Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
    1439 research outputs found

    Pengaruh Penggunaan Agregat Kasar Expanded Polystyrene dengan Coating Pasta Semen terhadap Lendutan dan Pola Retak pada Balok Beton Bertulang

    No full text
    Penggunaan beton konvensional yang masif menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan akibat konsumsi agregat alam yang tinggi dan ketersediaannya yang semakin menipis. Salah satu solusi alternatif adalah memanfaatkan limbah Expanded Polystyrene (EPS) atau Styrofoam sebagai substitusi agregat alam, yang juga berpotensi menghasilkan beton ringan. Namun, penambahan EPS dapat mengurangi kekuatan beton. Untuk mengatasi hal ini, pelapisan EPS dengan pasta semen diusulkan sebagai metode untuk meningkatkan kekuatannya. Penelitian ini menginvestigasi pengaruh variasi persentase EPS terhadap lendutan dan pola retak pada balok beton bertulang. Tiga variasi benda uji digunakan: 25% EPS, 75% EPS, dan NCA (agregat alam). Hasil pengujian menunjukkan bahwa benda uji dengan EPS memiliki beban ultimit yang lebih rendah dibandingkan benda uji NCA. Selain itu, lendutan terbesar terjadi pada benda uji 75% EPS. Dalam hal pola retak, benda uji NCA menunjukkan satu garis retak, sedangkan benda uji lainnya menunjukkan dua dan tiga garis retak, meskipun seluruhnya merupakan retak lentur

    Pengaruh Jumlah Lapisan Geopolimer sebagai Coating Agregat Kasar Daur Ulang terhadap Permeabilitas Beton

    No full text
    Peningkatan kebutuhan beton di Indonesia mendorong pencarian material alternatif ramah lingkungan, seperti Recycled Coarse Aggregate (RCA), untuk mengurangi dampak eksploitasi agregat alam dan limbah konstruksi. Namun, RCA memiliki kelemahan intrinsik seperti penyerapan air tinggi dan densitas rendah akibat mortar residu, yang memengaruhi sifat mekanik dan durabilitas beton. Berbagai metode perbaikan RCA telah diuji, namun seringkali belum efektif menghilangkan mortar atau menimbulkan masalah ekonomi/lingkungan baru. Penelitian ini mengusulkan pelapisan geopolimer dalam beberapa variasi lapisan (1,2, dan 3 lapisan) pada RCA sebagai solusi inovatif. Geopolimer, yang terbuat dari fly ash kelas C dan diaktifkan alkali, memiliki sifat pozzolan dan kedap air, yang dapat mengisi pori-pori RCA sehingga mengurangi penyerapan air dan meningkatkan berat isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelapisan geopolimer dapat meningkatkan kualitas agregat kasar daur ulang, meningkatkan berat isi, dan menurunkan penyerapan air. Penurunan nilai permeabilitas beton juga teramati, dengan penurunan tertinggi mencapai 46% pada tiga lapis pelapisan geopolimer

    PENGARUH VARIASI PERSENTASE GROUND GRANULATED BLAST FURNACE SLAG DAN AKSELERATOR TERHADAP KUAT LENTUR BETON

    No full text
    Perkembangan pesat di dunia kontruksi sejalan dengan kebutuhan semen yang meningkat. Namun, peningkatan produksi semen berdampak negatif terhadap lingkungan karena kontribusinya terhadap sekitar 2,5% emisi CO2 secara global. Oleh karena itu, diperlukan inovasi untuk mengurangi emisi ini dengan mengganti sebagian semen portland menjadi GGBFS. Pada penelitian ini dilakukan pembahasan mengenai pengaruh persentase GGBFS dan akselerator berdasarkan umur beton terhadap kuat lentur beton. Pada penelitian ini dilakukan pembahasan mengenai pengaruh persentase GGBFS dan akselerator berdasarkan umur beton terhadap kuat lentur beton. Penelitian ini mengganti semen secara parsial dengan GGBFS dengan persentase 0%, 20%, dan 50% dari berat semen. Selain itu, akselerator digunakan dengan variasi pakai dan tidak pakai. Penelitian ini menggunakan benda uji silinder dengan dimensi 60 x 8 x10 cm. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengujian kuat lentur beton pada umur 28 dan 56 hari secara umum naik dan turun sampai dengan persentase GGBFS 20% dari berat semen. Pada umur 56 hari, secara umum kuat lentur beton masih mengalami kenaikan walupun tidak signifikan mengindikasikan bahwa material GGBFS semakin lama umur beton maka semakin naik juga nilai kuat lentur beton. Campuran beton pada umur 56 hari dengan 20% GGBFS dan menggunakan akselerator adalah campuran yang paling optimum, dengan nilai kuat lentur sebesar 4,95 MPa. Dapat disimpulkan bahwa material GGBFS akan mempengaruhi nilai kuat lentur beton dengan umur yang lebih lama. Oleh karena itu, persentase GGBFS mempengaruhi nilai kuat lentur beton. Kata kunci : Ground Granulated Blast Furnace Slag, Akselerator, Kuat Lentu

    Studi Pengaruh Volume dan Densitas Sel Bakteri Sporosarcina Pasteurii terhadap Peningkatan Stabilitas Tanah Lanau Menggunakan Metode Microbially Induced Calcium Carbonate Precipitation (MICP)

    No full text
    Perkembangan pesat di sektor konstruksi menuntut peningkatan kualitas tanah sebagai dasar pondasi yang kuat dan stabil. Tanah lanau pada dasarnya memegang sifat mekanis yang kurang  baik, misal kekuatan geser yang rendah serta permeabilitas yang tergolong tinggi, menyebabkan ketidakstabilan pada struktur yang didirikan di atasnya. Oleh karena itu, dibutuhkan metode perbaikan tanah yang efektif sekaligus ramah lingkungan guna meningkatkan stabilitas dan kekuatan tanah lanau. Metode MICP bekerja dengan cara menginokulasikan bakteri ureolitik Sporosarcina Pasteurii ke dalam tanah yang mengandung larutan kalsium nitrat (Ca(NO3)2). Bakteri ini akan mengkatalisis proses urease yang memecah urea menjadi ion karbonat, yang kemudian bereaksi dengan ion kalsium dari kalsium nitrat menghasilkan endapan kalsium karbonat (CaCO3). Endapan CaCO3 ini berfungsi sebagai perekat biologis yang mengikat partikel-partikel tanah, meningkatkan kohesi antar butir tanah, dan menghasilkan rantai kristal yang memperkuat struktur tanah agar lebih stabil dan kuat. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan dua parameter utama, yaitu densitas sel bakteri Sporosarcina Pasteurii dan kadar volume sebagai sumber ion kalsium. Variasi densitas sel bakteri dilakukan untuk mengetahui pengaruh jumlah bakteri terhadap kecepatan dan jumlah presipitasi CaCO3 yang terbentuk. Sedangkan variasi kadar volume bertujuan mengoptimalkan ketersediaan ion kalsium sehingga dapat mendukung proses pembentukan endapan kalsium karbonat secara maksimal

    Pengaruh Penambahan Kappa Carrageenan Powder terhadap Kinerja Marshall Campuran Laston Lapis Aus Asbuton (AC-WC Asb)

    No full text
    Indonesia adalah negara dengan persediaan Asbuton terbesar di dunia. Namun, sampai saat ini penggunaannya belum optimal dikarenakan kandungan bitumen dalam Asbuton yang sulit keluar dari rongga antara mineral. Kappa Carrageenan merupakan salah satu bahan aditif yang menghasilkan gel yang kaku sehingga dapat membantu sebagai bahan pengikat tambahan dan dapat mengatasi kelemahan Asbuton. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hasil dari substitusi Asbuton dalam campuran Laston Lapis Aus (AC-WC) serta penambahan Kappa Carrageenan Powder. Penelitian ini menggunakan wet process dengan penambahaan kadar Kappa Carrageenan Powder sebesar 2%, 3%, 4%, 5%, dan 6%. Analisis dilakukan dengan uji Marshall dan dilanjutkan dengan pengolahan data. Didapatkan niali optimum penambahan Kappa Carrageenan Powder sebesar 3% dengan KAO aspal sebesar 6.5% dengan peningkatan VFA sebesar 2%, stabilitas sebesar 29%, MQ sebesar 70% dibandingkan dengan campuran tanpa bahan tambahan (aditif). Namun, untuk nilai VIM, VMA, serta kelelehan (flow), mengalami sedikit penurunan namun masih dalam batas spesifikasi yang ditentukan. Maka dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan Kappa Carrageenan Powder memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap bebean lalu lintas dan cocok digunakan untuk beban lalu lintas berat

    Kajian Dampak Lalu Lintas akibat Perubahan Akses Angkutan Kota Malang di Terminal Arjosari

    No full text
    Kemacetan di sekitar Terminal Arjosari, Malang, disebabkan oleh adanya “terminal bayangan” di Jalan Raden Intan yang menyebabkan penurunan kinerja jaringan jalan di sekitar Terminal Arjosari. Studi kajian lalu lintas bertujuan untuk analisis dampak lalu lintas terhadap rencana perubahan akses angkutan kota (angkot) yang berguna untuk mencari solusi dari permasalahan ini. Metodologi penelitian kajian lalu lintas ini mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 untuk menganalisis kinerja tiga simpang utama, yaitu simpang bersinyal 3-kaki Jl. Raden Intan-Jl. J. Ahmad Yani, simpang tidak bersinyal 3-kaki Jl. Raden Intan-Jl. R. Panji Suroso, simpang bersinyal Jl. R. Panji Suroso-Jl. S. Panji Suroso. Dua skenario simulasi yang direncanakan adalah “Belok Kanan” dan “Putar Balik”. Kajian lalu lintas ini juga akan melakukan survei perilaku terhadap penumpang angkot, supir bus, dan penumpang bus. Hasil dari kajian lalu lintas ini menunjukkan adanya perbedaan antara solusi teknis dan preferensi pengguna. Skenario “Putar Balik” terbukti lebih baik secara teknis dalam sedikit mengurangi kemacetan di simpang kritis. Sebaliknya, skenario “Belok Kanan” lebih diterima oleh 85% sopir dan 63% penumpang, namun secara teknis memperburuk kondisi simpang 3-kaki Jl. Raden Intan-Jl. R. Panji Suroso yang sudah jenuh. Kesenjangan informasi terkait dengan rencana perubahan ini (70%) dan potensi fasilitas parkir baru di dalam terminal yang memadai (didukung oleh 86% penumpang bus) menjadi faktor penting. Sehingga dari kajian ini disarankan melakukan perubahan dengan skenario “Belok Kanan”, dengan beberapa saran seperti sosialisasi yang terencana dengan baik kepada para pengguna transportasi, menyediakan fasilitas parkir dengan jaminan fasilitas aman dan tarif terjangkau. Serta disarankan untuk meningkatkan fasilitas terminal dan melakukan penegakan aturan dengan tegas untuk mengembalikan fungsi Terminal Arjosari sebagai tempat perpindahan moda transportasi. Kata Kunci : Analisis Dampak Lalu Lintas, Kinerja Lalu lintas, Perubahan Akses, Terminal Arjosari, Terminal Bayangan

    Pengaruh Pengunaan Recycled Coarse Aggregate ( RCA ) yang di Coating dengan Geopolimer Terhadap Modulus ElastisitasBeton

    No full text
    Pembangunan gedung maupun infrastruktur di Indonesia semakin berkembang,  sehingga menyebabkan permintaan akan material konstruksi semakin tinggi, baik  berupa semen, agregat kasar, maupun agregat halus. Pada umumnya pada dunia  konstruksi untuk agregat kasar dan halus, menggunakan material-material alami,  seiring dengan berjalannya waktu sumber daya alam Indonesia akan habis apabila  terus-menerus digunakan untuk material pembangunan, oleh sebab itu perlu  adanya langkah-langkah untuk mengurangi penggunaan material tersebut. Melalui kajian yang telah disebutkan, dilakukan penelitian dengan menggunakan  metode deskriptif kuantitatif. Metode ini dilakukan dengan pengambilan data  umum maupun teknis sehingga menghasilkan kesimpulan berdasarkan angka angka yang di dapat. Berdasarkan penelitian ini, didapatkan berat isi rata-rata agregat kasar daur ulang  (RCA) sebesar 1393,62 kg/m3. Untuk nilai berat isi rata-rata agregat kasar daur  ulang (RCA) dengan variasi molaritas NaOH dan Solid-Liquid Ratio yaitu M8,  M10, M12, dan M14 berturut-turut sebesar 1329,26 kg/m3, 1315,04 kg/m3,  1358,18 kg/m3, dan 1306,51 kg/m3. Setelah dilakukan coating, berat isi agregat  meningkat menjadi sebesar berturut-turut 1438,60 kg/m3, 1384,97 kg/m3,  1425,71 kg/m3, dan 1385,44 kg/m3. Hal ini dapat diartikan bahwa RCA setelah  ditambahkan coating akan menambah berat isi, namun penambahannya tidak  signifikan.  Kata kunci : RCA, Modulus Elastisitas, Beto

    ANALISIS HAMBATAN DALAM PENERAPAN KONSTRUKSI MODULAR BERDASARKAN PERSEPSI KONTRAKTOR PT X DI JAKARTA

    No full text
    Industri konstruksi memegang peranan krusial dalam pembangunan, namun tak dapat dimungkiri bahwa sektor ini turut menyumbang pada krisis lingkungan global melalui emisi CO2, limbah, dan konsumsi energi. Dalam konteks ini, konstruksi modular menawarkan potensi signifikan sebagai pendekatan berkelanjutan yang mampu mengatasi isu-isu tersebut, namun penerapannya di Indonesia masih belum masif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hambatan-hambatan dalam penerapan konstruksi modular di Indonesia dengan survei kuantitatif pada tiga perusahaan di wilayah Jakarta yang memiliki pengalaman dalam proyek modular. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memberikan gambaran komprehensi mengenai hambatan utama yang menghambat implementasi pendekatan ini

    Pengaruh Penambahan Serat Kappa Carrageenan terhadap Kinerja Marshall pada Campuran (AC-WC ASB)

    No full text
    Indonesia memiliki aspal alam melimpah, aspal buton (asbuton) dari Pulau Buton dengan cadangan 600 juta ton, yang dapat menggantikan sebagian aspal minyak meski kualitasnya lebih rendah dan perlu ditingkatkan dengan penambahan serat kappa carrageenan yang diolah menggunakan sunflower oil pengujian Marshall dilakukan untuk menentukan pengaruh dan kadar optimum. Serat kappa carrageenan dibuat dengan microfluidic device, kadar aspal optimum 6,5%, dan serat ditambahkan sebesar 1%, 3%, 5%, serta 7% dari berat aspal dengan panjang serat 1 cm analisis dilakukan menggunakan grafik pita untuk mengetahui kadar optimum. Hasil menunjukkan kadar optimum serat kappa carrageenan pada campuran AC-WC Asb adalah 7%, dimana penambahan 1%-3% menurunkan VIM dan VMA, tetapi pada 3%-7% meningkat; VFA naik pada 1%-3% dan turun pada 3%-7%; stabilitas meningkat seiring kadar serat naik, sementara nilai flow menurun

    Analisis Stabilitas Lereng dengan Perkuatan Soil Nailing Akibat Pengaruh Hujan Menggunakan Metode Kesetimbangan Batas (Studi Kasus: Proyek Jalan Kretek – Girijati, Yogyakarta)

    No full text
    Salah satu tantangan stabilitas lereng pada proyek jalan Kretek-Girijati di Yogyakarta dipicu oleh topografi yang curam dan adanya rembesan air pada permukaan lereng. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini menganalisis efektivitas metode perkuatan soil nailing, yang bekerja dengan memasang batang baja untuk meningkatkan kekuatan geser tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi lereng eksisting tidak aman dengan angka keamanan (FS) sebesar 1,0683 dan akibat pengaruh hujan angka keamanan mengalami penurunan akibat meningkatnya tekanan air pori sehingga diperoleh FS sebesar 1,0583. Setelah penerapan perkuatan soil nailing, stabilitas lereng meningkat secara signifikan. Dari berbagai variasi kemiringan yang diuji, inklinasi 20° terbukti paling optimal, dengan menghasilkan FS sebesar 1,5928 pada kondisi normal dan 1,5730 saat dipengaruhi hujan, sehingga memenuhi standar keamanan yang disyaratkan

    0

    full texts

    1,439

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇