Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
    1439 research outputs found

    ANALISIS METODE DIRECT DISPLACEMENT BASED DESIGN PADA GEDUNG TEKNIK PENGAIRAN UB DENGAN VARIASI KONFIGURASI BRESING BAJA

    No full text
    Struktur pengaku diagonal (braced frame) diterapkan pada struktur bangunan dengan tujuan untuk meningkatkan kekakuan struktur. Dalam kaijan ini, objek yang digunakan adalah Gedung Teknik Pengairan Universitas Brawijaya yang akan didesain menggunakan metode Direct Displacement Based Design (DDBD) untuk gedung eksisting maupun gedung yang akan di berikan perkuatan bresing baja. Pada kajian ini metode DDBD digunakan untuk membandingkan performa dan perbedaan drift dan displacement bangunan eksisting dengan bangunan yang akan diberikan perkuatan, dimana kajian ini dibantu dengan program ETABS v16.2.1 dalam melakukan analisis non-linear pushover. Hasil analisis perbandingan non-linier pushover Gedung Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya dengan menggunakan metode DDBD menghasilkan nilai perpindahan atap untuk bangunan asli tanpa perkuatan menghasilkan nilai simpangan lantai teratas untuk arah X dan Y yaitu sebesar 14 cm dan 29,1 cm. Sedangkan bangunan yang menggunakan perkuatan bresing Tipe A (kajian) menghasilkan simpangan lantai teratas untuk arah X dan Y sebesar 16,9 cm dan 5,7 cm. Untuk tingkat kinerja menurut ATC-40 yang diperoleh bangunan Original Design berada pada kondisi Damage Control (DO) dan bangunan dengan perkuatan bresing Tipe A berada pada kondisi Immediete Occupancy (IO). Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan perkuatan bresing dapat mengurangi simpangan lateral dan penggunaan bresing tersebut berpengaruh terhadap perubahan tingkat kinerja Kata kunci: direct displacement based design, DDBD, non-linear pushover, simpangan lateral, bresing.Â

    PERBANDINGAN SNI 1726:2012 DAN SNI 1726:2019 UNTUK ANALISIS BANGUNAN TAHAN GEMPA DENGAN METODE DIRECT DISPLACEMENT BASED DESIGN (STUDI KASUS : GEDUNG KULIAH BERSAMA A UNIVERSITAS NEGERI MALANG)

    No full text
    Indonesia yang merupakan negara rawan gempa bumi membuat perencanaan bangunan harus dirancang supaya mampu menahan beban gempa yang terjadi. Salah satu metode yang digunakan untuk perhitungan beban gempa adalah metode Direct Displacement Based Design (DDBD). Di Indonesia peraturan mengenai perencanaan bangunan tahan gempa telah diatur di dalam SNI. Saat ini peraturan tersebut dituangkan dalam SNI 1726-2019 yang merupakan pengembangan dari SNI 1726-2012. Dari hasil analisis non-linear pushover didapatkan nilai simpangan aktual berdasarkan SNI 1726-2012 sebesar 0,0028 untuk arah X dan 0,0017 untuk arah Y, sedangkan hasil analisis berdasarkan SNI 1726-2019 didapatkan nilai simpangan aktual sebesar 0,0033 untuk arah X dan 0,002 untuk arah Y. Dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan struktur yang didesain berdasarkan SNI 1726-2012 masih mampu menahan beban gempa rencana berdasarkan SNI 1726-2019 dengan level kinerja Immadiate Occupancy (IO).   Kata Kunci: direct displacement based design, performance levels, SNI 1726-2012, SNI 1726-201

    OPTIMASI BIAYA PENGGUNAAN ALAT BERAT PEKERJAAN PEMANCANGAN MENGGUNAKAN PONTON PADA STRUKTUR JEMBATAN DENGAN PROGRAM LINIER (STUDI KASUS : PEKERJAAN JEMBATAN DANAU SELATAN PROYEK LANJUTAN PEKERJAAN AKSESIBILITAS BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO HATTA)

    No full text
    Keberhasilan pembangunan sebuah infrastruktur mengutamakan komponen biaya, mutudan waktu. Salah faktor penting yang dapat mempengaruhi komponen tersebut adalah penggunaanalat berat yang efisien. Penelitian ini dilakukan pada pekerjaan pemancangan pada strukturjembatan dengan menggunakan ponton yang bertujuan untuk mengetahui komposisi alat beratpaling optimal dan juga besar biaya pada proyek lanjutan aksesibilitas bandara internasionalSoekarno-Hatta dengan menggunakan program linier. Setelah melalui analisa alat beratmenggunakan program linier metode simpleks didapatkan hasil berupa komposisi dan jumlah alatberat optimal yakni, 2 buah Crawler Crane, 2 Set ponton service dan 4 set Ponton Pancang denganbiaya Rp.10.971.355 / jam dengan durasi waktu pengerjaan 20 hari untuk pekerjaan pemancangan.Kata Kunci: optimasi, alat berat, program linie

    PERANCANGAN PERBAIKAN TANAH PADA PEMBANGUNAN MARKAS PASMAR-1 MENGGUNAKAN METODE SOIL PRELOADING KOMBINASI PREFABRICATED VERTICAL DRAIN

    No full text
    Berdasarkan analisis penyelidikan tanah (soil investigation), kondisi tanah di proyek konstruksiPembangunan Lanjutan Gedung & Sarpras Pasmar-1 Jakarta merupakan tanah lunak dimana tanahsering menimbukan masalah di dalam konstruksi bangunan sipil. Untuk menanggulangi masalahtersebut, maka diperlukan perancangan perbaikan tanah dasar dengan metode Soil Preloadingkombinasi Prefabricated Vertical Drain (PVD). Hasil perencanaan perbaikan tanah di proyekkonstruksi Pembangunan Lanjutan Gedung & Sarpras Pasmar-1 Jakarta dengan menggunakan metodeSoil Preloading dengan kombinasi Prefabricated Vertical Drain (PVD) yang di pancang dengankedalaman 14 meter, didapatkan penurunan tanah sebesar 0,7453m. Waktu konsolidasi mencapaiderajat konsolidasi 90% untuk pola segitiga jarak 1 meter didapatkan lama waktu 1,2 tahun. Dalamanalisis stabilitas lereng timbunan sebelum dihitung perubahan daya dukung tanah didapatkan angkakeamanan sebesar 0,8 dan setelah dilakukan perhitungan mengenai perubahan daya dukung tanahdidapatkan angka keamanan sebesar 2,7. Dengan memperhitungan perubahan daya dukung tanahmaka timbunan Soil Preloading sudah memenuhi batas syarat angka keamanan..Kata kunci : Soil Preloading, Prefabricated Vertical Drain, konsolidasi, stabilitas timbunan, angkakeamanan.

    ANALISIS PEMODELAN PERILAKU TEGANGAN DAN REGANGAN PADA PORTAL 2 LANTAI DENGAN BRACING EKSENTRIS TIPE INVERTED V

    No full text
    Indonesia merupakan salah negara yang memiliki jumlah penduduk yang tinggi maka daridibutuhkan ketersediaan lahan hunian Maka dari itu solusi untuk ketersediaan lahan yaitu bangunanbertingkat sebagai hunia penduduk. Salah satu perencanaan konstruksi ialah menggunakan sistem rangka bracingyang mampu menahan gaya lateral dan gaya aksial gempa, rangka breasing menahan beban gempayang cukup tinggi serta memiliki kekakuan dan kekuatan yang baik. Pada analisis ini menggunakan3 pemodelan portal 2 lantai dengan bracing tipe V dengan dimensi portal 4m x 4m perlantainya dannilai eksentrisitas 0 cm, 60 cm dan 120 cm. struktur portal 2 lantai ini menggunakan profil bajadengan mutu baja BJ-37 yang diberi beban lateral statis. Output yang didapat pada analisis ini yaitu nilai tegangan dan regangan pada duabuah elemen kritis pada setiap lantai portal serta pada masing-masing variasi model struktur portal 2lantai eksentris bracing tipe V.Hasil dari analisis 3 pemodelan portal ini menunjukan letak elemenkritis setiap eksentris berbeda, untuk eksentrisias 0 cm elemen kristis berada pada bracing sedangkanuntuk eksentrisitas 60 cm dan 120 cm elemen kritis berada pada link beam dan balok. Pada analisisini hasil tegangan dan regangan lebih besar dilantai 2 dibandingkan dilantai 1. Selain itu pada analisisini ada 2 nilai meshing dimana hasil dari kedua meshing tidak jauh berbeda. Pada eksentrisitas 0 cmhasil meshing besar (4) lebih besar dibandingkan meshing kecil (25) sedangkan pada eksentrisitas 60cm dan 120 cm meshing kecil (25) lebih besar dari pada meshing besar (4).Kata Kunci : Portal 2 Lantai Eksentris, bracing tipe V, tegangan dan regangan, beban lateral statis,ABAQUS Student Edition

    PENGARUH VARIASI SUDUT BETON PADA BENDA UJI BALOK BETON DENGAN MENGGUNAKAN METODE UPV NON DESTRUCTIVE TEST

    No full text
    Indonesia adalah salah satu Negara dengan tingkat pembangunan yang semakin meningkat. Banyak sekaligedung – gedung tinggi yang dapat kita temui di sekitar kita. Dengan hal itu maka berkembanglah material– material yang digunakan pada dunia konstruksi. Juga dengan semakin berkembanganya desain bangunan,diperlukan material beton dengan bentuk yang berbagai macam, salah satunya adalah beton miring. Tentusaja pada setiap proyek pembangunan selalu diperlukan pengujian material untuk mendapatkan materialyang berkualitas baik. Salah satu metode pengujian yang dilakukan dapat berupa menganalisis kualitasmaterial beton dengan ultrasonic pulse velocity (UPV). Salah satu variabel untuk menentukan kualitas betondengan metode ini adalah kecepatan rambat gelombang. Sehingga penelitian ini akan membahas bagaimanapengaruh kemiringan beton terhadap kecepatan rambat gelombang yang akan dideteksi dengan metode UPV.Peralatan dan bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah sampel beton miring, set alat Proceq PL- 200,dan software pembaca hasil uji Pl-Link. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa pada balok miring,kecepatan gelombang akan meningkat berbanding lurus dengan kemiringan balok beton. Kemudian daripenelitian ini dapat disimpulkan juga bahwa penggunaan metode UPV dalam mendeteksi kualitas betondengan bentuk miring satu sisi dan dua sisi dapat dilakukan, dengan range kemiringan dari 3,5° hingga 10,5°.Kata Kunci: Beton miring, Ultrasonic Pulse Velocity, Pengujian non-destruktif, kecepatan gelombang

    PENGARUH PERBEDAAN POSISI PADA PERKUATAN LERENG MENGGUNAKAN DOUBLE-ROW PILE DIAMETER 3,2 CM DENGAN KEPADATAN PASIR Rc 88%

    No full text
    Lereng adalah bagian dari permukaan bumi yang memiliki sudut kemiringan tertentu dengan bidangdatar (horizontal). Dengan pemanfaatan lereng yang sering digunakan oleh masyarakat, maka terdapat halyang harus diperhitungkan dan direncanakan dalam bidang Geoteknik yaitu longsor.Pada penelitian ini pile digunakan sebagai media pencegah longsor. Metode penelitian yang dilakukanadalah dengan memasukkan pasir kedalam box dengan ketinggian setiap lapisan 10 cm, lalu dipadatkandengan silinder beton sebanyak 15 lintasan untuk diambil kadar air menggunakan cawan, setelah itumasukkan pile sebagai perkuatan hingga kedalaman 45 cm dan jarak antar pile setiap 10 cm, kemudiandilakukan pemotongan lereng hingga mendapatkan sudut 50 o , selanjutnya letakkan beban secara betahapdengan jarak 5 cm dari tepi lereng dan dilakukan pembacaan hingga pasir mengalami kelongsoran sebanyak3 kali pembacaan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui beban maksimum yang dapat ditahan lereng padakondisi tanpa perkuatan, satu perkuatan, dan dua perkuatan, Mengetahui posisi pile optimum untukmenahan beban yang terjadi, untuk mengetahui jenis kelongsoran pada lereng tanpa perkuatan, satuperkuatan, dan dua perkuatan, dan untuk mengetahui peningkatan nilai Safety of Factor dari lereng tanpaperkuatan menjadi satu perkuatan dan dua perkuatan.Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil untuk beban runtuh maksimum tanpa perkuatansebesar 0,314 kg/cm2, dengan perkuatan satu baris pile didapatkan Qu sebesar 0.557 kg/cm2, denganperkuatan 2 baris pile didapatkan beban maksimum terbesar 0,851 kg/cm2. Pada variasi posisi piledidapatkan lokasi optimum pile baris kedua pada Lx/L=0,6. Jenis kelongsoran pada lereng tanpa perkuatanmerupakan kelongsoran pada kaki lereng, sedangkan pada perkuatan 1 baris dan 2 baris pile merupakankelongsoran pada badan lereng. Dari analisis menggunakan aplikasi FEM. Factor of safety pada lereng tanpaperkuatan didapatkan sebesar 0,886 pada aplikasi FEM 2D dan sebesar 1,073 pada aplikasi FEM 3D. padalereng dengan perkuatan satu baris pile didapatkan sebesar 0,919 pada aplikasi FEM 2D dan sebesar 1,391pada aplikasi FEM 3D. Untuk lereng dengan perkuatan dua baris pile didapatkan sebesar 0,968 pada aplikasiFEM 2D dan sebesar 1,492 pada aplikasi FEM 3D.Kata Kunci : Lereng, Longsor, beban, pile, perkuatan, factor of safet

    ANALISIS PERBANDINGAN PERENCANAAN PONDASI TIANG PANCANG DAN PONDASI RAKIT DENGAN MEMPERTIMBANGKAN INTERAKSI STRUKTUR TANAH PADA PROYEK GEDUNG SARPRAS PASMAR-1 JAKARTA

    No full text
    Dalam analisis struktur, sering kali struktur dianggap tertumpu di atas suatu tumpuan yangtidak berdeformasi. Bilamana deformasi tanah diperhitungkan untuk melakukan analisis strukturmaka analisis tersebut disebut analisis interaksi tanah struktur. Dalam tugas akhir ini membahasmengenai perenacanaan pondasi dengan pengaruh interaksi tanah struktur (SSI) dengan perletakanbentuk Spring, pada objek yang digunakan Gedung Sarpras Pasmar-1 Jakarta dengan Pondasi yangdirencanakan adalah Tiang Pancang dan Rakit. Dibantu dengan program SAP2000, denganAnalisis yang digunakan adalah Time History menggunakan rekaman data gempa El-Centro N-S(Amerika Serikat), Koyna (India) dan Loma Prieta (Amerika Serikat) sebagai beban Lateral.Berdasarkan hasil analisis dari kedua pondasi, didapatkan pada kedalaman 22 meter daripermukaan tanah. Nilai lateral displacement atau defleksi untuk analisis time history gempa ElCentro sebesar 0,0127 m. Untuk gempa koyna sebesar 0,0238 m, sedangkan untuk gempa lomaprieta defleksi yang terjadi sebesar 0,0297 m. Pada hasil analisa time history pada struktur pondasirakit yang direncanakan, didapatkan pada kedalaman 1 meter dari permukaan tanah. Nilai lateraldisplacement atau defleksi untuk analisis time history gempa El-Centro sebesar 0,00491 m. Untukgempa koyna sebesar 0,005849 m, sedangkan untuk gempa loma prieta defleksi yang terjadisebesar 0,00802 m. Defleksi tersebut dikategorikan aman dari defleksi yang diizinkan berdasarkandengan SNI03-2847-2002.Kata kunci : Interaksi Tanah Struktur, Pondasi Tiang Pancang, Pondasi Rakit, Perpindahan Lateral,Momen Lentu

    ANALISIS PENETRASI KLORIDA KE DALAM BETON DENGAN METODE ERROR FUNCTION

    No full text
    Korosi merupakan permasalahan dari beton bertulang karena itu diperlukan uji analispenetrasi klorida untuk mengetahui laju difusinya ,salah satu pemodelannya adalahmenggunakan metode Error Function . Data yang diperlukan adalah koefisien difusidan kadar klorida permukaan yang kemudian dengan menyesuaikan waktu dankedalaman sesuai eksperimen dapat diperoleh konsentrasi klorida di setiap intervalkedalaman tertentu. Hasil analisis menunjukkan bahwa keakuratan dari metode errorfunction untuk memodelkan penetrasi klorida dalam beton sangat ditentukan oleh nilaidari kadar klorida permukaan dan koefisien difusi yang digunakan sehingga harus telitidalam perhitunganKata kunci : Korosi , Penetrasi , Klorida , Error Function , Beton, Difus

    ALTERNATIF PERBAIKAN TANAH LUNAK MENGGUNAKAN METODE DEEP CEMENT MIXING BERPOLA SEGI EMPAT DENGAN VARIASI JARAK

    No full text
    Daya dukung tanah yang sangat rendah dan penurunan yang relatif tinggi harus distabilkan untukmeningkatkan daya dukung tanah dengan berbagai metode. Salah satunya penstabilan dalam penelitianini dilakukan menggunakan metode DCM (Deep Cement Mixing) berpola persegi dengan variasi jarakantar kolom perbaikan sebesar 15 cm, 20 cm, 25 cm, dan 30 cm menggunakan kadar semen sebesar 10%.Stabilisasi ini dilakukan di laboratorium menggunakan box berukuran (50x50x50) cm dan sampel tanahdipadatkan dalam box dengan volume (50x50x30) cm. setelahnya dilanjutkan dengan penempatan kolomstabilisasi sesuai dengan variasi jarak dan dilanjutkan dengan proses curing selama 7 hari. Setelah prosescuring, dilakukan uji pembebanan pada sampel tanah. Ini. Didapatkan perubahan variasi jarak antarkolom pada DCM sangat berpengaruh terhadap kenaikan daya dukung tanah. Dari yang semula tanah aslitidak mempunyai daya dukung dapat dilakukan peningkatan dengan didapatkan daya dukung terbesar0,556 kg/cm2 pada variasi jarak terkecil yaitu 15 cm. Daya dukung semakin besar seiring berkurangnyajarak antar kolom pada perbaikan tanah menggunakan DCM. Dalam analisis BCI dapat disimpulkanbahwa tanah akan mengalami peningkatan daya dukung seiring semakin kecilnya variasi jarak perbaikan.Peningkatan daya dukung yang sangat signifikan terdapat pada variasi jarak 20 cm yang mengalamikenaikan sebesar 25%.Kata kunci: Deep Cement Mixing, stabilisasi tanah, daya dukung, tanah luna

    0

    full texts

    1,439

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇