Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
1439 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENGGUNAAN FLY ASH TERHADAP KUAT LEKAT TULANGAN PADA BETON YANG MENGGUNAKAN AGREGAT HALUS DAUR ULANG
Banyaknya pembangungan infrastruktur di Indonesia berdampak buruk pada lingkunganakibat penggunaan beton yang material penyusunnya berasal dari alam serta menghasilkanlimbah pada proses produksinya. Dalam mencegah rusaknya lingkungan akibat kebutuhandari material penyusun beton dibutuhkan material alternatif berupa agregat halus daur ulangsebagai pengganti pasir alam dan fly ash sebagai pengganti semen. Penggunaan materialalternatif ini akan lebih ekonomis dan ramah lingkungan, namun akan memengaruhi mutubeton akibat perbedaan material penyusunnya. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengujianterkait kuat lekat dari beton yang menggunakan material alternatif tersebut. Penelitian inimenggunakan benda uji pasangan balok dengan ukuran 15 cm x 30 cm x 40 cm yangditanamkan dengan pasangan baja tulangan kedalamnya. Baja tulangan yang digunakanadalah baja polos diameter 12 mm dengan kedalaman penjangkaran 22 mm. Pengujian pullout akan dilakukan dengan menggunakan hydraulic jack dan load cell sampai betonmengalami keruntuhan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan agregat halusdaur ulang dengan parent concrete K-300 dapat meningkatkan kuat lekat beton. Selain itu,penggunaan fly ash sebagai pengganti semen dapat mengurangi kuat lekat beton.Kata Kunci: Kuat Lekat, Agregat Halus Daur Ulang, fly ash, pull ou
STUDI ANALISIS PERILAKU AKSIAL BAJA COLD-FORMED PADA STRUKTUR BALOK C DOUBLE (BERHADAPAN) DENGAN VARIASI JARAK SAMBUNGAN SEKRUP TERHADAP PENGARUH PANAS
Baja cold-formed adalah profil baja dengan ukuran ketebalan yang relatif tipis danmemiliki rasio lebar yang lebih besar terhadap tebalnya. Pembentukan baja cold-formeddilakukan melalui proses cold forming dari baja karbon yang berbentuk setrip, pelat, batangan,maupun lembaran dan pada akhirnya terbentuk menjadi profil baja cold-formed yang beredardipasaran. Dikarenakan material baja cold-formed masih baru digunakan di Indonesia perluadanya pengembangan penelitian tentang sifat-sifat material baja cold-formed. Maka dari itudilakukan penelitian untuk mengetahui perilaku aksial material baja cold-formed denganmenggunakan sambungan sekrup terhadap pengaruh panas dengan menggunakan softwareABAQUS student edition. Material Pada penelitian ini digunakan benda uji profil doubleC80x30x9 yang akan disusun secara berhadapan dan menggunakan sambungan sekrup denganvarias jarak 150 mm, 200 mm, dan 300 mm yang kemudian akan di uji tarik dan tekan sertadiberi pengaruh suhu panas 400°C. Berdasarkan analisis pemodelan menggunakan softwareABAQUS bahwa tidak ada pengaruh pada pola keruntuhan profil karena adanya pengaruh suhupanas.Kata kunci : Baja Cold-Formed, Sambungan Sekrup, Pengaruh Panas. Perilaku Aksia
EVALUASI KINERJA SEISMIK BANGUNAN 5 LANTAI DENGAN SNI 1726:2012 DAN SNI 1726:2019 (STUDI KASUS: GEDUNG PASCASARJANA FAPET UB)
Indonesia merupakan salah satu negara yang dikategorikan rawan gempa bumi karena terdapat berbagai jalur rawantektonik yang dapat menimbulkan gempa tektonik baik skala kecil maupun skala besar. Tingginya intensitas gempadi Indonesia mengharuskan perencanaan struktur bangunan dilakukan dengan baik dan perlu diperhitungkan bebanakibat gempa yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Peraturan perencanaan bangunan tahan gempa bumi yangterbaru saat ini adalah SNI 1726:2019 Gedung Pascasarjana FAPET UB dibangun masih dengan perencanaanberdasarkan pada SNI 1726:2012. Maka perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui kekuatan kinerja dari bangunantersebut. Evaluasi bangunan akan menggunakan kedua peraturan yaitu SNI 1726:2012 dan SNI 1726:2012. Dari hasilanalisis nonlinier pushover dengan program SAP2000 didapatkan kesimpulan bahwa Dari kedua peraturan tersebutmenunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Berdasarkan SNI 1726:2012 didapatka
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN BANGUNAN GEDUNG 6 LANTAI KULIAH BERSAMA UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL (UPN) JAWA TIMUR MENGGUNAKAN SISTEM CASTELLATED BEAM
Indonesia merupakan sebuah negara yang terdiri dari banyak daerah didalamnya, salah satu daerahnya adalahKota Surabaya yang terletak di Provinsi jawa Timur yang merupakan kota pendidikan sehingga UniversitasPembangunan Nasional (UPN) Jawa Timur membangun gedung kuliah bersama 6 lantai menggunakan strukturbeton bertulang yang menimbulkan bobot sendiri struktur yang besar sehingga penulis menyajikan metodealternatif menggunakan sistem castellated beam. Metode ini menyesuaikan SNI Gempa 1726-2019 dan SNI1727-2020 untuk pembebanan. Pada perencanaan ulang kali ini, peneliti menggunakan struktur balok WF300x300x15x15 untuk balok induk, WF 200x200x10x16 untuk balok anak, dan WF 400x400x16x24 untukbalok kolom. Berdsarkan hasil analisis struktur menggunakan aplikasi SAP 2000 didapat Mu max balok induksebesar -384,87 kNm, Mu max balok anak sebesar -134 kNm, dan kolom yang mengalami Mu max sebesar254,68 kNm beserta gaya aksial (Pu) sebesar 4038,055 kNm. Dari hasil analisis peneliti dibuatlah balok indukdengan sistem kastela komposit dengan ketinggian 450 mm dan plat setebal 120 mm yang memiliki ØPn =4328,73 kN ≥ Pu = 4038,055 kN dan ØMn = 920,0448 kNm > Mu = 254,68 kNm, sehingga perencanaanulang ini dianggap aman untuk diterapkan sebagai pilihan alternatif pembangunan struktur gedung kuliahbersama UPN Jawa Timur mengunakan sistem Castellated Beam Composite
ANALISIS SISTEM PERKUATAN DINDING GESER MENGGUNAKAN METODE DIRECT DISPLACEMENT BASED DESIGN (DDBD) PADA GEDUNG RUMAH SAKIT BHAYANGKARA NGANJUK
Saat ini banyak sekali pekerjaan konstruksi yang sedang berjalan di Indonesia,khususnya pembangunan gedung bertingkat tinggi. Dalam pembangunan gedung bertingkattinggi harus memperhatikan berbagai hal, salah satunya kekuatan struktur dalam menahan gayalateral akibat gempa bumi. Alternatif yang tepat untuk membantu struktur menahan gaya lateralyaitu dengan memasang perkuatan seperti dinding geser (shear wall). Dinding geser (shearwall) merupakan suatu sistem yang berfungsi untuk menahan gaya lateral pada bangunanbertingkat tinggi akibat adanya guncangan atau gempa horizontal. Perencanaan bangunanbertingkat tinggi dengan perkuatan dinding geser harus dirancang dengan metode yang tepat,agar dapat menggambarkan pada kondisi riil gedung yang akan dibangun. Metode yang saatini diyakini akurat dan menggambarkan kondisi riil gedung yaitu metode Direct DisplacementBased Design (DDBD). Direct Displacement Based Design (DDBD) ini adalah metodealternatif yang digunakan untuk merancang bangunan tahan gempa. DDBD dianggap lebihakurat dan jelas digunakan merancang bangunan tahan gempa daripada metode sebelumnya,yaitu Force Based Design (FBD). Tidak hanya akurat saja, penyelesaian metode ini tergolongmudah untuk menganalisi gedung berderajat kebebasan banyak.Kata kunci : Gempa bumi, dinding geser (shear wall), Direct Displacement Based Design(DDBD
PENGARUH PANJANG TANAM TERHADAP BOND SLIP STRENGTH ANTARA TULANGAN BAMBU DAN BETON
Tulangan dengan memanfaatkan bahan dari bambu betung sebagai tulanganpengganti material baja diharapkan dapat meningkatkan performa dari struktur denganmampu menahan beban yang diterima, meningkatkan daktilitas, kekakuan, dan kekangan,meningkatkan performa dari struktur, namun kegagalan elemen beton dengan batangbertulang bambu masih sering terjadi itu pada perekatan antara bambu dengan beton. Padapenelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui dampak dari pemasangan treatment yangsudah sering dilakukan, pemasangan cable ties stainless steel akan menambah kekuatantahanan gelincir (slip),ihal ini disebabkan oleh gaya gesek permukaan tulangan bambu padacable ties stainless steel yang berfungsi untuk shear connector. Panjang tanam bambuberpengaruh terhadap kelekatan beton dengan tulangan bambu. Kekuatan menurun seiringdenganikenaikan diameteritulangan dan semakin dalam tulangan tertanam. Hasil pengujiankuat tarik tulangan bambu yang diberi cable ties stainless steel dan tambahan menggunakansikadur pasir sebagai ulir terhadap bambu memberikan bertambahnya gaya gesek (frection)dipermukaan bambu hingga membuat monolitnya tulangan bambu dengan beton pemberiancable ties stainless steel sebagai modifikasi ulir menambahkan gaya bearing force.penambahan kekuatan lekatan pada masing-masing variabel sangat dipengaruhi olehpanjang tanam kedalaman tulangan, semakin dalam panjang tanam yang tertanam padabeton maka semakin besar kuat lekatnya dan sebaliknya.Kata Kunci: tulangan bambu, kuat lekat, panjang tanam tulangan
PENGARUH TEBAL SELIMUT BETON TERHADAP BOND SLIP STRENGTH ANTARA TULANGAN BAMBU DAN BETON
Beton bertulang merupakan komponen struktur yang paling sering digunakan pada pekerjaankonstruksi. Walaupun beton bertulang merupakan material bekerja dengan baik, tetapi ketersediaan bajasebagai material tidak terbaharukan menjadi terbatas sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan pada duniakonstruksi. Sehingga material bambu yang tak kalah kuat dalam menahan gaya tarik dapat menjadi inovasidalam mengatasi permasalahan tersebut. Namun mayoritas penelitian terdahulu, perkuatan bambu sebagaitulangan masih kurang. Sehingga penelitian ini dibuat untuk menganalisa pemasangan cable ties stainless steelpada tulangan bambu yang patut dicoba dengan tujuan untuk meningkatkan tegangan lekat dan menambahtahanan slip antara bambu dan beton. Penelitian ini menggunakan benda uji balok berdimensi 150 × 150 × 350mm dan benda uji silinder berdiameter 150 x 300 mm. Bambu yang digunakan untuk menjadi tulangan adalahbambu petung yang telah dibentuk balok berdimensi 10 × 10 × 200 mm. Variasi yang digunakan dalampenelitian ini adalah tebal selimut beton 7,5; 5; 2,5 cm sehingga dapat dianalisa kuat tekan, kuat lekat, dan polakeruntuhannya. Dari hasil penelitian ekperimental ini didapatkan kesimpulan yakni semakin tebal selimutbeton, semakin kecil peluang terjadi kerusakan pada beton, sehingga kuat lekat beton semakin bisa bekerjaoptimal. Selain itu, tebal selimut beton yang semakin besar akan meminimalisir peluang terjadi kerusakanconcrete cone failure dan bond slip failure.Kata kunci : Tebal selimut beton, Tulangan bambu, Cabel ties stainless steel¸ Kekuatan lekat, Pola keruntuhan
CAMPURAN BETON UNTUK BETON PRACETAK
Perkembangan kegiatan konstruksi semakin membutuhkan pekerjaan dengan waktu yangcepat. Kebutuhan beton pracetak yang tinggi berhubungan dengan produksi yang menekankanefisiensi dalam proses sehingga beton dapat dipindahkan setelah dicor agar bekisting dapatdipakai ulang. Maka dibutuhkan campuran beton yang memiliki kuat tekan awal yang tinggiagar beton dapat cepat mengeras dan dapat dipindah tanpa rusak. Penggunaan bahan tambahdan subtitusi semen GGBFS diharapkan mampu untuk mempengaruhi kualitas beton sepertikuat tekan awal, kecepatan pengerasan dan kepadatan. Pada penelitian ini digunakan jenissemen narogong dan tuban dengan semen GGBFS digunakan sebagai bahan subtitusi padakomposisi semen. Penelitian ini difokuskan pada kekuatan tekan awal beton sebagai betonpracetak. Mix design direncanakan mendapatkan kuat tekan awal yang tinggi denganmenggunakan semen GGBFS. Variasi material yang digunakan adalah jenis semen narogongdan semen tuban dengan subtitusi kadar semen GGBFS 20%, 30%, dan 50%. Kemudianmenggunakan FAS 0,25 dan 0,3 dengan variasi umur beton yaitu 8 jam, 16 jam, dan 28 hari.Benda uji yang digunakan berupa silinder dengan dimensi 15 x 30 cm. Dari penelitian inidiketahui bahwa variasi campuran beton mempengaruhi kuat tekan awal beton. PenggunaanFAS yang semakin kecil memiliki kuat tekan awal yang lebih baik dan semen narogongmemiliki kuat tekan awal yang cenderung lebih besar disbanding campuran menggunakansemen tuban. Beton pracetak membutuhkan beton yang memiliki kuat tekan awal tinggi dancepat mengeras, penambahan addition HE dan semen GGBFS mampu mengatasi hal tersebut.Kuat tekan awal tertinggi terjadi pada kadar semen GGBFS 20% dan FAS 0,25 menggunakansemen narogong dengan kuat tekan rata-rata sebesar 14,85 MPa.Kata kunci : semen GGBFS, beton pracetak, kuat tekan awal, campuran beto
ANALISIS PEMODELAN PERILAKU BEBAN DAN PERPINDAHAN PADA PORTAL DENGAN BRACING EKSENTRIS TIPE Y DAN INVERTED-Y
Wilayah Indonesia terletak pada cincin api pasifik dan pertemuan empat lempeng utama dunia yangmenyebabkan Indonesia seringkali terjadi gempa bumi. Oleh karena itu, perlu direncanakan bangunan tahangempa. Salah satu bangunan tahan gempa yaitu menggunakan sistem rangka bracing eksentris. Sistemrangka bracing eksentris memiliki elemen tambahan yaitu link beam agar dapat mendisipasi energi bebangempa tersebut. Terdapat beberapa macam rangka bracing eksentris yang salah satunya yaitu bracingeksentris tipe Y dan bracing eksentris tipe inverted-Y. Penelitian ini melakukan analisa perilaku beban danperpindahan dari suatu portal baja yang diberikan bracing eksentris tipe Y dan inverted-Y menggunakanbantuan perangkat lunak ABAQUS Student Edition dengan cara analisa statik non-linier yaitu pushoveranalysis. Analisis pushover ini dilakukan dengan menempatkan beban pada portal ditingkatkan secarabertahap hingga portal mencapai ambang keruntuhannya. Jarak eksentrisitas dari link beam tersebut jugadibedakan menjadi jarak eksentrisitas sebesar 60 cm dan 120 cm. Kemudian pada pemodelan setiap portaltersebut pada saat komputasi akan dilakukan 5 (lima) tipe meshing berdasarkan number of elements, yaknimenggunakan meshing 4, 8, 16, 25, dan 32. Hasil dari analisis dari software ABAQUS Student Editionmenunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari perbedaan panjang eksentrisitas pada rangka bracing eksentris.Semakin panjang link beam maka semakin kecil beban yang dapat ditahan oleh struktur sedangkanperpindahan akan semakin besar.Kata kunci: beban lateral, rangka bresing eksentris, meshing, beban dan perpindahan, ABAQU
ANALISIS PEMODELAN PERILAKU BEBAN DAN PERPINDAHAN PADA PORTAL DENGAN BRACING TIPE INVERTED-V EKSENTRIS DUA ARAH
Penerapan struktur portal tahan gempa menjadi salah satu aspek penting dalam perencanaan bangunansaat ini. Termasuk di Indonesia yang wilayahnya sendiri memiliki potensi yang tinggi untuk terjadinyagempa bumi. Salah satu inovasi yang umum digunakan dalam perencanaan struktur tahan gempa adalahpenambahan bracing (pengaku). Penerapan sistem bracing konsentris secara teoritis memiliki kekuatandan kekakuan yang tinggi. Namun penerapan sistem bracing konsentris seringkali menjadi kendaladalam pemasangan elemen non struktural seperti pintu dan jendela. Maka dari itu, diperlukan penelitianlebih lanjut tentang bracing eksentris untuk memberikan solusi terhadap masalah tersebut. Penelitian inijuga diperlukan untuk mengetahui bagaimana perilaku dari portal bracing tipe inverted-V padapenerapannya nanti di lapangan. Terdapat tiga model yang digunakan pada penelitian ini dengan variasipanjang eksentrisitas, yaitu 0 cm (konsentris), 60 cm (link pendek), dan 120 cm (link panjang). Portalmemiliki dimensi 4 m x 4 m dan menggunakan profil baja WF dengan mutu baja BJ-37. Analisisdilakukan dengan bantuan software ABAQUS Student Edition dan dilakukan meshing sebanyak dua kali,yaitu meshing 4 dan 25 untuk memperoleh nilai beban dan perpindahan maksimum. Dari analisisdiperoleh hasil dengan kesimpulan bahwa, panjang eksentrisitas mempengaruhi kapasitas beban danperpindahan maksimum struktur. Hal ini dibuktikan dengan portal bracing konsentris memiliki nilaibeban terbesar dan portal bracing eksentris 120 cm memiliki nilai beban terkecil. Sebaliknya, portalbracing eksentris 120 cm memiliki nilai perpindahan maksimum terbesar dan portal bracing konsentrismemiliki nilai perpindahan maksimum terkecil.Kata kunci: bracing, eksentrisitas, beban, perpindahan, ABAQUS