul Huda Kedungwaru Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber datanya yaitu Kepala Sekolah, pembina pramuka dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dimulai dari kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan pengecekan keabsahan data menggunakan kepercayaan (perpanjangan keikutsertaan, triangulasi kebergantungan,), keteralihan, dan kepastian. Hasil penelitian ini adalah (1) Perencanaan kegiatan Pramuka disusun sesuai juknis dinas dan tujuan pengembangan siswa, dengan mempertimbangkan jenis kegiatan, jadwal, dan fasilitas pendukung agar pelaksanaan berjalan optimal, (2) Pelaksanaan kegiatan Pramuka di Sekolah Dasar Islam Miftahul Huda berjalan rutin dan fleksibel, dipantau oleh kepala sekolah, serta didukung program variatif yang mendorong antusiasme siswa melalui kolaborasi antara pembina, kepala sekolah, dan peserta didik, (3) Evaluasi kegiatan Pramuka di Sekolah Dasar Islam Miftahul Huda dilakukan secara berkala oleh pembina dan sekolah, dengan fokus pada kehadiran, partisipasi, dan capaian materi, serta digunakan sebagai dasar perbaikan program dan pembinaan lanjutan bagi peserta didik berbakat

    INDUSTRI KERAJINAN PIALA SEBAGAI SUMBER PENINGKATAN EKONOMI PENGRAJIN PIALA DI DESA BAGELENAN MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Planet Trophy Desa Bagelenan Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar)

    Get PDF
    Skripsi dengan judul “Industri Kerajinan Piala Sebagai Sumber Peningkatan Ekonomi Pengrajin Piala di Desa Bagelenan Menurut Perspektif Ekonomi Islam (Planet Trophy Desa Bagelenan Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar)” ditulis oleh Avicena Ibrahim Al Amin NIM 126402212128 dengan dosen pembimbing Dr. Nur Aziz Muslim, M.H.I. Kata Kunci: Industri kerajinan piala, peningkatan ekonomi, ekonomi Islam Industri kerajinan piala di Desa Bagelenan menjadi contoh nyata implementasi ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan ekonomi, mengurangi pengangguran, dan memberdayakan potensi lokal. Usaha "Planet Trophy" menunjukkan bagaimana kreativitas lokal dapat berkembang secara nasional melalui pemanfaatan teknologi digital dan pemasaran online. Oleh karena itu, pengembangan ekonomi kreatif berbasis kerajinan seperti ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga sosial dan budaya bagi masyarakat setempat. Rumusan masalah pada penelitian ini: 1) Bagaimana industri kerajinan piala dalam meningkatkan ekonomi pengrajin piala di Desa Bagelenan?, 2) Bagaimana industri kerajinan piala dalam meningkatkan ekonomi pengrajin piala di Desa Bagelenan menurut perspektif ekonomi Islam? Penelitian ini menggunakan Pendekatan Kualitatif. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi secara langsung. Sumber data dari pemilik usaha Planet Trophy dan juga para pengrajin piala di Desa Bagelenan. Ada tiga metode yang digunakan dalam analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan vertivikasi data. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Industri kerajinan piala sebagai sumber peningkatan ekonomi pengrajin piala di Desa Bagelenan, sebagai penyerapan tenaga kerja dan menumbuhkan usaha di suatu daerah sehingga dapat memenuhi kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder. Faktor pendukung industri kerajinan piala meliputi: Bahan baku yang mudah; sumber daya manusia yang memiliki semangat; peralatan yang memadai; pemasaran piala yang mudah. Sedangkan faktor penghambat meliputi: Miskomunikasi antara manajemen dengan pengrajin; persaingan usaha; pasang surut usaha. 2) industri kerajinan piala dalam meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Bagelenan menurut perspektif ekonomi Islam yaitu: Upah harus adil, jelas, transparan, dan juga proporsional; upah harus layak untuk mencukupi sandang, pangan, papan; hifz al din meliputi sholat, shodaqoh; hifz al nafs terpenuhinya kebutuhan primer, sekunder; hifz al aql selalu berinovasi dan selalu ingin belajar; hifz al nasl menjaga keturunan, bertangggung jawab atas keluarga; hifz al mal jujur, amanah, dan bertanggung jawab saat transaksi

    OPTIMALISASI PENGELOLAAN ZAKAT, INFAK, DAN SEDEKAH (ZIS) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS TARAF PENDIDIKAN BAGI MUSTAHIK (Studi Multisitus di BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan BAZNAS Kota Blitar)

    Get PDF
    Tesis dengan judul “Optimalisasi Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Taraf Pendidikan Bagi Mustahik (Studi Multisitus di BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan BAZNAS Kota Blitar)” ditulis oleh Asiska Nur Abidah, NIM 1880508230028 dengan Pembimbing I. Dr. H. Mashudi, M.Pd.I. dan Pembimbing II, Dr. Muhamad Aqim Adlan, S.Pd.I.,M.E.I. Kata Kunci: Zakat, Infak, dan Sedekah, Fungsi Manajerial, Optimalisasi, Pendidikan Mustahik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kemiskinan dan rendahnya kualitas pendidikan di Kabupaten Tulungagung dan Kota Blitar. Zakat, Infak, dan Sedekah berpotensi menjadi solusi, khususnya dalam mendukung pendidikan mustahik secara berkelanjutan. Oleh karena itu, optimalisasi pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah oleh BAZNAS melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan perlu dikaji untuk melihat kontribusinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan mustahik. Tujuan penelitian ini: 1) Untuk mengetahui praktek fungsi manajerial (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan) antara BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan BAZNAS Kota Blitar mulai dari pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan Zakat, Infak, dan Sedekah sebagai upaya meningkatkan kualitas taraf Pendidikan bagi mustahik. 2) Untuk mengetahui upaya terwujudnya optimalisasi dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah sebagai upaya meningkatkan kualitas taraf Pendidikan bagi mustahik di BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan BAZNAS Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus multisitus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian: 1) Fungsi manajerial BAZNAS Kabupaten Tulungagung lebih sistematis dan konsisten dibandingkan BAZNAS Kota Blitar, tercermin dari perencanaan RKAT, struktur organisasi, program pendidikan berjenjang SD-S1, pelatihan soft skill, dan pengawasan terbuka. Sebaliknya, BAZNAS Kota Blitar mulai menerapkan fungsi serupa namun masih terkendala dalam pengorganisasian, pelatihan, transparansi, dan anggaran. 2) Upaya optimalisasi pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah di Kabupaten Tulungagung mencakup peningkatan efisiensi pengumpulan dana, penerapan tata kelola yang transparan dan akuntabel, ketepatan sasaran distribusi, serta dampak pendayagunaan terhadap kesejahteraan mustahik, termasuk melalui pemanfaatan indikator Indeks Program Pendidikan Berkualitas (IPPB) untuk mengukur hasil program. Kota Blitar mulai mengikuti pola serupa, namun masih memerlukan penguatan pada aspek transparansi informasi program. Meskipun kedua lembaga memiliki tujuan yang sama dalam meningkatkan kualitas taraf pendidikan mustahik, efektivitas pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah di BAZNAS Kabupaten Tulungagung dinilai lebih optimal, terukur, dan berkelanjutan. Namun demikian, secara umum pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah di BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan Kota Blitar masih belum memberikan hasil yang sepenuhnya signifikan, terutama karena jumlah dana yang terhimpun relatif terbatas

    TAFSIR AL-QUR’AN DI MEDIA SOSIAL: KAJIAN PENAFSIRAN HUKUM TA’LIQ GUS BAHA DALAM AKUN YOUTUBE SEKOLAH AKHIRAT

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kasus perceraian, penelantaran, dan ketidakadilan dalam rumah tangga di Indonesia. Minimnya pemahaman masyarakat mengenai konsep ta’liq talaq sebagai salah satu upaya perlindungan istri dalam rumah tangga juga menjadi latarbelakang kepenulisan ini. Meski banyak kajian fiqih yang membahas hukum ta’liq talak, namun penafsiran al-Qur’an yang secara spesifik menyinggung hukum ta’liq masih sangat terbatas, apalagi jika dikaji melalui pendekatan tafsir kontemporer berbasis media sosial. Pemilihan Gus Baha sebagai tokoh kajian dalam penelitian ini juga dilatarbelakangi oleh kapasitas keilmuannya yang mendalam dibidang tafsir, serta kemampuan menyampaikan kajiannya bisa relavan. Gus Baha dikenal sebagai salah satu ulama tafsir yang tidak hanya menguasai berbagai macam kitab, tetapi juga aktif dalam menyebarkan dakwahnya. Channel YouTube Sekolah Akhirat menjadi jembatan penyebaran ceramah Gus Baha termasuk persoalan hukum ta’liq talak. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1.) Bagaimana metode tafsir Gus Baha melalui media sosial, 2.) Bagaimana konsep umum talak dan hukum ta’liq dalam prespektif al-Qur’an, 3.) Bagaimana penafsiran Gus Baha terhadap hukum ta’liq dan bagaimana relevansinya terhadap pandangan masyarakat sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode tafsir Gus Baha melalui media sosial, mengetahui konsep umum talak dan hukum ta’liq dan mengetahui penafsiran Gus Baha terhadap hukum ta’liq serta relevansinya terhadap pandangan masyarakat sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan netnografi yang memanfaatkan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna penafsiran hukum ta’liq talak secara mendalam melalui ceramah Gus Baha dalam channel YouTube Sekolah Akhirat. Pendekatan yang digunakan adalah netografi, yaitu pendekatan yang diterapkan dalam komunitas digital. Netnografi dipilih karena objek kajianberfokus pada konten tafsir di media sosial, khususnya YouTube sebagai media utama penyebaran dakwah dan kajian Gus Baha. Hasil kajian menunjukkan bahwa 1.) Metode tafsir Gus Baha yang banyak orang mengetahui adalah dengan menggunakan metode tafsir bil ma’tsur dengan rujukan utama pada al-Qur’an, hadits, dan beberapa kitab tafsir lainnya. Dalam ceramahnya, Gus Baha seringkali menampilkan corak fiqih yang kuat dan bersandar pada madzhab. Selain corak fiqih, penyampaian Gus Baha juga mengandung corak tasawuf yang bernuansa spiritual namun tetap santai sehingga mudah diterima diberbagai kalangan. 2.) Konsep talak dalam al-Qur’an bukan sekedar memutus hubungan rumah tangga, tapi ia juga termasuk sistem maslahat keluarga yang mengedepankan keadilan dan tanggungjawab sosial. Seperti konsep ta’liq talak yang bertujuan utama sebagai perlindungan istri dan mengetahui tanggung masing-masing antara suami dan istri. 3.) Gus Baha menafsirkan hukum ta’liq dengan menekankan nilai-nilai keadilan, tanggung jawab moral suami, serta perlindungan terhadap hak-hak istri. Penafsiran beliau bersifat aplikatif dan responsif terhadap realitas sosial masyarakat, menjadikannya relevan bagi kehidupan rumah tangga kontemporer. Meskipun ta’liq talak tidak disebut secara eksplisit dalam al-Qur’an, namun terdapat perkembangan ma’na melalui ijtihad ulama yang didukung dengan ayat mengenai perlindungan terhadap istri. Media sosial memainkan peran penting dalam memperluas jangkauan dakwah dan membuka ruang baru dalam penyebaran tafsir al-Qur’an di era modern

    PENEGAKAN HUKUM TERHADAP JASA REGISTRASI IMEI (INTERNATIONAL MOBILE EQUIPMENT IDENTITY) ILEGAL DI JAWA TIMUR (Studi Kasus di Kepolisian Daerah Jawa Timur)

    Get PDF
    ABSTRAK Skripsi,Regita Aulia Yildizh Pandora NIM 126103201051, Penegakan Hukum Terhadap Jasa Registrasi IMEI (International Mobile Equipment Identity), Program Studi Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Tahun 2025, Dosen Pembimbing Yusron Munawir, S.H.I., M.H. Kata Kunci: Penegakan Hukum, Registrasi IMEI ilegal, Hukum Penelitian ini dilatarbelakangi perkembangan teknologi telekomunikasi di Indonesia telah mendorong peningkatan penggunaan perangkat telepon seluler, terutama smartphone. Untuk memastikan legalitas perangkat yang beredar di pasar Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kementerian Perindustrian, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menerapkan kebijakan pengendalian International Mobile Equipment Identity (IMEI). Kebijakan ini bertujuan untuk menekan peredaran ponsel ilegal (black market) dan memberikan perlindungan kepada konsumen. Namun, di tengah pelaksanaan kebijakan ini, muncul berbagai celah yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu dengan membuka jasa registrasi IMEI secara ilegal. Aktivitas ini tentu bertentangan dengan hukum dan merugikan negara dari sisi pajak dan bea masuk, serta melemahkan efektivitas penegakan kebijakan validasi IMEI. kasus ini tidak hanya terjadi di tingkat individu, tetapi juga melibatkan oknum dari institusi resmi, termasuk yang memiliki akses terhadap sistem operator telekomunikasi. Salah satu kasus yang cukup menonjol adalah kasus pelanggaran IMEI ilegal yang melibatkan seorang karyawan Grapari Telkomsel di Kabupaten Kediri, yang terbukti menyalahgunakan akses untuk mendaftarkan IMEI perangkat ilegal dalam jumlah besar. Rumusan masalah yang digunakan dalam peneitian ini adalah sebagai berikut,1) Bagaimana implementasi penegakan hukum terhadap jasa registrasi IMEI illegal di Jawa Timur ditinjau dari hukum positif? 2) Bagaimana implementasi penegakan hukum terhadap jasa registrasi IMEI illegal di Jawa Timur ditinjau dari fiqih siyasah? Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris yakni menggunakan jenis penelitian lapangan (field research). dengan menggunakan studi deskriptif gambaran secara sistematis, faktual, akurat, mengenai fakta-fakta, sifat serta hubungan antara kasus yang diselidiki. Pendekatan Penelitian yang digunakan ialah pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach) merujuk kepada undang-undang yang tertulis yang menjadi fokus suatu penelitian dan pendekatan kasus (case approach) merujuk kepada kasus-kasus yang telah terjadi dalam suatu lingkup masyarakat. Dengan mencari dan menyusun data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan sumber-sumber lainnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) Kepolisian Ditresiber Polda Jawa Timur dalam kasus ini melakukan tahapan hukum sebagai berikut a) penyelidikan membantu menangani kasus dari polres Kabupaten Kediri. b) Penyidikan dilakukannya pemanggilan beberapa saksi dan keterangan dari tersangka itu sendiri. Sedangkan sejauh ini sanksi yang didaptakan tersangka hanya ditindak secara disiplin saja tanpa jalur pidana.2) Sementara itu, dari tinjauan fiqih siyasah, pada saat ini belum ada yata al-qur‟an yang mengatur tentang jasa regsitrasi IMEI secara illegal ini namun perbuatan tersebut dinilai sebagai bentuk kemungkaran sosial yang harus dicegah karena bertentangan dengan prinsip maslahah (kemaslahatan umum), hisbah (pengawasan sosial), dan ta‟zir (hukuman oleh penguasa). Sedangkan para penegak hukum dalam islam harus menetapkan hukum secara adil demi menjaga amanah dan keadilan (QS An-Nisa: 58) , para aparat penegak hukum harus mewujudkan keadilan sosial (QS-Al Maidah : 8)

    MANAJEMEN KONFLIK PESERTA DIDIK DALAM MEMBENTUK KEDISIPLINAN (Studi Kasus Di SMPN 1 Kalidawir Tulungagung)

    Get PDF
    Skripsi dengan judul “Manajemen Konflik Peserta Didik Dalam Membentuk Kedisiplinan (Studi Kasus Di SMPN 1 Kalidawir Tulungagung)”, ini ditulis oleh Lailatun Nisfi’ah, NIM. 126207212111. Jurusan Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, yang dibimbing oleh bapak Prof. Dr. Ahmad Tanzeh, M.Pd.I. Kata kunci: manajemen konflik, kedisiplinan, Penelitian ini membahas mengenai Manajemen Konflik dalam Membentuk Kedisiplinan Peserta Didik (Studi Kasus di SMPN 1 Kaalidawir Tulungagung). Kedisiplinan menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam sebuah instansi termasuk lembaga Pendidikan. Kedisiplin yang telah terbentuk dengan baik disekolah akan membantu meningkatkan pembelajaran yang kondusif yang akan berpengaruh pada prestasi peserta didik. Seperti yang diketahui bahwa anak pada usia remaja memiliki pola pikir labil yang mudah dipengaruhi oleh lingkungan. Jika sekolah tidak memiliki pengeloaan masalah terkait dengan kedisiplinan yang baik maka buda disiplin akan sulit di miliki oleh sekolah. Focus menelitian ini terdiri dari identifikasi konflik peserta didik, analisis konflik peserta didik, penyelesaian konflik peserta didik dan pengawsan konflik peserta didik di SMPN 1 Kalidawir. Tujuan dari penelitian ini, ialah untuk mendeskripsikan manajemen konflik dalam membentuk kedisiplinan peserta didik di SMPN 1 Kalidawir Tulungagung. Penelitian ini menggunakan penelitian metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi pastisipan, dan studi dokumentar yang diperoleh dari sumber data diantaranya kepala sekolah, waka kesiswaan, dan guru. Teknik analisis data menggunakan metode induktif dengan alur tahapan reduksi data, penyajian data (data display) dan menarik kesimpulan dan verifikasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data kualitatif dengan langkah kondensasi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Manajemen konflik yang efektif terbukti berkontribusi dalam peningkatan kedisiplinan siswa. Dengan demikian manajemen konflik menjadi komponen penting dalam penguatan karakter dan pembentukan perilaku disiplin siswa

    PERBANDINGAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH BERBASIS AKRUAL (Studi Pada Badan Pusat Statistik Kota Blitar)

    Get PDF
    Skripsi dengan judul “Analisis Perbandingan Penyajian Laporan Keuangan Sebelum Dan Sesudah Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah Berbasis Akrual (Studi Pada Badan Pusat Statistik Kota Blitar)” yang ditulis oleh Kurnia Indah Puspita Dewi, NIM.12403183078, dosen pembimbing Dianita Meirini, S.A., M.S.i.Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Akuntansi Syariah, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Kata Kunci : Perbandingan, Laporan Keuangan, Standar Akuntansi Pemerintah, Basis Akrual. Penelitian ini dilatar belakangi dengan adaptasi penerapan standar akuntansi sesuai dengan peraturan pemerintah untuk lebih memahami perbedaan penyajian sebelum dan sesudah PP 71 tahun 2010. Dengan diterapkannya basis akrual sesuai dengan PP No.71 Tahun 2010, terdapat penambahan komponen laporan keuangan dan terdapat perbedaan proses penyusunan laporan keuangan. Proses input data yang dilakukan juga berbeda pada saat menerapkan basis akrual terdapat peraturan baru yang menyatakan bahwa proses input data hanya bisa dilakukan oleh pihak yang telah terdaftar secara resmi sebagai wakil dari instansi dalam suatu sistem penyusunan laporan keuangan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui perbedaan proses penjurnalan dalam menyusun laporan keuangan, (2) Untuk mengetahui penyajian laporan keuangan Badan Pusat Statistik PP No.71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) berbasis akrual dan PP 24 Tahun 2005, (3)Untuk mengetahui perbedaan antara penyajian laporan keuangan dengan dua peraturan tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, lokasi penelitian di Badan Pusat Statistik Kota Blitar. Data yang digunakan berasal dari data primer yang diperoleh melalui wawancara dan observasi secara langsung di lokasi penelitian dan data sekunder berupa Standar Akuntansi Pemerintah dan laporan keuangan tahunan Badan Pusat Statistik. Perbandingan Penyajian laporan keuangan dilakukan dengan cara membandingkan komponen laporan keuangan Badan Pusat Statistik Kota Blitar tahun 2011 yang masih menggunakan PP No.24 Tahun 2005 dan laporan keuangan Badan Pusat Statistik Kota Blitar Tahun 2020 yang menggunakan PP No.71 Tahun 2010. Perbedaan dilihat dari banyaknya komponen laporankeuangan yang dihasilkan, Pos- Pos yang disajikan dalam laporan keuangan, dan pengakuan, pencatatan transaksi yang terjadi. Pada PP 24 tahun 2005 dan PP 71 Tahun 2010 Laporan Realisasi Anggaran disusun berdasarkan basis kas perbedaannya terdapat pada Laporan Operasional

    HUBUNGAN ANTARA SELF COMPASSION DENGAN BODY DISSATISFACTION PADA SISWA KELAS VIII SMPN 2 BLITAR

    Get PDF
    Skripi dengan judul “Hubungan antara Self Compassion dengan Body dissatisfaction pada Remaja Kelas VIII SMPN 2 Blitar” ini ditulis oleh Divia Regina Afrisia, NIM. 126308213253, dengan pembimbing/promotor Aminatul Ummah, M.Pd Kata Kunci : Body dissatisfaction, Self Compassion, dan Remaja Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh (body dissatisfaction) di kalangan remaja, terutama siswa sekolah menengah pertama, yang kerap dipengaruhi oleh standar sosial dan media. Salah satu faktor psikologis yang diduga berperan dalam dinamika ini adalah self-compassion, yaitu sikap belas kasih terhadap diri sendiri dalam menghadapi kekurangan dan penderitaan pribadi. Namun, dalam konteks perkembangan identitas remaja yang kompleks, hubungan antara self-compassion dan body dissatisfaction masih menunjukkan hasil yang beragam dan belum konsisten dalam berbagai penelitian terdahulu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) tingkat self-compassion pada remaja SMPN 2 Blitar; (2) tingkat body dissatisfaction pada remaja SMPN 2 Blitar; dan (3) hubungan antara self-compassion dengan body dissatisfaction pada remaja SMPN 2 Blitar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi psikologi perkembangan remaja, khususnya dalam pencegahan gangguan citra tubuh. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Subjek penelitian merupakan siswa kelas VIII SMPN 2 Blitar yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Instrumen disusun berdasarkan teori Self-Compassion dari Neff (2003) dan teori Body Dissatisfaction dari Rosen et. al., (1995), dengan validitas dan reliabilitas yang telah diuji. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson melalui perangkat lunak IBM SPSS Statistics 30 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat self-compassion dan body dissatisfaction pada remaja SMPN 2 Blitar berada dalam kategori sedang; dan (2) terdapat hubungan positif yang signifikan dan berkekuatan cukup kuat antara self-compassion dengan body dissatisfaction, dengan nilai koefisien korelasi Pearson sebesar r = 0,423 dan signifikansi p < 0,001. Artinya, semakin tinggi tingkat self-compassion yang dimiliki remaja, maka semakin tinggi pula tingkat body dissatisfaction yang mereka alami. Temuan ini menegaskan bahwa pada masa remaja, peningkatan self-compassion belum tentu sejalan dengan penerimaan tubuh, dan hal ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan pendekatan psikologis yang lebih kontekstual dan responsif terhadap dinamika remaja

    34,849

    full texts

    37,599

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institutional Repository of UIN SATU Tulungagung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇