Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
    1439 research outputs found

    Pengaruh Penggunaan Recycled Coarse Aggregate (RCA) terhadap Kuat Tekan Beton Polimer Porous

    No full text
    Pesatnya pertumbuhan populasi global menciptakan permintaan besar untukpembangunan gedung sehingga menyebabkan eksploitasi besar-besaran pada alam danpeningkatkanya limbah konstruksi. Salah satu solusinya dengan menggunakaan kembalilimbah konstruksi. Agregat kasar daur ulang (RCA) memiliki kualitas yang lebih rendahdibandingkan dengan agregat kasar alami atau Natural Coarse Aggregate (NCA) dikarenakanpori-pori yang ada menyebabkan penyerapan yang besar sehingga menghasilkan kuat tekanyang lebih rendah. Beton polimer dikenal kekuatannya yang sangat baik, penggunaan polimersebagai pengganti semen diharapkan dapat meningkatkan kuat tekan dan modulus elastisitasdari beton. Pada penelitian ini beton porous dibuat dengan polimer sebagai pengganti semendan menggunakan RCA. Langkah pertama pada penelitian ini adalah membandingkan antarabeton porous yang sama-sama menggunakan semen beragregat NCA dan RCA. Langkah keduamembandingkan beton porous yang sama-sama menggunakan RCA dengan bahan perekatsemen dan polimer. Selain itu ada variasi untuk meningkatkan persentase polimer danpenambahan fly ash pada beton. Didapatkan hasil kuat tekan yang dihasilkan dari beton yangmenggunakan NCA menghasilkan kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan RCA. Betondengan bahan perekat polimer memiliki kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan dengansemen. Peningkatan persentase polimer dan penambahan fly ash menghasilkan peningkatankuat tekan pada beton porous. Kata Kunci : agregat kasar daur ulang, polimer, beton porous, kuat teka

    Pengaruh Perkuatan Double Row Pile Variasi Diameter pada Posisi Baris Kedua (Lx2/L = 0,6) terhadap Daya Dukung Tanah pada Lereng Pasir Dr 88%

    No full text
    Struktur pondasi merupakan bagian penting dalam suatu konstruksi. Struktur pondasi yang dibangun dekat dengan puncak lereng akan menghasilkan daya dukung relatif lebih kecil dan stabilitas lereng yang rendah. Salah satu metode yang dapat digunakan sebagai struktur perkuatan lereng yaitu perkuatan tiang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perkuatan dua baris tiang variasi diameter pada baris kedua (Lx2/L = 0,6) terhadap peningkatan daya dukung tanah pada lereng pasir. Pendekatan analisis menggunakan pendekatan numerik berupa metode elemen hingga (MEH). Data pada penelitian ini berupa data sekunder yang diperoleh dari penelitian sebelumnya. Analisis MEH menggunakan perangkat lunak PLAXIS 2D, PLAXIS 3D, dan ABAQUS 3D. Hasil dari analisis MEH yaitu nilai tegangan dan penurunan tanah. Data tersebut kemudian diolah untuk memperoleh nilai daya dukung ultimit dengan metode 0,1B. Metode 0,1B merupakan metode dalam menentukan nilai daya dukung ultimit dengan membatasi penurunan pondasi sebesar 10% dari lebar pondasi (B). Daya dukung ultimit dianalisis kembali untuk memperoleh nilai bearing capacity improvement (BCI). Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi peningkatan daya dukung ultimit dengan menggunakan perkuatan dua baris tiang variasi diameter pada baris kedua (Lx2/L = 0,6). Peningkatan berbanding lurus dengan ukuran diameter tiang yang digunakan. Daya dukung optimum diperoleh dengan kondisi rasio D2/D1 = 0,68 (Dpile = 3,2 cm). Nilai bearing capacity improvement yang diperoleh pada masing-masing perangkat lunak yaitu PLAXIS 2D sebesar 28,42%, PLAXIS 3D sebesar 53,3%, dan ABAQUS sebesar 27,9%

    Pengaruh Penambahan Olahan Limbah Expanded Polyesteryne dalam Bentuk Lateks Butiran pada Beton terhadap Kuat Tekan Beton dan Cepat Rambat Gelombang dengan Metode Non Destruktif Test

    No full text
    Daniel Dandi Wicaksono, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Juli 2023, Pengaruh Penambahan Olahan Limbah Expanded Polystryne Dalam Bentuk Lateks Butiran Pada Beton Terhadap Kuat Tekan Beton dan Cepat Rambat Gelombang Dengan Metode Non-Destructive Test, Dosen Pembimbing : Indra Waluyohadi dan Desy Setyowulan Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka produksi limbah yang dihasilkan dari aktivitas penduduk semakin bertambah. Salah satu limbah yang banyak ditemui adalah limbah Styrofoam. Seiring dengan perdambahan penduduk pula, kebutuhan untuk membangun infrastruktur guna menunjang aktivitas masyarakat juga meningkat. Beton merupakan salah satu material yang paling banyak digunakan dalam pembangunan infrastruktur. Styrofoam atau Expanded Polystyrene yang jika dilarutkan dengan bensin akan menghasilkan lateks. Lateks sintetis adalah polimer karet yang dibuat secara sintetis melalui proses kimia dan bersifat elastis, memiliki kekuatan yang baik, dan memiliki kestabilan kimia yang baik terhadap air, asam, basa, dan elemen-elemen lain. Beton yang sudah dimodifikasi dengan penambahan lateks fabrikasi disebut Latex Modified Concrete (LMC). Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh penambahan lateks yang berasal dari limbah Styrofoam terhadap kuat tekan dan kecepatan rambat gelombang pada beton. Adapun stelah dilakukan pengujian terhadap benda uji dengan variasi kadar lateks 0%, 5%, 10%, 15%, menggunakan hammer test dan UPV test, didapatkan kuat tekan beton dan kecepatan rambat gelombang pada beton berukurang seiring dengan penambahan lateks polistirena. Kata kunci: lateks polistirena, kuat tekan beton, kecepatan rambat gelomban

    ANALISIS KINERJA STRUKTUR PORTAL TERHADAP GEMPA DENGAN PEMODELAN DINDING SEBAGAI ELEMEN BATANG DIAGONAL

    No full text
    Umumnya dinding pengisi pada bangunan gedung hanya dianggap sebagai komponen non-struktural yang tidak diperhitungkan dalam perencanaan struktur bangunan tanpa memberi pengaruh kekakuan ataupun kekuatan pada struktur. Namun, pada banyak kasus gempa keberadaan dinding pengisi memberi pengaruh terhadap ketahanan struktur bangunan dalam menerima beban lateral dari gempa. Dari masalah tersebut, penelitian ini akan memodelkan pasangan dinding menjadi batang diagonal yang selanjutnya dianalisis dengan komponen struktur lainnya. Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan beban lateral dimana dalam hal ini digunakan Analisis Statik Nonlinear Pushover. Berdasarkan hasil analisis didapatkan pemodelan dinding pengisi sebagai batang diagonal memberi pengaruh  pada kinerja struktur portal terhadap gempa. Dimana pemodelan dinding memberikan kekakuan struktur yang lebih besar sehingga dapat memperkecil perpindahan dan simpangan antar struktur. Selain itu, kinerja struktur pada portal dengan pemodelan dinding pengisi juga lebih baik dibanding portal tanpa dinding pengisi. Namun, pemodelan dinding pada struktur memperkecil nilai daktilitas struktur sehingga portal tanpa dinding pengisi memiliki sifat yang lebih daktil. Kata kunci: Pemodelan Dinding Pengisi, Batang Diagonal, Perpindahan, Simpangan Antar Tingkat, Daktilitas, Kinerja Struktu

    Evaluasi Penilaian Green Building Pada Gedung X Berdasarkan Greenship Existing Building Version 1.1

    No full text
    Bangunan gedung yang tinggi membutuhkan energi yang cukup besar dan pengelolaan yang baik, sehingga perlu menerapkan konsep green building. Green building merupakan bangunan ramah lingkungan yang mendukung untuk melakukan penghematan energi, penghematan sumber daya alam, dan meningkatkan kinerja gedung. Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) merupakan suatu lembaga yang mendukung untuk menerapkan green building pada bangunan di Indonesia, yaitu dengan melakukan sertifikasi mengenai peringkat penerapan green building pada bangunan gedung. Metode yang digunakan adalah mix methods gabungan dari metode kualitatif dan metode kuantitatif. Teknik perolehan data dilakukan dengan wawancara pada pengelola Gedung X, observasi, pengukuran, dan dokumentasi. Objek penelitian yang digunakan yaitu Gedung X di Kampus Y. Penelitian dilakukan berdasarkan standar acuan Greenship Existing Building Version 1.1 yaitu perangkat penilaian dari GBC Indonesia untuk bangunan yang sudah terbangun. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa Gedung X memenuhi 2 dari 4 kriteria standar yaitu memiliki luas bangunan 12.687,19 m2 dan bersedia memberikan data untuk dilakukan evaluasi penilaian green building. Sedangkan total nilai yang diperoleh adalah 49 poin dengan perolehan peringkat silver. Rincian nilai yang diperoleh adalah 11 poin pada aspek ASD, 22 poin pada aspek EEC, 1 poin pada aspek WAC, 8 poin pada aspek MRC, 5 poin pada aspek IHC, dan 2 poin pada aspek BEM. Saran yang dapat dilakukan adalah menerapkan dan merencanakan desain dari rekomendasi yang sudah diberikan oleh peneliti, selain itu perlu dilakukan evaluasi penilaian selanjutnya untuk memantau kelanjutan penerapan dan menyempurnakan penerapan green building yang belum bisa dievaluasi. Kata kunci : green building, GBC Indonesia, existing building, evaluasi, peringkat

    Pengaruh Jetty terhadap Morfodinamika Muara Sungai Serayu

    No full text
    Muara Sungai Serayu mengalami morfodinamika atau perubahan keadaan morfologi terutama pada lanskap sand bars di kiri mulut sungai. Selama musim kering, sand bars meluas. Masalah akan muncul ketika sand bars belum tererosi di awal musim hujan dan kapasitas mulut sungai dalam melimpaskan debit masih kecil sehingga berakibat banjir di hulu muara seperti yang terjadi pada bulan April 2022. Oleh karena itu, dilakukan pemodelan hidrodinamika yang memperhitungkan pengaruh gelombang, pasang surut, dan debit sungai. Pada domain eksisting ketika kondisi musim kering yang mana gelombang dari arah tenggara mencapai 2,39 m, terjadi longshore current di depan sand bars yang mentranspor sedimen dari laut sehingga terbentuk longshore bars dan sedimentasi di ujung sand bars setebal 0,20 m setelah simulasi dua hari. Hal ini menjadi alasan dibangunnya jetty single di kiri muara sungai dengan kemiringan 1:2, tinggi +4,10 m dari MSL, dan ujungnya berada pada kedalaman 5 m berdasarkan garis gelombang pecah saat muka air surut. Dengan simulasi selama dua hari, sedimen di ujung sand bars tidak mengalami penebalan yang berarti dan relatif masih sama dengan kondisi awal sehingga jetty secara signifikan mencegah sedimentasi di ujung sand bars. Kata kunci: morfodinamika, sand bars, jett

    STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG OJK (OTORITAS JASA KEUANGAN) MALUKU MENGGUNAKANAN SISTEM CASTELLATED BEAM

    No full text
    ABSTRAK   Dibutuhkan perencanaan alternatif pada Gedung OJK Maluku Kota Ambon karena pada gedung ini cenderung memikul benda mati cukup besar yang nantinya akan berpengaruh pada beban gempa. Maka dari itu struktur yang di analisis sendiri menggunakan profil baja pada bangunan tinggi dengan menggunakan profil Castellated Beam. Profil baja ini di Indonesia masih sangat minim digunakan dan juga kurang populer. Pada Balok Induk ini menggunakan mutu Bj-37 direncanakan menjadi balok castellated dengan sistem composite yang dimana perhitungan Mmaks Tumpuan didapat 253,4 kNm dan Mmaks Lapangan didapat -254,996 kNm (menggunakan SAP2000). Tinggi Baja setelah dijadikan Castela yaitu 300 mm dengan lebar 200 mm. Pada Tahap Castela Komposit tebal pelat 120 mm dan Panjang Efektif sebesar 2000 mm. Serta pada perencanaan ini didapat perhitungan tulangan menggunakan φ10-175 sebanyak 10 buah yang dipasang pada pelat beton. Pada Balok Anak ini menggunakan mutu BJ-37, perencanaan Balok Anak menggunakan Balok Composite. Dari perhitungan menggunakan SAP2000 didapat Mmaks Lapangan sebesar 23,3 kNm dan Mmaks Tumpuan Sebesar 65,3 kNm. Pada Kolom ini menggunakan mutu Bj- 37, Pada perhitnungan menggunakan SAP2000 didapat terbesar = 378,509 kNm dan Gaya Aksial (Vu) terbesar = 119,361 kN.   Kata kunci: balok castela, balok, profil baj

    Analisis Momen-Kurvatur Pada Perencanaan Kolom Beton Bertulang

    No full text
    Indonesia merupakan negara yang sedang banyak melakukan pembangunan terutama pada infrastruktur, pembangunan tersebut juga mendukung perkembangan daerah dengan dibangunnya gedung perkantoran, hunian, komersil, ataupun fasilitas pendidikan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan di Indonesia adalah masalah bencana alam seperti gempa bumi sehingga diperlukan adanya bangunan tahan gempa seperti yang telah tertulis pada SNI 1726 : 2019. Dalam bangunan tahan gempa salah satu elemen yang terpenting merupakan kolom karena apabila terjadi kegagalan kolom dapat menyebabkan runtuhya sebuah bangunan secara langsung. Pada penelitian ini ditinjau kolom dari bangunan eksisting dan kolom yang dilakukan perencanaan ulang untuk melihat bagaimana hubungan momen-kurvatur dan kebutuhan tulangan yang terjadi. Momen-kurvatur merupakan perubahan sudut akibat regangan yang terjadi pada kolom karena momen yang diterima yang dapat menyebabkan kolom mengalami kegagalan. Kolom akan ditinjau pada keadaan crack, yield, dan ultimate (trilinear curve) dalam sebuah grafik. Didapatkan bahwa kolom dengan perencanaan ulang memiliki ketahanan terhadap momen yang cenderung lebih tinggi daripada kolom eksisting karena rasio tulangan yang lebih tinggi. Kata kunci : bangunan tahan gempa, kolom, momen-kurvatu

    STUDI PERENCANAAN DESAIN BALOK MENGGUNAKAN BETON PRACETAK (PRECAST) PADA GEDUNG KANTOR BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH JAWA BARAT

    No full text
    Tujuan utama Gedung Kantor Badan pengelola Keuangan dan Aset Daerah Jawa Barat adalah untuk memfasilitasi pemberian pelayanan publik yang berhubungan mengenai keuangan dan aset daerah kepada masyarakat setempat. Oleh karena itu, perencanaan yang cermat dan hemat biaya sangat penting untuk pembangunan gedung ini. Selain itu, perencanaan konstruksi memerlukan pendekatan inovatif yang dapat mempercepat waktu pelaksanaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa balok pracetak, sebelum pengecoran, menunjukkan beban sendiri saat diangkat, dengan jarak tumpu 2,3 m dari tepi. Balok utama pracetak diperkuat dengan tulangan lentur 10-D35 yang mengalami tarik, serta tambahan tulangan tekan transversal 5-D35 dan sengkang ø8-200. Langkah-langkah perkuatan ini menghasilkan momen tumpuan yang sama dengan momen tanah sebesar 3410,346 kgm. Pemeriksaan sambungan balok-kolom pracetak, yang meliputi lokasi pusat dan tepi, di bawah pengaruh beban gempa, beban hidup serta beban mati mengungkapkan temuan yang menunjukkan integritas struktural sehubungan dengan gaya lentur dan geser. Dalam rangka meningkatkan efektifitas dan keunggulan konstruksi bangunan, maka dilakukan pengujian implementasi beton pracetak sebagai alternatif pendekatan perencanaan sambungan balok-kolom pada Gedung Kantor Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah Jawa Barat. Pemeriksaan ini melibatkan teknik manual dan penggunaan perangkat lunak SAP 2000 v20. Pemanfaatan beton pracetak dalam desain sambungan balok-kolom menghadirkan pilihan yang layak dan menguntungkan untuk mempercepat jadwal konstruksi sementara juga menghasilkan keuntungan finansial.   Kata Kunci : Beton, Balok, Pracetak, Gedung, SNI 2847 : 201

    STUDI ANALISIS PERENCANAAN GEDUNG HOTEL NAMIRA YANG BERADA DI SURABAYA JAWA TIMUR MENGGUNAKAN SISTEM CASTELLATED BEAM

    No full text
    Dilakukan analisis perencanaan pada Gedung Hotel Namira Surabaya menggunakan Struktur Baja Komposit dengan Sistem Balok Kastela untuk balok induk dan balok anak, dimana sebelumnya pembangunan Hotel Namira menggunakan struktur beton bertulang. Penelitian ini diawali dengan preliminary design elemen struktur baja Wide Flange (WF) kemudian dilanjut analisa struktur menggunakan software SAP2000 yang akan mendapatkan output Momen Ultimit (Mu) dan Gaya Geser Ultimit (Vu) untuk balok serta Momen Ultimit (Mu) dan Gaya Aksial Ultimit (Pu) untuk kolom. Setelahnya dilakukan penambahan hole castellated sehingga tinggi profil baja Wide Flange (WF) menjadi 525 mm untuk balok induk dan 350 mm untuk balok anak. Kemudian dilakukan aksi komposit antara pelat dan balok. Kondisi sebelum castellated komposit dan setelah castellated komposit pada analisa ini telah memenuhi syarat perhitungan momen ΦMn ≥Mu, dan syarat perhitungan geser ΦVn ≥Vu. Setelahnya dilakukan perhitungan penghubung geser agar struktur komposit dapat menahan gaya geser antara pelat beton dan balok baja. Kata Kunci: Hotel Namira, castellated beam, struktur komposit, baja beto

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇