Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
1439 research outputs found
Sort by
PERKUATAN DAN PERBAIKAN GESER BALOK BERTULANG DENGAN BILAH BAMBU
Balokobeton0bertulangopadapumumnyaomenggunakanpbetonpdanobaja tulangan. Pemilihanbambuodigunakanpsebagaiisalahosatuoalternatifoperkuatanpdankperbaikanlgesermbalokmbeton bertulang.Tujuanndarinpenelitianhinihadalahuuntukimengetahuippengaruhavariasikjumlahoperkuatanobambupterhadapkuatpgeserpbalokpbetonibertulang. Variasioperkuatanpbambupyangmdigunakanpyaitug2lbendapujiotanpaperkuatan yang akan diuji terlebih dahulu kemudian diretrofit dan diberi 2 perkuatan bilah bambu, 2 benda ujidengan 1 perkuatan bilah bambu dano2 benda ujipdenganp2 perkuatan bilah bambu. Pembebanan dengan 2points load. Hasil eksperimenmyang dilakukan menunjukkan tidak terlihat adanya pengaruh yang signifikanterhadap balok beton bertulang yang menggunakan perkuatan bilah bambu,Kata kunci: bilah, bambu, perkuatan, perbaika
ANALISIS PERBANDINGAN PONDASI SUMURAN DENGAN PONDASI TIANG PANCANG PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PARKIR RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK. III NGANJUK
Pondasi adalah bagian dari struktur yang berfungsi menopang struktur dan meneruskanbeban dari struktur tersebut ke lapisan tanah yang memiliki daya dukung yang cukup sehinggatidak menimbulkan keruntuhan atau penurunan tanah yang berlebihan. Di Kota Nganjuk tengahdibangun gedung parkir milik rumah sakit Bhayangkara Tk.III. Pada gedung tersebut digunakanpondasi berupa tiang pancang hidrolik dengan kedalaman 30 meter. Pada analisis ini dilakukanperencanaan ulang pondasi dengan menggunakan pondasi sumuran.Studi analisis ini dilakukan berdasarkan hasil uji Uji Penetrasi Standar (SPT) yang didapatdari konsultan perencana. Perencanaan dilakukan dengan menghitung daya dukung menggunakanmetode IRC dan IS 3955. Hasil perhitungan daya dukung yang didapatkan sebesar 309,17 tonuntuk pondasi P1 dan P2, 377,3 ton untuk pondasi P3 dan P4, 248,28 ton untuk pondasi P5, 233,3ton untuk pondasi P6A, dan 886,94 ton untuk pondasi P6B. Hasil yang didapatkan lebih besardaripada daya dukung menggunakan pondasi tiang pancang dimana daya dukung terbesar beradadi titik P1 dan P2 yaitu sebesar 119,12 ton. Pada analisis ini dapat disimpulkan bahwa jikamemperhatikan dari daya dukung yang terjadi, pondasi sumuran dapat diaplikasikan pada gedungparkir rumah sakit Bhayangkara Tk.III Nganjuk.Kata Kunci : Pondasi sumuran, pondasi tiang pancang, daya dukung, penuruna
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN ULANG BANGUNAN GEDUNG 7 LANTAI MENGGUNAKAN STRUKTUR BALOK KOMPOSIT PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR PEMERINTAH KABUPATEN LAMONGAN
Pembangunan Fasilitas Untuk Sebuah Kantor Pemerintahan sangatlah penting karena termasukdalam sarana prasarana dalam bekerja, semakin berkembangnya zaman, pembangunan-pembangunansemakin meningkat, apalagi pembangunan fasilitas utama seperti gedung kantor sangat dimaksimalkanuntuk menciptakan kenyamanan manusia yang melakukan aktifitas kerja, dalam perencanaan danpembangunan gedung kantor bertingkat secara umum menggunakan struktur beton bertulang. Namunmempunyai beberapa kekurangan seperti menghasilkan beban mati yang besar dan membutuhkan ukurandimensi elemen struktur yang besar utuk bentang yang panjang sehingga kurang efisien. Terdapatbeberapa alternatif pilihan agar lebih efisien, salah satunya alternatif penggunaan struktur baja komposit.perhitungan perencanaan struktur elemen balok menggunakan sistem struktur komposit dan kolommenggunakan material baja profil pada Gedung Pemerintah Kabupaten Lamongan, desai perencanaanstruktur komposit dan pembebanan struktur yang mengacu pada SNI 1729:2020 dan LRFD, Baja Profilyang digunakan perencanaan pada Balok Induk Melintang menggunakan Profil WF 300.300.12.12 danMemanjang menggunakan Profil WF 250.250.14.14, untuk perencanaan Kolom menggunakan profilBaja WF 400400.400.18.18 dan WF 300.300.15.15, perhitungan beban gempa mengacu pada SNI1726:2019. Analisis gaya dalam yang terjadi pada struktur dibantu menggunakan softwere SAP 2000.Kata Kunci :Stuktur Balok Koposit,Balok Komposit,Struktur Komposit, Profil Baj
ANALISIS STABILITAS LERENG DENGAN PERKUATAN TERASERING DAN TANAMAN VETIVER MENGGUNAKAN PROGRAM GEOSTUDIO
Tanahhlongsor adalahhsuatu gerakan tanahiatau batuan yangxmenuruni lereng akibatterganggunya kestabilan lereng tersebut. Tanahhlongsor sering terjadi diidaerahipegunungandenganicurahihujan yangitinggi. Untuk menanggulangi longsor diperlukan perkuatan padalereng, salah satu contohnya dengan terasering. Metode penelitian yang dilakukan adalahdengan membagi lereng menjadi 3 lapisan dengan sudut 30o. Pada penelitian ini, digunakantanaman vetiver sebagai perkuatan tambahan pada lereng. Analisis menggunakanperhitungan manual dan program geoslope. Pada perhitungan manual didapatkan angkakeamanan lereng tanpa perkuatan dengan metode fellenius adalah 0,315 sedangkan metodebishop yang disederhakan didapatkan angka keamanannya sebesar 0,367. Untuk programGeoslope, angka keamanan dengan metode fellenius yaitu 0,325 sedangkan metode bishopsebesar 0,367. Setelah lereng diperkuat dengan terasering dan tanaman vetiver didapatkanangka keamanan sebesar 1,438. Dengan hasil ini, maka cukup untuk menstabilkan lerengtersebut.Kata Kunci: Longsor, Analisis Stabilitas Lereng, Perkuatan, Terasering, Tanaman Vetiver,fellenius, bishop yang disederhanaka
ANALISIS PEMODELAN PERILAKU BEBAN DAN PERPINDAHAN PADA PORTAL 2 (DUA) LANTAI DENGAN BRACING EKSENTRIS TIPE INVERTED V
Mendirikan sebuah bangunan di negara Indonesia memerlukan perhitungan yang khusus dan matang.Pasalnya, Indonesia tercatat sebagai negara yang paling banyak mengalami kejadian gempa bumi karenaletaknya diantara tiga pertemuan lempeng besar, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, danLempeng Pasifik. Penelitian ini dilakukan dengan pemodelan struktur bangunan sistem EBF(Eccentrically Braced Frame) karena sistem rangka baja tersebut memiliki manfaat dalam arsitektural karenakonfigurasi struktur portal EBF mempunyai celah yang dapat dimanfaatkan untuk fungsi pintu, jendela danlainnya. Hasil dari analisis portal 2 lantai dengan bracing eksentris tipe inverted V dengan program softwareABAQUS Student Version yang mampu menahan beban maksimal terbesar merupakan portal 2 lantai denganbracing konsentris atau 0 cm dengan nilai reaksi total sebesar 48,3230 ton dengan meshing 4 dan 47,2056 tondengan meshing 25. Portal 2 lantai dengan bracing eksentrisitas 120 cm mendapatkan nilai gaya reaksi ataumampu menahan beban maksimal paling kecil dari lainnya dengan nilai total sebesar 24,4016 ton denganmeshing 4 dan 22,9401 ton dengan meshing 25. Sedangkan struktur portal 2 lantai bracing eksentris yangmempunyai nilai perpindahan. terkecil adalah struktur portal konsentris atau eksentrisitas 0 cm dengan nilaisebesar 12,1816 mm pada lantai 1 dan 28,4741 mm pada lantai 2 dengan meshing 25. Kemudian strukturportal 2 lantai bracing eksentris dengan nilai perpindahan terbesar merupakan struktur portal eksentris 120cm dengan nilai sebesar 155,7625 mm pada lantai 1 dan 401,8759 mm pada lantai 2 dengan meshing 4.Kata Kunci: Portal 2 lantai, bracing eksentris, inverted V, analisis, beban statis, beban dan perpindahan,ABAQUS Student Edition
ANALISIS PEMODELAN PERILAKU TEGANGAN DAN REGANGAN PADA PORTAL DENGAN BRACING EKSENTRIS TIPE K
Gempa bumi yang memiliki kekuatan semakin besar berpotensi terhadap runtuhnya suatustruktur bangunan. Oleh karena itu perlunya perencanaan sebuah yang tahan terhadap gempa bumi.Portal dengan bracing konsentris (CBF) merupakan sebuah struktur portal dengan tambahan bracingyang bertujuan membuat struktur berderformasi inelastic yang cukup besar tanpa mengurangi kekuatandari struktur portal tersebut, kemudian portal dengan bracing eksentris (EBF) merupakan struktur portaldengan tambahan bracing dan link beam yang memiliki kekakuan yang lebih besar dibandingkan portalbracing konsentris. Link beam pada portal eksentris berperan penting untuk menyerap energi dari bebanlateral (gempa bumi) yang terjadi.Pemodelan portal dilakukan dengan bantuan software ABAQUSStudent Edition dengan dimensi portal 4 x 4 m dan bracing yang digunakan adalah bracing tipe K.Pemodelan portal bracing eksentris dibedakan menjadi tiga yakni portal dengan eksentrisitas 0 cm(konsentris), portal dengan eksentrisitas 60 cm, dan portal dengan eksentrisitas 120 cm. Pembebananyang digunakan pada analisis kali ini adalah sebesar 80 ton di setiap pemodelan portal. Berdasarkanhasil analisis didapatkan nilai tegangan dan regangan terbesar pada portal dengan eksentrisitas 120 cmkemudian portal dengan eksentrisitas 60 cm dan portal dengan eksentrisitas 0 cm (konsentris).Kata Kunci : bracing, eksentrisitas, tegangan, regangan, software ABAQU
PENGARUH KOMPOSISI GROUND GRANULATED BLAST FURNACE SLAG (GGBFS) TERHADAP KEKUATAN BETON USIA 8 JAM DAN 16 JAM
Belakangan ini perkembangan pada suatu daerah meningkat dengan pesat, hal inimengakibatkan kegiatan konstruksi di daerah tersebut meningkat dan dibutuhkan pekerjaankonstruksi dengan waktu yang singkat. Campuran beton berkekuatan tekan awal yang tinggisangat dibutuhkan pada proses konstruksi supaya beton dapat mengeras dengan cepat denganhasil yang kuat. Dalam produksi beton, material yang penting dalam proses pembuatannyaadalah Semen Portland. Tingginya kebutuhan dan produksi semen Portland mengakibatkandampak buruk pada lingkungan sekitar. Untuk mengatasi hal tersebut, ditemukanlah beberapamaterial yang memiliki sifat serupa dengan semen atau mengandung sifat pozzolan yang lebihramah lingkungan dengan tujuan mengurangi penggunaan semen Portland. Pada penelitian inidifokuskan untuk mengetahui bagaimana pengaruh semen subtitusi (semen GGBFS) terhadapkekuatan tekan beton berumur 8 jam dan 16 jam dengan kadar tertentu dalam campuran beton.Semen utama yang digunakan adalah semen Portland dengan jenis semen Narogong dan semenTuban. Variasi material yang digunakan yaitu Semen Narogong dan Semen Tuban, presentasekadar semen GGBFS 20%, 30%, 50%, dengan FAS 0,25 dan 0,30, dan variasi umur beton yaitu8 Jam dan 16 Jam. Menggunakan benda uji silinder berukuran (15 x 30) cm. Direncanakanpada penelitian ini menggunakan sebanyak 192 buah benda uji dengan 8 benda uji pada tiapvariasinya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan terhadap benda uji,penggunaan FAS dan semen GGBFS mempengaruhi kekuatan tekan beton. Lalu, dengan umurbeton yang singkat, kekuatan yang dihasilkan belumlah mencapai kuat tekan awal tinggi yangmana kurang sesuai dengan perencanaan beton di awal. Pada benda uji berumur 8 Jam kuattekan rata-rata tertinggi dihasilkan oleh variasi komposisi semen GGBFS 30% dan FAS 0,25dengan nilai 3,482 MPa. Kemudian, hasil pada benda uji berumur 16 Jam, kuat tekan rata-ratatertinggi dihasilkan oleh variasi komposisi semen GGBFS 20% dan FAS 0,25 dengan nilai14,855 MPa.Kata kunci : semen GGBFS, beton pracetak, kuat tekan awal, campuran beton
ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG BOR PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PARKIR RUMAH SAKIT BHAYANGKARA NGANJUK
Pondasi adalah bagian dasar suatu bangunan yang memiliki peran penting untukmenjaga struktur bangunan tetap kokoh. Agar dapat memilih pondasi yang tepat perludilakukan penyelidkan tanah. Penyelidikan tanah yang dilakukan pada proyek pembangunangedung parkir rumah sakit Bhayangkara dilaksanakan pada 2 titik dengan pengujian yagdilaksakanan adalah uji kerucut statis (sondir) dan uji penetrasi standar. Dari penelitian inibertujuan untuk mengetahui perbandingan antara daya dukung pondasi tiang pancang danpondasi tiang bor.Metode yang digunakan dalam penelitian ini secara garis besar menggunakan 2 metode,yaitu metode analitis dan metode elemen hingga dengan aplikasi. Pada metode analitis, dayadukung tunggal tiang bor dihitung terlebih dahulu dengan metode O’neil &Reese, metodeReese & Wright, metode Briaud & Tucker, serta daya dukung tiang tunggal berdasarkan hasillaboratorium. kemudian nilai daya dukung tunggal digunakan dalam perhitungan daya dukungkelompok tiang bor. Nilai daya dukung kelompok tiang bor kemudian divalidasi denganmetode elemen hingga dengan menggunakan aplikasi Plaxis 2D dan 3D. selain daya dukungvertikal, dihitung pula nilai daya dukung lateral, dan nilai penurunan pondasi.Berdasarkan analisa yang dilakukan, dapat disimpulkan hasil nilai daya dukung tiangpancang lebih besar dari nilai daya dukung tiang bor. jumlah tiang yang digunakan padapondasi tiang pancang lebih sedikit dari jumlah tiang yang digunakan pada pondasi tiang bor.adapun untuk nilai daya dukung ultimit dengan metode analitis cukup mendekati nilai dayadukung ultimit dengan aplikasi Plaxis.Kata Kunci : Plaxis, Daya dukung, Pondasi Tiang Bo
PENGARUH PENGGUNAAN FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETON YANG MENGGUNAKAN AGREGAT HALUS DAUR ULANG
Meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia berbanding lurus dengan meningkatnyakegiatan infrastruktur yang akan berdampak pada pencemaran akibat limbah yang dihasilkankhususnya berupa beton. Sebagian besar bahan penyusun beton berasal dari sumber daya alam yangterbatas dan dalam proses pembuatannya menimbulkan pencemaran lingkungan seperti padapenambangan pasir dan proses pembuatan semen. Penggunaan agregat halus daur ulang (RFA)dapat menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Agregat halus memilikibutiran yang kasar dan bersudut serta penyerapan yang tinggi sehingga campuran beton yangdihasilkan memiliki workability yang rendah. Hal tersebut dapat diatasi dengan mengganti sebagiansemen dengan fly ash dalam campuran beton, sehingga penelitian ini dilakukan dengan tujuan untukmengetahui pengaruh fly ash terhadap kuat tekan dan modulus elastisitas beton yang menggunakanagregat halus daur ulang. Dari penelitian ini didapatkan bahwa penggunaan RFA dari parent concretemutu K-300 memberi pengaruh yang sangat bervariasi pada kekuatan tekan beton dan didapatkanhasil optimal pada variasi RFA 75%. Penggunaan fly ash (FA) sebagai pengganti sebagian semendapat menurunkan kekuatan tekan pada beton khususnya pada umur 28 dan 56 hari. Namun, padaumur 112 hari variasi RFA 75% dan FA 25% terjadi peningkatan kuat tekan. Hal ini telah disebutkanpada beberapa penelitian sebelumnya bahwa fly ash memiliki kecenderungan dapat meningkatkankuat tekan di atas umur 90 hari.Kata Kunci : beton, agregat halus daur ulang, fly ash, kuat tekan beton, modulus elastisita
PENGGUNAAN WASTE FOUNDRY SAND SEBAGAI ZAT ADITIF UNTUK MENGURANGI POTENSI PENGEMBANGAN DARI TANAH LEMPUNG EKSPANSIF
Konstruksi jalan diatas tanah ekspansif sering mengalami kerusakan akibat sifat kembang susut yangbesar karena perubahan kadar air. Di sisi lain, terjadi penumpukan limbah di kawasan industrisehingga membutuhkan pengelolaan untuk keseimbangan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untukmendapatkan solusi perbaikan tanah ekspansif dengan memanfaatkan material lokal berbasis limbahindustri sebagai bahan stabilisasi. Pada penelitian ini, tanah dicampur dengan waste foundry sandsebagai material aditif dengan kadar 2,5%; 5%; 7,5%; dan 10% dari berat kering tanah. Pengujianyang dilakukan berupa Pemadatan, California Bearing Ratio, dan Swelling Potential berdasarkanstandar ASTM. Tanah yang distabilisasi dengan WFS kadar 10% menunjukkan peningkatan nilai CBRyang signifikan dengan perubahan sebesar 64.92% (unsoaked) dan 437.08% (soaked) terhadap nilaiCBR tanah asli. WFS 10% dalam tanah mampu menekan nilai pengembangan tanah ekspansif sebesar93.16% terhadap nilai swelling tanah asli. WFS kadar 10% dalam tanah dapat direkomendasikansebagai material stabilisasi tanah ekspansif karena mampu meningkatkan daya dukung tanah danmenurunkan tingkat pengembangan tanah.Kata kunci: waste foundry sand, tanah ekspansif, pengembangan tanah, daya dukung tana