Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
1439 research outputs found
Sort by
Studi Analisis Perencanaan Sistem Pracetak Pada Gedung Fave Hotel Rungkut Surabaya
Gedung Fave Hotel Rungkut Surabaya dibangun dengan menggunakan struktur beton bertulang (cast in situ). Namun, struktur beton bertulang sendiri memiliki kekurangan terkait waktu pengerjaannya yang relatif lama dan kebutuhan tenaga pekerja yang dibutuhkan terbilang cukup banyak dimana dapat menghabiskan biaya yang cukup besar. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mempercepat waktu pelaksanaan yaitu dengan memakai metode beton pracetak (precast) sebagai alternatif komponen struktural dalam pelaksanaannya. Metode beton pracetak (precast) adalah teknologi konstruksi struktur beton yang dicetak di pabrik kemudian dipasang di lokasi proyek. Sehingga, proses pembangunan atau konstruksi akan jauh lebih cepat dibanding dengan menggunakan beton konvensional.
Hal yang harus diperhatikan dalam penelitian kali ini berupa karakteristik daerah yang akan direncanakan beton pracetak yaitu berada di kota Surabaya yang berada di wilayah Menanggal. Hal ini menjadikan pertimbangan khusus dalam memodifikasi keruntuhan bangunan tahan gempa yang menggunakan konstruksi beton pracetak (precast) ditentukan oleh
kualitas sambunganya, terutama pada sambungan balok – kolom. Oleh karena itu agar bangunan Gedung Fave Hotel Rungkut Surabaya aman tahan terhadap gempa penulis melakukan kontrol terdapat ketahanan gempa meliputi : Kontrol partisipasi massa, Kontrol periode getar struktur, Kontrol nilai akhir respon spektrum, dan Kontrol batas simpangan (drift).
Analisis sambungan balok – kolom pracetak baik yang ditengah yang dilakukan pada kondisi setelah cor penuh dengan beban yang dipikul oleh balok adalah beban beban mati, beban hidup dan beban gempa menunjukkan hasil yang aman terhadap lentur dan geser. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil analisis sambungan di tengah menunjukkan momen nominal sebesar 411,003 kNm lebih besar dari momen ultimate sebesar 255,29978 kNm dan kuat geser nominal sebesar 2715,48 kN lebih besar dari gaya geser yang terjadi sebesar 884,426 kNm.
Kata kunci : Balok pracetak, Struktur beton, bangunan tahan gemp
Penjadwalan Tenaga Kerja dengan Metode Pemerataan Sumber Daya (Resource Leveling) pada Proyek Rusun Penjaringan Surabaya
Alokasi sumber daya terutama tenaga kerja yang tidak efisien menjadi masalah yang umum dihadapi dalam proyek konstruksi. Penggunaan tenaga kerja pada proyek konstruksi yang masih mengalami fluktuasi yang tajam, dimana sebaran kebutuhan akan tenaga kerja selama proyek berlangsung dapat menjadi sangat tinggi atau sangat rendah. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemerataan sumber daya untuk meminimalisir fluktuasi tersebut. Pada penelitian ini aplikasi Microsoft Project dipilih sebagai alat untuk membantu membuat penjadwalan. Penelitian ini dilakukan pada pembangunan Rusunawa Penjaringan Sari Tahap II yang berlokasi di Kota Surabaya. Pemerataan Sumber Daya pada penelitian ini dilakukan pada satu jenis sumber daya yang sering kali memiliki pengalokasian terbesar yaitu pekerja. Berdasarkan analisis dari hasil pemerataan yang dilakukan tanpa merubah durasi total proyek, didapatkan penurunan jumlah maksimum terhadap jumlah kebutuhan pekerja tiap harinya. Jumlah kebutuhan maksimum pekerja sebelum pemerataan sebanyak 183 orang pekerja. Namun sesudah pemerataan dilakukan, jumlah kebutuhan maksimum pekerja turun menjadi 134 orang pekerja.
Kata kunci: Pemerataan Sumber Daya, Rusun Penjaringan Sari, Pekerja
Studi Eksperimental pada Balok Komposit Berongga Baja Cold-Formed Tipe Double C Berhadapan dengan Variasi Jarak Sambungan Sekrup Terhadap Kapasitas Lentur
Salah satu inovasi dalam konstruksi adalah penggunaan material baja yang sangat tipis tetapi memiliki kekuatan yang sangat tinggi, yaitu baja cold-formed. Material ini merupakan material ramah lingkungan karena dapat di daur ulang dan memiliki ketebalan antara 0,5mm-4mm tetapi memiliki kekuatan serta kekakuan yang tinggi, sehingga cocok digunakan pada konstruksi. Maka dari itu, apabila dikombinasikan dengan material beton sebagai elemen struktur maka kapasitas dari struktur tersebut akan dapat menahan beban 33%-50% lebih besar dari beban yang ditahan oleh baja profil sebagai non komposit. Pada penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jarak sambungan pada struktur balok komposit berongga yang dilakukan dengan eksperimen di Laboratorium Struktur dan Bahan Konstruksi Teknik Sipil FT-UB. Penelitian ini dilakukan pengujian lentur terhadap balok komposit berongga dimana beton menyelimuti baja cold-formed dengan tipe double C berhadapan dan disambung menggunakan sekrup dengan variasi jarak sambungan 150mm, 200mm, serta 300mm. Berdasarkan eksperimen didapatkan hasil bahwa jarak sambungan mempengaruhi kapasitas balok, lendutan, dan tegangan lentur. Kapasitas maksimum dari balok dengan jarak sambungan 150mm sebesar 4084,83 Kg, kapasitas balok dengan jarak sambungan 200mm sebesar 4036,67 Kg, dan jarak sambungan 300mm didapatkan kapasitas sebesar 4031 Kg. Semakin kecil jarak sambungan, maka semakin besar kapasitas dan tegangan lentur pada balok, sedangkan lendutan yang terjadi akan semakin kecil.
Kata kunci : Balok Komposit Berongga, Baja Cold-Formed, Jarak Sambungan, Kapasitas, Lendutan, dan Uji Lentu
Energy Efficient Design of Building Based on Building Information Modelling (BIM)
Building energy analysis is rarely carried out due to the complexity of building shape and materials. On the other hand, the urgency of environmentally friendly construction is increasing through the vision of the SDGs and Architecture 2030. The development of BIM technology is expected to provide accurate estimates of building energy consumption for projects undertaken, as well as recommendations for alternative designs and specifications to increase the energy efficiency of a building. The use of BIM technology for energy analysis during building design helps to implement green building sustainable design based on the analysis of BIM energy simulation software. Data of three-dimensional BIM model with the attributes of materials, project schedule and location are used in building energy consumption simulation analysis. Several scenarios of different materials and layout are carried out to determine the most efficient scenario for energy consumption and followed by its cost estimation. The results of this study are expected to be able to provide the energy value that can be saved through predetermined scenarios as well as the value of the costs required to run a more energy-friendly design scenario in a comprehensive manner
Studi Eksperimen Pengaruh Penambahan Pilin Serat Polypropylene Pada Limbah Masker Terhadap Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, Modulus Elastisitas, dan Poisson Ratio Beton Normal
Penggunaan masker dalam kehidupan sehari-hari dapat menyebabkan menumpuknya limbah masker. Hal tersebut akan menimbulkan pencemaran pada lingkungan karena masker memiliki kandungan polypropylene. Sementara, serat polypropylene adalah jenis serat yang dapat meningkatkan sifat mekanis beton. Sehingga tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dampak dari penggunaan serat polypropylene limbah masker terhadap kuat tekan, kuat tarik belah, modulus elastisitas, dan poisson ratio beton normal. Pengujian dilakukan pada benda uji silinder dan variasi penambahan serat yaitu 0% ; 0,5% ; 1% ; 1,5% dari volume benda uji dengan ukuran panjang serat 50 mm dan lebar 3 mm yang dipilin 5 kali. Didapatkan hasil penelitian bahwa penggunaan serat pada campuran beton dapat meningkatkan sifat mekanis beton dengan nilai optimum pada variasi tertentu yaitu kuat tekan pada variasi 1%, kuat tarik belah pada variasi 0,5%, modulus elastisitas pada variasi 0,5% (ASTM C469) dan 1% (SNI 2847:2019), serta poisson ratio pada variasi 0,5%.
Kata kunci: limbah masker, kuat tekan, kuat tarik belah, modulus elastisitas, poisson rati
Analisis Efisiensi Biaya Material dan Tenaga Kerja untuk Pekerjaan Struktur pada Proyek Gedung Fakultas Kedokteran Gigi di Kota Malang Berbasis Building Information Modeling (BIM)
Dalam sektor konstruksi, analisis biaya merupakan salah faktor penting dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi. Building Information Modeling (BIM) merupakan teknologi dalam bidang konstruksi yang berfungsi untuk melakukan simulasi, perencanaan, pembangunan, dan operasi bangunan secara digital. BIM memungkinkan pemodelan 3D yang mendetail, mencakup aspek struktural, arsitektural, dan sistem MEP (Mechanical, Electrical, dan Plumbing). Dengan analisis yang teliti, penggunaan BIM dapat meningkatkan efisiensi biaya dan kualitas dalam proyek konstruksi. Pada penelitian ini, dilakukan pemodelan 3D elemen struktur dari Gedung Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya berdasarkan gambar Detailed Engineering Design (DED). Setelah pemodelan 3D selesai, kemudian dilakukan Material Take-off untuk mengetahui besarnya volume setiap item pekerjaan. Volume yang dihasilkan kemudian digunakan untuk menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) baru, lalu dibandingkan dengan RAB kontraktor untuk mengetahui besarnya efisiensi biaya. Selain itu, dilakukan analisis biaya-manfaat (benefit-cost ratio) untuk menganalisis kelayakan investasi software BIM dalam proyek konstruksi, dengan membandingkan biaya pengadaan software BIM dengan besarnya efisiensi biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi BIM pada proyek Gedung Fakultas Kedokteran Gigi di Kota Malang dapat meningkatkan efisiensi biaya sebesar 2,15%. Analisis benefit-cost ratio menunjukkan bahwa penggunaan software BIM layak dilakukan dengan nilai BCR sebesar 3,93 untuk Alternatif 1 (paket lisensi dan pelatihan software perbulan, untuk durasi 6 bulan) dan 2,42 untuk Alternatif 2 (paket lisensi dan pelatihan software pertahun, untuk durasi 1 tahun).
Kata Kunci: Building Information Modeling (BIM), efisiensi biaya, konstruksi, manajemen proyek, benefit-cost ratio (BCR
HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP PENERAPAN KNOWLEDGE SHARING PADA PERUSAHAAN KONSTRUKSI (STUDI KASUS PERUSAHAAN KONTRAKTOR X DI SURABAYA)
Industri konstruksi di Indonesia memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi dengan meningkatnya permintaan untuk layanan konstruksi dan ekspansi proyek infrastruktur. Persaingan bisnis yang ketat, baik dari perusahaan lokal maupun asing, mempengaruhi perusahaan konstruksi di Surabaya, sebuah kota dengan industri konstruksi yang berkembang pesat. Dalam menghadapi persaingan ini, perusahaan konstruksi harus berinovasi, meningkatkan kualitas dan hasil kinerja, serta memperhatikan budaya organisasi yang memengaruhi kebijakan dan kinerja karyawan. Berbagi pengetahuan adalah faktor penting dalam mengelola pengetahuan dan pengalaman di perusahaan konstruksi, namun masih menghadapi tantangan dalam menerapkan praktik berbagi pengetahuan. Penelitian ini melibatkan karyawan dari perusahaan konstruksi terkemuka di Surabaya sebagai responden, dengan menggunakan metode OCAI untuk menilai jenis budaya organisasi yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi tipe klan memiliki pengaruh positif terhadap pelaksanaan berbagi pengetahuan. Nilai berbagi pengetahuan meningkat sejalan dengan implementasi budaya organisasi yang diterapkan di perusahaan konstruksi tersebut.Kata Kunci : Budaya Organisasi, Berbagi Pengetahuan, OCA
Evaluasi Kinerja Seismik Gedung Beton Bertulang Dua Lantai yang didesain hanya dengan Beban Gravitasi di Kota Malang
Malang merupakan salah satu kota di Pulau Jawa yang mengalami beberapa kali gempa bumi. Perencanaan struktur yang telah diperhitungkan dengan baik harus disertai dengan pemasangan detail tulangan sesuai dengan standar yang berlaku yaitu SNI 2847:2019 untuk meminimalisir timbulnya korban jiwa saat gempa bumi terjadi. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk merancang struktur bangunan gedung beton bertulang dua lantai yang didesain hanya menggunakan beban gravitasi dan detail penulangan sesuai dengan SNI 2847:2019. Analisis ini menggunakan program analisis struktur berbasis elemen hingga dengan pemodelan 3D serta evaluasi kinerja seismik dengan metode pushover. Diperoleh hasil yaitu struktur tergolong level kinerja damage control dan mengalami mekanisme sendi plastis gabungan (beam sway mechanism dan column sway mechanism). Gaya geser arah X adalah 1017046,13 kg dengan nilai displacement sebesar 0,15 m. Sedangkan, Gaya geser dasar arah Y adalah 897485,28 kg dengan nilai displacement sebesar 0,11 m. Sendi plastis pada arah X mulai muncul pada bagian balok di step ke-3, dan diikuti pada bagian kolom di step ke-4, serta sendi plastis terakhir terjadi pada step ke-19. Sedangkan, sendi plastis pada arah Y mulai muncul pada bagian balok di step ke-3, dan diikuti pada bagian kolom di step ke-4, serta sendi plastis terakhir terjadi pada step ke-9.
Kata kunci: gempa bumi, pushover, analisis elemen hingga, level kinerja, sendi plasti
ANALISIS STABILITAS LERENG MENGGUNAKAN PEKUATAN DOUBLE ROW PILE DENGAN VARIASI POSISI DAN PANJANG PILE PADA RUAS JALAN NASIONAL, DESA BATURITI, KECAMATAN BATURITI, KABUPATEN TABANAN, BALI
Pada bulan Oktober tahun 2020, terjadi bencana longsor yang tidak dapat dihindari pada lereng ruas Jalan Nasional km 39+900, Baturiti, Tabanan, Bali. Kelongsoran pada badan jalan ini kemungkinan disebabkan karena kuat geser tanah yang menurun sebagai dampak adanya rembesan dalam tanah dan beban lalu lintas yang meningkatkan tegangan dalam tanah. Dalam beberapa kasus, penyebab tersebut sering tidak dapat dihindarkan. Maka dari itu, diperlukan struktur perkuatan untuk menstabilkan lereng setelah kelongsoran sehingga tidak terjadi keruntuhan pada lereng tersebut. Salah satu struktur perkuatan lereng yang sering digunakan adalah pondasi tiang (pile). Penelitian ini menggunakan software yang berbasis FEM yaitu Plaxis 2D dan Plaxis 3D. Pemodelan lereng tersebut didasarkan pada keadaan aslinya dengan menggunakan data sekunder berupa data tanah dan parameter tanah seperti sifat-sifat tanah, modulus pile, modulus elastisitas tanah. Lereng ini dimodelkan dengan menggunakan perkuatan tiang dua baris. Kemudian dilakukan suatu percobaan dengan menggunakan variasi posisi dan panjang pile pada baris kedua sehingga didapatkan variasi paling optimum dari setiap variasi tersebut. Variasi posisi pile yang digunakan adalah Lx/L = 0,4; Lx/L = 0,5; Lx/L = 0,6; Lx/L = 0,7 dan variasi panjang pile yang digunakan adalah 14 m; 16 m; 18 m;20 m. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa lereng dengan menggunakan 2 baris perkuatan mampu memberikan dampak dengan meningkatkan nilai angka keamanan jika dibandingkan dengan lereng tanpa perkuatan dan lereng dengan perkuatan baris 1 tiang. Hasil dari variasi posisi yang optimal mampu menahan terjadinya longsor terletak dalam posisi terjauh yaitu Lx/L = 0,4. Sementara itu, hasil dari variasi panjang pile optimum yang dapat menahan terjadinya longsor terletak pada variasi terpanjang yaitu 20 meter. Peningkatan nilai keamanan pada PLAXIS 2D mencapai sebesar 36,99 % jika dibandingkan dengan lereng tanpa perkuatan dan 8,59 % jika dibandingkan dengan lereng satu baris perkuatan. Sedangkan pada PLAXIS 3D mencapai sebesar 37,66 % jika dibandingkan dengan lereng tanpa perkuatan dan 9,02 % jika dibandingkan dengan lereng dengan perkuatan satu baris.
Kata kunci : angka keamanan, lereng, pile, perkuatan dua baris, variasi panjang, variasi posis
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN GEDUNG SEKOLAH GLORIA GRAND PAKUWON SURABAYA MENGGUNAKAN SISTEM PROFIL CASTELLATED BEAM
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan berbagai provinsi. Salah satunya adalah Provinsi Jawa Timur yang bertepatan dengan Kota Surabaya. Pertumbuhan membawa konsekuensi logis dari tuntutan infrastruktur penunjang kehidupan di kota Surabaya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perencanaan studi alternative menggunakan castellated beam dengan menggunakan metode LRFD (Load and Resistance Factor Design) pada Gedung Sekolah Gloria Grand Pakuwon Surabaya. Metode penelitian dengan cara meingumpulkan gambar deinah bangunan darii tiim teikniis kontraktor PT. Hutama Yasa Kreiasii yang beirfungsii seibagaii acuan untuk meireincanakan dan meinganaliisiis peireincanaan geidung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Beirdasarkan darii peirhiitungan peireincaaan Casteillateid Beiam deingan komposiit pada profiil WF 350x250 dan WF 175x125 diidapatkan hasiil peirhiitungan bahwa peireincaaan sudah aman untuk meinahan gaya yang beireikeirja pada struktur bangunan Geidung.
Kata Kunci: Perencanaan, Gedung Sekolah, Castellated Beam