Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
    1439 research outputs found

    PENGARUH TEBAL SIAR TERHADAP DEFORMASI DAN DESIGN CAPACITY DARI MODEL DINDING BATU BATA DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

    No full text
    Batu bata merah adalah material yang sangat lazim digunakan pada bangunan diIndonesia. Tetapi banyak ditemukan di lapangan bahwa praktek pada pembangunanmenggunakan batu bata tidak sesuai dengan peraturan yang ada. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh dari tebal siar pada dinding batu bata terhadap design capacity dandeformasi yang terjadi menggunakan metode elemen hingga. Terdapat empat variasi modeldengan tebal siar 1 cm, 1.5 cm, 3 cm dan 4 cm dan model dinding dibuat berdasarkan SNI 03– 4164 – 1996 dan model untuk uji kuat tekan batu bata digunakan menggunakan SNI 15 –2094 – 2000. Beban diberikan secara merata kepada kedua model dan dianalisamenggunakan metode elemen hingga menggunakan software ABAQUS. Dari penelitian inididapatkan hasil tegangan von mises terbesar pada model dinding dengan tebal siar 1.5 cmsebesar 8,629 Mpa. Regangan terbesar juga terjadi pada model dinding dengan tebal siar 1.5cm dengan regangan vertikal sebesar 0.25481 dan regangan horizontal sebesar 0.12537.Tegangan horizontal terbesar juga terjadi pada model 1.5 cm sebesar 1260189 Pa padamortar dengan nomor elemen 2 dan 692590.75 Pa pada batu bata dengan nomor elemen 2.Dari model uji kuat tekan diketahui bahwa keempat variasi model telah memenuhi kelas batubata dengan kekuatan 50 kg/cm2.Kata Kunci: design capacity, deformasi, regangan, tegangan, tebal sia

    STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN GEDUNG UTILITY BUILDING YANG BERADA DI BERAU KALIMANTAN TIMUR MENGGUNAKAN SISTEM CASTELLATED BEAM

    No full text
    Dibutuhkan perencanaan alternatif pada Gedung Hotel Bumi Segah Berau Kalimantan Timur karenapada gedung ini cenderung memikul benda mati cukup besar yang nantinya akan berpengaruh pada bebangempa. Maka dari itu struktur yang di analisis sendiri menggunakan profil baja pada bangunan tinggi denganmenggunakan profil Castellated Beam. Profil baja ini di Indonesia masih sangat minim digunakan dan jugakurang populer. Pada Balok Induk ini menggunakan mutu Bj-41 direncanakan menjadi balok castellateddengan sistem composite yang dimana perhitungan Mmaks Tumpuan didapat -341,881 kNm dan MmaksLapangan didapat 235,899 kNm (menggunakan SAP2000). Tinggi Baja setelah dijadikan Castela yaitu 525mm dengan lebar 350 mm. Pada Tahap Castela Komposit tebal pelat 120 mm dan Panjang Efektif sebesar1875 mm. Serta pada perencanaan ini didapat perhitungan tulangan menggunakan φ10-175 sebanyak 11buah yang dipasang pada pelat beton. Pada Balok Anak ini menggunakan mutu BJ-41, perencanaan BalokAnak menggunakan Balok Composite. Dari perhitungan menggunakan SAP2000 didapat Mmaks Lapangansebesar 75,795 kNm dan Mmaks Tumpuan Sebesar 97,559 kNm. Pada Kolom ini menggunakan mutu Bj-41, Pada perhitnungan menggunakan SAP2000 didapat Momen tersebesar = 206,894 kNm dan Gaya Aksial(Pu) tersebsar = 1287,811 kN.Kata kunci: balok castela, balok, profil baj

    PENGARUH PERKUATAN DOUBLE ROW PILE DENGAN VARIASI DIAMETER DAN RASIO JARAK D1/D2 = 2.0 PADA POSISI TENGAH TERHADAP STABILITAS LERENG MENGGUNAKAN PEMODELAN FISIK PASIR RC 88%

    No full text
    Lereng merupakan dua permukaan tanah yang memiliki beda ketinggian hinggamembentuk sudut tertentu terhadap bidang horizontalnya. Ketika terjadi musim hujan,lereng sangat rentan mengalami bencana tanah longsor. Terjadinya tanah longsordiakibatkan oleh adanya beban luar di atas lereng yang membebani tanah sehingga terjadipergerakan masa tanah di sepanjang permukaan bidang longsor. Solusi yang dapatdiaplikasikan untuk pencegahan bencana tanah longsor pada lereng adalah metode perkuatanstabilitas lereng menggunakan dua baris tiang pancang (pile). Pemodelan ini dilakukan dimodel box dengan menggunakan material tanah pasir yang memiliki kepadatan relatif 88%dan sudut kemiringan lereng 50o. Pile yang digunakan adalah berbahan alumunium yangmemiliki variasi diameter pada baris tengah lereng dan rasio jarak D1/D2 = 2,0 atau 2 ×diameter pile. Pada penelitian ini, menggunakan diameter pile pada baris atas 3,2 cm danvariasi diameter pile pada baris tengah yaitu 3,2 cm; 2,5 cm; 2,0 cm; 1,5 cm. Dilakukan ujipembebanan hingga beban maksimum. Selain itu, analisis juga dilakukan denganmenggunakan program metode elemen hingga 2D dan 3D untuk memperoleh faktorkeamanan. Persentase peningkatan nilai daya dukung tanah dengan dua baris perkuatan pilemencapai 198,68% terhadap lereng tanpa perkuatan. Sedangkan persentase peningkatanfaktor keamanan lereng dengan dua baris perkuatan pile terhadap lereng tanpa perkuatanmencapai 13,208% dan 32,899%. Peningkatan terbesar terjadi pada variasi diameter pile 3,2cm di baris tengah lereng. Jenis kelongsoran pada lereng terjadi pada lereng tanpa perkuatanpile dan lereng dengan satu baris perkuatan pile, sedangkan kelongsoran di kaki lerengterjadi pada lereng dengan baris perkuatan pile. Kata kunci: longsor, lereng tanah pasir, perkuatan lereng dengan pile, daya dukungtanah, faktor keamanan &nbsp

    PENGARUH PENGGUNAAN FLY ASH TERHADAP KUAT LENTUR BETON YANG MENGGUNAKAN AGREGAT HALUS DAUR ULANG

    No full text
    Beton adalah material yang hanya bisa digunakan sekali pakai, sehingga beton hasilpembongkaran infrastruktur ataupun beton hasil benda uji yang telah hancur dari suatupengujian akan menjadi limbah. Dalam upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut,maka beton limbah dapat dimanfaatkan kembali menjadi agregat halus daur ulang padacampuran beton yang baru. Selain itu, semen yang digunakan pada campuran betonmerupakan salah satu penyumbang gas karbon dioksida terbesar di dunia. Oleh sebab itu,digunakan fly ash yang merupakan salah satu supplementary cementitious materials(SCMs) untuk mengurangi penggunaan semen. Parameter yang diamati pada penelitianini adalah kuat lentur dari beton dengan persentase agregat halus daur ulang sebanyak0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% dari berat agregat halus alami dan persentase fly ashsebanyak 0%, 25%, dan 50% dari berat semen pada campuran beton. Faktor air semen(FAS) yang digunakan dalam penelitian adalah 0,39. Pengujian kuat lentur dilakukanpada saat beton mencapai umur 28 hari. Dari penelitian ini diketahui bahwa penggunaanagregat halus daur ulang dari beton limbah dengan mutu minimal K-300 memberikannilai kuat lentur yang bervariasi. Selain itu, penggunaan fly ash pada campuran betonsebagai bahan yang menggantikan sebagian semen dapat menurunkan kuat lentur betonpada umur 28 hari.Kata Kunci : Beton, Agregat Halus Daur Ulang, Fly Ash, Kuat Lentur

    STUDI ANALISIS PEMODELAN PERILAKU LENTUR BAJA COLD FORMED PADA STRUKTUR BALOK C SINGLE DENGAN PENGARUH INITIAL GEOMETRIC IMPERFECTIONS

    No full text
    Pada era pemerintahan saat ini, pemerintah menargetkan program pembangunaninfrastruktur. Konstruksi saat ini pun juga menerapkan konstruksi yang memiliki sifatsustainability atau konstruksi hijau dengan cara menggunakan baja cold-formed sebagaisolusinya. Indonesia saat ini mulai banyak menggunakan baja cold-formed sebagai materialbahan konstruksi. Profil baja cold-formed memiliki sifat yang ringan, mudah dibentuk, dancukup kuat karena baja cold-formed memiliki dimensi ketebalan yang relatif kecildibandingkan dengan baja konvensional. Pengaruh initial geometric imperfection jugadimasukkan sebagai variabel yang sering terjadi pada saat fabrikasi baja cold-formed.Ketidaksempurnaan pada profil baja cold-formed sering terjadi karena memiliki ketebalanyang tipis. Untuk dapat mengetahui perilaku lentur dari baja cold-formed ketika diberi suatuperlakuan dapat dilakukan analisis dengan menggunakan pemodelan benda uji melaluisoftware. Salah satu software yang dapat digunakan pada teknik sipil yaitu SoftwareABAQUS. Pada penelitian ini dilakukan pengujian lentur terhadap profil baja cold-formedyaitu profil kanal (C) 80x30x9x0,75 dengan pengaruh initial geometric imperfections. Dalammeneliti perilaku lentur pada baja diperlukan data mengenai kapasitas profil dimanadidapatkan melalui input beban ke dalam Software ABAQUS, diperlukan data terkaitkenaikan beban dan lendutan pada profil, diperlukannya data tegangan-reganan maksimumpada profil, dan momen kurvatur yang membandingkan antara momen dan rotasi. Kemudianmembandingkan tiap profil sehingga dapat mengetahui perilaku lentur pada setiap profil.Hasil akhir dari penelitian ini yaitu pengaruh variasi model profil terhadap perilaku lentur,tegangan regangan, pola keruntuhan, momen kurvatur, beban dan lendutan. Berdasarkan hasilanalisis perbandingan kapasitas menggunakan Software ABAQUS, kapasitas dari semuaprofil memiliki nilai kapasitas yang berbeda. Dapat disimpulkan juga bahwa semakinbertambah beban hingga mencapai maksimum, semakin besar pula tegangan dan reganganprofil tersebut dan beban yang lebih besar juga membuat profil baja cold-formed semakinmendekati keruntuhannya.Kata kunci : Baja Cold-Formed, Initial Geometric Imperfections, Perilaku Lentur, Tegangandan Regangan, Software ABAQU

    ANALISIS PEMODELAN PERILAKU TEGANGAN DAN REGANGAN PADA PORTAL 2 LANTAI DENGAN BRACING EKSENTRIS TIPE K

    No full text
    Banyaknya daerah gempa yang ada di Indonesia menyebabkan beberapa Gedung yangrusak dan memakan banyak korban jiwa.untuk mengatasi masalah tersebut solusinya yaitudiberikan suatu sistem struktur rangka portal karena sistem struktur rangka portal dapatefektif untuk menahan gaya lateral.maka dari itu, penelitian mengenai portal 2 lantai denganbracing eksentris dapat menjadi solusi untuk permasalahan tersebut. Dalam penelitian inimenggunakan dimensi 4 x 4 m struktur portal 2 lantai dengan menggunakan softwareABAQUS student dengan beberapa pemodelan yaitu: eksentrisitas 0 cm, 60 cm, 120 cm dantanpa bracing. Beberapa model tersebut diberikan suatu beban sebesar 25 ton padaeksentrisitas 0 cm meshing 4 dan 50 ton pada eksentrisitas 0 cm meshing 25, eksentrisitas60 meshing 4 dan 25, eksentrisitas 120 meshing 4 dan 25 dan tanpa bracing meshing 4 dan25 yang diletakkan pada node sebelah kiri atas. Hasilnya menunjukkan bahwa eksentrisitas60 cm dan 120 cm efektif karena keruntuhan strukturnya terletak di link beam yang berfungsisebagai elemen fuse.Kata kunci: eksentrisitas, link beam, portal 2 lantai bracing K, ABAQUS student

    ANALISIS PERMODELAN PERILAKU BEBAN DAN PERPINDAHAN PADA PORTAL 2 LANTAI DENGAN BRACING TIPE INVERTED-V EKSENTRIS 2 ARAH

    No full text
    Perkembangan dunia konstruksi telah berevolusi karena pengaruh dari bencana alamgempa bumi. Salah satu perkembangan model struktur yang ada adalah pemakaian bracing. Padapenelitian ini, dirumuskan masalah bagaimana pengaruh panjang eksentrisitas bracing terhadapperilaku beban dan perpindahan akibat beban lateral yang diberikan. Model struktur yangdijadikan variabel dibedakan menjadi 2 yaitu eksentrisitas pendek (60 cm) dan eksentrisitasPanjang (120 cm). Pengoperasian model memakai software ABAQUS Simulia dengan fiturmeshing. Beban lateral akan diberikan pada setiap model struktur di node kiri lantai 2 dengan inputbeban yang berbeda-beda. Hasil analisis menunjukkan bahwa model struktur yang dapat menahanbeban lateral terbesar adalah model struktur dengan bracing konsentris. Sedangkan untuk modelyang dapat menahan beban lateral terkecil adalah model struktur dengan eksentrisitas 120 cm.Selain beban lateral, perpindahan yang terjadi menunjukkan bahwa model struktur denganeksentrisitas 120 cm mencapai perpindahan maksimum terbesar terjadi pada model strukturdengan bracing konsentris. Sedangkan perpindahan maksimum terkecil terjadi pada modelstruktur dengan bracing konsentris. Kesimpulan ini diambil berdasarkan meshing 25 karenasemakin rapat meshing, maka data yang dihasilkan semakin akurat.Kata Kunci: Portal 2 lantai, Pengaku tipe Inverted-V, Eksentrisitas, Perilaku Beban danPerpindahan, Beban Lateral, ABAQUS Student Editio

    ANALISIS PEMODELAN PERILAKU TEGANGAN DAN REGANGAN PADA PORTAL DENGAN VARIASI PENEMPATAN BRACING TIPE DIAGONAL EKSENTRIS PENDEK (SHORT LINK) DUA ARAH

    No full text
    Indonesia memiliki letak geografis berada pada 4 jalur lempeng tektonik dunia yaitu LempengIndo-Australia, Eurasia, Filipina, dan Pasifik menyebabkan kemungkinan terjadinya gempa yanglebih besar sehingga dibutuhkannya struktur tahan gempa untuk bangunan-bangunan yang ada.Salah satu komponen struktur tahan gempa ialah bracing dimana akan membantu komponenutama dalam sebuah bangunan yaitu balok dan kolom dalam menahan beban vertikal dan bebangeser gempa. Dalam penelitian ini menggunakan 3 pemodelan portal dua bentang dengan bracingeksentris pendek (short link) dua arah yang dimodelkan dengan variasi penempatan bracing. Bajayang digunakan untuk penelitian ini menggunakan baja BJ-37 dan dilakukan analisismenggunakan software ABAQUS student edition menggunakan meshing dengan variasi meshingbesar (4) dan kecil (25). Portal menggunakan tumpuan jepit dan akan diberikan beban statissebesar 90 ton pada bagian kiri atas sehingga portal akan mengalami keruntuhan dan didapatkanhasil berupa nilai tegangan dan regangan yang akan digunakan sebagai data analisis. Berdasarkanhasil penelitian ditunjukkan bahwa variasi penempatan bracing pada portal dua bentangberpengaruh terhadap tegangan dan regangan yang diterima portal. Portal dengan variasi bracingdi kedua bentangnya dapat menahan tegangan dan regangan yang lebih besar dibandingkandengan 2 tipe lainnya. Selain itu juga, penyebaran tegangan dan regangan yang diterima masingmasing komponen portal beragam sesuai dengan variasi penempatan bracing dikarenakan sifatstruktur menyalurkan gaya pada daerah yang memiliki kekakuan lebih.Kata kunci : ABAQUS, bracing, eksentrisitas, regangan, teganga

    ANALISIS PERBANDINGAN PONDASI SUMURAN DENGAN PONDASI TIANG PANCANG PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PARKIR RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK. III NGANJUK

    No full text
    Pondasi adalah bagian dari struktur yang berfungsi menopang struktur dan meneruskanbeban dari struktur tersebut ke lapisan tanah yang memiliki daya dukung yang cukup sehinggatidak menimbulkan keruntuhan atau penurunan tanah yang berlebihan. Di Kota Nganjuk tengahdibangun gedung parkir milik rumah sakit Bhayangkara Tk.III. Pada gedung tersebut digunakanpondasi berupa tiang pancang hidrolik dengan kedalaman 30 meter. Pada analisis ini dilakukanperencanaan ulang pondasi dengan menggunakan pondasi sumuran.Studi analisis ini dilakukan berdasarkan hasil uji Uji Penetrasi Standar (SPT) yang didapatdari konsultan perencana. Perencanaan dilakukan dengan menghitung daya dukung menggunakanmetode IRC dan IS 3955. Hasil perhitungan daya dukung yang didapatkan sebesar 309,17 tonuntuk pondasi P1 dan P2, 377,3 ton untuk pondasi P3 dan P4, 248,28 ton untuk pondasi P5, 233,3ton untuk pondasi P6A, dan 886,94 ton untuk pondasi P6B. Hasil yang didapatkan lebih besardaripada daya dukung menggunakan pondasi tiang pancang dimana daya dukung terbesar beradadi titik P1 dan P2 yaitu sebesar 119,12 ton. Pada analisis ini dapat disimpulkan bahwa jikamemperhatikan dari daya dukung yang terjadi, pondasi sumuran dapat diaplikasikan pada gedungparkir rumah sakit Bhayangkara Tk.III Nganjuk.Kata Kunci : Pondasi sumuran, pondasi tiang pancang, daya dukung, penuruna

    PENGARUH VARIASI BUKAAN PANEL DINDING (SHEATED WALL) BERBAHAN MULTIPLEK TERHADAP ENERGI ABSORPSI DAN DAKTILITAS AKIBAT BEBAN MONOTONIK PADA PORTAL BAJA CANAI DINGIN 2D

    No full text
    IndonesiaXterletak di tiga lempeng dunia dan jalur api cincin pasifik, oleh karena itu Indonesia sangat rawan terjadinya gempa bumi. Penggunaan dinding bertipe panel juga akan mempersingkat waktu pembangunan. Oleh karena itu penggunaan baja canai dingin sebagai bahan konstruksi dalam penanggulangan bencana sangat dianjurkan karena pembangunannya dibutuhkan dalam waktu singkat. Panel dinding akan dipasang dengan ketebalan 4 mm dan dipasang di satu sisi dengan tinggi 50 cm lebar 57 cm untuk lantai 1. Sedangkan lantai 2 akan dipasang dengan tinggi 52 cm dan lebar 57 cm. Material dari panelXdinding sendiri terbuat dari bahan multiplek dengan variasi bukaan 0%, 25%, dan 50% dengan masing-masing 2 buah benda uji. Pengujian pembebanan monotonik menggunakan alat hydraulic jack, load cell, dan LVDT. Hasil dari penelitian ini adalah energi absoprsi dan daktilitas dari masing-masing variasi benda uji. Hasil yang didapatkan dari pengujianXdan perhitungan diketahui bahwa nilai dari rata-rata energi absoprsi sebesar 3250,695 kg-mm untuk benda uji kode M-T-0, sebesar 1753,835 kg-mm untuk benda uji kode M-T-25, dan sebesar 1281,44 kg-mm untuk benda uji kode M-T-50. Selanjutnya untuk perhitungan daktilitas menggunakan metode AISI, didapatkan rata-rata rasio daktilitas sebesar 2,84 untuk benda uji kode M-T-0, sebesar 2,405 untuk benda uji kode M-T-25, dan sebesar 1,87 untuk benda uji kode M-T-50. Untuk metode ECCS didapatkan nilai rata-rata rasio daktilitas sebesar 3,55 untuk benda uji kode M-T-0, sebesar 2,61 untuk benda uji kode M-T-25, dan sebesar 2,05 untuk benda uji kode M-T-50. Kata Kunci : Canai Dingin, Portal, Pembebanan Monotonik, Energi Absorpsi, Daktilitas, Panel Dinding Multiplek

    0

    full texts

    1,439

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇