Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
    1439 research outputs found

    ANALISIS PEMODELAN PERILAKU BEBAN DAN PERPINDAHAN PADA PORTAL DENGAN VARIASI PENEMPATAN BRACING (SHORT LINK) TIPE DIAGONAL EKSENTRIS DUA ARAH

    No full text
    AbstractIndonesia merupakan wilayah yang sangat rawan bencana gempa bumi dan memiliki tingkat kegempaan yang tinggi. Hal ini dikarenakan Indonesia berada di antara tiga lempeng tektonik yaitu Pasifik, Eurasia dan Indo – Australia, dan merupakan salah satu negara yang termasuk ke dalam kawasan wilayah Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire. Oleh karena itu diperlukan sebuah inovasi untuk mewujudkan bangunan tahan gempa yang efektif dan efisien perancangannya. Salah satu komponen struktur tahan gempa ialah bracing. Kegunaan adanya bracing supaya suatu struktur dapat menahan gaya vertikal (beban gravitasi) dan gaya horisontal (beban gempa). Dalam penelitian ini menggunakan 3 pemodelan portal dua bentang dengan variasi penempatan bracing eksentris pendek (short link) dua arah. Dalam penelitian baja yang digunakan untuk adalah baja BJ-37. Penelitian ini dilakukan menggunakan analisis software ABAQUS student edition dengan menggunakan variasi meshing besar (4) dan kecil (25). Portal menggunakan tumpuan jepit dan akan diberikan beban statis sebesar 90 ton pada bagian kiri atas, sehingga portal akan mengalami keruntuhan dan didapatkan hasil berupa nilai beban dan perpindahan yang akan digunakan sebagai data analisis. Berdasarkan hasil penelitian ditunjukkan bahwa variasi penempatan bracing pada portal dua bentang berpengaruh terhadap beban dan perpindahan yang diterima portal. Portal dengan variasi bracing di kedua bentangnya dapat menahan beban yang lebih besar dan perpindahan yang lebih kecil dibandingkan dengan 2 tipe model lainnya. Kata Kunci : Bracing, Beban, Perpindahan, ABAQU

    HUBUNGAN KNOWLEDGE MANAGEMENT TERHADAP PENERAPAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) PADA PERUSAHAAN KONSTRUKSI DI SURABAYA

    No full text
    Industri konstruksi merupakan bidang dengan tingkat pekerjaan berbahaya dan tingkat kecelakaan kerja yang tinggi. Untuk mengatasi masalah ini, implementasi sistem yang lebih baik diperlukan. Dalam konteks ini, penggunaan strategi berbasis pengetahuan atau manajemen pengetahuan dapat mempengaruhi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di perusahaan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data interaktif dengan bantuan software Microsoft Excel dan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa knowledge management berpengaruh terhadap penerapan K3 di perusahaan. Manajemen pengetahuan yang efektif terkait praktik keselamatan memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan standar K3 mereka dan mengurangi kecelakaan kerja. Kata kunci: Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Manajemen Pengetahuan, Regres

    STUDI AWAL IMPLEMENTASI MOBILITY AS A SERVICE (MAAS) DI KOTA MALANG

    No full text
    Digitalisasi sistem transportasi semakin berkembang seiring waktu, serta munculnya banyak permasalahan transportasi seperti masalah kemacetan dan berkurangnya penggunaan angkutan umum, menyebabkan diperlukannya solusi salah satunya Mobility as a Service (MaaS). Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik dan pola pergerakan pada kawasan Sawojajar, mengetahui tarif ideal MaaS pada kawasan Sawojajar, dan mengetahui peluang penggunaan MaaS pada kawasan Sawojajar. Tarif ideal dianalisis menggunakan ATP-WTP, karakteristik dan pola pergerakan dianalisis menggunakan Origin-Destination, dan peluang penggunaan MaaS dari data dianalisis dengan menggunakan Stated Preference. Karakteristik sosial ekonomi, karakteristik perjalanan, karakteristik perjalanan asal tujuan, biaya operasional kendaraan (BOK), jarak tempuh, dan waktu tempuh digunakan sebagai data primer, dan frekuensi keberangkatan dipilih sebagai data sekunder. Kata Kunci: Kawasan Sawojajar, Kota Malang, Mobility as a Service, MaaS, karakteristik, pola pergerakan, tarif ideal

    STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR MENGGUNAKAN BETON PRACETAK (PRECAST) DENGAN SISTEM SAMBUNGAN BALOK - KOLOM PADA GEDUNG SEKOLAH GRAND PAKUWON SURABAYA

    No full text
    Sekolah Gloria Grand Pakuwon Surabaya merupakan lembaga pendidikan formal yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan serta ilmu baru yang bermutu tinggi. Sarana prasarana yang berkualitas bukan hanya dilihat dari indahnya suatu gedung, namun juga harus dipertimbangkandi segi infrastrukur yang aman. Pada Gedung Sekolah Gloria Grand Pakuwon dibangun denganmenggunakan sturktur beton bertulang konvensional , dimana struktur beton bertulang tersebut memiliki kelemahan yaitu waktu pengerjaanya yang dibilang cukup lama dan membutuhkan tenaga kerja yang banyak sehingga berimplikasi keluarnya dana yang cukup besar. Adapun alternatif perencanaan lain dengan menggunakan metode beton pracetak dimana metode ini sangat cocok digunakan pada Gedung Sekolah Gloria Grand Pakuwon karena memiliki denah yang identik tiap lantai. Berdasarkan hasil analisis perencanaan pada balok-kolom menggunakan sistem pracetak sebelum cor penuh dengan beban yang dipikul oleh balok tersebut merupakan beban sendiri dari balok. Saat pengangkatan balok menunjukkan bahwa jarak tumpuan saat pengangkatan sejauh 2,05 m dari tepi balok. balok induk pracetak yang berukuran 40/40 dengan tulangan lentur yang mengalami tarik yaitu 9-D19 dan tulangan yang mengalami tekan yaitu 5-D19 serta sengkang ø10- 150 menghasilkan momen tumpuan yang besarnya sama dengan momen lapangan sebesar 976,74 kgm. Kata kunci : Balok pracetak, Struktur beton, bangunan tahan gemp

    PERENCANAAN ULANG STRUKTUR GEDUNG BARU KEPOLISIAN RESOR METROPOLITAN BEKASI KOTA MENGGUNAKAN SISTEM BETON PRACETAK (PRECAST)

    No full text
    Metode beton bertulang konvensional (cast in situ) masih banyak digunakan dalam pembangunan bangunan di Indonesia. Salah satu kemajuan yang dapat mempersingkat waktu pelaksanaan adalah penerapan beton pracetak sebagai komponen struktur. Perencanaan ulang struktur Gedung ini menggunakan STAAD PRO software untuk menghitung besarnya momen, gaya aksial, dan gaya geser yang terjadi pada Gedung Baru Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota setelah diberikan beban. Detail penampang yang akan digunakan padai balok terdiri dari beton pracetak (precast). Kolom dan pelat disambungkan dengan sambungan basah. Setelah perencanaan dimensi selesai, kontrol dilakukan dalam kondisi sebelum dan setelah komposit. Hasil analisis perencanaan balok – kolom sistem pracetak sebelum cor penuh dengan beban yang dipikul oleh balok tersebut merupakan berat sendiri dari balok. Saat pengangkatan, balok menunjukkan bahwa jarak tumpuan saat pengangkatan sejauh 1,5 m dari tepi balok dengan panjang total balok 8 m. Balok induk pracetak yang berukuran 450 x 700 didapatkan momen nominal terfaktor pada area tumpuan sebesar 555,934 kN dan momen ultimate nya sebesar 554,830 dan momen nominal terfaktor pada area lapangan sebesar 483,043 kN dan momen ultimate nya sebesar 471,606 kN. Dimana momen nominal terfaktor dari keduanya masih mencukupi untuk menahan momen ultimate, maka desain dapat dikatakan aman. Kata Kunci: balok, kolom, pracetak, pembangunan gedun

    ANALISIS PENGARUH VARIASI SUDUT PADA BETON TERHADAP CEPAT RAMBAT GELOMBANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE UPE (ULTRASONIC PULSE ECHO)

    No full text
      ABSTRAK  Kemajuan pembangunan di Indonesia yang semakin meningkat menyebabkan kebutuhan material dengan kualitas tinggi terus naik. Salah satu material konstruksi yang harus selalu dalam kualitas baik adalah beton, karena merupakan bahan utama pembangunan infrastruktur masa kini. Dengan itu pengetahuan tentang cara pengujian kualitas material konstruksi harus terus berkembang untuk menyesuaikan dengan kebutuhan konstruksi saat ini. Dengan berkembangnya desain bangunan, maka beton yang digunakan pun akan memiliki bentuk yang bermacam-macam. Salah satu cara untuk mengetahui kualitas material adalah dengan menganalisis cepat rambat gelombang ultrasonik pada material. Sehingga pada penelitian ini akan membahas tentang pengaruh kecepatan gelombang terhadap beton yang memiliki kemiringan. Pada penelitian ini metode pengujian yang dilakukan adalah metode ultrasonic pulse echo (UPE). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil analisis bagaimana cepat rambat gelombang akan berubah terhadap variasi sudut yang dihadirkan. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah set alat uji UPE Proceq PL-200PE dan software pembaca hasil pengujian PL-Link. Hasil penelitian yang didapatkan adalah sudut kemiringan akan berpengaruh secara terbalik terhadap cepat rambat gelombang. Hasil lain dari penelitian ini adalah bahwa alat UPE dapat digunakan untuk mendeteksi kualitas beton dengan bentuk miring, namun sudut kemiringan tidak boleh terlalu besar karena mengakibatkan gelombang pantul tidak lagi dapat diterima oleh receiver. Kata kunci: Beton miring, Ultrasonic Pulse Echo, Pengujian non-destruktif, kecepatan gelombang

    PENGARUH VARIASI KADAR DAN PANJANG SERAT IJUK SEBAGAI BAHAN MODIFIER CAMPURAN LASTON LAPIS AUS ASBUTON (AC-WC ASB) TERHADAP KINERJA MARSHALL DAN CANTABRO

    No full text
    Terdapat sekitar 4.000 km lapisan jalan nasional yang mengalami kerusakan. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan volume kendaraan yang tinggi, sehingga menjadikan pembebanan yang berlebih pada jalan. Oleh karena itu munculah ide untuk menambahkan serat ijuk kedalam campuran aspal sebagai bahan perkuatan. Indonesia juga masih mengimpor aspal minyak sebesar 600.000 ton setiap tahunnya, padahal Indonesia memiliki deposit aspal alami yang sangat besar yang terletak di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara sehingga dinamakan AspalButon. Maka dari itu pada penelitian ini, kami memanfaatkan aspal buton guna mensubtitusikan kebutuhan aspal minyak. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh serat ijuk terhadap nilai karakteristik marshall dan cantabro dari campuran laston lapis aus asbuton (AC-WC Asb), juga menganalisis kadar dan panjang serat optimum yang akan menghasilkan karakteristik campuran yang maksimal. Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan terlebih dahulu melakukan pengujian terhadap sifat fisik masing-masing material yang akan digunakan, dengan acuan Spesifikasi  Bina Marga 2018. Penelitian dilakukan dengan menelusuri terlebih dahulu nilai KAO campuran (aspal minyak dan aspal buton) untuk selanjutnya ditambahkan serat ijuk dengan rentang kadar serat 0.2 - 0.4 % serta panjang serat ijuk 0.5 cm – 1.5 cm. Penelitian dilanjtukan dengan pengujian cantabro, untuk mengetahui pengaruh penambahan serat terhadap tingkat kerapuhan campuran. Analisis statistic data dilakukan dengan pengujian normalitas, homogenitas, anova, tukey HSD, duncan, regresi, korelasi dan uji t. Hasil pemeriksaan keseluruhan sifat fisik bahan material yang digunakan menunjukan bahwa seluruh material memenuhi batasan spesifikasi bina marga. Dari hasil pengujian dan pengolahan data didapati bahwa penambahan serat berpengaruh terhadap karakteristik marshall campuran. Berdasarkan parameter stabilitas diperoleh kadar serat ijuk optimum sebesar 0.2 % dari berat campuran, dengan panjang serat ijuk optimum sepanjang 0.5 cm. Dibandingkan dengan campuran tanpa penambahan serat, pada kadar dan panjang serat ijuk optimum ini menunjukan peningkatan nilai stabilitas sebesar 3.11 %, nilai MQ sebesar 15.56 %, nilai VMA sebesar 7.97 %, nilai VIM sebesar 33.76 %. Sedangkan nilai VFB mengalami penurunan sebesar 9.80 %, dan kelelehan mengalami penurunan sebesar 13.07 %, untuk pengujian cantabro didapati nilai terlalu signifikan dalam meningkatkan nilai stabilitas, namun memiliki kecenderungan meningkatkan nilai kelelehan cukup besar. Dapat diartikan campuran menjadi semakin lentur, sehingga memiliki ketahanan terhadap retak yang cukup baik, namun kurang tahan terhadap alur roda (nilai VIM tinggi). Campuran semacam ini cocok sebagai bahan perkerasan untuk jalanan dalam kota yang sering dilewati kendaraan ringan. Kata kunci : AC-WC Asb, Asbuton, Serat Ijuk, VIM, VMA, VFB, Stabilitas, Kelelehan, MQ, Kehilangan Partike

    EVALUASI KAWASAN RAWAN KECELAKAAN PADA RUAS IR SOEKARNO DAN PATIMURA KOTA BATU

    No full text
    Ruas jalan Ir Soekarno dan Patimura adalah jalan yang berada di Kota Batu digunakan untuk menghubungkan kota Batu dengan Malang. Seiring dengan tumbuh kembang penduduk dan potensi wisata Kota Batu, tentu muncul beberapa permasalahan terhadap moda transportasi yang terjadi, salah satunya yang paling krusial adalah tentang keamanan dalam berlalu lintas. Dengan perencanaan penanggulangan insiden laka lalu lintas di lokasi tersebut,yang difokuskan yaitu mengidentifikasi analisis dan karakteristik yang menyebabkan kecelakaan, mengetahui titik blackspot, melakukan pemodelan kecelakaan, serta melakukan strategi penanganan titik rawan kecelakaan. Dan diharapkan dapat terjadi suatu kerjasama antara masyarakat dengan pemerintah terkait pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas di ruas jalan tersebut. Analisis yang dilakukan menghasilkan variable yang dominan adalah, pendidikan,pekerjaan, jenis kelamin, lampu, rem, safety belt, jumlah lajur, lebar bahu, lebar lajur, rumaja, trotoar, dan Guardrail. Sedangkan untuk daerah rawan blackspot berada pada segmen Ir Soekarno (KM2,6-2,8) dan Ir Soekarno (KM 3,2-3,4) pada tahun 2020 dan Patimura (KM 1,4-1,6) dan Patimura (KM 2-2,2) pada tahun 2021. Dan starategi penanganan daerah kecelakaanakan dilakukan sosialisai sesuai dengan variable yang dominan.. Kata Kunci: blackspot area, accident rate, angka ekivalen kecelakaa

    Pengaruh Bakteri Bacillus Subtilis yang Diinokulasi pada Agregat Daur Ulang terhadap Penyusutan Kering Beton

    No full text
    Industri konstruksi bertanggung jawab atas beberapa masalah lingkungan yaitu eksploitasi bahan baku alam dalam jumlah besar seperti agregat untuk produksi semen dan beton mengakibatkan ketersediaan sumber daya alam yang terus menerus tersubgradasi. Salah satu alternatif untuk mengurangi masalah yang ditimbulkan oleh industri konstruksi tersebut adalah dengan menggunakan agregat kasar daur ulang atau recycled coarse aggregate (RCA) yang berasal dari limbah konstruksi dan pembongkaran sehingga menghasilkan produk beton baru dan berkontribusi terhadap perlindungan lingkungan. Namun RCA memiliki kekurangan dibanding NCA, karena RCA masih memiliki kandungan mortar yang melekat pada permukaannya, porositas yang tinggi, kemungkinan terjadinya retakan mikro, serta zona transisi antarmuka atau interface transition zones yang lemah. Maka dari itu, dilakukan perbaikan pada RCA dengan metode pengisian pori-pori dengan presipitat kalsium karbonat (CaCO3) dengan Bakteri Bacillus subtilis. Kalsium karbonat yang terbentuk dari biodeposisi yang terjadi pada permukaan RCA yang mampu mengisi pori-pori dan meningkatkan nilai ITZ antara RCA dengan mortar. Pengunaan material memiliki pengaruh terhadap mutu beton karena perbedaan sifat mekanis materialnya, oleh karena itu, dilakukan pengujian penyusutan kering beton untuk mengetahui pengaruh material tersebut, penyusutan kering beton akan menyebabkan keretakan dan pengurangan dimensi pada struktur yang akan mempengaruhi dari kekuatan struktur. Penelitian ini menggunakan benda uji balok dengan ukuran 7,5 x 7,5 x 28 cm. Pada benda uji ditanamkan gauge stud dengan ukuran 2,25 cm di kedua belah sisi untuk memudahkan pengujian pada alat vertical length comparator. Kesimpulan penelitian ini adalah Penggunaan beton yang menggunakan material RCA yang telah diinokulasi bakteri Bacillus subtilis menunjukkan hasil penyusutan kering yang lebih kecil jika dibandingkan dengan beton yang menggunakan material Natural Coarse Aggregate (NCA) dan recycle coarse aggregate (RCA). limbah beton dengan minimal mutu beton K-300 yang diperbaiki dengan bakteri Bacillus subtilis dapat dimanfaatkan untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan kualitas beton yang baik.   Kata Kunci: Penyusutan kering beton, Recycled Coarse Aggregate, Bacillus subtili

    Analisis Numerik Karakteristik Aliran Sungai di Sekitar Pilar Menggunakan Program CADMAS-SURF

    No full text
    Sungai merupakan saluran terbuka dengan aliran air akibat limpasan hujan. Besar kecilnya limpasan air dapat dipengaruhi oleh intensitas hujan yang terjadi dan luas wilayah dimana hujan itu terjadi. Aliran sungai memiliki beberapa karakteristik seperti tinggi muka air (water level), kecepatan, dan tekanan yang memiliki metode pengukuran masing-masing. Kebanyakan sungai dilintasi oleh jembatan yang berfungsi sebagai akses penghubung dua wilayah. Salah satu struktur penting jembatan adalah pilar. Keberadaan pilar jembatan dapat memengaruhi aliran yang terjadi di sungai. Pada penelitian ini dilakukan analisis numerik karakteristik aliran sungai yang ada di sekitar pilar. Analisis numerik akan menggunakan program CADMAS-SURF. Penelitian ini menggunakan tiga model pilar pada simulasinya, yaitu persegi, bulat, dan oval. Hasil analisis yang diperoleh berupa gambar simulasi dan hasil pengukuran karakteristik aliran berupa tinggi muka air, kecepatan aliran, dan tekanan aliran. Tinggi muka air maksimum sebelum pilar terukur pada model persegi. Sementara tinggi muka air di kanan dan kiri pilar terukur pada model bulat. Serta tinggi muka air setelah pilar terukur pada model oval. Kecepatan aliran maksimum sebelum dan setelah pilar terukur pada model persegi. Kecepatan maksimum di kanan dan kiri pilar terukur pada model oval. Tekanan aliran memiliki nilai hampir sama pada setiap model pilar. Pengukuran karakteristik aliran memiliki hasil yang berbeda-beda. Hal ini dapat dipengaruhi oleh dua faktor. Pertama adalah perbedaan bentuk dan dimensi penampang pilar. Kedua adalah letak titik pengukurannya, baik adanya perbedaan secara horizontal maupun vertikal. Hasil perhitungan gaya-gaya di sekitar pilar menunjukkan model oval adalah pilar yang paling efektif dalam menahan tekanan. Kata kunci :   Tinggi Muka Air, Kecepatan Aliran, Tekanan Aliran, Pilar

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇