Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
1439 research outputs found
Sort by
STUDI ANALISIS PERENCANAAN PADA GEDUNG HOTEL NAMIRA 10 LANTAI SURABAYA DENGAN SISTEM PRACETAK
Gedung Hotel Namira Surabaya dibangun dengan menggunakan struktur beton bertulang (cast in situ). Metode beton pracetak (precast) adalah teknologi konstruksi struktur beton yang dicetak di pabrik kemudian dipasang di lokasi proyek. Sehingga, proses pembangunan atau konstruksi akan jauh lebih cepat dibanding dengan menggunakan beton konvensional. Hal yang harus diperhatikan dalam penelitian kali ini berupa karakteristik daerah yang akan direncanakan beton pracetak yaitu berada di kota Surabaya yang berada di wilayah Menanggal. Hal ini menjadikan pertimbangan khusus dalam memodifikasi keruntuhan bangunan tahan gempa yang menggunakan konstruksi beton pracetak (precast) ditentukan oleh kualitas sambunganya. Oleh karena itu agar bangunan Gedung Hotel Namira Surabaya aman tahan terhadap gempa penulis melakukan kontrol terdapat ketahanan gempa meliputi : Kontrol partisipasi massa, Kontrol periode getar struktur, Kontrol nilai akhir respon spektrum, dan Kontrol batas simpangan (drift). Dari hasil analisis didapatkan hasil yang memenuhi syarat keamanan , untuk dimensi balok terdapat 1 tipe balok berdasarkan dimensi yang diperhitungkan sesuai perencaan di awal terdiri dari 1 balok induk dengan dimensi balok induk ukuran 35/60 dengan kode B1, B2, B3,B4, BI Lift. Sedangkan balok anak memliki 1 tipe dengan ukuran 20/30 dengan kode BA1 dan BA2. Serta untuk kolom terdapat 1 tipe kolom. ukuran 60/60 dengan kode K1. Dari hasil analisis semua dimensi telah memenuhi syarat-syarat keamanan. Analisis sambungan balok – kolom pracetak baik yang ditengah yang dilakukan pada kondisi setelah cor penuh dengan beban yang dipikul oleh balok adalah beban beban mati, beban hidup dan beban gempa menunjukkan hasil yang aman terhadap lentur dan geser. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil analisis sambungan di tengah menunjukkan momen nominal sebesar 422,897 kNm lebih besar dari momen ultimate sebesar 261,246 kNm dan kuat geser nominal sebesar 2715,4802 kN lebih besar dari gaya geser yang terjadi sebesar 881,028 kNm.
Kata kunci : Balok pracetak, Struktur beton, bangunan tahan gemp
Studi Kelayakan Bisnis Optimalisasi Lahan PT. Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) Bungus-Padang dengan Menggunakan Sistem Pendukung Keputusan Simple Additive Weighting (SAW)
Pembangunan pelabuhan di Kecamatan Bungus Teluk Kabung terletak di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat dipicu oleh lokasi yang strategis dan besarnya potensi keberhasilan usaha. Untuk mewujudkan pembangunan pelabuhan dan perencanaan yang matang diperlukanlah studi kelayakan. Dalam penelitian ini melibatkan tahap estimasi biaya, analisis finansial, analisis sensitivitas, dan pengambilan keputusan dengan menggunakan metode sistem pendukung keputusan metode Simple Additive Weighting (SAW) yang akan dianalisis dengan rentang waktu selama 20 tahun. Analisis finansial dilakukan dengan mempertimbangkan kriteria seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), dan Profitability Index (PI). Pada penelitian ini skenario penerimaan pangsa pasar menggunakan skenario pesimis (10%), skenario moderat (20%), skenario optimis (30%), dan mempertimbangkan skenario optimum. Sistem pendukung keputusan metode SAW dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kemampuan perusahaan, finansial, teknis dan teknologi, serta pasar dan pemasaran. Berdasarkan hasil perhitungan dan evaluasi, investasi terbukti layak dari segi kelayakan finansial. Dari hasil perhitungan, skenario optimum dengan persentase market dermaga pelabuhan bungus sebesar 17,34% direkomendasikan sebagai pilihan terbaik karena dari hasil perangkingan dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting yang memiliki nilai terbesar yaitu 0,696.
Kata Kunci : Studi Kelayakan, Sistem Pendukung Keputusan, SA
Identifikasi Penilaian Green Building Pada Gedung X Berdasarkan GBCI
Green Building adalah suatu bangunan yang didesain yang bertujuan untuk mereduksi dampak lingkungan dalam menjaga kelestarian alam dan Kesehatan manusia. Green Building Council Indonesia (GBCI) merupakan suatu lembaga mandiri yang berkomitmen untuk memfasilitasi transformasi industri bangunan global berkelanjutan atau bangunan gedung hijau dengan melakukan sertifikasi pada bangunan gedung. Penelitian dilakukan menggunakan standar acuan GBCI yaitu Greenship Existing Building Version 1.1. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah mix method yaitu gabungan antara metode kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan data yang diperoleh, Gedung X memenuhi 2 dari 4 kriteria standar, sedangkan untuk penilaian penerapan green building pada Gedung X memperoleh 49 poin dengan peringkat silver. Rincian mengenai perolehan poin pada Gedung X yaitu, aspek ASD 9 poin, aspek EEC 22 poin, aspek WAC 2 poin, aspek MRC 8 poin, aspek IHC 5 poin, aspek BEM 3 poin.
Kata Kunci: green building, GBC Indonesia, existing building, peringkat
 
STUDI ANALISIS STRUKTUR BALOK KOMPOSIT BERONGGA MENGGUNAKAN BAJA COLD-FORMED TIPE DOUBLE C BERHADAPAN DENGAN VARIASI JARAK SAMBUNGAN SEKRUP TERHADAP KAPASITAS LENTUR
Perkembangan konstruksi di Indonesia saat ini sangatlah pesat, dimana pemerataan pembangunan telah dilakukan diberbagai kota. Untuk itu pembangunan di Indonesia memerlukan berbagai macam inovasi seperti dari material yang digunakan. Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki baja cold-formed seperti tipis, ringan, dan kuat dinilai efektif sebagai inovasi baru dalam komponen struktur utama seperti struktur balok dan kolom. Contohnya apabila ditambahkannya baja cold formed pada beton berongga sebagai suatu kesatuan struktur komposit, dimana profil baja cold formed akan mengisi lubang yang ada pada beton. Dalam penelitian ini digunakan baja cold-formed profil double C C80x30x9x0,75 berhadapan (toe to toe) membentuk box menggunakan bantuan sambungan sekrup SDS 12x20 yang dikompositkan menjadi struktur balok dengan beton berongga, dimana beton akan menyelimuti baja cold-formed. Digunakan variasi jarak sambungan 150 mm dan 300 mm. Pengujian dilakukan dengan cara bending test dimana diletakkan beban di satu titik ditengah bentang dengan menaikkan beban secara bertahap hingga mengalami kegagalan atau tidak dapat menerima beban lagi. Didapatkan hasil bahwa variasi jarak sambungan 150 mm memiliki kapasitas beban paling besar dibandingkan variasi lainnya. Kemudian jika ditinjau pada beban yang sama, diketahui bahwa variasi jarak sambungan sekrup 150 mm memiliki lendutan paling kecil diantara dua variasi tersebut. Selanjutnya kapasitas lentur pada variasi jarak sambungan sekrup 150 mm memiliki nilai paling besar diantara dua variasi tersebut.
Kata kunci : Struktur Balok Komposit Berongga, Baja Cold-Formed, software ABAQUS, Kapasitas Lentu
Studi Kelayakan Finansial Pada Optimalisasi Lahan PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) Bungus-Padang Oleh PT. Indonesia Air and Marine (Airin) Menggunakan Sistem Pendukung Keputusan Metode Simple Multi-Attribute Rating Technique Exploiting Ranks
Kecamatan Bungus Teluk Kabung merupakan salah satu kecamatan di Kota Padang, Sumatera Barat, yang memiliki potensi pengembangan pada pelabuhannya. Oleh karena itu, PT. Indonesia Air and Marine (AIRIN) melihat peluang tersebut sebagai suatu investasi jangka panjang. Sebelum dilaksanakan investasi atau proyek, dilakukan studi kelayakan sebagai tahap awal. Studi kelayakan bertujuan untuk menentukan apakah investasi tersebut layak dilakukan. Penelitian ini difokuskan pada studi kelayakan pengembangan pelabuhan yang akan dilakukan oleh PT. Indonesia Air and Marine di Kecamatan Bungus, Padang, Sumatera Barat. Studi kelayakan melibatkan pertimbangan aspek finansial dan aspek lain yang berpengaruh terhadap proyek investasi dalam jangka waktu 20 tahun hingga tahun 2042. Untuk menghindari kerugian, penelitian ini juga mencakup analisis sensitivitas. Pada penelitian ini, dilakukan analisis kapasitas arus kunjungan kapal, ekspor impor, perhitungan panjang dermaga rencana, layout, pendapatan, dan pengeluaran. Selanjutnya, dilakukan perhitungan arus kas masuk dan keluar menggunakan kriteria investasi seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Payback Period (PBP). Setiap kriteria memiliki ketentuan kelayakan investasi yang dapat digunakan sesuai dengan kriteria tersebut. Selain kriteria finansial, terdapat juga kriteria lain seperti kemampuan perusahaan, persaingan dengan kompetitor, produktivitas kerja, dan sumber daya yang tersedia sebagai pertimbangan dalam menentukan kelayakan investasi. Dalam perhitungan investasi ini, peneliti menggunakan metode lain sebagai sistem pendukung keputusan, yaitu Metode Simple Multi-Attribute Rating Technique Exploiting Ranks (SMARTER). Metode ini digunakan untuk membantu investor dalam mengambil keputusan investasi sehingga investor dapat melihat peluang lebih atau bahkan menghindari kerugian pada masa mendatang.
Kata Kunci: Studi Kelayakan, Sistem Pendukung Keputusan, SMARTE
Analisis Penanganan Kerusakan Jalan Menggunakan Metode SDI dan RCI Pada Ruas Krebet-Bantur Kabupaten Malang
Ruas jalan Krebet–Bantur adalah salah satu akses utama yang digunakan masyarakat di Kabupaten Malang dengan kondisi jalan mengalami kerusakan cukup parah sepanjang 10,7 Km dan perlu segera dilaksanakan perbaikan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dapat dilakukan penilaian tingkat kerusakan jalan secara visual menggunakan metode Surface Distress Index (SDI) dan Road Condition Index (RCI). Tujuan pelaksanaan studi ini adalah untuk mengetahui bagaimana penanganan dan estimasi biaya yang dibutuhkan berdasarkan penilaian tingkat kerusakan jalannya. Guna mempermudah studi ruas Krebet-Bantur dibagi menjadi 3 bagian yaitu, Krebet-Gondanglegi, Gondanglegi-Wonokerto dan Wonokerto-Bantur.
Pengumpulan data untuk metode SDI pada tiap jenis kerusakan diantaranya, persentase lebar retak, rata-rata lebar retak, jumlah lubang dan kedalaman alur roda kendaraan, dilakukan dengan cara berjalan kaki dan mengukur menggunakan alat meter gulung pada setiap 100 m segmen jalan. Dilanjutkan pengumpulan data untuk metode RCI menggunakan kendaraan dengan cara menilai seperti, tingkat kenyamanan dalam berkendara, kekasaran permukaan perkerasan jalan dan jenis kerusakan jalan yang ada. Data SDI dan RCI digunakan dalam penentuan penanganan dan estimasi biaya.
Hasil studi pada ruas Krebet–Gondanglegi menggunakan metode SDI dan RCI menyatakan kategori jalan rusak ringan dengan pemeliharaan rehabilitasi sebesar Rp.5.569.770.000. Untuk Gondanglegi-Wonokerto termasuk kategori rusak sedang dengan pemeliharaan berkala sebesar Rp.4.027.160.000. Sementara, Wonokerto-Bantur termasuk kategori rusak berat dengan penanganan rekonstruksi sebesar Rp.9.329.730.000. Dengan demikian, analisis penanganan kerusakan jalan menggunakan metode SDI dan RCI memiliki hasil yang mendukung satu sama lain dan penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam penanganan kerusakan jalan ruas Krebet-Bantur Kabupaten Malang.
Kata Kunci: Transportasi, SDI, RCI, Penanganan Jalan, Estimasi Biaya, Kabupaten Malan
PENGARUH VARIASI PENGGUNAAN RECYCLED COARSE AGGREGATE (RCA) TERHADAP KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN METODE NON-DESTRUCTIVE TEST DAN DESTRUCTIVE TEST
Peningkatan penggunaan beton dalam industri konstruksi menghasilkan limbah beton yang semakin banyak. Untuk mengatasi hal ini, penggunaan Agregat Kasar Daur Ulang (RCA) merupakan salah satu inovasi terkini dalam menerapkan konsep Konstruksi Hijau sesuai dengan prinsip-prinsip SDGs. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan variasi proporsi RCA sebesar 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% terhadap berat agregat kasar alami. Pengujian berupa Non-Destructive Test (Hammer Test dan Ultrasonic Pulse Velocity) dan Destructive Test (Compression Strength Test) dilakukan pada beton berumur 28 hari. Hasil dari pengujian tersebut dilakukan permodelan menggunakan formula matematik penelitian terdahulu dan Sonic Rebound (SONREB) untuk mendapatkan kuat tekan perkiraan yang paling akurat. Penggunaan RCA sebagai pengganti agregat kasar alami dapat memberikan pengaruh yang signifikan seiring bertambahnya proporsi RCA, dimana terjadi penurunan kuat tekan sebesar 5% hingga 40%. Hubungan cepat rambat gelombang ultrasonik dan kuat tekan beton yang buruk juga menunjukkan bahwa karakteristik yang dimiliki masing-masing proporsi sangat mempengaruhi. Kemudian didapatkan bahwa dengan melakukan evaluasi beton RCA dengan metode NDT dan DT serta diolah menggunakan metode SONREB dapat memberikan korelasi antar elemen pada beton secara menyeluruh dan perkiraan kuat tekan dengan tingkat akurasi yang tinggi dibandingkan permodelan lain.Kata Kunci : Recycled Coarse Agreggate (RCA), Non-Destructive Test (NDT), Destructive Test (DT), Sonic Rebound (SONREB
PENGARUH PENGGUNAAN SILICA FUME DAN SEMEN SLAG SEBAGAI MATERIAL SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON RECYCLED COARSE AGGREGATE MENGGUNAKAN METODE DESTRUCTIVE TEST DAN NON-DESTRUCTIVE TEST
Penerapan konsep Green Construction untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dapat diupayakan dengan cara menggunakan agregat kasar daur ulang serta limbah B3, seperti Silica Fume dan Semen Slag dalam suatu campuran beton. Untuk itu, pada penelitian ini akan dilakukan variasi penggunaan Silica Fume sebesar 0%, 5%, 10%, dan 15% dan variasi Semen Slag sebesar 0%, 10%, 20%, dan 30% terhadap berat semen pada beton RCA 50% dan 100%. Metode pelaksanaan pembuatan beton dilakukan sama dengan beton biasa dengan proses pengujian slump pada saat beton masih dalam keadaan segar. Benda uji pada penelitian ini akan berbentuk silinder dengan ukuran 15 x 30 cm. Setelah beton didiamkan selama 24 jam dan mengeras, selanjutnya beton akan melalui proses perawatan selama 7 hari. Pengujian dengan menggunakan metode Non-Desteuctive Test (HT dan UPV) dan Destructive Test (CT) akan dilakukan pada saat beton berumur 28 hari dengan hasil pengujian yang akan diolah dengan menggunakan model formula matematik penelitian terdahulu dan Sonic Rebound (SONREB) untuk mendapatkan kuat tekan perkiraan yang mempunyai tingkat akurasi yang tinggi. Pada umumnya penggunaan Silica Fume dan Semen Slag dapat meningkatkan nilai rebound number, cepat rambat gelombang, maupun kuat tekan. Akan tetapi, hal tersebut tidak sejalan dengan hasil pengujian Silica Fume pada beton RCA 50% yang mengalami penurunan signifikan pada data hasil pengujian Compressive Sterngth Test sebesar 23%. Setelah data hasil pengujian melalui proses pengolahan data menggunakan model formula matematik dan SONREB didapatkan kesimpulan bahwasannya penggunaan metode SONREB memberikan hasil kuat tekan perkiraan yang memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingan model formula matematik.
Kata Kunci : Silica Fume, Semen Slag, Destructive Test, Non-Destructive Test, SONRE
PENGARUH PENGGUNAAN SILICA FUME DAN SEMEN SLAG SEBAGAI PENGGANTI SEMEN PADA BETON RECYCLED COARSE AGGREGATE (RCA) TERHADAP CEPAT RAMBAT GELOMBANG MENGGUNAKAN ULTRASONIC PULSE ECHO (UPE)
Penggunaan beton untuk pembangunan yang dilakukan terus menerus akan menghasilkan limbah beton yang menumpuk dan merusak ekosistem alam. Selain itu terdapat pula limbah B3 yang juga dapat merusak ekosistem alam. Sedangkan Indonesia mulai mengembangkan green construction untuk mendukung SDGs yang sudah ada. Sehingga beberapa masalah lingkungan yang ada diperlukan sebuah inovasi yaitu limbah beton dimanfaatkan kembali menjadi agregat kasar daur ulang atau Recycled Coarse aggregate (RCA) dan penggunaan kembali limbah B3 berupa silica fume dan slag yang telah diolah menjadi semen slag sebagai pengganti sebagian semen. Penelitian ini dilakukan dengan proporsi beton RCA sebanyak 50% dan 100% sebagai beton kontrol serta terdapat pengganti semen menggunakan material silica fume sebesar 10% dan semen slag sebesar 20%. Berdasarkan dari hasil analisis yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa beton dengan RCA 100% memiliki nilai cepat rambat (velocity) yang lebih tinggi dibandingkan dengan variasi lainnya. Penggunaan silica fume sebesar 10% sebagai pengganti semen mendapatkan hasil bahwa beton memiliki sedikit rongga, lebih seragam, dan menghasilkan amplitudo yang lebih tinggi dari pada beton dengan pengganti semen menggunakan semen slag sebesar 20%.
Kata kunci : Recycled Coarse Aggregate (RCA), silica fume, semen slag, Ultrasonic Pulse Echo (UPE), cepat rambat (Velocity
Studi Alternatif Perencanaan Struktur Sambungan Balok - Kolom Menggunakan Sistem Beton Pracetak (Precast) Pada Gedung Kantor Otoritas Jasa Keuangan Maluku
Di Indonesia, pembangunan gedung masih didominasi oleh metode beton bertulang konvensional. Namun, metode beton pracetak menjadi alternatif yang cepat dan efisien. Penulis mengkaji panduan SNI untuk memastikan kualitas dan ketahanan gempa. Kemajuan ini menguntungkan industri konstruksi Indonesia. Dalam studi alternatif ini, penulis menggunakan perangkat lunak analisis struktur STAAD PRO untuk membantu menghitung momen, gaya aksial, dan gaya geser pada Gedung Kantor Otoritas Jasa Keuangan Maluku setelah diberikan beban. Penelitian ini berfokus pada penggunaan penampang beton pracetak (precast) pada balok yang dihubungkan dengan kolom dan pelat menggunakan sambungan basah. Setelah merencanakan dimensi struktur, dilakukan pengujian dalam dua kondisi, yaitu sebelum dan setelah sambungan menjadi komposit. Penggunaan STAAD PRO memberikan bantuan dalam visualisasi perencanaan dan perhitungan dalam studi alternatif ini. Hasil analisis perencanaan balok – kolom sistem pracetak sebelum cor penuh dengan beban yang dipikul oleh balok tersebut merupakan berat sendiri dari balok. Saat pengangkatan, balok menunjukkan bahwa jarak tumpuan saat pengangkatan sejauh 1,5 m dari tepi balok dengan panjang total balok 8 m. Balok induk pracetak yang berukuran 450 x 700 didapatkan Tulangan Tumpuan sebanyak 6-D19 pada serat atas (positif) dan 4-D10 pada serat bawah (negatif) dengan banyak sengkang 3-D10@100 pada area tumpuan. Sedangkan pada area lapangan, didapatkan Tulangan Lapangan sebanyak 4-D19 pada serat atas (positif) dan 6-D19 pada serat bawah (negatif) dengan banyak sengkang 2-D10@200. Dimana momen nominal terfaktor pada area tumpuan sebesar 370,466 kN dan momen ultimate nya sebesar 361,605 dan momen nominal terfaktor pada area lapangan sebesar 370,466 kN dan momen ultimate nya sebesar 325,445 kN. Dimana momen nominal terfaktor dari keduanya masih mencukupi untuk menahan momen ultimate, maka desain dapat dikatakan aman. Hasil analisis menunjukkan hubungan balok-kolom pracetak aman terhadap lentur dan geser. Momen nominal dan kuat geser lebih besar dari momen ultimate dan gaya geser yang terjadi.Kata kunci : Balok, Kolom, Pracetak, SNI 2847:2019, Pembangunan gedung