Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
    1439 research outputs found

    Perencanaan Alternatif Bangunan Gedung Sabang Merauke Eye Center (SMEC) Tebet dengan Menggunakan Profil Castellated Beam

    No full text
    Gedung Sabang Merauke Eye Center (SMEC) adalah gedung yang berada di Kota Jakarta dibangun dengan menggunakan struktur beton bertulang. Gedung yang menggunakan struktur beton bertulang akan lebih besar menahan beban mati yang diakibatkan oleh berat sendiri sehingga akan cukup besar gaya geser yang terjadi. Dengan perencanaan ulang struktur komposit diharapkan dapat terjadi kerjasama antara baja dan beton tersebut. Dilakukan perencanaan ulang menggunakanpelat beton dengan tebal 12 cm untuk pelat lantai sedangkan 10 cm untuk pelat atap, menggunakan profil baja WF 200x200 untuk balok induk, menggunakan profil baja WF 150x75 untuk balok anak, dan menggunakan profil baja WF 300x300 untuk kolom. Analisis menggunakan software SAP2000 untuk mendapatkan hasil berupa gaya-gaya dalam pada setiap profil (momen, gaya lintang, gaya aksial dan sebagainya yang diperlukan untuk analisis). Kontrol dilakukan pada saat sebelum komposit dan setelah komposit dengan cara perhitungan momen Mn > Mu dan Vn > Vu. Analisis mengacu pada beberapa peraturan yaitu SNI 1726:2019, SNI 1729:2020, metode LRFD (Load and Resistance Factor Design) diperoleh hasil bahwa pengaruh beban hidup, beban mati serta gempa lebih signifikan pada daerah tumpuan. Kata Kunci: struktur komposit, baj

    STUDI ALTERNATIF STRUKTUR BAJA KOMPOSIT PADA PERENCANAAN PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR OJK (OTORITAS JASA KEUANGAN) KOTA AMBON PROVINSI MALUKU

    No full text
    Kantor OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Provinsi Maluku merupakan gedung yang terletak di KotaAmbon dibangun dengan menggunakan struktur beton bertulang. Struktur beton bertulang lebih banyak menahanbeban mati sendiri yang cukup besar yang akan menambah gaya geser dan nantinya mempengaruhi beban gempayang cukup besar juga. Dengan merencanakan ulang dengan struktur komposit ini diharapkan akan terjadikerjasama dan interaksi yang lebih baik antara baja dan beton dari pada menggunakan struktur beton bertulang.Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Jawa Barat direncanakan ulang dengan elemenelemen sebagai berikut: tebal pelat beton lantai 12 cm; tebal pelat beton atap 10 cm; dimensi balok indukmeggunakan WF 500 x 200 x 10 x 16 dan WF 150 x 75 x 5 x 7 ; dimensi kolom menggunakan WF 400 x 400 x20 x 35. Analisis yang mengacu pada SNI 1729:2020, SNI 1726:2019 diperoleh hasil bahwa pengaruh bebanhidup, beban mati dan beban gempa lebih signifikan pada daerah tumpuan. Berdasarkan hasil anasisis pada balokanak dan balok induk didapatkan hasil perhitungan dari kondisi sebelum komposit dan kondisi setelah kompositpada momen tumpuan. Untuk balok induk terjadi pembesaran momen tumpuan sebesar 471,68 Knm menjadi556,45 Knm. Hal ini membuktikan bahwa pembesaran momen pada struktur komposit sangat bervariatifbergantung dengan variabel analisis komposit.Kata kunci : struktur komposit, baja beton, pembesaran mome

    STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN BANGUNAN MENGGUNAKAN BETON PRACETAK DENGAN SISTEM SAMBUNGAN BALOK DAN KOLOM PADA GEDUNG SABANG MERAUKE EYE CENTER (SMEC) TEBET

    No full text
    Gedung Rumah Sakit Sabang Merauke Eye Center SMEC Tebet dibangun dengan menggunakan struktur beton bertulang cor ditempat. Namun, kondisi tersebut memiliki kekurangan terkait waktu pengerjaannya yang relatif lama, kebutuhan tenaga pekerja cukup banyak, dan membutuhkan biaya yang cukup besar. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mempercepat waktu pelaksanaan yaitu memakai metode beton pracetak (precast) sebagai alternatif komponen struktural dalam pelaksanaannya. Metode beton pracetak adalah teknologi konstruksi struktur beton yang dicetak di pabrik kemudian dipasang di lokasi proyek. Sehingga proses konstruksi akan jauh lebih cepat dibanding dengan menggunakan beton konvensional. Perencanaan struktur pada bangunan ini meliputi perhitungan struktur atas yang terdiri dari perhitungan pelat lantai, balok, dan kolom. Untuk material dalam perencanaan struktur menggunakan mutu bahan : fc’ = 35 Mpa, fy = 420 Mpa. Perhitungan yang dilakukan dalam skripsi ini mengacu pada peraturan yang ditetapkan pada SNI 7833 2012, SNI 2847 2019, PCI Design Handbook Precast & Prestressed Concrete 6th Edition, dan SNI 1726 2019. Hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan ini lokasi gedung yang berada di kota Jakarta Selatan yang termasuk kategori zona gempa IV. Hal ini menjadikan pertimbangan khusus dalam perencanaan bangunan tahan gempa yang menggunakan konstruksi beton pracetak  ditentukan oleh kualitas sambungan elemen pracetak. Oleh karena itu agar bangunan gedung aman terhadap gempa, penulis menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) serta melakukan kontrol struktur gedung tahan gempa. Dari hasil analisa struktur gedung didapatkan dimensi struktur gedung sebagai berikut, Balok induk ukuran 40/60, Serta balok anak dengan ukuran 25/40, dan untuk kolom ukuran 60/60. Sementara terkait penyambungan tiap elemen struktur menggunakan sambungan basah dan konsol pendek pada sambungan balok dan kolom. Untuk elemen pelat - balok menggunakan sambungan tulangan penyaluran, sedangkan sambungan balok anak – balok induk menggunakan angkur dan korbel

    ANALISIS STABILITAS TIMBUNAN SAMPAH AKIBAT PENGARUH AIR HUJAN DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM GEOSTUDIO (Studi Kasus TPA Bestari, Jl. Anggrek, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur)

    No full text
    Pertambahan populasi penduduk khususnya daerah pemukiman kota meningkatkan jumlah sampah padat perkotaan. Sistem pengolahan timbunan sampah pada tempat pembuangan akhir (TPA) kurang efisien sehingga melebihi kapasitas. Pada penelitian ini, dilakukan analisis stabilitas lereng untuk mengetahui angka keamanan pada lereng yang akan ditinjau. Pemodelan timbunan sampah direncanakan tinggi timbunan sampah adalah 21 meter dan sudut timbunan sampah 40o. Angka keamanan pada program ini menggunakan limit equilibrium method dan menambahkan piezometric line atau muka air tanah untuk diperhitungkan dalam analisis stabilitas lereng timbunan sampah dalam kondisi basah. Dalam penelitian ini digunakan metode Morgenstern-Price dan Bishop. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk perbandingan hasil analisis stabilitas timbunan sampah pada saat ketinggian maksimum dalam kondisi timbunan sampah kering dan basah menggunakan analisis program geostudio. Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan jenis keruntuhan lereng berupa keruntuhan pada lereng timbunan sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai faktor keamanan pada ketinggian timbunan sampah kering 21 meter dengan menggunakan metode Morgenstern-Price adalah sebesar 1.307 dan menggunakan metode Bishop sebesar 1,309. Hal ini menunjukkan lereng aman, sehingga timbunan sampah pada kondisi kering dianggap tidak masalah dinaikkan sampai pada ketinggian timbunan sampah mencapai 43 meter dan penentuan ketinggian timbunan akan ditentukan dari hasil analisis timbunan sampah dalam kondisi basah. Hasil analisis stabilitas lereng pada kondisi basah pada ketinggian timbunan sampah 21 meter menggunakan metode Morgenstern-Price adalah sebesar 1,046 dan menggunakan metode Bishop sebesar 1,046. Pada saat timbunan sampah mencapai tinggi maksimum dengan ketinggian timbunan sampah mencapai 23 meter didapatkan nilai faktor keamanan dengan menggunakan metode Morgenstern-Price adalah sebesar 0,994 dan menggunakan metode Bishop sebesar 0,993. Sehingga direkomendasikan timbunan sampah hanya mencapai pada ketinggian timbunan sampah 23 meter

    STUDI ANALISIS KAPASITAS LENTUR STRUKTUR BALOK KOMPOSIT BERONGGA DENGAN VARIASI JARAK SAMBUNGAN SEKRUP PADA BAJA COLD-FORMED GANDA KANAL C BERHADAPAN

    No full text
    Penggunaan bahan beton untuk konstruksi sudah banyak berkembang. Hal yang telah dikembangkan seperti pengurangan berat dan volume dari beton dengan cara memberikan rongga atau lubang pada penampang beton. Akan tetapi, dengan mengurangi volume beton dapat berakibat berkurangnya kekuatan pada struktur tersebut. Sehingga digunakan beton komposit dengan bantuan baja cold-formed sebagai material pendukung dalam menahan beban dikarenakan baja cold-formed adalah salah satu bahan konstruksi yang berkualitas tinggi, ekonomis dan relatif ringan. Pada penelitian ini menggunakan material profil baja cold-formed kanal ganda C 80x30x9x0,75 berhadapan (toe to toe) dan beton dengan mutu f’c 24,28 sebagai bahan uji. Benda uji tersebut akan dimodelkan menggunakan software ABAQUS, dimana akan didapatkan nilai kuat lentur, lenduta dan beban maksimal struktur balok komposit berongga. Profil ganda kanal C berhadapan disambung menggunakan sambungan sekrup SDS dengan variasi jarak sambungan 150 mm dan 300 mm. Didapatkan hasil bahwa variasi jarak sambungan 150 mm memiliki kapasitas beban dan kapasitas lentur paling besar dibandingkan variasi lainnya, namun pada beban yang sama memiliki lendutan paling kecil   Kata Kunci :  Balok Komposit Berongga, Baja Cold-Formed, Jarak Sambungan Sekrup, software ABAQUS, Kapasitas Lentu

    Analisis Bangunan Irregular dengan Perkuatan Pengaku Dinding Geser (Shear Wall) Menggunakan Metode Direct Displacement Based Design (DDBD)

    No full text
    Kondisi geografis Indonesia yang berada pada lintasan cincing api (the ring of fire) membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang rawan akan bencana alam gempa bumi. Kondisi tersebut sangat mempengaruhi perkembangan konstruksi bangunan yang memiliki variasi bentuk yang kompleks (irregular) di Indonesia. Pada umumnya, bangunan irregular memiliki perilaku yang berbeda terhadap beban gempa. Kondisi ini disebabkan karena adanya gaya torsi/puntir yang terjadi akibat perbedaan pusat massa dengan pusat kekakuan (eksentrisitas). Dengan adanya gaya torsi, bangunan perlu direncanakan secara berbeda dibandingkan dengan bangunan sederhana lainnya. Salah satu analisis yang dapat digunakan untuk melihat perilaku bangunan irregular terhadap beban gempa adalah metode direct displacement based design (DDBD). Untuk mengaplikasikan prinsip pada metode DDBD, digunakan analisis pushover pada SAP2000. Pada analisis yang dilakukan, bangunan akan ditinjau pada aspek kekuatan dan perilaku bangunan sebelum dan setelah diberikan perkuatan pengaku dinding geser dengan 3 alternatif konfigurasi perletakan dinding geser. Dilihat dari simpangan lantai atap pada setiap konfigurasi, peningkatan yang terjadi mulai dari 86% - 91%. Selain itu, gaya geser dasar yang dapat diterima oleh bangunan juga mengalami peningkatan. Namun dari segi performance level, ketiga konfigurasi tidak memberikan peningkatan dikarenakan struktur sudah terlebih dahulu memiliki performance level immediate occupancy (IO). Semua konfigurasi perkuatan dinding geser juga dapat dikatakan sebagai struktur yang aman dikarenakan sudah memenuhi simpangan izin antar lantai yang tercantum pada SNI 1726:2019. Kata Kunci: Bangunan Irregular, Eksentrisitas, Dinding Geser, Metode Direct Displacement Based Design (DDBD), Analisis Pushove

    PENGARUH PERKUATAN DOUBLE ROW PILE DENGAN VARIASI POSISI BARIS KEDUA (Lx2/L & D2 = 2,5 CM) TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PADA LERENG PASIR DR 88%

    No full text
    Ketika pondasi diletakkan pada puncak lereng, daya dukung lereng akan berkurang sehingga dibutuhkan sebuah perkuatan salah satunya yaitu perkuatan pile. Perkuatan pile akan berfungsi sebagai elemen yang menahan gaya lateral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi posisi pile baris kedua (LX2/L) terhadap peningkatan daya dukung tanah pada lereng. Penelitian menggunakan metode elemen hingga yang dapat mempertimbangkan interaksi yang terjadi antara tanah dengan pile. Pada penelitian terdahulu, telah dilakukan pemodelan lereng dengan double row pile di laboratorium. Dari penelitian tersebut diperoleh geometri, data parameter tanah pasir, dan parameter pile. Parameter tersebut akan digunakan sebagai acuan dalam memodelkan lereng dengan double row pile pada software PLAXIS 2D, PLAXIS 3D, dan ABAQUS. Hasil akhir dari software tersebut adalah berupa nilai tegangan dan penurunan tanah. Daya dukung ultimit diperoleh menggunakan metode 0,1B dengan membatasi besarnya penurunan sebesar 10% dari lebar pondasi (B). Nilai daya dukung ultimit kemudian dianalisis untuk mengetahui nilai rasio bearing capacity improvement (BCI). Pada penyajiannya, hasil daya dukung ultimit dan nilai rasio BCI akan dibandingkan dengan hasil eksperimen. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa terjadi peningkatan kapasitas daya dukung lereng antara tanpa perkuatan dengan adanya perkuatan (double row pile). Posisi pile baris kedua (LX2/L) pada lereng mempengaruhi besarnya daya dukung yang dihasilkan. Pada PLAXIS 2D untuk posisi LX2/L = 0,6 menghasilkan daya dukung tertinggi sebesar 24,256 kN/m2 dengan nilai rasio BCI sebesar 1,253. Pada PLAXIS 3D untuk posisi LX2/L = 0,6 menghasilkan daya dukung tertinggi sebesar 30,952 kN/m2 dengan nilai rasio BCI sebesar 1,593. Pada ABAQUS untuk LX2/L = 0,6 menghasilkan daya dukung tertinggi sebesar 26,926 kN/m2 dengan nilai rasio BCI sebesar 1,308. Dari hasil FEM tersebut disimpulkan bahwa posisi optimum baris pile kedua berada pada bagian tengah-atas lereng (upper middle)

    Evaluasi Kinerja Seismik Gedung Beton Bertulang Tiga Lantai yang didesain hanya dengan Beban Gravitasi di Kota Malang

    No full text
    Indonesia termasuk daerah yang rawan terjadi bencana gempa bumi karena posisinya yang berada dalam daerah cincin api pasifik dan terletak di pertemuan antara tiga lempeng besar yakni Eurasia, Pasifik, dan Indo-Autralia.  Hal ini membuat gempa menjadi sebuah perhatian khusus dalam konstruksi gedung. Perancangan struktur yang telah dihitung dengan baik masih memiliki kemungkinan terjadi kegagalan apabila tidak dilakukan pendetailan tulangan secara baik. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini merancang bangunan tiga lantai di Kota Malang  hanya menggunakan beban gravitasi tetapi detail penulangan disesuaikan dengan SNI 2847:2019 yang ditinjau terhadap kemampuannya saat terjadi gempa. Analisis dan pemodelan 3D dilakukan dengan program analisis struktur berbasis elemen hingga. Elemen struktur yang didesain hanya pelat, balok, dan kolom. Desain dievaluasi untuk mendapatkan tingkat kinerja struktur dan mekanisme sendi plastis menggunakan metode pushover dengan acuan ATC-40. Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk displacement 0,16 m pada pushover arah X, gaya geser dasar yang terjadi yaitu 1072222,34 kg dan terjadi pada step ke-11 sedangkan pada pushover arah Y, dengan displacement 0,16 m, gaya geser dasar yang terjadi yaitu 1901445,09 kg dan terjadi pada step ke-19. Pada pushover arah X, sendi plastis pertama terjadi pada ujung balok di step ke-3, kemudian diikuti sendi plastis pada kaki kolom di step ke-5, dan sendi plastis terakhir terjadi pada step ke-11. Pada pushover arah Y, sendi plastis pertama terjadi pada ujung balok di step ke-2, kemudian diikuti sendi plastis pada kaki kolom di step ke-3, dan sendi plastis terakhir terjadi pada step ke-19. Tingkat kinerja gedung saat menerima beban gempa berada pada kategori Damage Control (DC) dan mekanisme sendi plastis yang terjadi adalah mekanisme kelelehan gabungan (mekanisme kelelehan pada balok dan kolom). Kata kunci : gempa bumi, pushover, analisis elemen hingga, level kinerja, sendi plastis

    Evaluasi Kinerja Seismik Gedung Layanan Bersama Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya dengan Analisis Pushover

    No full text
    Indonesia merupakan negara yang rawan mengalami gempa sehingga dalam merencanakan dan merancang suatu bangunan perlu memenuhi prinsip bangunan tahan gempa. Langkah selanjutnya yang tidak kalah penting adalah melakukan evaluasi seismik terhadap bangunan eksisting terutama terkait tingkat kinerja struktur. Dengan diketahuinya tingkat kinerja struktur diharapkan dapat memberi gambaran bagaimana kondisi bangunan setelah mengalami gempa serta memperkirakan langkah-langkah perbaikan seperti apa yang perlu dilakukan terhadap bangunan. Analisis pushover merupakan salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kinerja struktur. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis terhadap Gedung Layanan Bersama Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP-UB), yaitu suatu struktur lima tingkat dengan Sistem Pemikul Rangka Momen Khusus (SRPMK) yang berlokasi di Malang, Indonesia. Analisis pushover dilakukan dengan menggunakan capacity spectrum method (CSM) berdasarkan Applied Technology Council (ATC) 40. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kinerja Gedung Layanan Bersama FTP-UB adalah Immediate Occupancy (IO) sehingga bangunan dikategorikan aman setelah mengalami gempa. Selain itu berdasarkan hasil perhitungan didapatkan tingkat daktilitas bangunan adalah daktail penuh menurut SNI 1726:2002. Kata Kunci: tingkat kinerja, analisis pushover, daktilita

    PENGARUH BAKTERI Bacillus subtilis YANG DIINOKULASI PADA AGREGAT DAUR ULANG TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETON

    No full text
    Pesatnya pembangunan infrastruktur menjadi faktor peningkatan kebutuhan bahan konstruksi, yaitu beton. Penggunaan beton menyebabkan turunnya jumlah sumber daya alam serta mengakibatkan adanya limbah beton pada lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan ialah dengan pemanfaatan agregat kasar daur ulang/recycled coarse aggregate (RCA) sebagai pengganti dari agregat kasar alami/natural coarse aggregate (NCA). Namun, RCA mempunyai kekuatan yang lebih rendah dibandingkan NCA, sehingga diperlukan upaya perbaikan untuk peningkatan kualitas RCA. Upaya perbaikan yang dilakukan ialah penggunaan bakteri pengendap kalsium karbonat (CaCO3) pada RCA karena dianggap ramah lingkungan dan ekonomis dalam pengaplikasiannya. Metode perbaikan yang dilakukan menggunakan isolat bakteri Bacillus subtilis R20 dengan densitas sel dalam medium sebanyak 105 sel/ml. Perbaikan RCA dilakukan dengan proses inkubasi dengan bakteri Bacillus subtilis R20 selama 14 hari. Selanjutnya dilakukan pembuatan benda uji beton silinder berukuran tinggi 30 cm dengan diameter 15 cm. Pengujian benda uji dilakukan ketika umur beton mencapai 28 hari dengan pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas. Penggunaan bakteri pengendap kalsium karbonat (CaCO3) pada RCA dapat meningkatkan kualitas agregat dibandingkan dengan RCA tanpa adanya perbaikan dengan meningkatnya berat isi sebesar 1,92% pada kondisi agregat jenuh kering permukaan dan sebesar 1,70% pada kondisi agregat kering oven, berat jenis sebesar 0,41%, serta menurunnya kadar air sebesar 57%. Dengan peningkatan kualitas material RCA, tentunya berpengaruh dalam peningkatan kuat tekan dan modulus elastisitas beton. Namun karena adanya faktor lain yang berpengaruh dalam pembuatan benda uji menyebabkan kuat tekan dan modulus elastisitas beton RCA bakteri tidak maksimal dibanding beton RCA. Kata kunci: agregat kasar daur ulang, bakteri pengendap kalsium karbonat, beton, kuat tekan, modulus elastisitas

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇