Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
    1439 research outputs found

    Studi Analisis Perencanaan Struktur Pada Gedung Hotel Exindo 57 Nganjuk Jawa Timur Menggunakan Sistem Pracetak (Precast)

    No full text
    Gedung Hotel Exindo 57 Nganjuk Jawa Timur dibangun dengan menggunakan struktur beton bertulang (cast in situ). Namun, struktur beton bertulang sendiri memiliki kekurangan terkait waktu pengerjaannya yang relatif lama dan kebutuhan tenaga pekerja yang dibutuhkan terbilang cukup banyak dimana dapat menghabiskan biaya yang cukup besar. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mempercepat waktu pelaksanaan yaitu dengan memakai metode beton pracetak (precast) sebagai alternatif komponen struktural dalam pelaksanaannya. Metode beton pracetak (precast) adalah teknologi konstruksi struktur beton yang dicetak di pabrik kemudian dipasang di lokasi proyek. Sehingga, proses pembangunan atau konstruksi akan jauh lebih cepat dibanding dengan menggunakan beton konvensional.Hal yang harus diperhatikan dalam penelitian kali ini berupa karakteristik daerah yang akan direncanakan beton pracetak. Hal ini menjadikan pertimbangan khusus dalam memodifikasi keruntuhan bangunan tahan gempa yang menggunakan konstruksi beton pracetak (precast) ditentukan oleh kualitas sambunganya, terutama pada sambungan balok – kolom. Oleh karena itu agar bangunan Gedung Hotel Exindo 57 Nganjuk Jawa Timur aman tahan terhadap gempa penulis melakukan kontrol terdapat ketahanan gempa meliputi : Kontrol partisipasi massa, Kontrol periode getar struktur, Kontrol nilai akhir respon spektrum, dan Kontrol batas simpangan (drift). Analisis sambungan balok – kolom pracetak baik yang ditengah yang dilakukan pada kondisi setelah cor penuh dengan beban yang dipikul oleh balok adalah beban beban mati, beban hidup dan beban gempa menunjukkan hasil yang aman terhadap lentur dan geser. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil analisis sambungan di tengah menunjukkan momen nominal sebesar 1207,329 kNm lebih besar dari momen ultimate sebesar 901,669 kNm dan kuat geser nominal sebesar 2514,0465 kN lebih besar dari gaya geser yang terjadi sebesar 1424,1103 kNm. Kata kunci : Gedung Hotel, Balok Pracetak, Struktur Beton, Bangunan tahan gempa, Sambungan

    PENGARUH BAKTERI Bacillus subtilis YANG DIINOKULASI PADA AGREGAT DAUR ULANG TERHADAP KEKUATAN BETON DENGAN MENGGUNAKAN METODE NON-DESTRUCTIVE TEST (NDT)

    No full text
    Jumlah penduduk yang terus meningkat mengakibatkan kebutuhan infrastruktur semakin meningkat untuk memenuhi kebutuhan sosial maupun ekonomi. Pekerjaan infrastruktur menimbulkan pencemaran lingkungan dengan sebagian besar berupa beton. Upaya penyelesaian dapat dilakukan dengan mengubahnya menjadi material daur ulang. Salah satu yang dapat dimanfaatkan adalah agregat kasar daur ulang (RCA). RCA memiliki kualitas yang lebih rendah dibandingkan dengan agregat alami (NCA) karena memiliki kandungan mortar yang menempel pada permukaan RCA. Cara untuk memperbaiki kualitas RCA adalah memodifikasi mortar yang menempel pada permukaan RCA dengan metode biodeposisi yaitu menggunakan bakteri ureolitik yang dapat menghasilkan kalsium karbonat (CaCO3) dan mengisi pori-pori pada RCA sehingga RCA akan menjadi lebih padat dan kualitasnya akan meningkat. Jenis bakteri yang digunakan adalah Bacillus subtilis. Perbaikan dilakukan dengan merendam RCA pada bakteri Bacillus subtilis selama 14 hari. Dilakukan uji material berat isi, berat jenis dan penyerapan, serta kadar air pada RCA sebelum dan sesudah dilakukan perendaman untuk mengetahui pengaruh yang terjadi. Kemudian material RCA digunakan sebagai material penyusun beton yang selanjutnya dilakukan pengujian menggunakan metode Non-Destructive Test pada saat umur beton mencapai 28 hari. Pengujian yang dilakukan antara lain Hammer Test, Ultrasonic Pulse Velocity, dan Compression Test yang kemudian data hasil pengujian diolah menggunakan metode Sonic Rebound (SONREB) untuk mendapatkan kuat tekan perkiraan. Pengaruh dari proses perendaman bakteri Bacillus subtilis meningkatkan kualitas RCA yang dibuktikan adanya peningkatan berat isi dan berat jenis serta nilai kadar air yang lebih rendah dibandingkan RCA yang tidak direndam bakteri. Pada pengujian hammer test juga menunjukkan adanya peningkatan kuat tekan. Namun karena terdapat faktor-faktor lain, hasil pengujian Ultrasonic Pulse Velocity, Compression Test, dan kuat tekan perkiraan menggunakan metode SONREB menunjukkan penurunan kualitas pada beton dengan material RCA yang direndam bakteri. Sehingga perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk mengetahui faktor-faktor lain dikarenakan hal tersebut tidak sesuai dengan uji material yang dilakukan

    Pengaruh Penambahan Olahan Limbah Expanded Polystyrene dalam Bentuk Lateks Cair pada Beton terhadap Kuat Tekan Beton dan Cepat Rambat Gelombang Beton dengan Metode Non-Destructive Test

    No full text
    Styrofoam menyumbang salah satu penyebab permasalahan lingkungan paling mengkhawatirkan dewasa ini karena berbahaya bagi lingkungan dan juga manusia. Styrofoam sendiri merupakan merek dagang produk yang disebut dengan EPS atau Expanded Polystyrene. EPS yang dilarutkan pada bensin akan menjadi sebuah lateks yang sering disebut dengan lateks polistirena. Inovasi penambahan lateks pada beton sudah dilakukan yang biasa disebut dengan Latex Modified Concrete (LMC). LMC menggunakan Styrene Butadiene Latex, namun pada penelitian ini SBR Latex disubtitusi dengan lateks polistirena dalam upaya mengurangi limbah EPS. Penelitian ini memiliki target untuk mengetahui pengaruh penambahan lateks polistirena pada kualitas beton dan kadar optimum yang dapat memberikan kualitas paling baik pada beton. Lateks polistirena dibuat dengan melelehkan EPS dan bensin dengan perbandingan 1 gr EPS : 2 ml bensin. Terdapat 4 variasi benda uji dengan kadar lateks 0%, 5%, 10%, dan 15% dengan masing variasi berjumlah tiga benda uji. Benda uji yang digunakan berbentuk kubus dengan dimensi 15x15x15 cm untuk memudahkan pengujian NDT. Hasil dari pengujian Hammer Test, UPV, Compression Test, dan perhitungan dengan metode SONREB disimpulkan bahwa kualitas beton menurun berbanding lurus dengan meningkatnya kadar lateks pada beton. Tidak didapat kadar optimum lateks pada beton karena penambahan lateks akan mengurangi kualitas beton. Kata kunci : Beton, Lateks Cair, Kuat Tekan, Cepat Rambat, Non-Destructive Tes

    PERBANDINGAN EFEKTIFITAS VARIASI VOLTASE PADA INJEKSI LARUTAN ELEKTRO KIMIA Ca(OH)2 TERHADAP KUAT GESER DAN POTENSI PENGEMBANGAN TANAH EKSPANSIF

    No full text
    Pada tahun 1939, Cassagrande menunjukkan bahwa ketika elektrokinetik diterapkan pada tanah berbutir halus dengan kelembaban tinggi, tanah mengalami peningkatan tekanan efektif karena tekanan air pori. Sejak itu, beberapa negara Eropa telah menggunakan metode ini untuk memperbaiki tanah berbutir halus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki masalah tanah lempung muai dan menyelidiki pengaruh fluktuasi tegangan terhadap kuat geser dan kembang pada tanah lempung muai menggunakan metode penyemprotan elektrokimia. Penyemprotan elektrokimia adalah proses yang menggunakan fenomena elektroosmosis (pergerakan air melalui bahan padat dalam medan listrik) atau aliran larutan polarisasi karena perbedaan potensial/arus listrik. Larutan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ca(OH)2 dengan konsentrasi 10° dan perubahan tegangan 12, 15, 18 dan 24 volt. Sampel tanah ditempatkan dalam kotak uji berukuran 150 x 150 x 500 milimeter. Injeksi elektrokimia dilakukan selama 7 hari. Pada penelitian ini ditemukan bahwa variasi perubahan tegangan selama penginjeksian pada tanah lempung yang diperluas dapat meningkatkan nilai kuat geser yang disimpulkan dari uji triaksial yaitu dengan meningkatkan tegangan yang diterapkan, nilai kohesi tanah meningkat. Hasil pengujian kuat geser sayap juga menunjukkan bahwa nilai kuat geser setelah penyemprotan sebesar 1,65 kg/cm2 mengalami peningkatan dibandingkan dengan nilai kuat geser sebelum injeksi. Uji konsolidasi menunjukkan bahwa sampel tanah setelah injeksi menunjukkan kemungkinan terjadinya penurunan nilai Cs tanah sebelum injeksi yaitu 0,03 berubah menjadi 0,017 setelah injeksi. Selain itu, uji kembang bebas menunjukkan hasil yang sama yaitu potensi kembang turun dari 46,67% tanah asli menjadi 12,90% tanah sampel setelah penyemprotan

    Analisis Bangunan Irregular dengan Perkuatan Pengaku (Bracing) Baja Menggunakan Metode Direct Displacement Based Design (DDBD)

    No full text
    Perkembangan konstruksi Indonesia sebagai negara berkembang harus memperhatikan aspek geografis Indonesia. Perkembangan tersebut beriringan dengan perkembangan kreatifitas perancangan struktur dengan konfigurasi yang kompleks atau biasa disebut Bangunan Irregular. Bangunan seperti ini memiliki respon yang berbeda terhadap struktur sehingga memerlukan solusi untuk memperbaiki respon tersebut, salah satunya aplikasi perkuatan pengaku (bracing) baja. Perencanaan bangunan irregular juga tidak dapat dianalisis secara sama dengan bangunan sederhana. Diperlukan pendekatan dinamik agar hasil analisis menunjukkan kondisi yang hampir sama dengan kondisi nyata struktur saat terkena gempa. Metode yang dapat digunakan adalah Direct Displacement Based Design (DDBD) untuk merencanakan komponen strukturalnya. Setelah itu dilakukan juga Pushover Analysis menggunakan SAP2000 untuk melihat perilaku struktur seperti Performance Point, Drift, serta Displacement dari struktur yang akan dibandingkan sebelum dan setelah diaplikasikan pengaku (bracing) baja. Penelitian ini meliputi 3 tipe konfigurasi perletakan pengaku (bracing) baja dari kedua sumbu. Seluruhnya menunjukkan peningkatan dari setiap parameter yang dianalisis. Drift dan Displacement yang terjadi seluruhnya masih berada pada batas simpangan rencana, sedangkan Performance Point dari seluruh konfigurasi yang dianalisis terklasifikasi sebagai Immediate Occupancy (IO). Seluruh simpangan antar lantai yang terjadi juga masih berada dibawah batas simpangan antar lantai izin yang ada pada SNI 1726:2019. Hal tersebut menyimpulkan struktur setelah aplikasi pengaku (bracing) baja aman untuk dibangun. Kata Kunci: Bangunan Irregular, Struktur Tahan Gempa, Pengaku (Bracing) Baja, Metode Direct Displacement Based Design (DDBD), Pushover Analysis

    HAMBATAN PENERAPAN BERBAGI PENGETAHUAN MENGENAI KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) PADA PROYEK KONSTRUKSI (STUDI KASUS: PROYEK GEDUNG Y DI KOTA SURABAYA)

    No full text
    Industri konstruksi yang seringkali menjadi salah satu sektor penting dalam perekonomian serta membangun fisik negara yang mempengaruhi kualitas hidup masyarakat masih memiliki beberapa kendala atau hambatan dalam proses pelaksanaannya. Oleh karena itu, dilakukan sebuah sistem dari knowledge management yang bertujuan untuk memaksimalkan serta mengatasi hambatan yang dialami industri konstruksi. Dalam knowledge management itu sendiri terdapat salah satu bagian, yaitu knowledge sharing atau distribusi pengetahuan. Knowledge sharing berperan dalam penyebaran informasi terutama mengenai K3 untuk memastikan praktik dan prosedur keamanan tetap dilaksanakan, efektif, dan dapat dipahami. Pada penelitian ini dilakukan analisa untuk mengetahui hambatan dari penerapan knowledge sharing. Berdasarkan analisa menggunakan analisa mean atau rata-rata, terdapat tiga faktor yang memiliki nilai mean yang sama besar, yaitu 3,47. Faktor tersebut adalah kurangnya kesadaran terhadap pentingnya berbagi pengetahuan tentang K3, pengetahuan yang terbatas dari masing-masing individu mengenai K3 serta rendahnya tingkat pelatihan mengenai K3. Kata Kunci: Hambatan, Konstruksi, Knowledge Management, Knowledge Sharing, Analisa Mean, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3

    Studi Eksperimen Pengaruh Penambahan Serat Polypropylene Pada Limbah Masker Terhadap Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, Modulus Elastisitas, dan Poisson Ratio Beton Normal

    No full text
    Pandemi Covid-19 membuat pemerintah menetapkan beberapa peraturan baru seperti PSBB dan wajibnya penggunaan masker. Hal tersebut menyebabkan banyaknya tumpukan limbah masker yang tidak dikelola dengan baik. Limbah masker sulit terurai karena mengandung polypropylene. Polypropylene merupakan sebuah polimer termo plastik yang biasa digunakan dalam industri tekstil, alat pengemasan, bahkan sampai alat laboratorium. Karena sifatnya yang mirip seperti plastik, polypropylene diinovasikan sebagai bahan tambah dalam campuran beton dan tertuang dalam ACI Commite 522 1982. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui pengaruh penambahan serat polypropylene pada limbah masker terhadap kuat tekan, kuat tarik belah, modulus elastisitas, dan poisson ratio beton normal serta untuk mengurangi banyaknya tumpukan limbah masker. Adapun studi ini menujukkan bahwa rata-rata kuat tekan beton tertinggi adalah pada penambahan serat 1% dari total volume beton yaitu 21,617 Mpa, bertambah sekitar 25,91% dari beton normal tanpa serat. Begitupun kuat tarik belahnya maksimum pada penambahan 1% dari total volume beton yaitu 5,404 Mpa, bertambah sekitar 25,90% dari beton normal. Modulus elastisitas juga demikian, maksimum pada penambahan 1% dari total volume beton yaitu 21852,089 Mpa bertambah sebesar 13,94% dari beton normal. Namun, untuk nilai rata-rata poisson ratio masih berkisar antara 0,1-0,3 yaitu berada dalam kisaran nilai poisson ratio beton normal.Kata Kunci : Serat Polypropylene Pada Limbah Masker, Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, Modulus Elastisitas, Poisson Rati

    Analisis Daktilitas Kurvatur Pada Perencanaan Balok Beton Bertulang

    No full text
    Indonesia adalah negara berkembang yang banyak melakukan pembangunan infrastruktur untuk mendukung kemajuan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan banyak nya pembangunan tentu harus diiringi perkembangan teknologi dan inovasi. Indonesia memiliki peraturan yang menjadi acuan dalam pembangunan diantaranya yaitu SNI 2847 tentang Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan serta SNI 1726 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non-gedung. Terdapat pembaharuan pada SNI 1726:2019. Pembaharuan ini karena Indonesia merupakan wilayah yang rawan gempa sehingga pada SNI 1726:2019 bangunan dibuat menjadi tahan gempa dan strukturnya dibuat daktail agar aman. Pada penelitian ini dilakukan analisis kebutuhan tulangan tarik dan tekan, analisis momen-kurvatur dan daktilitas kurvatur pada balok yang didesain ulang dan balok eksisting pada gedung yang ditinjau. Penelitian ini difokuskan pada balok induk B1 40/80, B2a 35/70, B2b 35/70, B2c 35/70, B2d 35/70, dan B3 35/50. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan kebutuhan tulangan antara balok yang didesain ulang dengan balok eksisting. Kebutuhan tulangan pada balok yang didesain ulang memiliki rasio lebih kecil dibandingkan dengan balok eksisting. Pada daktilitas kurvatur, mayoritas balok yang didesain ulang memiliki nilai yang lebih besar daripada balok eksisting. Semakin besar rasio tulangan tarik dapat meningkatkan momen tetapi menurunkan nilai kurvatur dan daktilitas kurvaturnya. Untuk meningkatkan nilai kurvatur, dapat ditambahkan rasio tulangan tekan pada balok. Kata Kunci: Beban Gempa, SNI 1726, Tulangan, Momen Kurvatur, Daktilitas Kurvatur

    Analisis Daktilitas Kurvatur Balok Akibat Pengaruh Perbedaan Beban Gempa Rencana Menurut SNI 1726:2002 dan SNI 1726:2019

    No full text
    Bangunan gedung menjadi infrastruktur penting, namun perlu diperhatikan bahwa Indonesia rawan terhadap gempa bumi karena terletak di jalur pegunungan aktif (Ring of Fire). SNI 1726 dan SNI 2847, diatur oleh Badan Standar Nasional (BSN). SNI 1726 berkaitan dengan perencanaan ketahanan gempa, sementara SNI 2847 berkaitan dengan persyaratan beton struktural. Peraturan ini telah mengalami perkembangan dan pembaruan dari waktu ke waktu. Tujuan yang ingin diperoleh dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan SNI 1726:2002 dan SNI 1726:2019 terhadap beban gempa rencana yang dihasilkan pada struktur bangunan gedung bertingkat, memahami dampaknya pada desain tulangan lentur balok, dan mengidentifikasi pengaruh desain tulangan tersebut terhadap momen-kurvatur dan daktilitas kurvatur balok. Pada penelitian ini, akan dilakukan dua pemodelan struktur yang hanya dibedakan terkait beban gempa rencana dan akan dilakukan analisis struktur untuk mengetahui gaya-gaya dalam yang bekerja pada elemen struktur khususnya balok. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah penggunaan SNI 1726:2019 sebagai standar peraturan terbaru bangunan tahan gempa berpengaruh pada respon spektrum dan beban gempa rencana gedung. Hasil analisis menunjukkan bahwa gempa rencana berdasarkan SNI 1726:2019 menghasilkan momen perlu balok (Mu) yang lebih besar dibandingkan dengan SNI 1726:2002, sehingga mempengaruhi rasio tulangan (ρ) pada desain tulangan lentur balok baik pada tumpuan maupun lapangan. Berdasarkan hasil desain penulangan lentur pada Balok B1 35/75, diketahui bahwa nilai daktilitas kurvatur balok berdasarkan SNI 1726:2019 lebih kecil dibandingkan dengan SNI 1726:2002 dan balok eksisting. Kata Kunci: respons spektrum, momen-kurvatur, daktilita

    ANALISIS STABILITAS TIMBUNAN SAMPAH DI LAHAN MIRING AKIBAT PENGARUH AIR HUJAN DENGAN PERKUATAN GEOTEKSTIL MENGGUNAKAN PROGRAM PLAXIS (Studi Kasus TPA Mrican, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur)

    No full text
    Peningkatan pertumbuhan penduduk sangat berdampak terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA), semakin banyak sampah yang dihasilkan akan membuat penumpukan sampah menjadi semakin tinggi sehingga TPA mengalami overload. Salah satu penyebab terjadinya longsoran sampah adalah curah hujan yang tinggi. Untuk mencegah kelongsoran dan untuk memaksimalkan kapasitas TPA, penelitian ini menggunakan analisis stabilitas timbunan sampah guna memeriksa keamanan dari lereng akibat tumpukan sampah tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengidentifikasi stabilitas timbunan sampah pada saat kondisi kering maupun kondisis basah dengan perkuatan geotekstil dan pada ketinggian berapa timbunan sampah akan longsor. Lokasi penelitian yang digunakan yaitu TPA Mrican Kabupaten Ponorogo pada bulan Maret 2022. Data yang digunakan bersumber dari Data Primer berdasarkan penelitian terdahulu sebagai data parameter sampah dan geotekstil, dan Data Sekunder berdasarkan pengumpulan data atau informasi pada jurnal-jurnal terkait. Penelitian ini akan menganalisis stabilitas lereng sampah pada potongan melintang B-B’ dan potongan melintang C-C’ menggunakan program plaxis. Dari penelitian yang telah dilakukan, pada ketinggian awal nilai faktor keamanan timbunan sampah potongan melintang B-B’ saat kondisi kering sebesar 1,606 dan saat kondisi basah 1,392. Dengan kenaikan setiap 2 meter, kelongsoran terjadi pada ketinggian 32 meter saat kondisi kering dan 24 meter saat kondisi basah. Sedang nilai faktor keamanan potongan melintang C-C’ pada ketinggian awal sebesar 1,660 saat kondisi kering dan 1,349 saat kondisi basah. Pada ketinggian maksimum 25,3 meter timbunan tidak mengalami kelongsoran dan didapatkan nilai faktor keamanan 1,123 saat kondisi kering. Kelongsoran terjadi pada ketinggian 22 meter saat kondisi basah. Berdasarkann hasil analisis, ketinggian timbunan sampah yang disarankan pada potongan melintang B-B’ 14 meter dan potongan melintang C-C’ 10 meter dikarenakan lereng timbunan sampah berada pada kondisi aman. Kata kunci: analisis stabilitas lereng, faktor keamanan, geotekstil, timbunan sampah dalam kondisi kering dan basah, longsor

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇