Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
    1439 research outputs found

    ANALISA PENERAPAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) MENGGUNAKAN METODE HAZZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESMENT, AND DETERMINING CONTROL (HIRADC) PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG SARANA PENUNJANG PEMBELAJARAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    Berdasarkan catatan Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan PenataanRuang, pada tahun 2019 terdapat 130.923 kecelakaan kerja, dimana paling banyak di proyekkonstruksi di Indonesia sehingga diperlukan upaya dalam menjamin K3. PenerapanOccupational Health and Safety Assessment Series (OHSAS) 18001 menjadi salah satuSMK3 yang sering dijumpai pada dunia industri serta pada beragam penelitian. Tujuan daripenelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis komponen identifikasi bahaya, penilaianresiko, dan pengendalian resiko konstruksi pada proyek Pembangunan Gedung SaranaPenunjang Pembelajaran Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan metodeHazzard Identification, Risk Assesment, an

    OPTIMALISASI JADWAL PROYEK AKIBAT KETERLAMBATAN LOGISTIK MATERIAL DAN KETERSEDIAAN TENAGA KERJA MENGGUNAKAN CONSTRAINT PROGRAMMING

    No full text
    Ada tiga komponen yang menjadi penentu terhadap keberhasilan dalam pembangunan infrastruktur yaitu mutu, biaya, dan waktu. Beberapa contoh faktor yang mempengaruhi komponen tersebut adalah logistik material dan tenaga kerja. Oleh karena itu dilakukan simulasi dan analisis dalam penentuan tenaga kerja dengan menyesuaikan pengadaan material yang terkendala agar jadwal proyek dapat dipercepat dan mendapatkan durasi yang lebih optimal. Penelitian ini berfokus pada pekerjaan pembangunan bangunan utama Pabrik Kelapa Sawit yang berupa struktur baja dengan tujuan untuk mencari durasi optimal dengan menggunakan beberapa alternatif jumlah tenaga kerja dan pengadaan material. Dalam menentukan durasi pekerjaan yang optimal perlu dihitung jumlah tenaga kerja dan jumlah material dari masing-masing pekerjaan dengan memperhatikan batasan-batasan yang ditentukan. Batasan ini akan digunakan sebagai kendala dalam penganalisaan dan simulasi yang akan dibuat di dalam penelitian ini. Batasan-batasan tersebut diantaranya adalah hubungan antar aktivitas/pekerjaan, jumlah material yang dibutuhkan di masing-masing pekerjaan, dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan di masing-masing pekerjaan. Analisa yang digunakan adalah metode constraint programming dengan menggunakan IBM ILOG CPLEX Optimization Studio kemudian didapatkan solusi paling optimal  yang berupa durasi pekerjaan yakni selama 123 hari dengan pengadaan material dilakukan di awal, dan semua pekerjaan dapat dipercepat dengan penambahan tenaga kerja sebanyak 50% dari jumlah realisasinya di setiap pekerjaan.   Kata kunci: optimalisasi, jadwal proyek, constraint

    PENGARUH VARIASI JARAK ANTAR PILE DIAMETER 2,5 CM DAN 3,2 CM ATAS STABILITAS LERENG TANAH PASIR PADA PEMODELAN FISIK LERENG TANAH PASIR RC 88 %

    No full text
    Tanah longsor merupakan sebuah kejadian dimana masa tanah bergerak di sepanjang permukaan bidang tanah longsor, kejadian ini sering ditemukan pada daerah yang memiliki elevasi tanah tinggi serta curam seperti lereng dan disebabkan oleh beban luar yang terdapat pada bagian atas lereng. Sebab itu, didapatkan metode perkuatan stabilitas lereng dengan menggunakan dua baris tiang pancang sebagai solusi pencegahan bencana longsor. Metode penelitian ini menggunakan media model box yang diisi dengan material tanah pasir yang dipadatkan hingga mencapai kepadatan relative (Rc) 88% dan dibuat menjadi lereng dengan kemiringan lereng 50º. Tiang pancang yang digunakan untuk perkuatan pile berbahan aluminium berdiameter 2,5 cm dengan variasi jarak antar pusat tiang pancang sebesar 12,5  cm; 10 cm; 7,5 cm; dan 5 cm. Setelah pemodelan lereng selesai, dilakukan uji pembebanan pada model lereng menggunakan hydraulic jack sampai mendapatkan beban maksimum. Selain pemodelan fisik, analisis model penelitian juga dapat dilakukan melalui program metode elemen hingga 2D dan 3D untuk memperoleh nilai faktor keamanan. Hasil penelitian program metode elemen hingga 2D dan 3D diperoleh bahwa variasi jarak 5 cm antar 2 tiang pancang berperan besar terhadap peningkatan nilai daya dukung serta nilai faktor keamanan lereng, didapati presentase nilai daya dukung perkuatan lereng dengan dua baris tiang pancang dengan jarak 5 cm antar tiang mencapai 172,85% terhadap lereng tanpa perkuatan dan 121,89% terhadap lereng dengan satu baris tiang pancang. Jenis kelongsoran yang terjadi pada model lereng adalah kelongsoran di badan lereng (slope failure) pada lereng tanpa perkuatan tiang pancang dan kelongsoran di kaki lereng (toe failure) pada lereng dengan perkuatan satu baris maupun dua baris tiang pancang

    ANALISIS PEMODELAN PERILAKU TEGANGAN DAN REGANGAN PADA PORTAL DENGAN BRACING DIAGONAL EKSENTRIS SATU ARAH

    No full text
    Berada di daerah cincin api, Indonesia memiliki bahaya relatif tinggi terhadap gempayang menyebabkan kerusakan pada ribuan unit rumah hingga menelan korban jiwa. Strukturrangka dengan bracing eksentris (EBF) adalah sistem rangka portal yang merupakan sebuahpengembangan dari struktur rangka dengan bracing konsentris (CBF) dengan kekakuan sertakapasitas daktilitas yang signifikan. Pada struktur EBF, link-beam merupakan komponenterpenting struktur yang berfungsi untuk disipasi energi secara stabil. Penelitian dilakukanguna mengetahui pengaruh tegangan dan regangan eksentrisitas pada portal baja denganbresing diagonal eksentrisitas satu arah sebagai upaya mitigasi risiko yang terfokus padastruktur bangunan sederhana terutama di Indonesia dan dilakukan dengan tiga variasipanjang link. Hasil menunjukan bahwa komponen bracing pada pemodelan CBF yangbefungsi sebagai sekring dapat mendisipasi sebagian besar energi yang diterima oleh strukturdengan baik dan menjadi penentu perilaku keruntuhan dari pemodelan portal. Pada sisi lain,komponen link-beam pada pemodelan EBF mengalami kelelehan terlebih dahuludibandingkan dengan komponen lainnya.Kata kunci: EBF, CBF, link-beam, portal bresin

    STUDI PENGARUH MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP KARAKTERISTIK PENGGUNA KRL COMMUTER LINE KOTA BEKAS

    No full text
    Pandemi merupakan salah satu peristiwa besar yang terjadi di tahun 2020. Untuk mengurangipenyebaran Covid-19 yang cukup luas, pemerintah Indonesia memberlakukan program pembatasansosial, dimana dilakukan pembatasan pergerakan dan kapasitas pada semua sektor salah satunya disektor transportasi umum, salah satunya KRL Commuter Line. Pembatasan ini dilakukan denganmembatasi jumlah penumpang di setiap gerbong kereta yang hanya boleh maksimal setengah darikapasitas gerbong kereta.Penelitian ini mengambil sampel dari pengguna KRL Commuter Line Kota Bekasi dengan tigarute menggunakan survey online google form, dimana setiap rute diambil sebanyak 130 responden.Penelitian inibertujuan untuk mengetahui karakteristik pelaku perjalanan, karakteritik perjalanan, sertamodel pemilihan moda antara KRL Commuter Line dengan sepeda motor. Analisis karakteristikmenggunakan statistic deksriptif dan metode logit binomial untuk model pemilihan moda, dimanateknik stated preference digunakan dalam menentukan pemilihan moda.Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa ada perubahan pada karakteristik perjalananuntuk setiap waktu perjalanan. Sedangkan untuk hasil analisis model pemilihan moda dengan logitbinomial, menunjukkan bahwa pengaruh dari masing-masing perubahan atribut, yaitu waktu perjalanandan biaya perjalanan bernilai signifikan terhadap perpindahan ke moda KRL Commuter Line.Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa semakin meningkatnya waktu dan biaya perjalanan denganmoda KRL Commuter Line, maka probabilitas KRL Commuter Line menurun dan probabilitas sepedamotor meningkat.Kata Kunci : KRL Commuter Line, karakteristik, analisis, pemilihan moda

    STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN GEDUNG BARU SMP PETRA SURABAYA MENGGUNAKAN STRUKTUR BAJA CASTELLATED BEAM

    No full text
    Dalam hal untuk menunjang di sektor pendidikan di kota Surabaya Yayasan Petra yang bergerakdibidang Pendidikan turut adil untuk memberikan kontribusi, salah satunya adalah pembangunan gedung baruSMP Petra Surabaya. Gedung ini dibangun menggunakan struktur beton bertulang, Karena pekerjaannya yangmudah serta telah digunakan pada hampir semua bangunan. Adapun kekurangannya dalam pembangunanmenggunakan struktur beton bertulang dimana cenderung memiliki beban mati yang besar yang berasal dariberat sendiri dan mempengaruhi beban gempa yang relatif besar. Penggunaan baja castellated beam dalamkomponen struktur gedung ini menjadi alternatif yang efektif. Castellated Beam adalah batang (rolled beam)yang dipotong denga pola zig - zag di sepanjang garis tengahnya, kemudian salah satu bagian yang sama dibalikdan disatukan kembali dan dilas menjadi satu bagian, sehingga menjadi lebih kuat, dan lebih kaku dari baloksebelumnya. Dalam perencanaan ini digunakan material baja berupa profil Wide Flange shape (WF) yangmengalami potongan menjadi castellated beam yang memiliki mutu baja BJ-50 dan menggunakan SAP 2000untuk menganalisis gaya-gaya dalam.Dari analisis SAP 2000, maka baja castellated beam yang digunakan untuk balok induk sebesar600x300x9x14 yang berasal dari profil baja WF 400x300x9x14 dan balok anak menggunakan baja castellatedbeam sebesar 675x200x8x12 yang berasal dari profil baja WF 450x200x8x12 karena memenuhi persyaratanøMn ≥ Mu kemudian perhitungan kuat geser nya memenuhi persyaratan øVn ≥ Vu..Kata kunci: Struktur Baja, Castellated Bea

    PERUBAHAN DURABILITAS TANAH.EKSPANSIF.AKIBAT PENAMBAHAN FLY ASH

    No full text
    Tanah merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam setiap pembangunan, salahsatunya dalam pembangunan kontruksi jalan tol. Tanah tersebut akan menerima bebanbeban di atasnya yang berupa perkerasan jalan dan beban kendaraan, sehingga tanah tersebutharuslah memiliki sifat dan karakteristik tanah yang baik. Sehingga untuk memperbaikikondisi tanah tersebut perlu dilakukan stabilisasi tanah dengan penambahan zat aditif berupafly ash (Abu Terbang) tipe C sisa pembakaran Batu Bara PLTU Paiton. Pada penelitian inimenggunakan campuran fly ash sebesar 3%, 6%, 9%, dan 12% dari berat tanah kering.Penelitian ini bertujuan mengetahui sifat mekanis dan sifat fisik tanah tersebut sebelum dansesudah distabilisasi. Dalam pengujian mekanis, semua sampel tanah yang lolos saringanno. 4 dilakukan pencampuran dengan kadar air optimum (OMC),.diberikan perlakuanpemeraman selama 1 hari lalu dilakukan pemadatan standar dan dibiarkan selama 3 haridalam keadaan kedap udara. Dari hasil penelitian didapatkan variasi campuran fly ash terbaikyaitu sebesar 9% dan dapat menurunkan nilai potensi pengembangan tanah sebesar 88,5%dari kondisi tanah sebelum stabilisasi.Kata kunci: tanah ekspansif, Fly Ash, Montmorilonite, pengembangan tana

    PENGARUH PERKUATAN DUA BARIS PILE DENGAN VARIASI DIAMETER PADA POSISI Lx/L = 0.6 DAN JARAK ANTAR PILE 3d TERHADAP STABILITAS PADA PEMODELAN FISIK LERENG PASIR RC 88%

    No full text
    Indonesia memiliki kontur yang sangat beragam salah satunya adalah lereng. Masalah umumyang terjadi pada lereng, yaitu longsor yang merupakan suatu peristiwa geologi yang terjadi karenaadanya perpindahan material pembentuk lereng bergerak keluar atau menuruni lereng. Sehingga,diperlukan solusi atau metode untuk mengatasi masalah terkait stabilitas lereng. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan perkuatan dua baris pile terhadap stabilitas lereng.Penelitian dilakukan dengan pemodelan fisik lereng pada box berukuran 1,50 m × 1,0 m × 1,0 m.Lereng model uji menggunakan tanah pasir dengan Rc 88% dan sudut kemiringan lereng 50o.Perkuatan menggunakan pile berbahan aluminium berongga dengan dua bari perkuatan. Barispertama menggunakan pile dengan dimeter tetap. Sedangkan, pada baris kedua menggunakan empatvariasi diameter. Pembebanan dilakukan secara bertahap sebesar 40 kg hingga lereng mengalamikelongsoran. Selanjutnya, dilakukan analisis dengan program Finite Element Method (FEM) 2D dan3D untuk mengetahui nilai angka keamanan. Didapatkan hasil bahwa lereng dengan dua barisperkuatan pile untuk semua variasi diameter mampu meningkatkan nilai angka keamanan terhadaplereng tanpa perkuatan dan dengan satu baris perkuatan pile. Variasi diameter yang menghasilkannilai angka keamanan maksimum adalah diameter terbesar. Lereng yang diperkuat dengan dua barispile mampu meningkatkan angka keamaan hingga 8.672% dengan FEM 2D dan 31.655% denganFEM 3D serta peningkatan daya dukung hingga 197.801%. Penelitian menunjukkan bahwa jeniskelongsoran yang terjadi adalah toe failure.Kata kunci :angka keamanan, longsor, perkuatan lereng, variasi diameter pile, lereng,tanah pasi

    STUDI ANALISIS PEMODELAN PERILAKU AKSIAL BAJA COLD FORMED PADA STRUKTUR BALOK C SINGLE DENGAN PENGARUH INITIAL GEOMETRIC IMPERFECTIONS

    No full text
    Untuk menunjang kebutuhan-kebutuhan dalam pembangunan infrastruktur yangsemakin pesat ini, maka diperlukan berbagai macam inovasi dalam pengembanga n materialyang efisien yang nantinya dapat mendukung pekerjaan Konstruksi, serta dapat memilikiharga yang ekonomis. Baja cold-formed sudahmulai digunakan di Indonesia, seperti gording,reng, dan rangka plafon pada rumah dan bangunan gedung lainnya. Dibandingkan denganbaja hot-rolled, baja cold-rolled in mempunyai ukuran yang lebih tipis dan mutu yang lebihtinggi. Keunggulan lain dari baja cold-formed adalah pemasangannya lebih mudah dan cepat,harganya lebih ekonomis, dapat diproduksi dengan skala besar, dan tahan terhadap karat danrayap. Initial geometric imperfection atau biasa dikenal dengan ketidaksempurnaan profilsering dijumpai pada profil baja cold-formed. Hal tersebut karena ukuran profik yang tipis.Untuk melakukan analisis pemodelan ini dibantu dengan software, yaitu. SoftwareABAQUS. Pada penelitian in dilakukan pengujian aksial tarik terhadap profil baja coldformed profil kanal (C) 80×30x9x0,75 dengan pengaruh initial geometric imperfection.Beban aksial ditaruh berlawanan arah pada tumpuan roll. Hasil akhir dari penelitian yangdidapat yaitu pengaruh variasi beban maksimum terhadap tegangan, regangan, polakeruntuhan, pertambahan panjang, dan pertambahan luas profil. Berdasarkan hasil analisisperbandingan kapasitas secara teoritis dan Software ABAQUS, nilai kapasitas sebesar 65.879N, nilai tegangan maksimum sebesar 557,57965 Mpa dan regangan maksimum sebesar0,01607. Untuk keruntuhan profil yang diakibatkan akibat beban maksimum adalah tekuklokal pada ujung profil di dekat tumpuan roll bagian atas dan bawah profil. Tekuk lokalterjadi di bagian web, flange atas, flange bawah, lip atas, dan lip bawah. Perubahan panjangprofil sebesar 3,276 mm lebih panjang dan luas profil menjadi 118,152 mm2.Kata kunci : Baja Cold-Formed, Kapasitas Tekan, Kapasitas Tarik, Initial GeometricImperfection, Software ABAQU

    ANALISIS KINERJA PENGEMBANGAN TERMINAL MADYOPURO SEBAGAI REST AREA

    No full text
    Potensi wisata yang ada di sekitar Kota Malang menyebabkan banyaknya wisatawan yang datangbaik dengan kendaraan pribadi maupun dengan bus, terutama wisatawan yang datang melewati pintu tolMadyopuro. Sehingga Terminal Madyopuro berpotensi menjadi terminal wisata Rest Area. Tujuan daridilakukannya penelitian ini adalah melakukan analisis kinerja Terminal Madyopuro untuk dijadikan RestArea di daerah tersebut dan mengidentifikasi fasilitas yang diperlukan dalam pengembangan TerminalMadyopuro menjadi Rest Area.Data penelitian ini didapatkan dari wawancara untuk mengetahui kondisi dan kinerja fasilitasTerminal hingga saat ini. Jumlah responden 100 orang dengan kriteria masyarakat Kota Malang yangberumur 17 tahun ke atas dan pernah menggunakan terminal minimal satu kali. Metode IPA (Importance –Performance Analysis) digunakan untuk mengolah data untuk mengukur hubungan antara persepsipengguna Terminal dan tingkat penerapan terhadap fasilitas yang ada pada Terminal Madyopuro. Penelitianini mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 40 Tahun 2015 Tentang Standar PelayananTerminal Penumpang. Penelitian ini didefinisikan 2 variabel, yaitu variabel Kepentingan dan variabelKinerja Penerapan (Aspek Keselamatan, Keamanan, Keteraturan, Kenyamanan, Kemudahan, Kesetaraan).Hasil analisis didapatkan kondisi fasilitas Terminal Madyopuro kurang memuaskan karena kurang berfungsidengan baik dan beberapa tidak tersedia seperti Lajur pejalan kaki, Pos dan petugas kesehatan, Pos danpemeriksaan kendaraan umum, Pos dan petugas perbaikan kendaraan umum, Petugas keamanan, jadwalkedatangan dan keberangkatan serta tarif kendaraan umum, Jadwal kendaraan umum dalam trayek lanjutan,Kantor penyelenggara terminal, Petugas operasional Terminal, Tempat ibadah/ Mushola, lampu peneranganruangan, petugas kebersihan, informasi layanan dan Ruang ibu menyusui. Dengan metode IPApengembangan Terminal Madyopuro pada kuadran IV, beberapa kinerja fasilitas sudah sesuai fungsi namunmasih belum sesuai harapan responden seperti Alat pemadam Kebakaran, Petugas Keamanan, JadwalKedatangan dan Keberangkatan serta tarif secara tertulis, Ruang Tunggu, Toilet, Tempat Ibadah, Ruang IbuMenyusui.Kata Kunci: Terminal, Rest Area, Metode IPA, Fasilitas, Terminal Madyopuro, Terminal Tipe C

    0

    full texts

    1,439

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇