Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
    1439 research outputs found

    ANALISIS PEMODELAN PERILAKU TEGANGAN DAN REGANGAN PADA PORTAL 2 LANTAI DENGAN BRACING TIPE DIAGONAL EKSENTRIS DUA ARAH

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk riset lanjutan dalam pengembangan struktur baja pada gedungsederhana 2 lantai dengan menggunakan bracing tipe diagonal eksentris 2 arah dengan melihatbracing tipe diagonal eksentris 2 arah berdimensi 4 x 4 m, pengujian menggunakan beban lateralstatis dengan variasi link pada portal, menggunakan link pendek (60 cm), link panjang (120 cm), dankonsentris (0 cm). Terdapat 2 penggunaan tipe profil yang penentuannya sejalan dengan konsepstrong column weak beam. Dalam menganalisis digunakan 2 jenis meshing yaitu meshing renggang(4 per elemen) dan meshing renggang (25 per elemen) untuk setiap eksentrisitas, hasil analisis berupagrafik tegangan-regangan pada elemen kritis tiap model portal. Berdasar hasil analisis dapatdisimpulkan bahwa nilai tegangan untuk setiap meshing nilainya akan lebih tinggi atau sama seiringdengan besarnya nilai eksentrisitas dan nilai tegangan dari link beam pada portal dengan eksentrisitasakan selalu lebih besar dibanding elemen lainnya pada portal yang menunjukkan link beam sudahbekerja sebagaimana mestinya untuk berperilaku inelastis, Sedangkan untuk nilai regangan yangterjadi dapat disimpulkan bahwa nilai regangan untuk meshing rapat nilainya akan mengalamikenaikan dan untuk meshing renggang nilainya akan terjadi penurunan seiring dengan besarnya nilaieksentrisitas, nilai regangan dari link beam pada portal dengan eksentrisitas selalu lebih besardibanding elemen lainnya pada portal yang menunjukkan link beam sudah bekerja sebagaimanamestinya untuk mampu lebih berdeformasi.Kata Kunci: Portal Eksentris, bracing tipe diagonal eksentris 2 arah, tegangan dan regangan, bebanlateral statis, ABAQUS Student Edition

    PENGARUH BEBAN MAKSIMUM TERHADAP PEMODELAN PANEL BETON SEBAGAI KUAT GESER PADA DAERAH SAMBUNGAN SUSUNAN PANEL BETON AGREGAT KASAR LIMBAH BATU ONYX

    No full text
    Pada konstruksi pembangunan beton adalah sebuah material komposit yang terbuatdari kombinasi dari agregat kasar (kerikil atau batu pecah), agregat halus (pasir), bahanpengikat semen, dan air. Penggunaan beton dalam konstruksi pembangunan juga telahmenyebabkan sifat konsumtif yang berlebih mengingat sebarapa pentingnya penggunaanbeton ini. Karena beton precast, diperlukan material berupa sambungan yang kuat terhadapkekuatan geser berupa sambungan plat dan baut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa nilai kekuatan terhadap gaya geserpanel beton pada daerah sambungan yang dihasilkan oleh adanya perbedaan diameter bautdengan jenis baut mutu tinggi. Penelitian dilakukan dengan merencanakan panel betonberukuran 80 cm x 40 cm x 6 cm.dengan diameter baut yang berukuran 6 mm, 8 mm, dan 10mm menggunakan plat baja tipe BJ-37 tebal 3 mm. Pengujian kuat geser dilakukan denganpemberian beban terpusat arah horizontal dengan bertahap hingga mencapai bebanmaksimum.Hasil penelitian pada pengaruh perbedaan diameter baut yang semakin besar padapasangan panel Onyx pada daerah sambungan menghasilkan nilai yang bervariasi. akibatbeban horizontal tegangan geser panel beton dengan baut diameter 6 mm memiliki tegangangeser panel beton 3,63 kg/cm2 ,baut diameter 8 mm memiliki tegangan geser panel beton3,66 kg/cm2,baut diameter 10 mm memiliki tegangan geser panel beton 3,31 kg/cm2 danakibat beban vertikal tegangan geser panel beton dengan baut diameter 6 mm memilikitegangan geser panel beton 3,18 kg/cm2,baut diameter 8 mm memiliki tegangan geser panelbeton 3,20 kg/cm2, baut diameter 10 mm memiliki tegangan panel beton 2,90 kg/cm2.Kata kunci : panel beton agregat kasar limbah batu Onyx, tegangan geser, diameterbau

    PENGARUH PENGGUNAAN SBR LATEX TERHADAP KETAHANAN ABRASI BETON POROUS DENGAN MENGGUNAKAN RCA (RECYCLED COARSE AGGREGATE)

    No full text
    Indonesia merupakan negara tropis dan negara berkembang yang menuntut peningkatankebutuhan tempat tinggal dan transportasi yang mengurangi daerah resapan air. Beton berporiadalah salah satu solusi untuk mencegah kerusakan perkerasan jalan dan mengurangi limpasanpermukaan. Penggunaan agregat kasar daur ulang juga bermanfaat untuk mengurangi limbah.Fungsi SBR Latex untuk meningkatkan perekatan antar agregat pada beton porous.Penelitian ini dilakukan uji ketahanan abrasi beton porous menggunakan alat HamburgWheel Tracking. RCA adalah agregat kasar dari beton yang sudah tidak terpakai. Variasi bendauji adalah kadar SBR Latex 0%, 5%, dan 10% terhadap berat semen dengan penggunaan RCA0% dan 100%. Pengujian bahan dasar terdiri dari pengujian berat isi, berat jenis, danpenyerapan agregat. Perbandingan volume campuran semen dengan agregat kasar adalah 1:4dengan faktor air semen 0,27. Pengujian ketahanan abrasi beton porous menggunakan standarsesuai ASTM C944.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan agregat kasar daur ulang pada betonporous akan meningkatkan ketahanan terhadap abrasi dibandingkan dengan beton porous yangmenggunakan agregat kasar alami. Penambahan SBR Latex 10% juga meningkatkan abrasikarena sifat lentur yang mendukung terjadinya abrasi permukaan beton porous ketikapengujian. Pada penambahan SBR Latex 5% dan 0% tidak terlalu terlihat perbedaan yangsignifikan.Kata Kunci: Beton porous, RCA, SBR Latex, ketahanan abras

    PENGARUH INTRUSI AIR PADA BETON NORMAL TERHADAP CEPAT RAMBAT GELOMBANG DENGAN METODE ULTRASONIC PULSE VELOCITY (UPV)

    No full text
    Perlunya mengidentifikasi kualitas suatu struktur bangunan pada masa konstruksi maupunpasca konstruksi dapat mengurangi peluang adanya kegagalan struktur. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui pengaruh adanya intrusi air pada beton terhadap hasil cepatrambat gelombang dengan menggunakan non-destructive test. Alat yang digunakan adalahUltrasonic Pulse Velocity (UPV) dan PUNDIT PL-200. Metode pengujian yang digunakanadalah metode langsung dan metode tidak langsung. Variasi benda uji dibedakan menjaditiga jenis, yaitu balok normal, balok lubang arah transversal, dan balok lubang arahlongitudinal. Dengan kondisi pengujian intrusi air, didapatkan persentase kenaikan nilaicepat rambat gelombang terhadap pengujian lubang tanpa air. Persentase pada balokdengan lubang arah transversal sebesar 2,56% pada metode langsung dan sekitar 10%-17%pada metode tidak langsung. Sedangkan pada balok lubang arah longitudinal persentasekenaikannya sebesar 4,29% pada metode langsung dan 8%-17% pada metode tidaklangsung. Adanya intrusi air pada beton normal berpengaruh pada nilai cepat rambatgelombang yang dihasilkan oleh alat UPV, yang mana cepat rambatnya semakin tinggi.Kata kunci : Beton Berlubang, Intrusi Air, Cepat Rambat, Ultrasonic Pulse Velocity

    ALTERNATIFiPERENCANAAN ULANG BALOK DAN KOLOM DALAM PEMBANGUNAN GEDUNG 6 LANTAI MENGGUNAKAN STRUKTUR BAJAiPROFIL WF: STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKITiBAYANGKARA NGANJUK

    No full text
    Proses untuk mendesain struktur pada gedung merupakan perencanaan pada strukturgedung yang dibuat kokoh serta dapat diketahui kebutuhan biaya yang akan dikeluarkan. Biayadalam perencanaan pembangunan bisa terlampau dengan cara mempertimbangkan jenisstruktur yang akan dipakai, Jenis struktur yang dipakai bisa dari baja maupun beton. Dalamperencanaan suatu struktur bangunan, jika nilai dari bebaninominaliterfaktor (ï¦Pn) terlalu besardaripada nilai beban ultimate (Pu) pada struktur kolom dan momen nominal terfaktor (ï¦Mn)terlalu besar daripada nilai momen ultimate (Mu) pada struktur balok akan terjadi yang namanyapemborosan. Salahpsatu solusi dari permasalahanpini adalah melalui perencanaan ulang padastruktur balok dan kolom menggunakan struktur baja profil WFiuntuk menekan angkapemborosan yang terjadi. Kontrol yang digunakan dalam perencanaan ulang ini berupa kontroldari faktor angka pemborosan, tegangan yang terjadi, serta faktor lendutan yang terjadi. Makadari itu meskipun pada pada profil dikatakan minim dari kata pemborosan tetapi belum tentukekuatan yang dihasilkan dari baja WF setara kekuatan dari beton bertulang.Kata Kunci: perencanaan, angka pemborosan, beban terfakto

    PENGARUH VARIASI BUKAAN PANEL DINDING (SHEATHED WALL) BERBAHAN FIBER CEMENT BOARD TERHADAP DISIPASI ENERGI AKIBAT BEBAN SIKLIK (QUASI-STATIS) PADA PORTAL BAJA CANAI DINGIN 2D

    No full text
    Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng besar dunia yanggmenjadikan Indonesia sebagainegararrawan mengalami gempa bumi. Maka dari itu perlu adanya desain dan pemilihan material padasuatu struktur yang mampu menahan goncangan akibat gempa bumi. Salah satu material yang dapatdigunakan adalah baja canai dingin, kemudian material ini dikombinasikan dengan panel dinding berbahanFiberrCement Board.DBerdasarkan hal tersebut perlu adanya penelitian mengenai pengaruh variasi bukaanpanel terhadap disipasi energi untuk baja canai dingin.Penelitian ini mengunakan portal dua tingkat berbahan baja canai dingin dengan tinggi 106 cmdan lebar 58 cm. Untuk kolom mengunakan profil hollow square 40.40.0,3 dan 40.20.0,3 untuk balok.Balok diletakkan pada pada ketinggian 50 cm dan 100 cm. Kemudian digunakan siku Panjang 80 mm danlebar 20 mm untuk plat sambung. Portal tersebut ditutupPdengan panel dinding pada salah satu sisinyadengan variasiibukaan 100%,50%,25%,0%, bahannya mengunakan Fiber Cement Board . Pada penelitianini panel dinding dengan 4 variasi bukaan bermaterial Fiber Cement Board berkode S-F-0 untuk bukaan0% masing-masinggberjumlah 3 buah dengan tebal sama yaitu 4 mm. Pembebanan berupa beban siklikdengan Drift Ratio hingga 13% interval 1% yang diberikan pada ketinggian 100 cm. Hasil akhir penelitianadalah didapatkan kurva histerisis kemudian digambarkan dalam bentuk kurva envelopeedan dihitungluasannya sehingga didapatkan nilai disipasi energi pada tiap jenis benda uji dan pola kegagalan yangterjadi.Berdasarkan hasil penelitian ini didapat yaitu semakin besar bukaan pada panel dinding semakinkecil nilai energi disipasi yang dihasilkan. Dari hal tersebut dapattdisimpulkan bahwa semakin besarbukaan panel dinding berbanding terbalik dengan energi disipasi yangddihasilkan.Kata Kunci: Baja Canai Dingin, Portal, Bukaan Panel Dinding. Pembebanan Siklik, Fiber CementBoard, Disipasi Energ

    ANALISIS KERUSAKAN JALAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SDI (SURFACE DISTRESS INDEX) PADA RUAS JALAN SENGON - SIRAH KENCONG KABUPATEN BLITAR

    No full text
    Seiring meningkatnya jumlah penduduk dan beban lalu lintas yang melewati ruas jalanSengon-Sirah Kencong Kabupaten Blitar, diperlukan adanya proses monitoring untukmemastikan bahwa ruas jalan dalam kondisi yang memuaskan. Salah satu caranya adalahdengan melakukan survei kondisi jalan. Berdasarkan pedoman dari Kementerian PUPR, dasarevaluasi kondisi jalan adalah dengan menggunakan metode SDI (Surface Distress Index) danperlu mengambil dokumentasi yang diambil setiap 200 meter untuk proses verifikasi.Verifikasi dilakukan secara sampling dan acak dengan mereview hasil foto dokumentasidengan hasil SDI yang didapat dari analisis. Didapatkan hasil bahwa nilai SDI antara surveidan foto dokumentasi terdapat perbedaan yang signifikan, sehingga banyak ruas jalan yangtidak terverifikasi. Pada penelitian ini, dicari jarak efektif yang dapat digunakan untuk kegiatanfoto dokumentasi sehingga perbedaan nilainya tidak terlalu signifikan dan ruas jalan dapatterverifikasi. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa jarak efektif yang digunakan adalahsejauh 100 m. Hasil ini didapatkan setelah melakukan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitneyantara nilai SDI survei dan Foto 100 m. Untuk itu pengambilan foto dokumentasi dengan jarak100 meter cukup untuk dijadikan jarak efektif agar ruas jalan yang disurvei dapat terverifikasi.Kata Kunci: Survei kondisi jalan, SDI, jarak efektif fot

    PENGARUH VARIABEL POSISI PADA PEMODELAN LERENG PASIR DENGAN Rc 88% MENGGUNAKAN PERKUATAN DOUBLE ROW PILE DENGAN DIAMETER BERBEDA

    No full text
    Tanah longsor adalah suatu gerakan tanah atau batuan yang menuruni lereng akibatterganggunya kestabilan lereng tersebut. Longsor sering terjadi pada wilayah dengan curahhujan yang tinggi. Untuk menanggulangi longsor diperlukan perkuatan pada lereng, salahsatu contohnya dengan perkuatan tiang. Metode penelitian yang dilakukan adalah denganmemasukkan tanah berjenis pasir dengan kondisi kering permukaan ke dalam modellingbox dan dipadatkan dengan silinder beton sebanyak 15 kali setiap lapisannya denganketebalan 10 cm hingga mencapai ketebalan 70 cm. Lalu tancapkan tiang sebagai perkuatanhingga kedalaman 5 cm dari dasar box permodelan dan jarak antar tiangnya adalah 10 cm,kemudian dilakukan pemotongan lereng dengan sudut kemiringan 50o. Pada lereng dengan2 baris tiang perkuatan dengan D2/D1 = 0,85 didapatkan daya dukung terbesar yaitu 0,605kg/cm2. Untuk posisi tiang baris kedua yang optimal berada pada posisi tengah atas. Padavariasi posisi tiang baris kedua lokasi tiang optimalnya yaitu pada Lx/L = 0,6. Dengananalisis menggunakan program FEM, angka keamanan pada lereng tanpa perkuatandiperoleh sebesar 1,065. Untuk lereng dengan perkuatan satu baris tiang pada Lx/L = 0,9dan D2/D1 = 0,68 diperoleh angka keamanan sebesar 1,393. Untuk lereng dengan perkuatandua baris tiang diperoleh angka keamanan sebesar 1,436 pada program FEM 3D. Angkakeamanan terbesar diperoleh pada variasi tiang baris kedua pada posisi Lx/L = 0,6.Kata Kunci: Longsor, Lereng, Perkuatan, Tiang, Angka keaman

    PENGARUH VARIASI DIAMETER DENGAN RASIO LX1/L = 0,9 DAN LX2/L = 0,5 TERHADAP STABILITAS PADA PEMODELAN FISIK LERENG PASIR DENGAN RC 88%

    No full text
    Tanah longsor merupakan bencana yang pada umunnya berpotensi terjadi pada pemanfaatan lahanlereng. Indonesia memiliki karakteristik daratan yang salah satunya adalah dataran tinggi. Oleh karena itu,dibutuhkan suatu metode perkuatan stabilitas lereng.yang mampu mencakup wilayah yang luas. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui peningkatan faktor keamanan lereng akibat penggunaan dua baris tiang sebagaimetode perkuatan lereng. Penelitian dilakukan dengan pemodelan skala kecil. Tanah pasir dibentukmenyerupai lereng dengan kemiringan 50° di dalam model boks. Tiang yang digunakan adalah pipaalumunium. Variasi diameter tiang diberikan pada tiang baris kedua dari nilai terkecil hingga terbesar,sedangkan tiang pada baris pertama diberi nilai konstan. Pembebanan dilakukan pada puncak lereng hinggapeningkatan beban tidak terjadi. Analisis faktor keamanan menggunakan metode elemen hingga denganbantuan aplikasi FEM 2D dan 3D. Hasil penelitian menunjukkan dengan membandingkannya dengan lerengtanpa perkuatan, maka lereng mengalami peningkatan nilai faktor keamanan hingga sebesar 9,221% padaaplikasi FEM 2D dan 34,282% pada aplikasi FEM 3D. Selain faktor keamanan, nilai daya dukung tanahmengalami peningkatan hingga sebesar 187,38%. Sehingga, diameter optimal yang mampu menahanterjadinya longsoran yaitu diameter terbesar. Berdasarkan penelitian tersebut, diketahui jenis longsoran yangterjadi adalah tipe rotasi.Kata Kunci: daya dukung tanah, faktor keamanan, lereng, longsor, perkuatan lereng, tanah pasir, tiang,variasi diameter tian

    ANALISIS NILAI HASIL PADA BIAYA PROYEK KONSTRUKSI (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN ECOHOME CITRARAYA)

    No full text
    Analisis studi kasus ini bertujuan untuk  mengetahui nilai hasil biaya proyek konstruksi pembangunan apartemen Ecohome Citraraya. Metode analisis nilai hasil (Earned Value Analysis) digunakan dengan tujuan untuk mengevalasi perkembangan proyek yang dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, dan berapa banyak anggaran biaya yang telah digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan sampai batas waktu yang digunakan. Indikator-indikator yang digunakan antara lain BCWS (Budgeted Cost of Work Scheduled), BCWP (Budgeted Cost of Work Performed), ACWP (Actual Cost of Work Performed), Cost Performance Index (CPI), Schedule Performance Index (SPI), Cost Variance (CV), Schedule Variance (SV), Estimation to Completion (ETC), dan Estimation at Completion (EAC). Dari hasil perhitungan hingga minggu ke-50, nilai BCWP kumulatif > dari BCWS kumulatif yang menandakan jadwal pelaksanaan lebih cepat dari perkiraan dan jika berlanjut akan membuat proyek selesai sebelum waktu yang direncanakan. Untuk nilai ACWP kumulatif minggu ke-50 lebih kecil dari nilai BCWP kumulatif yang berarti anggaran yang direncanakan masih memenuhi hingga minggu ke-50 dan total biaya proyek yang diperkirakan pada minggu ke-50 lebih kecil dari perencanaan yang telah disusun. Artinya proyek akan mendapat keuntung yang lebih jika setelah minggu ke-50 pelaksanaan sesuai dengan yang direncanakan. Kata Kunci : Earned value, BCWS, BCWP, ACWP, EA

    0

    full texts

    1,439

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇