Institutional Repository of UIN SATU Tulungagung
Not a member yet
37599 research outputs found
Sort by
KEBERADAAN KAFE TERHADAP PENINGKATAN KEBUTUHAN TENAGA KERJA GENERASI Z DITINJAU DARI HUKUM POSITIF DAN FIKIH MUAMALAH (Studi Kasus di Kafe Jembatan Ngujang 2 Tulungagung)
Skripsi dengan judul ‟Keberadaan Kafe terhadap Peningkatan
Kebutuhan Tenaga Kerja Generasi Z Ditinjau Dari Hukum Positif Dan
Fikih Muamalah (Studi Kasus di Kafe Jembatan Ngujang 2
Tulungagung)” ini ditulis oleh Serfiana Dwi Indrahayu, NIM
126101212153, dengan pembimbing Bapak Dr. H.M. Darin Arif
Mua’llifin, S.H. M.Hum.,
Kata Kunci: Kafe, Generasi Z, Tenaga Kerja, Hukum Positif,
Fikih Muamalah
Penelitian ini di latar belakangi dengan dampak keberadaan kafe
di Jembatang Ngujang 2 Tulungagung sebagai salah satu peningkatan
kebutuhan lapangan tenaga kerja terutama bagi kalangan generasi Z
serta tinjauan dari hukum positif dan fikih muamalah terhadap sistem
kerja yang diterapkan di kafe tersebut.
Tujuan penelitian ini diharapkan mampu memberikan
sumbangsih keilmuan tentang (1) mengungkapkan bagaimana industri
kafe di Jembatan Ngujang 2 Tulungagung telah menciptakan peluang
kerja bagi generasi muda, jenis pekerjaan yang tersedia, tingkat
partisipasi, serta bagaimana pandangan dan kebutuhan generasi Z
terpenuhi, (2) penilaian terhadap pemenuhan hak-hak pekerja di kafe
seperti pengupahan, waktu kerja, perlindungan sosial, dan keberadaan
kontrak kerja sesuai dengan Undang-undang Nomor 6 tahun 2023
tentang Undang-undang Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Cipta Kerja
Menjadi Undang-undang dan fikih muamalah.
Metode penelitian dengan menggunakan penelitian kualitatif
dengan jenis penelitian yuridis empiris. sumber data yang dikumpulkan
adalah dengan observasi dan wawancara mendalam dengan beberapa
pemilik Kafe di Jembatan Ngujang 2 Tulungagung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Kafe di
Jembatan Ngujang 2 Tulungagung memberikan dampak positif
terhadap peningkatan kebutuhan tenaga kerja, khususnya dari kalangan
generasi Z, dengan menyediakan ruang kerja yang fleksibel, peluang
ekonomi, serta wadah aktualisasi diri. Namun, sistem kerja yang
diterapkan masih bersifat informal dan belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan hukum positif maupun prinsip fikih muamalah.
Banyak pekerja yang belum memiliki perlindungan hukum yang layak
dan kejelasan akad kerja. Oleh karena itu, dibutuhkan penerapan sistem
kerja yang memenuhi prinsip keadilan, kerelaan, dan kejelasan hak
serta kewajiban, baik menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023
maupun ketentuan akad ijarah dalam Islam, guna menciptakan
hubungan kerja yang adil, berkelanjutan, dan sesuai syariat
PENGARUH INFLASI, SUKU BUNGA, NILAI TUKAR, DAN JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP HARGA SAHAM PT. KALBE FARMA TBK PERIODE 2016-2023
Skripsi dengan judul “Pengaruh Inflasi, Suku Bunga, Nilai Tukar, dan Jumlah Uang Beredar Terhadap Harga Saham PT. Kalbe Farma Tbk Periode 2016-2023” yang ditulis oleh Desy Meina Indrasari, NIM. 126406201055, Pembimbing Ibu Wahyu Dwi Warsitasari, S.Pd., M.Pd.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena harga saham PT Kalbe Farma yang cenderung terus meningkat dari 2020 hingga 2023 tentunya sangat menarik diteliti terlepas bahwa ekonomi dunia masih bergejelok efek domina dari era pemulihan setelah pandemi yang mana daya beli masyarakat belum pulih 100%. Sehingga menarik untuk diulas bahwa terjadinya peningkatan harga saham PT Kalbe Farma ikut dipengaruhi oleh keadaam ekonomi makro Indonesia atau tidak.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pengaruh inflasi, suku bunga, nilai tukar, jumlah uang beredar secara bersamaan terhadap harga saham PT. Kalbe Farma Tbk Periode 2016-2023. (2) Untuk menganalisis pengaruh inflasi terhadap harga saham PT. Kalbe Farma Tbk Periode 2016-2023. (3) Untuk menganalisis pengaruh suku bunga terhadap harga saham PT. Kalbe Farma Tbk Periode 2016-2023. (4) Untuk menganalisis pengaruh nilai tukar terhadap harga saham PT. Kalbe Farma Tbk Periode 2016-2023. (5) Untuk menganalisis pengaruh jumlah uang beredar terhadap harga saham PT. Kalbe Farma Tbk Periode 2016- 2023.
Metode pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Sampel dalam penelitian ini diambil dari perusahaan PT. Kalbe Farma Tbk dan Bank Indonesia Tahun 2016-2023 dengan menggunakan metode teknik purposive sampling. Dalam penelitian ini pengujian data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif untuk mengetahui ada tidaknya Pengaruh Inflasi, Suku Bunga, Nilai Tukar dan Jumlah Uang Beredar Terhadap Harga Saham Sektor Kesehatan pada PT. Kalbe Farma Tbk Tahun 2016-2023 dengan metode regresi linier berganda dan untuk mempermudah pelaksanaan perhitungan menggunakan alat bantu SPSS versi 26.
Hasil penelitian ini yakni: (1) Inflasi, suku bunga, nilai tukar, jumlah uang beredar secara simultan berpengaruh terhadap harga saham PT. Kalbe Farma Tbk periode 2016-2023. (2) Inflasi berpengaruh signifikan terhadap harga saham PT. Kalbe Farma Tbk periode 2016-2023. (3) Suku bunga berpengaruh signifikan terhadap harga saham PT. Kalbe Farma Tbk periode 2016-2023. (4) Nilai tukar berpengaruh signifikan terhadap harga saham PT. Kalbe Farma Tbk periode 2016- 2023. (5) Jumlah uang beredar berpengaruh signifikan terhadap harga saham PT. Kalbe Farma Tbk periode 2016-2023.
Kata kunci : Harga Saham, Inflasi, Suku Bunga, Nilai Tukar, Jumlah Uang Beredar
IMPLEMENTASI PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 44 TAHUN 2017 TENTANG PENYELENGGARAAN DESA WISATA DALAM PERSPEKTIF FIQIH SIYASAH (Studi Kasus di Pantai Peh Pulo Kabupaten Blitar)
Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyak kawasan wisata potensial belum terfasilitasi secara optimal oleh kebijakan pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Peraturan Bupati Blitar Nomor 44 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Desa Wisata di Pantai Peh Pulo, Desa Sumbersih, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, serta menganalisisnya dari perspektif Fiqih Siyasah. Pantai Peh Pulo merupakan destinasi wisata alam yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat, namun belum ditetapkan secara resmi sebagai desa wisata oleh pemerintah daerah.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1.) Bagaimana Implementasi Peraturan Bupati Blitar Nomor 44 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan desa wisata di pantai Peh Pulo Desa Sumbersih Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar? 2.) Bagaimana masalah dan solusi implementasi Peraturan Bupati Nomor 44 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan desa wisata di Pantai Peh Pulo Desa Sumbersih Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar? 3.) Bagaimana implementasi Peraturan Bupati Blitar Nomor 44 Tahun 2017 tentang desa wisata di Pantai Peh Pulo Desa Sumbersih Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar perspektif Fiqih Siyasah?. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah 1.) Untuk mengetahui apakah Implementasi Peraturan Bupati Blitar Nomor 44 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Desa Wisata di Pantai Peh Pulo telah dilaksanakan secara maksimal guna melindungi wisatawan di Pantai Peh Pulo. 2)Untuk mengetahui masalah yang dihadapi serta solusi yang dapat dilakukan dalam implementasi Peraturan Bupati Blitar Nomor 44 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan desa wisata di objek wisata pantai Peh Pulo.3.) Untuk mengetahui apakah implementasi Peraturan Bupati Blitar Nomor 44 Tahun 2017 tentang desa wisata di Pantai Peh Pulo Kabupaten Blitar dalam perspektif fiqih siyasah
Penelitian ini merupakan penelitian hukum yuridis empiris denganmenggunakan pendekatan kualitatif deskritif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Implementasi Peraturan Bupati Blitar Nomor 44 Tahun 2017 di Pantai Peh Pulo belum berjalan secara optimal. Pantai Peh Pulo belum ditetapkan secara resmi sebagai desa wisata, dan pengelolaannya masih dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat. 2) Masalah utama yang ditemukan meliputi keterbatasan anggaran, belum adanya pengakuan legal sebagai desa wisata, infrastruktur yang belum memadai, serta konflik lahan dengan Perhutani. Solusi yang telah dilakukan sejauh ini masih bersifat parsial dan belum terintegrasi, seperti pendampingan pelatihan SDM dan pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS). 3) Dalam perspektif Fiqih Siyasah, peran pemerintah belum sepenuhnya mencerminkan prinsip kemaslahatan, keadilan, dan tanggung jawab. Pemerintah seharusnya hadir sebagai pelaksana amanah rakyat yang mengutamakan kepentingan umat dalam setiap kebijakan publik. Ketidakhadiran negara secara aktif dalam mendukung infrastruktur, kelembagaan, dan akses legal menjadi indikasi bahwa peran tersebut belum dijalankan secara maksimal
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL DAN KETERBUKAAN DIRI TERHADAP PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA ASAL LAMONGAN DI UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG
Mahasiswa perantau sering kali menghadapi tantangan penyesuaian diri akibat jauhnya jarak dengan keluarga dan perbedaan lingkungan sosial-budaya dari daerah asal. Jika tidak diatasi dengan baik, kondisi ini dapat menimbulkan stres, kecemasan, dan mengganggu kesejahteraan psikologis maupun prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial dan keterbukaan diri terhadap penyesuaian diri mahasiswa asal Lamongan yang merantau di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei dan melibatkan 161 responden. Instrumen yang digunakan telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan hasil Cronbach’s Alpha untuk dukungan sosial sebesar 0,877, keterbukaan diri 0,842, dan penyesuaian diri 0,889, yang semuanya menunjukkan reliabilitas tinggi. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa baik dukungan sosial (p < 0,05) maupun keterbukaan diri (p < 0,05) secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap penyesuaian diri mahasiswa. Uji F menunjukkan model signifikan dengan nilai signifikansi 0,000. Dengan demikian, semakin tinggi dukungan sosial dan keterbukaan diri yang dimiliki mahasiswa, maka semakin baik pula kemampuan mereka dalam menyesuaikan diri di lingkungan perkuliahan. Temuan ini penting sebagai dasar perumusan kebijakan dukungan psikososial dan penguatan relasi antarindividu di kalangan mahasiswa perantau
TAWARAN PARADIGMA SOSIOLOGI AGAMA PERSPEKTIF PEMIKIRAN MALIK BENNABI
As a Muslim sociologist, after Ibn Khaldun, who studied the phenomenon of civilization as a sociological phenomenon, Malik Bennabi can also be said to be a philosopher and reformer who can be compared to Muhammad Iqbal. Bennabi was a prominent critic of Orientalism long before Edward Said published his famous critique in 1979, as a threat to the historical orientation of Muslims. Bennabi has many works, including al-Zahirah al-Qur'aniyyah, Wijhah 'alam al- Islamiy, al-Sira' al-Fikriy fi Bilad al-Musta'mirah, Baina al-Rasyad wa al-Tih, Ta'ammulat, fi Mahabi al-Ma'rokah, and others that are included in the series Musykilat al-Hadharah. Essentially, the discourse of the sociology of religion is epistemologically a development of the study of religions (religious studies). The field of religious studies in the West is essentially the field of religious studies itself, which was born in the past from Western imperial culture. This is because, since its inception, it, along with other disciplines, has been imbued with Eurocentric and Christocentric sensibilities. This is evident in how Western scholars conceptualized religion. For example, Auguste Comte, Edward Burnett Tylor, and James George Frazer viewed religion as a primitive or backward tendency. Similarly, three key figures in the modern sociology of religion, Emile Durkheim, Max Weber, and Karl Marx, also conceptualized religion negatively. From this, it can be seen that this research builds upon the potential of research rooted in Malik Bennabi's background.
The objectives of this study include: 1. Building the integrity of Malik Bennabi's central concept in the discourse of the sociology of religion, 2. Building a paradigm of the sociology of religion free from colonial influence through Malik Bennabi's thoughts, 3. Formulating a contextual sociology of religion approach to the religious experience of Muslim society through Malik Bennabi's thoughts. This study is a research on the thoughts of figures using the Qualitative Content Analysis method. This study uses a constructivism-interpretivism research paradigm model. The approach used in this study is socio- historical and philosophical.
The results of this study include: First, the concepts of al-Tajdid (renewal) and al-Bina’ al-Ḥaḍhari (development of civilization) demonstrate the need for a new approach in the sociology of religion rooted in religious values. Al-Tajdid emphasizes intellectual and spiritual renewal to escape dependence on the West, while al-Bina’ al- Ḥaḍhari offers a framework for social development with religion as its foundation. Therefore, the sociology of religion needs to shift from a secular paradigm to an integrative approach based on Islamic epistemology. Thus, the proposition is that if the approach in the sociology of religion is freed from the Western secular model and directed towards al-Tajdid and al-Bina’ al-Ḥaḍhari, then the approach can transform from merely descriptive to transformative. Second, an understanding of religion free from colonial influence can give birth to an autonomous sociology of religion paradigm. The proposition is that if religion as the motor of civilization is used as a basis for formulating a new paradigm in the study of the sociology of religion, then the path will be opened to the formation of a free and autonomous approach. Third, religion plays an active role in shaping society and civilization. Therefore, an authentic sociology of religion must stem from the spiritual, intellectual, and historical experiences of the people, not from Western secular generalizations. This approach encourages the emergence of a sociology of religion that is contextual and rooted in the lived realities of religious communities. The proposition is that when the experiences of religious communities are used as a legitimate source of knowledge, the sociology of religion will be contextual, participatory, and free from Western generalizations that are often irrelevant to Muslims
TRANSISI MEDIA DALAM POLA KONSUMSI INFORMASI MAHASISWA FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Transisi Media Dalam Pola Konsumsi Informasi Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung” ini ditulis oleh Ikhwan Adetia Mahendra, NIM. 126310212035, dengan pembimbing Rizal Furqan Ramadhan, S.Kom.,M.T.
Kata Kunci: literasi informasi, mahasiswa, pola konsumsi informasi, transisi media.
Fenomena pergeseran cara mahasiswa dalam mengakses informasi dari media tradisional ke media digital mencerminkan perubahan besar dalam lanskap kehidupan akademik dan sosial. Di tengah arus informasi yang begitu cepat dan deras, mahasiswa sebagai agen intelektual dituntut untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu memilah, mengolah, dan memaknainya secara kritis. Pergeseran ini tidak sekadar perkara teknologi, melainkan mencerminkan cara berpikir dan bertindak generasi digital yang dibentuk oleh interaksi sosial dan budaya daring. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memahami bagaimana pola konsumsi informasi terbentuk dan (2) faktor-faktor yang mempengaruhi transisi media tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang memberikan ruang bagi peneliti untuk memahami secara mendalam pengalaman subjektif para mahasiswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan pemilihan narasumber secara purposive sampling, serta dilengkapi dengan observasi.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang mendorong pergeseran perilaku informasi mahasiswa adalah kemudahan akses, fleksibilitas penggunaan, dan sifat interaktif dari media digital. Walaupun mayoritas mahasiswa lebih sering mengandalkan media sosial dan situs berita daring sebagai sumber informasi utama, sebagian lainnya masih menunjukkan preferensi terhadap media tradisional, dengan langkah-langkah verifikasi seperti membandingkan berbagai sumber, berdiskusi dalam kelompok, hingga mencari kejelasan melalui platform berbasis kecerdasan buatan (AI). Namun demikian, tantangan seperti banjir informasi, hoaks, dan distraksi digital masih menjadi hambatan dalam proses belajar. Penelitian ini memperkuat teori konstruksi sosial, bahwa pola konsumsi informasi terbentuk melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi yang berlangsung dalam interaksi sosial mahasiswa. Peneliti merekomendasikan penguatan literasi informasi yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman untuk mendukung konsumsi informasi yang kritis, sehat, dan bertanggung jawab
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN SIKAP SOSIAL PESERTA DIDIK DI MIN 11 BLITAR
Skripsi dengan judul “ Peran Guru dalam Meningkatkan Sikap Sosial Peserta Didik
di MIN 11 Blitar” ini ditulis oleh Rahma Ayu Ahmada Shofi, NIM 126205211055,
Progam Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan , Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Pembimbing Dr. Khoirul Anam. M.Pd.I
Kata kunci: peran guru, sikap sosial, peserta didik
Penelitian dalam skripsi ini dilatar belakangi oleh tantangan yang dihadapi
dalam lingkungan sekolah dasar, seperti rendahnya disiplin dan kurangnya empati
antar peserta didik, yang menjadi sorotan dalam pendidikan karakter. Pendidikan
dasar memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik, terutama
dalam pengembangan sikap sosial. Peran guru menjadi kunci dalam membentuk
dan menanamkan nilai-nilai sosial peserta didik, terutama pada lembaga pendidikan
seperti MIN 11 Blitar yang memiliki visi mewujudkan generasi berakhlakul dan
peduli sosial.
Penelitian ini mempunyai tujuan (1) Untuk mendeskripsikan peran guru
sebagai mediator dalam meningkatkan sikap sosial peserta didik di MIN 11 Blitar
(2) Untuk mendeskripsikan peran guru sebagai pembimbing dalam meningkatkan
sikap sosial peserta didik di MIN 11 Blitar (3) Untuk mendeskripsikan peran guru
sebagai motivator dalam meningkatkan sikap sosial peserta didik di MIN 11 Blitar.
Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan
dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber
data primer adalah wawancara dan observasi peran guru di MIN 11 Blitar. Dan data
sekunder peran guru di MIN 11 Blitar. Dalam penelitian menggunakan teknik
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Peran guru sebagai mediator
adalah guru selalu menjadi penengah yang adil dalam konflik peserta didik, guru
membuat diskusi dan refleksi untuk melatih kerja sama, guru membentuk
komunikasi yang baik dengan peserta didik, guru rutin melakukan pertemuan wali
murid untuk membahas perkembangan akademik dan sikap sosial peserta didik. (2)
Peran guru sebagai pembimbing adalah guru memberi kesempatan sharing terbuka
terhadap peserta didik, guru mendorong peserta didik untuk bersikap empati di
setiap situasi, guru memberikan sanksi terhadap peserta didik yang tidak
bertanggung jawab. (3) Peran guru sebagai motivator adalah guru memberikan
proyek menarik tentang sikap sosial, guru memberikan apresiasi atau pujian dengan
menggunakan papan prestasi, dan guru bersikap baik untuk menjadi teladan bagi
peserta didik
IMPLEMENTASI APLIKASI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI OPERASIONAL PERUSAHAAN PT. MANGGALA JAYA GAS TULUNGAGUNG
Skripsi ini berjudul “Implementasi Aplikasi Digital Dalam Meningkatkan Efisiensi Operasional Perusahaan PT. Manggala Jaya Gas Tulungagung” yang ditulis oleh Puji Sri Lestari, NIM 126402211046, Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dengan dosen pembimbing Lativa Hartiningtyas, M.Pd.
Kata Kunci: Aplikasi Digital, Efisiensi, Operasional Perusahaan
Pada era digitalisasi ini, banyak individu, perusahaan, dan bahkan negara yang telah mengalami transformasi digital. Digitalisasi menawarkan peluang bagi perusahaan untuk memperluas pasar, meningkatkan efisiensi, dan meningkatkan daya saing. Dengan adanya aplikasi digital memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan produk dan layanan baru yang lebih inovatif dan menarik. Namun, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi diantaranya, kesenjangan digital, infrastruktur yang belum merata, dan kurangnya sumberdaya manusia yang berkompeten.
Tujuan penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangsih keilmuan tenatang (1) Implementasi aplikasi digital di PT. Manggala Jaya Gas Tulungagung; (2) Hasil dari implementasi aplikasi digital dalam meningkatkan efisiensi operasional perusahaan PT. Manggala Jaya Gas Tulungagung; (3) Kendala dan solusi yang terjadi selama proses implementasi aplikasi digital dalam meningkatkan efisiensi operasional perusahaan PT. Manggala Jaya Gas Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan menelitian kualitatif yaitu penelitian yang ditujukan untuk memahami fenomena yang mempelajari subjek seperti perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara mendalam. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis dan dicek keabsahan datanya menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa implementasi aplikasi digital berpengaruh terhadap peningkatan efisiensi operasional perusahaan PT. Manggala Jaya Gas Tulungagung. Dengan adanya aplikasi digital, mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja perusahaan. karyawan mampu melakukan monitoring dan pembuatan laporan perencanaan maupun laporan keuangann dengan mudah dan cepat. Selain itu, adanya aplikasi digital dapat meningkatkan efisiensi waktu dan meminimalisir biaya operasi. Terdapat beberapa kendala dalam implementasi aplikasi digital ini yaitu rendahnya SDM pangkalan yang mempengaruhi kinerja karyawan, infrastruktur yang belum merata dan juga jaringan atau sistem aplikasi yang eror.
PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK MELALUI KEGIATAN KEAGAMAAN DI MI MIFTAHUL FALAH SUKOREJO KARANGREJO TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik Melalui Kegiatan Keagamaan di MI Miftahul Falah Sukorejo Karangrajo Tulungagung” ini ditulis oleh Layra Putri Wiritanaya, NIM. 126205212170, dengan pembimbing H. Muh. Nurul Huda, M.A.
Kata Kunci: Karakter Religius, Kegiatan Keagamaan, Pembiasaan, MI Miftahul Falah Sukorejo
Pembentukan karakter religius peserta didik menjadi persoalan yang sangat penting dalam dunia pendidikan, khususnya di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks dan tantangan moral yang kian meningkat. MI Miftahul Falah Sukorejo merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menanamkan nilai-nilai religius melalui kegiatan keagamaan rutin, seperti shalat dhuha berjamaah, membaca surat Yasin, dan menghafal surat pendek. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan karakter yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif melalui kegiatan pembiasaan keagamaan. Urgensi penelitian ini terletak pada upaya sekolah dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki pondasi spiritual yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan pembentukan karakter religius peserta didik melalui kegiatan shalat dhuha berjamaah, (2) mendeskripsikan pembentukan karakter religius peserta didik melalui kegiatan membaca surat Yasin, dan (3) mendeskripsikan pembentukan karakter religius peserta didik melalui kegiatan menghafal surat pendek di MI Miftahul Falah Sukorejo.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kegiatan keagamaan berupa shalat Dhuha berjamaah di MI Miftahul Falah Sukorejo mampu membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab peserta didik, (2) kegiatan membaca surat Yasin menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan meningkatkan spiritualitas, (3) kegiatan menghafal surat pendek melatih konsistensi dan menumbuhkan kedekatan emosional peserta didik dengan nilai-nilai Islam. Ketiga kegiatan tersebut terbukti efektif dalam menanamkan nilai-nilai agama secara menyeluruh, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga dalam kehidupan peserta didik di luar sekolah
RELEVANSI MAKNA KONOTASI DALAM LIRIK LAGU “GALA BUNGA MATAHARI” KARYA SALMANTYO ASHRIZKY PRIADI SERTA ALTERNATIFNYA SEBAGAI BAHAN AJAR TEKS PUISI DI MAN FASE F
Skripsi dengan judul “Relevansi Makna Konotasi dalam Lirik Lagu ‘Gala Bunga Mata Hari’ Karya Salmantyo Ashrizky Priadi serta Alternatifnya sebagai Bahan Ajar Teks Puisi di MAN Fase F” ini ditulis oleh Octa Dwi Rohmatul Isro’ah, NIM 126210211033, dengan pembimbing Bapak Arista Nur Rizki, M.S.
Kata Kunci: Bahan Ajar, Kurikulum Merdeka, Lirik, Lagu, Makna Konotatif, Puisi.
Penelitian ini bertujuan menganalisis makna konotatif dalam lirik lagu “Gala Bunga Matahari” karya Salmantyo Ashrizky Priadi serta mengeksplorasi relevansinya sebagai bahan ajar alternatif teks puisi di MAN khususnya fase F. Latar belakangnya berpijak pada pentingnya pemahaman sastra dalam Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kontekstual, kreatif, dan humanis. Lirik lagu dipandang layak dianalisis karena memiliki struktur dan gaya bahasa yang mirip puisi.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode studi teks. Data utama berupa lirik lagu “Gala Bunga Matahari” dianalisis untuk mengidentifikasi makna konotatif, simbolisme, serta elemen puitik seperti metafora dan gaya bahasa. Hasil analisis menunjukkan bahwa lirik lagu ini memuat makna-makna tersembunyi yang merepresentasikan harapan, kehidupan, dan pencarian makna dalam realitas manusia. Simbol-simbol seperti bunga matahari dan matahari dimaknai sebagai lambang nilai moral dan psikologis yang mendalam.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lirik lagu tersebut berpotensi kuat sebagai bahan ajar alternatif teks puisi. Penggunaannya dalam pembelajaran tidak hanya mampu mengembangkan daya kritis, imajinasi, dan refleksi siswa, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual dan menyentuh aspek afektif. Dengan memenuhi unsur estetika sastra dan mendukung pencapaian Profil Pelajar Pancasila, lagu “Gala Bunga Matahari” relevan untuk diintegrasikan ke dalam pembelajaran sastra yang bermakna dan berkarakter di MAN