Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
    1439 research outputs found

    KORELASI KUAT TARIK BELAH DAN KUAT TEKAN BETON PADA USIA 8 JAM DAN 16 JAM

    No full text
    Perkembangan teknologi di dunia konstruksi cukup pesat. Hal tersebut mengakibatkankebutuhan infrastruktur semakin berkembang. Dengan perkembangan yang cepat makadiperlukan bahan-bahan kekuatan yang sangat tinggi. Salah satu komponen yang palingpenting yaitu beton. Menggunakan dua jenis yaitu semen narogong dan semen tuban dengansubtitusi kadar semen GGBFS 20%, 30%, dan 50%. Kemudian menggunakan FAS 0,25 dan0,3 dengan variasi umur beton yaitu 8 jam dan 16 jam. Berdasarkan hasil penelitian pada bendauji silinder, penggunaan semen GGBFS berpengaruh terhadap kuat tekan dan kuat tarik belahbeton. Kuat tekan semen narogong (OPC) benda uji variasi GGBFS 20% usia 8 jam didapatkanhasil sebesar 3,36 MPa dan usia 16 jam didapatkan hasil sebesar 14,8 MPa. Variasi GGBFS30% pada usia 8 jam didapatkan hasil sebesar 3,48 MPa dan pada usia 16 jam di dapatkan hasilsebesar 13,37 MPa. Variasi GGBFS 50% pada usia 8 jam didapatkan hasil sebesar 2,20 MPadan pada usia 16 jam didapatkan hasil sebesar 6,29 MPa. Kuat Tekan Semen Tuban (PPC)benda uji variasi GGBFS 20% usia 8 jam didapatkan hasil sebesar 2,76MPa dan usia 16 jamdidapatkan hasil sebesar 9,90 MPa. Variasi GGBFS 30% pada usia 8 jam didapatkan hasilsebesar 3,48 MPa dan pada usia 16 jam di dapatkan hasil sebesar 13,37 MPa. Variasi GGBFS50% pada usia 8 jam didapatkan hasil sebesar 2,20 MPa dan pada usia 16 jam didapatkan hasilsebesar 6,29 MPaKata kunci : semen GGBFS, Korelasi kuat tekan dan kuat tarik belah, kuat tekanawal,campuran beton.ABSTRAC

    PENGARUH VARIASI DIAMETER PILE DENGAN PERBANDINGAN D1/D2 = 1,25 TERHADAP STABILITAS PADA PEMODELAN FISIK LERENG TANAH PASIR RC 88%

    No full text
    Peristiwa bencana longsor di indonesia cukup sering terjadi karena indonesia merupakan negara yangbanyak memiliki daerah-daerah perbukitan, gunung dan lereng. Dalam penelitian pemodelan fisik lereng tanahpasir dengan RC 88%, tiang/pile bahan alumunium, pada baris ke -1 jarak antar tiang 10 cm dengan diametertiang 3,2 cm, dan pada baris ke -2 jarak antar tiang 5 x diameter (d) dengan variasi diameter 3,2; 2,5; 2; 1,5cm. Penelitian ini menggunakan model pada box ukuran 1,5 x 1 x 1 meter, dengan 7 lapisan tiap lapis 10 cm,pada setiap lapisnya digilas dengan silinder beton sebanyak 15x, dengan sudut kemiringan lereng 50o setelahpemodelan siap akan dilakukan pengujian beban yang terletak pada bagian atas lereng. Pengamatan direkapsetiap adanya penambahan beban 40 kg sampai model lereng longsor atau beban tidak dapat bertambah lagi.Pada penelitian ini menunjukkan dengan adanya variasi diameter tiang pada baris kedua memberikan hasilbahwa nilai angka keamanan akan meningkat dan peningkatan sebanding dengan diameter tiang yangdigunakan. Dengan meningkatnya nilai angka keamanan maka meningkat juga nilai daya dukung tanah. Darihasil penelitian didapatkan bahwa dengan penggunaan 2 baris tiang dengan jarak antar tiang baris kedua 5 xdiameter (d) dapat meningkatkan angka keamanan sebanyak 7,63% dan 29,68% terhadap model lereng tanpaperkuatan. Dengan nilai daya dukung (qu) juga mengalami peningkatan sebanyak 158,08% terhadap modellereng tanpa perkuatan. Dilihat dari hasil penelitian peningkatan terbesar didapatkan ketika menggunakanvariasi diameter 3,2 cm, sehingga diameter yang mampu menahan longsor terbesar saat menggunakan diameter3,2 cm.Kata kunci: angka keamanan, daya dukung, lereng, perkuatan lereng, variasi diameter tiang, FE

    STUDI ANALISIS PERILAKU LENTUR BAJA COLD-FORMED PADA STRUKTUR BALOK C DOUBLE (BERKEBALIKAN) DENGAN SAMBUNGAN BAUT TERHADAP PENGARUH PANAS

    No full text
    Pembangunan konstruksi yang terus berjalan menyebabkan munculnya berbagai macaminovasi yang dapat membuat pekerjaan konstruksi menjadi lebih efektif, efisien, danekonomis. Inovasi yang ada dalam pembangunan konstruksi adalah penggunaan materialbaja cold-formed sebagai material dalam pembangunan struktur konstruksi. Penggunaanmaterial baja cold-formed perlu diteliti lebih lanjut terkait karakteristik dari baja cold-formedtersebut. Pada penelitian ini akan dilakukan penelitian kekuatan lentur profil baja coldformed yang disusun ganda berkebalikan membentuk huruf I menggunakan sambungan bautdan akan dilihat pengaruhnya terhadap pengaruh panas yang akan dimodelkan dengansoftware ABAQUS. Profil yang akan digunakan adalah profil double C80.30.9 denganketebalan 0,75 mm mutu G550. Profil tersebut akan disatukan menggunakan sambunganbaut mutu A325 M12 dengan variasi jarak sambungan 150 mm, 200 mm, dan 300 mm.Setelah itu profil akan diberikan pengaruh panas sebesar 400°C dan akan dilihat pengaruhsuhu panas 400°C terhadap kuat lentur dan pola tegangan regangan. Hasil dari penelitian iniadalah suhu panas 400°C mempengaruhi kekuatan lentur dari baja cold-formed. Profil bajacold-formed dengan pengaruh suhu panas 400°C mengalami penurunan kekuatan lenturyang dapat dilihat dari besarnya nilai beban maksimum yang dapat ditahan oleh profil danpola perbedaan nilai tegangan regangan yang tidak terlalu besar.Kata Kunci: Baja cold-formed, suhu panas, sambungan baut, kekuatan lentu

    EVALUASI KINERJA SEISMIK PADA BANGUNAN EKSISTING BERDASARKAN SNI 1726:2019 (STUDI KASUS: GPP FISIP UB)

    No full text
    Indonesia merupakanidaerahikategoriirawanigempa, ikarena adanyaipertemuanilempenganibumiidiindonesia seperti lempengiIndo-AustraliaidaniEurasia . Terjadinyaigempaimenghasilkanienergiiyangikuatidipermukaanibumiidenganigelombangivertikalidanihorizontal. Maka dari itu, perencana gedung bertingkat diIndonesia harus mampu menerima gaya-gaya gempa pada level tertentu tanpa adanya kerusakaniyangsignifikanipada strukturnya. Peraturan bangunan tahan gempa di Indonesia yang sesuai dengan penelitianterbaru yaitu pada SNI 1726:2019, sehingga hal ini menjadi faktor untuk melakukan evaluasi GPP FISIP UBmengacu pada SNI terbaru di Indonesia. Dalam analisis bangunan gedung ini menggunakanimetodeianalisispushoveridenganibantuaniprogramiSAP2000, yang dimana telah didapatkan hasil nilai-nilai performancepoint yakni nilai gaya dasar efektif, periode efektif, dan nilai redaman efektif. Pada analisis juga diperoleh hasilmekanisme sendi plastis yang mulai terjadi pada step-2 untuk arah X maupun arah Y, kemudian pada arah Xberhenti pada step-38 dan untuk arah Y berhenti pada step-10 karena program SAP2000 sudah berhentimelakukan iterasi. Dari nilai yang didapatkan tersebut dapat disimpulkan berdasarkan ATC-40 struktur beradapada kondisi tingkat kinerjaiImmediateiOccupancyi (IO).Kata-Kata Kunci: gempa bumi, pushover, tingkat kinerja, sendi plastis, SNI 1726:2019, SAP2000

    PENGARUH PENGGUNAAN FLY ASH TERHADAP PENYUSUTAN KERING BETON YANG MENGGUNAKAN RECYCLED FINE AGGREGATE (RFA)

    No full text
    Meningkatnya penggunaan beton berpotensi mengakibatkan kerusakan lingkungan karenasumber material penyusunnya yang berasal dari alam dan dalam proses produksinyamenghasilkan limbah residu berbahaya untuk alam. Diperlukan material alternatif berupaRecycled Fine Aggregate (RFA) dan fly ash untuk menggantikan penggunaan pasir alam dansemen. Akan tetapi, penggunaan material alternatif tersebut berpengaruh terhadap kualitasmutu beton karena perbedaan karakteristik antara material alternatif dengan materialsebelumnya. Maka dari itu, dilakukan pengujian penyusutan kering untuk mengetahuipengaruh penggunaan kedua material alternatif tersebut. Karena tingginya penyusutankering pada beton akan mengakibatkan keretakan yang akan berpengaruh terhadap kekuatanstrukturalnya. Pada penelitian ini digunakan ben

    ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN SNI 1726 : 2012 DENGAN SNI 1726 : 2019 PADA PERENCANAAN BANGUNAN STRUKTUR BETON BERTULANG STUDI KASUS GEDUNG VOKASI UB (TINJAUAN BALOK)

    No full text
    Indonesia adalah negara berkembang yang sedang aktif dalam pembangunan infrastruktur dalam lingkupnasional. Tercatat dari tahun 2020 terdapat total pembangunan terdapat total pembangunan 48 bendungan, jalantol sepanjang 406 km, 25.000 Ha daerah irigasi, 2012 lt/dtk SPAM, 9705 unit rumah susun, dan rehabilitasisekolah atau gedung perguruan tinggi. Dalam melaksanakan pembangunan tersebut, tentunya digunakan beberapaperaturan yang kerap kali berubah menyesuaikan kondisi baik alam maupun zaman. Peraturan yang dimaksudadalah Peraturan Standar Nasional Indonesia. Perencanaan bangunan di Indonesia biasanya mengacu kepadabeberapa SNI, salah satunya yang wajib digunakan adalah SNI 1726 yang mengatur tentang bangunan tahangempa Peraturan bangunan tahan gempa sudah mengalami perubahan beberapa kali mengingat letak Indonesiayang berada di Ring of Fire sehingga Pemerintah akan melakukan pembaharuan sesuai dengan pergerean lempengmaupun lainnya. Pada penelitian ini, akan dilakukan analisis terhadap perubahan SNI 1726 edisi terbaru yaitutahun 2019 yang nantinya akan dibandingkan dengan SNI 1726 edisi sebelumnya tahun 2012. Penelitiandilakukan pada salah satu gedung perkuliahan Universitas Brawijaya, Vokasi, yang terletak di kampus II UB,dieng. Penelitian difokuskan pada pengaruh pada penulangan balok yang dimana diambil tinjauan berupa balokinduk ukuran 40 cm x 70 cm dan 30 cm x 60 cm. Dalam melakukan penelitian ini, digunakan juga Softwareanalisis SAP 2000 yang akan membantu perhitungan reaksi pada balok yang ditinjau. Serta dilakukan juga analisisterhadap penggunaan Sistem Rangka Pemikul Momen Struktur Beton Bertulang yang digunakan oleh gedungVokasi UB. Hasil beserta kesimpulan dari penelitian ini adalah terjadi peningkatan di beban gempa terlihat darirespon spektrum yang terjadi pada daerah Malang, penggunaan Sistem Rangka Pemikul Momen yang samadengan SNI 1726 sebelumnya yaitu Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus serta perubahan dalam kebutuhantulangan tumpuan dan lapangan yang ditinjau.Kata Kunci: SNI 1726, Tulangan Balok, Struktur Beton Bertulang, SRPMK, SAP 200

    PENGARUH PENGGUNAAN FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETON YANG MENGGUNAKAN AGREGAT HALUS DAUR ULANG

    No full text
    Meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia berbanding lurus dengan meningkatnyakegiatan infrastruktur yang akan berdampak pada pencemaran akibat limbah yang dihasilkankhususnya berupa beton. Sebagian besar bahan penyusun beton berasal dari sumber daya alamyang terbatas dan dalam proses pembuatannya menimbulkan pencemaran lingkungan sepertipada penambangan pasir dan proses pembuatan semen. Salah satu solusi untuk mengatasipermasalahan tersebut adalah dengan menggunakan agregat halus daur ulang (RFA). Agregathalus memiliki butiran yang kasar dan bersudut serta penyerapan yang tinggi sehingga campuranbeton yang dihasilkan memiliki workability yang rendah. Hal tersebut dapat diatasi denganpenggunaan fly ash (FA) sebagai pengganti sebagian semen dalam campuran beton, sehinggapenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh fly ash terhadap kuat tekandan modulus elastisitas beton yang menggunakan agregat halus daur ulang. Dari penelitian inididapatkan bahwa penggunaan RFA dari parent concrete mutu K-300 memberi pengaruh yangsangat bervariasi pada nilai kuat tekan beton dan didapatkan hasil optimal pada variasi RFA 75%.Penggunaan fly ash (FA) sebagai pengganti sebagian semen dapat menurunkan nilai kuat tekanpada beton khususnya pada umur 28 dan 56 hari. Namun, pada umur 112 hari variasi RFA 75%dan FA 25% terjadi peningkatan kuat tekan. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yangmenyebutkan bahwa fly ash memiliki kecenderungan dapat meningkatkan kuat tekan di atas umur90 hari.Kata Kunci : beton, agregat halus daur ulang, fly ash, kuat tekan beton, modulus elastisita

    PENGARUH PENAMBAHAN RASIO TULANGAN TERHADAP DAKTILITAS KURVATUR BALOK BERTULANG DENGAN BAJA TULANGAN BERDASARKAN SNI 2847:2019 (STUDI KASUS KAMPUS VOKASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA)

    No full text
    Banyak wilayah di Indonesia termasuk daerah rawan gempa. Dalam mendesain balokbeton bertulang, selain kekuatannya dalam menahan beban, daktilitas juga merupakan faktorpenting bagi elemen struktur tahan gempa. Salah satu cara yang dapat digunakan untukmengukur daktilitas balok adalah dengan memperhitungkan daktilitas kurvaturnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan rasio tulangan terhadapdaktilitas kurvatur balok beton bertulang berdasarkan SNI 2847:2019 dengan studi kasusKampus Vokasi Universitas Brawijaya meninjau balok B-40/70 dan B-30/60. Analisisdilakukan dengan terlebih dahulu menghitung rasio tulangan tarik balok berdasarkan SNI2847:2019. Kemudian menganalisis kedua model balok yang memiliki berbagai variasi rasiotulangan tarik dengan mutu baja yang sama yaitu 420 MPa. Hasil dari penelitian ini adalahrasio tulangan berdasarkan SNI 2847:2019 berubah akibat beban gempa yang digunakanberdasarkan SNI 1726:2019, adapun batasan-batasan perencanaan lain tidak mengalamiperubahan. Berdasarkan analisis juga didapatkan bahwa semakin besar rasio tulangan tarikmaka momennya semakin besar, akan tetapi kurvatur ultimate-nya semakin kecil, dan haltersebut mengakibatkan daktilitas kurvatur balok semakin kecil.Kata kunci: penambahan rasio tulangan, momen-kurvatur, daktilitas kurvatur, SNI 284

    PENGARUH PENAMBAHAN SERABUT KELAPA TERHADAP KINERJA CAMPURAN ASPAL SELF HEALING

    No full text
    Pada jalan raya di Indonesia banyak ditemukan kerusakan jalan seperti retak dan pelepasan butiran(raveling). Upaya yang dilakukan untuk memperbaiki kondisi ini adalah dengan metode overlay. Namunkurang efektif terhadap penghematan biaya, sumber daya alam, dan berpengaruh terhadap elevasipermukaan jalan. Oleh sebab itu dilakukan penelitian dengan menambahkan serabut kelapa pada campuranaspal self healing. Pada penelitian ini digunakan kadar aspal optimum (KAO) sebesar 6,15%, serta bahantambah yang terdiri dari kapsul kalsium alginate dengan sunflower oil sebesar 2 % dan serabut kelapadengan variasi kadar 0,2%, 0,4%, dan 0,6% dengan variasi panjang 10 mm, 15 mm, dan 20 mm. Metodeanalisis data hasil peneltian yaitu dengan metode grafik pita, grafik 3 dimensi, dan Two Way Anova. Darihasil penelitian ditemukan bahwa kapsul kalsium alginate mengalami kebocoran pada saat prosespencampuran dan pemadatan yang diakibatkan karena beberapa faktor sehingga mengakibatkan nilaistabilitas menurun. Sehingga penelitian dilanjutkan dengan hanya menggunakan serabut kelapa sebagaiadditive pada campuran beraspal. Serta dari metode Two Way Anova didapatkan bahwa terdapat pengaruhpada penambahan serabut kelapa terhadap campuran beraspal. Selain itu, hasil interpretasi denganmenggunaan grafik 3 dimensi didapatkan kadar optimum serabut kelapa sebesar 0.2% dengan panjang13.18 mm serabut kelapa mampu meningkatkan nilai stabilitas sebesar 6.2%.Kata Kunci: Aspal Self Healing, Serabut Kelapa, Karakteristik Marshall, Grafik 3D, Sunflower Oil

    ANALISIS PERKUATAN BRESING BAJA MENGGUNAKAN METODE DIRECT DISPLACEMENT BASED DESIGN (DDBD) PADA GEDUNG RUMAH SAKIT BHAYANGKARA NGANJUK

    No full text
    Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi bencana alam gempa bumi yangtinggi. Hal ini disebabkan karena negara Indonesia berada di zona ring of fire Faktor lain yangmenyebabkan potensi yang tinggi ini ialah karena negara Indonesia merupakan wilayahpertemuan dari 3 lempeng besar, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia danLempeng pasifik. Akibatnya, aktivitas gempa di Indonesia sangat tinggi dan menimbulkankerugian yang besar juga. Untuk itu ,diperlukan konsep perencanaan untuk merancang strukturbangunan tahan terhadap gempa yang tepat. Konsep perencanaan bangunan tahan gempa yangsekarang ini banyak digunakan yaitu Performance Based Seismic Design (PBSD) denganmetode Direct Displacement Based Design (DDBD). Direct Displacement Based Design(DDBD) lebih mengutamakan perpindahan atau displacement daripada kekuatan ataustrength. Pada analisis ini membahas terkait perencanaan sistem perkuatan bresing bajamenggunakan metode Direct Displacement Based Design (DDBD) yang merujuk pada SNI1726:2019 yang membahas tentang tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk gedung dannon gedung dan SNI 1727:2013 yang membahas pembebanan gedung. Dalam kajian inimenggunakan baja yang digunakan sebagai perkuatan bresing baja yaitu baja profil WF400.300.10.16 dengan mutu BJ-41. Dimana terdapat 3 tipe perkuatan dengan lokasi perletakanyang berbeda-beda.Kata Kunci: Direct Displacement Based Design (DDBD), Bresing Baja, Displacemen

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇