Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
    1439 research outputs found

    PENGARUH PENAMBAHAN ZAT ADITIF PADA CAMPURAN MORTAR TERHADAP KARAKTERISTIK MEKANIS PASANGAN DINDING BATA MERAH

    No full text
    Indonesia merupakan negara yang berada di dalam jalur cincin api dan dilalui oleh tiga pertemuanlempeng tektonik. Hal tersebut menyebabkan seringnya terjadi gempa di Indonesia. Walaupun dinding bata bukanmerupakan elemen struktur utama, keruntuhan yang dialami dinding bata tetap dapat merugikan secara ekonomidan membahayakan masyarakat. Selain itu dinding bata juga dapat mempengaruhi kekakuan dari portal, sehinggaseharusnya dinding bata tidak dilihat hanya sebagai struktur partisi lagi. Bata merah merupakan material yangumum digunakan untuk dinding bata di Indonesia. Penelitian ini menggunakan benda uji berupa pasangan dindingberukuran 47 cm x 47 cm x 11 cm dengan delapan lapisan bata merah dan tebal mortar 2 cm sebanyak tiga sampeluntuk setiap variasinya, di mana variasi pertama adalah mortar 1:3 tanpa penambahan zat aditif, variasi keduaadalah mortar 1:3 dengan penambahan Mowilex Alcasit, dan komposisi ketiga adalah mortar 1:3 denganpenguasan Additon Addibond pada permukaan bata. Hasil penelitian dan analisis menunjukkan bahwapenambahan zat aditif Mowilex Alcasit di dalam campuran mortar dan penguasan Additon Addibond padacampuran mortar memiliki pengaruh nyata terhadap kuat tekan searah vertikal dan kuat geser pasangan dinding,namun tidak memiliki pengaruh nyata terhadap kuat tekan searah horizontal dan kuat lekat bata. PenambahanMowilex Alcasit menunjukan peningkatan pada nilai kuat tekan searah horizontal dan kuat geser pasangandinding, namun menunjukan penurunan pada nilai kuat tekan searah vertikal dan kuat lekat bata, sedangkanpenguasan Additon Addibond menunjukan peningkatan pada kuat tekan searah vertikal, kuat tekan searahhorizontal, dan kuat geser pasangan dinding, namun menunjukan penurunan pada kuat lekat bata.Kata kunci: kuat lekat, kuat tekan, kuat geser, pasangan dinding, bata mera

    ANALISIS PERILAKU BEBAN DAN PERPINDAHAN PADA PORTAL DUA BENTANG DENGAN VARIASI PENEMPATAN BRACING EKSENTRIS PENDEK TIPE INVERTED V MENGGUNAKAN SOFTWARE ABAQUS

    No full text
    Sebagai salah satu negara dengan tingkat risiko terjadi gempa yang tinggi, perencanaan konstruksi bangunandi Indonesia harus mempertimbangkan kemungkinan adanya kerusakan bangunan apabila terjadi gempaterutama pada bangunan sederhana. Besarnya simpangan secara lateral yang terjadi pada struktur sebagaiakibat dari adanya gempa dapat diminimalisir dengan adanya penggunaan bracing. Bracing dengan bentukkonsentris menyulitkan peletakan elemen non struktural. Oleh karena itu, konfigurasi yang digunakan padapenelitian ini yaitu bracing eksentris tipe inverted V dengan menganalisis pengaruh penempatan bracing padaportal dua bentang terhadap terhadap besarnya perpindahan yang terjadi serta beban yang mampu ditahan olehstruktur. Analisis pada penelitian ini dilakukan menggunakan software ABAQUS Student Version. Pemodelanberupa portal dua dimensi dengan material baja mutu BJ-37 dan menggunakan profil WF (Wide Flange).Terdapat tiga variasi penempatan yaitu bracing di kedua bentang, bracing di bentang kiri, serta bracing dibentang kanan dimana setiap geometri dilakukan analisis dengan nilai meshing 4 dan 25. Beban gempa padaanalisis ini berupa beban statis arah lateral yang terletak pada node kiri atas portal. Hasil analisis pada portaldua bentang menunjukkan bahwa adanya perbedaan penempatan bracing mempengaruhi besarnya perpindahandan beban yang mampu ditahan struktur. Perpindahan yang terjadi pada portal dengan penempatan bracing dikedua bentang yaitu 22,1527% lebih besar dibandingkan perpindahan yang terjadi pada portal denganpenempatan bracing di salah satu bentang. Beban yang mampu ditahan oleh portal dengan penempatan bracingdi kedua bentang yaitu 29,9094% lebih besar dibandingkan beban yang mampu ditahan oleh portal denganpenempatan bracing di salah satu bentang.Kata Kunci: ABAQUS, beban, bracing inverted-V, perpindahan, portal dua bentan

    ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN PERENCANAAN BANGUNAN STRUKTUR BETON BERTULANG SNI 1726:2012 DENGAN SNI 1726:2019 STUDI KASUS GEDUNG VOKASI UB (TINJAUAN KOLOM)

    No full text
    Pembangunan di Indonesia saat ini sangat pesat. Terlihat dari tahun ke tahunterdapat total pembangunan 48 bendungan, jalan tol sepanjang 406 km, 25.000 Ha daerahirigasi, 2012 lt/dtk SPAM, 9705 unit rumah susun, dll. Dalam membangun sebuahinfrastruktur, tentunya beberapa peraturan digunakan untuk menghindari terjadinyabeberapa kondisi yang menyebabkan kerugian pada pembangunan infrastrukturtersebut.Terjadi peningkatan pada Respon Spektrum pada SNI 1726:2019 hal tersebut terjadi karena peta wilayah gempayang berubah dari SNI 1726:2012 dan pengaruh nilai koefisien respon seismik (Cs) dari0,114 pada SNI 1726:2012 menjadi 0,132. Terjadinya kenaikan pada beban gempamengakibatkan terjadinya kenaikan rasio tulangan yang pada awal kolom 60x60menggunakan tulangan 24 D-22 serta tulangan geser Ø10-75 pada tumpuan dan Ø10-100pada lapangan, berubah menjadi 28 D-22 dan tulangan geser menjadi Ø10-50 padatumpuan dan Ø10-75 pada lapangan. Juga pada tinjauan kolom 40x40 yang menggunakantulangan 12 D-22 serta tulangan geser Ø10-75 pada tumpuan dan Ø10-100 pada lapangan,berubah menjadi 20 D-22 dan tulangan geser menjadi Ø10-50 pada tumpuan dan Ø10-75pada lapangan.Kata kunci : SNI 1726, Tulangan Kolom, Struktur Beton Bertulang, SRPMK, SAP 2000

    EVALUASI.KINERJA SEISMIK BANGUNAN EKSISTING DENGAN METODE PUSHOVER BERDASARKAN SNI 1726:2019 (STUDI KASUS: GPT II FKUBRSSA)

    No full text
    Di.Indonesia sering terjadi gempa bumi, sehingga dalam perencanaan kontruksi di Indonesia harus mengacupada ketentuan Standar Nasional Indonesia. SNI gempa di Indonesia telah diperbarui sesuai dengan riset danpenelitian terbaru yakni SNI 1726:2019, sehingga hal ini menjadi faktor yang mendasari perlunya untukmelakukan evaluasi pada GPT II FKUB-RSSA dengan menggunakan ketentuan SNI terbaru yakni SNI1726:2019. Dalam analisis ini menggunakan pemodelan 3D dengan menggunakan software SAP2000 denganmenginput.beban.mati,.beban.hidup,.beban.gempa,.serta.parameternya..Hasil dari analisis ini didapatkan nilaipartisipasi massa 100% untuk statik, dan lebih dari 90% untuk dinamik. Didapatkan juga nilai-nilaiperformance point yakni nilai gaya dasar efektif, periode efektif, dan nilai redaman efektif. Pada analisisdiperoleh gaya lateral maksimum pada arah x 1122103,1 kg dengan displacement yang terjadi 0,719395 mpada step ke 11, dan gaya lateral maksimum arah y 379759,3 kg dengan displacement yang terjadi 0,074832pada step ke 53, dikarenakan elemen struktur sudah tidak mampu menahan gaya yang diberikan.Kata-Kata kunci: gempa bumi, pushover, tingkat kinerja, sendi plastis, SNI 1726:201

    PERKUATAN DAN PERBAIKAN LENTUR BALOK BERTULANG DENGAN BILAH BAMBU

    No full text
    Balok beton bertulang umumnya menggunakan material tulangan baja dan beton. Kerusakan pada betonbertulang dapat berupa retak, lubang-lubang, lekatan baja beton, pengelupasan pada permukaan beton dan lainlainnya. Sifat bambu yang elastis dapat mengoptimalkan beban tarik tekan, geser maupun tekuk sehingga dapatdijadikan alternatif bahan perkuatan dan perbaikan lentur balok bertulang. Penelitian yang dilakukan ini untukmengetahui pengaruh bilah bambu pada perkuatan dan perbaikan lentur balok bertulang dengan bilah bambu.Hasil pengujian menunjukkan bahwa perkuatan dan perbaikan lentur balok bertulang dengan variasi jumlahperkuatan bilah bambu, tidak berpengaruh secara signifikan.Kata kunci: balok, kerusakan, perkuatan, perbaikan, lentur, bambu

    DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP POTENSI PENGGUNA JALAN TOL (STUDI KASUS JALAN TOL PASURUAN-PROBOLINGGO)

    No full text
    Kota Pasuruan dan Probolinggo merupakan kota yang menjadi wilayah pusatdistribusibarang pada sektor industri dan perdagangan Provinsi Jawa Timur. Pemerintahmembangun Jalan Tol Pasuruan – Probolinggo (Paspro) dengan tujuan untuk memberikanalternatif ruas jalan yang melintas pada jalan eksisting Kabupaten Pasuruan dan KabupatenProbolinggo. Namun tujuan dari dibangunnya jalan Tol Pasuruan – Probolinggo hingga saatini masih belum tercapai. Masih banyak diantara para pengguna jalan yang lebih tertarikuntuk melewati jalaneksisting dibanding menggunakan jalan tol yang ada. Terlebih setelahhadirnya pandemi COVID-19 di Indonesia. Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo mengalamipenurunan karena adanya pandemi COVID-19 sekitar 7-10 ribu jumlah kendaraan yangmelintasi. Sebelum adanya pandemi COVID-19 jumlah kendaraan yang melintasi jalan tolPasuruan-Probolinggo cukup tinggi yaitu berkisar 13–14 ribu kendaraan setiap harinya.Maka diperlukan kajian untuk mengevaluasi seberapa besar potensi peralihan pengguna jalandari jalan eksisting atau jalan nasional menuju jalan tol Pasuruan-Probolinggo selamapandemi COVID-19 berlangsung serta bagaimana pengaruh COVID-19 bagi potensipengguna jalan tol yang dikaitkan dengan pilihan sejumlah tarif yang bervariasi.Penelitian ini menggunakan metode Stated Preference dan Ability To Pay(ATP)/Willingness To Pay (WTP). Teknik pengumpulan data responden menggunakanmetodeStated Preference dengan sampel sejumlah 361 responden yang dipilih secara acak

    Analisa Metode Pelaksanaan serta Penjadwalan terhadap Perubahan Struktur Beton menjadi Struktur Rangka Baja pada Pembangunan Lift Kebakaran Gedung Enterpreneurship dengan mengaplikasikan Building Information Modelling 4D (BIM 4D)

    No full text
    Salah satu factor kemanan yang harus diperhatikan dengan rinci dalam sebuahperencanaan pembangunan adalah terkait bahaya kebakaran, pentingnya sarana pemadamkebakaran, penyelamatan jiwa penghuni bangunan serta penanganan pasca kebakaran perluperhatian khusus dalam sebuah perencanaan bangunan gedung tingkat tinggi.Pada bangunan Gedung KDP Entrepreneurship Universitas Brawijaya ini di rencanakanakan menggunakan Gedung lift kebakaran untuk memnuhi factor keamanan pada bangunanini. Lift kebakaran sendiri akan dibangun diluar bangunan inti Gedung kdp entrepreneurshipuniversitas brawijaya dengan menggunakan system beton bertulang. Namun padapelaksanaannya terdapat beberapa kendala pada lokasi proyek yang mengurangi kemungkinanbahwa bangunan beton bertulang akan bisa digunakan pada lift kebakaran ini. Sehinggamemunculkan opsi metode pelaksanaan menggunakan konstruksi yang bisa menjawabpermasalahan pada kondisi proyek, opsi tersebut menggunakan metode struktur baja karenastruktur baja sudah biasa diaplikasikan juga pada bangunan Gedung tinggi dan terbukti lebihringkas serta efisien.Pada penelitian kali ini, dilakukan analisis bagaimana pengaruh perubahan metodepelaksanaan struktur beton konvensional menjadi struktur baja. Pada penelitian ini berfokuspada perubahan metode pelaksanaan tersebut terhadap durasi pekerjaan serta kemudahan /efektivitas pekerjaan pada lapangan / jumlah kebutuhan tenaga kerja yang digunakan untukmengerjakan bangunan ini dengan total 10 lantai dengan keterbatasan kondisi yang ada. Durasiyang direncanakan akan dikombinasikan dengan metode pelaksanaan serta menyesuaikandengan tenaga kerja rencana dan kondisi lapangan agar dapat menghasilkan durasi yang efektifserta efisien.Kata Kunci : Manajemen Proyek, Metode Kerja, Perhitungan Waktu, Struktur Beton,Struktur Rangka Baj

    PENGARUH PERUBAHAN VOLTASE TERHADAP KUAT GESER DAN POTENSI PENGEMBANGAN PADA PERBAIKAN TANAH EKSPANSIF DENGAN METODE INJEKSI ELEKTROKIMIA MENGGUNAKAN LARUTAN CaCl2

    No full text
    Pada Tahun 1939 Cassagrande membuktikan bahwa apabila elektrokinetik diterapkan pada tanah yang berbutirhalus dengan kadar air yang tinggi, tanah tersebut mengalami peningkatan tekanan efektif. Metode injeksielektrokimia merupakan metode yang memanfaatkan fenomena atau aliran larutan yang dapat terpolarisasisebagai akibat dari adanya beda potensial / arus listrik. Pada penelitian ini larutan yang digunakan adalah CaCl2konsentrasi 10% dengan variasi voltase sebesar 12, 15, 18, dan 24 volt. Pada penelitian ini dapat diketahuidengan adanya variasi perubahan voltase selama dilakukan injeksi pada tanah lempung ekspansif dapatmeningkatkan nilai kuat geser hal ini disimpulkan dari uji triaxial yakni meningkatnya voltase yang digunakanmaka nilai kohesi tanah mengalami peningkatan. Hasil pengujian vane shear juga menunjukan nilai kuat gesersetelah dilakukannya injeksi yakni sebesar 1,47 kg/cm2 mengalami peningkatan dibanding nilai kuat gesersebelum dilakukannya injeksi. Pada uji konsolidasi menunjukan sampel tanah setelah injeksi mengalamipenurunan potensi pengembangan nilai Cs untuk tanah sebelum injeksi yaitu 0,03 berubah menjadi 0,01 setelahdilakukannya injeksi. Selain itu pada pengujian free swelling menunjukan hasil yang sama yakni potensipengembangan menurun yang awalnya 46,67% pada tanah asli menurun menjadi 13,33% di sampel tanahsetelah injeksi.Kata kunci: injeksi elektrokimia, larutan CaCl2, lempung ekspansif, kuat geser, potensi pengembanga

    STABILITAS LERENG TANAH PASIR MENGGUNAKAN PERKUATAN PILE BERDIAMETER 3,2 CM DENGAN BEBERAPA VARIASI JARAK DI POSISI Lx/L = 0,6 PADA PEMODELAN FISIK DENGAN RC 88%

    No full text
    Lereng dapat didefinisikan sebagai dua permukaan bumi/tanah yang memiliki bedatinggi serta membentuk sudut kemiringan dengan bidang horizontalnya. Lereng dapatmenjadi ancaman saat musim hujan karena rentan mengalami tanah longsor. Untukmencegah terjadinya tanah longsor, sudah banyak studi yang dilakukan untuk meningkatkanstabilitas lereng, seperti memberikan perkuatan tambahan menggunakan struktur penahanpada lereng dengan dua baris pancang (Pile). Dalam pemodelan ini, box digunakan sebagaiwadah rekayasa terjadinya kelongsoran. Tanah pasir yang digunakan berjenis Poorly GradedSand dan memiliki kepadatan relatif sebesar 88% serta lereng dibentuk dengan sudutkemiringan 50o. 2 baris Pile alumunium yang digunakan berdiameter 3,2 cm denganmenggunakan 4 variasi jarak antar pile, yaitu 6,4 cm; 9,6 cm; 12,8 cm dan 16 cm.Permodelan dilakukan dengan membentuk lereng, lalu menancapkan pile pada lokasimasing – masing. Selanjutnya lereng diberikan pembebanan menggunakan hydraulic jackyang mengalirkan beban melalui balok pondasi hingga meraih beban maksimum sebelumruntuh. Selanjutnya dilakukan analisis menggunakan program FEM 2 Dimensi dan 3Dimensi untuk mendapatkan angka Faktor Keamanan. Dari permodelan dan analisis yangtelah dilakukan, jarak antar pile sebesar 6,4 cm menghasilkan peningkatan daya dukung danfaktor keamanan tertinggi diantara variabel lain, dengan peningkatan daya dukung hingga198,68% terhadap lereng tanpa perkuatan dan 142,90% terhadap lereng dengan 1 barisperkuatan pile. Jenis kelongsoran yang dihasilkan oleh lereng dengan 2 baris perkuatan pileterjadi pada kaki lereng (toe failure).Kata kunci: lereng, longsor, perkuatan lereng, daya dukung tanah, nilai faktor keamana

    STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN SAMBUNGAN BALOK DAN KOLOM DENGAN SISTEM PRACETAK PADA GEDUNG 6 LANTAI KULIAH BERSAMA UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL (UPN) VETERAN JAWA TIMUR

    No full text
    Dari hasil analisis didapatkan hasil yang memenuhi syarat keamanan , dimensi balok – kolom padaskripsi ini menghasilkan 4 tipe yaitu : Balok induk ukuran 40/60 dengan kode B1 titik pengangkatan 1,85 m daritepi dan B2 titik pengangkatan 1,64 m dari tepi. ukuran 20/30 dengan kode B3 titik pengangkatan 0,95 m daritepi dan B4 titik pengangkatan 0,75 m dari tepi. Sedangkan balok anak memliki 2 tipe dengan ukuran 30/40dengan kode BA1 titik pengangkatan 1,80 m dari tepi dan BA2 titik pengangkatan 1,60 m dari tepi, ukuran15/20 dengan kode BA3 titik pengangkatan 0,93 m dari tepi dan BA4 titik pengangkatan 0,72 m dari tepi. Sertauntuk kolom terdapat 2 tipe kolom. ukuran 50/50 dengan kode K1 dan ukuran 35/35 dengan kode K2.Analisis kekuatan sambungan balok – kolom pracetak telah aman. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasilanalisis sambungan di tengah menunjukkan momen nominal sebesar 754,77 kNm lebih besar dari momenultimate sebesar 600,18 kNm dan kuat geser nominal sebesar 2015,95 kN kN lebih besar dari gaya geser yangterjadi sebesar 1481,83 kN, sedangkan hasil analisis sambungan di pinggir menunjukkan menunjukkan momennominal sebesar 48,12 kNm lebih besar dari momen ultimate sebesar Mu = 46,56kNm dan kuat geser nominalsebesar 2793,97 kN lebih besar dari gaya geser yang terjadi sebesar 408,28 kN.Kata kunci : Balok pracetak, Struktur beton, bangunan tahan gemp

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇