Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
1439 research outputs found
Sort by
Pengelolaan Material Baja Tulangan Menggunakan Pendekatan Just in Time (Studi Kasus: Gedung B Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya)
Pengelolaan material baja tulangan sangat penting untuk mengendalikan mutu dan kualitas konstruksi terutama konstruksi gedung, pekerjaan baja tulangan termasuk dalam pekerjaan kritis dimana akan berpengaruh terhadap keseluruhan proyek konstruksi dan keberlangsungan proyek konstruksi. Penelitian ini menggunakan data-data proyek seperti detailed engineering design, master time schedule, dan data manajemen proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa manajemen baja tulangan dengan pendekatan just in time yang dikombinasikan dengan bar bending schedule dan site management plan. Perhitungan kuantitas baja tulangan pada struktur atas menggunakan bar bending schedule yang disesuaikan dengan analisa durasi pekerjaan sehingga didapat jadwal kebutuhan baja tulangan dan jadwal pengadaan baja tulangan. Selanjutnya dilakukan optimasi site layout setelah penerapan just in time dengan menggunakan traveling distance atau jarak pergerakan pekerja. Dari hasil analisa, didapat bahwa terjadi pengurangan kuantitas maksimum kedatangan baja tulangan dengan metode just in time dan eksisting sebesar 26,7% serta pengurangan kuantitas volume rata-rata sebesar 25,3%. Dengan frekuensi kedatangan metode just in time sebanyak 10 kali, sementara kedatangan eksisting sebanyak 4 kali. Dan optimasi pergerakan pekerja setelah penerapan just in time ditinjau dari site layout yang berubah dengan mengubah ukuran stockyard baja tulangan sebesar 25%, dilakukan optimasi dengan 3 skenario dimana optimasi terbesar terdapat pada skenario pertama dengan 3,43% dari traveling distance yang dilakukan oleh pekerja.
Kata kunci: Baja Tulangan, Just in Time, Bar Bending Schedule, Traveling Distanc
Optimasi Penggunaan Alat Berat pada Pekerjaan Galian dan Timbunan Impervious Core Studi Kasus Proyek Bendungan Jragung Paket I
Proyek Bendungan Jragung yang terletak di Kabupaten Semarang dirancang untuk mendukung kebutuhan air baku, irigasi, dan energi mikrohidro. Bendungan ini menggunakan sistem konstruksi urugan tanah, di mana pekerjaan galian dan timbunan material tanah, khususnya pada material inti kedap air, menjadi sangat penting untuk memastikan stabilitas dan kekedapan struktur. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan kombinasi jenis dan jumlah alat berat yang digunakan, yakni excavator, dump truck, bulldozer, dan sheepsfoot roller, guna meningkatkan efisiensi operasional dan menekan biaya. Pendekatan Riset Operasi diterapkan dengan menggunakan metode pemrograman dinamis untuk menentukan kombinasi jenis alat berat yang paling sesuai berdasarkan biaya operasional minimum, sementara pemrograman linier bilangan bulat digunakan untuk menentukan jumlah alat berat optimal. Hasil analisis menunjukkan kombinasi alat berat terbaik adalah Excavator Komatsu PC200, Dump Truck Isuzu GIGA FVZ N HP, Bulldozer Lonking LD 160, dan Sheepsfoot Roller CAT CP54B, masing-masing sebanyak 4, 12, 1, dan 1 unit. Kombinasi ini menghasilkan total biaya operasional minimum sebesar Rp14.961.344,00 per jam, sekaligus memastikan pencapaian target konstruksi secara efisien dalam hal waktu dan anggaran.Kata kunci: Impervious Core, Alat Berat, Produktivitas, Biaya Operasional, Optimasi, Riset Operasi
Analisis Perilaku Berkendara Pengguna Sepeda Motor dan Penentuan Lokasi Blackspot di Jaringan Jalan Surabaya Barat
Menurut data dari Humas Polri Jawa Timur, pada tahun 2023 tercatat minimal 1.356 kecelakaan di Surabaya. Penyebab kecelakaan ini bervariasi, mulai dari kondisi infrastruktur jalan yang kurang baik dan perilaku pengemudi yang mengabaikan aturan. Di daerah black spot, dibutuhkan tindakan khusus untuk memperbaiki dan meningkatkan keselamatan jalan. Penelitian ini menggunakan metode yang terdiri dari empat tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pengumpulan data, meliputi: data primer (kuesioner karakteristik berkendara) dan data sekunder (peta wilayah penelitian, data LHR Surabaya Barat tahun 2022-2023 dan data kecelakaan lalu lintas Surabaya Barat tahun 2022-2023), pengolahan data, serta tahap terakhir yaitu penyusunan hasil. Untuk jumlah kebutuhan sampel pada penelitian ini yang digunakan untuk kuesioner dihitung dengan rumus time linier function dan didapatkan jumlah kebutuhan sampel pada penelitian ini sebanyak 200 responden. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas pengendara sepeda motor di Surabaya Barat masih banyak yang melanggar peraturan-peraturan lalu lintas yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Kata Kunci: Karakteristik Pengendara Sepeda Motor, Penentuan Lokasi Blackspot, Bentuk Pemodelan Kecelakaan, Surabaya Bara
Pengaruh Penambahan Zat Aditif Pada Campuran Mortar terhadap Karakteristik Mekanis Pasangan Dinding Bata Ringan
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah pulau mencapai 16.771 yang tersebar di seluruh wilayah, terdiri atas beberapa pulau besar seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Persebaran penduduk cenderung tidak merata, dengan lebih dari 55,93% terkonsentrasi di Pulau Jawa (Disdukcapil, Juni 2024). Aktivitas geologi seperti letusan gunung berapi dan pergeseran lempeng bumi sering menyebabkan kerusakan struktural, khususnya pada pasangan dinding bata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan zat aditif terhadap karakteristik mekanik pasangan dinding bata ringan. Sampel uji berupa pasangan dinding berdimensi 62 cm × 62 cm × 10 cm menggunakan tiga variasi mortar: Mortar Utama 380 (kontrol), Mortar Utama 380 dengan Addibond, dan Mortar Utama 380 dengan Alkasit. Pengujian dilakukan terhadap kuat tekan vertikal dan horizontal menggunakan Universal Testing Machine, serta kuat geser dan kuat lekat menggunakan frame pengujian khusus. Hasil menunjukkan bahwa penambahan Addibond meningkatkan kuat tekan vertikal dan horizontal, namun menurunkan kuat lekat dan kuat geser. Sementara itu, penambahan Alkasit memberikan peningkatan pada kuat tekan vertikal dan horizontal serta kuat geser, tetapi menurunkan kuat lekat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa zat aditif memiliki pengaruh signifikan terhadap kekuatan mekanik pasangan dinding bata ringan, dengan efek yang bervariasi tergantung jenis aditif yang digunakan.
Kata kunci : kuat tekan, kuat geser, kuat lekat, pasangan dinding, bata ringan.
Penentuan Rencana Perbaikan Jalan Kabupaten dengan Metode Surface Distress Index dan Analytical Hierarchy Process (Studi Kasus: Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi)
Kecamatan Sine merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi wisata tertinggi dengan wilayah wisata terluas yaitu 478,2 Ha dan jumlah rata – rata wisatawan sebesar 116,226 dari total 600,074 pada tahun 2018 – 2023. Dilihat dari wilayahnya, Kecamatan Sine berada di ujung barat Kabupaten Ngawi dan berbatasan dengan Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Hal ini menyebabkan lalu lintas didominasi oleh beberapa kendaraan berat terutama truk tangki pengangkut air yang berpotensi menyebabkan lapisan permukaan jalan mengalami penurunan tingkat kemampuan layan jalan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengidentifikasi penentuan skala prioritas perbaikan jalan pada wilayah dengan penggunaan lahan yang sebagian besar merupakan perkebunan yang di sekitarnya terdapat berbagai sumber mata air. Penelitian ini menggunakan metode Surface Distress Index (SDI) yang digunakan untuk menilai kerusakan fisik jalan secara visual berdasarkan luas dan lebar retakan, jumlah lubang, dan kedalaman bekas roda dengan hasil akhir berupa klasifikasi kondisi jalan menjadi baik, sedang, rusak ringan, dan rusak berat dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot prioritas perbaikan jalan berdasarkan tiga kriteria utama: kondisi jalan, kinerja jalan, dan tata guna lahan. Hasil penelitian ditemukan nilai kondisi jalan didapatkan bahwa yang mengalami kerusakan terbesar adalah Jalan Raya Sine dengan nilai SDI sebesar 50,96 (Baik). Untuk penentuan kriteria perbaikan jalan di Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi dengan metode AHP diperoleh kriteria tata guna lahan sebagai kriteria tertinggi dengan bobot 0,146. Secara keseluruan, dari penilaian masing – masing kriteria terhadap 3 ruas alternatif jalan didapatkan bahwa ruas Jalan Ketanggung – Mantin ditetapkan sebagai prioritas utama untuk diperbaiki dengan bobot nilai 0,224.
Kata kunci: SDI, AHP, Kondisi Perkerasan Jalan, Urutan Prioritas Perbaikan Jala
Pengaruh Penggunaan Aditif Limbah Plastik HDPE dan Crumb Rubber terhadap Karakteristik Laston Lapis Aus Asbuton (AC-WC Asb)
Permasalahan peningkatan volume limbah plastik dan ban bekas di Indonesia menjadi tantangan tersendiri di tengah kebutuhan pembangunan infrastruktur yang terus meningkat. Sementara itu, aspal minyak sebagai bahan utama konstruksi perkerasan jalan terus mengalami peningkatan permintaan dan harga. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah HDPE (High-Density Polyethylene) dan Crumb Rubber sebagai aditif pada campuran Laston Lapis Aus dengan substitusi sebagian aspal minyak menggunakan Asbuton. Metode pencampuran yang digunakan adalah dry process dengan variasi kadar HDPE sebesar 0%, 3%, 5%, 7%, dan 9%, serta kadar Crumb Rubber tetap sebesar 10% terhadap berat kadar aspal optimum. Analisis dilakukan berdasarkan parameter Marshall seperti stabilitas, flow, VIM, VMA, VFA, dan Marshall Quotient. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi optimum diperoleh pada kadar HDPE 5% dan Crumb Rubber 10%, dengan peningkatan stabilitas sebesar 25,40% dan MQ sebesar 47,49% dibandingkan campuran tanpa aditif. Flow dan VFA mengalami sedikit penurunan, namun tetap memenuhi batas spesifikasi. Hasil ini menunjukkan potensi besar pemanfaatan limbah plastik dan ban bekas dalam meningkatkan kinerja campuran aspal. Namun, suhu pencampuran perlu dikontrol agar tidak melebihi 200°C untuk menghindari aging pada aspal.
Kata kunci: Asbuton, Aspal Minyak, Limbah plastik HDPE, Crumb Rubber, Karakteristik Marshal
Analisis Campuran AC-WC Asbuton dengan Plastik Polyethylene Terephthalate (PET) dan Crumb Rubber
Kebutuhan aspal meningkat seiring pembangunan infrastruktur, namun 83% masih diimpor meski Indonesia memiliki cadangan Asbuton besar. Di sisi lain, sampah plastik, khususnya PET dari botol minuman, juga menjadi masalah. Penambahan PET dalam aspal dapat meningkatkan stabilitas, fleksibilitas, dan daya tahan, meski berisiko membuat campuran lebih kaku. Crumb rubber yang elastis dapat mengurangi kekakuan ini dan meningkatkan stabilitas, VIM, flow, dan MQ. Kombinasi keduanya menghasilkan campuran yang seimbang. Penambahan crumb rubber (10%) dan PET (0%, 2%, 4%, 6%) dilakukan dengan metode dry process. Hasil uji Marshall menunjukkan komposisi maksimum 10% crumb rubber dan 6% PET memenuhi semua parameter: VMA 17,519%, VIM 3,754%, VFA 78,691%, Stabilitas 1652 kg, Flow 4,233 mm, dan MQ 386,986 kg/mm. Penelitian lanjutan disarankan dengan menambah variasi kadar PET.
Kata kunci : Lapis permukaan, Aspal Buton, Polyethylene Terephthalate (PET), Crumb Rubbe
Analisis Simulasi Numerik Pengaruh Kedalaman Curtain Grouting terhadap Pola Flow Nets dan Faktor Keamanan Bendungan Zonal pada Kondisi Steady-State dan Transient Seepage
Bendungan zonal merupakan struktur urugan tanah yang umum digunakan dengan inti kedap air yang dilindungi oleh zona filter dan shell. Salah satu potensi kegagalan terbesar berasal dari rembesan air yang tidak terkendali, yang menyumbang sekitar 30% dari total kegagalan bendungan. Curtain grouting adalah metode pengendalian rembesan melalui injeksi grout ke dalam rekahan batuan untuk mengurangi permeabilitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kedalaman curtain grouting terhadap pola flow net dan faktor keamanan bendungan zonal pada kondisi rembesan steady-state dan transient. Simulasi numerik dilakukan menggunakan GeoStudio SEEP/W dan SLOPE/W dengan variasi kedalaman grouting 0 m, 20 m, 30 m, 40 m, 50 m, dan 60 m. Kondisi steady-state dimodelkan pada elevasi muka air hulu +280 m, sedangkan kondisi transien meliputi rapid drawdown dari +280 m ke +262,9 m dan impounding dari dasar sungai ke +280 m dan elevasi hilir tetap +222 m. Hasil menunjukkan bahwa grouting memperpanjang jalur rembesan, menurunkan gradien hidraulik, dan memindahkan garis freatik menjauh dari permukaan hilir. Debit rembesan turun hingga 81,66% pada steady-state dan >84% pada impounding. Faktor keamanan tanpa grouting tidak memenuhi standar (FK < 1,5), dan dibutuhkan grouting minimal 30 m untuk mencapai kestabilan. Faktor keamanan terhadap piping sebesar 10,692 dan kecepatan rembesan jauh di bawah batas kritis. Perbandingan hasil simulasi numerik dengan perhitungan manual menunjukkan deviasi yang tidak jauh berbeda.
Kata Kunci: bendungan zonal, flow nets, faktor keamanan, steady-state, transient seepag
Studi Komparatif Lebar Retak Pelat Beton Bertulang Satu Arah melalui Pemodelan Elemen Hingga dan Pendekatan Teoritis dengan Variasi Kuat Tekan Beton
Pengendalian lebar retak penting untuk menjaga durabilitas beton bertulang, namun studi yang membandingkan pemodelan elemen hingga dan pendekatan teoritis pada pelat satu arah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kuat tekan beton (f\u27c) terhadap lebar retak, serta membandingkan hasil pemodelan elemen hingga dengan pendekatan teoritis dari SNI 2847:2002, JSCE SSCS 2007, dan Eurocode 2. Pemodelan dilakukan menggunakan perangkat lunak Abaqus pada pelat satu arah berdimensi 2000×600×200 mm dengan model material Concrete Damage Plasticity dan tiga variasi f\u27c (9,1; 20,2; dan 35,1 MPa). Hasil menunjukkan bahwa peningkatan f\u27c menurunkan lebar retak pada semua pendekatan. Namun, hasil pemodelan elemen hingga menghasilkan lebar retak lebih besar dibandingkan pendekatan teoritis. JSCE (2007) menunjukkan hasil paling mendekati dengan selisih rata-rata 23,8%, diikuti oleh SNI (40,6%) dan Eurocode 2 (65,4%). Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan antara hasil pemodelan elemen hingga yang lebih detail dengan pendekatan teoritis berbasis rumus empiris
Analisis Bangunan Irregular dengan Perkuatan Pengaku Dinding Geser (Shear Wall) Menggunakan Metode Performance Based Design (PBD)
Letak geografis Indonesia yang berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik dunia mengharuskan bangunan di Indonesia dirancang dengan persyaratan ketahanan gempa yang tinggi sehingga membatasi variasi bentuk bangunan yang ada. Bangunan dengan variasi bentuk yang kompleks dapat dikategorikan sebagai bangunan irregular, namun bangunan ini dianggap tidak terlalu baik dalam merespon beban gempa. Bangunan irregular akan mengalami torsi karena terdapat eksentrisitas antara pusat massa dan pusat kekakuannya. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah memberikan perkuatan pengaku berupa dinding geser (shear wall) pada titik lemah bangunan. Bangunan ini dianalisa menggunakan metode Performance Based Design (PBD) dan Pushover Analysis untuk mengetahui respon struktur terhadap beban gempanya. Penggunaan kedua metode ini sudah dianggap mendekati dengan kondisi realitas struktur pada saat terkena beban gempa. Pushover Analysis akan membantu untuk mendapatkan Drift, Displacement, Performance Point, serta Performance Level dari struktur yang akan dibandingkan sebelum dan setelah diaplikasikan perkuatan pengaku berupa dinding geser (shear wall). Tiga tipe konfigurasi perletakan dinding geser (shear wall) digunakan sebagai perkuatan pada arah X-X dan Y-Y. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga tipe tersebut berkontribusi dalam mengurangi displacement dan drift dibandingkan dengan struktur tanpa perkuatan. Ketiga tipe ini termasuk dalam klasifikasi Performance Level Immediate Occupancy (IO) yang menandakan bahwa struktur tetap dapat digunakan setelah mengalami gempa. Selain itu, semua tipe ini telah memenuhi standar keamanan karena nilai simpangan antar lantai masih berada di bawah nilai simpangan izin struktur berdasarkan SNI 1726:2019.
Kata Kunci : Bangunan Irregular, Struktur Tahan Gempa, Dinding Geser (Shear Wall), Metode Performance Based Design (PBD), Pushover Analysi