Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
    1439 research outputs found

    STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN GEDUNG KANTOR CABANG UTAMA BANK CENTRAL ASIA BOROBUDUR MALANG MENGGUNAKAN SISTEM CASTELLATED BEAM

    No full text
    Profil Baja Castella merupakan profil yang kekuatan komponen strukturnya bertambah dengan cara memperpanjang profil kearah satu sama lain dan dilas sepanjang pola. Profil Castellated Beam ini memiliki kelebihan yaitu dengan lebar profil yang lebih tinggi (dg), akan menghasilkan momen inersia dan modulus section yang lebih besar sehingga profil tersebut lebih kuat dan kaku. Apabila dibandingkan dengan profil asalnya, profil castella mampu memikul momen lebih besar dengan tegangan ijin yang lebih kecil. Perencanaan alternative ini bertujuan untuk mengetahui apakah profil castella ini mampu untuk dijadikan material dalam membangun gedung tingkat tinggi. Hasil SAP2000 menunjukan momen ultimate sebesar 57,83 kNm dan geser ultimate sebesar 115,38 kN. Hasil dari analisis setelah dimodifikasi menjadi profil castella menunjukkan penambahan terhadap kapasitas momen dan geser dari profil castella tersebut. Kapasitas momen meningkat menjadi 80,13 kNm pada bagian berlubang (opening section) dan 90,27 kNm pada bagian tidak berlubang (web post) dari 57,64 kNm pada profil WF. Sedangkan kapasitas geser meningkat menjadi 295,68 kN pada bagian berlubang dari 174,87 kN pada profil WF dan mengalami penurunan menjadi 126,72 Kn bagian berlubang (opening section). Kata kunci: LRFD, Struktur Baja, Castellated BeamÂ

    ANALISIS KUAT RENCANA ELEMEN LENTUR GEDUNG LABORATORIUM KEBENCANAAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BRAWIJAYA MENGGUNAKAN SNI 2847:2019

    No full text
    Sertifikat Laik Fungsi (SLF) bangunan gedung merupakan sertifikat tanda bukti bahwabangunan gedung tersebut telah teruji kelaikan teknis sesuai dengan fungsi bangunan. Untukmendapatkan SLF bangunan gedung, dibutuhkan nilai kuat rencana atau kuat nominalberdasarkan peraturan terbaru yang berlaku pada saat itu. Pada kajian ini, objek yang akandigunakan dalam analisis adalah Gedung Laboratorium Kebencanaan Teknik SipilUniversitas Brawijaya dengan mengambil fokus pada elemen lentur struktur. Pembahasanini dilakukan dengan menganalisis kuat lentur nominal dari elemen lentur berdasarkan SNI2847:2019. Hasil analisis menunjukkan kapasitas penampang elemen lentur terkecil padakondisi momen lapangan dan tumpuan positif sebesar 14058272,38 Nmm dan negatifsebesar 13639059,96 Nmm. Sedangkan kapasitas terbesar pada kondisi momen lapangandan tumpuan positif sebesar 310906692,24 Nmm dan negatif sebesar 299025901,3 Nmm.Regangan baja terkecil yang terjadi sebesar 0,0056 yang menunjukkan penampang elemenlentur pada gedung dikategorikan sebagai penampang terkontrol tarik dengan nilai faktorreduksi (Ø) sebesar 0,9.Kata Kunci: Elemen Lentur, kapasitas momen nominal, regangan, SNI 2847:2019

    STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR SAMBUNGAN BALOK – KOLOM PADA GEDUNG SMP PETRA SURABAYA MENGGUNAKAN SISTEM BETON PRACETAK (PRECAST)

    No full text
    Peningkatan sarana dan prasarana gedung sekolah sangat diperlukan bagi peserta didik untukkenyamanan belajar. Apabila lahan sekolah kecil maka gedung sekolah harus bertingkat demiperkembangan sekolah. Membangun gedung bertingkat untuk sambungan balok-kolom SMP PetraSurabaya menggunakan metode beton pracetak (precast). Metode beton pracetak ini memilikikomponen bangunannya secara difabrikasi dengan kata lain menggantikan beton cor didalam kerangkasehingga mempermudah proses pembangunan. Metode ini pengerjaannya mudah, membutuhkan waktupekerjaan lebih cepat, ekonomis dalam penggunaan bekisting serta mengurangi polusi udara.Metode beton pracetak ini juga memiliki kelemahan dalam sambungan balok-kolom akan tetapipada saat dimensi balok 20/40 cm dan Panjang balok 8m mendapatkan hasil tumpuan -80543,2 kgmdan momen lapangan 62776,21 kgm, geser maksimum -37243,8 kg. Analisis pada tumpuan tulangantarik 4D16 dan tulangan tekan 2 D13, tulangan tarik 2 D13 akan mendapat tulangan tekan 4 D19.Tulangan geser diperoleh ø8 dan jarak 250 mm. Penggunaan dimensi sebelum cor penuh sebesar20/22,9 akan sesuai dengan dimensi semula yaitu 20/40 cm. Dimensi kolom 30/30 cm dan Panjangkolom 3,8 m mendapatkan gaya tekan 878337 kg dan menggunakan mutu f’c 35 Mpa dan tulangankolom sebesar 4D16 serta menggunakan ø8 dan jarak 200 mm. Sehingga sambungan balok-kolomdalam Analisa ini dikatakan aman.Kata Kunci: Balok, kolom, sambungan, beton pracetak

    ANALISIS PEMODELAN PERILAKU BEBAN DAN PERPINDAHAN PADA PORTAL 2 LANTAI DENGAN BRACING TIPE DIAGONAL EKSENTRIS DUA ARAH

    No full text
    Eccentric braced frames (EBF) dinilai dapat menjadi salah satu alternatif struktur yangdapat digunakan pada bangunan tahan gempa. Sistem ini dirancang memiliki kekakuaninelastis seperti Concentrically Braced Frame (CBF) dengan kemampuan daktilitaslayaknya Moment Resisting Frame of Steel (MRF). Pada penelitian ini, terdapat 6 benda uji,yaitu tiga bentuk geometri portal (portal dengan eksentrisitas 0 cm, 60 cm, dan 120 cm)dengan dua variasi meshing (meshing 4 dan meshing 25). Beban gempa diberikan pada nodekiri atas portal sebagai beban lateral sebesar 60 ton. Hasil akhir penelitian berupa beban danperpindahaan pada lantai 1 dan lantai 2 yang terjadi pada tiap portal. Analisis dilakukandengan bantuan software ABAQUS. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwaeksentrisitas suatu portal akan mempengaruhi besar perpindahan dan kapasitas beban yangdimilikinya. Pada portal dengan eksentrisitas 60 cm (short link) menunjukkan kapasitasbeban yang lebih besar dibandingkan portal dengan eksentrisitas 120 cm (long link).Sedangkan perpindahan terbesar terjadi pada portal dengan eksentrisitas 120 cm.Kata Kunci: Beban, perpindahan, bracing diagonal, eksentris dua arah, ABAQUS, portal 2lantai

    ANALISIS PEMODELAN PERILAKU TEGANGAN DAN REGANGAN PADA PORTAL DENGAN BRACING TIPE DIAGONAL EKSENTRIS DUA ARAH

    No full text
    Timbulnya korban jiwa akibat gempa bumi banyak disebabkan oleh ambruknya bangunan terutamaoleh bangunan sederhana yang tidak dapat secara baik menahan beban gempa. Studi ini ditujukan untuk mengetahui perilaku eccentrically braced frame akibat pengaruheksentrisitas, perilaku yang dipelajari adalah perilaku tegangan dan regangan yang dapatmenggambarkan perilaku keruntuhan struktur. Analisis dilakukan dengan pemodelan strukturmenggunakan bantuan software Abaqus Student Edition. Pemodelan struktur menggunakan portal 2dimensi dengan dibebani beban lateral untuk mewakili beban gempa, komponen portal dimodelkanmelalui wire/line element dengan analisis bertipe analisis statis. Terdapat tiga model untuk kemudiandibandingkan dan diselidiki perilakunya yaitu model portal tanpa eksentrisitas (portalkonsentris/concentrically braced frame), portal dengan eksentrisitas kecil, dan portal denganeksentrisitas besar. Output yang dihasilkan dalam analisis ini berupa besarnya nilai tegangan danregangan struktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa akibat beban, struktur portal tanpa eksentrisitas(konsentris) memiliki kapasitas tahanan beban terbaik, diikuti dengan struktur dengan eksentrisitaskecil dan terakhir disusul oleh struktur dengan eksentrisitas besar. Adanya eksentrisitas pada struktur menyebabkan perbedaan komponen penentu keruntuhan danmekanisme keruntuhan. Pada portal tanpa eksentrisitas, penentu keruntuhan ada pada komponenbracing dengan tidak terjadi regangan yang besar sebelum portal benar-benar runtuh, sedangkan padaportal dengan eksentrisitas (baik eksentrisitas besar maupun kecil), penentu keruntuhan ada padakomponen link beam dan terjadi regangan yang besar sebelum portal benar-benar runtuh. Lebih jauhlagi, membandingkan portal dengan eksentrisitas kecil dan eksentrisitas besar, tegangan danregangan yang lebih besar terjadi pada portal dengan eksentisitas yang lebih besar.Kata kunci: tegangan, regangan, eksentrisitas portal dengan bracing, portal dengan bracingeksentris, ABAQUS

    STUDI ANALISIS PEMODELAN PERILAKU TARIK DAN SAMBUNGAN PADA BAJA COLD-FORMED DALAM MENAHAN BEBAN

    No full text
    Baja cold-formed mulai digunakan di Indonesia, khususnya sebagai rangka atap seperti gordingdan reng pada rumah dan bangunan gedung lainnya. Bentuk geometri profil baja cold-formed yangdimana rasio dimensi lebar setiap elemen profil dengan ketebalannya sangat besar akanmempengaruhi perilaku dan kekuatannya dalam menahan beban. Pada penelitian ini, dilakukan pemodelan profil material baja cold-formed yang diberibeban tarik dan sambungan baut. Profil yang digunakan yaitu menggunakan bentuk uji tarik sesuaiASTM E-8 Sheet Type dan kanal 80.30.9.1 dengan ketebalan 0,75 mm serta mutu profil G550.Kapasitas profil dihitung sesuai dengan SNI 7971:2013. Pemodelan dilakukan menggunakansoftwareiABAQUSiStudentiEditioniuntuk mendapatkan outputiberupaitegangan, regangan dankeruntuhan. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh variasi beban terhadapkekuatan tarik dan sambungan pada profil baja cold-formed serta perbandingan kekuatan tarik dansambungan yang didapat menggunakan software ABAQUS Student Edition dan hasil analisisberdasarkan SNI 7971:2013. Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin bertambahnya bebanhingga maksimum, maka semakin besar nilai tegangan, regangan dan keruntuhan yang terjadi.Pada pemodelan benda uji tarik dan benda uji tarik dengan sambungan, saat beban 75% masihberada di daerah elastis. Keruntuhan yang dialami oleh benda uji tarik yaitu putus dan untuk profildengan sambungan baut yaitu kegagalan tipe bearing mode atau kegagalan geser pada pelat tumpu.Perbandingan kapasitas yang didapat menggunakan software ABAQUS StudentEdition dan hasil analisis berdasarkan SNI 7971:2013 yaitu benda uji tarik sebesar 0,2958% danbenda uji tarik dengan sambungan baut yaitu 9,8765%.Kata Kunci: Baja Canai Dingin, Tarik, Sambungan, ABAQUS Student Edition, SNI 7971:201

    ANALISIS TINGKAT RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PROYEK KONTRUKSI GEDUNG DENGAN METODE FMEA (FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS) (Studi kasus : Proyek Gedung Rumah Sakit Umum BRI Husada Medika Malang)

    No full text
    Seiring bertambahnya pembangunan disuatu kota menuntut perusahaan untukmenerapkan manajemen risiko agar dapat mengelola dan mengurangi dampak dari risiko yangtimbul dalam suatu proyek sehingga meminimalisir kecelakaan kerja yang ada. Seperti padaproyek gedung RSU BRI Medika Husada, proyek tersebut merupakan proyek yang mempunyairisiko kecelakan.kerja cukup tinggi karena memiliki 4 lantai, dengan teknik FMEA (FailureMode and Effect Analysis) didapat 3 risiko kecelakaan kerja yang mendominasi pada proyektersebut dilihat dari mode kegagalan yang mempunyai nilai RPN Revised tertinggi yaitu, Jatuhdari ketinggian saat pemasangan dan pemindahan scafollding pada pekerjaan balok dan pelatdengan nilai RPN Revised sebesar 937, Jatuh dari ketinggian pada saat pemasangan bekistingpekerjaan pelat dan balodengan nilai RPN Revised sebesar 936, dan Sling Crane putus padapekerjaan pondasi saat pemancangan dengan nilai RPN Revised sebesar 918. Dari 3 risiko yangmendominasi dilakukan penanganan risiko, serta respon risiko terkait tiga risiko yangmendominasi yaitu risiko dapat diterima serta adanya tindakkan yang direkomendasikan untukmeminimalisir risiko yang ada dengan melakukan mitigasi risiko.Kata Kunci : Manajemen Risiko, Keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Failure Mode andEffect Analysis (FMEA), Risk Priority Number (RPN) Revise

    STUDI ANALISIS PEMODELAN PERILAKU LENTUR PADA BAJA COLD-FORMED DALAM MENAHAN BEBAN

    No full text
    Perkembangan jumlah penduduk di Indonesia semakin meningkat. Hal ini disertai denganbertambahnya kebutuhan infrastruktur. Dibutuhkan berbagai macam ilmu dalam pembuataninfrastruktur. Dalam analisis ini dilakukan dengan perhitungan manual yangberdasarkan SNI 7971:2013 tentang Struktur Baja Cold-Formed dan menggunakan bantuan softwareABAQUS student edition. Profil yang digunakan pada analisis yaitu profil C80.30.9 dengan tebal 0,75mm, profil Square Hollow 41x41 dengan tebal 1,31 mm, dan profil Double Canal yang terbuat dariprofil kanal yang disusun I. Profil yang digunakan memiliki mutu G550 dengan nilai fy dan fu nyasebesar 550 MPa. Pembebanan ABAQUS student edition di lakukan pada tengah bentang dengan bebanyang naik secara bertahap hingga analisis berhenti atau aborted. Hasil dari analisis ini yaitu, kapasitasProfil Kanal adalah 13534,386 N (berdasarkan SNI) dan 13558,7832 N (berdasarkan ABAQUS).Kapasitas Profil Square Hollow adalah 52570,0575 N (berdasarkan SNI) dan 54263,6914 N(berdasarkan ABAQUS). Tegangan puncak Profil Kanal sebesar 514,311 MPa dengan regangan 0,008yang terletak pada lip nya. Profil Square Hollow memiliki tegangan puncak sebesar 484,468 MPadengan regangan 0,0038 yang terletak pada web bagian bawah. Tekuk yang terjadi pada profil kanaldan square hollow merupakan tekuk lokal karena terjadi tekuk pada flens. Secara teoritis momenyang dapat di tahan oleh profil square hollow hampir dua kali dari profil kanal, tetapi rotasiyang terjadi pada profil square hollow lebih besar dua kali profil kanal. Nilai rotasi berdasarkanhasil analisis ABAQUS pada profil kanal dan square hollow terjadi kenaikan dan penurunan.Hal ini disebabkan terjadinya tekuk lokal di daerah tumpuan.Kata Kunci : Cold-Formed, kapasitas, tegangan dan regangan, tekuk, momen dan rotas

    PENGARUH KERETAKAN DAN INTRUSI AIR PADA BETON TERHADAP MODULUS ELASTISITAS MENGGUNAKAN METODE UPV (ULTRASONIC PULSE VELOCITY)

    No full text
    Beton merupakan material yang sangat umum digunakan di dunia konstruksi bangunangedung, transportasi maupun bangunan air. Beton dipilih karena memiliki kekuatan tekanlebih tinggi dibanding dengan material konstruksi lainnya, namun kuat tariknya rendahsehingga mudah retak. Selain mudah retak, sifat alamiah beton yaitu menyerap air melaluipori-porinya (intrusi air) sehingga dapat memicu kerusakan beton. Pada penelitian inidilakukan pengujian modulus elastisitas yang bersifat tidak merusak (Non-Destructive Test)yaitu metode UPV (Ultrasonic Pulse Velocity) yang menghasilkan nilai modulus elastisitasdinamis. Alat yang digunakan yaitu PUNDIT PL-200 dari Proceq. Benda uji yang digunakanberupa balok beton tak bertulang dengan dimensi 20 cm x 20 cm x 70 cm. Dari pengujianUPV diperoleh modulus elastisitas dinamis tertinggi dari benda uji beton normal sebesar24910,02 MPa. Pada benda uji beton dengan keretakan dan benda uji intrusi airmenunjukkan nilai modulus elastisitas semakin rendah seiring dengan bertambahnyapanjang retak dan diameter lubang. Modulus elastisitas pada benda uji intrusi air (kondisitanpa air) mengalami kenaikan sebesar 1,5% sampai 1,94% setelah diuji pada kondisi lubangberisi air.Kata Kunci : Intrusi Air, Retak, Modulus Elastisitas Dinamis, UPV

    PENGARUH PEMBEBANAN LATERAL TERHADAP POLA RETAK DAN LEBAR RETAK PADA DAERAH SAMBUNGAN SUSUNAN PANEL BETON AGREGAT KASAR LIMBAH BATU ONYX MENGGUNAKAN SAMBUNGAN BAUT

    No full text
    Panel beton merupakan pengembangan dari beton pracetak yang dapat menjadi opsi lain untukmembuat sebuah dinding. Untuk itu, dirancanglah  suatu susunan dinding panel beton dengan agregat  kasarl limbah  batu  onyx yangl disambung menggunakan sambungan baut agar  dapat  mengetahui  perilaku  retak yangl terjadi  pada susunan panel  beton  agregat  limbah  batu  onyx. Penelitian  ini  bertujuan  untukl mengetahui  pola  retak  dan  lebar  retak  yang dihasilkan  oleh  perbedaan  sambungan  baut jenis  A307  dengan  ukuran 6  mm, 8  mm, 10 mm dan menggunakan plat BJ - 37 tebal 3 mm pada susunan panel beton onyx . Penelitian dilakukan dengan merencanakan panel  beton  ukuran  80  cm  x  40  cm x 6  cm .. Retak awal terjadi pada daerah tumpuan susunan panel yang diakibatkan besarnya momen dan gaya tarik pada daerah tumpuan serta terjadinya retak pada daerah sambungan diakibatkan oleh rambatan retak dari daerah tumpuan.   Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa hanya ada satu susunan panel yang mengalami retak pada panel beton di bagian sambungan dan retak yang lain terjadi pada daerah tumpuan. Pola Retak yang terjadi pada daerah sambungan susunan panel beton agregat limbah  batu  onyx saat pengujian adalah  pola  retak jenis  retak lentur- geser yang diakibatkan oleh momen dan geser pada susunan panel beton . Nilai lebar retak pada daerah sambungan susunan panel beton agregat limbah batu onyx sebesar 1,056 mm menggunakan baut diameter 6 mm. Pada susunan panel beton menggunakan diameter baut 8 mm dan 10 mm mengalami retak awal di daerah tumpuan sebelum mengalami retak di daerah sambungan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar diameter baut tidak diikuti dengan semakin besarnya nilai lebar retak yang dihasilkan.   Kata kunci : panel dinding beton onyx, pola retak dan lebar retak, sambungan baut

    0

    full texts

    1,439

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇