Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
    1439 research outputs found

    ANALISIS KELAIKAN TEKNIS DAN KELAYAKAN FINANSIAL PADA PROYEK GEDUNG KANTOR DI JAKARTA SELATAN

    No full text
    ABSTRAK Untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu investasi atau proyek pembangunan gedung, perlu dilakukan analisis kelayakan atau disebut juga feasibility study (FS). Analisis kelaikan teknis dilakukan untuk menganalisis apakah kondisi bangunan gedung tersebut telah memenuhi aspek-aspek keandalan gedung dan analisis kelayakan finansial dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan investasi pada pembangunan gedung tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kelaikan teknis dan kelayakan finansial pada gedung kantor, serta memberikan rekomendasi perbaikan pada komponen-komponen kelaikan teknis apabila masih belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dari segi teknis, dapat diketahui bahwa hampir seluruh aspek yang dianalisis sudah memenuhi ketentuan, namun untuk komponen kolom dan balok pada aspek Kondisi Struktur Bangunan Gedung, serta komponen Akses Petugas Pemadam Kebakaran ke Lingkungan dan Sistem Proteksi Pasif pada aspek Sistem Proteksi Pemadam Kebakaran masih belum sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan. Sedangkan untuk hasil analisis kelayakan finansial, proyek pembangunan gedung kantor di Jakarta Selatan ini telah layak secara finansial ditunjukkan dengan nilai NPV sebesar Rp 6.729.506.715,00 > 0; BCR sebesar 1,0072 ≥ 1; dan IRR sebesar 14,19% > 10,12% dari MARR. Dari hasil analisis diperoleh juga nilai payback period adalah 8 tahun. Kata kunci: Analisis Kelayakan, Kelaikan Teknis, Kelayakan Finansia

    STUDI ANALISIS PERILAKU LENTUR BAJA CANAI DINGIN PADA STRUKTUR BALOK C DOUBLE (BERHADAPAN) TEHADAP PENGARUH JARAK SEKRUP

    No full text
    Kebutuhan infrastruktur pada masa kini sangatlah besar dikarenakan perkembangan jumlah penduduk di Indonesia semakin meningkat.  Diantara kemajuan tersebut baja canai dingin menjadi bahan bangunan alternatif, beratnya yang ringan, dan mudah diperoleh dipasaran menjadikan material baja ringan ini unggul.  Tetapi, kelemahan struktur baja canai dingin adalah tekuk lokal yang disebabkan tipisnya elemen penampang.   Salah satu cara mengurangi tekuk lokal adalah menggabungkan dua profil menjadi satu menggunakan sambungan sekrup.  Pada penelitian ini dilakukan pengujian lentur terhadap beberapa pemodelan profil tipe C double (berhadapan) menggunakan sambungan sekrup dengan berbagai variasi jarak dan ketebalan jarak.  Variasi jarak yang digunakan diantara lain yaitu, 150, 200, 250, 300, dan 350 mm.  Sedangkan variasi ketebalan yang digunakan yaitu, 0,75, dan 1,00 mm dengan mutu G550.  Pembebanan di lakukan pada tengah bentang dengan beban yang naik secara bertahap hingga analisis berhenti atau aborted.  Analisis ini dilakukan dengan perhitungan manual yang berdasarkan SNI 7971:2013 tentang Struktur Baja Canai Dingin dan menggunakan bantuan software ABAQUS. Hasil pada analisis ini  berdasarkan ABAQUS didapat rata-rata kapasitas beban untuk tebal profil 1,00 dan 0,75 mm berturut-turut sebesar 12255,72 N dan 9700.99 N.  Dari hasil kapasitas beban rata-rata antara profil dengan ketebalan 0,75 mm dan 1,00 mm memiliki perbedaan kapasitas beban dimana, pada ketebalan 1,00 mm memiliki kapasitas beban lebih besar 26,335% dari pada profil dengan ketebalan 0,75 mm. Begitupun dengan lendutan dimana, lendutan rata-rata pada profil dengan ketebalan 0,75 dan 1,00 mm berturut-turut adalah 17,781 dan  9,479 mm. Semakin dekat jarak sambungan yang ada akan memiliki kapasitas beban yang semakin besar. Juga didapat jarak efisien ada pada jarak sambungan 200 mm. Pola-pola keruntuhan yang terjadi adalah tekuk lokal.  Hal ini diakibatkan beban yang bekerja merupakan beban terpusat pada tengah bentang

    STUDI EKSPERIMEN PENGGUNAAN BETON BERAGREGAT DAUR ULANG TERHADAP SERANGAN NATRIUM KLORIDA DENGAN SIKLUS KERING-BASAH

    No full text
    Permasalahan yang saat ini dihadapi oleh bangunan lepas pantai adalah rentan akan kerusakan yang disebabkan oleh air laut, dimana kandungan NaCl pada air laut mengandung 1-5%. Garam yang terkandung pada air laut menyebabkan penurunan kualitas beton. Beton dapat rusak secara perlahan jika terpapar air laut secara terus-menerus. Selain itu limbah material konstruksi menjadi masalah serius dan mengancam. Pada penelitian ini beton yang digunakan tersusun dari dua jenis penggunaan agregat kasar, yaitu agregat kasar alami dan agregat kasar daur ulang, agregat kasar daur ulang diambil dari limbah mutu K-300. Bentuk dari benda uji yang digunakan adalah silinder dengan ukuran 15 cm x 30 cm. penelitian ini menggunakan metode perendaman kering-basah dengan rasio 3:1 dimana dalam 1 siklus terdiri dari 3 hari kering dan 1 hari basah, larutan perendaman menggunakan natrium klorida (NaCl) 4%. Pengambilan data akan dilakukan setelah 28 hari proses curing yaitu pada umur beton ke-28, 84, dan 168 hari. Dan dilakukan pengujian kuat tekan, modulus elastisitas beton, dan penuruunan massa. Dari penelitian ini diketahui bahwa nilai dari modulus elastisitas berbanding lurus dengan nilai kuat tekan beton. Dan efek dari perendaman dengan siklus keriing-basah menggunakan larutan NaCl 4 mengakibatkan penurunan kuat tekan pada nilai pengujian hari ke-168 dan didapatkan hasil nilai kuat tekan dan modulus elastisitas yang lebih tinggi pada beton beragregat norma

    Optimalisasi Pemotongan Besi Beton Menggunakan Metode Integer Linear Programming Pada Proyek Pembangunan Gedung Oncology Centre Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya

    No full text
    Meningkatnya masalah keberlanjutan dampak konstruksiterhadap lingkungan yang terjadi telah mendorong sektorkonstruksi untuk mengadopsi pendekatan konstruksiberkelanjutan. Konstruksi berkelanjutan yang dimaksudkanadalah sebuah pendekatan yang mendukung tujuan ekonomi, lingkungan dan sosial dalam pelaksanaan pekerjaankonstruksi yang menciptakan suatu fasilitas fisik.Pendekatan konstruksi berkelanjutan diterapkan secaraefisien dan terpadu dengan memperhatikan prinsipkonstruksi ramping. Konstruksi ramping merupakan suatumetode yang digunakan dalam pekerjaan konstruksi dengancara meminimalkan waste dalam bentuk material dan waktu, dengan tujuan peningkatan nilai (value). Dalam menanggulangi waste material besi beton pada sebuah proyek, pelaksana proyek perlu mendapatkan cara / pola pemotongan yang paling efektif untuk menghasilkanwaste besi yang paling minimal. Optimalisasi pemotonganbesi beton dilakukan dengan cara memperoleh data sekunderberupa bar bending schedule, biaya pengadaan besi beton, dan gambar perencanaan proyek. Dari data mengenai jumlahkebutuhan tiap varian panjang besi beton yang dibutuhkan, selanjutnya dibuat opsi alternatif pola pemotongan besibeton sesuai diameter (D 16, D 19, dan D 25). Opsialternatif pola pemotongan tersebut menjadi acuan dalammembentuk variabel keputusan, fungsi tujuan, dan fungsibatasan yang digunakan dalam optimalisasi menggunakanmetode integer linear programming dengan bantuansoftware QM for Windows. Dari hasil optimalisasi tersebut, didapatkan efisiensibiaya besi beton yang optimum dari hasil metode integer linear programming pada proyek pembangunan Gedung Oncology Centre (Radiotheraphy) Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya sebesar Rp.28.482.000,00 (dua puluhdelapan juta empat ratus delapan puluh dua ribu rupiah). Kata kunci: konstruksi berkelanjutan, optimalisasi, pemotongan besi beton, integer linear programmin

    Studi Analisis Pengaruh Aksi Komposit Antara Balok Profil Baja Wf Dengan Pelat Beton Bertulang Terhadap Kapasitas Kuat Lentur Struktur Balok Induk Di Gedung Fave Hotel Rungkut Surabaya

    No full text
    Gedung Fave Hotel Rungkut Surabaya merupakan gedung bertingkat tinggi yang saat ini dibangun dengan struktur beton bertulang, memiliki beban mati yang cukup untuk menghasilkan gaya geser yang dapat memengaruhi kekuatan struktur terhadap gempa. Oleh karena itu, diperlukan analisis terkait penggunaan struktur baja komposit dalam perencanaan hotel ini. Pada penelitian ini dilakukan analisis struktur baja komposit pada balok induk. Berdasarkan analisis LRFD (Load and Resistance Factor Design) dan SNI 1729:2020, diperoleh bahwa beban mati, beban hidup, dan beban gempa berdampak jauh lebih besar pada daerah tumpuan struktur. Pada balok induk terdapat peningkatan kapasitas momen sebesar 216% setelah terjadinya aksi komposit. Meningkatnya kapasitas momen akibat aksi komposit bisa berbeda-beda tergantung penggunaan variabel yang ditinjau. Kata kunci: Gedung hotel, struktur beton bertulang, struktur baja komposit, LRFD, penghubung gese

    Hambatan Dalam Implementasi Knowledge Sharing Tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Rumah Sakit X, Malang)

    No full text
    Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada konstruksi merupakan suatu upaya yang bertujuan untuk memperkecil resiko kecelakaan kerja pada suatu proyek konstruksi. Dalam suatu proyek konstruksi dibutuhkan suatu pengelolaan pengetahuan yang baik agar tujuan K3 tercapai. Knowledge sharing merupakan proses pertukaran informasi dan pengetahuan antar individu dalam suatu proyek dan hal tersebut adalah salah satu metode dalam penerapan knowledge management. Dengan penerapan knowledge sharing tentang K3, suatu proyek konstruksi dapat memastikan bahwa pengetahuan yang berharga bagi organisasi tidak hilang dan dapat digunakan oleh pekerja untuk membantu dalam menyelesaikan masalah pekerjaan dengan baik. Namun dalam penerapannya dapat timbul berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan yang terjadi dalam proses penerapan knowledge sharing tentang K3 pada proyek. Hasil analisis dengan metode analisis rata-rata (mean) menunjukkan bahwa hambatan penerapan knowledge sharing tentang K3 pada proyek yang paling dominan adalah pengetahuan yang terbatas dari masing-masing individu mengenai K3 dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 2.89.  Kata Kunci: Knowledge Management, Knowledge Sharing, Hambatan, Analisis Rata-Rata, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3

    IDENTIFIKASI LIMBAH KONSTRUKSI PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG RSGM UNIVERSITAS BRAWIJAYA DAN GEDUNG RSI SURABAYA

    No full text
    Industri konstruksi di Indonesia terus mengalami peningkatan. Meningkatnya jumlah proyek konstruksi dapat meningkatkan kuantitas limbah konstruksi. Semakin bertambahnya kuantitas limbah konstruksi, maka semakin meningkat juga kuantitas dari sampah kota di tempat pembuangan (landfill) sehingga hal ini menyebabkan beban lingkungan semakin bertambah. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis material yang dominan menjadi limbah konstruksi pada proyek pembangunan. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi jenis material dominan yang menjadi limbah yaitu analisis deskriptif berdasarkan nilai mean dan standar deviasi. Hasil analisis menggunakan analisis deskriptif (mean dan standar deviasi) didapatkan bahwa jenis material yang dominan menjadi limbah konstruksi pada proyek yaitu kayu (limbah material alami) dan keramik (limbah material fabrikasi). Kata kunci : limbah konstruksi, mean

    PENGARUH PENGGUNAAN SILICA FUME DAN SEMEN SLAG SEBAGAI PENGGANTI SEMEN TERHADAP MODULUS ELASTISITAS BETON DENGAN RECYCLED COARSE AGGREGATE MENGGUNAKAN METODE NON DESTRUCTIVE TEST

    No full text
    Dari tahun ke tahun, produksi limbah beton dan limbah B3 di Indonesia meningkat. Limbah beton dan limbah B3 yang menumpuk dapat mengganggu kelestarian lingkungan, sehingga untuk mengatasi hal tersebut Indonesia menerapkan green construction yang mendukung SDGs tahun 2030. Inovasi yang dapat dilakukan adalah menciptakan beton dengan material ramah lingkungan yang memanfaatkan limbah beton sebagai recycled coarse aggregate (RCA) dan limbah B3 yaitu silica fume serta semen slag sebagai pengganti semen. Pada penelitian ini, proporsi RCA yang digunakan adalah 50% dan 100% yang divariasikan dengan proporsi silica fume 5%, 10%, dan 15% serta semen slag 10%, 20%, dan 30% dari berat semen. Dengan adanya penggunaan RCA dan limbah B3 pada beton, perlu diketahui pengaruh pada kualitas beton tersebut sehingga dilakukan pengujian modulus elastisitas dengan metode Destructive Test dan Non Destructive Test. Dari hasil penelitian didapatkan pada beton RCA 50% dengan penggunaan silica fume dan semen slag secara umum dapat meningkatkan nilai modulus elastisitas beton, akan tetapi pada beton RCA 100% secara umum dapat menurunkan nilai modulus elastisitas beton.Kata kunci : Non Destructive Test, Recycled Coarse Aggregate, silica fume, semen slag, modulus elastisita

    Efektivitas Penerapan Sistem Satu Arah di Kawasan Kayutangan Heritage

    No full text
    Volume dan hambatan samping yang tinggi di Kawasan Kayutangan Heritage menyebabkan permasalahan lalu lintas. Upaya yang dilakukan Pemkot Malang yaitu dengan mengimplementasikan sistem satu arah di jaringan jalan kawasan ini. Tujuan dari riset ini yaitu untuk mengetahui keberhasilan sistem satu arah ditinjau dari tingkat pelayan jaringan jalan dan kepuasan pengguna jalan. Tingkat pelayanan jalan dianalisis menggunakan MKJI. Hasil penelitian menunjukkan sistem satu arah berhasil meningkatkan tingkat pelayanan di beberapa ruas jalan. Ditinjau dari tingkat kepuasan pengguna jalan, didapatkan nilai tingkat capaian responden (TCR) sebesar 66,36% dengan kriteria baik. Kata Kunci: Kawasan Kayutangan Heritage, sistem satu arah, tingkat pelayanan jaringan jalan, ­kepuasan pengguna jalan

    IDENTIFIKASI HAMBATAN PENGELOLAAN PENGETAHUAN IMPLISIT PADA PERUSAHAAN KONSTRUKSI PT BINA KARYA DI KOTA SURABAYA

    No full text
    Industri konstruksi memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi Indonesia dan memerlukan pengelolaan pengetahuan yang efektif untuk mengoptimalkan sumber daya manusia. Mengelola pengetahuan implisit dalam sumber daya manusia menjadi hal yang krusial untuk belajar dari kesalahan-kesalahan sebelumnya di perusahaan dan mencegah agar kesalahan tersebut tidak terulang di masa depan. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa hambatan utama yang menghalangi efektivitas pengetahuan implisit bersumber pada individu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama yang menghambat implementasi pengetahuan implisit di perusahaan konstruksi kualifikasi besar di Surabaya. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan wawancara dengan karyawan dari perusahaan konstruksi kualifikasi besar yang berlokasi di Surabaya, Indonesia, yaitu PT Bina Karya. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan dalam mengelola pengetahuan implisit dan mengatasi hambatan-hambatan yang ada di dalam perusahaan. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi dasar untuk penelitian-penelitian masa depan tentang pengetahuan implisit.   Kata kunci : Manajemen pengetahuan, konstruksi, pengetahuan implisit, pengalaman berharga, teknologi

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇